spot_imgspot_img
Senin 6 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

DLHK Depok Kembangkan Urban Aesthetics Blueprint untuk Percantik Ruas Jalan Kota

DEPOK,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Depok terus memperkuat langkah penataan ruang terbuka hijau dengan menghadirkan konsep yang lebih terencana dan berkelanjutan. Mereka mewujudkan komitmen tersebut melalui penyusunan Cetak Biru Keindahan Kota atau Urban Aesthetics Blueprint yang dikembangkan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok.

Bidang Tata Lingkungan dan Konservasi (TLK) memimpin langsung penyusunan konsep ini sebagai bagian dari strategi makro untuk menciptakan wajah kota yang lebih tertata, nyaman, sekaligus ramah bagi publik. Pendekatan baru ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek penghijauan semata, tetapi juga memperhatikan berbagai fungsi pendukung lainnya.

Baca Juga: Mirip Sakura Jepang, Mekarnya Tabebuya Perindah Ruas Jalan Kota Depok

Melalui Urban Aesthetics Blueprint, DLHK merancang setiap elemen ruang hijau agar mampu memberikan kemanfaatan yang lebih luas bagi warga. Konsep ini mengintegrasikan nilai estetika, fungsi ekologis, keselamatan infrastruktur, hingga sistem penataan kota yang mudah dipahami oleh masyarakat.

Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Konservasi DLHK Kota Depok, Tri Sakti Anggoro, menjelaskan bahwa masyarakat kini sudah bisa melihat salah satu aplikasi nyata dari konsep tersebut melalui penanaman pohon Tabebuya di sejumlah ruas jalan utama.

Menurutnya, pihak dinas menanam pohon Tabebuya bukan sekadar untuk memperbanyak vegetasi di ruang publik, melainkan sebagai bagian dari perencanaan kota yang komprehensif.

“Penanaman tabebuya bukan sekadar menambah pohon di ruang publik. Ini merupakan bagian dari blueprint keindahan kota yang kami susun agar setiap penanaman memiliki tujuan yang jelas, baik dari sisi estetika, fungsi ekologis, maupun keamanan infrastruktur,” ujar Sakti, Senin (6/7/2026).

Seleksi Karakteristik Tanaman Demi Lindungi Infrastruktur

Sakti memaparkan bahwa dalam penyusunan cetak biru tersebut, tim ahli memilih setiap jenis tanaman berdasarkan karakteristik spesifiknya masing-masing. Selain itu, kondisi geografis lokasi penanaman juga menjadi bahan pertimbangan utama agar vegetasi yang terpilih benar-benar adaptif dengan situasi kawasan.

Melalui kematangan perencanaan tersebut, DLHK berharap tanaman-tanaman ini mampu tumbuh secara optimal. Sekaligus memberikan fungsi ekologis yang berkelanjutan bagi lingkungan perkotaan dalam jangka panjang.

Ia menambahkan, konsep Urban Aesthetics Blueprint juga menggabungkan fungsi penghijauan murni dengan seni penataan lanskap kota. Pendekatan integratif ini dipercaya mampu menciptakan koridor jalan yang lebih teduh sekaligus memiliki karakter visual yang khas.

“Penempatan Tabebuya di median jalan untuk menciptakan visual guidance atau panduan visual bagi pengendara,” jelas Sakti.

“Di sisi lain, keberadaannya juga memperkuat identitas jalan-jalan utama Kota Depok sebagai koridor hijau yang modern dan estetik,” pungkasnya.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru