spot_imgspot_img
Jumat 9 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 252

Pemkab Sumedang Siapkan Trase Baru Jalan Haurpapak untuk Atasi Jalan Amblas

0
SUMEDANG, FOKUSJabar.id
Pemkab Sumedang Siapkan Trase Baru Jalan Haurpapak untuk Atasi Jalan Amblas

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Sumedang menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengatasi kerusakan Jalan Cisumur-Surian di blok Haurpapak. Pergerakan tanah di kawasan Surian memicu kerusakan permukaan jalan secara berulang.

Pemerintah daerah telah tiga kali memperbaiki Jalan Haurpapak. Proyek tersebut menyerap anggaran hingga miliaran rupiah. Namun, pergerakan tanah terus merusak badan jalan.

Baca Juga: Jembatan Gantung 80 Meter di Cibarusah Bekasi Buka Akses Warga Kampung Cilodong

Pemkab Sumedang memindahkan trase jalan ke lahan Perhutani untuk menghindari risiko serupa. Rencana ini membawa kembali jalur jalan ke lokasi lama. Pemerintah daerah masih menunggu izin resmi dari Kementerian Kehutanan.

Kondisi Geologis Jadi Tantangan Utama

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir membeberkan tantangan geologis kawasan Haurpapak. Pergerakan tanah membuat konstruksi jalan mudah bergeser dan ambles.

“Pemda Sumedang sudah tiga kali melakukan perbaikan di Haurpapak dan menelan biaya miliaran rupiah. Hanya saja, kondisi tanah di jalan tersebut labil dan terus mengalami pergerakan. Setiap kali dibangun, jalannya bergeser, amblas dan berpindah-pindah lagi,” ujar Bupati Dony.

Hasil kajian ilmiah menyarankan pemerintah untuk menghentikan pembangunan pada jalur saat ini. Struktur tanah yang labil mengancam ketahanan fisik jalan.

“Karena itu, untuk tahun ini kami akan mengupayakan pemindahan ruas jalan ke lahan Perhutani. Hasil penelitian menunjukkan kalau tetap dibangun di tempat yang sama, jalan akan kembali ambles karena ada pergerakan tanah,” katanya.

Proses Izin Lahan Perhutani

Pemkab Sumedang mengajukan permohonan penggunaan lahan kehutanan kepada Kementerian Kehutanan. Pengajuan tersebut telah berjalan lebih dari satu tahun.

Pemerintah daerah mendatangi kembali kantor kementerian untuk mempercepat persetujuan. Kepastian izin memperlancar tahapan pembangunan jalan permanen.

“Sudah lebih dari satu tahun kami mengajukan ke Kementerian Kehutanan. Kami juga sudah datang kembali ke kementerian untuk menyampaikan dan memperkuat pengajuan penggunaan trase jalan yang baru. Sekarang kami masih menunggu prosesnya,” ungkapnya.

Penanganan Darurat dan Persiapan Teknis

Pemerintah daerah tetap memperbaiki titik-titik jalan yang ambles secara berkala. Langkah ini menjamin keamanan serta kenyamanan akses transportasi warga.

Dony menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keselamatan para pengguna jalan. Pemerintah daerah menolak membiarkan kerusakan mengancam nyawa pengendara.

“Kami tidak diam. Sudah tiga kali kami perbaiki, tetapi karena tanahnya terus bergerak, jalan kembali amblas. Untuk penanganan sementara, bagian jalan yang mengalami amblas akan kami perbaiki terlebih dahulu agar tetap nyaman dan aman digunakan masyarakat,” tegasnya.

Dinas terkait juga merancang Detail Engineering Design (DED) untuk jalur baru. Dokumen teknis ini menjadi acuan utama pelaksanaan proyek. Pemindahan jalur menghemat anggaran daerah dan mencegah kerusakan berulang.

“DED untuk pemindahan trase sudah kami siapkan. Kami juga akan menyiapkannya dalam anggaran perubahan. Insyaallah, tahun depan penanganan permanennya bisa selesai melalui jalur yang baru,” tutur Bupati.

