spot_imgspot_img
Jumat 9 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 250

Satu Tahun Mengabdi, Yonif TP 839/Satria Abyakta Rutin Bantu Masyarakat Kabupaten Kuningan

0

KUNINGAN,FOKUSJabar.id: Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 839/Satria Abyakta merayakan satu tahun pengabdian di Kabupaten Kuningan.

Komandan Yonif TP 839 Letkol Inf Era Borhan Wiantoro memimpin langsung berbagai aksi sosial kemasyarakatan di wilayah tersebut.

Baca Juga: Ubah Minyak Goreng Bekas Jadi Bahan Bakar Pesawat, Pemuda Kuningan Ini Tembus Tingkat Nasional

Prajurit TNI menghadirkan peran nyata untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan warga Kuningan secara mendasar.

Letkol Era Borhan menegaskan bahwa seluruh kegiatan satuan menyentuh langsung kebutuhan pokok masyarakat setempat.

“Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian Yonif TP 839/Satria Abyakta yang mengusung semangat untuk hadir dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya, Senin (10/8/2026).

Ragam Aksi Kemanusiaan dan Karya Bakti

Satuan ini menggelar karya bakti seperti merenovasi masjid, memperbaiki rumah warga, dan membersihkan eceng gondok Waduk Darma.

Personel TNI juga memberikan pengobatan gratis, membagikan bantuan sosial, serta menggelar aksi donor darah untuk warga.

Selain itu, prajurit Yonif TP 839 membantu petugas memadamkan kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Kuningan.

Satuan bermarkas di Bandorasa Wetan ini berada di bawah naungan Brigif TP 34/Cakra Buana Kodam III/Siliwangi.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan pembentukan satuan ini pada 10 Agustus 2025 di Batujajar.

Apresiasi dari Bupati Kuningan

Memasuki usia satu tahun, Yonif TP 839 semakin memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan warga.

Prajurit berkomitmen menjaga keamanan wilayah sekaligus mendukung pembangunan kesejahteraan masyarakat di kaki Gunung Ciremai.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian seluruh jajaran TNI.

Dian menilai aksi sosial dan bantuan darurat dari prajurit membuktikan kehadiran TNI di tengah warga.

(KuninganKab/Irfansyahriza)

Ubah Minyak Goreng Bekas Jadi Bahan Bakar Pesawat, Pemuda Kuningan Ini Tembus Tingkat Nasional

0
KUNINGAN, FOKUSJabar.id
Ubah Minyak Goreng Bekas Jadi Bahan Bakar Pesawat, Pemuda Kuningan Ini Tembus Tingkat Nasional

KUNINGAN,FOKUSjabar.id: Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menerima kunjungan Reza Saputra di ruang kerjanya pada Senin (10/8/2026). Pemuda asal Desa Babatan ini berhasil meraih Juara I Duta Lingkungan Jawa Barat 2026.

Kepala Desa Babatan Romi Andrian, sang ibunda, serta tokoh masyarakat mendampingi Reza dalam pertemuan tersebut.

Baca Juga: Dorong Pembangunan Desa, Bupati Kuningan Apresiasi KKN Kolaboratif 2026

Bupati Dian memuji capaian Reza sebagai prestasi membanggakan yang menginspirasi generasi muda Kabupaten Kuningan.

“Ini bisa menjadi inspirasi bagi anak muda yang lainnya. Reza Saputra mendapat anugerah sebagai Duta Lingkungan tingkat Jawa Barat Juara I dan akan mewakili Jawa Barat di tingkat nasional,” ujar Bupati Dian.

Sulap Minyak Jelantah Menjadi Avtur

Dian menyoroti kepedulian Reza terhadap lingkungan melalui inovasi pengolahan limbah menjadi barang bernilai guna.

Reza mengembangkan program DULANG (Daur Ulang) Limbah untuk mengolah berbagai limbah, termasuk minyak goreng bekas.

“Reza ini mendaur ulang minyak goreng bekas kalau bahasa kita mah jelantah didaur ulang menjadi bahan avtur. Coba bayangkan kalau dengan skala besar, terlebih avtur yang sekarang kan langka ini bisa menjadi salah satu solusi,” kata Bupati.

Reza juga memproduksi ekoenzim untuk meningkatkan kesuburan tanaman di lingkungannya.

Dian menilai karya Reza menjawab tantangan penanganan sampah melalui kreativitas anak muda.

