spot_imgspot_img
Rabu 15 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 31

Diduga Sopir Mengantuk, Truk Bermuatan Jagung Terjun ke Jurang di Kawali Ciamis

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Sebuah truk bermuatan jagung mengalami kecelakaan tunggal dan masuk ke dalam jurang di pinggir Jalan Raya Panawangan-Kawali, tepatnya di wilayah Desa Purwasari, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sebuah truk bermuatan jagung mengalami kecelakaan tunggal dan masuk ke dalam jurang di pinggir Jalan Raya Panawangan-Kawali, tepatnya di wilayah Desa Purwasari, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (8/7/2026).

Beruntung, insiden tersebut tidak menelan korban jiwa. Sang pengemudi hanya mengalami syok ringan, meski hantaman keras membuat bodi depan kendaraan rusak parah.

Baca Juga: Terpilih Jadi Rektor Unigal, Dr. Tita Langsung Dihadapkan Masalah 850 Mahasiswa yang Mandek

Dede, seorang warga setempat yang menyaksikan kejadian tersebut menceritakan kronologi awal peristiwa. Awalnya, truk melaju dengan kecepatan sedang dari arah Kecamatan Panawangan menuju Kecamatan Kawali. Namun, saat melintasi lokasi kejadian, kendaraan tersebut mendadak kehilangan keseimbangan.

“Saya melihat langsung mobil itu oleng, kemudian langsung terjun bebas ke dalam jurang di pinggir jalan,” ungkap Dede pada Rabu (8/7/2026).

Dede menduga kuat bahwa pengemudi kehilangan kendali atas laju kendaraannya karena tidak menguasai medan jalan yang menurun tajam dan berkelok-kelok. Jarak tempuh perjalanan yang jauh juga memperbesar risiko kecelakaan tersebut.

“Dugaan saya sopirnya mengantuk berat karena baru saja menempuh perjalanan yang cukup jauh,” tambah Dede.

Sesaat setelah kecelakaan terjadi, warga sekitar langsung berhamburan menuju lokasi untuk memberikan pertolongan. Mereka bergotong-royong mengevakuasi sopir yang sempat terjebak di dalam kabin kemudi truk.

“Alhamdulillah, sopir selamat dan tidak mengalami luka yang serius,” pungkas Dede.

(Husen Maharaja)

Sawala Budaya Sunda, Ketum PM Gatra: Bibit Kelapa Simbol Kehidupan

0
Bibit Kelapa fokusjabar.id
Ketum PM Gatra menyerahkan Bibit Kelapa sebagai simbol kehidupan

GARUT, FOKUSJabar.id: Bibit Kelapa yang di serahkan saat acara Sawala Budaya Sunda di Museum Bumi Nyai Tanggulun Kecamatan Balubur Limbangan Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) bukan sekadar tanaman yang di pindahkan dari satu tempat ke tempat lain.

Menurut Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Holil Aksan Umarzen, bibit kelapa tersebut merupakan simbol kehidupan, keberlanjutan dan harapan.

BACA JUGA:

Wanoja Gatra Tamu Kehormatan Sawala Budaya Sunda

“Pohon Kelapa tumbuh perlahan, berakar kuat, menjulang tinggi dan memberi manfaat dari akar hingga pucuknya. Demikian pula nilai-nilai budaya dan kearifan leluhur harus di tanamkan kepada generasi penerus agar tumbuh menjadi peradaban yang kokoh dan bermanfaat,” kata Holil, Rabu (8/7/2026).

Dia menegaskan, Pusaka Indung mengajarkan bahwa warisan paling berharga bukanlah benda semata. Melainkan jati diri, adab, ilmu, akhlak dan nilai-nilai luhur yang di wariskan turun-temurun.

“Benda pusaka hanya menjadi simbol. Sedangkan ruhnya adalah kebijaksanaan yang hidup dalam perilaku manusia,” ungkapnya.

Holil menyebut, filosofi Limbangan Ngadaun Ngora melambangkan lahirnya tunas-tunas baru. Daun muda adalah lambang regenerasi, semangat pembaruan dan harapan masa depan.

Sebagaimana pohon yang terus mengeluarkan daun baru tanpa meninggalkan akarnya. Demikian pula masyarakat Garut Utara harus terus melahirkan generasi yang berkarakter, berbudaya dan berakhlak mulia tanpa tercerabut dari akar sejarahnya.

Sementara Tunggul Galuh Pakuan Pajajaran merupakan simbol akar peradaban Sunda. Tunggul bukanlah akhir kehidupan, melainkan pangkal tumbuhnya tunas baru.

Dia mengingatkan bahwa kemajuan hanya akan bermakna apabila di bangun di atas fondasi sejarah, budaya dan kearifan para leluhur.

“Prosesi Nurunkeun Pusaka Indung dengan menyerahkan bibit kelapa menjadi ikhtiar untuk menyatukan masa lalu, masa kini dan masa depan,” ucapbta.

“Menjaga pusaka bukan berarti hidup dalam romantisme sejarah. Melainkan menanamkan nilai-nilai luhur agar terus hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat,” Holil menambahkan.

BACA JUGA:

Bupati Garut Terima Petugas Sensus Ekonomi 2026

Bibit Kelapa adalah harapan, Pusaka Indung adalah jati diri. Limbangan Ngadaun Ngora adalah regenerasi dan Tunggul Galuh Pakuan Pajajaran adalah akar peradaban.

Karenanya, merawat pusaka sejatinya adalah merawat masa depan, menanam nilai hari ini agar berbuah kemuliaan bagi generasi yang akan datang.

Itulah makna Nyawang Mangsa Kahareupna (memandang masa depan) dengan berpijak pada akar budaya dan warisan leluhur.

(Bambang Fouristian)

Bupati Garut Terima Petugas Sensus Ekonomi 2026

0
Bupati garut sensus ekonomi fokusjabar.id
Bupati Garut,Abdusy SyakurAmin saat menerima {etugas Sensus Ekonomi

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin menerima kedatangan petugas Sensus Ekonomi 2026 di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Rabu (8/7/2026).

Syakur menyambut baik kehadiran petugas Sensus sebagai bentuk komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mendukung program strategis nasional.

BACA JUGA:

Wanoja Gatra Tamu Kehormatan Sawala Budaya Sunda

Bupati Garut telah memberikan data yang di perlukan kepada petugas sensus.

Dia menegaskan, partisipasi aktif dari seluruh pihak sangat menentukan arah kebijakan pembangunan ekonomi Kabupaten Garut ke depan.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat dan juga pelaku usaha untuk menerima petugas sensus ekonomi tahun 2026. Mereka membawa tanda pengenal resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS),” ucapnya.

Bupati Garut mengimbau dan mengajak seluruh elemen masyarakat. Khususnya para pelaku usaha untuk menyambut baik kehadiran para petugas.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu atau takut dalam memberikan informasi. Kerahasiaan data yang di sampaikan oleh responden di jamin sepenuhnya oleh hukum.

BACA JUGA:

Pemkab Garut Laksanakan Orientasi PPPK 2026

“Berikan data yang benar dan lengkap, karena data di jamin kerahasiaannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan hanya di gunakan untuk kepentingan statistik,” ungkapnya.

“Partisipasi kita semua sangat penting untuk menghasilkan data ekonomi yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan perencanaan pembangunan, penguatan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” Syakur menambahkan.

Bupati Garut menyerukan gerakan bersama demi menyukseskan agenda sepuluh tahunan ini untuk kemajuan daerah.

(Bambang Fouristian)

Wanoja Gatra Tamu Kehormatan Sawala Budaya Sunda

0
sawala budaya sunda fokusjabar.id
Ketum dan Wanoja Gatra

GARUT, FOKUSJabar.id: Wanoja Gatra dan Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra) hadir dalam acara Sawala Budaya Sunda di Musieum Bumi Nyai Tanggulun Kecamatan Balubur Limbangan.

Acara tersebut di selenggarakan dalam rangka pelestarian Budaya Sunda. Yakni, Ngalunsurken Pusaka Indung ke X.

BACA JUGA:

Sawala Adat Budaya Sunda 10 Segera Digelar di Museum Bumi Nyai Tanggulun Garut

PM Gatra bersama Wanoja Gatra sebagai tamu kehormatan dan juga selaku pribumi.

Tampak para Wanoja dan bapak-bapak mengenakan busana tradisional (kebaya, baju pangsi), menambah semarak suasana acara.

Kehadiran mereka menjadi bentuk nyata dukungan terhadap upaya menjaga, melestarikan dan mengembangkan warisan budaya daerah Garut. Khususnya budaya Sunda yang ada di wilayah Kecamatan Balubur Limbangan.

Spanduk “Wilujeng Sumping” dan “Ngalungsurkeun Pusaka Indung”  Lokasi Museum Nyai Tanggulun menjadi simbol keramahan sekaligus pengingat pentingnya merawat pusaka leluhur agar tetap hidup di tengah generasi sekarang.

sawala budaya sunda fokusjabar.id
Sawala Budaya Sunda

Humas PM Gatra, Leli Permata mengatakan, kegiatan tersebut sebagai salah satu bentuk sosialisasi ke masyarakat adat.