Prioritas Keselamatan Masyarakat

Pemkab Sumedang menanti rekomendasi resmi Kementerian Kehutanan demi merealisasikan trase baru. Akses jalan yang aman mencegah potensi kecelakaan lalu lintas.

“Kami berharap kementerian segera memberikan rekomendasi kepada kami. Kemudian kami ingin persoalan ini segera diselesaikan secara permanen karena yang paling utama adalah keselamatan masyarakat. Kami tidak ingin sampai terjadi kecelakaan akibat kondisi jalan yang terus mengalami amblas,” katanya.

(Jingga Sonjaya)

Jembatan Gantung 80 Meter di Cibarusah Bekasi Buka Akses Warga Kampung Cilodong

0
BEKASI, FOKUSJabar.id
Pembangunan jembatan gantung sepanjang 80 meter di Kampung Cilodong, Desa Ridomanah, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, menjadi upaya membuka akses masyarakat sekaligus mendukung mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

BEKASI,FOKUSJabar.id: Warga Kampung Cilodong, Desa Ridomanah, Cibarusah kini menikmati jembatan gantung baru sepanjang 80 meter. Fasilitas ini mempermudah mobilitas masyarakat yang selama ini menghadapi hambatan saat beraktivitas sehari-hari.

Sebelumnya, warga harus melintasi aliran air yang sering meluap ketika hujan deras memicu banjir.

Baca Juga: Parkir Pasar Cisalak Segera Dikelola Dishub Depok, Kontrak Pihak Ketiga Diputus

Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

Ia ingin warga sekitar merasakan langsung manfaat nyata dari jembatan baru tersebut.

“Kita melihat langsung kondisi di lapangan. Yang paling penting pembangunan ini bisa memberikan manfaat dan memudahkan masyarakat dalam beraktivitas,” ujar Asep saat meninjau lokasi, Senin, 10 Agustus 2026.

Asep menambahkan bahwa jembatan tidak sekadar menghubungkan antarwilayah.

Fasilitas tersebut wajib menunjang kegiatan harian warga agar memberi dampak positif secara langsung.

“Dengan adanya pembangunan ini, kita berharap akses masyarakat semakin mudah dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga,” katanya.

TNI Angkatan Darat menyelesaikan pengerjaan jembatan ini bersama warga dalam waktu hampir dua bulan.

Dandim 0509/Kabupaten Bekasi Letkol Inf. Michael Ronald Simbolon menyebut jembatan ini salah satu yang terpanjang di Bekasi.

“Jembatan ini panjangnya 80 meter dan menjadi salah satu yang terpanjang di Kabupaten Bekasi. Proses pengerjaannya hampir dua bulan dengan melibatkan prajurit TNI Angkatan Darat bersama masyarakat,” ujar Michael.

Akses yang Menjadi Keluhan Warga

Sebelumnya, warga terpaksa melintasi aliran sungai untuk membawa hasil pertanian menuju wilayah lain.

Kondisi tersebut sangat menyulitkan warga, terutama saat banjir melanda kawasan Cibarusah.

“Selama ini masyarakat mengeluhkan akses karena harus melewati aliran air dan kadang banjir, termasuk ketika membawa hasil pertanian. Jadi kita memberikan bantuan melalui program ini,” katanya.

Selain jembatan, tim konstruksi juga menemukan sumber air bersih di lokasi pembangunan.

Warga dapat memanfaatkan air tersebut untuk menghadapi ancaman kekeringan saat musim kemarau.

“Alhamdulillah di titik pembangunan ini kita menemukan titik air. Karena daerah Cibarusah identik dengan persawahan dan ketika kemarau air cukup sulit, air ini kita manfaatkan untuk masyarakat,” ujarnya.

Tim kemudian membangun fasilitas MCK agar warga sekitar dapat memanfaatkan air bersih tersebut secara optimal.

“Kita juga membangun MCK. Mungkin ini menjadi perhatian karena air yang ditemukan bisa dimanfaatkan untuk masyarakat,” katanya.

