spot_imgspot_img
Sabtu 25 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 312

Jawab Kesenjangan Industri Digital, Prodi PR Tel-U Kembangkan Kurikulum Adaptif

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Program Studi (Prodi)  Digital Public Relations (DPR) Telkom University (Tel-U) terus memperkuat relevansi kurikulum agar selaras dengan kebutuhan industri digital yang dinamis.

Upaya tersebut di wujudkan melalui Workshop Pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) semester genap 2025–2026 yang di gelar Senin-Selasa (19-20/01/2025).

Kegiatan yang di ikuti seluruh dosen pengampu mata kuliah ini menjadi bagian dari strategi peningkatan mutu akademik sekaligus langkah konkret menjawab kesenjangan antara kompetensi lulusan dan tuntuan industri digital. Terlebih di bidang  digital public relations.

Workshop ini secara khusus membahas penyusunan dan peninjauan RPS berbasis dampak (impact-based curriculum) dalam kerangka kurikulum adaptif Tel-U.

BACA JUGA: Tel U Choir Buat Bangga Indonesia di 9th International Krakow Choir Festival Polandia

Pendekatan tersebut menekankan bahwa setiap mata kuliah harus memiliki kontribusi nyata dan terukur terhadap penguatan kompetensi mahasiswa.

Kaprodi  Digital Public Relations Tel-U, Sri Dewi Setiawati menegaskan bahwa RPS tidak lagi diposisikan sekadar dokumen  administratif.

RPS Peta Pembelajaran Relevan

Melalui kurikulum adaptif, setiap mata kuliah di tuntut memiliki dampak yang jelas terhadap capaian pembelajaran mahasiswa.

“RPS menjadi peta jalan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri digital,” kata Sri.

Hadir dalam workshop tersebut praktisi industri Ujang Rusdianto sebagai narasumber eksternal. Dia menekankan pentingnya penyelarasan materi ajar dengan realitas dan tantangan dunia kerja.

Menurut dia, RPS ideal harus mampu mengintegrasikan pembelajaran berbasis proyek, studi kasus aktual, serta pemanfaatan teknologi digital dalam proses belajar-mengajar.

“Mahasiswa perlu di biasakan dengan persoalan riil industri sejak di bangku kuliah. Dengan begitu, mereka tidak hanya paham konsep, tetapi juga siap secara praktik,” kata Ujang.

Hal senada di sampaikan Sekretaris Prodi DPR Moch Armien Syifaa Sutarjo. Dia mengatakan, pengembangan RPS dilakukan secara komprehensif dengan menyesuaikan kebutuhan industri terkini.

Sehingga materi pembelajaran mencakup penguasaan data dan analitik digital, dan manajemen reputasi daring. Kemudian juga mencakup strategi komunikasi berbasis platform digital, pemanfaatan kecerdasan buatan dalam kehumasan, hingga kemampuan digital storytelling.

Pengembangan RPS ini juga memperkuat penerapan project-based learning, yang mendorong mahasiswa terlibat langsung dalam penyelesaian persoalan nyata industri.

“Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa dilatih berpikir kritis, adaptif, dan kolaboratif, sekaligus membangun portofolio karya yang relevan sebagai bekal memasuki dunia kerja,” kata Armien.

Tentu hal ini juga berdampak pada peningkatan kualitas asesmen pembelajaran. Evaluasi dirancang tidak hanya mengukur capaian akademik, tetapi juga kemampuan praktis, etika profesi, serta kesiapan kerja lulusan.

Melalui workshop ini, Prodi DPR Tel-U menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas pembelajaran dan relevansi kurikulum.

Dengan kurikulum adaptif berbasis dampak, Prodi DPR Tel-U optimistis mampu melahirkan lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan siap berkontribusi di tengah ekosistem industri digital, baik di tingkat nasional maupun global.

