spot_imgspot_img
Rabu 15 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 33

Teacher Khun Kob Sambangi Jakarta, Bersama Hartono Soekwanto Seminar Kesehatan Holistik Gratis Dibuka untuk Umum

0
Jakarta, FOKUSJabar.id
Teacher Khun Kob Sambangi Jakarta, Bersama Hartono Soekwanto Seminar Kesehatan Holistik Gratis Dibuka untuk Umum

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Seminar kesehatan holistik bertajuk “Tanya Samui Holistic Health” siap terselenggara secara gratis di DoubleTree by Hilton Kemayoran, Jakarta Utara, Jumat (10/7/2026). Agenda ini menghadirkan pembicara utama Teacher Khun Kob asal Thailand, seorang praktisi yang aktif membagikan edukasi mengenai kesehatan holistik, sebuah pendekatan kesehatan secara menyeluruh yang mencakup keseimbangan tubuh, pikiran, dan gaya hidup.

Pihak panitia mengonfirmasi pada Selasa (7/7/2026) bahwa lebih dari 600 peserta sudah mendaftarkan diri. Saat ini, kuota yang tersedia hanya menyisakan beberapa tempat saja.

Pengusaha sukses asal Bandung yang akrab dengan sapaan Bos Koi, Hartono Soekwanto, yang pernah menjalani terapi kesehatan ke Tanya Samui, memastikan diri bakal hadir dalam seminar tersebut. Panitia membagi acara ke dalam dua sesi, yakni pukul 10.00–12.30 WIB dan 14.00–17.00 WIB, agar peserta dapat memilih waktu yang paling sesuai.

Selain menyajikan seminar edukatif, panitia juga akan menggelar sesi Meet & Greet bersama Teacher Khun Kob dan Hartono Soekwanto pada hari yang sama. Melalui sesi khusus ini, para peserta mendapatkan kesempatan berharga untuk bertemu langsung dan berinteraksi secara interaktif dengan keduanya.

Panitia mengimbau masyarakat yang berminat untuk segera melakukan pendaftaran karena jumlah kursi di lokasi semakin terbatas. Calon peserta dapat mendaftar dengan memindai QR Code yang tercantum pada materi publikasi resmi acara. Pemerintah dan penyelenggara berharap seminar ini mampu menjadi sarana edukasi efektif bagi warga yang ingin menambah wawasan seputar pola hidup sehat.

Hartono Soekwanto Beberkan Pengalaman Terapi Sel Mati

Hartono Soekwanto menjelaskan bahwa metode penanganan ini memberikan hasil yang luar biasa bagi tubuhnya. Menurutnya, banyak orang yang sudah merasakan langsung khasiat nyata dari konsep kesehatan tersebut.

“Suatu keajaiban. Banyak juga yang dapat manfaat. Makanya kali ini banyak sekali yang ikut. Jadi… Jadi sel-sel mati itu di Tanya Holistik itu dibuang,” ungkap Hartono Soekwanto.

“Banyak juga manfaat dari sana kira-kira begitu it’s about removing dead cell ya itu yang yang tanya holistik ini mengajarkan dan memberikan faedah kepada kita semua,” tambahnya.

Mengenal Profil dan Metode Detoks Unik Khun Kob

Teacher Khun Kob merupakan pendiri sekaligus guru utama di Tanya Samui Holistic Health Retreat yang berpusat di Koh Samui, Thailand. Ia meraih popularitas berkat pendekatan kesehatannya yang unik, di mana ia mengevaluasi kondisi kesehatan pasien melalui kotoran (feses) untuk merancang program detoksifikasi serta penyembuhan.

Pusat kesehatan miliknya menawarkan berbagai program terpadu yang berfokus pada pendekatan holistik terhadap kesejahteraan tubuh manusia. Mengingat metode ini sangat berbeda dari praktik medis standar pada umumnya, pengalaman para tamu yang pernah berkunjung ke sana pun sangat bervariasi.

