spot_imgspot_img
Selasa 13 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 309

Ribuan Orang Bernama Asep Tumpah Ruah di Tasikmalaya, Paguyuban Asep Dunia Rayakan Milangkala ke-16

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Milangkala PAD Ke-16, yang dipusatkan di GCC, Komplek olahraga Dadaha Kota Tasikmalaya, dihadiri Wakil Wali Dicky Candra Negara bersama Sekretaris Komisi IV DPRD Evi Silviani (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Halaman Gedung Creative Center (GCC) Dadaha Kota Tasikmalaya banjir dengan ribuan orang bernama Asep, Sabtu (1/8/2026). Para anggota Paguyuban Asep Dunia (PAD) dari berbagai daerah berkumpul meriah memperingati Milangkala Ke-16 organisasi mereka.

Peserta tidak hanya datang dari Priangan Timur, tetapi juga dari kota jauh seperti Pontianak hingga Aceh.

Baca Juga: Festival Pamali 2026 Hidupkan Kearifan Sunda, Dicky Candra Siapkan Panggung Seni di Eks Terminal Cilembang

Presiden Paguyuban Asep Dunia Asep Jaelani menyebut Kota Tasikmalaya menjadi tuan rumah karena memiliki jumlah populasi Asep terbanyak.

Ia menjelaskan PAD berdiri sejak 1 Agustus 2010 dan kini memiliki kepengurusan daerah di seluruh Indonesia.

Organisasi ini konsisten menjalankan empat pilar utama mencakup bidang agama, sosial, ekonomi, hingga pendidikan.

“Target kami, Asep-Asep ini tidak hanya kompak dalam nama, tapi juga kompak dalam karya nyata,” ujar Asep Jaelani.

PAD berencana menggelar Konferensi Asep-Asep se-Dunia di Gedung Merdeka Bandung pada 7 Agustus 2026 mendatang.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra Negara mengapresiasi tinggi soliditas seluruh anggota paguyuban unik tersebut.

Ia sempat melemparkan gurauan segar yang memancing gelak tawa ribuan peserta di lokasi acara.

“Buat ASN yang namanya Asep… tapi tidak hadir tanpa kabar, sebaiknya ganti nama jadi Euis,” ungkapnya.

Ia mendorong para Asep menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui pengembangan potensi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

(Seda)

Festival Pamali 2026 Hidupkan Kearifan Sunda, Dicky Candra Siapkan Panggung Seni di Eks Terminal Cilembang

0
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wakil Wali Kota Dicky Candra, bersama anggota DPR RI Ferdiansyah,dan Kadisporabudpar Deddy Mulyana, saat hadir dalam kegiatan Festival Pamali di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya mendadak menjelma menjadi mesin waktu pada Sabtu (1/8/2026) sore. Gelaran Festival Pamali 2026 berhasil menghidupkan kembali kenangan serta pesan-pesan bijak orang tua masa lalu.

Panitia memajang berbagai ornamen tulisan larangan khas tradisi Sunda di setiap sudut ruangan pameran.

Baca Juga: Kunjungi Kejari Tasikmalaya, Lola Nelria Dorong Edukasi Antikorupsi Lewat Film

Ratusan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum memadati lokasi guna menikmati pertunjukan seni kebudayaan daerah.

Acara menyuguhkan atraksi Ambu Midang, tari Payung Geulis, pencak silat, seni lengser, teater, hingga Tari Jaipong.

Pemimpin Ngaos Art Foundation Dwi Febriana menjelaskan festival ini bertujuan merevitalisasi makna “Pamali” di masyarakat.

“Dulu kita sering dengar ‘pamali calik di lawang panto’, ‘pamali nyapu peuting’… itu sebenarnya ada pesan moral,” ungkap Dwi.

Ia menilai konsep larangan lokal tersebut sejatinya menjadi sarana pendidikan karakter bagi generasi muda.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra Negara mengapresiasi tinggi inisiatif penyelenggaraan festival budaya bernilai tinggi ini.

