spot_imgspot_img
Rabu 15 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 32

Sekda Bogor Ajak ASN Tingkatkan Sense of Crisis Hadapi Tantangan Fiskal 2026

0
bogor fokusjabar.id
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika (foto: bogorkab.go.id)

BOGOR, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Bogor terus berupaya menjaga stabilitas penyelenggaraan pemerintahan di tengah tantangan fiskal yang di hadapi pada tahun anggaran 2026.

Seluruh ASN di dorong untuk lebih peka terhadap kondisi keuangan daerah agar setiap kebijakan dapat dijalankan secara efektif dan tepat sasaran.

BACA JUGA:

Setelah Juara di Yogyakarta, Irfan Hakim Borong 14 Gelar Bergengsi di Bogor Koi Show 2026

Ajakan tersebut di sampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika. Dia menilai, dinamika fiskal tahun ini memerlukan kesiapan seluruh perangkat daerah dalam menyesuaikan pola kerja.

Menurutnya, tantangan keuangan yang di hadapi daerah di perkirakan akan lebih besar di bandingkan tahun sebelumnya.

Karena itu, seluruh aparatur Pemerintah Kabupaten Bogor di harapkan mampu merespons situasi dengan sikap adaptif, waspada dan mengedepankan prinsip efisiensi dalam setiap pelaksanaan program dengan kualitas pelayanan kepada masyarakat tetap harus menjadi prioritas utama.

“Dalam kondisi seperti ini, kita perlu memiliki sense of crisis atau kepekaan terhadap situasi krisis agar setiap kebijakan dan penggunaan anggaran benar-benar tepat sasaran, efisien dan tetap memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujar Sekda.

Ia menegaskan, seluruh perangkat daerah perlu melakukan penyesuaian strategi kerja agar pelaksanaan program tetap berjalan optimal.

Penyesuaian tersebut di lakukan tanpa mengurangi kualitas layanan yang di terima masyarakat.

Di sektor kesehatan, rumah sakit milik pemerintah daerah di minta untuk mempertahankan mutu pelayanan dengan menerapkan tata kelola yang lebih efisien.

Langkah tersebut di harapkan mampu menjaga kualitas layanan tanpa menambah beban pembiayaan yang di nilai kurang produktif.

Selain melakukan efisiensi, Pemerintah Kabupaten Bogor juga terus mengoptimalkan potensi pendapatan daerah.

Salah satu upaya yang di lakukan ialah memaksimalkan pemanfaatan berbagai aset milik pemerintah. Seperti videotron, taman dan billboard sebagai sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

BACA JUGA:

Pemkab Bogor Nyatakan Perang Terhadap Judi Online

Sementara pada sektor perpajakan, pemerintah daerah akan memperkuat pendataan sekaligus melakukan penataan perizinan vila di kawasan Puncak secara lebih tertib dan terukur.

Kebijakan tersebut di harapkan dapat mendukung optimalisasi penerimaan pajak daerah di tengah keterbatasan ruang fiskal.

Meski kondisi fiskal menghadapi tekanan, Sekda memastikan berbagai pelayanan publik tetap harus berjalan sebagaimana mestinya.

Program penataan lingkungan, normalisasi saluran air hingga upaya menjaga kebersihan kawasan akan terus di laksanakan melalui kolaborasi antarperangkat daerah bersama masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada sinergi yang terjalin antara camat, kepala desa, perangkat daerah serta masyarakat.

Semangat gotong royong di nilai menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan berbagai program pembangunan.

Salah satu bentuk kolaborasi tersebut saat ini di wujudkan melalui penataan kawasan jalur Cijayanti–Bojong Koneng yang sedang di persiapkan sebagai salah satu wajah Kabupaten Bogor.

Penataan kawasan tersebut di harapkan mampu memberikan kesan positif sekaligus mendukung pembangunan wilayah secara berkelanjutan.

BACA JUGA:

Jembatan Pemuda Penghubung Depok-Bogor di Cipayung Jaya Direvitalisasi

Sekda menegaskan komitmen untuk terus memperkuat integritas aparatur, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel serta memastikan pelayanan publik tetap berlangsung secara optimal meskipun daerah tengah menghadapi berbagai tantangan fiskal.

