spot_imgspot_img
Jumat 9 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 265

Raden Rafiq Radinal Terima Amanah Leluhur, Resmi Jadi Wawakil Kerajaan Galuh

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot: Wawakil Kerajaan Galuh Raden Rafiq Hakim Radinal

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Raden Rafiq Radinal resmi memangku jabatan sebagai Wawakil Kerajaan Galuh usai menjalani prosesi pengistrenan (pelantikan) di Keraton Selagangga, Kelurahan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (8/8/2026). Ia menggantikan posisi almarhum kakaknya, Raden Hanif Radinal, yang telah meninggal dunia.

Ketua Panitia Pengistrenan Wawakil Kerajaan Galuh, Jang Harja, menyampaikan bahwa pelantikan ini berlangsung untuk mengakhiri kekosongan kepemimpinan adat yang telah berjalan selama dua tahun.

Baca Juga: Eka Ramdani: PSGC Ciamis Masih Tunggu 4-6 Pemain Persib

“Karena mengalami kekosongan wawakil Kerajaan Galuh maka diperlukan perwakilan sehingga saat ini dilaksanakan Pengistrenan ini,” ucapnya.

Persiapan Menghadapi Agenda Raja-Raja Se-Asia Tenggara

Jang Harja menuturkan bahwa Kerajaan Galuh membutuhkan sosok perwakilan resmi untuk menghadiri agenda akbar Gebyar Raja-Raja dan Sultan se-Asia Tenggara di Bogor pada 18 Oktober 2026 mendatang.

“Kalau sekarang kita tidak melakukan ini, bagaimana? Tidak ada yang akan mewakili. Ini hanya simbol adat dan budaya atau Raja tanpa mahkota,” jelasnya.

Menjalankan Amanah Leluhur dan Melestarikan Tradisi

Jang Harja menegaskan bahwa pengangkatan Raden Rafiq Radinal bukan atas kehendak pribadinya semata. Melainkan atas dorongan kuat berbagai pihak dan tokoh adat. Rafiq kemudian menerima tugas tersebut sebagai amanah leluhur guna melanjutkan cita-cita perjuangan mendiang kakaknya.

“Tugasnya untuk meneruskan perjuangan Pak Hanif di wilayah adat dan budaya. Serta tradisi tali paranti leluhur Kagaluhan di wilayah itu dan kemudian melestarikan, menghidupkan Galuh,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Sempat Kabur Naik Bus ke Bandung, Pelaku Pembunuhan di Banjar Akhirnya Dibekuk Polisi

0
Banjar, FOKUSJabar.id
Caption: Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro menunjukan barang bukti sebilah pisau yang digunakan untuk menusuk korban. (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Personel Polres Banjar membekuk pelaku pembunuhan berinisial S alias UUP di kawasan Pasirkoja, Kota Bandung. Tim kepolisian bergerak cepat mengungkap kasus ini hanya beberapa jam setelah warga menemukan jasad korban, Asep Komara, di Lingkungan Cikadu, Kelurahan Karang Panimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jumat (7/8/2026).

Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro, menjelaskan bahwa jajarannya langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP), identifikasi, serta memeriksa para saksi usai menerima laporan warga.

Baca Juga: Viral di Medsos Pelaku Pembunuhan di Banjar Ditangkap, Polisi Belum Buka Suara

“Dari tim URC Polres Banjar yang dipimpin Kasat Reskrim, bersama tim identifikasi dan SPKT, melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Ada tujuh orang saksi,” ujar Didi dalam konferensi pers, Sabtu (8/8/2026).

Petunjuk dari para saksi mengarahkan tim penyidik pada keberadaan pelaku. Polisi langsung mengejar S alias UUP hingga ke Kota Bandung.

“Sekitar pukul 16.30 WIB pada hari yang sama, S alias UUP akhirnya berhasil polisi amankan di kawasan Pasirkoja,” terang Kapolres.

Bekerja Bersama Empat Tahun dan Bermotif Dendam

Kapolres mengungkapkan bahwa korban dan tersangka telah bekerja bersama selama empat tahun sebagai pengatur lalu lintas liar (Pak Ogah) di kawasan Simpang BBWS. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa dendam pribadi memicu terjadinya aksi penganiayaan berdarah ini.

Tersangka mengaku sakit hati karena korban sering mengolok-olok, bersikap sewenang-wenang, serta enggan membagi uang hasil kerja mereka. Amarah tersangka memuncak saat keduanya kembali bertemu pada dini hari.

