spot_imgspot_img
Selasa 14 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 5

Hari Pertama Sekolah Berujung Tangis, 8 Siswa SMPN 1 Pagerageung Tasikmalaya Dipulangkan

0
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id
Caption foto: Orang Tua bersama 8 siswa SMP Negeri 1 Pagerageung Tasikmlaya mendatangi Kantor KPAID Kabupaten Tasikmalaya mengadukan masalah soal pemulangan paksa kepada orang tuanya oleh pihak sekolah.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Hari pertama masuk sekolah pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027 memicu nestapa bagi delapan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya.

Pihak sekolah memulangkan paksa kedelapan murid tersebut pada momen yang seharusnya penuh dengan harapan baru. Langkah sepihak ini otomatis merampas hak belajar mereka di ruang kelas, hingga memantik gelombang protes keras dari para orang tua murid.

Baca Juga: Ironi Kota Kelahiran Koperasi Indonesia, 411 Koperasi di Tasikmalaya Kini Mati Suri

Demi memperjuangkan keadilan bagi buah hati mereka, para orang tua langsung bergerak cepat. Mereka mendatangi Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Senin (13/7/2026) sore guna mengadukan kebijakan ekstrem tersebut.

Tangis Orang Tua dan Trauma Mental Anak

Keputusan radikal manajemen sekolah ini bak petir di siang bolong bagi Isah, salah satu orang tua siswa yang mendapat sanksi pengusiran. Sembari menahan tangis, ia menceritakan kehancuran hati anaknya yang kini memilih mengurung diri di dalam rumah.

“Saya sengaja datang ke KPAID, memohon pertolongan agar anak saya bisa kembali sekolah di sana. Jujur, saya sangat bingung. Kami belum memikirkan alternatif sekolah lain, dan yang paling menghancurkan hati saya, anak saya trauma dan tidak mau pindah sekolah. Maunya tetap di SMP Negeri 1 Pagerageung,” ungkap Isah.

Faktor jarak yang dekat dengan kediaman menjadi alasan utama mengapa anak Isah bersikeras bertahan. Namun sekarang, saat remaja sebayanya ceria mengukir cerita baru di sekolah, anaknya justru harus mendekam di rumah dengan masa depan yang terombang-ambing.

Alasan Pihak Sekolah Terkait Pelanggaran Disiplin

Di sisi lain, manajemen sekolah mengantongi pembelaan tersendiri terkait kebijakan tersebut. Mereka mengambil langkah “mengembalikan siswa ke orang tua” berdasarkan akumulasi pelanggaran disiplin yang dilakukan para siswa sepanjang tahun ajaran sebelumnya.

Pihak sekolah mengklaim bahwa berbagai upaya pembinaan konvensional dan teguran tertulis telah menemui jalan buntu. Mereka menuduh kedelapan siswa ini melakukan rentetan pelanggaran yang tergolong berat.

Pihak sekolah membeberkan sejumlah pelanggaran tersebut, antara lain tindakan merokok di lingkungan sekolah, sering membolos pada jam efektif pelajaran, terlibat aksi perkelahian antarpelajar, hingga melakukan perundungan (bullying) berupa pemalakan terhadap siswa lain.

KPAID Tegaskan Sekolah Bukan Ruang Menghakimi

Tindakan tegas sekolah yang terkesan tergesa-gesa ini langsung memantik reaksi keras dari Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto. Menurutnya, institusi pendidikan dilarang keras melempar tanggung jawab sosial dan moralnya begitu saja saat menghadapi anak didik yang membutuhkan perhatian khusus.

“Sangat kami sayangkan. Sekolah itu sejatinya adalah ruang penyembuhan dan lembaga yang menjadi solusi untuk mendidik serta meluruskan ‘kenakalan’ anak, bukan justru mengeluarkannya secara instan,” tegas Ato.

Ato menambahkan bahwa para orang tua sebenarnya sangat kooperatif. Mereke juga siap bekerja sama melakukan pembinaan intensif demi mengubah perilaku anak-anak mereka. KPAID berjanji akan mengawal kasus ini sekaligus memberikan pendampingan psikologis bagi para siswa yang terdampak.

Dinas Pendidikan Sebut Sanksi Dikeluarkan Adalah Opsi Terakhir

Respons cepat juga datang dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya. Kepala Bidang SMP, Cucu Anwar, menegaskan bahwa hukum mengatur secara ketat prosedur pemindahan atau pemberhentian hak belajar siswa dari sekolah formal.