(Jingga Sonjaya)

Kabupaten Bekasi jadi Tuan Rumah Kejurnas Squash 2026

0
Kejurnas Squash fokusjabar.id
162 atlet squash dari berbagai provinsi di Indonesia megikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Squash 2026 di Gedung Squash Wibawa Mukti, Kompleks Pemda Bekasi (foto: bekasikab.go.id)

BEKASI, FOKUSJabar.id: Sedikitnya 162 atlet dari berbagai provinsi di Indonesia ambil bagian dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Squash 2026 di Gedung Squash Wibawa Mukti, Kompleks Pemda Bekasi, Cikarang Pusat.

Kompetisi tingkat nasional tersebut berlangsung selama lima hari, Selasa-Sabtu (7-11/7/2026).

BACA JUGA:

Distribusi Air Bersih Dimulai, Pemkab Bekasi Fokus Pemetaan Daerah Rawan Kekeringan

Kejurnas Squash menjadi wadah bagi para atlet terbaik dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengasah prestasi di tingkat nasional.

Selain menghadirkan persaingan kompetitif, Kejurnas Squash 2026 juga menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Pembukaan kejuaraan di hadiri langsung Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Squash Indonesia (PB PSI), Alvin Kennedy.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin mengapresiasi Pengurus Besar Squash Indonesia yang telah memberikan kepercayaan sebagai lokasi penyelenggaraan Kejurnas Squash 2026.

Menurut Endin, penyelenggaraan Kejurnas tidak hanya berdampak positif terhadap pembinaan olahraga prestasi. Tetapi juga memberikan manfaat bagi daerah.

Kehadiran atlet, pelatih, ofisial serta tamu dari berbagai wilayah di nilai mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan fasilitas olahraga yang di miliki Kabupaten Bekasi.

“Kejuaraan nasional ini jelas memberikan banyak manfaat. Khususnya bagi masyarakat Kabupaten Bekasi. Selain memotivasi calon-calon atlet squash daerah, penyelenggaraan event nasional seperti ini juga memberikan dampak terhadap sektor ekonomi dan berbagai bidang lainnya,” ujar Endin.

Ia berharap, Pengurus Besar Squash Indonesia dapat kembali menunjuk Kabupaten Bekasi sebagai tuan rumah pada pelaksanaan Kejurnas di masa mendatang.

Pemerintah Kabupaten Bekasi juga akan terus melakukan pembenahan berbagai fasilitas pendukung. Termasuk akses menuju lokasi pertandingan agar semakin nyaman bagi atlet maupun tamu dari luar daerah.

BACA JUGA:

Disarpus Kabupaten Bekasi Hadirkan Buku Sejarah untuk Perkuat Literasi Masyarakat

“Kami siap jika ke depan Kabupaten Bekasi kembali di percaya menjadi tuan rumah. Kami juga akan terus melakukan penataan agar penyelenggaraan kejuaraan-kejuaraan berikutnya semakin baik,” katanya.

Ketua Pelaksana Kejurnas Squash 2026, Endang Suranata menjelaskan, kejuaraan tahun ini di ikuti atlet dari sejumlah provinsi. Yakni, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Sumatera Utara dan Riau.

Sebanyak 162 atlet yang terdiri atas 102 atlet putra dan 60 atlet putri akan bertanding mulai 7 hingga 11 Juli 2026.

Nomor pertandingan yang di perlombakan, kategori perorangan putra dan putri untuk kelompok usia di bawah 9 tahun, U-11, U-15, U-17, U-19, U-23 hingga kategori senior.

Endang menambahkan, khusus pada kategori U-23 dan senior, pertandingan menjadi bagian dari proses seleksi atlet yang akan di persiapkan untuk mengikuti berbagai kejuaraan selanjutnya.

Selain menyampaikan apresiasi kepada PB Squash Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Bekasi, Endang juga mengucapkan terima kasih kepada para sponsor yang turut mendukung penyelenggaraan Kejurnas Squash 2026.

(Jingga Sonjaya)

Disnakertrans Garut Buka Pelatihan Penjahit Upper Sepatu

0
Disnakertrans Garut fokusjabar.id
Peserta pelatihan

GARUT, FOKUSJabar.id: Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), Nia Gania Karyana membuka pelatihan Tailor Made Training (TMT) Penjahit Upper Sepatu di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Garut, Kecamatan Samarang, Selasa (7/7/2026).