“Dari hasil pemeriksaan, motif atau latar belakang tersangka karena menaruh dendam,” kata Didi.

Usai terlibat cekcok, tersangka pulang ke rumah untuk mengambil sebilah pisau sebelum kembali menemui korban.

“Berdasarkan hasil penyidikan sementara, terjadi perkelahian antara korban dan tersangka. Korban kemudian diduga mengalami pemukulan dan penusukan hingga terjatuh,” ujarnya.

Tersangka turut memanfaatkan sebatang kayu sepanjang 30 sentimeter untuk memukul korban hingga Asep Komara meninggal dunia di lokasi kejadian.

Pelaku Sempat Kabur Menggunakan Bus Umum

Usai melancarkan aksinya, tersangka melarikan diri menuju Terminal Kota Banjar dan menumpangi bus umum arah Bandung. Tersangka bahkan berencana melanjutkan pelarian hingga ke Jakarta sebelum petugas mencegat posisinya.

Meskipun tersangka sempat memberikan perlawanan saat penangkapan, petugas berhasil melumpuhkannya.

“Atas perkara tersebut, penyidik telah menetapkan S alias UUP sebagai tersangka. Polisi juga masih melakukan pendalaman terhadap seluruh rangkaian peristiwa dan alat bukti yang ada,” pungkasnya.

(Agus Purwadi)

BPBD Pangandaran dan BBWSC Bagi Wilayah Kekeringan

0
pangandaran kekeringan fokusjabar.id
Warga sedang mengambilair dari sumur tua

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Pangandaran memastikan distribusi bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di lakukan berdasarkan laporan kebutuhan di lapangan.

‎Untuk mempercepat pelayanan, BPBD Pangandaran bersama Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy (BBWSC) telah membagi wilayah penanganan.

‎BACA JUGA:

Kemarau Melanda, Ratusan Warga Pangandaran Antre Air Bersih

‎Kalak BPBD Pangandaran, Dodo Kusnadi mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan.

‎”Saya sudah komunikasi dengan Pak Camat. Untuk Kecamatan Mangunjaya dan Padaherang, permohonan air bersih di tangani oleh BBWSC. Jadi kami berbagi wilayah dengan BBWSC dan itu sudah di sepakati. Kami juga selalu menerima laporan,” kata Dodo, Sabtu melalui pesan WhatsApp (8/8/2026).

‎Menurut Dodo, pembagian tugas ini di lakukan agar distribusi bantuan bisa lebih cepat sampai ke masyarakat.

‎Ia juga memastikan, BPBD siap memberikan bantuan tambahan apabila kebutuhan air bersih kembali meningkat.

‎”Ke Desa Sindangwangi sendiri BBWSC sudah mengirimkan dua tangki air bersih. Kalau masih membutuhkan lagi, nanti BPBD. Jadi kalau ada laporan atau pengaduan, pasti kami bantu,” ujarnya.

‎Camat Padaherang, Agus Gumilar menegaskan, pihaknya selalu memprioritaskan Desa Sindangwangi sebagai salah satu wilayah terdampak kekeringan.

‎Ia menyebut, distribusi air bersih dari BBWSC akan di lakukan setiap kali ada permintaan dari pemerintah kecamatan maupun desa.

‎”Kalau di butuhkan, kami hubungi BBWSC dan pasti datang. Artinya masyarakat harus melapor ketika mengalami kekurangan air bersih supaya bisa segera diakomodasi,” katanya.

‎BACA JUGA:

Bayi Perempuan Diduga Ditelantarkan, Ibunya Kabur Ke Goa di Pangandaran

‎Agus menambahkan, masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan secara langsung melalui layanan kontak pengaduan yang telah di sediakan BBWSC.

‎”Kalau memang butuh air bersih, kami hubungi BBWSC dan mereka datang. Untuk sementara mekanismenya masih seperti itu,” ucap Agus.

‎Sebelumnya, tokoh masyarakat RT 13 Dusun Kawarasan, Desa Sindangwangi, Ikut (60) mengatakan, sekitar 100 warga dari tiga RT masih bergantung pada sumur tua di area perkebunan.

‎”Belum ada, belum ada pengiriman,” kata Ikut.

‎Air dari sumur tersebut di gunakan warga untuk minum, memasak, mandi, mencuci pakaian hingga mencuci peralatan rumah tangga setiap hari selama musim kemarau.

