spot_imgspot_img
Kamis 30 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 397

Masa Tanggap Darurat di Kabupaten Agam Sumbar Diperpanjang

0
Kabupaten Agam fokusjabar.id
Baniir di Kabupaten Agam (foto: web)

AGAM, FOKUSJabar.id: Pemerintah pusat dan daerah masih terus melakukan sejumlah penanganan bencana banjir bandang dan longsor di wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).

Langkah penanganan yang dilakukan pemerintah berupa perpanjangan masa tanggap darurat hingga pengerahan alat berat.

BACA JUGA:

Prabowo Subianto 4 Kali Reshuffle Kabinet Selama 2025

Mengutip tempo.co, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, Pemerintah Kabupaten Agam memperpanjang masa tanggap darurat karena masih terjadi longsor susulan.

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, longsor terakhir terjadi hingga tiga hari sebelum 4 Januari 2026.

“Masih ada longsor di Kabupaten Agam,” ungkap Abdul.

Ancaman Longsor Susulan Masih Tinggi

BNPB mendeteksi adanya rekahan di wilayah hulu Agam. Penyebabnya, hujan dengan intensitas sedang tetapi berdurasi lama masih berpotensi memicu longsor susulan.

“Kalau ada hujan intensitas sedang tapi berdurasi lama, masih berpotensi longsor susulan,” kata Dia.

Pemerintah terus melakukan pemantauan dan upaya mitigasi untuk meminimalkan dampak bencana lanjutan.

Longsor 120 Meter di Ngarai Sianok

Salah satu kejadian besar adalah longsor di Gebing Ngarai Sianok Kabupaten Agam. Ketinggiannya sekitar 120 meter dan lebar 15 meter.

Longsor terjadi setelah hujan deras berkepanjangan. BNPB memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

BACA JUGA:

Penuhi Air Bersih, Polri Bangun 436 Sumur Bor di Sumatera

Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang berencana mengerahkan dua unit alat berat ke Agam.

Demikian disampaikan Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang, Naryo Widodo.

Menurutnya, satu alat berat dijadwalkan 3 Januari. Dan sisanya pada 6 Januari 2026.

Pengerahan ini difokuskan pada kawasan Kelok 28 yang masih menyimpan material longsoran dan berpotensi memicu bencana susulan.

Selain itu, sejumlah instansi telah mengerahkan alat berat di lokasi bencana. Alat tersebut dari Polri, Balai Wilayah Sungai dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Agam.

Kementerian Pekerjaan Umum mencatat hingga akhir Desember 2025 telah menyiagakan total 341 unit alat berat di wilayah terdampak Sumatera. Terdiri dari 114 unit milik kementerian dan 227 unit dari BUMN.

BPBD Kabupaten Agam mencatat jumlah pengungsi akibat banjir bandang di Muaro Pisang, Pasar Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya meningkat menjadi 428 orang.

BACA JUGA:

Indonesia Beli 100 Jembatan Bailey dari Luar Negeri

“Sebelumnya pengungsi hanya 314 orang. Kini bertambah menjadi 428 orang,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur.

Menurut Dia, banjir bandang di wilayah tersebut berulang kali terjadi akibat meluapnya Sungai Muaro Pisang.

Kementerian Pekerjaan Umum memindahkan warga terdampak di Kecamatan Tanjung Raya ke hunian sementara di Palembayan, Kabupaten Agam.

Selain itu, pemerintah juga memobilisasi satu unit Mobile Treatment Unit dan lima hidran umum untuk memenuhi kebutuhan air bersih di lokasi pengungsian.

BNPB mencatat adanya tambahan 10 korban meninggal dunia akibat bencana ekologis di Sumatera pada 4 Januari 2026.

Total korban meninggal kini mencapai 1.177 orang. Termasuk dua korban dari Sumatera Barat.

Jumlah pengungsi di seluruh Sumatera tercatat masih mencapai 242.174 jiwa. Meski mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya.

(Bambang Fouristian)

Prabowo Subianto 4 Kali Reshuffle Kabinet Selama 2025

0
Prabowo Subianto reshuffle fokusjabar.id
Prabowo Subianto lakukan resfuffle kabinet (foto: web(

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Sepanjang tahun 2025 Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet sebanyak empat kali.