Program pelatihan tersebut di rancang secara khusus berbasis kompetensi. Tujuannya untuk menjawab kebutuhan nyata dunia industri manufaktur sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Pengendalian Transparansi Keuangan

Kepala Disnakertrans Garut mengatakan, program ini dapat terwujud berkat sinergi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten, Kementerian Ketenagakerjaan RI, Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung.

Menurut Nia, keterampilan menjahit upper sepatu memiliki peluang penyerapan yang sangat tinggi di Kabupaten Garut. Bagaimana tidak, Garut menjadi rumah bagi tiga pabrik alas kaki berskala besar. Yakni, PT Chang Shin Reksa Jaya, PT Pratama Abadi Industri (Garut) dan PT Ultimate Noble Indonesia (PT UNI).

“Kami berharap kepada 192 peserta pelatihan upper sepatu dapat menguasai teknik dasar menjahit dengan sangat baik. Sehingga mereka mampu langsung bekerja di pabrik dan berkompetensi di bidangnya,” kata Nia Gania.

Kepala BBPVP Bandung, Reni Rosyida menegaskan, kehadiran program TMT ini mengemban misi penting untuk mengurai permasalahan ketenagakerjaan, menekan angka pengangguran serta menciptakan lapangan kerja baru yang berkelanjutan.

Reni menyebut. program ini bukan kali pertama di laksanakan. Secara keseluruhan dalam batch ini, terdapat 12 paket pelatihan bagi 192 orang.

Pihaknya mengapresiasi keaktifan BLK Garut yang sukses menjembatani dunia pendidikan vokasi dengan sektor industri.

“Terima kasih kepada Kepala BLK yang sudah membantu kami mempertemukan dengan industri. Mudah-mudahan pelatihan ini bisa bertambah pesertanya setiap tahun guna membantu dunia industri menyiapkan tenaga kerja siap kerja,” ungkapnya.

Senior Manager PT. Changshin Reksa Jaya Garut, Mia Resmiati mengucapkan terima kasih kepada seluruh instansi yang menginisiasi program pelatihan penjahit upper sepatu ini.

Menurutnya, program ini membuka pintu kesejahteraan baru bagi masyarakat.

BACA JUGA:

Dede Salahudin Ungkap Penyebab IPM Garut Ranking 2 Terbawah di Jabar

“Dengan adanya program ini, peserta pelatihan menjadi menghimpun harapan baru untuk bisa bekerja,” ungkap Mia.

Mia berpesan agar para peserta tidak hanya berfokus pada penguasaan keterampilan teknis (hard skill) semata. Industri manufaktur saat ini sangat menekankan pentingnya karakter kerja yang kuat.

(Bambang Fouristian)

Bupati Garut Dorong Pengendalian Transparansi Keuangan

0
Bupati Garut Keuangan fokusjabar.id

GARUT, FOKUSJbar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin usai gelar Rapat Koordinasi (Rakor) Keuangan dan Evaluasi Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 di Ruang Rapat Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota.

Hadir dalam Rakor evaluasi berkalatersebut, Pimpinan Kantor Cabang bank bjb Garut, Sony Permana, Kepala BPKAD Kabupaten Garut, Saeful Hidayat dan perwakilan SKPD.

BACA JUGA:

Aksi Damai Relawan SPPG, Bupati Garut Dukung Program MBG

Bupati Garut menegaskan, tata kelola keuangan memegang peranan yang sangat vital di dalam struktur pemerintahan. Menurutnya, sebuah organisasi dapat di ukur tingkat keberhasilannya secara akurat melalui cara mengelola anggaran.

“Pengelolaan keuangan yang transparan, efektif dan efisien itu menjadi salah satu indikator keberhasilan suatu daerah,” tegas Syakur.

Berdasarkan penilaian kinerja di tingkat Provinsi Jawa Barat, performa pengelolaan keuangan Kabupaten Garut saat ini di nilai berada pada level yang tidak jelek. Meski begitu, belum bisa di kategorikan sangat bagus.

Dari data yang di evaluasi, realisasi penyerapan anggaran Garut masuk dalam kategori baik. Sementara untuk sektor pendapatan daerah masih sedang.

Bupati Garut mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran atas kerja kerasnya. Dia juga meminta seluruh instansi tidak cepat berpuas diri dengan capaian yang ada saat ini.

