spot_imgspot_img
Sabtu 25 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 309

Etawaku Platinum Menjaga Energi Puasa di Tengah Ritme Kota yang Tak Pernah Berhenti

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Menjalani ibadah puasa di tengah padatnya aktivitas perkotaan menuntut pengelolaan energi yang lebih cermat.

Target pekerjaan tetap tinggi, mobilitas tak berkurang, sementara tubuh harus beradaptasi dengan jam makan yang terbatas. Sehingga, pengaturan asupan menjadi kunci utama agar produktivitas dan kualitas ibadah tetap terjaga sepanjang Ramadan.

Bagi masyarakat urban yang dinamis, kebutuhan energi tidak bisa lagi dipenuhi dengan asal-asalan. Tubuh membutuhkan nutrisi yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga mampu dikonversi menjadi tenaga secara efisien. Tanpa dukungan asupan yang tepat, rasa lemas dan sulit fokus kerap datang jauh sebelum waktu berbuka.

BACA JUGA: Susu Kambing Etawa Terbukti Redakan Radang Lambung, Temuan Mahasiswa Doktoral Asal Ciamis

Memahami ritme biologis selama berpuasa menjadi penting. Asupan yang tepat membantu tubuh tetap waspada, tidak mudah mengantuk, dan mampu menjalankan tanggung jawab profesional maupun ibadah dengan optimal.

Sahur Berkualitas, Energi Lebih Tahan Lama

Kebiasaan mengejar rasa kenyang dengan karbohidrat berlebih saat sahur masih sering ditemui. Padahal, pola ini justru membuat energi cepat turun dan rasa lapar datang lebih awal. Tubuh membutuhkan asupan yang memberi tenaga stabil, bukan lonjakan sesaat.

Protein dan mineral yang mudah dicerna menjadi pilihan yang lebih bijak. Susu kambing etawa, misalnya, dikenal memiliki struktur lemak yang lebih halus sehingga lebih bersahabat bagi sistem pencernaan, terutama di waktu sahur ketika tubuh baru terbangun.

Brand Manager Etawaku Platinum, Devi Eliya, menyebutkan bahwa waktu sahur merupakan momen ideal untuk mengonsumsi asupan bernutrisi tersebut.

“Satu gelas saat sahur membantu tubuh mendapatkan energi bertahap untuk menunjang aktivitas seharian,” kata Devi.

Dengan cadangan energi yang lebih stabil, tubuh tetap mampu menghadapi mobilitas tinggi, bahkan di bawah terik matahari, tanpa cepat kehilangan stamina.

Berbuka dengan Pemulihan yang Efisien

Setelah lebih dari 12 jam berpuasa, tubuh membutuhkan asupan yang cepat diserap tanpa membebani kerja lambung. Momen berbuka menjadi titik krusial untuk mengembalikan cairan, elektrolit, sekaligus energi yang terkuras sepanjang hari.

Bagi masyarakat urban yang kerap berbuka di sela perjalanan atau di tengah lembur, solusi praktis yang tetap sehat menjadi kebutuhan.

Asupan yang ringan, mudah dicerna, dan cepat memberi efek segar dinilai lebih relevan dibanding makanan berat dalam porsi besar.

Devi menganjurkan Etawaku Platinum dikonsumsi setelah berbuka puasa. Satu gelas setelah berbuka membantu tubuh pulih lebih cepat.

“Karakteristik susu kambing etawa memungkinkan energi kembali tanpa membuat tubuh terasa berat,” kata dia.

Kombinasi konsumsi saat sahur dan berbuka membantu menjaga stamina tetap konsisten, sehingga aktivitas malam seperti ibadah tarawih dapat dijalani dengan kondisi fisik yang prima.

Produktif dan Khusyuk di Bulan Ramadan

Menjalani Ramadan di lingkungan urban tidak harus berarti menurunkan standar produktivitas. Dengan pemanfaatan nutrisi fungsional yang tepat, pekerjaan dan ibadah justru dapat berjalan seimbang.

