spot_imgspot_img
Jumat 9 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 251

Operasi Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamine di Perairan Natuna

0
Petugas Gabungan Gagalkan Upaya Penyelundupan 1,3 Ton Narkotika Jenis Ketamine (IST)
Petugas Gabungan Gagalkan Upaya Penyelundupan 1,3 Ton Narkotika Jenis Ketamine (IST)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Tim gabungan lintas instansi berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis ketamine jaringan internasional seberat 1,3 ton di perairan Natuna, Kepulauan Riau. Dalam operasi tersebut, petugas turut menyita sebuah kapal King Sun dan mengamankan delapan orang anak buah kapal (ABK).

Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea dan Cukai, TNI Angkatan Laut, Bareskrim Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), serta Polda Kepulauan Riau.

Baca Juga: Wali Kota Cimahi Ungkap Fakta di Balik 47 Kasus Narkoba yang Dibongkar Polisi

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi intelijen BNN bersama Bea dan Cukai pada Februari 2026. Kapal target, Fude/King Sun terpantau bergerak dari kawasan Teluk Thailand menuju wilayah perairan Indonesia.

Rangkaian penyergapan mulai dimaksimalkan, Selasa (4/8/2026), di mana tim gabungan berkoordinasi dan bergerak menuji titik pencegatan. Kemudian di hari Kamis (6/8/2026), Kapal target terdeteksi memasuki wilayah Indonesia.

Tiga kapal perang TNI AL KRI Kerambit-627, KRI Surik-645, dan KRI Karotang-872 langsung melakukan penyekatan dan pencegatan di laut. Tim BNN, Bea Cukai (menggunakan Kapal BC 30005), dan Bareskrim Polri melakukan on board untuk mengawal kapal King Sun hingga bersandar di Pangkalan Kodaeral IV, Tanjung Sengkuang.

Modus Operasi dan Barang Bukti

Setelah pemeriksaan mendalam dibantu unit Anjing Pelacak (K-9), petuas menemukan kompartemen tersembunyi di bawah lantai kamar ABK pada Jumat (7/8/2026). Dari ruang rahasia tersebut, tim mengamankan barang bukti berupa.

Barang bukti yang temukan, di antaranya 64 karung berisi masing-masing 20 kemasahan teh Cina hijau. Kemudian juga satu karung berisi 18 kemasan. Diperkirakan total ketamine berbentuk kristal mencapai 1,3 ton.

Petugas mengamankan delapan ABK berinisial ZO, MML, KH, MM, TA, ML, TMH dan PL dan resmi ditahan untuk diproses hukum.

“Pengungkapan ini menjadi langkah penting dalam memutus jalur masuk narkotika melalui jalur laut. Sekaligus membongkar jaringan peredaran gelap lintas negara,” Biro Humas dan Protokol BNN melalui rilisnya Jumat (7/8/2026).

Saat ini, tim gabungan Joint Operation masih terus melakukan penyidikan mendalam. Hal itu untuk membongkar seluruh jaringan sindikat, dalang utama, hingga jalur logistik internasional yang para pelaku manfaatkan.

(LIN) 

Evaluasi Kinerja 2026, Bupati Bogor Rudy Susmanto Tancap Gas Susun Program Prioritas 2027

0
BOGOR, FOKUSJabar.id
Evaluasi Kinerja 2026, Bupati Bogor Rudy Susmanto Tancap Gas Susun Program Prioritas 2027

BOGOR,FOKUSjabar.id: Bupati Bogor Rudy Susmanto dan jajaran Pemkab Bogor mengevaluasi proyek strategis tahun 2026. Mereka juga merancang perencanaan program prioritas untuk tahun 2027 pada Senin (10/8/2026).

Pemkab Bogor meninjau pencapaian program yang sedang berjalan saat ini. Langkah ini membantu pemerintah mengidentifikasi berbagai kekurangan program prioritas.

Baca Juga: Sambut HUT ke-81 RI, 60 Capaska Kabupaten Bogor Gembleng Fisik dan Mental di Desa Bahagia

Pemerintah daerah ingin mempercepat pekerjaan agar masyarakat segera merasakan manfaatnya.