Mengutip tempo.co, reshuffle tersebut menyasar beberapa pos strategis. Di antaranya, Menteri Keuangan dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.

BACA JUGA:

Indonesia Beli 100 Jembatan Bailey dari Luar Negeri

Reshuffle pertama yang dilakukan Prabowo Subianto pada 19 Februari 2025. Padahal, waktu itu Kabinet Merah Putih baru berusia empat bulan.

Sedikitnya enam pejabat dilantik pada 19 Februari. Prabowo mencopot Satryo Soemantri Brodjonegoro dari posisi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.

Posisi Satryo Soemantri Brodjonegoro diganti oleh Brian Yuliarto.

Selanjutnya Prabowo Subianto melakukan reshuffle kedua pada 8 September.

Waktu itu, Prabowo melakukan perombakan besar-besaran. Presiden melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan. Dia  menggantikan Sri Mulyani Indrawati.

Selain itu menunjuk Mukhtarudin sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menggantikan Abdul Kadir Karding.

Ferry Juliantono dipercaya mengisi posisi Menteri Koperasi menggantikan Budi Arie Setiadi.

Selanjutnya, melantik menteri pertama pada Kementerian Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf. Sedangkan posisi Wakilnya diisi oleh Dahnil Anzar Simanjuntak.

Pada reshuffle jilid dua tersebut, sejumlah jabatan strategis dibiarkan kosong. Yaku, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan serta Menteri Pemuda dan Olahraga.

BACA JUGA:

Gelombang PHK Massal Ancam Industri Tekstil, DPR Minta Pemerintah Bergerak Cepat

Selanjutnya 17 September 2025, Prabowo kembali melantik sejumlah pejabat untuk mengisi posisi menteri yang sebelumnya kosong.

Kepala Negara menunjuk Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan serta Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.

Dony Oskaria didapuk sebagai Plt Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

BACA JUGA:

Kades Gelar Aksi Damai, Purbaya Yudhi Sadewa Angkat Bicara

Prabowo kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih pada 8 Oktober 2025.  Benjamin Paulus Octavianus dipercaya sebagai Wakil Menteri Kesehatan dan Akhmad Wiyagus sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri.

Keputusan Prabowo tersebut sekaligus menandai penambahan jajaran Kabinet Merah Putih. Yakni, posisi Wakil Menteri Kesehatan diisi dua orang dan Wakil Menteri Dalam Negeri diisi tiga orang.

Dony Oskaria yang sebelumnya menjabat Plt Menteri BUMN resmi dilantik sebagai Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN.

Hal tersebut buntut pergeseran status Kementerian BUMN menjadi Badan Pengaturan sesuai amanat revisi UU BUMN.

Reshuffle jilid empat itu juga mencakup perubahan pada sejumlah lembaga atau badan lain.

Prabowo Subianto membentuk Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua. Komite tersebut diketuai Velix Wanggai. Dia dibantu oleh 9 anggota.

Kepala Negara juga melantik 10 duta besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) dan satu wakil duta besar RI untuk negara sahabat.

(Bambang Fouristian)

PPP Gelar Milangkala ke-53, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Menuju 2029

0
Bandung@Fokusjabar.id
Plt Ketua DPW PPP Jabar Pepep Saepul Hidayat pada acara Milangkala Ke-53 PPP

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memperingati Milad ke-53 dengan menggelar rangkaian acara Miling Milangkala yang diisi doa bersama pada Senin malam. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini turut melibatkan sejumlah pengurus cabang terdekat, bertepatan dengan hari lahir PPP pada 5 Januari.

Plt Ketua DPW PPP Jawa Barat, Pepep Saepul Hidayat, mengatakan bahwa peringatan milad tahun ini tidak hanya menjadi momentum syukur bagi partai, tetapi juga sarana mendoakan masyarakat yang tengah terdampak bencana alam.

Baca Juga: Waspada Musim Hujan, 6 Penyakit yang Sering Muncul dan Cara Menghindarinya

“Alhamdulillah, malam ini kami melaksanakan Miling Milangkala ke-53. Selain merayakan hari lahir partai, kami juga memanjatkan doa untuk saudara-saudara kita yang sedang mendapat ujian bencana,” ujar Pepep saat memberikan sambutan, Minggu (4/1/2026).