(LIN)

Santri Pesantren Cipasung Tasikmalaya Kuasai AI dan Robotik, Wapres Gibran Terpukau

0
Tasikimalaya, FOKUSJabar.id
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, saat melakukan kunjungan kerja ke Pesantren Cipasung Tasikmalaya

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pondok pesantren kini tak lagi identik semata dengan pendidikan keagamaan konvensional. Di Pondok Pesantren Cipasung, Kabupaten Tasikmalaya, para santri justru tampil di garda depan penguasaan teknologi masa depan, mulai dari robotika hingga Artificial Intelligence (AI).

Terobosan para santri ini bahkan mendapat perhatian langsung Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, saat melakukan kunjungan kerja ke Pesantren Cipasung, Selasa (20/01/2025). Dalam kunjungannya, Wapres meninjau langsung proses pembelajaran AI dan robotik sebagai bagian dari akselerasi transformasi digital santri.

Inovasi yang dihasilkan para santri Cipasung dinilai sejalan dengan visi pemerintahan Prabowo–Gibran dalam membangun sumber daya manusia unggul dan mempercepat transformasi digital nasional.

Baca Juga: Wapres Gibran Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di SMAN 2 Tasikmalaya

Empat Hari Pelatihan, Santri Hasilkan Robot Cerdas

Salah satu hal yang membuat Wapres Gibran terkesan adalah kecepatan adaptasi santri terhadap teknologi. Hanya melalui pelatihan intensif selama empat hari, para santri berhasil menghadirkan dua inovasi berbasis AI dan robotik yang aplikatif dan visioner.

Robot Tong Sampah Otomatis, Jawaban Masalah Lingkungan

Inovasi pertama diperkenalkan oleh Asep Didin bersama timnya berupa robot tong sampah otomatis. Dengan memanfaatkan sensor ultrasonik, alat ini mampu mendeteksi tangan yang mendekat dan membuka tutup tong sampah secara otomatis.

“Inovasi ini kami rancang untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Sampah masih menjadi persoalan serius, dan teknologi bisa menjadi solusi yang efektif sekaligus menarik,” ujar Asep.

Menanggapi karya tersebut, Wapres Gibran memberikan catatan pengembangan. Meski prototipe masih menggunakan material sederhana, ia mendorong agar robot tersebut dikembangkan lebih lanjut hingga mampu memilah sampah organik dan non-organik secara otomatis.

Smart City Berbasis AI, Kontribusi Santri Menuju Indonesia Emas

Inovasi kedua datang dari Sara Sherly Virginia dan timnya yang mempresentasikan konsep Smart City berbasis AI. Sistem ini mencakup palang pintu otomatis yang terbuka saat kendaraan melintas, serta lampu jalan pintar yang menyala otomatis saat gelap dan mati saat terkena cahaya.

Menurut Sara, konsep tersebut merupakan wujud kontribusi santri dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045 melalui penerapan teknologi yang efisien dan berkelanjutan.

Pesan Wapres: AI Sudah Jadi Kebutuhan

Dalam sambutannya, Wapres Gibran menegaskan bahwa pengenalan AI di lingkungan pesantren merupakan langkah strategis dan bersejarah. Ia menilai santri tidak boleh tertinggal dalam arus besar transformasi digital.

“Santri itu akarnya kuat. Kalau beriringan dengan ilmu yang mengikuti perkembangan zaman, hasilnya luar biasa. AI bisa memudahkan santri dan guru dalam proses belajar. Semangat anak muda seperti ini harus terus kita dorong,” ujar Gibran.

Ia juga mengapresiasi salah satu santri bernama Fadil yang memaparkan pemanfaatan AI untuk membantu mengoreksi bacaan Al-Qur’an. Menurut Gibran, perpaduan iman dan ilmu pengetahuan adalah fondasi utama kemajuan bangsa.

Melihat potensi besar tersebut, Wapres Gibran meminta pemerintah daerah agar tidak menutup mata. Ia mendorong agar dapat memanfaatkan karya santri Pesantren Cipasung untuk pembangunan daerah, sekaligus ikutserta dalam kompetisi robotik tingkat nasional hingga internasional.