BACA JUGA:

Garut Borong Penghargaan PKJB 2026 Tingkat Jawa Barat

“Itu adalah suatu prestasi yang harus kita apresiasi. Kemudian terima kasih teman-teman, tapi rasanya kurang cukup dan saya ingin semuanya baik. Dan untuk mencapai kategori baik itu, harus di lakukan dengan pengendalian yang komprehensif dan signifikan,” ungkapnya.

Sebagai langkah konkret ke depan, Bupati Garut meminta adanya pengawasan dan pelaporan yang lebih ketat terhadap setiap transaksi keuangan di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar jalannya program dan kegiatan secara presisi dan akuntabel.

(Bambang Fouristian)

Budaya Sunda Mulai Ditinggalkan Anak Muda, PaSI Kota Tasikmalaya Siapkan Langkah Nyata

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Prosesi pelantikan Pengurus PaSi Kota Tasikmalaya Periode 2026-2031 di Aula Binangkit Mandalawangi Hotel Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Ketua Umum PaSI Provinsi Jawa Barat, Hj. Euis Siti Julaeha, resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Pengurus Daerah Pasundan Istri (PD PaSI) Kota Tasikmalaya masa bakti 2026-2031 di bawah kepemimpinan Elin Herlina. Rangkaian prosesi yang berlangsung khidmat tersebut mengambil tempat di Aula Binangkit, Hotel Mandalawangi, Jalan R.E. Martadinata, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Selasa (7/7/2026).

Sejumlah tokoh dan perwakilan organisasi perempuan turut menghadiri dan menyaksikan langsung momen sakral ini. Di antara para undangan, tampak hadir Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Tasikmalaya Susi Susanti beserta jajaran pimpinan organisasi kewanitaan lainnya.

Baca Juga: Musim Kemarau Ancam Kesehatan, Dinkes Kota Tasikmalaya Waspadai ISPA, DBD, Diare hingga Dehidrasi

Momen pelantikan organisasi perempuan Sunda ini sekaligus menandai tonggak awal kebangkitan semangat para pengurus baru. Mereka siap menggulirkan berbagai program strategis di bidang kebudayaan, aksi sosial, dan pemberdayaan perempuan.

Ketua PD PaSI Kota Tasikmalaya terpilih, Hj. Elin Herlina, menjelaskan bahwa komposisi kepengurusan baru ini merupakan buah manis dari pelaksanaan Konferensi Daerah beberapa waktu lalu. Ia mengakui, organisasi perempuan Sunda saat ini memikul tantangan besar seiring memudarnya nilai-nilai kearifan lokal akibat gempuran kebudayaan asing.

“Di era digitalisasi sekarang, pengaruh budaya asing sangat kuat, sementara banyak yang masih menganggap terutama kalangan anak muda beranggapan jika mendalami seni dan budaya tradisional itu kolot,” ungkap Elin Herlina, Selasa (7/7/2026).

Menatap Visi Dasawaluya dan Siagakan 134 Anggota

Merespons fenomena sosial tersebut, PaSI berkomitmen penuh mengembalikan rasa bangga masyarakat terhadap kebudayaan Sunda. Sebagai langkah awal, Elin akan memprioritaskan konsolidasi internal organisasi demi membangun tim yang solid dan kompak untuk merawat nilai-nilai lokal.

“PaSI punya visi mewujudkan perempuan Indonesia sesuai Dasawaluya yang menjadi pedoman dalam menjalankan program. Dari visi besar ini, kami ingin membentuk perempuan Sunda yang cerdas, berkarakter, dan mencintai budaya-budaya lokal daerah,” tutur Elin.

Di samping fokus pada isu kelestarian budaya, PaSI Kota Tasikmalaya juga menaruh perhatian besar pada aksi kemanusiaan. Mereka telah merancang agenda pendampingan bagi anak-anak kurang mampu, pembinaan panti asuhan, serta berbagai aktivitas sosial yang menyentuh langsung hajat hidup masyarakat.

Saat ini, PD PaSI Kota Tasikmalaya mengonsolidasikan kekuatan dari 134 anggota aktif. Elin menilai modal SDM tersebut sudah sangat ideal untuk menggerakkan roda perubahan di masa depan.

“134 anggota ini siap bergerak. Mulai dari bidang sosial, budaya, sampai pemberdayaan perempuan. Kami ingin hadir dan memberi manfaat nyata di tengah-tengah masyarakat,” urai Elin menambahkan.