“Anak-anak ini memiliki motivasi kuat untuk belajar di sekolah tersebut, maka kewajiban mutlak sekolah adalah mendidiknya. Mengeluarkan atau memindahkan siswa ke sekolah lain itu adalah ultimum remedium, opsi paling terakhir. Kecuali, jika perilakunya sudah benar-benar membahayakan keselamatan fisik dirinya sendiri maupun orang lain,” terang Cucu Anwar.

Sebagai langkah konkret, Dinas Pendidikan menjadwalkan pemanggilan resmi terhadap Kepala Sekolah dan manajemen SMPN 1 Pagerageung untuk meminta klarifikasi atas kebijakan sepihak ini.

(Abdul Latif)

Ruas Jalan Burujul-Gendereh dan Burujul-Sanca di Sumedang Akan Diperbaiki Bertahap

0
SUMEDANG, FOKUSJabar.id
Ruas jalan Burujul-Gendereh di Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang.

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang menjamin proyek perbaikan ruas Jalan Burujul-Gendereh di Kecamatan Buahdua segera memasuki tahap konstruksi fisik pada Agustus 2026 mendatang. Langkah ini menjadi bagian dari keseriusan pemerintah daerah dalam mengupgrade kualitas infrastruktur dan aksesibilitas warga.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyampaikan langsung kepastian tersebut saat meninjau langsung kondisi aspal di sepanjang ruas Jalan Burujul-Gendereh, Senin (13/7/2026).

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Kenalkan Program PEKA di Depok, Ini Tujuan dan Manfaatnya

Pihak pemerintah daerah memproyeksikan proyek pembenahan jalur ini mampu menyumbang dampak positif bagi mobilitas harian masyarakat. Selain itu, jalan yang mulus juga akan mempercepat laju perputaran roda ekonomi di kawasan Buahdua dan sekitarnya.

“Pembangunan ruas jalan Burujul-Gendereh akan dimulai pada Agustus 2026. Ini sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas dan kenyamanan akses masyarakat,” kata Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir.

Bupati Dony menjelaskan bahwa para pekerja proyek akan memfokuskan pengerjaan mulai dari Pertigaan Citaleus menuju Hariang, hingga menembus jalur Gendereh-Mekarmukti. Intervensi infrastruktur ini bertujuan mengunci aspek keamanan, kenyamanan, serta kelancaran warga saat berkendara.

Perbaikan Jalan Buahdua-Sanca

Tidak hanya membawa kabar baik untuk jalur Burujul-Gendereh, Bupati Dony juga menjawab langsung aspirasi dan harapan masyarakat yang mendambakan perbaikan pada ruas Jalan Burujul-Sanca.

“InsyaAllah jalan Buahdua-Sanca juga tahun ini akan kembali diperbaiki secara bertahap. Mohon doanya dari masyarakat agar Burujul-Sanca dan Burujul-Gendereh bisa selesai tahun ini sesuai rencana,” tuturnya optimis.

Khusus untuk penanganan Jalan Burujul-Sanca, pemerintah daerah akan menggulirkan proyeknya secara bertahap menggunakan sokongan dana dari program Inpres Jalan Daerah (IJD).

Bupati Dony menaruh harapan besar agar seluruh tahapan pengerjaan fisik di lapangan terbebas dari kendala teknis. Menurutnya, akses konektivitas yang prima otomatis mendongkrak distribusi hasil pertanian lokal ke luar daerah. Ia juga mengajak warga sekitar ikut menjaga situasi kondusif selama alat berat beroperasi.

“Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar pekerjaan berjalan lancar dan tidak ada kendala. Sehingga pembangunan jalan ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi warga,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumedang, Deni Syafarat, membeberkan detail teknis proyek tersebut. Pihaknya mencatat total panjang jalan Burujul-Gendereh yang masuk target perbaikan mencapai ratusan meter.

“Panjang penanganan sekitar 600 meter. Pekerjaan fisiknya dimulai pada Agustus dengan pagu anggaran sebesar Rp622.543.793,” pungkas Deni..