Ia mewacanakan kawasan eks Terminal Cilembang menjadi panggung seni terbuka bagi para seniman Tasikmalaya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi X Ferdiansyah meminta masyarakat tidak mengaitkan kearifan pamali dengan mistis.

Ia menegaskan filosofi “Pamali” sangat relevan menjadi pedoman etika, keselamatan, serta kesehatan masyarakat modern.

(Seda)

Kunjungi Kejari Tasikmalaya, Lola Nelria Dorong Edukasi Antikorupsi Lewat Film

0
Tasikmalaya, FOKUSjabar.id
Ket foto : Wakil Wali Kota Dicky Candra, Lola Nelria Oktavia, Sule dan Kejari Erny Veronica Maramba, foto bersama, di ruangan Kejari Tasikmalaya (ist Prokopim)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Anggota DPR RI Komisi III Lola Nelria Oktavia menggelar kunjungan kerja ke Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Ia mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya usai menyambangi Kantor Inspektorat di Komplek Balekota Tasikmalaya.

Kedua lokasi tersebut menjadi tempat pengambilan gambar film pendek edukasi berjudul “Damkor dan KDRT”.

Baca Juga: Burhanudin Muslim Aktivis HMI Hingga Ketua DPD KNPI Kabupaten Tasikmalaya

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra Negara serta komedian Sule mendampingi langsung kunjungan legislator Partai NasDem ini.

Kepala Kejaksaan Negeri Tasikmalaya Erny Veronica Maramba menyambut hangat kedatangan rombongan di ruang kerjanya.

Lola bertujuan memberikan motivasi agar aparat penegak hukum di daerah terus memegang teguh integritas profesi.

Ia mendukung penuh produksi film edukasi pencegahan korupsi dan KDRT karya sutradara Dicky Candra tersebut.

“Film ini nantinya bisa kita jadikan bahan sosialisasi ke masyarakat luas,” ujar Lola, Sabtu (1/8/2026).

Lola Nelria mengapresiasi pelibatan pelajar SD, SMAN 2 Tasikmalaya, hingga seniman lokal dalam pembuatan film ini.

Ia menilai edukasi antikorupsi sejak dini mampu membentuk karakter moral yang jujur pada generasi muda.

Lola turut mendorong Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya memperkuat penerapan mekanisme restorative justice dalam perkara hukum.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga sinergi antarinstansi penegak hukum guna mencegah aksi penyalahgunaan wewenang di daerah.

(Seda)

Saat Petani Khawatir Kemarau, Perajin Batu Bata di Pangandaran Justru Kebanjiran Pesanan

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: Proses pembuatan batu bata di Dusun Neglasari, Desa Paledah, Kecamatan Padaherang,

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Musim kemarau panjang tahun 2026 membawa dampak berbeda bagi para pelaku ekonomi di Kabupaten Pangandaran. Saat petani mencemaskan gagal panen, perajin batu bata di Dusun Neglasari Desa Paledah justru memacu kapasitas produksi.

Cuaca terik mempercepat proses pengeringan batu bata basah dari dua pekan menjadi sepuluh hari saja.

Baca Juga: Dulu Memulung Bersama Ayah, Kini Tiga Anak di Pangandaran Siap Kembali Bersekolah

Percepatan masa pengeringan memungkinkan perajin memutar siklus produksi hingga tiga kali dalam sebulan.

Seorang perajin setempat bernama Cahwan (48) mampu mencetak 5.000 batu bata setiap dua hari.

Ia mempekerjakan tiga orang buruh dan rutin mengirimkan produknya ke pasar Jawa Tengah.

Namun, percepatan produksi ini menyisakan persoalan berat saat pekerja menggali bahan baku tanah liat.

Suhu panas membuat struktur tanah mengeras sehingga pekerja harus mengeluarkan tenaga ekstra memakai cangkul.

Penggunaan alat berat seperti ekskavator sebenarnya bisa menjadi solusi cepat untuk mengeruk tanah keras.

Sayangnya, harga sewa ekskavator yang mencapai Rp650 ribu per jam terasa sangat memberatkan perajin kecil.