Bupati Rudy menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Bogor membutuhkan kolaborasi bersama.

“Evaluasi ini untuk melihat apa yang sudah berjalan, apa yang perlu diperbaiki, dan apa yang harus segera kita percepat,” ujarnya.

Kolaborasi Jadi Kunci Pembangunan

Rudy menilai pemerintah tidak bisa mewujudkan perubahan secara mandiri. Seluruh aparatur sipil negara harus mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran.

Setiap tingkatan pemerintahan wajib menjaga komitmen secara kuat dan konsisten.

“Untuk membangun Kabupaten Bogor yang lebih baik, lebih nyaman, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, membutuhkan kerja bersama seluruh jajaran pemerintahan,” katanya.

Bupati menjadikan proses peninjauan ini sebagai agenda krusial pemerintah daerah. Pemerintah memastikan setiap program prioritas mencapai target sasaran pembangunan.

Proyek strategis daerah harus mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat luas.

“Tidak ada perubahan tanpa kerja nyata. Mari bergerak bersama untuk Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Fokus Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Rudy berharap penyusunan rencana kerja tahun 2027 berlangsung lebih matang. Seluruh perangkat daerah wajib merapatkan barisan dalam menyukseskan program pembangunan.

Pemkab Bogor berkomitmen penuh menghadirkan pelayanan optimal bagi seluruh warga. Kesolidan jajaran pemerintahan mempercepat hadirnya manfaat nyata bagi Kabupaten Bogor.

(BogorKab/Irfansyahriza)

OJK Tasikmalaya Edukasi Mahasiswa Baru Unpad soal Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong

0
SUMEDANG, FOKUSJabar.id
Ket foto : Para mahasiswa baru Unpad, terlihat serius menyimak pemaparan literasi keuangan yang disampaikan pihak OJK Tasikmalaya (ist Ojk Tasikmalaya)

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya memperkuat pemahaman literasi dan inklusi keuangan generasi muda. OJK memberikan edukasi kepada ratusan mahasiswa baru Universitas Padjadjaran Jatinangor.

Langkah ini membekali mahasiswa dengan ilmu pengelolaan keuangan secara bijak. Mahasiswa juga mengenali modus kejahatan keuangan yang mengincar generasi muda.

Baca Juga: Sumedang Ngabatik 2026, Pemkab Dorong Batik Khas Sumedang Mendunia

OJK menyampaikan materi dalam kegiatan Pengenalan Mahasiswa Baru (PAMUKA) Tahun Akademik 2026/2027. Acara berlangsung di Aula 1 Gedung PPBS B Unpad.

Antisipasi Kejahatan Finansial Digital

Asisten Manajer OJK Tasikmalaya Andriani Alfiah menyebut mahasiswa sangat rentan menjadi sasaran kejahatan finansial. Modus tersebut meliputi pinjaman online ilegal, investasi bodong, penipuan digital, dan judi online.

“Memasuki dunia perkuliahan menjadi awal kemandirian finansial bagi banyak mahasiswa. Karena itu, penting untuk membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak, memahami hak dan kewajiban sebagai konsumen jasa keuangan, serta selalu menerapkan prinsip 2L yakni Legal dan Logis,” ungkap Andriani Alfiah pada Senin (10/8/2026).

Andriani meminta mahasiswa memahami karakteristik layanan keuangan sebelum menggunakannya. Pemahaman yang baik memproteksi masa depan mahasiswa dari jeratan utang.

OJK juga mengingatkan mahasiswa agar menggunakan fitur paylater secara bijak. Mahasiswa sebaiknya tidak memakai pembiayaan digital hanya untuk memenuhi gaya hidup atau tren FOMO.

“Kami mengimbau para mahasiswa untuk selalu mempertimbangkan kemampuan membayar sebelum menggunakan fasilitas pembiayaan agar tidak terjebak dalam beban utang yang dapat mengganggu kondisi keuangan pada masa mendatang,” paparnya.

Inovasi Program PAMUKA Unpad 2026

Penanggung Jawab PAMUKA 2026 Mira Trisyani Koeryaman menyambut positif kolaborasi bersama OJK. Pihak kampus mewajibkan pembekalan literasi keuangan bagi seluruh mahasiswa baru.