Michael menjelaskan bahwa program ini mencakup tiga jenis tipe konstruksi jembatan di Kabupaten Bekasi.

Pemerintah telah menyelesaikan enam jembatan gantung, шесть jembatan beton, dan delapan jembatan Aramco.

“Untuk di Kabupaten Bekasi ada tiga jenis jembatan, yaitu jembatan gantung, jembatan beton, dan jembatan Aramco. Yang sudah terbangun masing-masing enam unit jembatan gantung, enam unit jembatan beton, dan delapan unit jembatan Aramco,” tuturnya.

Gotong royong warga dan prajurit TNI menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan jembatan ini.

“Proses pengerjaannya kita lakukan bersama masyarakat, karena masyarakat yang selama ini merasakan langsung kesulitan akses di lokasi ini,” katanya.

Jembatan gantung ini kini menjamin keamanan mobilitas warga Kampung Cilodong.

Infrastruktur ini juga mendorong perekonomian lokal melalui kelancaran distribusi hasil pertanian Cibarusah.

(Jingga Sonjaya)

Parkir Pasar Cisalak Segera Dikelola Dishub Depok, Kontrak Pihak Ketiga Diputus

0
DEPOK, FOKUSJabar.id
Area Parkir Pasar Cisalak, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.

DEPOK,FOKUSJabar.id: Pemkot Depok memperluas penataan kawasan Pasar Cisalak di Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Pemerintah kota kini mengambil alih sistem pengelolaan parkir demi menjaga ketertiban kawasan pasar.

Kabid Pengelolaan Aset BKD Kota Depok, Kharisma Eka Putra, mengonfirmasi pengalihan kelola parkir ke Dinas Perhubungan.

Baca Juga: 350 Bangunan dan Lapak di Pasar Cisalak Depok

Pemerintah segera memutus kontrak kerja sama pemanfaatan aset dengan pengelola parkir pihak ketiga.

“Kalau untuk pengelolaan parkir saat ini nanti akan di-takeover ke Dishub. Dengan pengelolaan yang sekarang akan putus kontraknya dan sudah proses untuk administrasinya,” ujar Kharisma, Senin, (10/8/2026).

Pihak ketiga sebelumnya memanfaatkan aset lahan milik pemerintah daerah untuk mengoperasikan bisnis parkir.

“Ke pengelola parkir. Kita kan kerja sama pemanfaatan parkir. Jadi pengelola parkir ini memanfaatkan aset kita dan dia menjalankan usaha parkirnya,” jelasnya.

Kharisma memastikan skema kerja sama pemanfaatan aset ini terus memberi kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah.

“Masuk,” katanya menegaskan kontribusi pengelolaan parkir terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Depok.

Ia menjelaskan bahwa skema penerimaan daerah ini menggunakan sistem pemanfaatan kekayaan daerah.

“Pokoknya intinya kontraknya itu pemanfaatan aset dan kekayaan daerah. Bukan hitungan retribusi per hari per parkir berapa ribu, bukan,” jelasnya.

Pemerintah Kota Depok bakal mengintegrasikan area parkir dengan aktivitas perdagangan serta akses pengunjung pasar.

Pemkot Depok berharap pembenahan menyeluruh ini menciptakan lingkungan belanja yang jauh lebih nyaman.

(Jingga Sonjaya)

Dedi Kusnandar Ukir Rekor di Piala Presiden, 8 Edisi Bersama Persib

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Foto: Gelandang Persib, Dedi Kusnandar.

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Gelandang Persib Bandung, Dedi Kusnandar, mencatatkan rekor impresif usai mengarungi delapan edisi Piala Presiden bersama skuad Maung Bandung sejak turnamen tersebut meluncur pertama kali pada 2015 lalu.

Selama helatan turnamen pra-musim tersebut, pemain yang akrab menyandang sapaan Dado ini bukan hanya menjadi saksi perjalanan skuad Maung Bandung. Melainkan juga menorehkan pencapaian istimewa dalam karier sepak bolanya.