Inovasi yang lahir dari santri Pesantren Cipasung menjadi bukti bahwa sekat antara pendidikan tradisional dan teknologi modern kian runtuh. Dengan dukungan fasilitas dan pembinaan berkelanjutan, santri Indonesia siap menjadi aktor penting dalam kedaulatan teknologi global.

(Abdul)

Turnamen Bola Voli Ngabuburit Dandenpom Cup ke-13, Dibuka Bupati Garut

0
Dandenpom bupati garut@fokusjabar.id
Bupati Gartut, Abdusy Syakur Amin secara resmi membuka turnamen di Madenpom III/2 Garut.(foto; Dok)

GARUT, FOKUSJabar.id: Turnamen Bola Voli Ngabuburit Dandenpom Cup ke-13, secara resmi di buka oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, Selasa (20/1/2026). bertempat di Markas Detasemen Polisi Militer (Madenpom) III/2 Garut Jalan Veteran No.4, RW.10, Pakuwon.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim Bola Voli ngabuburit Dandenpom Cup ke-13 secara resmi di buka,” ungkap Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin.

Selain itu, Bupati Syakur juga mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta turnamen bola voli ngabuburit Dandenpom Cup ke-13.

Baca Juga: Turnamen Bola Voli Ngabuburit Dandenpom Cup III/2 Garut, Uang Pembinaan Rp26 Juta

“Selamat datang juga selamat bertanding secara sportif, kegiatan ini adalah ajang silaturahmi juga penyaluran hobi yang positif,” ucapnya.

Tidak hanya itu saja, lanjut Syakur, Turnamen Bola Voli Ngabuburit Dandenpom Cup ke-13 menjadi sarana dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan .

“Kegiatan ini, mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan kita sebagai anak bangsa. Selamat bertanding dengan penuh semangat, junjung tinggi sportifitas, dan tunjukan kemampuan,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Syakur juga berpesan kepada wasit untuk menjalankan tugas secara objektif dan jujur dengan penuh rasa tanggungjawab.

Pada pembukaan Turnamen Bola Voli Ngabuburit Dandenpom Cup ke-13 tahun 2026, terlihat hadir sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Garut serta tamu undangan lainnya.

Turnamen Bola Voli Ngabuburit Dandenpom Cup ke 13, memperebutkan piala tetap Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom), juga piala bergilir Bupati Garut.

Selain itu, Turnamen Bola Voli Ngabuburit Dandenpom Cup ke-13. Juga ada uang pembinaan sebesar Rp26 Juta bagi perserta.

Kegiatan Rutin

Kegiatan yang sudah menjadi agenda rutin Denpom III/2 Garut tersebut di ikuti oleh 60 club Bola Volly se- Kabupaten Garut.

Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) III/2 Garut, Letnan Kolonel CPM, Harmaji, S.H. Melalui Wadandenpom, Mayor CPM Ridwan Budiman, mengatakan bahwa turnamen merupakan kegiatan yang sudah rutin di laksanakan.

Baca Juga: Hendrik Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Cipamulihan Garut

“Turnamen Bola Voli Ngabuburit Dandenpom Cup merupakan kegiatan rutin, dan alhamdulilah tadi sudah di buka secara resmi oleh Bapak Bupati Garut,” jelasnya.

Selain itu, Mayor CPM Ridwan Budiman, menyampaikan, bahwa turnamen Bola Volley Ngabuburit Dandenpom Cup ke-13. Menjadi ajang tali silaturahmi dan mempererat persatuan dan kesatuan.

“Tidak hanya itu, kegiatan ini di adakan juga untuk mencari bibit pemain muda berbakat Bola Volley di Kabupaten Garut,” pungkasnya.

(Yud’s)

Atensi Bupati Herdiat, Puluhan Petani Ciamis Terima Bantuan Traktor

0
Ciamis, FOKUSJabar.id
Ketpot: Sepuluh Traktor roda dua yang diberikan Bupati Ciamis kepada 10 Kelompok tani

CIAMIS,FOKUSJAbar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis terus memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Salah satu langkah nyata di lakukan melalui penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda dua kepada sejumlah kelompok tani di wilayah Ciamis.