Menurutnya, keikutsertaan ini menunjukkan komitmennya sebagai bagian dari masyarakat yang peduli budaya, gotong royong serta silaturahmi demi Garut yang lebih berkarakter dan berbudaya.

Ketum PM Gatra, Holil Aksan Umarzen menegaskan, Sawala Budaya Sunda merupakan bagian yang sangat penting.

Kehadiran Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, ke depan bisa menjadi perhatian Pemkab untuk membantu kelancaran Sawala Budaya Sunda.

BACA JUGA:

Nelayan Pantai Santolo Garut “Ngarumat Sagara Ngamumule Budaya Basisir”

Holil menegaskan, ke depan orang Sunda harus lebih maju dan serius dalam mempertahankan dan melestarikan budaya serta tradisi adat istiadat Sunda.

“Mari kita jadikan momentum Sawala Budaya Sunda untuk membangkitkan budaya leluhurSunda,” ucap Holil.

Kadispora Garut, Beni Yoga Gunasantika mengaku bangga dan memberikan apresiasi kepada Nyai Tanggulun yang telah konsisten dalam mempertahankan sekaligus melestarikan budaya, adat istiadat dan tradisi ke-sundaan.

“Insyaallah ke depan bisa bekerja sama dan berkolaborasi. Sehingga menjadi agenda rutin tahunan,” singkat Beni.

(Bambang Fouristian)

Pemkab Garut Laksanakan Orientasi PPPK 2026

0
Pemkab garut fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut Jawa Barat (Jabar) memperkuat kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui penyelenggaraan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2026 di Aula Rektorat Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut, Jalan Terusan Pahlawan Kecamatan Tarogong Kidul.

Orientasi ini di ikuti sebanyak 2.400 peserta sebagai bagian dari upaya Pemkab Garut membekali PPPK dengan pemahaman mengenai tugas, fungsi, hak, kewajiban serta etika dalam menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintah.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Pengendalian Transparansi Keuangan

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menjelaskan, meskipun orientasi di laksanakan secara daring, pemerintah daerah menerapkan sistem pengawasan yang ketat dengan memanfaatkan teknologi face recognition untuk memastikan kehadiran peserta.

“Tapi kita punya mekanisme yang ketat. Jadi kita menggunakan face recognition. Sehingga kehadiran peserta itu bisa terdeteksi,” katanya.

Syakur mengakui pelaksanaan orientasi bagi PPPK formasi tahun 2023 mengalami keterlambatan karena adanya berbagai keterbatasan.

Namun menurutnya, kegiatan tersebut sangat penting agar seluruh PPPK memahami tugas pokok dan fungsi, hak dan kewajiban serta mampu beradaptasi dengan lingkungan birokrasi.

BACA JUGA:

Aksi Damai Relawan SPPG, Bupati Garut Dukung Program MBG

Rangkaian kegiatan di isi dengan penandatanganan fasilitas jaminan bersama PT Taspen (Persero) sebagai bentuk pemenuhan hak peserta setelah berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara.

Bupati Garut turut mengapresiasi Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) atas penyelenggaraan orientasi dengan jumlah peserta yang mencapai 2.400 orang.

Kepala BKD Garut, Kristanti Wahyuni menyampaikan, ASN memiliki peran strategis sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, sekaligus perekat persatuan bangsa.

Oleh karena itu, orientasi menjadi tahapan penting dalam proses adaptasi bagi PPPK.

“Melalui kegiatan ini di harapkan seluruh peserta memiliki persepsi yang sama mengenai pentingnya orientasi sebagai bagian dari kemampuan kompetensi dan peningkatan kualitas sumbe daya aparatur,” ucapnya.

Sebanyak 2.400 peserta orientasi merupakan PPPK formasi tahun 2023 yang terdiri atas 1.289 PPPK tenaga pendidik dan 1.111 PPPK tenaga kesehatan.

BACA JUGA:

Dede Salahudin Ungkap Penyebab IPM Garut Ranking 2 Terbawah di Jabar

Melalui orientasi ini, Pemerintah Kabupaten Garut berharap seluruh PPPK memiliki kompetensi, profesionalisme dan integritas yang semakin baik. Sehingga mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas kepada masyarakat.

(Bambang Fouristian)

Polres Bekuk ARM Anggota DPRD Kota Banjar

0
Polres Banjar fokusjabar.id
(foto: web)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjar berinisial ARM yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) akhirnya berhasil di bekuk Polres Banjar Polda Jabar.

Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro membenarkan bahwa anggota DPRD yang statusnya DPO berinisial ARM sudah di tangkap.

BACA JUGA:

Kepala BPKPD Banjar Tegaskan Tower Maut Bukan Aset Pemkot, Sudah Laku Dilelang Sejak 2025 Lalu

Namun orang nomor satu di Polres Banjar ini tidak menjelaskan secara rinci soal waktu penangkapan dan tempat ARM di tangkap.