Pada kesempatan tersebut, PPP memaparkan sejumlah program strategis yang telah berjalan selama setahun terakhir. Salah satunya adalah program kaderisasi berbasis kecamatan di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Setiap kecamatan mengirimkan empat peserta yang mengikuti rangkaian pelatihan hingga tuntas. Melalui Latihan Kader Kepemimpinan Dasar (LKKD), peserta disiapkan sebagai kader yang siap ditempatkan di struktur partai, terutama menjelang pergantian kepengurusan di tingkat kecamatan.

PPP juga mulai memperkuat peran kader perempuan melalui pelatihan yang menjadi gagsan dari WPP Jawa Barat. Pelatihan tersebut menyasar aktivis perempuan dari kalangan mahasiswi hingga lembaga-lembaga perempuan, dengan jumlah peserta sekitar 200 orang dalam satu angkatan.

Madrasah Kader Partai

Tak hanya itu, PPP mengembangkan program Madrasah Kader Partai sebagai sarana memperluas basis dukungan. Program ini tidak lagi hanya mengandalkan basis tradisional keluarga besar PPP, tetapi juga menjangkau pemilih pemula dan masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap figur kader PPP maupun anggota legislatif di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Memasuki usia ke-53, arah kebijakan PPP pasca-milad menitikberatkan pada konsolidasi internal. Hal ini menjadi penting mengingat PPP saat ini tidak memiliki perwakilan di Senayan dan akan menghadapi verifikasi faktual menuju Pemilu 2029.

“Verifikasi faktual bukan pekerjaan mudah. Kita harus menyiapkan data dan personel yang tepat. Itu amanat dari DPP dan sedang kami kerjakan,” tegas Pepep.

Terkait dinamika pemerintahan Jawa Barat sepanjang 2025, PPP memastikan tetap akan memberikan kritik dan saran secara proporsional melalui fraksinya di DPRD. Setelah pada Pemilu 2024 PPP kembali memiliki fraksi sendiri, partai menilai penyampaian sikap politik kini dapat dilakukan lebih efektif.

Sementara mengenai target politik ke depan, PPP optimistis bisa meraih hingga 12 kursi pada Pemilu 2029. Dengan catatan konsolidasi dan kaderisasi berjalan optimal. Namun tantangan terbesar yang harus dihadapi saat ini adalah lolos verifikasi faktual. Terlebih Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah penduduk terbesar dan tingkat kerumitan tertinggi.

Dalam hal keterwakilan perempuan, PPP menegaskan komitmen terhadap amanat 30 persen kuota perempuan baik dalam kepengurusan maupun pencalonan legislatif. Meski demikian, partai menekankan pentingnya penguatan kapasitas dan kepercayaan diri kader perempuan sebagai kunci efektivitas kebijakan tersebut.

“Aturan sudah berpihak kepada perempuan. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya secara maksimal,” ujarnya.

PPP juga menegaskan keseriusannya menyiapkan kader untuk kepemimpinan daerah pada 2029. Menurut Pepep, partai politik memiliki mandat untuk mencetak pemimpin masa depan yang berkualitas, dengan tetap mengacu pada regulasi yang berlaku.

“PPP sangat serius mempersiapkan pemimpin ke depan,” pungkasnya.

(Alpin Septian)

Gerindra Gandeng Pemkot Tasikmalaya Tanam Pohon untuk Selamatkan Lingkungan

0
Tasikmalaya@Fokusjabar.id
Wali Kota Viman Alfarizi bersama Kadis LH Sandi Lesmana serta Ketua Gerindra Aslim, saat secara simbolis melakukan penanaman pohon (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, Partai Gerindra Kota Tasikmalaya melaksanakan kegiatan penanaman pohon di area terbuka Kantor Bappelitbangda Kota Tasikmalaya, Komplek Balekota Tasikmalaya, Jalan Letnan Harun Nomor 1, Bungursari, Minggu (4/1/2026).

Kegiatan ini berlangsung melalui kolaborasi antara Partai Gerindra dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ketua Partai Gerindra Kota Tasikmalaya Aslim, serta anggota DPRD dari Fraksi Gerindra.