Satu titik galian butuh waktu hingga sepuluh jam dengan total biaya mencakup Rp7 juta.

Ketiadaan modal besar memaksa mayoritas perajin tetap mengandalkan tenaga manual untuk menggali tanah.

Kondisi tersebut menciptakan ketimpangan produksi antara perajin bermodal besar dan perajin skala kecil.

Pemerintah Daerah Pangandaran sendiri belum mengucurkan skema subsidi sewa alat berat bagi sektor IKM ini.

Meski diterpa tingginya biaya bahan baku, para perajin tetap bersyukur karena pesanan pasar terus mengalir.

(Sajidin)

Dulu Memulung Bersama Ayah, Kini Tiga Anak di Pangandaran Siap Kembali Bersekolah

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: Zakaria dan anaknya sedang memilah sampah di grand Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Di balik keramaian wisata Pangandaran, tersembunyi kisah haru perjuangan seorang ayah tunggal bernama Zakaria (38). Pria asal Bekasi ini terpaksa melakoni pekerjaan sebagai pemulung demi menghidupi tiga orang anaknya yang masih kecil.

Mereka tinggal di sebuah rumah kontrakan sempit berdinding triplek di Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran.

Baca Juga: Grand Palma Pangandaran Rayakan HUT Ke-2, Hotel Syariah Bintang Empat Pertama di Pangandaran

Zakaria mengaku harus memikul tanggung jawab mengasuh seluruh anaknya seorang diri sejak berpisah dari sang istri.

Ia memutuskan merantau ke kawasan pesisir Pangandaran dengan harapan bisa memperoleh pekerjaan yang lebih layak.

Namun, kegagalan mendapat pekerjaan tetap memaksa Zakaria memulung sampah plastik di sepanjang jalanan setiap hari.

Ia membagi penghasilan harian yang sangat minim untuk membayar uang sewa kontrakan serta membeli makanan.

“Kadang kalau lagi banyak tamu, saya bisa jajanin anak cilok. Kalau lagi sepi, ya makan nasi sama garam,” tuturnya.

Kesulitan ekonomi tersebut membuat ketiga anak Zakaria terpaksa putus sekolah dan sering menemaninya mencari rongsokan.

Kisah pilu keluarga perantau ini akhirnya mengetuk perhatian Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran.

Petugas dinas langsung mendatangi kontrakan Zakaria untuk mendata serta membelikan seluruh perlengkapan sekolah anak-anaknya.

Pemerintah memfasilitasi ketiga anak Zakaria agar dapat segera mengecap pendidikan formal mulai pekan depan.

Kadisdikpora Pangandaran Soleh Supriadi meminta Zakaria tidak lagi membawa anak-anaknya pergi memulung di jalanan.

“Kami mohon Pak Zakaria, anak-anak jangan diajak memulung lagi. Biar fokus sekolah,” tegas Soleh.

BAZNAS Kabupaten Pangandaran turut mengulurkan bantuan dana operasional awal guna menyokong kebutuhan hidup keluarga tersebut.

Zakaria mengusap air matanya dan mengucapkan rasa syukur mendalam atas kepedulian berbagai pihak terhadap keluarganya.

Kini, ia bisa bernapas lega karena impian besarnya melihat sang buah hati bersekolah akhirnya terwujud.

(Sajidin)

Damkar Ciamis Latih Warga Cijeungjing Tangani Kebakaran dan Kebocoran Gas LPG

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Seorang warga saat melakukan praktek cara memadamkan api

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Puluhan warga Dusun Cintaharja, Desa Kertaharja, Kecamatan Cijeungjing, Ciamis mengikuti sosialisasi pencegahan serta penanganan bahaya kebakaran.

Bidang Damkar Satpol PP Kabupaten Ciamis menggelar kegiatan edukasi ini guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana kebakaran.

Baca Juga: Ribuan ASN Kemenag Ciamis Hadiri Dzikir Kebangsaan di Monas

Petugas Damkar UPTD Ciamis memberikan pembekalan teori sekaligus memandu praktik pemadaman api secara langsung di lapangan.

