spot_imgspot_img
Rabu 15 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 35

Kemarau di Pangandaran Paksa Petani Sewa Pompa Air demi Selamatkan Sawah

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
‎Poto: Kondisi areal persawahan di Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Musim kemarau tahun ini mulai mengancam stabilitas produksi padi di Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran. Menyusutnya debit air di saluran irigasi memaksa para petani menyewa mesin pompa secara swadaya guna menyedot air dari sungai demi menyelamatkan tanaman mereka.

Kondisi pelik ini memicu keluhan dari petani setempat, Kusmayadi (56). Menurut pengamatannya, bencana kekeringan tahun ini terasa jauh lebih ekstrem jika kita bandingkan dengan musim kemarau pada tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Pangandaran Raup PAD dari Sektor Wisata Rp5,2 Miliar Selama 12 Hari Libur Sekolah

“Biasanya memasuki Mei sampai Juni mulai kering, tetapi air di saluran irigasi masih mengalir normal. Sekarang debitnya kecil sekali sehingga sawah tidak lagi mendapat pasokan air yang cukup,” kata Kusmayadi, Selasa (7/7/2026).

Keterbatasan pasokan air baku ini akhirnya memaksa para petani mengandalkan pompa air. Mereka harus menanggung sendiri seluruh biaya operasional, mulai dari sewa unit mesin hingga pembelian bahan bakar solar.

“Kalau sekarang sistemnya ada air, ada uang. Sebelum menyedot air, petani harus membayar dulu biaya solar,” ketusnya menggambarkan situasi di lapangan.

Di wilayah Sindangjaya, pengelola mematok tarif penyedotan air mencapai Rp100.000 untuk setiap 100 bata sawah. Untuk lahan miliknya sendiri yang seluas 400 bata atau sekitar tujuh petak, Kusmayadi sudah merogoh kocek hingga Rp350.000 hanya untuk satu kali proses penyedotan.

Beban pengeluaran tersebut tampaknya belum akan berhenti. Jika awan belum menurunkan hujan dan debit sungai terus merosot, Kusmayadi harus mengulang proses penyedotan air dalam kurun waktu 2 hingga 3 pekan ke depan.

Prediksi Hasil Panen Padi Bakal Merosot Tajam

Selain membengkakkan ongkos produksi, minimnya pasokan air ini juga berpotensi memangkas volume hasil panen secara drastis.

Dalam kondisi normal dengan kecukupan pasokan air, lahan seluas 400 bata milik Kusmayadi biasanya mampu menghasilkan sekitar 2 ton gabah kering. Namun, untuk musim tanam kali ini, ia memprediksi sawahnya hanya akan menghasilkan sekitar 5 kuintal saja.

“Kalau airnya normal bisa lebih dari dua ton. Sekarang paling sekitar lima kuintal saja,” keluhnya lirih.

Kusmayadi beruntung karena letak sawah miliknya masih berdekatan dengan sumber air sehingga masih bisa ia selamatkan. Sebaliknya, lahan pertanian yang berada jauh dari saluran irigasi kini kondisinya mulai mengering, tanahnya retak-retak, dan daun padi mulai menguning.

“Yang jauh dari saluran air sudah mulai mengering. Ada yang tanahnya retak dan tanamannya mulai menguning. Kalau tidak segera mendapat air, bisa gagal panen,” cetus Kusmayadi mengingatkan risiko terburuk.

Penerapan pompa air semacam ini sebenarnya bukan agenda tahunan bagi petani setempat. Sepanjang menggeluti dunia pertanian, Kusmayadi mengaku baru mengalami kondisi ekstrem ini sebanyak dua kali, yakni saat kemarau panjang tahun 2019 dan musim kemarau tahun ini.

Guna menghemat ketersediaan air yang kian menipis, para petani di wilayah irigasi Desa Sindangjaya kini memberlakukan sistem gilir sedot air. Setiap kelompok tani mendapatkan jatah pengairan selama beberapa hari agar seluruh petak lahan tetap mendapatkan pasokan air meski dalam jumlah terbatas.

Di samping menyedot air, petani juga mengupayakan penyemprotan nutrisi daun secara berkala. Namun, Kusmayadi menilai langkah alternatif tersebut tidak akan membuahkan hasil maksimal jika kebutuhan air utama tanaman tidak terpenuhi.