Oleh karena itu, masyarakat sangat disarankan untuk tetap berkonsultasi dengan tenaga medis profesional atau dokter sebelum mengikuti program kesehatan apa pun yang melibatkan perubahan pola makan ekstrem atau prosedur detoksifikasi tertentu, guna memastikan keamanan bagi kondisi tubuh masing-masing.

(Irfansyah)

Terpilih Jadi Rektor Unigal, Dr. Tita Langsung Dihadapkan Masalah 850 Mahasiswa yang Mandek

0

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Panitia seleksi telah merampungkan seluruh proses penyaringan Rektor Universitas Galuh (Unigal) Ciamis. Ketua Dewan Pembina Unigal, Agun Gunandjar Sudarsa, menjelaskan bahwa timnya menjalankan seleksi ini secara bertahap melalui penilaian objektif dari pengurus yayasan serta tim independen pimpinan Prof. Uman dan Prof. Syamsu.

Dari total 13 dosen yang memenuhi kriteria awal, tim penilai menyaring para pendaftar hingga mengerucut menjadi lima kandidat untuk menjalani tahapan uji publik. Proses kompetisi yang ketat tersebut kemudian menyisakan dua kandidat akhir, yaitu Dr. Tita dan Dr. Dewi.

Melalui rangkaian penilaian komprehensif ini, Dr. Tita akhirnya keluar sebagai Rektor Unigal terpilih yang baru. Kemenangan Dr. Tita juga mendapatkan dukungan penuh dari Dr. Dewi, yang secara berlapang dada mengakui keunggulan jam terbang serta pengalaman koleganya tersebut.

Rektorat Baru Wajib Bedah Masalah 850 Mahasiswa Mandek

Usai prosesi pelantikan, sederet tugas berat langsung menanti rektor baru. Agun menyebut bahwa Unigal saat ini sedang menghadapi tantangan serius berupa tren penurunan jumlah mahasiswa baru—sebuah fenomena yang menurutnya juga tengah melanda berbagai kampus lain di Indonesia.

Selain urusan penurunan pendaftar baru, pihak yayasan juga menyoroti nasib sekitar 850 mahasiswa lama yang studinya berjalan mandek (stagnant). Terkait dua persoalan krusial ini, Dewan Pembina menginstruksikan rektorat baru segera menggelar riset mendalam. Tujuannya untuk memetakan akar penyebab masalah secara akurat.

Agun juga menekankan pentingnya mengawal visi besar Unigal sebagai kampus konservasi budaya. Ia meluruskan pemahaman publik bahwa konservasi budaya di lingkungan Unigal tidak boleh hanya terjebak pada urusan pementasan seni tari atau sekadar ritual berkunjung ke situs-situs bersejarah. Visi ini harus mewujud nyata dalam implementasi nilai-nilai lokal, yaitu Budaya Galuh yang berlandaskan asas asah, asih, dan asuh.

“Contoh konkretnya adalah penegakan kawasan bebas rokok dan pembiasaan pola hidup bersih di lingkungan kampus. Hingga rencana penggunaan busana adat Galuh pada hari-hari tertentu,” ujar Agun.

Di akhir dialog, wartawan sempat meminta tanggapan Agun mengenai dinamika politik daerah terkait pengisian posisi Wakil Bupati Ciamis yang masih kosong. Namun, politisi senior ini enggan berkomentar jauh dan menegaskan bahwa persoalan tersebut sepenuhnya menjadi wewenang serta hak prerogatif Bupati Ciamis.

(IrfansyahRiza)

Musim Kemarau Ancam Kesehatan, Dinkes Kota Tasikmalaya Waspadai ISPA, DBD, Diare hingga Dehidrasi

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr. Asep Hendra (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Musim kemarau yang sedang melanda saat ini tidak hanya memicu kelangkaan air bersih, melainkan juga membawa ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Cuaca ekstrem semacam ini berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan musiman.

