TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Ketua Umum PaSI Provinsi Jawa Barat, Hj. Euis Siti Julaeha, resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Pengurus Daerah Pasundan Istri (PD PaSI) Kota Tasikmalaya masa bakti 2026-2031 di bawah kepemimpinan Elin Herlina. Rangkaian prosesi yang berlangsung khidmat tersebut mengambil tempat di Aula Binangkit, Hotel Mandalawangi, Jalan R.E. Martadinata, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Selasa (7/7/2026).
Sejumlah tokoh dan perwakilan organisasi perempuan turut menghadiri dan menyaksikan langsung momen sakral ini. Di antara para undangan, tampak hadir Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Tasikmalaya Susi Susanti beserta jajaran pimpinan organisasi kewanitaan lainnya.
Baca Juga: Musim Kemarau Ancam Kesehatan, Dinkes Kota Tasikmalaya Waspadai ISPA, DBD, Diare hingga Dehidrasi
Momen pelantikan organisasi perempuan Sunda ini sekaligus menandai tonggak awal kebangkitan semangat para pengurus baru. Mereka siap menggulirkan berbagai program strategis di bidang kebudayaan, aksi sosial, dan pemberdayaan perempuan.
Ketua PD PaSI Kota Tasikmalaya terpilih, Hj. Elin Herlina, menjelaskan bahwa komposisi kepengurusan baru ini merupakan buah manis dari pelaksanaan Konferensi Daerah beberapa waktu lalu. Ia mengakui, organisasi perempuan Sunda saat ini memikul tantangan besar seiring memudarnya nilai-nilai kearifan lokal akibat gempuran kebudayaan asing.
“Di era digitalisasi sekarang, pengaruh budaya asing sangat kuat, sementara banyak yang masih menganggap terutama kalangan anak muda beranggapan jika mendalami seni dan budaya tradisional itu kolot,” ungkap Elin Herlina, Selasa (7/7/2026).
Menatap Visi Dasawaluya dan Siagakan 134 Anggota
Merespons fenomena sosial tersebut, PaSI berkomitmen penuh mengembalikan rasa bangga masyarakat terhadap kebudayaan Sunda. Sebagai langkah awal, Elin akan memprioritaskan konsolidasi internal organisasi demi membangun tim yang solid dan kompak untuk merawat nilai-nilai lokal.
“PaSI punya visi mewujudkan perempuan Indonesia sesuai Dasawaluya yang menjadi pedoman dalam menjalankan program. Dari visi besar ini, kami ingin membentuk perempuan Sunda yang cerdas, berkarakter, dan mencintai budaya-budaya lokal daerah,” tutur Elin.
Di samping fokus pada isu kelestarian budaya, PaSI Kota Tasikmalaya juga menaruh perhatian besar pada aksi kemanusiaan. Mereka telah merancang agenda pendampingan bagi anak-anak kurang mampu, pembinaan panti asuhan, serta berbagai aktivitas sosial yang menyentuh langsung hajat hidup masyarakat.
Saat ini, PD PaSI Kota Tasikmalaya mengonsolidasikan kekuatan dari 134 anggota aktif. Elin menilai modal SDM tersebut sudah sangat ideal untuk menggerakkan roda perubahan di masa depan.
“134 anggota ini siap bergerak. Mulai dari bidang sosial, budaya, sampai pemberdayaan perempuan. Kami ingin hadir dan memberi manfaat nyata di tengah-tengah masyarakat,” urai Elin menambahkan.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, yang hadir dalam acara tersebut melontarkan apresiasi tinggi terhadap komitmen kuat Pasundan Istri dalam mengawal kelestarian nilai-nilai lokal. Ia memandang organisasi ini memegang peran krusial sebagai motor penggerak kebudayaan di tengah pusaran arus globalisasi.
“Kami sangat mengapresiasi peran Pasundan Istri dalam menjalankan program organisasinya. Menjaga dan melestarikan budaya Sunda, bukan hanya tugas pemerintah, namun menjadi tugas seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi perempuan seperti PaSI yang baru saja dilantik hari ini,” kata Dicky Candra.
Bagi Dicky, kebudayaan merupakan warisan leluhur yang merepresentasikan ciri dan identitas fundamental suatu bangsa. Ketika masyarakat mampu menjaga identitas tersebut, maka generasi muda akan memiliki fondasi akar dan jati diri yang kokoh.
“Kami harapkan, organisasi ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga dan memajukan nilai-nilai budaya daerah di tengah-tengah masyarakat terutama di kalangan anak muda yang menjadi generasi penerus bangsa,” pungkasnya.
(Seda)