“Dari Desa Babatan, dari Kecamatan Kadugede, akan muncul inovasi baru. Terima kasih, saya tunggu inovasi yang lain dari pemuda-pemuda yang lain,” ungkapnya.

Gagas Ekonomi Sirkular dan Target Nasional

Reza Saputra mengaku mengembangkan seluruh inovasinya secara otodidak karena prihatin melihat penumpukan sampah.

“Saya melihat dari berbagai kalangan untuk pengelolaan sampah, di mana sampah itu akan terus menumpuk. Kemudian saya menemukan inovasi itu secara otodidak,” ujar Reza.

Reza merencanakan program advokasi untuk mendorong ekonomi sirkular dan mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Prestasi ini menjadi modal Reza untuk mewakili Provinsi Jawa Barat pada ajang Duta Lingkungan tingkat nasional.

Sang ibunda turut menyampaikan rasa bangga atas pencapaian putra tercintanya.

“Bangga banget saya. Saya mendukung saja kegiatan yang menurut saya baik. Saya selalu mendukung dan mensupport anak saya,” tuturnya.

(KuninganKab/Irfansyahriza)

Dorong Pembangunan Desa, Bupati Kuningan Apresiasi KKN Kolaboratif 2026

0

KUNINGAN,FOKUSJabar.id: Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun desa. Pemerintah daerah, perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat wajib memperkuat kerja sama.

Bupati Dian menyampaikan hal tersebut saat memonitor pelaksanaan KKN Kolaboratif Perguruan Tinggi di Kecamatan Garawangi.

Kegiatan yang berlangsung pada 1–10 Agustus 2026 ini melibatkan mahasiswa dari enam kampus di Kabupaten Kuningan.

Baca Juga: Cegah Bantuan Salah Sasaran, Sekda Sumedang Minta ASN Percepat Digitalisasi Perlinsos

Bupati Dian mengapresiasi jajaran rektor, dosen pembimbing, mahasiswa, serta pimpinan wilayah yang mendukung acara.

“Saya merasa bangga, di sela-sela kesibukan rutinitas para rektor, pembimbing dan pengajar, masih bisa meluangkan waktu memberikan sebuah kebijakan yang cukup mulia, yaitu kolaborasi,” ujar Bupati Dian pada Senin (10/8/2026).

Asah Keterampilan dan Solusi Sederhana

Dian menilai KKN mengasah kemampuan mahasiswa dalam memahami persoalan warga secara langsung. Mahasiswa mempraktikkan keterampilan komunikasi, kreativitas, kolaborasi, dan pemikiran kritis.

Mahasiswa mempresentasikan berbagai program inovatif, seperti pengelolaan sampah, penanganan stunting, pengembangan UMKM, hingga hidroponik.

“Tidak ada perubahan besar apabila tidak diawali perubahan-perubahan kecil. Apa yang sederhana itu bisa membentuk sesuatu yang besar. Daripada kita berpikir hal yang besar tapi tidak kita laksanakan sama sekali,” katanya.

Dian mengingatkan mahasiswa untuk memetakan kondisi sosial dan karakter warga setempat sebelum mengeksekusi program.

“Ketika kita mau terjun ke masyarakat, kita harus dulu memetakan kondisi lingkungan setempat supaya desa yang kita kunjungi itu bisa optimal,” ungkapnya.

Dukungan CSR dan Keberlanjutan Program

Bupati meminta perangkat daerah menggandeng dunia usaha melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). Bantuan dapat berupa bibit ikan, pakan, bahan kompos, hingga fasilitas umum.

“Ke depan kita perbaiki, kita evaluasi lagi. Saya juga akan jadi motor. Ayo, mumpung saya jadi Bupati, ayo kasih stimulasi juga untuk KKN kolaboratif,” tegasnya.

Dian menekankan bahwa keberlanjutan program menjadi ukuran utama keberhasilan KKN.

“KKN kolaboratif boleh berakhir, tapi kenangan ini akan terus terasa sepanjang masa. Kebaikan adik-adik yang sudah dilaksanakan di desa-desa ini akan dikenang oleh masyarakat dan insyaallah dicatat sebagai amal jariah buat kita semua,” tuturnya.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan memperluas jangkauan KKN pada masa mendatang.

“Tidak bisa oleh kami dari birokrasi saja, oleh para kepala dinas saja, tapi oleh dunia kampus, oleh akademisi, oleh adik-adik mahasiswa seperti hari ini yang kita lakukan,” katanya.