(Sajidin)

Eka Ramdani: PSGC Ciamis Masih Tunggu 4-6 Pemain Persib

0
eka ramdani psgc ciamis fokusjabar.id
Asisten Pelatih PSGC Ciamis, Eka Ramdani

CIAMIS, FOKUSJabar.id: PSGC Ciamis masih menunggu kedatangan sejumlah pemain Persib Bandung untuk memperkuat skuad Laskar Singacala dalam menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2026/2027.

Asisten Pelatih PSGC Ciamis, Eka Ramdani mengatakan, ada 4-6 pemain Persib yang berpeluang bergabung. Namun pihaknya masih menunggu keputusan dari manajemen.

BACA JUGA:

Heri Kiswanto Fokus Benahi Fisik PSGC Ciamis, Tunda Uji Coba demi Hindari Cedera

“Kita masih menunggu keputusan dari manajemen. Mungkin ada empat sampai enam pemain Persib yang akan datang lagi. Kita lihat perkembangan dulu,” kata Eka Ramdani usai memimpin latihan PSGC di Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Eka, kehadiran pemain Persib di harapkan dapat menambah kekuatan PSGC Ciamis. Pasalnya, Laskar Singacala akan menghadapi persaingan ketat dengan tim-tim lain di Liga 2 musim 2026/2027.

Meski waktu persiapan PSGC terbilang singkat, Eka memastikan tim akan memaksimalkan waktu sekitar satu bulan yang tersedia untuk membentuk skuad sekaligus meningkatkan kondisi fisik pemain.

“Karena istilahnya saya melihat tim-tim lain sudah bersiap. Kita sedikit terlambat, tapi kita juga coba untuk maksimalkan waktu persiapan yang ada,” ujar mantan pemain Persib Bandung tersebut.

Sementara itu, mantan pemain Persib Bandung, Ezechiel Ndouassel di ketahui sudah berada di Ciamis. Namun, pemain asing tersebut masih belum bergabung dalam sesi latihan PSGC.

Eka menyebut satu pemain asing sudah berada di Ciamis. Sedangkan dua pemain asing lainnya masih menyelesaikan proses administrasi.

“Untuk pemain asing, satu sudah ada di Ciamis. Kalau yang dua lagi masih ngurus proses administrasi. Mudah-mudahan bisa segera bergabung,” katanya.

PSGC Ciamis juga tengah menyiapkan agenda pertandingan uji coba sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi Liga 2.

BACA JUGA:

Eka Ramdani Pimpin Latihan Perdana PSGC Ciamis, Kebut Persiapan Liga 2 2026/2027

Eka berharap, PSGC dapat menghadapi tim dengan level kekuatan yang relatif setara. Menurutnya, laga uji coba bukan sekadar untuk mengejar kemenangan, melainkan menjadi sarana untuk melihat sejauh mana perkembangan permainan tim.

“Sementara belum. Saya sih pengennya sudah sama yang setara, biar kelihatan. Kita juga tidak melihat hasilnya dulu,” tutur Eka.

Dengan waktu persiapan yang terbatas, PSGC Ciamis kini terus mematangkan komposisi skuad, kondisi fisik serta pola permainan sebelum menghadapi persaingan Liga 2 musim 2026/2027.

(Mia)

DLH Garut Dorong Anak jadi Penggerak Lingkungan Berkelanjutan

0
DLH Garut fokusjabar.id
Seminar Diseminasi Riset Anak atas Lingkungan

GARUT, FOKUSJabar.id: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) gelar Seminar Diseminasi Riset Anak atas Lingkungan, Advokasi Hak Anak serta Inovasi Pengelolaan Sampah Organik di Aula DLH, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan tersebut di ikuti perangkat daerah terkait serta anak dan generasi muda.

BACA JUGA:

Kerja Sama Lintas Sektor di Garut Matangkan “Gemar”

Seminar menjadi ruang bagi anak untuk menyampaikan suara, hasil riset, pengalaman dan gagasan terkait kondisi lingkungan.

Pembahasan mencakup hak anak untuk memperoleh lingkungan yang bersih, sehat, aman dan berkelanjutan serta inovasi pengelolaan sampah organik.

Pengelolaan sampah dari sumbernya di dorong sebagai salah satu upaya mengurangi timbulan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.

Kepala DLH Kabupaten Garut, Jujun Juansyah Nurhakim menekankan pentingnya kerja sama pemerintah, sekolah, masyarakat, komunitas, anak dan pemuda dalam menjaga lingkungan.