Sejumlah penyakit rentan menyerang tubuh manusia saat kemarau tiba, antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), demam berdarah dengue (DBD), dehidrasi, diare, hingga batuk-batuk.

Baca Juga: Dulu Jadi Wisata Favorit, Kini Cipatuh Tasikmalaya Terbengkalai dan Siap Dibangkitkan

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasikmalaya, dr. Asep Hendra, menjelaskan bahwa kondisi panas ekstrem yang berpadu dengan debu jalanan serta krisis air bersih menjadi pemicu utama ambruknya sistem kekebalan tubuh manusia. Akibatnya, kuman penyakit lebih mudah menginfeksi tubuh.

Ia menuturkan, cuaca siang hari yang menyengat menuntut kewaspadaan ekstra dari setiap individu. Oleh karena itu, masyarakat wajib menjaga asupan nutrisi dan vitamin secara konsisten demi mempertahankan daya tahan tubuh yang prima.

“Warga diminta lebih produktif menjaga daya tahan tubuh untuk menghindari gangguan penyakit seperti ISPA, DBD, dehidrasi termasuk gangguan pencernaan karena penurunan kualitas sanitasi,” ungkap dr. Asep Hendra, Selasa (7/7/2026).

Krisis Air Bersih Picu Kebiasaan BAB Sembarangan

dr. Asep menyampaikan bahwa menyusutnya pasokan air bersih memicu sebagian warga kembali melakukan praktik buang air besar (BAB) sembarangan. Kebiasaan buruk ini otomatis mempercepat penularan penyakit diare di lingkungan pemukiman. Selain itu, debu kemarau juga meningkatkan kasus batuk, alergi, dan gatal-gatal pada kulit akibat serangan bakteri.

Guna mengantisipasi penularan penyakit tersebut, ia menyarankan masyarakat untuk memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, mencuci tangan menggunakan sabun, serta memasak air minum hingga benar-benar mendidih dan higienis. Warga juga wajib mandi secara teratur memakai sabun antiseptik agar kuman tidak menempel pada tubuh.

Di sisi lain, dr. Asep Hendra mengingatkan pentingnya faktor makanan. Masyarakat sebaiknya mengonsumsi hidangan kaya nutrisi dan cukup protein untuk mendongkrak imunitas tubuh secara alami.

“Makan makanan yang beragam dengan kecukupan dari gizi, lemaknya, seratnya maupun karbohidrat dan vitaminnya seperti sayuran, buah-buahan, telor, ikan, tempe ataupun tahu,” ujar dr. Asep merinci menu sehat.

Dinkes Siagakan Dokter dan Fasilitas Laboratorium Puskesmas

Pihak Dinkes memastikan bahwa para tenaga kesehatan (Nakes) di Kota Tasikmalaya saat ini sudah turun ke lapangan untuk menggencarkan sosialisasi dan edukasi seputar pencegahan penyakit kemarau kepada warga.

“Kita sudah mengimbau masyarakat untuk proaktif menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat, dan tidak BAB sembarangan. Dan jika masyarakat mengalami keluhan kesehatan agar segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat,” tegasnya.

dr. Asep menambahkan, seluruh nakes kini dalam posisi siaga penuh (standby) di berbagai pusat layanan kesehatan. Tujuannya untuk mengantisipasi lonjakan pasien selama musim kemarau panjang ini.

“Tenaga kesehatan sudah siap memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Jika ada masyarakat yang mengalami sakit, kita berikan pelayanan baik pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat-obatan. Di puskesmas kita sudah lengkap laboratoriumnya, dokternya, termasuk perawatnya yang selalu siap melayani,” paparnya menjamin kesiapan fasilitas.

Ia berharap masyarakat tidak membebankan urusan kesehatan ini kepada para nakes semata. Keberhasilan menghadapi tantangan kemarau menuntut peran aktif warga dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah masing-masing.