Bantuan tersebut di salurkan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis dengan pendampingan pengurus Tani Merdeka Indonesia (TMI) DPC Kabupaten Ciamis, Selasa (20/01/2026).

Baca Juga: Permainan Bandar Picu Harga Daging Tinggi di Ciamis

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Ape Ruswanda, mengatakan bantuan ini merupakan bentuk perhatian langsung Pemkab Ciamis terhadap kebutuhan petani dalam meningkatkan produktivitas lahan.

“Bantuan alsintan ini merupakan atensi langsung dari Bupati Ciamis, Bapak Herdiat Sunarya. Sebagai upaya mendorong kemajuan dan kesejahteraan petani,” ujar Ape.

Ia menjelaskan, bantuan traktor roda dua tersebut disalurkan kepada 10 kelompok tani yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Ciamis.

“Masing-masing kelompok tani menerima satu unit traktor. Jadi total ada 10 traktor roda dua yang kami serahkan,” jelasnya.

Menurut Ape, pemanfaatan alsintan harapannya mampu mempercepat proses pengolahan lahan pertanian. Sehingga petani tidak lagi bergantung pada cara manual yang memakan waktu dan biaya lebih besar.

“Dengan menggunakan traktor, pengolahan lahan menjadi lebih cepat dan efisien. Ini tentu berdampak pada pengurangan biaya produksi sekaligus meningkatkan hasil pertanian,” tambahnya.

Sementara itu, Pembina Tani Merdeka Indonesia (TMI) DPD Kabupaten Ciamis, Endang Sutrisna, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Ciamis atas perhatian yang diberikan kepada para petani.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Ciamis. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi petani, terutama untuk menekan biaya produksi saat musim tanam,” ungkap Endang.

Ia berharap, dengan adanya bantuan ini, kesejahteraan petani di Ciamis dapat terus meningkat. Seiring dengan efisiensi kerja dan peningkatan hasil panen.

“Mudah-mudahan dengan bantuan ini, para petani semakin sejahtera dan produktivitas pertanian di Ciamis semakin baik,” pungkasnya.

(Husen Maharaja)

Wapres Gibran Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di SMAN 2 Tasikmalaya

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wapres RI Gibran Rakabuming bersama Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan, saat meninjau MBG di SMAN 2 Kota Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah pusat terus mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai fondasi penting dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Program prioritas nasional ini dipastikan berjalan merata di daerah, termasuk di Kota Tasikmalaya.

Sebagai bentuk pengawasan langsung, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan peninjauan pelaksanaan MBG di SMAN 2 Tasikmalaya, Jalan R.E. Martadinata No. 261, Selasa (20/01/2026).

Baca Juga: Wapres Gibran Tinjau RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan program pemenuhan gizi bagi pelajar berjalan konsisten, tepat sasaran, dan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Dalam peninjauan itu, Wapres Gibran masuk ke sejumlah ruang kelas untuk melihat langsung proses pembagian makanan bergizi. Ia juga menyempatkan berdialog dengan para siswa dan guru guna mendengar langsung pengalaman mereka terkait pelaksanaan MBG.

Wapres menekankan kualitas makanan dan ketepatan distribusi. Serta keseimbangan kandungan gizi harus terus dijaga agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh peserta didik.

Ia juga mengingatkan, keberhasilan Program MBG tidak bisa berjalan sendiri. Membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.

Program MBG sendiri merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pemenuhan gizi sejak usia sekolah. Ini sebagai investasi jangka panjang menuju terwujudnya generasi unggul dan produktif, sekaligus menopang target Indonesia Emas 2045.

Program MBH Berjalan Lancar

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Tasikmalaya, Ina Reina Susanti, menyampaikan Program MBG di sekolahnya telah berjalan sejak 17 Februari 2025 dan hingga kini berlangsung dengan lancar.