Dukungan Penuh Pemerintah Daerah

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, yang hadir dalam acara tersebut melontarkan apresiasi tinggi terhadap komitmen kuat Pasundan Istri dalam mengawal kelestarian nilai-nilai lokal. Ia memandang organisasi ini memegang peran krusial sebagai motor penggerak kebudayaan di tengah pusaran arus globalisasi.

“Kami sangat mengapresiasi peran Pasundan Istri dalam menjalankan program organisasinya. Menjaga dan melestarikan budaya Sunda, bukan hanya tugas pemerintah, namun menjadi tugas seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi perempuan seperti PaSI yang baru saja dilantik hari ini,” kata Dicky Candra.

Bagi Dicky, kebudayaan merupakan warisan leluhur yang merepresentasikan ciri dan identitas fundamental suatu bangsa. Ketika masyarakat mampu menjaga identitas tersebut, maka generasi muda akan memiliki fondasi akar dan jati diri yang kokoh.

“Kami harapkan, organisasi ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga dan memajukan nilai-nilai budaya daerah di tengah-tengah masyarakat terutama di kalangan anak muda yang menjadi generasi penerus bangsa,” pungkasnya.

(Seda)

Teacher Khun Kob Sambangi Jakarta, Bersama Hartono Soekwanto Seminar Kesehatan Holistik Gratis Dibuka untuk Umum

0
Jakarta, FOKUSJabar.id
Teacher Khun Kob Sambangi Jakarta, Bersama Hartono Soekwanto Seminar Kesehatan Holistik Gratis Dibuka untuk Umum

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Seminar kesehatan holistik bertajuk “Tanya Samui Holistic Health” siap terselenggara secara gratis di DoubleTree by Hilton Kemayoran, Jakarta Utara, Jumat (10/7/2026). Agenda ini menghadirkan pembicara utama Teacher Khun Kob asal Thailand, seorang praktisi yang aktif membagikan edukasi mengenai kesehatan holistik, sebuah pendekatan kesehatan secara menyeluruh yang mencakup keseimbangan tubuh, pikiran, dan gaya hidup.

Pihak panitia mengonfirmasi pada Selasa (7/7/2026) bahwa lebih dari 600 peserta sudah mendaftarkan diri. Saat ini, kuota yang tersedia hanya menyisakan beberapa tempat saja.

Pengusaha sukses asal Bandung yang akrab dengan sapaan Bos Koi, Hartono Soekwanto, yang pernah menjalani terapi kesehatan ke Tanya Samui, memastikan diri bakal hadir dalam seminar tersebut. Panitia membagi acara ke dalam dua sesi, yakni pukul 10.00–12.30 WIB dan 14.00–17.00 WIB, agar peserta dapat memilih waktu yang paling sesuai.

Selain menyajikan seminar edukatif, panitia juga akan menggelar sesi Meet & Greet bersama Teacher Khun Kob dan Hartono Soekwanto pada hari yang sama. Melalui sesi khusus ini, para peserta mendapatkan kesempatan berharga untuk bertemu langsung dan berinteraksi secara interaktif dengan keduanya.

Panitia mengimbau masyarakat yang berminat untuk segera melakukan pendaftaran karena jumlah kursi di lokasi semakin terbatas. Calon peserta dapat mendaftar dengan memindai QR Code yang tercantum pada materi publikasi resmi acara. Pemerintah dan penyelenggara berharap seminar ini mampu menjadi sarana edukasi efektif bagi warga yang ingin menambah wawasan seputar pola hidup sehat.

Hartono Soekwanto Beberkan Pengalaman Terapi Sel Mati

Hartono Soekwanto menjelaskan bahwa metode penanganan ini memberikan hasil yang luar biasa bagi tubuhnya. Menurutnya, banyak orang yang sudah merasakan langsung khasiat nyata dari konsep kesehatan tersebut.

“Suatu keajaiban. Banyak juga yang dapat manfaat. Makanya kali ini banyak sekali yang ikut. Jadi… Jadi sel-sel mati itu di Tanya Holistik itu dibuang,” ungkap Hartono Soekwanto.

“Banyak juga manfaat dari sana kira-kira begitu it’s about removing dead cell ya itu yang yang tanya holistik ini mengajarkan dan memberikan faedah kepada kita semua,” tambahnya.

