BOGOR,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Bogor terus memperkuat komitmen dalam menyediakan hunian berkualitas bagi warga. Langkah Pemkab Bogor menyediakan rumah layak, aman, dan nyaman kini memperoleh dukungan penuh dari Pemerintah Pusat melalui penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Pemkab Bogor menjalin sinergi erat bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Kolaborasi ini memicu percepatan penuntasan masalah RTLH di berbagai pelosok wilayah Kabupaten Bogor.
Baca Juga: HUT IBI ke-75, Plt Bupati Bekasi Soroti Dedikasi Bidan dalam Pelayanan Kesehatan
Sinergi APBD dan Dukungan Kementerian PKP
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa penyediaan tempat tinggal layak menjadi program prioritas pemerintah daerah. Pemkab Bogor secara bertahap terus mengikis jumlah rumah yang berada di bawah standar kelayakan.
Setiap tahun, Pemkab Bogor mengucurkan anggaran APBD untuk merenovasi sekitar 2.750 unit rumah warga. Program bedah rumah ini telah berjalan sejak tahun 2025 dan akan terus melaju pada tahun-tahun berikutnya.
Guna mempercepat jangkauan bantuan, Bupati Bogor mengaitkan langkah daerah dengan kebijakan pusat. Dukungan Kementerian PKP di bawah kepemimpinan Menteri Maruarar Sirait mempercepat penanganan 6.500 unit RTLH di Kabupaten Bogor.
“Alhamdulillah, ikhtiar menghadirkan rumah yang layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat terus kami lakukan sebagai salah satu program prioritas. Dukungan dari Pemerintah Pusat menjadi penguat agar upaya ini dapat berjalan lebih cepat dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Bogor,” ujar Rudy Susmanto.
Rudy menginstruksikan agar proses renovasi memegang teguh prinsip ketepatan sasaran, keterbukaan, serta berbasis data akurat. Hal ini menjamin bantuan pemerintah murni menyasar warga yang benar-benar membutuhkan.
Dongkrak Ekonomi Lokal dan Kualitas Kesehatan
Program perbaikan rumah ini memberikan efek ganda yang menguntungkan sektor ekonomi warga. Proses pembangunan menyerap tenaga kerja lokal serta menggairahkan bisnis bahan bangunan, seperti toko material, pengrajin semen, pemasok pasir, hingga produsen cat.
Peningkatan kualitas hunian juga berdampak langsung pada perbaikan derajat kesehatan masyarakat. Lingkungan rumah yang bersih dan sehat mendorong pola hidup warga yang lebih produktif.
Rudy optimistis sinergi antara Pemkab Bogor dan Pemerintah Pusat mampu merealisasikan hunian layak secara merata demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Mohon doa dan dukungannya agar ikhtiar ini berjalan lancar serta membawa manfaat bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” kata Rudy.
(Jingga Sonjaya)