“Pelaksanaan MBG di SMAN 2 Tasikmalaya berjalan baik. Para siswa sangat antusias karena kebutuhan makan siang mereka menjadi lebih teratur dan gizinya terpenuhi,” ujarnya.

Ia menyebutkan, hingga 19 Januari 2026, jumlah siswa penerima manfaat MBG di SMAN 2 Tasikmalaya mencapai 1.383 orang. Menurutnya, kendala teknis yang sempat muncul dapat diatasi melalui evaluasi rutin.

“Alhamdulillah, kendala distribusi sejauh ini bisa diatasi dengan baik,” katanya.

Ina juga menilai kunjungan Wakil Presiden sebagai bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap dunia pendidikan. Khususnya pelaksanaan program pemenuhan gizi di sekolah.

“Kami merasa bangga dan terhormat. Kehadiran Wapres menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan program,” tuturnya.

Dari sisi siswa, program MBG mendapat respons positif. Salah satu siswi SMAN 2 Tasikmalaya, Sherin Aprilia, mengaku bangga sekolahnya mendapat kunjungan langsung oleh Wakil Presiden.

“Senang dan bangga sekali. Semoga sekolah kami semakin maju, berprestasi, dan membanggakan orang tua,” ucapnya.

Sherin juga mengungkapkan bahwa program MBG memberikan dampak nyata bagi keseharian siswa, baik dari sisi kesehatan maupun pengeluaran.

“Makanannya enak dan bergizi. Kita bisa makan di kelas setiap hari, uang jajan jadi lebih hemat. Kemudian belajar juga lebih fokus karena gizinya lengkap, ada protein, karbohidrat, sayur, dan buah,” pungkasnya.

(Seda)

Dusun Citapen Kolot Desa Sukajaya Ciamis Dijaga 2 Harimau Raksasa

0
Dusun Citapen Kolot fokusjabar.id
Lokasi petilasan Eyang Sanggabuana yang berlokasi di Dusun Citapen Kolot Desa Sukajaya Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Sejak dulu hingga kini Dusun Citapen Kolot Desa Sukajaya Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) tidak pernah di masuki orang jahat atau maling.

Konon, wilayah Dusun Citapen Kolot di jaga dua Harimau berukuran besar.

BACA JUGA:

Alun-alun Ciamis Jadi Pusat Dakwah Pesantren Ortodok pada Peringatan Isra Mi’raj

Menurut cerita yang berkembang dari mulut ke mulut, kedua Harimau gaib tersebut merupakan Panglima pasukan zaman kerajaan Galuh bernama Singdarapa dan Wangsadarapa.

Singdarapa dan Wangsadarapa mengamankan wilayah itu sejak ratusan tahun lalu.

Keduanya merupakan panglima perang Raja Galuh semasa Eyang Sanggabuana seorang leluhur yang pertama kali membuka kawasan Citapen kolot.

Dusun Citapen Kolot fokusjabar.id
Lokasi petilasan Eyang Sanggabuana yang berlokasi di Dusun Citapen Kolot Desa Sukajaya Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis

Tokoh masyarakat Dusun Citapen Kolot, Dasta (71) mengisahkan, patilasan atau tetenger Eyang Sanggabuana saat ini keberadaannya terawat dengan baik.

Hal itu sebagai bukti bahwa warga di lokasi itu sangat menghormati jasa-jasanya semasa hidupnya.

“Patilasan Eyang Sanggabuana saat ini masih ada. Dan lokasinya berada tepat di bawah pohon Angsana,” katanya, Selasa (20/1/2026).

Menurut Dasta, selain patilasan Eyang Sanggabuana, di lokasi itu ada juga makam Eyang Mulyasakti dan Ratu Imamahdi.

Warga Dusun Citapen Kolot merawat dan menjaga kelestarian makam=makam tersebut.