“Harapannya hujan segera turun agar tanaman padi bisa bertahan sampai panen. Kalau kemarau terus berlanjut, potensi penurunan produksi sampai gagal panen akan semakin besar, terutama di lahan yang tidak terjangkau pompa,” pungkas Kusmayadi.

(Sajidin)

Persib Resmi Lepas Andrew Jung dengan Nilai Transfer Tinggi

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Foto: Andrew Jung. (Arif)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Persib Bandung mengumumkan perpisahan resmi dengan striker asal Prancis, Andrew Jung, menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026/2027.

Melalui keputusan ini, Andrew Jung tidak akan lagi memperkuat skuad Maung Bandung pada musim depan. Penyerang haus gol tersebut bakal melanjutkan petualangan kariernya bersama klub baru.

Baca Juga: Pelatih Fisik asal Kroasia Karlo Reinholz Direkrut Persib

Andrew Jung sebenarnya masih mengantongi sisa kontrak hingga tahun depan. Namun, manajemen Persib memilih untuk melepas sang pemain lewat skema transfer setelah mereka menerima tawaran bernilai sangat fantastis dari klub peminat.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari mekanisme yang lumrah dalam industri sepak bola profesional.

Menurutnya, klub dan pemain bisa mengambil kesempatan terbaik saat ada penawaran yang menguntungkan seluruh pihak.

“Klub yang menginginkan Andrew Jung mengajukan penawaran dengan nilai transfer yang sangat tinggi,” katanya.

“Dalam sepak bola profesional, situasi seperti ini merupakan hal yang lumrah ketika seorang pemain menunjukkan performa yang konsisten dan memiliki nilai pasar yang terus meningkat,” ungkap Adhitia.

Adhitia: Manajemen dan Pelatih Sudah Bahas Secara Matang

Lebih lanjut, Adhitia menegaskan bahwa pihak internal tidak mengambil keputusan besar ini secara mendadak. Manajemen dan jajaran tim pelatih telah melakukan pembahasan yang sangat komprehensif sebelum menyepakati transfer tersebut.

“Namun, keputusan ini tidak hanya didasarkan pada aspek finansial. Kami membahasnya secara menyeluruh bersama manajemen dan tim pelatih untuk memastikan keputusan yang diambil benar-benar sejalan dengan kebutuhan tim serta arah pembangunan skuad Persib ke depan,” ujar Adhitia.

Tingginya mahar transfer dari klub baru tersebut sekaligus menjadi bentuk pengakuan atas kualitas mumpuni Andrew Jung selama semusim berseragam Pangeran Biru. Penyerang berusia 28 tahun itu sukses menjawab kepercayaan publik Bandung dengan performa impresif di kompetisi domestik maupun Asia.

Sepanjang musim 2025/2026, Andrew Jung menjelma sebagai mesin gol paling subur di internal klub. Saat mengarungi kompetisi Super League, ia berhasil melesakkan 11 gol dari 25 pertandingan.

Ketajaman Jung juga terbukti di kancah internasional saat ia keluar sebagai top scorer Persib di ajang AFC Champions League Two dengan koleksi 5 gol dari 8 penampilan.

Manajemen Persib pun melayangkan apresiasi setinggi-tingginya atas loyalitas sang pemain dan mendoakan kesuksesan untuk langkah karier Andrew Jung selanjutnya.

“Andrew telah memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi Persib, baik melalui performanya di lapangan maupun profesionalismenya sebagai bagian dari keluarga besar Persib,” ucap Adhitia.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan komitmennya selama ini. Kontribusi tersebut akan selalu menjadi bagian dari perjalanan bersejarah klub. Semoga Andrew terus meraih kesuksesan di setiap langkah kariernya,” pungkasnya.

(Arif)

Hartono Soekwanto Sebut Sejak Irfan Hakim Ikut Kontes, Antusiasme Pecinta Koi Langsung Melonjak

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Hartono Soekwanto Sebut Sejak Irfan Hakim Ikut Kontes, Antusiasme Pecinta Koi Langsung Melonjak

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pertemuan antara presenter kondang Irfan Hakim dengan pengusaha sukses asal Bandung, Hartono Soekwanto, membuahkan hasil manis bagi industri ikan hias tanah air. Kolaborasi apik sang artis dengan pria yang akrab dengan sapaan Bos Koi tersebut sukses mendongkrak kembali gairah dan animo para pecinta koi di Indonesia.

Dampak positif tersebut terlihat nyata dari grafik peningkatan jumlah peserta kontes yang melonjak tajam. Kehadiran Irfan Hakim sebagai peserta aktif dalam tiga kejuaraan terakhir berhasil memicu daya tarik luar biasa di kalangan pehobi.

Baca Juga: Hartono Soekwanto Sebut Irfan Hakim Bangkitkan Gairah Kontes Koi Nasional

Bukan sekadar meramaikan pameran, Irfan Hakim juga membuktikan kapasitasnya sebagai pecinta satwa sejati. Ia sukses mengantarkan ikan-ikan koi miliknya merajai podium tertinggi dalam setiap kompetisi.

Lewat manajemen perawatan (handling) profesional dari tim Samurai Koi Centre Bandung, Irfan Hakim tidak hanya mencetak tinta emas prestasi, melainkan juga menularkan semangat baru bagi komunitas koi nasional.

Borong 5 Gelar di Nusatic ICE BSD

Tanggerang, FOKUSJabar.id
Presenter papan atas tanah air, Irfan Hakim, kembali menghentak jagat hiburan sekaligus dunia hobi premium, figur publik pencinta satwa ini sukses menorehkan prestasi gemilang dalam ajang internasional Mega Jumbo Nusatic Koi Show 2026 yang berlangsung di ICE BSD City

Irfan Hakim memulai rangkaian tren positifnya saat menghentak ajang internasional Mega Jumbo Nusatic Koi Show 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Minggu (14/6/2026).

Dalam pameran premium tersebut, barisan koleksi koi milik Irfan Hakim menguasai podium di berbagai kelas pertandingan. Keberhasilan mengunci deretan penghargaan bergengsi itu mengantarkan Irfan Hakim menembus peringkat 5 besar kategori Top Point Owner.

Sabet Runner Up Grand Champion di Yogyakarta

YOGYAKARTA, FOKUSJabar.id
Irfan Hakim Raih Runner Up Grand Champion di All Indonesia Young Koi Show Yogyakarta 2026

Keganasan koleksi ikan hias Irfan Hakim terus berlanjut ke wilayah tengah pulau Jawa. Menghadiri ajang All Indonesia Young Koi Show Yogyakarta 2026 di Hall A Graha Pradipta Jogja Expo Center (JEC) pada 26–28 Juni 2026, ia kembali menebar ancaman.

Irfan Hakim sukses memboyong dua gelar juara prestisius sekaligus dari Kota Gudeg, yakni Runner Up Grand Champion dan Adult Champion pada Minggu (28/6/2026). Kemenangan beruntun ini mempertegas kualitas premium dari ikan-ikan hias peliharaannya.

Sapu Bersih 14 Gelar di Bogor

BANDUNG, FOKUSJabar.id
Hartono Soekwanto dan Irfan Hakim dalam ajang bergengsi Bogor Koi Show 2026 di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor

Hanya berselang seminggu dari Yogyakarta, Irfan Hakim mencetak prestasi paling gemilang sepanjang musim kompetisi ini. Ia membawa pulang total 14 gelar juara sekaligus dalam ajang Bogor Koi Show 2026 di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (4/7/2026).

Penampilan apik ikan koi milik Irfan Hakim sukses memikat hati dewan juri hingga mengamankan trofi utama, meliputi Grand Champion A, Yamagen X LP Award, serta Best Variety.

Ia juga menyapu bersih gelar terbaik untuk kategori Best Taisho Sanshoku, Kapolres Award dan Best In Size B66 – 70. Kemudian juga terbaik pada Male Champion B, Best Kinginrin A, Best Kinginrin B, dan Best Shawa Sanshoku.

Raihan poin fantastis sebesar 19.400 mengantarkan Irfan Hakim menduduki posisi kedua (Runner Up) dalam kategori Top Poin Owner di Bogor. Tepat di bawah pemuncak klasemen, Timothy Siahaan.