(Jingga Sonjaya)

Igor Tolic Ubah Jam Latihan Persib Bandung, Ini Penjelasannya

0
BADNUNG, FOKUSJabar.id
Foto: Pelatih Persib, Igor Tolic. (Arif)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Skuad Persib Bandung mulai fokus mematangkan persiapan diri guna mengarungi ketatnya persaingan musim kompetisi 2026/2027. Skuad berjuluk Maung Bandung tersebut memilih memusatkan kegiatan latihan di Lapangan Pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung.

Langkah awal ini menyuguhkan pemandangan berbeda jika membandingkannya dengan era kepelatihan Bojan Hodak yang biasa memulai latihan pagi sekitar pukul 08.00 atau 08.30 WIB. Pelatih anyar Persib, Igor Tolic, justru memilih menggelar sesi latihan lebih siang, tepatnya mulai pukul 09.30 WIB dalam dua hari terakhir.

Baca Juga: Ini Alasan Luka Menalo Gabung Persib Bandung

Igor Tolic membeberkan alasan logis terkait pemilihan waktu latihan tersebut. Menurut arsitek strategi asal Kroasia ini, kondisi cuaca Kota Bandung saat ini masih tergolong bersahabat dan tidak terlalu menyengat.

Faktor cuaca tersebut membuat Tolic sengaja memberikan kelonggaran waktu bagi anak asuhnya untuk memulihkan stamina lebih lama. Apalagi, sejumlah pilar utama, terutama legiun asing, baru saja mendarat di Kota Kembang usai menempuh perjalanan jauh pascalibur panjang.

“Jadi, sekarang cuacanya sedang tidak terlalu panas. Kami memberikan sedikit lebih banyak waktu bagi anak-anak untuk tidur, tidak ada alasan lain,” ujar Igor Tolic, Senin (13/7/2026).

Faktor Suhu Udara

Meski demikian, jadwal latihan menjelang siang ini tidak bersifat permanen. Tolic memastikan akan memajukan kembali agenda latihan menjadi lebih pagi seperti sediakala apabila suhu udara di Kota Bandung mulai merangkak naik.

“Ketika cuaca menjadi terlalu panas lagi, kami mungkin akan menurunkannya (memajukan jamnya),” ucap pria yang musim lalu mengemban tugas sebagai asisten pelatih Bojan Hodak tersebut.

“Jadi ini pagi hari, kami suka melakukannya di pagi hari. Tetapi mungkin untuk di awal ini kami memberikan kesempatan untuk menyesuaikan waktu tidur. Mungkin satu jam lebih lama untuk tidur dan kemudian nanti ketika cuaca panas lagi, kami mungkin akan memajukannya, kami membuat (latihannya) lebih awal,” tegas Tolic.

Langkah adaptasi ini menjadi hal krusial mengingat Persib Bandung akan menghadapi kalender pertandingan yang sangat padat sepanjang musim ini.

Selain harus bertarung habis-habisan di kompetisi domestik, Marc Klok dan kawan-kawan juga memikul tanggung jawab besar. Yakni untuk kembali membawa nama harum Indonesia di panggung Asia.

(Arif)

BPJS Ketenagakerjaan Kenalkan Program PEKA di Depok, Ini Tujuan dan Manfaatnya

0
Depok, FOKUSJabar.id
Launching program PEKA BPJS Ketenagakerjaan di Kota Depok dirangkai dengan pemberian simbolis pemberian santunan kepada para penerima manfaat oleh Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Trisna Sonjaya (ketiga kiri).

DEPOK,FOKUSJabar.id: BPJS Ketenagakerjaan terus mengembangkan berbagai inovasi guna mendongkrak kesejahteraan para anggotanya. Langkah nyata terbaru mewujud lewat peluncuran Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) di Kota Depok.

Pihak manajemen resmi memperkenalkan program tersebut, Senin (13/7/2026). Kehadiran Program PEKA menandai langkah strategis BPJS Ketenagakerjaan dalam memperluas jangkauan manfaat perlindungan sosial, sehingga tidak lagi sekadar berfokus pada pemberian santunan dana tunai.

Baca Juga: Final Piala Dunia 2026, Pemkot Depok Siapkan Nobar Gratis untuk Masyarakat

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Trisna Sonjaya, menjelaskan bahwa Program PEKA merupakan inovasi segar besutan BPJS Ketenagakerjaan Pusat yang mengedepankan aspek keberlanjutan manfaat bagi seluruh peserta.