Tiga Fokus Utama di Garawangi

Camat Garawangi Maryanto mengarahkan kegiatan KKN pada penurunan stunting, pengelolaan sampah, dan pengembangan UMKM.

Mahasiswa mengedukasi warga tentang gizi, menyusun buku MP-ASI, serta mengembangkan Dapur Sehat PMT. Mereka juga meluncurkan gerakan GASPOL untuk mengentaskan stunting.

Pada sektor lingkungan, mahasiswa mengolah sampah menjadi batako dan paving block menggunakan teknologi sederhana.

Sektor UMKM menerima pendampingan terkait perbaikan kemasan, pemasaran, hingga pengurusan sertifikasi halal.

Sementara itu, Ketua Konsorsium KKN Kolaboratif Ana Fitria memuji dedikasi seluruh mahasiswa di lapangan.

“Mahasiswa memang harus hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan solusi yang terbaik bagi masyarakat,” ujar Ana Fitria.

(KuninganKab)

Cegah Bantuan Salah Sasaran, Sekda Sumedang Minta ASN Percepat Digitalisasi Perlinsos

0
SUMEDANG, FOKUSJbar.id
Sekda Sumedang Minta Percepat Digitalisasi Perlinsos

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Sekretaris Daerah Sumedang Tuti Ruswati meminta seluruh ASN mempercepat digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos). Langkah ini menjamin masyarakat berhak menerima bantuan secara penuh.

Akurasi data menjadi penentu utama keberhasilan program perlindungan sosial daerah.

Saat ini angka kemiskinan Kabupaten Sumedang mencatatkan angka 8,81 persen atau sekitar 105 ribu jiwa. Namun, data pemerintah mencatat penerima bantuan sosial mencapai 400 ribu orang.

“Berarti harus ada pendataan dan verifikasi ulang agar penerima perlinsos betul-betul yang berhak menerima,” ujar Tuti saat memimpin Apel Pagi Gabungan di Pusat Pemerintahan Sumedang, Senin (10/8/2026).

ASN Wajib Mendampingi Pendaftaran Warga

Tuti menginstruksikan seluruh ASN bertindak sebagai Liaison Officer (LO) Perlinsos. ASN mendampingi proses pendaftaran masyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Kalau ada tetangga atau masyarakat di lingkungan yang membutuhkan pendampingan, silakan dibantu pendaftarannya,” katanya.

Hingga 10 Agustus 2026, pendaftaran perlinsos menembus angka 21,69 persen dari target 99.415 KK. Sementara itu, pendaftaran warga kelompok desil 1–4 telah mencapai 59,85 persen.

Tuti memuji kinerja ASN dan pihak kecamatan yang mendorong capaian tersebut. Namun, ia mendesak wilayah bernilai rendah untuk memacu percepatan kerja.

Efisiensi Anggaran dan Peran ASN

Tuti menegaskan bahwa sistem digital mengurangi potensi kesalahan distribusi bantuan secara signifikan. Daerah lain yang menerapkan sistem ini berhasil memangkas 40 persen penerima tak layak.

“Keberhasilan kita mengefektifkan dan mengefisienkan anggaran tergantung kepada perlinsos ini,” tegasnya.

Sekda juga mewajibkan seluruh ASN mengantongi Identitas Kependudukan Digital (IKD) untuk mendukung program daerah.

Ia mengingatkan bahwa ASN tidak berhak menerima bantuan sosial dari negara. ASN justru wajib membantu pemerintah menyukseskan penyaluran bantuan tepat sasaran.

“Negara sudah memberikan hak kepada bapak dan ibu berupa gaji dan tunjangan. Kewajiban kita adalah ikut menyukseskan perlindungan sosial,” ujarnya.

(SumedangKab/Irfansyahriza)

Gaji dan Tunjangan Jadi Taruhan, Sekda Sumedang Minta Seluruh ASN Taat Bayar PBB

0

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Aparatur Sipil Negara harus memberi teladan kepada masyarakat dalam melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Batas akhir pembayaran PBB tahun 2026 jatuh pada tanggal 31 Agustus 2026.

Sekda Sumedang Tuti Ruswati menegaskan imbauan ini saat memimpin Apel Pagi Gabungan di Pusat Pemerintahan Sumedang.