Bos Koi Sentil Kebangkitan Industri dari Titik Terendah


Pengusaha nasional sekaligus pemilik prestasi juara koi internasional, Hartono Soekwanto, mengapresiasi tinggi dedikasi total sang presenter. Ia menilai keterlibatan aktif Irfan Hakim dalam tiga kompetisi terakhir menjadi magnet utama yang membakar kembali semangat para pencinta koi.

Hartono mengungkapkan bahwa tahun lalu merupakan titik terendah bagi dunia pertandingan koi di Indonesia. Pada masa-masa sulit itu, setiap gelaran kontes biasanya hanya mampu menjaring berkisar 600 hingga 800 ekor ikan peserta saja.

“Keterlibatan aktif Irfan Hakim langsung membawa angin segar dan gairah baru,” ungkap Hartono Soekwanto, Minggu (5/7/2026).

Puncak lonjakan peserta tersebut terbukti nyata pada gelaran di Kabupaten Bogor kemarin. Angka kepesertaan meroket drastis hingga menembus lebih dari 1.100 ekor ikan kontes. Hartono menganggap konsistensi Irfan Hakim berkompetisi dari BSD, Yogyakarta, hingga Bogor sebagai berkah yang sangat positif bagi perkembangan dunia ikan hias nasional.

(Irfansyah Riza)

Harganas 2026, Wali Kota Tasikmalaya Soroti Ancaman Bencana Moral Remaja

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wali Kota Viman Alfarizi bersama Ketua TP-PKK dr. Elvira Kamarrow Putri, foto bersama Grup Angklung Sekolah Lansia PWRI, pada Peringatan Harganas Tingkat Kota Tasikmalaya di Balekota Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-33 tingkat Kota dengan menggelar Apel Gabungan. Kegiatan tersebut berlangsung semarak di halaman Balai Kota Tasikmalaya, Jalan Letnan Harun Nomor 1, Bungursari, Kota Tasikmalaya, Senin (6/7/2026).

Pemandangan apel kali ini menyuguhkan suasana berbeda dari biasanya. Kaum hawa mendominasi barisan peserta dengan mengenakan seragam batik nan anggun serta memancarkan aura ceria. Penampilan apik Grup Angklung Sekolah Lansia PWRI Santun Kota Tasikmalaya pimpinan Rahmat Kurnia makin menambah kemeriahan acara.

Baca Juga: Harganas 2026, Ketua TP-PKK Tasikmalaya Ingatkan Orang Tua Jangan Sampai Kalah dari Gadget

Pemkot Tasikmalaya menjadikan peringatan Harganas ini sebagai momentum sakral untuk merefleksikan kehidupan. Mereka ingin menggugah kesadaran publik mengenai pentingnya kontribusi keluarga di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya perubahan zaman.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, yang bertindak sebagai pembina apel gabungan, menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi kuat dan pilar utama bangsa. Keluarga juga memegang kunci utama untuk membentengi generasi muda dari ancaman bencana moral.

Ia mengingatkan bahwa saat ini dunia sedang menghadapi era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity). Gejolak perubahan cepat, ketidakpastian, kerumitan masalah, hingga disrupsi teknologi kini bisa menembus masuk ke dalam rumah lewat gawai.

“Jika institusi keluarga kita rapuh, maka arus zaman ini akan menggilas masa depan anak-anak kita dan memecah keharmonisan. Ketangguhan keluarga bukan pilihan, tapi keharusan mutlak yang harus dipertahankan,” ungkap Viman Alfarizi Ramadhan, Senin (6/7/2026).

Soroti Ancaman Nyata Bencana Moral Remaja

Viman menuturkan, tantangan keluarga saat ini sudah bergeser dan tidak lagi sebatas pada pemenuhan kebutuhan ekonomi. Pergeseran nilai, ancaman siber, hingga pengaruh buruk media sosial kini menjadi ujian baru yang berat bagi para orang tua dalam menerapkan pola asuh anak.

“Di hadapan kita, terlihat perilaku generasi muda saat ini berada pada nadir yang sangat mencemaskan; bullying, tawuran pelajar, geng motor, pergaulan seks bebas yang memicu kehamilan di luar nikah dan aborsi yang telah merusak masa depan biologis dan psikologis anak-anak, narkoba, dan ini telah terjadi bencana moral,” ujar Viman Alfarizi.