Mengenal Profil dan Metode Detoks Unik Khun Kob

Teacher Khun Kob merupakan pendiri sekaligus guru utama di Tanya Samui Holistic Health Retreat yang berpusat di Koh Samui, Thailand. Ia meraih popularitas berkat pendekatan kesehatannya yang unik, di mana ia mengevaluasi kondisi kesehatan pasien melalui kotoran (feses) untuk merancang program detoksifikasi serta penyembuhan.

Pusat kesehatan miliknya menawarkan berbagai program terpadu yang berfokus pada pendekatan holistik terhadap kesejahteraan tubuh manusia. Mengingat metode ini sangat berbeda dari praktik medis standar pada umumnya, pengalaman para tamu yang pernah berkunjung ke sana pun sangat bervariasi.

Oleh karena itu, masyarakat sangat disarankan untuk tetap berkonsultasi dengan tenaga medis profesional atau dokter sebelum mengikuti program kesehatan apa pun yang melibatkan perubahan pola makan ekstrem atau prosedur detoksifikasi tertentu, guna memastikan keamanan bagi kondisi tubuh masing-masing.

(Irfansyah)

Terpilih Jadi Rektor Unigal, Dr. Tita Langsung Dihadapkan Masalah 850 Mahasiswa yang Mandek

0

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Panitia seleksi telah merampungkan seluruh proses penyaringan Rektor Universitas Galuh (Unigal) Ciamis. Ketua Dewan Pembina Unigal, Agun Gunandjar Sudarsa, menjelaskan bahwa timnya menjalankan seleksi ini secara bertahap melalui penilaian objektif dari pengurus yayasan serta tim independen pimpinan Prof. Uman dan Prof. Syamsu.

Dari total 13 dosen yang memenuhi kriteria awal, tim penilai menyaring para pendaftar hingga mengerucut menjadi lima kandidat untuk menjalani tahapan uji publik. Proses kompetisi yang ketat tersebut kemudian menyisakan dua kandidat akhir, yaitu Dr. Tita dan Dr. Dewi.

Melalui rangkaian penilaian komprehensif ini, Dr. Tita akhirnya keluar sebagai Rektor Unigal terpilih yang baru. Kemenangan Dr. Tita juga mendapatkan dukungan penuh dari Dr. Dewi, yang secara berlapang dada mengakui keunggulan jam terbang serta pengalaman koleganya tersebut.

Rektorat Baru Wajib Bedah Masalah 850 Mahasiswa Mandek

Usai prosesi pelantikan, sederet tugas berat langsung menanti rektor baru. Agun menyebut bahwa Unigal saat ini sedang menghadapi tantangan serius berupa tren penurunan jumlah mahasiswa baru—sebuah fenomena yang menurutnya juga tengah melanda berbagai kampus lain di Indonesia.

Selain urusan penurunan pendaftar baru, pihak yayasan juga menyoroti nasib sekitar 850 mahasiswa lama yang studinya berjalan mandek (stagnant). Terkait dua persoalan krusial ini, Dewan Pembina menginstruksikan rektorat baru segera menggelar riset mendalam. Tujuannya untuk memetakan akar penyebab masalah secara akurat.

Agun juga menekankan pentingnya mengawal visi besar Unigal sebagai kampus konservasi budaya. Ia meluruskan pemahaman publik bahwa konservasi budaya di lingkungan Unigal tidak boleh hanya terjebak pada urusan pementasan seni tari atau sekadar ritual berkunjung ke situs-situs bersejarah. Visi ini harus mewujud nyata dalam implementasi nilai-nilai lokal, yaitu Budaya Galuh yang berlandaskan asas asah, asih, dan asuh.

“Contoh konkretnya adalah penegakan kawasan bebas rokok dan pembiasaan pola hidup bersih di lingkungan kampus. Hingga rencana penggunaan busana adat Galuh pada hari-hari tertentu,” ujar Agun.

Di akhir dialog, wartawan sempat meminta tanggapan Agun mengenai dinamika politik daerah terkait pengisian posisi Wakil Bupati Ciamis yang masih kosong. Namun, politisi senior ini enggan berkomentar jauh dan menegaskan bahwa persoalan tersebut sepenuhnya menjadi wewenang serta hak prerogatif Bupati Ciamis.

(IrfansyahRiza)