Baca Juga: Ciptakan Karya Berkarakter Kuat, Inilah Para Jawara Ajang Sumedang Ngabatik 2026

“Para kepala OPD, staf, asisten, sampai kepala bidang, tolong dicek apakah stafnya sudah membayar PBB atau belum,” ujar Sekda Tuti Ruswati pada Senin (10/8/2026).

Tuti meminta seluruh pegawai memeriksa status pembayaran pajak pribadi masing-masing. Kesadaran pegawai membayar PBB mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketergantungan Fiskal dan Taruhan Tunjangan

Pemerintah Kabupaten Sumedang berupaya menguatkan PAD di tengah berbagai tekanan ekonomi. Daerah ini masih mengandalkan dana transfer dari pemerintah pusat dan provinsi.

Tuti mengaitkan kepatuhan pajak pegawai secara langsung dengan keberlangsungan pendapatan mereka.

“Ini sebagai bentuk komitmen membantu pendapatan asli daerah. Kalau PAD tidak tercapai, gaji dan tunjangan kita juga dipertaruhkan,” katanya.

Kapasitas keuangan daerah menentukan kelancaran berbagai program prioritas dan pelayanan publik. Tuti meminta pimpinan OPD rajin memantau tingkat kepatuhan pajak seluruh bawahannya.

Beri Teladan Nyata untuk Warga

Tuti menilai ASN harus memelopori gerakan sadar pajak di tengah masyarakat. Keteladanan pejabat memudahkan pemerintah daerah mengimbau warga agar menaati aturan.

“Kalau kita ingin masyarakat taat membayar pajak, kita juga harus memberikan contoh terlebih dahulu,” ujarnya.

Ia mengimbau ASN segera melunasi PBB sebelum memasuki batas akhir pembayaran. Langkah ini mengamankan target penerimaan pajak sekaligus menjaga stabilitas fiskal Kabupaten Sumedang.

“Alhamdulillah sampai saat ini Kabupaten Sumedang masih stabil. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga kondisi ini dengan memenuhi kewajiban kita,” katanya.

(SumedangKab/Irfansyahriza)

Ciptakan Karya Berkarakter Kuat, Inilah Para Jawara Ajang Sumedang Ngabatik 2026

0
SUMEDANG, FOKUSJabar.id
Shaskia Sulistiawati dari SMAN Darmaraja Juara Sumedang Ngabatik 2026

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Sumedang Ngabatik 2026 tidak sekadar menjadi ajang kompetisi desain biasa. Kegiatan ini memfasilitasi masyarakat untuk mengaktualisasikan potensi batik khas Sumedang.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir membuka acara ini di Pendopo PPS pada Senin (10/8/2026).

Baca Juga: Tertibkan Bangli dan PKL Kiaracondong, Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung Sediakan 800 Kios Relokasi

“Ini menjadi wahana untuk mengaktualisasikan potensi batik Sumedang dan ini menjadi ruang,” kata Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.

Daftar Para Pemenang Lomba

Shaskia Sulistiawati dari SMAN Darmaraja menyabet Juara I kategori pelajar melalui karya “Simbol Kebanggaan Sumedang”. Ia mengantongi nilai akhir 78,27.

Ananda Namira Syaidatunnisa dari SMA Yadika Tanjungsari meraih Juara II dengan skor 78,13.

Shufi Zaenal Muttakin dari SMK PPN Tanjungsari menyabet Juara III lewat karya “Batik Kejayaan Sumedang Larang”.

Pada kategori umum, Rania Salsabila dari Rumah Batik Sumedang memenangkan Juara I dengan nilai 84,80.

Nadzifatin Alfi Anifa dari Komunitas Endikat Teman Bicara mengamankan posisi Juara II.

Sementara itu, Humaira Arsya Ufinadifa dari Komunitas Batik Sumedang meraih Juara III lewat karya “Seni Tarawangsa Rancakalong”.

Penguatan Identitas dan Narasi Budaya

Dony mendorong perajin memadukan tradisi lokal dengan inovasi modern. Terlebih motif batik harus membawa narasi sejarah dan filosofi budaya yang kuat.

“Identitas Sumedang harus kita menggali. Tradisi kita padukan dengan inovasi. Batik ini juga harus memiliki narasi, sehingga ketika orang melihatnya ada cerita tentang Sumedang, ada sejarah, budaya dan filosofi yang terkandung di dalamnya,” ujar Bupati Dony.

