spot_imgspot_img
Senin 13 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 250

Inilah Karya Dari Panglima TNI Bagi Masyarakat Cijulang Pangandaran

0
panglima tni pangandaran@fokusjabar.id
Kolase: Masjid Jami Ar Rohman dan Kendaraan Perang Panser di Cujulang, Pangandaran.(Yud's/fokusjabar.id)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Masjid Jami Ar Rohman yang berlokasi di jalan raya Cijulang Kabupaten Pangandaran Jawa Barat. Merupakan tempat ibadah umat Islam yang di bangun oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Desainnya yang unik dengan kubah berbentuk baret hijau di hiasi bintang empat, juga menara dengan bentuk peluru. Menambah pesona indah Masjid Jami Ar Rohman, yang berbeda dengan tempat ibadah umat Islam pada umumnya.

Baret hijau yang menjadi ciri khas Masjid Jami Ar Rohman merupakan simbol dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD).

Baca Juga: Ikon Baru Kabupaten Pangandaran Berada di Cijulang, Apa Saja?

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto adalah putera terbaik bangsa yang merupakan pituin dari Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran.

Sebelum menjabat sebagai Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto merupakan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Dengan masa jabatan mulai 25 Oktober hingga 29 November 2023.

Jenderal Agus Subiyanto merupakan Panglima TNI ke-23. Yang di lantik oleh Presiden Republik Indonesia ketujuh Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara Jakarta.

Jenderal Agus Subiyanto mulai menjabat sebagai Panglima TNI di mulai sejak 22 November 2023 lalu menggantikan Laksamana TNI Yudo Margono.

Selain membangun Masjid Jami Ar Rohman, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga memberikan hibah. Berupa kendaraan perang jenis Panser yang kini berdiri di bundaran jalan sebrang kantor Kecamatan Cijulang.

Ikon Baru Cijulang

Kendaraan perang jenis Panser tersebut kini menjadi ikon baru Alun-alun Kecamatan Cijulang. Yang sebelumnya merupakan tiga ekor patung ikan Marlin.

“Hal itu merupakan sebuah bukti bahwa Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, sangat mencintai tempat. Di mana orangtua beliau yang merupakan pituin dari Cijulang,” ungkap Dadi Abidarda aktivis Eksponen 96 pituin Cijulang, Sabtu (24/1/2026).

Baca Juga: Jembatan Sodongkopo Pangandaran, Proyek Mandek di Era Ridwan Kamil

Dengan demikian, Dadi juga berharap semoga Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjadi contoh. Bagi generasi penerus bangsa, khususnya putera-puteri Cijulang Kabupaten Pangandaran.

“Siapa yang tidak mengaku bangga, pituin Cijulang menjadi orang nomor satu di jajaran TNI dengan menyandang bintang empat di pundak. Dan pastinya menjadi sebuah kebanggan bagi semuanya,” ucapnya.

Selain itu, sebagai pituin Cijulang, Dadi juga menyampaikan ucapan terimaksih kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Atas karya dan persembahan untuk masyarakat Cijulang khususnya, umumnya Kabupaten Pangandaran dan Jawa Barat.

“Terimakasih, dan kami mendoakan semoga Panglima TNI, Bapak Jenderal Agus Subiyanto. Selalu dalam lindungan Allah SWT dalam menjalankan tugas-tugas negara,” pungkasnya.

(Yud’s)

Update Bencana Longsor Cisarua KBB, Korban Tewas 6 Orang

0
longsor kbb fokusjabar.id
Longsor KBB (foto: web)

KBB, FOKUSJabar.id: Jumlah korban bencana longsor melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jawa Barat (Jabar) Sabtu (24/1/2026) bertambah.

Sebelumnya di laporkan iga orang tewas tertimbun longsor. Kini jumlahnya bertambah menjadi enam orang.

BACA JUGA:

BMKG: Kuningan Dikepung Kabut dan Hujan

Menhgutip KompasTV,  selain mengakibatkan korban meninggal dunia, juga menyebabkan orang hilang.

Berdasarkan data dari Desa Pasirlangu, sebanyak 21 orang selamat. Enam orang tewas dan puluhan korban lainnya dinyatakan hilang akibat peristiwa tersebut.

Jumlah korban meninggal bisa berubah seiring proses pencarian dan evakuasi yang berlangsung di lapangan.

Proses pencarian dan evakuasi saat ini tengah dilakukan tim SAR gabungan di titik-titik yang di duga menjadi tempat korban tertimbun.

Kepala BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku menyebut, longsor tidak hanya terjadi di Cisarua. Namun juga melanda wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

“Hari ini terjadi dua longsoran di Bandung Barat. Yakni di Pasirlangu dandan Lembang,” ungkapnya.

Dia menyebut, bencana longsor iduga karena intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah tesebut.

BACA JUGA:

Longsor Babakan KBB Timbun 30 Rumah, 3 Orang Meninggal

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Pranata Humas Ahli BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat mengatakan, sedikitnya 30 rumah terdampak dan tertimbun material tanah.