“Program PEKA ini adalah inovasi baru dari BPJS Ketenagakerjaan Pusat. Alhamdulillah hari ini bersama Kantor Wilayah Jawa Barat kami telah meluncurkan program ini di dua lokasi, yaitu di Sumedang dan Depok,” ujar Trisna di sela-sela kegiatan.

Trisna menegaskan, tujuan utama dari program ini yaitu memastikan manfaat yang mengalir ke tangan peserta tidak langsung mandek setelah mereka menerima santunan. Lewat skema baru ini, para peserta mendapatkan kesempatan emas untuk mengikuti pelatihan kerja demi mengasah keterampilan mereka.

“Kita ingin manfaat yang diberikan tidak terhenti sampai santunan saja, tetapi ada keberlanjutan melalui pelatihan. Nantinya benefit yang dimanfaatkan peserta akan benar-benar terasa dampaknya,” kata Trisna.

Program PEKA menjadi bukti nyata kepedulian BPJS Ketenagakerjaan

Ia menilai Program PEKA menjadi bukti nyata kepedulian BPJS Ketenagakerjaan. Langkah ini sekaligus menegaskan kehadiran negara dalam memberikan proteksi sekaligus pemberdayaan ekonomi kepada masyarakat luas.

“Ini adalah salah satu bentuk kepedulian kami, bahwa negara hadir melalui program ini untuk memberikan kemanfaatan yang berkelanjutan bagi peserta,” tambahnya.

Sebelum menyambangi Kota Depok, sejumlah daerah di Indonesia sudah menerapkan Program PEKA lebih awal, seperti Mataram, Surabaya, serta beberapa provinsi lainnya. Manajemen berkomitmen untuk terus menggelar peluncuran program ini secara bertahap ke berbagai kabupaten dan kota lain.

Dari segi kepesertaan, Program PEKA merangkul para penerima manfaat dari beragam segmen. Pihak penyelenggara mendata peserta mulai dari sektor Penerima Upah (PU). Hingga mendata sektor Bukan Penerima Upah (BPU) atau pekerja informal yang menjadi fokus utama dalam program ini.

Format pelaksanaan pelatihan dalam Program PEKA bersifat fleksibel. Manajemen menyesuaikan durasi kursus dengan jenis program opsi peserta dan kualifikasi instruktur, serta kapasitas lembaga kursus dan pelatihan (LKP/LPK) yang menjadi mitra, dengan rentang waktu antara dua minggu hingga tiga bulan.

Demi memastikan kualitas dan kesuksesan program berjalan optimal, BPJS Ketenagakerjaan menggandeng berbagai pemangku kepentingan (stakeholders). Mereka menjalin kolaborasi erat dengan Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Pendidikan, serta jaringan lembaga kursus swasta.

Khusus di Kota Depok, Program PEKA membidik sekitar 100 orang penerima manfaat. Melalui stimulus ini, para peserta harapannya mampu menguasai keahlian baru dan embuka peluang usaha mandiri. Serta mewujudkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan di masa depan.

(Jingga Sonjaya)

Final Piala Dunia 2026, Pemkot Depok Siapkan Nobar Gratis untuk Masyarakat

0
DEPOK, FOKUSJabar.id
Wali Kota Depok Supian Suri memimpin apel pagi ASN di Lapangan Balai Kota Depok, Senin (13/06/26). Sumber Gambar: depok.go.id

DEPOK,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menyiapkan agenda spesial bagi para pencinta sepak bola. Pihak pemerintah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyaksikan laga puncak Piala Dunia 2026 melalui kegiatan nonton bareng (nobar) akbar di Alun-Alun Timur Kota Depok.

Pihak panitia menjadwalkan kegiatan tersebut berlangsung pada Senin dini hari, 20 Juli 2026. Acara ini menyasar seluruh warga yang ingin menikmati atmosfer pertandingan final secara bersama-sama di ruang publik.

Baca Juga: Pemerintah Rilis Logo HUT ke-81 RI, Berikut Filosofi dan Panduan Downloadnya

Langkah Pemkot Depok menggelar nobar ini merupakan bentuk respons nyata terhadap tingginya antusiasme masyarakat. Warga sebelumnya mengharapkan adanya kegiatan menonton bersama yang mendapatkan fasilitasi resmi dari pemerintah.

Wali Kota Depok, Supian Suri, menjelaskan bahwa pihaknya mengadakan acara ini demi mengakomodasi keinginan luas dari masyarakat yang merindukan kehadiran nobar besutan pemerintah.

