spot_imgspot_img
Selasa 7 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Terbongkar! Hampir 90 Peserta SPMB di Kota Bandung Dicoret, Diduga Lakukan Kecurangan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan, puluhan calon peserta didik harus dicoret dari proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Hal itu menyusul adanya temuan berbagai dugaan kecurangan dalam proses pendaftaran. Sedikitnya 80 hingga hampir 90 peserta didiskualifikasi karena terindikasi memalsukan dokumen hingga menyalahgunakan jalur domisili.

Baca Juga: Farhan Pastikan Tak Ada Anak di Kota Bandung Gagal Sekolah Meski Didiskualifikasi dari SPMB

Farhan mengatakan, keputusan mendiskualifikasi puluhan peserta bukanlah hal yang mudah. Namun, pengambilan langkah tersebut harus demi untuk menjaga integritas serta menjamin pelaksanaan SPMB berlangsung adil bagi seluruh calon peserta didik.

“Evaluasi SPMB, saya sedih karena harus mendiskualifikasi hampir 80 sampai 90 anak. Ternyata pendaftarannya terindikasi pemalsuan dan pelanggaran,” kata Farhan Selasa (7/7/2026).

Farhan menjelaskan, pelanggaran paling banyak teerdapat pada penerimaan jenjang SMP.

“Modusnya antara lain memanfaatkan Kartu Keluarga (KK) yang tidak sesuai ketentuan untuk jalur domisili, serta penggunaan sertifikat prestasi nonakademik yang kami duga palsu,” jelasnya.

Menurutnya, Pemkot Bandung melakukan verifikasi administrasi hingga pengecekan alamat yang para pendaftar gunakan. Hasilnya, sejumlah data tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya sehingga peserta dinyatakan tidak memenuhi syarat.

“Secara aturan satu alamat memang bisa beberapa KK, tetapi harus melihat kepantasannya. Banyak yang akhirnya terbukti tidak sesuai sehingga kita lakukan diskualifikasi,”jelasnya.

Farhan memastikan seluruh proses penerimaan peserta didik harus mengedepankan kejujuran, transparansi, dan keadilan agar tidak merugikan calon siswa lain yang telah mengikuti seluruh ketentuan.

“Itu agar SPMB ini berjalan lancar dan adil,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru