PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Sektor pariwisata Kabupaten Pangandaran benar-benar menunjukkan taringnya selama momentum liburan. Enam objek wisata utama di daerah ini sukses menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp5.213.517.000 hanya dalam kurun waktu 12 hari, terhitung sepanjang periode 25 Juni hingga 6 Juli 2026.
Pemerintah daerah mengantongi angka fantastis tersebut dari total 297.553 kunjungan pelancong yang menyerbu Pantai Pangandaran, Batukaras, Batu Hiu, Karapyak, Green Canyon, serta Pantai Madasari.
Baca Juga: Tembus 283 Ribu Wisatawan dalam 12 Hari, Sektor Pariwisata Sukses Dongkrak PAD Pangandaran
Kepala Bidang Retribusi Wisata Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran, Bagus Winahyu, membenarkan bahwa pundi-pundi kas daerah sudah terisi lebih dari Rp5,2 miliar selama masa libur sekolah ini.
“Puncaknya terjadi pada Sabtu 4 Juli 2026 dengan kontribusi Rp979 juta dalam sehari,” ujar Bagus memberikan rincian melalui pesan WhatsApp, Senin (6/7/2026).
Pantai Pangandaran Masih Jadi Mesin Pencetak PAD Utama
Berdasarkan kompilasi data internal Bapenda, kawasan Pantai Pangandaran masih memegang takhta sebagai penyumbang angka kunjungan sekaligus retribusi terbesar dengan menjaring 177.721 wisatawan.
Pihak Bapenda merilis urutan performa kunjungan di enam objek wisata utama sebagai berikut:
- Pantai Pangandaran: 177.721 orang
- Pantai Batukaras: 54.642 orang
- Pantai Batu Hiu: 19.593 orang
- Pantai Karapyak: 17.987 orang
- Green Canyon: 14.893 orang
- Pantai Madasari: 12.717 orang
Pundi-pundi rupiah mengalir deras ke kas daerah saat momen akhir pekan bergulir. Pada Minggu, 5 Juli 2026 kemarin misalnya, retribusi harian menyentuh angka Rp778.270.000 berkat kedatangan 45.447 pengunjung.
“Ini menunjukkan bahwa wisata Pangandaran masih menjadi primadona. Setiap ada libur panjang atau weekend, perputaran ekonomi langsung terasa,” kata Bagus.
Genjot Sosialisasi Pajak ke Sektor Kuliner dan UMKM
Mengingat sekolah-sekolah masih menyisakan waktu libur, Bagus menaruh harapan besar agar tren positif kedatangan pelancong ini terus bertahan konsisten hingga akhir Juli nanti.
“Harapannya di sisa libur sekolah ini kita bisa mendekati angka target bulanan. Kami terus melakukan monitoring di lapangan dan berkoordinasi dengan pengelola objek wisata agar penarikan retribusi berjalan optimal,” cetusnya.
Di samping memantau pos pintu masuk wisata, Bapenda kini juga gencar meluncurkan sosialisasi kepada para pelaku UMKM serta pengusaha kuliner di sekitar destinasi agar mereka tertib dalam melaporkan dan menyetorkan pajak usaha.
“Semakin banyak wisatawan, semakin besar juga potensi dari pajak restoran dan hotel. Jadi kami dorong semua pihak ikut menjaga kebersihan dan kenyamanan agar wisatawan betah ke Pangandaran,” tutur Bagus.
Pemerintah Kabupaten Pangandaran sendiri menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu pilar utama penopang PAD pada tahun anggaran 2026 ini. Melihat grafik kedatangan wisatawan yang terus meroket, manajemen optimistis mampu mengunci target tahunan tersebut dengan mulus.
(Sajidin)