Ia juga menyinggung peluang langka berupa Bonus Demografi yang sedang Indonesia persiapkan. Momentum ini menempatkan jumlah penduduk usia produktif jauh lebih besar daripada usia non-produktif sebagai jembatan emas menuju Indonesia Emas 2045.

Namun, ia memperingatkan bahwa bonus demografi ini justru bisa berubah menjadi bencana besar jika pemerintah dan masyarakat tidak mengiringinya dengan peningkatan ketahanan moral, akhlak, serta kualitas SDM. Ia menyebut kuncinya berada pada tiga pilar utama: Kesehatan, Pendidikan Karakter, dan Ketahanan Mental.

“Peran krusial keluarga lah yang mampu mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Kuatkan karakter di rumah tangga karena di keluarga lah sebagai madrasah pertama. Dan jadikan keluarga sebagai pelabuhan emosional agar anak tumbuh resilien,” paparnya.

Oleh karena itu, Viman Alfarizi mengingatkan pentingnya kehadiran figur ayah dalam membentuk moral dan karakter anak. Keterlibatan aktif seorang ayah dalam pengasuhan menjadi faktor penentu kestabilan emosi anak. Ia juga mengimbau orang tua untuk membatasi durasi menatap layar (screen time) pada anak demi mengembalikan kehangatan komunikasi di dalam rumah.

Apresiasi ASN

Usai memimpin apel gabungan, Wali Kota Viman menyerahkan sejumlah apresiasi penting. Ia melepas 28 ASN Pemkot Tasikmalaya yang memasuki masa purna bakti terhitung mulai 1 Juli 2026 seraya mendoakan agar mereka tetap menjadi teladan di tengah masyarakat.

Selain itu, ia membagikan SK Kenaikan Pangkat periode 1 Juli 2026 kepada 36 ASN sebagai bentuk penghargaan negara atas dedikasi dan kinerja mereka.

Wali Kota juga memberikan ucapan selamat kepada PWRI Kota Tasikmalaya, khususnya Sekolah Lansia PWRI Santun, yang sukses menyabet Juara I Lomba Angklung tingkat Provinsi Jawa Barat dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional 2026.

(Seda)

Harganas 2026, Ketua TP-PKK Tasikmalaya Ingatkan Orang Tua Jangan Sampai Kalah dari Gadget

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Ketua TP-PKK Kota Tasikmalaya Hj. dr. Elvira Kamarrow Putri (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-33 penuh khidmat di Balai Kota Tasikmalaya, Senin (6/7/2026).

Pihak panitia mengemas momentum istimewa ini untuk merefleksikan kembali peran strategis keluarga sebagai fondasi utama. Harapannya, setiap keluarga mampu mencetak dan membangun generasi muda yang berkualitas serta berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Langganan Banjir Bertahun-tahun, Jalan Mohammad Hatta Kota Tasikmalaya Akhirnya Dibenahi

Pemerintah tidak ingin perayaan Hari Keluarga ini sebatas menjadi seremoni tahunan. Acara ini hadir sebagai pengingat bagi para orang tua mengenai fungsi krusial mereka dalam membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.

Tokoh perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua TP-PKK Kota Tasikmalaya, dr. Elvira Kamarrow Putri, menyampaikan pesan mendalam pada puncak peringatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi dan derasnya perubahan zaman menuntut hadirnya peran keluarga yang jauh lebih krusial.

“Hari Keluarga Nasional ini momentum para orang tua untuk kembali menguatkan nilai-nilai positif dalam keluarga. Keluarga yang kuat, harmonis, dan sehat akan melahirkan generasi yang tangguh dan berakhlak. Dan dari situlah kita bisa mewujudkan visi Tasik Nyaman,” ungkap dr. Elvira Kamarrow di Balai Kota Tasikmalaya, Senin (6/7/2026).

Tiga Pilar Utama Menuju Keluarga Bahagia

dr. Elvira menitipkan tiga hal penting dan utama yang wajib setiap keluarga jaga demi mewujudkan kebahagiaan dan keharmonisan rumah tangga:

  • Pertama, Sektor Kesehatan: Ia mengajak seluruh kader PKK dan masyarakat luas untuk terus memantau tumbuh kembang anak, mencukupi kebutuhan gizi, serta rutin memeriksakan kesehatan ke fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes).
  • Kedua, Pendidikan Karakter: Para orang tua wajib meluangkan waktu berkualitas bersama anak, menjauhkan buah hati dari penggunaan gawai (gadget) berlebihan, serta menanamkan nilai-nilai agama dan sopan santun sejak dini.
  • Ketiga, Ketahanan Ekonomi Keluarga: TP-PKK Kota Tasikmalaya berjanji akan terus mendorong program UMKM, menggelar pelatihan keterampilan, serta menggalakkan pemanfaatan pekarangan rumah agar keluarga memiliki penghasilan tambahan.

“Keluarga tidak bisa bergantung dengan siapa pun termasuk mengandalkan pemerintah. Ketahanan keluarga harus dimulai dari dapur kita sendiri. Menanam sayur, berwirausaha kecil, dan mengatur keuangan keluarga itu hal penting untuk mewujudkan ketahanan ekonomi keluarga,” cetusnya.

Dampingi Anak dan Bentengi dari Arus Media Sosial

dr. Elvira mengakui bahwa era digital dan modern membawa tantangan yang sangat berat bagi ketahanan keluarga. Derasnya arus informasi dan media sosial bisa menjelma menjadi ancaman negatif jika para anggota keluarga tidak menyikapinya dengan bijak.

“Tugas kita sebagai orang tua dan kader PKK adalah mendampingi anak. Ajak ngobrol, dengarkan keinginan, dan jadilah sahabat bagi mereka. Jangan sampai kehangatan keluarga kalah dengan layar gadget,” imbuhnya mewanti-wanti.

dr. Elvira berharap peringatan Harganas tahun ini melahirkan aksi nyata. Ia menginstruksikan pengurus PKK di tingkat kelurahan dan kecamatan segera menelurkan program kerja yang menyentuh langsung kebutuhan dasar keluarga, mulai dari penguatan Posyandu, PAUD, kelompok pemberdayaan masyarakat, hingga perhatian khusus bagi lansia.

Ia menegaskan bahwa TP-PKK Kota Tasikmalaya siap mengoptimalkan 10 Program Pokok PKK, khususnya pada sektor pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga. Mereka berkomitmen menjalin sinergi bersama Pemerintah Kota dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) untuk menurunkan angka stunting, menekan angka pernikahan dini, serta mendongkrak ekonomi keluarga.

“Selamat Hari Keluarga. Mari bersama jadikan keluarga sebagai tempat pertama dan utama untuk belajar cinta, belajar tanggung jawab, dan belajar membangun bangsa. Keluarga bahagia, Tasikmalaya kuat dan sejahtera,” tandas dr. Elvira menutup pidatonya.

(Seda)

Pemkab Bogor Gelar Kerja Bakti Akbar Tata Bersih Jalan Raya Jakarta–Bogor

0
BOGOR, FOKUSJabar.id
Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar aksi gotong royong membersihkan dan menata kawasan sepanjang Jalan Raya Jakarta–Bogor, Senin (6/7/2026). Sumber Gambar: bogorkab.go.id

BOGOR,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar aksi gotong royong berskala besar untuk menata dan mempercantik kawasan di sepanjang Jalan Raya Jakarta–Bogor. Aksi ini menjadi langkah nyata Pemkab dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, rapi, dan nyaman bagi warga maupun para pelintas.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk terlibat aktif dalam gerakan ini. Ruas jalan yang menjadi target penataan membentang luas mulai dari titik perbatasan Kota Bogor di Kedunghalang hingga perbatasan Kota Depok.

Baca Juga: DLHK Depok Kembangkan Urban Aesthetics Blueprint untuk Percantik Ruas Jalan Kota

Tim gabungan melancarkan aksi bersih-bersih ini pada Senin (6/7/2026). Mereka mengedepankan semangat kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menyulap salah satu jalur utama di Kabupaten Bogor tersebut menjadi lebih segar.