“Mereka itu sangat berjasa bagi kami di sini. Sehingga Kampung ini ramai dan tetap aman sampai sekarang,” ungkap Dasta.

BACA JUGA:

Minyakita Menghilang dari Pasar, Pemda Ciamis Dorong Peran Bulog

Dia menyebut, pernah pada suatu waktu wilayah Citapen Kolot kemasukan maling yang berusaha membawa kabur sepeda motor milik warga.

Namun si maling tidak berhasil membawa kabur keluar wilayah Citapen Kolot. Pencuri itu ketakutan saat melihat seekor Harimau seukuran jalan yang akan dilewati pencuri. Alhasil, sepeda motor itu ditinggalkan.

“Setelah pencuri itu berhasil ditangkap, Dia mengaku meninggalkan sepeda motor curiannya karena di tengah jalan perbatasan Dusun Citapen Kolot dicegat sosok Harimau besar,” pungkasnya.

(Husen Maharaja)

Permainan Bandar Picu Harga Daging Tinggi di Ciamis

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot: Daging Sapi yang dijual sejumlah pedagang di Pasar Manis Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Tingginya harga daging sapi di Pasar Manis Ciamis belakangan ini bukan di sebabkan kelangkaan sapi. Melainkan di picu oleh persoalan rantai distribusi dan biaya operasional yang di nilai memberatkan pedagang lokal.

Kondisi tersebut muncul karena tidak ada pedagang daging di Ciamis yang berani melakukan penyembelihan sapi hidup di Rumah Potong Hewan (RPH).

Biaya operasional pemotongan yang di anggap tinggi membuat para pedagang memilih jalan praktis dengan membeli daging siap jual dari bandar besar di Tasikmalaya.

Baca Juga: Alun-alun Ciamis Jadi Pusat Dakwah Pesantren Ortodok pada Peringatan Isra Mi’raj

Akibatnya, harga daging sapi di tingkat pasar ikut terdongkrak dan sulit di kendalikan.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Ciamis, Anton Wahyu menilai, jika pedagang lokal berani memotong sapi sendiri harga daging di pasaran berpotensi lebih rendah dan tidak sepenuhnya di kendalikan oleh bandar besar.

“Kalau ada pedagang yang memotong sapi sendiri, harga bisa lebih terkontrol. Yang terjadi sekarang bukan karena sapi mahal. Tapi lebih ke permainan bandar besar,” ujar Anton.

Ia mengakui, kondisi tersebut membuat pemerintah daerah berada pada posisi sulit untuk menekan harga daging sapi di pasaran. Menurutnya, lonjakan harga sapi biasanya terjadi pada momen tertentu seperti Idul Adha, namun situasi saat ini berbeda.

“Kalau Idul Adha memang wajar harga sapi naik. Tapi sekarang, yang mahal itu dagingnya, bukan sapi hidupnya,” jelasnya.

Biaya Pemotongan Daging Tinggi

Anton menambahkan, tingginya permintaan masyarakat terhadap daging sapi, yang tidak diimbangi dengan ketersediaan stok di tingkat pedagang lokal, membuat hukum ekonomi berjalan secara alami.

“Ketika permintaan tinggi sementara persediaan terbatas, otomatis harga naik. Itu hukum ekonomi,” katanya.

Sementara itu, Eros, salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Manis Ciamis, membenarkan bahwa dirinya tidak melakukan penyembelihan sendiri. Ia mengaku lebih memilih membeli daging dari bandar di Pasar Induk Tasikmalaya karena biaya pemotongan di RPH dinilai terlalu besar.

“Kalau motong sendiri biayanya tinggi. Jadi kami beli daging langsung dari bandar,” ungkapnya.

Eros menyebut, stok daging di tingkat bandar sebenarnya cukup tersedia. Namun kenaikan harga dari pemasok membuat pedagang terpaksa menyesuaikan harga jual kepada konsumen.

“Barangnya ada, tapi harganya naik. Mau tidak mau, kami ikut menyesuaikan,” pungkasnya.

(Husen Maharaja)