Kebiasaan sederhana seperti menyeduh segelas susu kambing etawa berkualitas menjadi bentuk perhatian pada tubuh sendiri. Sebuah langkah kecil yang berdampak besar dalam menjaga energi, fokus, dan daya tahan sepanjang hari.

Di tengah ritme kota yang nyaris tak pernah berhenti, pilihan asupan yang cerdas menjadi investasi penting agar setiap target tercapai, dan setiap ibadah dijalani dengan penuh kekuatan dan kesadaran.

(LIN)

Dishub Kota Bandung Bangun 500 PJU di 18 Ruas Jalan

0
Dishub Kota Bandung fokusjabar.id
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung menargetkan pembangunan sekitar 500 tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) baru di 18 ruas jalan strategis melalui program beautifikasi pada 2026.

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Dishub Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) menargetkan pembangunan 500 tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) baru di 18 ruas jalan strategis melalui program beautifikasi pada 2026.

Hal itu di lakukan untuk mempercantik wajah kota. Sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

BACA JUGA:

Bandung Zoo Jadi Sorotan, Orangutan dan Gajah Diduga Stres

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Transportasi Dishub Kota Bandung, Panji Kharismadi mengatakan, sembilan dari 18 ruas jalan tersebut sudah memiliki PJU dan hanya memerlukan pemeliharaan serta penataan ulang agar lebih rapi dan estetis.

“Pemeliharaan untuk sembilan ruas jalan yang sudah memiliki PJU telah kami mulai sejak Januari 2026,” kata Panji, Rabu (21/1/2026).

Panji menjelaskan, untuk sembilan ruas jalan lainnya belum memiliki PJU yang ideal karena masih mengandalkan penerangan yang menumpang pada tiang milik PLN.

Kondisi tersebut di nilai kurang optimal. Baik dari sisi pencahayaan maupun estetika kawasan.

“Untuk sembilan ruas jalan yang belum memiliki PJU ideal, kami menargetkan proses perencanaan di mulai pada triwulan pertama 2026. Pembangunan fisiknya di harapkan bisa di mulai pada triwulan kedua,” jelasnya.

Beberapa ruas jalan yang masuk dalam program beautifikasi antara lain, Jalan Sunda, Jalan Veteran, serta Jalan Wastu Kencana dari Simpang Cihampelas hingga Simpang Riau.

Ruas-ruas jalan tersebut merupakan jalan arteri dan kolektor dengan aktivitas lalu lintas tinggi serta menjadi jalur utama masyarakat dan wisatawan.

BACA JUGA:

Pemkot Bandung Hati-hati Soal PPPK SPPG, Anggaran dan Keadilan Jadi Pertimbangan

Menurutnya,  program beautifikasi PJU berbeda dengan pembangunan PJU melalui usulan reses dan Musrenbang yang menyasar jalan lingkungan dan permukiman warga. Beautifikasi di fokuskan pada jalan utama sebagai etalase kota.

“Beautifikasi ini fokusnya di jalan arteri dan kolektor. Jadi di luar PJU reses dan Musrenbang. Ini murni untuk meningkatkan kualitas pencahayaan dan tampilan kota,” katanya.

(Yusuf Mugni)

Generasi “Jujur” dan Cara Baru Memilih Asupan

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id:  Di tengah banjir konten kuliner viral dan tren makanan instan, generasi muda justru menunjukkan arah yang berbeda. Milenial dan Gen Z kini semakin selektif dalam memilih apa yang mereka konsumsi.

Bukan lagi sekadar soal rasa atau tren, melainkan tentang kejujuran bahan, dampak jangka panjang, dan kesadaran terhadap tubuh sendiri.

Di media sosial, perubahan ini jelas terlihat, di mana istilah ‘mindful eating’ semakin sering muncul, menandai cara pandang anak muda terhadap makanan dan minuman yang mereka konsumsi.