Warga mempelajari teknik penanganan kebocoran tabung gas LPG serta cara memadamkan kobaran api secara tepat dan aman.

Kasatpol PP Ciamis Ega Anggara Alqausar melalui Kabid Damkar Budi memimpin langsung jalannya peragaan simulasi pemadaman tersebut.

“Praktek simulasi tentang alat pemadam api tradisional/karung goni dan alat pemadam api modern (Apar) langsung dilakukan,” kata Budi, Sabtu (1/8/2026).

Budi berharap pelatihan intensif ini membuat warga mampu melokalisasi potensi kebakaran sedini mungkin di lingkungan pemukiman.

Masyarakat dapat langsung mengambil tindakan cepat guna mencegah kobaran api membesar sebelum armada pemadam tiba di lokasi.

“Bila suatu saat terjadi kebakaran warga sudah tahu cara pencegahannya supaya api tidak cepat membesar,” ucapnya.

Selain menggelar simulasi, pihak Damkar juga membagikan kontak layanan darurat kepada seluruh peserta yang hadir dalam sosialisasi.

Penyebaran nomor telepon penting ini bertujuan agar warga dapat segera melaporkan insiden kebakaran atau kejadian darurat lainnya.

“Sangat penting warga masyarakat tahu nomer Damkar yang harusmereke hubungi apabila suatu saat nanti ada kejadian,” jelas Budi.

(Husen Maharaja)

Pekan Depan, Terminal Cicaheum Kota Bandung Resmi Tutup

0
Bandung@fokusjabar.id
Kondisi Terminal Cicaheum Kota Bandung Jabar.(dOK)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinas Perhubungan Kota Bandung memastikan operasional Terminal Cicaheum akan di hentikan mulai pekan depan.

Penutupan terminal di lakukan sebagai langkah awal penataan kawasan sekaligus membuka jalan bagi pembangunan depo transportasi publik yang akan mendukung pengembangan sistem Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bandung.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengatakan, jadwal penutupan masih menunggu penyelesaian koordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kementerian Perhubungan.

Baca Juga: Semua Proyek Infrastruktur Kota Bandung Wajib Ikuti Jalur BRT

“Rencana sih minggu depan. Kita koordinasi lagi dengan BPTD nanti,” kata Rasdian, Sabtu (1/8/2026).

Menurutnya, koordinasi di perlukan karena Terminal Cicaheum merupakan terminal tipe A yang menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan. Meski demikian, selama ini pengelolaan operasional di lapangan masih banyak di bantu oleh Dinas Perhubungan Kota Bandung.

“Terminal Cicaheum itu terminal tipe A, memang secara de jure milik Kementerian Perhubungan. Tetapi secara de facto masih di urus oleh Dishub karena mungkin ada keterbatasan personel dari Kementerian Perhubungan di sana,” katanya.

Rasdian menegaskan, proses penutupan tidak hanya berkaitan dengan pemindahan operasional terminal, tetapi juga memastikan kawasan tetap aman selama masa transisi.

Dinas Perhubugan tidak ingin lokasi bekas terminal menjadi area yang tidak terawasi dan memunculkan persoalan baru, seperti praktik pungutan liar maupun aktivitas yang mengganggu ketertiban.

“Daripada kosong, nanti khawatir terjadi pungli dan lain sebagainya,” ucapnya.

Baca Juga: Sabet Penghargaan Nasional di Jakarta, bank bjb Perkuat Posisi Pelopor Perbankan Digital BPD

Sebelum penutupan resmi di lakukan, Dishub akan mengecek seluruh rute bus dan aktivitas operasional untuk memastikan seluruh layanan telah di alihkan sesuai rencana.

Rasdian berharap, proses transisi berjalan lancar sehingga penataan kawasan Terminal Cicaheum dapat segera di mulai.

“Kami berharap proses transisi ini berjalan baik sehingga penataan kawasan dan pembangunan depo baru bisa terlaksana dengan lancar,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)