“Suara anak harus di dengar karena mereka adalah generasi yang akan menerima dampak langsung dari kondisi lingkungan di masa mendatang,” ungkapnya.

Oleh karena itu, keterlibatan anak dalam menjaga dan memperjuangkan lingkungan yang sehat harus terus did orong.

BACA JUGA:

BKSAP DPR RI Siap Jembatani Potensi Unggulan Garut Menuju Pasar Internasional

DLH Kabupaten Garut mendorong lahirnya lebih banyak Young Environmental Activist atau generasi muda yang memiliki pengetahuan dan kepedulian terhadap lingkungan serta mampu mengambil tindakan nyata.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman bahwa perlindungan lingkungan dan pemenuhan hak anak saling berkaitan.

(Bambang Fouristian)

Persib Bandung Ikut Turnamen Segitiga Bersama Bali dan Sabah FC

0
Persib Bandung segitiga fokusjabar.id
Komperisi Segitiga

BALI, FOKUSJabar.id: Setelah kompetisi Piala Presiden 2026, Persib Bandung selanjutnya mengikuti turnamen segitiga dengan Sabah FC dan tuan rumah Bali United.

Seperti di ketahui, juara bertahan tiga musim Liga Indonesia tersebut finis sebagai runner-up di Piala Presiden 2026.

BACA JUGA:

Adhitia Herawan Bocorkan Sponsor Baru Persib Bandung, Jumlahnya Lebih Banyak dari Musim Lalu

Persib Bandung harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya melalui drama adu penalti dengan skor 5-6.

Tim besutan Igor Tolic menetap di pulau dewata lantaran mengikuti turnamen segitiga.

Jumat (7/8/2026) kemarin, pihak Bali United mengumumkan di gelarnya turnamen pramusim Dewata Challenge Series 2026.

Turnamen tersebut di ikuti Bali United, Persib dan tamu dari Malaysia, Sabah FC.

“Dewata Challenge Series 2026, sepak bola pulau dewata kembali bergairah,” demikian rilis Bali United di di kutip bolasports.com.

Serdadu Tridatu akan menjalani musim kedua bersama pelatih asal Belanda, Johnny Jansen.

Musim lalu, meneer asal Belanda itu membawa Bali bertengger di peringkat delapan Super League 2025/2026.

Sementara Sabah FC merupakan klub Malaysia yang pernah di latih Kurniawan Dwi Yulianto dan pernah di bela Saddil Ramdani.

Bagi Persib Bandung, turnamen ini tampak akan menjadi persiapan final sebelum kompetisi sesungguhnya bergulir.

Maung Bandung di jadwalkan akan menjalani play-off AFC Champions League Two pada 31 Agustus melawan Manila Digger.

Thom Haye dan kolega akan memulai pekan perdana Super League bersua PSM Makassar pada 6 September.

“Tugas kami sekarang adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk kompetisi liga dan kualifikasi Champions League,” kata pelatih Persib Bandung, Igor Tolic.

BACA JUGA:

Heri Kiswanto Fokus Benahi Fisik PSGC Ciamis, Tunda Uji Coba demi Hindari Cedera

“Para pemain harus mempertahankan standar permainan seperti ini. Soal motivasi dan tekad untuk menang, tak ada yang perlu di ragukan dari mereka.”

“Mental juara ini akan terus kami jaga,” tegas Igor Tolic.

Berikut jadwal Dewata Challenge Series 2026

13 Agustus 2026

Bali United melawan Sabah FC

15 Agustus 2026

Sabah FC kontra Persib Bandung

18 Agustus 2026

Persib Bandung versus Bali United

(Bambang Fouristian)

Jabatan Baru Sri Mulyani di Bank Dunia

0
bank dunia sri mulyani fokusjabar.id
Sri Mulyani

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Bank Dunia (World Bank) menunjuk Sri Mulyani sebagai Ketua Independen Asosiasi Pengembangan Internasional atau Independent Co-Chair of International Development Association (IDA) yang ke-22.

Salah satu tugasnya adalah mengggalang dana untuk IDA22 lintas donor dan negara-negara peminjam.

BACA JUGA:

Purbaya Gandeng Investor Global, Surat Utang Indonesia Dipromosikan di Cina dan Inggris

”Sri Mulyani akan menjadi ketua bersama mendampingi World Bank Group Managing Director sekaligus Chief Knowledge Officer Paschal Donohoe. Di antara sejumlah kandidat lain, Sri Mulyani di pilih komite yang terdiri atas donor serta para konstituen peminjam,” kata Bank Dunia di kutip kompas, Sabtu (8/8/2026).