“Berbeda dengan tahun sebelumnya, PAMUKA tahun 2026 ini, kami melibatkan sejumlah instansi eksternal termasuk OJK untuk memberikan edukasi mengenai literasi keuangan, keamanan kampus, dan perlindungan kesehatan bagi mahasiswa baru,” ungkapnya.

Mira berharap materi ini mencegah mahasiswa menjadi korban kejahatan finansial.

“Kalau mereka sudah mengenal dan memahami aktivitas keuangan yang Ilegal, tentu para mahasiswa bisa menghindarkan diri untuk tidak menggunakan produk dan layanan lembaga jasa keuangan tersebut, sehingga terhindar dari kerugian keuangan dan lainnya,” ucap Mira.

Cetak Generasi Cerdas Finansial

OJK mendorong mahasiswa Unpad mengimbangi kecerdasan akademik dengan kecerdasan finansial. Mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan informasi keuangan sehat kepada masyarakat.

“Dengan meningkatnya literasi keuangan diharapkan, mahasiswa bisa menjadi agen perubahan dalam menyebarluaskan informasi yang benar mengenai produk dan layanan jasa keuangan kepada keluarga maupun masyarakat, sekaligus berperan aktif dalam mencegah maraknya aktivitas keuangan ilegal yang dapat merugikan semua,” pungkas Andriani.

(Seda)

Sambut HUT ke-81 RI, 60 Capaska Kabupaten Bogor Gembleng Fisik dan Mental di Desa Bahagia

0

BOGOR,FOKUSJabar.id: Calon Paskibraka Kabupaten Bogor Tahun 2026 terus mematangkan kesiapan menjelang upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Mereka memfokuskan latihan untuk mengibarkan Sang Merah Putih di tingkat kabupaten.

Sebanyak 60 calon Paskibraka menjalani pemusatan latihan secara intensif. Mereka memperkuat kemampuan teknis pengibaran dan penurunan bendera.

Baca Juga: Wali Kota Bogor Lepas Kontingen Jamnas XII 2026, Sertakan Pramuka Berkebutuhan Khusus

Tim pelatih juga membentuk kedisiplinan, fisik, karakter, wawasan kebangsaan, serta jiwa kepemimpinan para peserta.

Proses Seleksi Ketat Ribuan Peserta

Pelatih Utama Pelda Suroto dari Kodim 0621 Kabupaten Bogor menjelaskan proses pembentukan tim. Panitia memulai rangkaian seleksi sejak Februari 2026 dengan menguji 1.850 peserta.

Tim penilai menyaring seluruh peserta melalui tes pengetahuan umum, parade, kesamaptaan, dan kepribadian. Proses seleksi meloloskan 62 peserta terbaik.

Panitia mempersiapkan 60 peserta untuk bertugas di Kabupaten Bogor. Sementara dua peserta lain mewakili daerah di tingkat Jawa Barat dan nasional.

“Yang kita latih di Kabupaten Bogor berjumlah 60 orang. Dari berbagai tahapan seleksi, terbentuklah 62 orang,” ujar Pelda Suroto.

Tiga Pola Pembinaan Utama

Pelda Suroto menerapkan tiga pola pembinaan, yakni pembelajaran aktif, pelatihan teknis, dan pembentukan karakter.

Materi pembelajaran aktif mencakup wawasan kebangsaan, Pancasila, dan nilai-nilai luhur bangsa.

Pelatihan teknis menggembleng fisik, kedisiplinan, kekompakan, formasi, serta teknik pelaporan.

Pembinaan karakter menanamkan etika dan tanggung jawab agar peserta mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

Pelda Suroto berharap seluruh peserta mampu menjalankan tugas dengan sempurna pada HUT ke-81 RI.

“Harapannya, setelah selesai mengikuti Paskibraka, adik-adik ini tidak hanya mampu melaksanakan tugas dengan baik, tetapi juga bisa menjadi Duta Pancasila dan calon-calon pemimpin masa depan menuju Indonesia Emas di era digitalisasi,” pungkasnya.