(Seda)

Dulu Produksi 5 Kuintal, Kini Perajin Pangandaran Sulit Dapat 1 Kuintal Ikan

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Penampakan jambal roti Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Para pelaku usaha olahan ikan di Kabupaten Pangandaran mulai merasakan dampak buruk dari kelangkaan ikan kadukang. Akibat kondisi tersebut, volume produksi jambal roti khas pesisir selatan mengalami penurunan yang cukup drastis dalam beberapa bulan terakhir.

Ikan kadukang sendiri memegang peran krusial sebagai bahan baku utama dalam pembuatan jambal roti. Namun, para perajin kuliner pesisir kini menghadapi kesulitan besar untuk mendapatkan komoditas tersebut jika membandingkannya dengan tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Kemarau di Pangandaran Paksa Petani Sewa Pompa Air demi Selamatkan Sawah

Pemilik usaha Jambal Roti Lizakha, Lita Fadilah, mengonfirmasi bahwa menipisnya pasokan ikan langsung memukul kapasitas produksinya hingga anjlok ke titik terendah.

“Kami ambil ikan dari supplier di Pangandaran dan Cilacap. Sebelumnya produksi bisa lebih dari 5 kuintal, sekarang untuk dapat 1 kuintal saja susah,” kata Lita, Selasa (7/7/2026).

Menurut analisis Lita, keterbatasan pasokan ini berakar dari hasil tangkapan nelayan lokal yang tidak sebanyak biasanya. Kondisi tersebut kian rumit karena sistem distribusi di tempat pelelangan ikan (TPI) kini berjalan semakin ketat dan kompetitif.

“Nelayan itu naik ke daratan kadang ikannya sudah ada yang nyarter,” keluh Lita menggambarkan ketatnya persaingan mendapatkan bahan baku.

Harga Garam Korosok Ikut Mencekik Ongkos Produksi

Minimnya ketersediaan barang di pasar otomatis mendongkrak harga jual bahan baku secara instan. Para pengepul kini melepas ikan kadukang dengan harga di atas Rp30.000 per kilogram, padahal sebelumnya pengusaha hanya perlu membayar Rp20.000 per kilogram.

Beban operasional para pengrajin makin membengkak menyusul kenaikan harga garam korosok di pasaran. Pemasok yang mendatangkan garam khusus tersebut dari Pati, Jawa Tengah, kini mematok harga Rp70.000 hingga Rp80.000 per karung, naik dari harga normal yang berada di angka Rp50.000.

“Garam itu penting untuk proses pengawetan dan fermentasi. Kalau garam mahal, otomatis biaya produksi naik,” tutur Lita.

Garam memang menjadi komponen paling vital dalam pembuatan jambal roti karena sangat memengaruhi kualitas rasa serta daya tahan simpan produk olahan tersebut.

Permintaan Pasar Digital Tetap Tinggi

Ironisnya, kelangkaan bahan baku ini terjadi di tengah tingginya arus permintaan pasar terhadap produk jambal roti, terutama lewat jalur penjualan online (e-commerce).

Saat pasokan ikan masih berada dalam kondisi normal, rumah produksi milik Lita mampu menelurkan lebih dari 1 ton jambal roti per bulan. Tim produksinya bahkan biasa mengolah ikan hingga 3 kali dalam sepekan.

“Kalau ikan banyak, dalam satu bulan penjualan online bisa sampai lebih dari satu ton,” ujarnya.

Namun kini, keterbatasan pasokan ikan kadukang memaksa mesin produksi berjalan tidak optimal. Pelaku usaha mengkhawatirkan kondisi ini bakal mengancam keberlangsungan bisnis olahan ikan tradisional di Pangandaran yang selama ini menggantungkan nasib pada hasil tangkapan nelayan lokal.

(Sajidin)

Desa Rancah Ciamis Masuk 9 Desa Terbaik Indonesia Versi Mabes Polri

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Kades Rancah Kabupaten Ciamis saat mendapatkan tiga pilar

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan pondasi penting bagi keberhasilan pembangunan. Sebuah daerah tidak akan mampu menjalankan roda pembangunan secara optimal tanpa adanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, menegaskan hal tersebut di sela-sela penilaian Tiga Pilar tingkat nasional di Aula Desa Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (7/7/2026).