“Prinsipnya kami mengakomodir keinginan banyak pihak yang ingin ada nobar yang diinisiasi oleh pemerintah. Karena itu, kami adakan pada momen final,” ujarnya usai memimpin apel pagi, Senin (13/7/2026).

Supian Suri memaparkan bahwa konsep kegiatan mengusung tema terbuka. Pola ini memungkinkan seluruh lapisan masyarakat hadir dan menikmati jalannya pertandingan dengan leluasa.

“Konsepnya bebas, artinya semua boleh datang. Kita ingin ini menjadi ruang kebersamaan warga,” jelasnya ramah.

Mempererat Tali Kebersamaan dan Persaudaraan Warga Kota Depok

Supian Suri berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang menyaksikan pertandingan sepak bola semata. Lebih dari itu, momentum ini harus mampu mempererat tali kebersamaan dan persaudaraan antarwarga Kota Depok.

Ia menambahkan bahwa jajaran pemerintah masih akan membahas konsep pelaksanaan acara secara lebih mendalam bersama perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata).

Supian Suri juga mengetuk pintu hati berbagai pihak agar ikut berpartisipasi menyemarakkan acara. Ia mengajak kalangan yang memiliki kelebihan rezeki untuk berbagi kepada masyarakat yang hadir, misalnya melalui pemberian doorprize maupun makanan ringan.

“Mungkin teman-teman yang punya rezeki bisa berbagi, misalnya doorprize atau makanan ringan dan rebusan. Jadi sambil nonton, masyarakat juga bisa menikmati suasana dengan cemilan,” tuturnya penuh harap.

Mengenai teknis pelaksanaan, termasuk peluang pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Pemkot Depok masih harus berkoordinasi lebih lanjut. Mengingat kegiatan bergulir sejak pukul 00.00 WIB hingga dini hari, kesiapan para pelaku UMKM untuk berjualan semalaman suntuk menjadi salah satu pertimbangan utama.

“Nanti kita lihat kemungkinan UMKM bisa ikut serta atau tidak, karena waktunya cukup malam, sementara pertandingan final berlangsung sekitar pukul 02.00,” pungkas Supian Suri.

(Jingga Sonjaya)

Pemerintah Rilis Logo HUT ke-81 RI, Berikut Filosofi dan Panduan Downloadnya

0
DEPOK, FOKUSJabar.id
Logo HUT ke-81 Republik Indonesia.

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Pemerintah secara resmi meluncurkan logo beserta identitas visual untuk menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Perilisan ini menandai awal dari rangkaian persiapan menyongsong hari kemerdekaan pada tahun 2026 mendatang.

Pemerintah memperkenalkan karya milik desainer muda asal Padang, Sumatera Barat, Fajar Novario, sebagai logo resmi tahun ini. Desain tersebut sukses merepresentasikan tema besar HUT ke-81 RI, yaitu Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.

Baca Juga: Ironi Kota Kelahiran Koperasi Indonesia, 411 Koperasi di Tasikmalaya Kini Mati Suri

Proses pemilihan identitas visual ini menggunakan mekanisme jajak pendapat (polling) yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat luas. Dari lima finalis yang berhasil menembus babak akhir, karya Fajar Novario sukses mendominasi perolehan suara tertinggi.

“Karya Saudara Fajar Novario memperoleh suara 44,73 persen dari total suara. Sekali lagi selamat kepada Saudara Fajar Novario, karya Anda ditetapkan sebagai logo Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini, tahun 2026,” ucap Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardianto, Senin (13/7/2026).

Makna Mendalam di Balik Logo Kemerdekaan

Wamensesneg Juri Ardianto memaparkan bahwa identitas visual HUT ke-81 Kemerdekaan RI menyuguhkan visualisasi yang tegas serta membawa filosofi yang sangat kuat.

Ide dasar logo ini lahir dari eksplorasi mendalam terhadap berbagai macam motif tradisional dari sabang sampai merauke. Sang desainer kemudian menerjemahkan kekayaan budaya Nusantara tersebut ke dalam wujud identitas visual yang memancarkan semangat persatuan bangsa.

“Dalam keragaman tersebut, terdapat kesamaan pola yang menyimpulkan bahwa keragaman menjadi fondasi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” tutur Wamen Juri.