Penggemblengan di Desa Bahagia

Wakil Komandan Latihan Ipda Romadi dari Polres Bogor mengatur seluruh aktivitas peserta secara terstruktur.

“Program-program kami sudah diatur bersama seluruh pelatih, pamong dan pengasuh untuk mendisiplinkan para capaska, agar tidak semaunya dan tetap makan dengan disiplin,” ujar Ipda Romadi.

Panitia menempatkan para peserta di lokasi pemusatan latihan yang bernama Desa Bahagia.

Peserta memulai aktivitas pukul 04.15 WIB dengan salat berjamaah, pembersihan diri, dan makan pagi.

Para peserta kemudian bergeser menuju Alun-Alun Kabupaten Bogor untuk melahap materi latihan.

Materi latihan lapangan meliputi olahraga, pemantapan formasi, teknik pelaporan, serta pengibaran bendera hingga sore hari.

Peserta kembali ke pemusatan latihan pada pukul 16.30 WIB untuk membersihkan diri dan beribadah.

Pada malam hari, peserta menerima materi wawasan kebangsaan dan etika sebelum beristirahat pukul 22.00 WIB.

Ipda Romadi menegaskan bahwa pola ketat ini membangun mental pantang menyerah para calon Paskibraka.

“Dari mulai tidur, bangun, ibadah, latihan sampai menerima materi semuanya sudah diatur. Ini menjadi bagian dari pembentukan kedisiplinan dan karakter mereka,” jelasnya.

(BogorKab/Irfansyahriza)

Wali Kota Bogor Lepas Kontingen Jamnas XII 2026, Sertakan Pramuka Berkebutuhan Khusus

0
BOGOR, FOKUSJabar.id
Wali Kota Bogor Lepas Kontingen Jamnas XII 2026, Sertakan Pramuka Berkebutuhan Khusus

BOGOR,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim melepas kontingen Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor menuju Jambore Nasional Ke-XII 2026. Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor Denny Mulyadi turut mendampingi acara tersebut.

Prosesi pelepasan kontingen berlangsung meriah di Plaza Balai Kota Bogor.

Baca Juga: Terima Peserta Stula BPS 2026, Sekda Kota Bogor Pamerkan Inovasi Aplikasi SOLID

Dedie Rachim meminta para anggota kontingen mempererat tali silaturahmi selama kegiatan. Peserta harus menjadi duta terbaik yang membawa harum nama daerah.

“Manfaatkan momentum Jamnas ini menjadi ajang untuk menjalin persaudaraan. Buktikan kalian adalah Pramuka Kota Bogor yang juara, jaga nama baik Kota Bogor. Kalian harus menjadi orang yang memberikan kesan positif yang mendalam bagi kontingen lain melalui contoh yang baik,” kata Dedie Rachim.

Wali Kota juga mengingatkan seluruh anggota untuk selalu menjaga kedisiplinan. Kontingen Kota Bogor wajib menunjukkan karakter Pramuka yang berintegritas.

Pelibatan Pramuka Berkebutuhan Khusus

Ketua Kwarcab Kota Bogor Denny Mulyadi menyebut keikutsertaan tahun ini sangat istimewa. Kontingen Kota Bogor melibatkan delapan anggota Gerakan Pramuka Berkebutuhan Khusus dari SLB.

Kehadiran siswa SLB membuktikan bahwa Gerakan Pramuka menjadi rumah inklusif bagi semua anggota.

Denny Mulyadi mengapresiasi kerja keras para pembina dan seluruh anggota kontingen. Para peserta telah melampaui tahapan seleksi ketat sebelum berangkat.

“Jamnas merupakan wadah bagi anggota Gerakan Pramuka Penggalang seluruh Indonesia untuk belajar berkolaborasi, memperluas wawasan, serta mempererat persaudaraan. Menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bisa mengikuti kegiatan Jamnas. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk menambah teman, berbagi pengalaman, dan memperkenalkan Kota Bogor,” ujar Denny Mulyadi.