Baca Juga: Persib Segera Launching Skuad 2026/2027, Jersey dan Sponsor Baru

Gelandang bernomor punggung 11 ini konsisten merumput dalam seluruh edisi Piala Presiden hingga 2026 dengan membukukan total 23 penampilan serta tiga kali menembus partai final.

Dari tiga laga pamungkas tersebut, Dado sukses mengoleksi tiga jenis medali yang berbeda, yakni medali emas pada edisi 2015, perunggu pada 2017, serta medali perak pada 2026.

Persib harus puas mengamankan medali perak setelah mengakhiri turnamen sebagai runner-up Piala Presiden 2026. Setelehmaung bandung menyerah lewat drama adu penalti dari Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026).

Sebagai pilar yang selalu merasakan atmosfer Piala Presiden bersama skuad Maung Bandung, Dedi mengaku senang sekaligus bangga atas raihan tersebut.

“Pastinya pertama bangga bisa main di Persib di delapan edisi Piala Presiden. Tidak kepikiran bakal sejauh ini dan bisa membawa prestasi Persib jadi juara 1, 2, 3,” katanya, Senin (10/8/2026).

Catatan mentereng ini mengukuhkan pesepak bola asal Jatinangor, Kabupaten Sumedang tersebut sebagai salah satu pemain paling berpengalaman dalam sejarah gelaran Piala Presiden.

“Semoga ini menjadi motivasi. Lebih baik ke depannya,” pungkasnya.

Alihkan Fokus ke Pemusatan Latihan di Bali

Usai merampungkan ajang Piala Presiden, Dado bersama rekan-rekannya kini langsung mengalihkan fokus untuk mematangkan persiapan menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Skuad Persib menggelar pemusatan latihan (training center/TC) di Pulau Dewata, Bali.

Selama menjalani pemusatan latihan menjelang musim baru, tim asuhan pelatih Igor Tolic ini juga bakal menjajal kekuatan Bali United dan klub asal Malaysia, Sabah FC, dalam ajang Dewata Challenge Series 2026.

(Arif)

Pelatih PSGC Ciamis Heri Kiswanto Coret 7 Pemain dan Tunggu Keputusan Manajemen Soal Pemain Asing

0
CIAMIS,FOKUSjabar.id
Ketfot: Kerangka Tim PSGC Ciamis Mulai Terbentuk, Heri Kiswanto Tunggu Keputusan Pemain Asing

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kerangka tim PSGC Ciamis mulai terlihat jelas setelah tim pelatih merampungkan tahap penyaringan awal. Hingga sesi latihan Senin pagi, 10 Agustus 2026, pelatih telah memulangkan tujuh pemain dari skuad hasil seleksi.

Pelatih PSGC Ciamis, Heri Kiswanto, menegaskan bahwa pihaknya terus memacu proses pembentukan tim. Kendati demikian, penentuan komposisi akhir masih bergantung pada keputusan manajemen, terutama menyangkut rencana mendatangkan legiun asing.

Baca Juga: 5 Bintang Juara Piala Presiden 2026 Bakal Bersinar di Liga 1?

Menurut Heri, kepastian komposisi pemain memegang peranan krusial agar tim pelatih dapat memetakan posisi setiap pilar. Tim pelatih memberikan perhatian khusus pada lini tengah yang membutuhkan kejelasan komposisi pemain.

“Kalau komposisi sudah cepat terbentuk, kita bisa menentukan posisi dan program latihan berikutnya. Termasuk meningkatkan intensitas latihan fisik,” ujar Heri usai memimpin latihan, Senin (10/8/2026).

Ia menambahkan, penguatan kondisi fisik menjadi fokus utama tim pelatih dalam mengarungi persiapan kompetisi. PSGC bahkan menjajaki peluang menyelenggarakan tes fisik di kawasan pantai guna mengukur sekaligus mendongkrak kebugaran para pemain.

Pantai Pangandaran Sebagai Opsi Tempat Latihan

Pihaknya membidik kawasan Pantai Pangandaran sebagai salah satu opsi lokasi. Walau begitu, pelatih tetap menyesuaikan pelaksanaan tes tersebut dengan parameter fisik yang telah tim pelatih tetapkan.