Lewat pesan filosofis tersebut, logo HUT ke-81 RI menegaskan bahwa perbedaan budaya di Indonesia bukan merupakan faktor pemecah belah. Sebaliknya, keanekaragaman justru menjelma menjadi pilar kekuatan utama untuk merajut persatuan dan menggapai cita-cita bersama sebagai satu bangsa yang besar.

Pemerintah Sediakan Akses Unduh Logo Resmi

Selain merilis identitas visual, pihak istana juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut memeriahkan momentum hari kemerdekaan.

Pemerintah mengetuk kesadaran elemen masyarakat, lembaga negara, serta instansi swasta agar menerapkan tema dan logo resmi ini pada berbagai media publikasi maupun saluran komunikasi.

Masyarakat yang membutuhkan panduan penggunaan beserta berkas logo resmi dapat mengunjungi dan mengunduh langsung melalui laman resmi Sekretariat Negara di situs https://logohutri.istanapresiden.go.id/81.

“Jadi di sana juga masyarakat bisa mendapatkan contoh-contoh implementasi logo itu ke dalam berbagai media. Di spanduk, di merchandise, di billboard, atau di platform-platform media sosial juga ada contoh-contoh. Jadi bisa mudah masyarakat untuk mengakses logo resmi,” pungkas Wamen Juri.

(Jingga Sonjaya)

Harga Cabai Merah Lokal di Ciamis Tembus Rp80 Ribu per Kg, Sawi Hijau Ikut Melonjak

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Cabe merah lokal yang harga nya mengalami kenaikan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sejumlah pedagang di Pasar Galuh, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengeluhkan lonjakan harga komoditas sayuran yang merangkak naik cukup tinggi dari harga sebelumnya.

Lonjakan paling tajam menimpa komoditas cabai merah lokal. Para pedagang saat ini melepas komoditas pedas tersebut di kisaran Rp80.000 per kilogram, padahal sebelumnya harga normal hanya bertengger di angka Rp40.000 per kilogram.

Baca Juga: Tak Ada Bongkar Paksa, Satpol PP Ciamis Bantu PKL Pindahkan Lapak di Jalan Mr Iwa Kusumasumantri

Kenaikan signifikan juga melanda varietas cabai merah keriting. Warga yang semula membeli komoditas ini dengan harga Rp50.000 per kilogram. Namun kini harus merogoh kocek lebih dalam karena harganya sudah menyentuh Rp70.000 per kilogram.

Sementara itu, harga cabai hijau dan cabai rawit merah kompak merangkak naik sebesar Rp10.000 per kilogram. Cabai hijau yang semula berharga Rp30.000 kini bertengger di angka Rp40.000 per kilogram. Sedangkan cabai rawit merah meroket dari Rp50.000 menjadi Rp60.000 per kilogram.

Selain keluarga cabai, tren kenaikan harga juga menginfeksi jenis sayuran buah seperti tomat merah dan tomat hijau. Kedua komoditas ini mengalami kenaikan sebesar Rp4.000 per kilogram, sehingga harganya melompat dari Rp10.000 menjadi Rp14.000 per kilogram.

Harga Wortel Merangkak Naik

Untuk komoditas wortel, harga jual di tingkat pedagang merangkak dari Rp14.000 menjadi Rp20.000 per kilogram, atau mengalami pembengkakan harga sebesar Rp6.000 per kilogram.

Komoditas sayuran hijau yang mencatatkan lonjakan harga paling drastis yakni sawi hijau. Sayuran pelengkap mi ini melesat tajam dari harga semula Rp5.000 per kilogram menjadi Rp16.000 per kilogram.

“Harga-harga itu berdasarkan catatan hasil pantauan dari kios-kios yang menjual komoditas yang mengalami kenaikan itu,” kata Kepala UPTD Pasar Galuh Kawali, Dana Sudiana, Senin (13/7/2026).

Di tengah badai kenaikan harga sayuran, Dana memaparkan bahwa hanya ada satu komoditas buah yang justru mencatatkan penurunan harga. Yakni jeruk lokal. Para pedagang buah kini menjual jeruk lokal di kisaran Rp25.000 per kilogram dari harga semula yang sempat menyentuh Rp28.000 per kilogram.

“Untuk harga jeruk memang sudah mengalami penurunan harganya dari harga sebelumnya,” pungkas Dana.

(Husen Maharaja)