Denny mengingatkan peserta untuk senantiasa menjaga kesehatan fisik dan kekompakan tim. Terlebih anggota Pramuka harus menampilkan sikap santun serta bersahabat.

Detail Kontingen dan Jadwal Acara

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Herry Karnadi memaparkan rincian teknis keberangkatan kontingen. Panitia menggelar Jamnas Ke-XII 2026 di Buperta Cibubur pada 12 hingga 21 Agustus 2026.

Kontingen Kota Bogor mengirimkan 32 Penggalang putra dan 32 Penggalang putri. Sebanyak delapan anggota berkebutuhan khusus melengkapi total anggota kontingen.

Seluruh peserta telah menyelesaikan kualifikasi Pramuka Garuda di tingkat ranting. Mereka juga menuntaskan pemusatan latihan sebelum melangkah ke Cibubur.

(PemkotBogor/Irfansyahriza)

Terima Peserta Stula BPS 2026, Sekda Kota Bogor Pamerkan Inovasi Aplikasi SOLID

0
BOGOR, FOKUSJabar.id
Terima Peserta Stula BPS 2026, Sekda Kota Bogor Pamerkan Inovasi Aplikasi SOLID

BOGOR,FOKUSJabar.id: Sekretaris Daerah Kota Bogor Denny Mulyadi menerima 30 peserta Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrator BPS. Pertemuan berlangsung di Paseban Sri Baduga Balai Kota Bogor.

Para peserta menjalankan studi lapangan selama tiga hari di Kota Bogor. Mereka memilih Dinas Sosial Kota Bogor sebagai pusat pembelajaran utama.

Denny Mulyadi mendorong pejabat administrator untuk menghubungkan data dengan kebijakan publik secara optimal. Seorang pimpinan harus menyelaraskan kerja organisasi, kolaborasi, dan dampak bagi masyarakat.

Inovasi Aplikasi SOLID Pemkot Bogor

Sekda Kota Bogor mengapresiasi penunjukkan Dinas Sosial sebagai lokasi pembelajaran para peserta. Masalah data yang belum tervalidasi kerap menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah.

Pemkot Bogor mengandalkan aplikasi SOLID untuk mengharmonisasi berbagai data daerah. Aplikasi tersebut menjadi bahan pembelajaran penting bagi para peserta.

“Sebagus apapun regulasi dan secanggih apapun teknologi tanpa kemauan tidak akan ada hasil,” kata Denny Mulyadi.

Denny mengajak seluruh peserta membangun birokrasi adaptif dan kolaboratif. Pengambilan keputusan pemerintah wajib mengacu pada data yang akurat.

“Saya selalu bicara data yang baik dipimpin oleh kolaborasi yang baik dan diukur dengan dampak yang nyata. Kebijakan sosial yang baik harus dimulai dari data dan data itu pastinya terukur,” ungkapnya.

Alasan Pemilihan Kota Bogor

Plt. Kepala Pusdiklat BPS Ardi Adji membeberkan alasan pemilihan Kota Bogor. Keberhasilan Pemkot Bogor meraih KIGB Award atas inovasi SOLID menjadi pertimbangan utama.

“Melalui stula para peserta dapat melakukan pengamatan dan pembelajaran best practice dari unit kerja yang telah berhasil meningkatkan kinerja organisasinya. Diharapkan dapat mengidentifikasi, mengadopsi, dan mengadaptasi nilai-nilai terbaik serta keunggulan strategi organisasi yang sudah dimiliki Kota Bogor,” kata Ardi.

Ardi menambahkan bahwa peserta akan memanfaatkan keunggulan strategi Kota Bogor. Kemudian mereka menyusun rencana aksi perubahan kinerja manajemen berdasarkan hasil pembelajaran lapangan.

Para peserta akan menyajikan laporan individu dan kelompok dalam seminar mendatang.

Komposisi Lintas Kementerian Peserta

Sebagian besar peserta PKA Angkatan XI berasal dari Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi.

Beberapa instansi lain juga mengirimkan perwakilannya dalam kegiatan ini. Peserta mencakup perwakilan Kementerian PANRB, Komnas HAM, BPPIP, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kebudayaan, hingga KPK.