Baca Juga: Dinsos Ciamis Ungkap Cara Baru Pemerintah Memastikan Bansos Tepat Sasaran

Andang mengatakan, kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan tentram terletak pada kekuatan sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, serta seluruh elemen masyarakat luas.

“Desa Rancah kini resmi terpilih menjadi wakil Provinsi Jawa Barat dalam ajang Lomba Tiga Pilar Tingkat Nasional. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri),” kata Andang bangga.

Andang menuturkan, konsep Tiga Pilar yang melibatkan Kepala Desa, Babinsa (TNI), dan Bhabinkamtibmas (Polri) mencerminkan wujud nyata dari kolaborasi pemerintahan di tingkat paling dasar. Ketiga unsur ini memikul tanggung jawab sebagai garda terdepan. Tujuannya menyelesaikan berbagai polemik di masyarakat melalui pendekatan yang humanis, dialogis, serta senantiasa mengedepankan semangat gotong royong.

“Ciamis mempunyai tagline guyub ngawangun galuh. Tagline ini merepresentasikan manifestasi semangat kolaborasi total dalam memajukan pembangunan daerah secara berkelanjutan,” ucapnya.

Mabes Polri Saring Sembilan Desa Terbaik Se-Indonesia

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penilai Mabes Polri, Kombes Pol M. Budi Hendrawan, mengungkapkan kekagumannya terhadap capaian Desa Rancah. Tim Mabes Polri kini telah menyaring sembilan desa terbaik yang mewakili Kepolisian Daerah (Polda) di seluruh Indonesia. Desa Rancah sukses mengamankan salah satu posisi elite tersebut.

“Mudah-mudahan Desa Rancah ini bisa meraih juara pertama,” jelas Budi mendoakan.

Budi menambahkan, esensi utama dari Lomba Tiga Pilar itu bukan sekadar ajang mencari pemenang atau juara belaka. Tujuan strategis kepolisian menggelar acara ini adalah memotivasi Kepala Desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas di seluruh pelosok negeri agar terus memperkuat kekompakan dan soliditas dalam melayani masyarakat.

“Indonesia memiliki potensi besar termasuk sektor pertanian yang bisa berkembang hingga tingkat desa. Mudah-mudahan dengan adanya penilaian ini, Desa Rancah semakin maju, kemudian masyarakatnya semakin sejahtera,” ungkap Budi mengakhiri penjelasan.

(Husen Maharaja)

Dulu Jadi Wisata Favorit, Kini Cipatuh Tasikmalaya Terbengkalai dan Siap Dibangkitkan

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Caption foto: Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sapari Al Ayubi saat meninjau secara langsung obyek wisata Cipatuh dan berniat untuk menghidupkan kembali.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Deru gemercik air hangat yang berpadu dengan sejuknya udara pegunungan di perbatasan Tasikmalaya-Garut kini terdengar sunyi. Obyek Wisata Alam Cipatuh (Cipanas Atmaji Pancuran Tujuh), sebuah surga tersembunyi di Desa Sundakerta, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, kini menyajikan kondisi yang sangat memprihatinkan.

Kawasan yang dulu menjadi primadona dan magnet bagi para pemburu ketenangan itu, kini menyerupai raksasa tidur yang terlupakan. Kolam-kolam pemandian yang dulu menampung tawa ceria pengunjung, kini hanya menyisakan air yang tak terawat. Waktu pun kian memakan fasilitas publik hasil investasi besar tersebut tanpa adanya sentuhan perawatan berkala.

Baca Juga: Pemkot Tasikmalaya Beri Peringatan Keras kepada Seluruh Pengelola Dapur SPPG

Kondisi pilu ini memantik keprihatinan mendalam dari Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi. Bagi Asep, Cipatuh menyimpan potongan memori masa lalu yang indah. Dulu, ia bersama rekan-rekannya kerap menghabiskan waktu di sana untuk melepas penat, merenungi alam, dan menikmati kehangatan pancuran alami.