Berbagai instansi terjun langsung ke lapangan, di antaranya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkim), Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Pertanian, serta perangkat daerah lainnya.

Kepala Disperkim Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Bupati Bogor guna memberikan kenyamanan maksimal bagi masyarakat.

“Kami bersama perangkat daerah lainnya berbagi tugas dalam kegiatan ini. Kami melakukan pengecatan vandalisme di sepanjang Jalan Raya Jakarta–Bogor, pengecatan pembatas jalan dengan warna merah marun. Kemudian memperbaiki vertical garden yang mulai mengering akibat cuaca panas. Serta melakukan pengecatan pagar-pagar yang terlihat kumuh agar kawasan jalan tampak lebih tertata,” ujar Eko.

Eko Mujiarto Ajak Warga Jaga Lingkungan

Eko menilai keberhasilan penataan kawasan ini berakar dari kerja sama solid seluruh perangkat daerah yang terlibat. Setiap instansi menjalankan tugas sesuai bidang masing-masing sehingga proses penataan berjalan efektif dan membuahkan hasil optimal.

Selain fokus pada penataan fisik, Eko juga mengajak masyarakat untuk turut memelihara kebersihan lingkungan secara mandiri. Menurutnya, menciptakan Kabupaten Bogor yang bersih dan nyaman merupakan tanggung jawab kolektif yang menuntut partisipasi aktif seluruh warga.

“Kami mengimbau masyarakat Kabupaten Bogor untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Kemudian menata area di depan rumah maupun tempat usahanya masing-masing, tidak membuang sampah sembarangan. Serta memanfaatkan tempat pembuangan sampah yang telah disediakan. Mari bersama-sama menjaga lingkungan sebagai wujud kecintaan kita terhadap Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Semangat kebersamaan pun terasa kental di antara para petugas. Udi Jailani dan Muhammad Rian dari Disperkim menganggap kerja bakti gabungan ini sebagai momentum positif. Bertujuan untuk menjaga kebersihan sekaligus mempererat sinergi antar-instansi.

“Kami mengajak masyarakat untuk saling bekerja sama dan bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan. Inisiatif Bupati Bogor ini sangat baik dan perlu didukung bersama,” ujar mereka.

Senada dengan itu, Aldi Rahbar dari Dinas Pekerjaan Umum menyatakan bahwa aksi gotong royong memiliki peran krusial dalam menciptakan kenyamanan ruang publik.

“Kegiatan ini sangat baik karena bertujuan menjaga kebersihan dan kenyamanan bersama. Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama. Tanpa keterlibatan masyarakat, upaya pemerintah tentu tidak akan berjalan maksimal,” katanya.

Pemkab Bogor berharap aksi ini mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat secara berkelanjutan. Dengan dukungan penuh dari seluruh elemen warga, Pemkab optimis wajah Kabupaten Bogor akan semakin tertata dan nyaman. Terlebih dapatmembanggakan bagi seluruh penghuninya.

(Jingga Sonjaya)

Disnaker Bekasi Tingkatkan Sosialisasi Wajib Lapor Lowongan Kerja Melalui SIP Kerja

0
BEKASI, FOKUSJabar.id
Kepala Bidang Informasi Pasar Kerja dan Peningkatan Produktivitas Disnaker Kabupaten Bekasi, Ali Amran. Sumber Gambar: bekasikab.go.id

BEKASI,FOKUSJabar.id:Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bekasi terus mendorong pihak manajemen perusahaan untuk memperluas akses informasi lowongan kerja bagi masyarakat luas. Salah satu langkah konkretnya, Disnaker mengimbau seluruh korporasi agar melaporkan setiap kebutuhan tenaga kerja baru mereka melalui platform Sistem Informasi Pasar (SIP) Kerja Kabupaten Bekasi.

Pemerintah daerah telah mengintegrasikan platform tersebut dengan sistem Karirhub milik Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Integrasi ini bertujuan menghadirkan layanan informasi lowongan kerja yang lebih mudah diakses, resmi, transparan, dan terpusat bagi para pencari kerja.

Baca Juga: Distribusi Air Bersih Dimulai, Pemkab Bekasi Fokus Pemetaan Daerah Rawan Kekeringan

Melalui sistem yang saling bertautan tersebut, masyarakat kini cukup mengakses satu platform saja untuk memanen berbagai informasi rekrutmen dari seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bekasi.