Pertemuan IDA di selenggarakan setiap tiga tahun untuk menghimpun pendanaan baru sekaligus menetapkan arah pembiayaan Bank Dunia bagi negara-negara termiskin.

Forum tersebut juga menjadi ajang evaluasi kebijakan IDA bersama para mitra.

Sejak IDA18, pertemuan IDA di pimpin oleh dua ketua secara bersamaan. Salah satunya merupakan tokoh independen yang memiliki pengalaman luas di bidang pembiayaan pembangunan multilateral.

Sementara itu, ketua lainnya berasal dari jajaran senior World Bank Group yang di tunjuk oleh presidennya.

Sri Mulyani di nilai sebagai salah satu figur berpengalaman di bidang pembiayaan pembangunan internasional. Saat ini, ia juga mengikuti program Blavatnik World Leaders Fellowship 2025–2026 di University of Oxford.

Ia merupakan perempuan pertama yang menjabat Menteri Keuangan Indonesia.

Sri Mulyani juga pernah menjadi Managing Director sekaligus Chief Operating Officer dari World Bank Group.

Forbes juga pernah memasukkannya dalam daftar 100 Most Influential Women in the World.

Berdasarkan informasi di situs resmi Bank Dunia, IDA di bentuk pada 1960 untuk mendukung pembangunan di 78 negara.

Lembaga tersebut menjadi salah satu penyedia pembiayaan terbesar bagi layanan sosial dasar di negara-negara berpendapatan rendah, sekaligus mendukung penanganan berbagai tantangan pembangunan global.

Dosen Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin menjelaskan, IDA menghimpun dana dari negara donor untuk di salurkan dalam bentuk pinjaman berbunga rendah.

Dana tersebut di gunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur, sektor kesehatan, pendidikan serta pengentasan kemiskinan.

“Indonesia bukan lagi negara sasaran IDA karena sudah masuk kategori negara berpendapatan menengah. Karena itu, tidak akan ada interaksi antara Sri Mulyani dan Pemerintah Indonesia sebagai penerima program,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Bupati Garut-Delegasi Shizuoka Jepang Bahas Potensi Kopi

Menurutnya, Indonesia telah lulus dari program IDA dan kini berstatus sebagai negara pendonor. Dengan demikian, hubungan Indonesia dengan IDA berlangsung dalam kapasitas sebagai penyumbang dana.

Kontribusi Indonesia ke IDA tercatat sebesar US$30 juta atau sekitar 0,13 persen dari total dana yang di himpun. Nilai tersebut menempatkan Indonesia sebagai donor terbesar ke-28.

“Idealnya, Indonesia dapat meningkatkan kontribusinya ke IDA. Langkah tersebut akan memperkuat posisi Indonesia di tingkat internasional. Terutama sebagai negara yang telah lulus dari program IDA,” kata Wijayanto.

Ia juga menilai, Indonesia kehilangan banyak figur yang memiliki kompetensi dan pengakuan di tingkat global. Termasuk Sri Mulyani.

“Emas akan tetap menjadi emas di mana pun berada. Sri Mulyani dan tokoh-tokoh lain yang memiliki reputasi internasional sebaiknya di beri mandat sebagai duta bangsa untuk membangun citra positif sekaligus membuka peluang bagi Indonesia,” ujarnya.

Ia menilai, presiden perlu memberikan mandat tersebut secara langsung. Menurut Wijayanto, tokoh seperti Susilo Bambang Yudhoyono, Sri Mulyani, Retno Marsudi, Gita Wirjawan dan Sandiaga Uno juga layak untuk mendapatkan mandat karena reputasinya di tingkat global.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti menilai, penunjukan Sri Mulyani memiliki sisi positif, tetapi juga memicu perdebatan.

BACA JUGA:

BGN Siapkan Kajian MBG untuk Pelajar Indonesia di Arab Saudi

Menurut Esther, kehadiran wakil Indonesia di lembaga internasional akan memperkuat reputasi Indonesia sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap tata kelola keuangan nasional di mata dunia.

“Ia memiliki rekam jejak yang panjang, baik di Indonesia maupun di tingkat internasional. Akses komunikasi dengan berbagai pihak di dunia juga akan semakin terbuka,” katanya.

(Bambang Fouristian)