BACA JUGA: Ini 6 Gaya Hidup Sehat yang Bisa Diterapkan Sehari-hari

Mereka tidak lagi asal makan demi kenyang atau ikut-ikutan tren. Setiap asupan ingin dipahami: dari mana asalnya, apa manfaatnya, hingga seberapa aman untuk tubuh dalam jangka panjang.

Fenomena ini menunjukkan meningkatnya literasi kesehatan generasi sekarang. Mereka sudah memandang tubuh sebagai aset berharga yang harus dijaga dengan sadar.

Bukan Diet, Tapi Kesadaran

Adapun Mindful eating, ini bukan perihal pantangan ketat atau diet ekstrem. Ini lebih kepada membangun relasi yang sehat dengan tubuh. Anak muda mulai menyadari bahwa kebiasaan makan sambil bekerja, bermain gawai, atau terburu-buru akan menggerus kualitas hidup mereka.

Kesadaran ini mendorong mereka kembali melirik bahan-bahan alami, meski kini dikemas lebih praktis dan relevan dengan gaya hidup modern.

Nilai masuk akal secara logis dan ilmiah membawa serta herbal, madu, dan bahan alami lain kembali menjadi primadona.

Terlebih generasi saat ini menilai kesehatan sebagai investasi jangka panjang yang akan bermanfaat di masa depan.

Konsumen Kritis yang Ingin Kepastian
Tren tersebut turut diamati pelaku industri kesehatan alami. Brand Manager Zymuno, Sendhi Dhania menilai bahwa  perubahan perilaku ini sebagai sinyal positif.

“Generasi milenial dan Gen Z sekarang jauh lebih kritis. Mereka ingin tahu apa yang mereka konsumsi dan dampaknya bagi tubuh,” kata Sendhi.

Menurut dia, mindful eating tidak hanya perkara memilih makanan sehat, lebih dari itu memahami manfaat setiap asupan. Mulai dari membaca label, menelusuri komposisi, hingga memastikan keamanan produk, menjadi kebiasaan baru yang lumrah di kalangan anak muda.

“Generasi ini tidak mau lagi membeli asal-asalan. Legalitas, sertifikasi, dan transparansi jadi pertimbangan utama,” kata Sendhi.

Ketika Herbal Menjadi Pilihan Logis

Produk herbal yang asal-usul dan manfaatnya jelas, mulai mendapat perhatian. Bukan sebagai obat instan, tetapi sebagai pendamping gaya hidup sehat.

Asupan berbasis madu murni dan herbal seperti temulawak, meniran, temu putih, serta daun kelor dinilai lebih mudah diterima karena fungsinya dapat dipahami secara rasional.

Sendhi menjelaskan, produk seperti Zymuno dirancang agar selaras dengan prinsip mindful consumption. “Aman dikonsumsi jangka panjang, bersertifikasi BPOM dan Halal, serta manfaatnya mudah dipahami,” kata dia.

Transparansi ini menjadi kunci membangun kepercayaan, terutama bagi konsumen muda yang sangat alergi terhadap produk tanpa kejelasan.

Solusi Praktis untuk Hidup Aktif

Mobilitas tinggi menjadi ciri khas milenial dan Gen Z. Rutinitas padat dari pagi hingga malam membuat daya tahan tubuh sering kali teruji. Namun, mereka juga enggan mengandalkan obat kimia untuk sekadar menjaga stamina.

Herbal berbasis madu menawarkan pendekatan yang lebih lembut. Meniran dikenal membantu menjaga imunitas, temulawak dan temu putih mendukung pencernaan, sementara daun kelor memberi asupan nutrisi tambahan. Semua itu menjadi solusi praktis bagi mereka yang ingin hidup lebih sadar, tanpa harus repot meracik sendiri.

Aman Hari Ini, Tenang di Masa Depan

Kesadaran lain yang menguat adalah pentingnya keamanan jangka panjang. Mereka sangat peduli pada kesehatan organ vital seperti hati dan ginjal. Sertifikasi resmi bukan lagi sekadar formalitas, melainkan jaminan rasa aman.