Baca Juga: Pegadaian Luncurkan Aplikasi Tring di Tasikmalaya, Investasi Emas Kini Semakin Mudah

Wali Kota Viman Alfarizi turut melakukan penanaman pohon, kemudian Ketua Gerindra dan jajaran anggota dewan, sebagai simbol komitmen bersama menjaga keberlangsungan lingkungan hidup.

Menurut Viman, aksi penghijauan ini memiliki nilai strategis bagi masa depan. Menurutnya, menanam pohon bukan hanya bentuk tanggung jawab terhadap alam, tetapi juga investasi bagi generasi mendatang.

“Terima kasih atas kolaborasi yang terjalin antara Partai Gerindra dan Pemkot Tasikmalaya. Hari ini kita memiliki tujuan yang sama dalam melestarikan lingkungan melalui penanaman pohon,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kerusakan lingkungan kerap menjadi pemicu bencana seperti banjir dan longsor. Karena itu, setiap pihak harus berperan aktif dalam menjaga keseimbangan alam.

“Mari kita jaga alam dan lingkungan Kota Tasikmalaya agar tetap sehat, sejuk, dan terhindar dari bencana,” kata Viman.

Sementara itu, Ketua Partai Gerindra Kota Tasikmalaya, Aslim, menjelaskan aksi ini merupakan bagian dari gerakan penghijauan skala Jawa Barat yang merupakan inisiasi DPD Partai Gerindra.

“Gerakan ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap keberlanjutan lingkungan. Selain sebagai sinergi dengan pemerintah daerah, kegiatan ini juga menjadi ajakan bagi para kader dan masyarakat untuk lebih peduli pada kelestarian alam,” ungkapnya.

Aslim menilai, meskipun sederhana, penanaman pohon memberikan manfaat besar bagi kualitas udara, pencegahan banjir, serta terciptanya ekosistem yang lebih sehat.

“Dampaknya sangat luar biasa jika dapat terlaksana secara berkelanjutan,” pungkasnya.


(Seda)

Proyek Pembangunan Rumdin Wali Kota Tasikmalaya, Kembali Jadi Sorotan 

0
tasikmalaya@fokusjabar.id
Penampakan Proyek pembangunan rumah dinas Wali Kota Tasikmalaya.(Abdul/fokusjabar.id)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id:  Memasuki awal tahun 2026, wajah tata kelola proyek pemerintah di Kota Tasikmalaya kembali jadi sorotan publik salah satunya adalah proyek pembangunan rumah dinas Wali Kota. 

Pembangunan Rumah Dinas Wali Kota yang di proyeksikan menjadi simbol kewibawaan daerah, kini justru bertransformasi menjadi simbol kegagalan manajemen anggaran. 

Proyek strategis ini di pastikan molor melampaui target tahun anggaran 2025 tanpa kejelasan yang pasti.

Baa Juga: Pegadaian Luncurkan Aplikasi Tring di Tasikmalaya, Investasi Emas Kini Semakin Mudah

​Kondisi ini memicu kritik pedas dari berbagai elemen masyarakat, salah satunya dari Forum Pemerhati Kebijakan (FPK). 

Melalui tim investigasinya, FPK membongkar adanya indikasi pembiaran sistematis di balik keterlambatan proyek tersebut.

Perwakilan Tim Investigasi FPK, ​Asep Gatot menyoroti terkait kinerja pengawas proyek yang di nilainya sangat pasif. 

Menurutnya, fungsi pengawasan yang seharusnya menjamin mutu, ketepatan waktu, dan efisiensi anggaran, seolah mati suri di tengah carut-marutnya progres lapangan.

​”Fungsi pengawasan tak terlihat perannya. Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat bahwa pengawasan hanya berjalan di atas kertas, sekadar memenuhi formalitas administratif,” kata Asep Gatot, Minggu (04/01/2026).

​Asgat panggilan akrab Asep Gatot menambahkan, bahwa bungkamnya pihak pengawas di tengah keterlambatan. Semakin memperkuat persepsi publik akan adanya ‘kongkalikong’ atau persekongkolan dalam diam.

​Masalah tersebut, tentu bukan lagi sekadar kendala teknis konstruksi. Tetapi lebih jauhnya adalah cerminan akan lemahnya komitmen Pemerintah Kota Tasikmalaya terhadap akuntabilitas publik. 