Di tengah proses penyusunan skuad, PSGC Ciamis juga kedatangan penjaga gawang baru asal klub Dewa United. Kehadiran kiper anyar ini memperkaya dinamika komposisi tim yang saat ini masih terus bergerak dinamis.

“Kalau saya fokusnya di teknis dan pemain. Untuk kerja sama dan administrasi itu ranah manajemen,” katanya.

Heri berharap proses pembentukan skuad segera menemukan komposisi terbaik. Kepastian pilar tim yang lebih cepat akan memberikan waktu lebih leluasa bagi tim pelatih untuk mematangkan strategi, menggembleng fisik, sekaligus membangun kekompakan tim.

Ia menilai kompetisi Liga 2 menjadi panggung ideal bagi para pemain PSGC untuk menunjukkan kualitas terbaik mereka. Oleh karena itu, seluruh pemain wajib memanfaatkan masa persiapan secara maksimal agar mampu bersaing sengit saat kompetisi resmi bergulir.

(Mia)

Komentar Pegawai Viral, RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya Tegaskan Pasien Berada di RSCM Jakarta

0
Ket foto : Direktur Utama RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya dr. Budi Tirmadi (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSjabar.id: Direktur RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, dr. H. Budi Tirmadi, angkat bicara merespons unggahan komentar di media sosial yang viral dalam beberapa hari terakhir akibat ulah salah satu pegawainya, Norma Zahara.

Gara-garanya, komentar staf administrasi tersebut memicu amarah publik. Karena masyarakat menilai komentarnya tidak menunjukkan empati dan etika terhadap unggahan keluhan seorang pasien peserta BPJS Kesehatan. Akibatnya, warganet menyeret nama RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya ke tengah sorotan publik.

Baca Juga: Layanan CAPD Hadir di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya, Pasien Gagal Ginjal Tak Perlu Lagi ke Bandung

Menanggapi gejolak tersebut, dr. Budi Tirmadi mengambil langkah strategis dengan menggelar jumpa pers di depan awak media. Pihaknya meluruskan berbagai kesimpangsiuran informasi yang mencuat di tengah masyarakat guna mencegah kesalahpahaman berkepanjangan.

“Penting kami sampaikan dan luruskan, bahwa pasien yang mengeluh dalam unggahan di media sosial tersebut bukanlah pasien di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Namun berdasarkan penelusuran dan konfirmasi dari Kemenkes RI, yang bersangkutan adalah pasien di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta,” ungkap dr. Budi Tirmadi saat konferensi pers di RSUD dr. Soekardjo, Senin (10/8/2026).

“Pasien yang bernama Yurizal, yang menuliskan keluhan yang diposting di media sosialnya itu, saya tegaskan bukan pasien kami di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya,” ucapnya.

Klarifikasi Internal RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya

Kendati demikian, dr. Budi tidak menampik bahwa pemilik akun yang melayangkan komentar kurang pantas di kolom komentar unggahan tersebut memang merupakan pegawainya.

“Memang yang bersangkutan merupakan pegawai di sini yang bernama Norma Zahara. Ia bertugas di bagian administrasi kepegawaian, bukan tenaga kesehatan dan bukan pula dokter. Ia hanya pegawai umum, yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK,” paparnya.

Ia menambahkan, setelah insiden itu menyedot perhatian publik, manajemen rumah sakit langsung menggelar klarifikasi internal dengan memanggil pegawai bersangkutan untuk memberikan penjelasan.

“Sebagai bentuk tanggung jawab rumah sakit, kami sudah memeriksa yang bersangkutan. Namun karena status kepegawaiannya P3K dan kontrak kerjanya dengan BKPSDM Kota Tasikmalaya, maka proses penanganan lebih lanjut menjadi kewenangan BKPSDM,” jelaskannya.