Kepala Bidang Informasi Pasar Kerja dan Peningkatan Produktivitas Disnaker Kabupaten Bekasi, Muhammad Ali Amran, menegaskan bahwa pelaporan lowongan kerja ini merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2023 tentang Wajib Lapor Lowongan Pekerjaan. Aturan tersebut juga mendapat penguatan lewat Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 18 Tahun 2024.

“Sampai saat ini perusahaan di Kabupaten Bekasi yang sudah masuk ke Karirhub sebanyak 2.272 perusahaan,” kata Ali Amran di kantornya, Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (6/7/2026).

Potensi Kawasan Industri Terbesar Belum Optimal

Menurut Ali Amran, angka kepesertaan perusahaan ini masih memerlukan peningkatan yang signifikan. Pasalnya, Kabupaten Bekasi menyandang predikat sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia yang menaungi ribuan pabrik, baik yang beroperasi di dalam maupun di luar kawasan industri resmi.

Di sisi lain, minat masyarakat dalam memanfaatkan layanan pencarian kerja berbasis digital terus melonjak tajam. Hingga saat ini, database Karirhub mencatat sebanyak 36.517 pencari kerja asal Kabupaten Bekasi telah mendaftarkan diri mereka dalam sistem tersebut.

Ali Amran menjelaskan, jika semakin banyak korporasi yang menyetorkan data lowongan melalui SIP Kerja dan Karirhub, masyarakat akan memetik kemudahan karena bisa memantau seluruh info rekrutmen lewat satu pintu tunggal.

“Kami terus berkolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan agar perusahaan mau melaporkan lowongannya melalui Karirhub. Harapannya, ketika perusahaan membuka rekrutmen tidak perlu lagi memposting di berbagai tempat,. Cukup melalui Karirhub yang sudah terintegrasi dengan platform SIP Kerja milik Pemerintah Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Soroti Kebiasaan Pelamar yang “Asal Tembak”

Meski menawarkan banyak kemudahan, Ali Amran mengakui bahwa pemanfaatan platform digital ini masih membentur sejumlah tantangan klasik di lapangan. Salah satu kendala utamanya, masih banyak pencari kerja yang nekat mengirimkan lamaran meskipun profil mereka sama sekali tidak memenuhi kriteria baku perusahaan.

“Misalnya perusahaan membuka lowongan operator dengan batas usia maksimal 25 tahun, tetapi yang usianya 27 sampai 30 tahun tetap mendaftar. Begitu juga syarat tinggi badan minimal 155 sentimeter, yang tidak memenuhi syarat tetap mengirimkan berkas,” sesalnya.

Kondisi “asal tembak” dari para pelamar ini memaksa tim HRD perusahaan melakukan penyortiran berkas secara manual kembali. Akibatnya, proses seleksi administrasi memakan waktu yang jauh lebih panjang. Selain itu, tumpukan berkas yang terlampau banyak juga menyulitkan perusahaan dalam mengelompokkan pelamar berdasarkan kompetensi maupun sertifikat keahlian khusus.

Guna menyempurnakan layanan, pemerintah pusat saat ini terus mematangkan pengembangan platform Karirhub. Kemenaker kini telah mengintegrasikan enam portal lowongan kerja berskala nasional ke dalam sistem pintar ini demi memperbanyak opsi kesempatan kerja bagi masyarakat.

Pemerintah Bekasi pun berjanji akan terus menggencarkan sosialisasi agar seluruh manajemen perusahaan mematuhi regulasi wajib lapor loker ini.

Ali Amran mengingatkan bahwa perusahaan yang mengabaikan kewajiban ini bisa menghadapi sanksi administratif berupa surat teguran tertulis. Namun, ia menjelaskan bahwa kewenangan eksekusi hukuman tersebut berada di bawah kendali tim pengawas ketenagakerjaan.

“Ranah sanksi ada di pengawas ketenagakerjaan. Sementara kami di daerah lebih fokus mendorong dan mengedukasi perusahaan agar patuh terhadap ketentuan wajib lapor lowongan pekerjaan,” pungkasnya.

(Jingga Sonjaya)