Mindful consumption juga berarti meminimalisasi risiko efek samping. Dimana asupan alami dengan dosis terukur dinilai lebih bersahabat untuk penggunaan rutin, tanpa menimbulkan ketergantungan.

Lebih dari sekadar tren, kebiasaan ini mencerminkan bentuk self-love generasi sekarang: menjaga tubuh agar tetap kuat, produktif, dan siap menjalani aktivitas yang mereka cintai.

Masa Depan Sehat Dimulai dari Pilihan

Pada akhirnya, mindful eating adalah tentang kendali. Generasi muda tak lagi menjadi konsumen pasif, melainkan pengambil keputusan yang sadar dan bertanggung jawab.

Memilih asupan yang jujur, transparan, dan teruji bukan sekadar mengikuti gaya hidup sehat, tetapi langkah logis untuk kualitas hidup yang lebih baik. Karena tubuh adalah satu-satunya “rumah” yang akan kita tempati seumur hidup dan menjaganya selalu menjadi investasi terbaik.

(LIN)

Ini Keajaiban Pohon Angsana Raksasa di Citapen Kolot Ciamis

0
Pohon Angsana raksasa fokusjabar.id
Pohon Angsana yang berada di Dusun Citapen Kolot

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Pohon Angsana raksasa tempat di mana Patilasan Eyang Sanggabuana memiliki nilai historis bagi masyarakat Dusun Citapen Kolot Desa Sukajaya, Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) saat berjuang melawan penjajah.

Pohon Angsana raksasa itu oleh masyarakat di sana di anggap mempunyai aura mistik yang kuat karena ada penunggunya (makhluk gaib).

BACA JUGA:

Dusun Citapen Kolot Desa Sukajaya Ciamis Dijaga 2 Harimau Raksasa

Konon, pohon Angsana raksasa tersebut merupakan tempat persembunyian para pejuang saat akan menyergap para penjajah.

Menurut cerita turun temurun, Eyang Sanggabuana dan para prajuritnya menjadi penunggu pohon tersebut.

Eyang Sanggabuana adalah tokoh yang sangat di hormati. Dia orang pertama yang membuka wilayah Citapen Kolot.

“Saat zaman perjuangan dulu, pohon Angsana itu di jadikan lokasi pemantauan pergerakan musuh,” kata Dasta (71) tokoh masyarakat Dusun Citapen Kolot, Rabu (21/1/2026).

Menurut Dasta, para pejuang tersebut bersembunyi di atas pohon tanpa di ketahui penjajah.

“Para penjajah tidak bisa melihat keberadaan para pejuang yang ada di atas pohon. Sehingga Mereka lengah karena dianggap tidak ada tentara pejuang,” kisah Dasta.

Dia menyebut, para penjajah tidak bisa melihat keberadaan pejuang karena pohon Angsana tersebut di jaga Eyang Sanggabuana.

BACA JUGA:

Rumah Warga Karangpawitan Ciamis Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp140 Juta

“Boleh percaya atau tidak soal kejadian itu. Namun warga di sini tahu akan peristiwa itu,” ungkapnya.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, sejak dulu hingga kini Dusun Citapen Kolot Desa Sukajaya Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) tidak pernah di masuki orang jahat atau maling.

Konon, wilayah Dusun Citapen Kolot di jaga dua Harimau berukuran besar.

Menurut cerita yang berkembang dari mulut ke mulut, kedua Harimau gaib tersebut merupakan Panglima pasukan zaman kerajaan Galuh bernama Singdarapa dan Wangsadarapa.

Singdarapa dan Wangsadarapa mengamankan wilayah itu sejak ratusan tahun lalu.

Keduanya merupakan panglima perang Raja Galuh semasa Eyang Sanggabuana seorang leluhur yang pertama kali membuka kawasan Citapen kolot.