Pegawai Mengundurkan Diri dan Komitmen Pembenahan Etika

dr. Budi membeberkan, tidak lama pasca-kejadian tersebut, pegawai bersangkutan mengambil keputusan dengan menyerahkan surat pengunduran diri beralasan faktor kesehatan. Pihak rumah sakit memilih tidak mengintervensi dan menghormati langkah pribadi pegawai tersebut.

“Tentu kami menyayangkan adanya komentar yang tidak mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan dan etika yang dijunjung tinggi pelayanan rumah sakit. Saya pribadi serta manajemen RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya minta maaf kepada masyarakat luas atas kegaduhan yang terjadi dari unggahan komentar di media sosial yang dilakukan yang bersangkutan,” pintanya.

Ia berharap klarifikasi resmi ini memberikan gambaran yang utuh dan terang bagi publik. Sehingga masyarakat tidak lagi mengembangkan asumsi yang keliru.

Pihaknya menegaskan bahwa RSUD dr. Soekardjo memegang teguh komitmen untuk selalu mengedepankan standar pelayanan dan etika. Terlebih empati dalam mengayomi pasien, baik lewat tenaga medis maupun non-medis.

“Media sosial sekarang sangat cepat. Satu komentar bisa berdampak luas. Karena itu kami akan perkuat pembinaan kepada seluruh pegawai. Termasuk bagian administrasi, agar lebih bijak dalam bermedia sosial dan memahami bahwa setiap ucapan akan mewakili institusi,” tuturnya.

Ia pun meminta masyarakat agar saring sebelum sharing serta memverifikasi kebenaran informasi sebelum mengunggah atau menyebarkannya di dunia maya.

“Kami terbuka untuk kritik dan masukan. Tapi tentu disampaikan dengan cara yang positif dan membangun. Kami ingin RSUD dr. Soekardjo terus menjadi rumah sakit rujukan yang dipercaya warga Tasikmalaya dan Priangan Timur,” pungkasnya.

(Seda)

350 Bangunan dan Lapak di Pasar Cisalak Depok Ditertibkan Satpol PP

0
DEPOK, FOKUSjabar.id
Satpol PP Kota Depok menertibkan bangunan dan lapak liar di Pasar Cisalak, Kecamatan Cimanggis, Senin (10/08/26)

DEPOK,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Depok kembali memimpin penataan kawasan Pasar Cisalak, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menciptakan kawasan pasar yang tertib, aman, serta sesuai dengan peruntukannya.

Dalam operasi penataan kali ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok membersihkan sekitar 350 bangunan dan lapak liar di sekeliling kawasan Pasar Cisalak. Para pedagang sebelumnya menggunakan area fasilitas umum tersebut untuk aktivitas berdagang hingga memicu gangguan ketertiban.

Baca Juga: 2 Desa Wisata di Bogor Masuk Top 15 SWJ ITDMA 2026

Pemerintah mengambil tindakan tegas usai mengantongi banyak laporan dari masyarakat terkait gangguan ketertiban di sekitar pasar. Selain itu, maraknya aktivitas perdagangan tanpa izin di atas fasilitas publik makin memperkuat alasan Pemkot Depok menggelar penataan kawasan secara menyeluruh.

Kepala Satpol PP Kota Depok, Dede Hidayat, menegaskan bahwa pihaknya tidak menyelenggarakan penertiban ini secara mendadak. Sebelum menerjunkan personel di lapangan, pemerintah telah menjalankan tahapan sosialisasi serta melayangkan surat peringatan resmi kepada para pemilik bangunan dan lapak.

“Kegiatan penertiban ini adalah tindak lanjut dari laporan warga kepada lurah dan camat. Kemudian dilanjutkan kepada teman-teman dari Disdagin terkait masalah gangguan ketertiban di sini,” ujarnya di sela penertiban, Senin (10/8/2026).

Menurut Dede, perangkat kelurahan dan kecamatan telah menggencarkan sosialisasi terlebih dahulu. Pihaknya memberikan pemahaman mendalam mengenai rencana penertiban serta meminta para pedagang mematuhi aturan hukum yang berlaku.