“Dulu saya sering ke Cipatuh karena obyek wisata ini sangat favorit. Air panasnya itu pas, tidak terlalu panas jadi sangat damai dan bersahabat di kulit,” kenang Asep, Selasa (7/7/2026).

Sangat disayangkan, tata kelola yang kurang berkesinambungan membuat aset berharga ini meredup, kian terlupakan, dan hampir menjadi cerita masa lalu belaka.

Tak ingin potensi luar biasa ini mati suri selamanya, Asep Sopari turun langsung ke lokasi bersama tim penata. Mereka berkomitmen membedah benang kusut yang membuat wisatawan sempat meninggalkan wisata air panas ini.

“Kami bersama tim hadir untuk menyaksikan langsung, melihat persoalannya sejauh mana, dan kita nanti hidupkan lagi,” tegas Asep optimis.

Merajut Asa Bersama Perhutani Demi Kesejahteraan Desa

Menilik posisinya yang berbatasan langsung dengan kawasan Karaha Bodas, pengelolaan Cipatuh diduga kuat bersinggungan dengan wilayah Perhutani. Sebagai langkah taktis, Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya berencana membuka ruang komunikasi dengan pihak Perhutani.

Pihak-pihak terkait akan menggodok skema kerja sama kolaboratif secara matang dengan melibatkan Pemda Tasikmalaya, Pemerintah Desa Sundakerta, dan Pihak Perhutani. Langkah ini membidik satu target utama, yaitu menghidupkan kembali denyut nadi ekonomi warga setempat.

“Kita akan cari solusi terbaik demi kemanfaatan masyarakat. Jangan sampai investasi yang sudah besar di sini menjadi sia-sia. Ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” tambah Asep.

Cipatuh Hiking Trail: Langkah Awal Memecah Kesunyian

Sebagai pemantik awal untuk menarik kembali perhatian publik, Pemkab siap meluncurkan sebuah gebrakan dalam waktu dekat. Asep Sopari berjanji akan menggelar event olahraga berbasis alam bertajuk Cipatuh Hiking Trail.

Melalui event ini, panitia bakal mengajak para pencinta alam dan masyarakat luas untuk kembali menyusuri jalur hijau Sukahening. Agenda ini sekaligus mengumumkan kepada dunia bahwa Cipatuh siap bangkit dari tidur panjangnya.

Bagi masyarakat yang merindukan momen berendam di kolam hangat di tengah balutan alam asri berlatar hutan pegunungan yang sejuk, bersiaplah. Destinasi keluarga yang nyaman di batas Tasikmalaya-Garut ini sedang bersiap untuk bersolek kembali demi menyambut kehadiran para pengunjung.

(Abdul Latif)

Farhan Ancam Pecat ASN Pemkot Bandung yang Terbukti Terlibat Judi Online

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai memperketat pengawasan terhadap seluruh aparatur sipil negara (ASN) sebagai langkah awal memerangi praktik judi online (Judol).

Pihak bupati mengambil kebijakan tegas ini menyusul munculnya data nasional yang menempatkan Kota Bandung sebagai salah satu wilayah dengan tingkat aktivitas judi online tertinggi sepanjang tahun 2025.

Baca Juga: Terbongkar! Hampir 90 Peserta SPMB di Kota Bandung Dicoret, Diduga Lakukan Kecurangan

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa tim internal bakal memprioritaskan pengawasan di lingkungan dinas Pemkot Bandung terlebih dahulu sebelum memperluas jangkauan operasi kepada masyarakat luas.

Menurutnya, pihak eksekutif ingin memastikan tidak ada satu pun pegawai Pemkot Bandung yang terjerumus dalam praktik perjudian daring.