(Husen Maharaja)

Basarnas Lanjutkan Pencarian 8 Korban Pesawat ATR 42-500

0
Pesawat ATR 42-500 fokusjabar.id
Pencarian korban Pesawat ATR 42-500 (foto: web)

MAKASSAR, FOKUSJabar.id: Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo memastikan, pihaknya bakal melanjutkan pencarian delapan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan.

“Kami masih memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan pencarian sisa korban yang belum ditemukan,” katanya di kutip kompas tv, Rabu (21/1/2026).

BACA JUGA:

Pramugari Pesawat ATR 42-500 Florencia Lolita Wibisono Ditemukan

Dia menyebut, upaya pencarian para korban menggunakan helikopter.

“Kami berusaha untuk menggunakan helikopter,” kata Bramantyo.

Pihaknya berharap, kondisi cuaca bisa mendukung. Sehingga pencarian para korban dapat terlaksana dengan baik.

Menurut Dia, pada pencarian sebelumnya dua jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 berhasil ditemukan.

Salah satunya sudah dibawa ke Posko DVI Biddokes Polda Sulawesi Selatan di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Selasa (20/1/2026).

Sedangkan satu jenazah lainnya, masih dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Florencia Lolita Wibisono, Pramugari pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan akhirnya di temukan.

Florencia Lolita Wibisono di temukan dalam kondisi mengenaskan. Dia tersangkut di pohon tepi jurang.

Pramugari pesawat ATR 42-500 ini di temukan tim relawan dan SAR, Senin (19/1/2026).

BACA JUGA:

Kemenhub Sebut Pesawat ATR 42-500 Laik Terbang

Jenazah pramugari berusia 32 tahun itu di temukan di kedalaman sekitar 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung.

Anggota Tim Arai Sulsel, Saipul menjadi orang pertama yang menemukan korban kedua dari kecelakaan pesawat ATR 42-500.

Tubuh korban tampak tersangkut di sela dahan pohon pada lereng curam dan sebuah nametag yang masih melekat di pakaiannya.

Proses pencarian di lakukan dalam kondisi yang sangat menantang. Pasalnya di selimuti kabut pekat, hujan, jalur licin serta jarak pandang yang terbatas.

Saipul bergerak menyusuri area sekitar puing pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT).

Sekitar pukul 14.00 WITA, ia menemukan kejanggalan di lokasi yang berjarak kurang lebih 100 meter dari titik kepala pesawat.

“Korban kedua di temukan sekitar jam dua siang. Posisinya sekitar 100 meter sebelum titik kepala pesawat,” katanya.

(Bambang Fouristian)

Jembatan Sodongkopo Pangandaran Gagasan Ridwan Kamil, Diselesaikan Dedi Mulyadi

0
jembatan sodongkopo pangandaran@fokusjabar.id
Jembatan Sodongkopo penghubung Nusawiru dan pantai batu karas Kecamatan Cijulang, Pangandaran.(foto;Yud's/fokusjabar.id)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Jembatan Sodongkopo penghubung Nusawiru dan Pantai batu karas Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran. Merupakan gagasan Ridwan Kamil saat masih menjabat Gubernur Jawa Barat.

Pada hari Minggu (9/7/2023) lalu, Ridwan Kamil meletakan batu pertama pembangunan Jembatan Sodogkopo Pangandaran. Yang menghubungkan garis pantai sepanjang 91 Kilometer.

Bahkan waktu itu, saat masih menjabat Gubernur Jabar, Ridwan Kamil berharap pembangunan Jembatan Sodongkopo Pangandaran selesai pada akhir tahun 2023.

Baca Juga: Ada Apa Dengan Jembatan Sodongkopo Pangandaran Belum Juga Diresmikan?