Toleransi Sebelum Melakukan Eksekusi

Selain sosialisasi, pemerintah melayangkan Surat Peringatan (SP) secara bertahap, mulai dari SP 1 hingga SP 3. Usai merampungkan tahapan tersebut, pemerintah bahkan masih mengulur waktu toleransi sebelum akhirnya melangsungkan eksekusi penertiban.

“Mereka sudah kita berikan pemahaman bahwa kita akan melaksanakan penertiban sesuai dengan SP 1 dan 3. Kemudian kita longgarkan kembali hampir satu minggu,” ungkap Dede.

“Jadi prosesnya sebetulnya sudah hampir satu bulan sejak Pak Lurah dan Pak Camat beserta tim di kecamatan melaksanakan sosialisasi,” sambungnya.

Dede menyebutkan bahwa keberadaan ratusan bangunan dan lapak liar di sekitar Pasar Cisalak menimbulkan berbagai masalah ketertiban. Selain beroperasi tanpa izin, ketiadaan penataan bangunan juga menyumbat saluran drainase serta menutup akses utama masyarakat.

“Yang pertama, mereka tentu tidak berizin dalam melaksanakan kegiatan ini. Kemudian Pemerintah Kota Depok sudah memfasilitasi pasar dengan anggaran yang cukup besar. Pasarnya ada AC-nya, ada liftnya untuk didorong ke dalam. Tapi ada beberapa bangunan yang melanggar ketertiban masyarakat,” tuturnya.

Dede menegaskan bahwa tindakan pemerintah tidak bertujuan menggusur tempat mengais rezeki. Sebaliknya, penertiban ini mengarahkan agar para pedagang kembali menempati lapak resmi di dalam gedung pasar yang telah Pemkot Depok sediakan.

“Ini dalam rangka bukan penggusuran, tapi penertiban. Penertiban biar mereka itu didorong, ditata, didorong ke dalam pasar. Pasarnya sudah disiapkan tempatnya,” katanya.

Selain mengembalikan fungsi kawasan, pemerintah menjalankan penataan ini demi menegakkan asas keadilan bagi para pedagang yang selama ini taat aturan dengan berjualan di dalam gedung pasar. Pemkot Depok ingin menciptakan ekosistem perdagangan yang sehat dan adil bagi seluruh pihak.

“Ini juga ada asas keadilan buat teman-teman yang sudah di pasar. Ketika mereka ditertibkan, mereka juga bisa berjualan dengan sehat,” ujarnya.

Mengerahkan Personel Gabungan dan Menyiapkan Pengawasan Pascapenertiban

Guna mengawal kelancaran aksi penertiban, Pemkot Depok mengerahkan sekitar 240 hingga 250 personel gabungan ke lokasi. Pasukan gabungan ini merangkum unsur TNI-Polri, Garnisun, Subdenpom, Kejaksaan, hingga anggota Satpol PP Kota Depok.

Pelaksanaan penertiban di kawasan Pasar Cisalak berjalan aman dan kondusif. Dede mengapresiasi kesadaran para pedagang yang kooperatif karena telah menerima sosialisasi sejak jauh hari.

“Sampai sejauh ini tertib dan mereka sebetulnya sadar. Mereka sadar bahwa mereka melaksanakan kegiatan di tempat yang salah,” ungkapnya.

Usai meratakan lapak liar, Satpol PP Kota Depok tidak langsung menarik diri. Pihaknya menyiagakan personel untuk mengawal kawasan selama satu pekan penuh guna memastikan pedagang tidak mendirikan kembali bangunan liar di lokasi tersebut.

Pengawasan intensif ini bakal mengikutsertakan sejumlah instansi terkait. Satpol PP berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), serta jajaran kecamatan dan kelurahan untuk menjaga kebersihan dan kerapian kawasan Pasar Cisalak.

“Ya, kita pantau terus selama satu minggu ini pasca penertiban. Nanti kita kerja sama dengan PUPR dengan DLHK,” pungkasnya.

(Jingga Sonjaya)