“Penggunaan uang rakyat dalam jumlah besar pada proyek ini menuntut transparansi total, bukan sekadar janji-janji manis,” tegasnya.

Tiga Point Krusial

​Inilah tiga poin krusial yang di soroti FPK terkait kegagalan Proyek Rumah Dinas Wali Kota Tasikmalaya.

​1- Absennya Penjelasan Terbuka: Hingga saat ini, belum ada langkah konkret dari pihak pengawas untuk menjelaskan penyebab utama molornya proyek kepada masyarakat.

​2- Minimnya Sanksi Tegas: Tanpa adanya sanksi bagi pelaksana atau evaluasi bagi pengawas, preseden buruk ini akan terus berulang di proyek-proyek mendatang.

​3- Audit Transparan: Masyarakat mendesak di lakukannya audit menyeluruh untuk memastikan tidak ada kerugian negara akibat keterlambatan ini.

Baca Juga: DPUTR Ungkap Tumpukan Sampah Jadi Biang Keladi Banjir di Kota Tasikmalaya

​Dengan demikian, FPK mendesak Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk segera mengambil langkah darurat. dan evaluasi kinerja pengawas dan penindakan tegas terhadap pihak yang lalai, hal tersebut tujuannya untuk menyelamatkan kepercayaan masyarakat.

​”Jika pemerintah terus membiarkan pengawas bungkam dan proyek molor tanpa konsekuensi, maka citra pembangunan yang bersih dan profesional di Tasikmalaya akan hancur sepenuhnya,” jelasnya.

​Rumah Dinas Wali Kota seharusnya menjadi kebanggaan, namun jika terus di biarkan tanpa pertanggungjawaban.” Bukan berdiri sebagai monumen kegagalan tata kelola anggaran daerah,” pungkasnya.

(Abdul)

Beckham Putra Nugraha Siap Hadapi Persik Kediri

0
Beckham Putra Nugraha fokusjabar.id
Beckham Putra Nugraha (foto: web)

KEDIRI, FOKUSJabar.id: Gelandang Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha (Etam) siap menghadapi Persik Kediri pada pertandingan pekan ke-16 Super League 2025/26 di Stadion Brawijaya, Senin (5/1/2026) besok malam.

Menurut Beckham Putra Nugraha, dia dan kawan-kawan dalam keadaan sangat baik.

BACA JUGA:

Persik vs Persib, Bojan Bicara Sosok Ezra Walian 

Meski begitu, Beckham Putra Nugraha tetap mewaspadai kekuatan Persik Kediri yang berpotensi merepotkan jika bermain di kandangnya.

“Kami sudah melakukan persiapan dengan sangat baik. Kami pun selalu menganalisis permainan tim lawan karena mereka selalu bermain bagus saat di kandangnya,” kata Dia.

Etam mengaku tidak merasa gentar. Dia optimistis timnya mampu meraih kemenangan di pertandingan nanti.

“Mereka tim kuat. Tapi kami juga memiliki tim dengan kekuatan yang baik. Jadi, saya pikir kami tidak takut dengan catatan Persik di kandangnya,” tutup Beckham Putra Nugraha.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, tim tuan rumah berpotensi menyulitkan Thom Haye dan kawan-kawan.

Oleh karena itu, Dia meminta anakasuhnya meningkatkan fokus untuk bisa memenangkan pertandingan. Dengan begitu, bisa bersaing di papan atas klasemen sementara.

“Besok saya kira akan menjadi pertandingan yang sulit. Persik Kediri tim yang berbahaya jika bermain di kandang,” kata Bojan Hodak.

BACA JUGA:

Persija Jakarta Kudeta Persib Bandung, Ini Kata Mauricio Souza

Dia mengatakan, pada pertandingan nanti tidak akan diperkuat Eliano Reijnders dan Federico Barba yang mengalami masalah kebugaran.

Selain itu, kapten Persib Bandung, Marc Klok mendapat hukuman akumulasi kartu kuning.

(Bambang Fouristian)

Waspada Musim Hujan, 6 Penyakit yang Sering Muncul dan Cara Menghindarinya

0
Bandung@Fokusjabar.id
Waspada Musim Hujan, 6 Penyakit yang Sering Muncul dan Cara Menghindarinya, Foto: Alodokter

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Musim hujan sering membawa kesejukan, namun di balik itu tersimpan berbagai potensi penyakit yang mudah menyerang. Perubahan suhu, kelembapan tinggi, hingga genangan air menjadi lingkungan ideal bagi berbagai bakteri, virus, dan vektor penyakit untuk berkembang. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami jenis penyakit yang umum muncul serta langkah pencegahan yang tepat agar tetap sehat meski cuaca sedang tidak bersahabat.

Baca Juga: Tetap Stylish di Musim Hujan, 7 Tips Outfit Anti Ribet di Cuaca Ekstrem

1. Demam Berdarah Dengue (DBD)

DBD menjadi penyakit yang paling diwaspadai saat musim hujan. Genangan air akibat curah hujan tinggi menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak.
Tanda-tanda DBD: demam tinggi mendadak, nyeri sendi, bintik merah di kulit, hingga mimisan.

Antisipasi:

  • Menguras dan menutup tempat penyimpanan air.
  • Mengubur barang bekas yang dapat menampung air.
  • Memakai lotion anti-nyamuk dan memasang kelambu saat tidur.
  • Menjaga kebersihan lingkungan rumah.

2. Leptospirosis

Penyakit ini menyebar melalui bakteri yang berasal dari urine hewan, terutama tikus, yang bercampur dengan air banjir. Risiko meningkat saat seseorang berjalan atau berkontak dengan genangan air tanpa pelindung.

Gejala utama: demam, nyeri otot, mata merah, mual, dan munculnya pembengkakan pada beberapa bagian tubuh.

Antisipasi:

  • Hindari bermain atau berkegiatan di genangan air.
  • Gunakan sepatu bot saat banjir.
  • Jaga kebersihan rumah agar bebas tikus.
  • Cuci kaki dan tangan setelah terkena air kotor.

3. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Suhu yang dingin dan lembap membuat virus pernapasan berkembang lebih cepat. ISPA dapat menyerang siapa saja, terutama anak-anak, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah.

Gejala: batuk, pilek, hidung tersumbat, demam, dan sakit tenggorokan.

Antisipasi:

  • Gunakan masker saat berada di area ramai.
  • Perbanyak konsumsi air hangat dan makanan bergizi.
  • Istirahat yang cukup untuk menjaga imunitas.
  • Hindari kontak erat dengan orang yang sedang sakit.

4. Diare & Penyakit Pencernaan

Curah hujan tinggi sering menyebabkan kualitas air menurun. Air yang tercemar bakteri atau virus dapat memicu diare, muntaber, hingga keracunan makanan.

Gejala: buang air besar cair berulang kali, mual, muntah, dan lemas.

Antisipasi:

  • Pastikan air minum direbus hingga mendidih.
  • Cuci tangan sebelum makan.
  • Simpan makanan dengan benar agar tidak terkontaminasi.
  • Hindari konsumsi makanan yang tidak higienis.

5. Chikungunya

Mirip dengan DBD, penyakit ini juga disebarkan oleh nyamuk Aedes. Meski jarang menyebabkan kematian, chikungunya menimbulkan rasa nyeri hebat pada sendi yang dapat berlangsung lama.

Gejala: demam, ruam kulit, dan nyeri sendi yang menyiksa.

Antisipasi:

  • Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
  • Tutup dan bersihkan tempat air.
  • Gunakan pakaian panjang saat beraktivitas di luar rumah.

6. Flu & Demam

Ketika udara dingin dan tubuh kurang fit, virus flu mudah sekali menyebar. Aktivitas luar ruangan saat hujan juga meningkatkan risiko mengalami penurunan imunitas.

Antisipasi:

  • Konsumsi vitamin dan makanan tinggi serat.
  • Gunakan pakaian hangat saat cuaca dingin.
  • Hindari kehujanan terlalu lama.

Tips Tambahan Agar Tetap Sehat di Musim Hujan

✔ Sediakan payung dan jas hujan saat bepergian
✔ Perbanyak minum air putih untuk menjaga hidrasi
✔ Jaga sirkulasi udara rumah tetap baik
✔ Bersihkan saluran air untuk mencegah banjir lokal
✔ Rutin olahraga agar tubuh tetap bugar