“Ya benar, ARM sudah di tangka,” singkatnya, Rabu (8/7/2026).

Sebelumnya, Polres Banjar sudah menetapkan ARM sebagai tersangka dalam dugaan kasus penipuan dan penggelapan. Namun karena tidak kooperaktif, polisi memasukan ARM ke DPO.

Bahkan Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Banjar menyatakan telah menyelesaikan tahapan pemeriksaan terhadap ARM, anggota DPRD Kota Banjar yang mangkir dalam 10 kali rapat paripurna secara berturut-turut.

(Agus Purwadi)

Cara Daftar Bansos Online di Sumedang Lewat Perlinsos Digital 2026

0
Perlinsos digital fokusjabar.id
(foto: sumedangkab.go.id)

SUMEDANG, FOKUSJabar.id: Kabupaten Sumedang Jawa Barat (Jabar) menjadi salah satu daerah yang di percaya pemerintah sebagai lokasi uji coba penerapan pendaftaran Bantuan Sosial (Bansos) melalui sistem Perlinsos Digital 2026.

Penunjukan tersebut di lakukan seiring keberhasilan Sumedang dalam mengembangkan digitalisasi pemerintahan melalui penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

BACA JUGA:

Sumedang Targetkan Zero Waste, SKPD Siap Diterapkan Reward dan Punishment

Melalui sistem baru ini, masyarakat dapat mengajukan Bansos secara daring dengan proses yang lebih sederhana.

Kehadiran Perlinsos Digital menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat transformasi layanan publik. Khususnya di bidang perlindungan sosial.

Digitalisasi layanan tersebut di harapkan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai program bantuan pemerintah.

Selain lebih praktis, proses pengajuan juga di rancang agar berlangsung lebih cepat, transparan dan tepat sasaran.

Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) merupakan serangkaian kebijakan dan program yang di jalankan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat miskin, kelompok rentan serta warga yang terdampak risiko sosial. Baik akibat tekanan ekonomi maupun bencana sosial.

Program ini bertujuan mengurangi beban hidup masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, sekaligus mendorong kemandirian para penerima manfaat.

Sebagai bagian dari transformasi digital, pemerintah menghadirkan Perlinsos Digital 2026 sebagai sistem yang memungkinkan masyarakat mengajukan bantuan sosial secara online tanpa harus melalui prosedur administrasi yang panjang seperti sebelumnya.

BACA JUGA:

Pemkab Sumedang Perkuat Daya Saing UMKM Lewat Program UMKM Naik Kelas 2026

Melalui Perlinsos Digital, proses pendaftaran dapat di selesaikan hanya dalam hitungan menit.

Sistem ini merupakan platform perlindungan sosial digital terintegrasi pertama di Indonesia yang di kembangkan untuk mempermudah akses masyarakat terhadap berbagai program bantuan. Termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Layanan tersebut dapat di manfaatkan oleh masyarakat yang ingin mengajukan diri sebagai calon penerima Bansos.

Selain itu, sistem ini juga menyediakan fasilitas untuk mengecek kelayakan penerima bantuan hingga menyampaikan sanggahan apabila di temukan data yang tidak sesuai.

Penerapan Perlinsos Digital bertujuan meningkatkan akurasi data penerima bantuan sosial. Sehingga penyaluran bantuan menjadi lebih tepat sasaran.

Sistem ini juga di harapkan mampu meminimalkan kesalahan distribusi bantuan serta mempercepat proses verifikasi data.

Perlinsos Digital di bangun menggunakan fondasi Digital Public Infrastructure (DPI), sehingga dapat menghubungkan data kependudukan dari berbagai instansi pemerintah secara real-time.

Integrasi tersebut memungkinkan proses verifikasi berlangsung lebih cepat sekaligus meningkatkan transparansi dalam pengelolaan data.

Dengan sistem yang saling terhubung, potensi kesalahan akibat penggunaan data yang belum di perbarui dapat di minimalkan.

Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, Perlinsos Digital juga di harapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan anggaran perlindungan sosial oleh pemerintah.

Masyarakat dapat melakukan pendaftaran bantuan sosial secara mandiri menggunakan smartphone.

Agar proses login dan registrasi berjalan lancar, pengguna perlu memastikan Identitas Kependudukan Digital (IKD) telah diaktifkan pada perangkat yang digunakan.

Bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan perangkat atau mengalami kendala dalam mengakses layanan digital, proses pendaftaran tetap dapat di lakukan melalui Agen Perlinsos yang tersedia di desa atau kelurahan setempat.

(Jingga Sonjaya)