(PemkotBogor/Irfansyahriza)

Sumedang Ngabatik 2026, Pemkab Dorong Batik Khas Sumedang Mendunia

0
SUMEDANG, FOKUSJabar.id
Sumedang Ngabatik 2026 di Pendopo PPS Kabupaten Sumedang, Senin (10/8/2026).

SUMEDANG,FOKUSjabar.id: Pemerintah Kabupaten Sumedang mendorong pengembangan batik dengan ciri khas daerah. Langkah ini bertujuan melahirkan motif batik yang menggambarkan identitas kuat Sumedang.

Kekayaan sejarah dan budaya lokal memberikan modal besar bagi para pengrajin. Berbagai unsur budaya menjadi sumber ide untuk menciptakan motif berfilosofi tinggi.

Baca Juga: Pemkab Sumedang Siapkan Trase Baru Jalan Haurpapak untuk Atasi Jalan Amblas

Pemkab Sumedang menyampaikan dorongan ini pada acara Sumedang Ngabatik 2026 di Pendopo PPS. Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk mempromosikan potensi budaya lokal.

Sumber Inspirasi Motif Lokal

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengajak masyarakat menggali kekayaan sejarah daerah. Inspirasi dari sejarah dapat menghasilkan karya seni yang bernilai tinggi.

“Sumedang punya banyak sekali sumber inspirasi. Tinggal bagaimana semua kekayaan itu kita tuangkan menjadi sebuah karya batik yang indah, orisinal, memiliki filosofi, dan benar-benar mencerminkan karakter Sumedang,” kata Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat membuka Sumedang Ngabatik 2026 di Pendopo PPS Kabupaten Sumedang, Senin, 10 Agustus 2026.

Sejumlah ikon daerah menyimpan potensi besar untuk desain kain batik. Pengrajin bisa mengeksplorasi Mahkota Binokasih, Kuda Renggong, Lingga, Hanjuang, Gunung Tampomas, hingga Waduk Jatigede.

Seni dan budaya Sunda juga memberikan ide melimpah bagi motif batik. Unsur-unsur ini memperkuat karakter dan pesan moral setiap motif.

Sistematis dari Hulu ke Hilir

Panitia menyusun konsep acara secara menyeluruh, melingkupi perancangan desain hingga tahap pemasaran produk. Konsep ini menjamin keberlanjutan produk batik buatan perajin lokal.

Pemkab Sumedang merancang produk agar tidak berhenti sebagai karya perlombaan semata. Masyarakat luas dapat mengenali produk ini melalui strategi pemasaran yang tepat.

Bupati Dony menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPR RI Galih Dimuntur Kartasasmita atas dukungannya. Kehadiran tokoh nasional ini memberikan motivasi tambahan bagi pemerintah daerah.

“Terima kasih atas kehadiran Pak Galih Dimuntur Kartasasmita. Kehadiran ini kemudian menjadi motivasi bagi Kabupaten Sumedang untuk terus meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat,” ujar Bupati Dony.

Dony menilai tata kelola kegiatan ini sebagai keunggulan utama Sumedang Ngabatik 2026. Rangkaian acara memfasilitasi kreator sejak tahap perancangan hingga penjualan produk.

“Kegiatan ini luar biasa, sistematis dari hulu sampai hilir. Mulai dari desain, kemudian nanti akan ikut terpasarkan, sehingga batik Sumedang bisa mendunia,” katanya.

Target Panggung Nasional dan Global

Pemkab Sumedang memproyeksikan batik lokal melangkah ke panggung pameran tingkat nasional. Keikutsertaan dalam berbagai pameran besar memperluas pengenalan motif khas Sumedang.

Bupati Dony menargetkan masyarakat Indonesia dan dunia mengenali keunikan ragam hias Sumedang.

“Agar di event nasional batik Sumedang dikenal oleh masyarakat di Indonesia, bahkan di dunia,” ujarnya.

Pengembangan motif batik menyatukan sejarah, alam, dan kebudayaan lokal secara harmonis. Strategi menyeluruh ini selanjutnya mengubah batik Sumedang menjadi ikon daerah yang berdaya saing global.

(Jingga Sonjaya)