Farhan menilai judi online tidak sekadar melanggar hukum positif, melainkan kerap menjadi pintu masuk utama bagi persoalan sosial lain, seperti jeratan pinjaman online (Pinjol) ilegal akibat tekanan ekonomi.

“Yang pasti sekarang kami akan memastikan dulu bahwa di ASN tidak ada yang terjebak judi online. Karena setiap kali seseorang terjebak judi online, biasanya akan terjebak juga pada pinjaman online ilegal. Itu yang harus kita cegah,” kata Farhan saat memberikan keterangan di Balai Kota Bandung, Selasa (7/7/2026).

Bentengi Pegawai Lewat Koperasi dan Literasi Keuangan

Di samping memperketat sistem pengawasan, Pemkot Bandung juga akan memperkuat program literasi digital dan literasi keuangan bagi kalangan ASN. Mereka memproyeksikan program tersebut sebagai benteng pencegahan dini sebelum mendistribusikan materi edukasi serupa ke lapisan masyarakat.

“Literasi digital dan literasi keuangan akan kami pastikan dulu berjalan di lingkungan ASN. Setelah itu baru kita masuk ke wilayah-wilayah masyarakat melalui berbagai program edukasi. Pada dasarnya ini soal membangun kesadaran,” terangnya.

Selain jalur edukasi, Farhan juga menyoroti pentingnya mengoptimalkan peran koperasi sebagai alternatif pembiayaan yang legal dan aman bagi warga kota.

Menurut catatannya, tingkat pemanfaatan koperasi di Kota Bandung sebenarnya sudah cukup tinggi. Namun, tim pengawas menemukan indikasi adanya sejumlah kelompok simpan pinjam informal yang sengaja mengubah wujud (transformasi) menjadi koperasi simpan pinjam bodong.

“Koperasi di Kota Bandung pemanfaatannya sudah cukup tinggi. Persoalannya, ada indikasi beberapa kelompok simpan pinjam informal bertransformasi menjadi koperasi simpan pinjam. Ini yang sedang kami awasi supaya jangan sampai berkembang menjadi masalah,” ungkap Farhan membongkar temuan baru.

Sanksi Pemecatan Tidak Hormat Menanti ASN Bandel

Farhan mengancam akan menjatuhkan sanksi tegas kepada ASN yang terbukti bermain judi online, sesuai dengan tingkat pelanggarannya. Namun, jika petugas menemukan keterlibatan pegawai yang sudah mengarah pada pengorganisasian atau menjadi bandar praktik perjudian, ia tidak akan segan menerapkan sanksi terberat berupa pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

“Kalau hanya sekali dua kali dan masih pada tahap pelanggaran ringan tentu ada mekanisme pembinaan dan teguran. Tapi kalau sudah sampai mengorganisasi atau menggalang praktik perjudian, itu langsung kami tindak tegas. Bisa diberhentikan dengan tidak hormat,” ucap Farhan dengan nada bicara serius.

Meski hingga detik ini instansinya belum menerima laporan resmi mengenai ASN Pemkot Bandung yang kecanduan judi online, Farhan memastikan tim pemeriksa akan terus menjalankan pengawasan secara berkelanjutan.

“Informasi sampai hari ini belum ada. Tapi pengawasan terus dilakukan. Kalau sampai ada indikasi, tentu akan langsung kami tindak sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya memastikan.

Di akhir penjelasannya, Farhan mengingatkan kembali bahwa dampak buruk judi online tidak hanya merusak sendi ekonomi keluarga, melainkan juga memicu efek ketergantungan psikologis yang sangat serius.

“Kita tahu judi online dan pinjaman online ilegal sudah masuk ke berbagai kalangan, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Judi juga memiliki tingkat ketergantungan yang sangat tinggi, hampir sama seperti kecanduan terhadap narkoba dan bentuk adiksi lainnya. Karena itu pencegahan harus dilakukan bersama-sama melalui edukasi, pengawasan, dan penegakan aturan,” pungkas Farhan menyudahi wawancara.

(Yusuf Mugni)