Namun, pada kenyataannya Jembatan Sodongkopo Pangandaran yang di biayai APBD Provinsi Jawa Barat senilai Rp72 Miliar. Sempat mandeg di era Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Setelah Gubernur Jawa Barat di jabat Dedi Mulyadi, Jembatan Sodongkopo Pangandaran pembangunannya di lanjutkan. Dengan di biayai APBD Provinsi Jabar senilai Rp55,4 miliar pada tahap kedua.

Dengan lama pekerjaan 255 hari kalender, terhitung sejak tanggal 21 April 2025. Jembatan Sodongkopo memiliki panjang 140 meter dan lebar 7 meter, dan jalur bagi para pejalan kaki, masing-masing 2,5 meter.

Dan pemenang tender Jembatan Sodongkopo Pangandaran pada tahap pertama dan kedua yaitu PT. Putra Borneo Sakti. Dengan nilai total anggaran biaya Rp127 Miliar.

Pada akhirnya, Jembatan Sodongkopo pembangunannya bisa selesai pada januari 2026. Namun, meski sudah rampung ikon baru Kabupaten Pangandaran tersebut belum juga di resmikan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Pesona Indah Jembatan Sodongkopo Pangandaran, Habiskan Rp127 Miliar

“Masyarakat Kabupaten Pangandaran sebetulnya sangat menanti jembatan Sodongkopo. Di resmikan oleh Gubernur Jabar (Dedi Mulyadi-red),” ungkap Dadi Abidarda salah seorang aktivis eksponen 96 pituin Cijulang, Rabu (21/1/2026).

Meski saat ini jembatan Sodongkopo Pangandaran sudah bisa di lintasi kendaraan. Lanjut Dadi, kenapa belum juga di lakukan peresmian oleh Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.

“Dengan belum juga di resmikan, tentu menjadi pertanyaan bagi masyarakat Kabupaten Pangandaran juga warga Jawa Barat. Ada apa dengan Jembatan Sodongkopo, apakah ada masalah atau bagaimana,” pungkasnya.

(Yud’s)

Prabowo Subianto: Inggris Siap Berinvestasi di Indonesia

0
Prabowo Subianto fokusjabar.id
Prabowo Subianto di London Inggris (foto: web)

LONDON, FOKUSJabar.id: Prabowo Subianto mengatakan, Pemerintah Inggris berminat berinvestasi sektor keuangan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mengutip kontan.co.id, pernyataan tersebut Prabowo Subianto sampaikan setelah melakukan sejumlah pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer dan jajaran petinggi Universitas ternama di Inggris.

BACA JUGA:

Bencana Sumatera, Prabowo Subianto Cabut Izin 28 Perusahaan

Menurut Presiden, United Kingdom merupakan salah satu mitra strategis yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Mereka punya keuangan yang sangat kuat dan berminat berinvestasi di Indonesia,” kata Prabowo di Lancaster House, London, Selasa (20/1/2026).

Presiden menilai, Indonesia bisa mendapatkan keuntungan dengan melakukan transfer teknologi. Pihaknya juga memastikan partnership ini akan menguntungkan kedua negara.

Selain itu, Inggris juga siap mendukung program di sektor maritim Indonesia.

United Kingdom siap mendukung rencana pemerintah dalam pengadaan 1.500 kapal ikan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup nelayan.

Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan konsumsi protein dari ikan.

“Kita ingin meningkatkan konsumsi protein rakyat. Jadi ini sangat strategis bagi kita. Ini akan mempercepat pertumbuhan dan kemajuan ekonomi. Khususnya di bidang maritim,” kata Prabowo.

BACA JUGA:

Prabowo Subianto Pimpin Rapat Terbatas dari London

Presiden Indonesia juga ikut melakukan pertemuan dengan para petinggi universitas terbaik di Inggris untuk menjajaki peluang kerja sama di bidang pendidikan.

Menurutnya, Indonesia masih membutuhkan peningkatan di sejumlah bidang. Salah satunya di sektor digital teknologi.

“Kita butuh di bidang digital teknologi,” pungkas Prabowo.

(Bambang Fouristian)