Dony mengajak para pelaku usaha batik untuk berani melakukan perubahan dan meningkatkan daya saing.

“Tidak ada kemajuan tanpa perubahan, tanpa kita berkompetisi. Kemudian ini menjadi ruang dan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Ia menargetkan ajang ini melahirkan motif otentik yang menjadi penanda khas Kabupaten Sumedang.

“Saya harap, dari kegiatan hari ini lahir sebuah karya yang nantinya ketika orang melihatnya langsung berkata, ‘Ini batik Sumedang,” katanya.

(SumedangKab/Irfansyahriza)

Tertibkan Bangli dan PKL Kiaracondong, Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung Sediakan 800 Kios Relokasi

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemda Provinsi Jawa Barat bersama Pemkot Bandung menertibkan bangunan liar dan pedagang kaki lima di Kiaracondong. Petugas membersihkan area dari perempatan Cicadas hingga Puskesmas Kiaracondong pada Senin (10/8/2026).

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menugaskan jajaran pemerintah untuk mengembalikan fungsi jalan dan trotoar.

Baca Juga: Operasi Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamine di Perairan Natuna

Sekretaris Daerah Jabar Herman Suryatman memimpin Apel Gabungan Pembongkaran Bangli di lokasi tersebut.

“Rumija, ruang milik jalan harus dikembalikan ke fungsinya. Jalan untuk transportasi, kemudian trotoar untuk pejalan kaki,” ujar Herman.

Petugas menerapkan pendekatan tegas tetapi tetap humanis selama proses penertiban. Pemerintah memikirkan nasib para pedagang yang kehilangan tempat berjualan di bahu jalan.

“Tentu ada dampak, salah satunya bagaimana nasib saudara-saudara kita yang berjualan, yang selama ini berjualannya di bahu jalan, berjualannya di trotoar. Hari ini kita tertibkan,” katanya.

Solusi Relokasi ke Pasar BTM

Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar menyediakan tempat usaha baru di Pasar Bandung Trade Mall (BTM).

Pengelola pasar menyediakan 800 kios untuk menampung para pedagang terdampak penertiban. Sementara itu, petugas mencatat sekitar 150 pedagang yang menempati kawasan Kiaracondong.

“Di Pasar BTM ada 800 ruang untuk 800 para pedagang. Yang kita tertibkan 100-an lebih. Jadi, bukan tanpa solusi, kami siapkan solusinya,” ujar Herman.

Pemerintah terus mempercantik area kios Pasar BTM agar ramai pengunjung.

“Kita sedang ikhtiar dulu, bebenah dulu kios-kiosnya. Walaupun di belakang harus ada daya tarik, sehingga masyarakat, pengunjung bisa datang ke belakang,” katanya.

Pemerintah membebaskan biaya sewa kios selama tiga bulan pertama. Langkah ini memberikan kesempatan bagi pedagang untuk memulihkan usaha mereka.

“Yang penting pindah dulu, kemudian berdaya. Kalau usahanya bagus, baru berpikir sewa dan lain sebagainya,” katanya.

Herman mengajak semua pihak menciptakan kenyamanan bersama di kawasan Kiaracondong.

“Kita nyaman, warga yang lain juga nyaman. Bahkan kita mundur satu langkah, insyaallah,” ujar Herman.

Prosedur Penataan dan Pasar Tumpah

Kasatpol PP Kota Bandung Bambang Sukardi menegaskan pihaknya telah menjalankan prosedur sesuai aturan. Petugas melayangkan surat peringatan pertama hingga ketiga sebelum menertibkan lokasi.

“Memang semua ini sudah sesuai prosedur, sudah memberi ruang, SP 1, SP 2, dan kemarin 3. Jadi pada prinsipnya kiri-kanan sudah teredukasi,” kata Bambang.

Bambang mengapresiasi Perumda Pasar yang menyediakan tempat berdagang baru secara cepat.

Pemkot Bandung juga mengedukasi para pedagang pasar tumpah di kawasan Kiaracondong. Petugas meminta pedagang memindahkan lapak agar lalu lintas berjalan lancar.

“Mudah-mudahan ke depan, kita juga sudah melakukan pendekatan terhadap pasar tumpah yang di Kiaracondong. Mereka juga nanti diminta mundur sedikit agar tidak mengganggu kemacetan,” ujarnya.

(Jabarprov/Irfansyahriza)