Hingga Sabtu (24/1/2026), petugas masih melakukan pendataan serta upaya pencarian korban.

“Kurang lebih 30 rumah terdampak dan tertimbun longsoran,” ungkap Hadi.

Menurut Dia, tiga orang di temukan meninggal dunia. Sementara itu, sekitar 10 orang lainnya di duga masih tertimbun material longsor dan dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

(Bambang Fouristian)

Angin Kencang Terjang Samarang Garut, 1 Rumah Rusak Berat

0
angin kencang garut fokusjabar.id
Tim gabungan Kecamatan Samarang melakukan assessment di Kampung Samarang Boboko, Desa Samarang

GARUT, FOKUSJabar.id: Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda wilayah Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.

Akibat peristiwa tersebut, bagian atap sebuah rumah milik warga di Kampung Samarang Boboko, Desa Samarang mengalami kerusakan cukup serius.

BACA JUGA:

Cuaca Ekstrem Terjang Pangatikan Garut, 1 Rumah di Sukamulya Roboh

Camat Samarang, Bambang Isnaeni Fathan mengatakan, kejadian tersebut menimpa Ajun (61) warga RT01/RW 01.

“Benar, kami menerima laporan adanya dampak angin kencang di Desa Samarang. Atap bagian dapur rumah pak Ajun terbawa angin. Luas area yang terdampak sekitar 4 x 6,5 meter,” kata Bambang.

Rumah yang mengalami kerusakan tersebut di ketahui dihuni oleh dua Kepala Keluarga (KK) dengan total 11 anggota keluarga.

Meski material atap berhamburan, Camat memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka.

“Alhamdulillah, korban jiwa nihil. Namun, kerugian materil ditaksir mencapai Rp10 juta karena kerusakan pada struktur atap dan material bangunan lainnya,” kata camat.

BACA JUGA:

Bendungan Leuwi Halang Jebol, Ganggu Irigasi 103 Hektar Sawah di Pameungpeuk Garut

Sesaat setelah kejadian, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP Kecamatan Samarang, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta perangkat desa langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan darurat.

Langkah-langkah yang telah diambil, evakuasi mandir. Petugas bersama warga gotong-royong membersihkan puing atap dengan alat seadanya.

Pihak kecamatan sedang melakukan verifikasi data kerugian untuk di laporkan ke tingkat kabupaten dan memastikan kebutuhan mendesak bagi 11 penghuni rumah terpenuhi selama masa perbaikan.

Pihak Kecamatan Samarang mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang kerap terjadi di awal tahun. Terutama terhadap kondisi bangunan yang rawan terdampak angin kencang.

(Y.A.Supianto)

Skandal Pupuk Bersubsidi Kabupaten Tasikmalaya Melebar, Kejari Tetapkan Dua Tersangka Baru

0
Korupsi pupuk bersubsidi Kabupaten Tasikmalaya fokusjabar.id
Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Tasikmalaya, Nikodemus Damanik, SH, MH, umumkan tersangka baru kasus korupsi pupuk bersubsidi.

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Kasus dugaan korupsi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Tasikmalaya kembali bergulir dan menunjukkan eskalasi serius.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tasikmalaya resmi menetapkan dua tersangka baru. Menandai babak lanjutan skandal yang terjadi dalam rentang waktu 2021–2024.

Melalui Seksi Tindak Pidana Khusus, Kejari Kabupaten Tasikmalaya menetapkan AS, pemilik CV MMS periode 2016–2024 serta LF, admin sekaligus petugas lapangan CV GBS sejak 2018, sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi penyaluran pupuk bersubsidi.

BACA JUGA: 

Kasus Korupsi Pupuk Bersubsidi Kabupaten Tasikmalaya, Masuk Babak Baru 

Kepala Kejari Kabupaten Tasikmalaya, Jimmy Didi Setiawan melalui Kasi Intelijen, Nikodemus Damanik mengungkapkan, penetapan tersebut di lakukan pada Kamis, 22 Januari 2026, sekaligus di ikuti dengan tindakan penahanan terhadap kedua tersangka.

“Keduanya kini di titipkan di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya selama 20 hari ke depan untuk kepentingan penyidikan,” kata Nikodemus, Sabtu (23/1/2026).

Ia menyebutkan, kasus ini merupakan pengembangan dari perkara sebelumnya yang telah menjerat tiga pelaku dalam mata rantai distribusi pupuk bersubsidi.

Modus operandi yang terungkap di duga melibatkan penyalahgunaan kuota pupuk, manipulasi administrasi hingga penyaluran yang tidak sesuai peruntukan.

Nikodemus menegaskan, penetapan tersangka baru ini di lakukan berdasarkan alat bukti yang cukup dan hasil pengembangan penyidikan yang berkesinambungan.

Langkah ini sekaligus memperlihatkan bahwa penanganan perkara tidak berhenti pada pelaku awal. Tetapi menyasar seluruh pihak yang di duga terlibat.

“Penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel, sebagai bentuk komitmen Kejaksaan dalam pemberantasan tindak pidana korupsi,” ujarnya.

Nikodemus menambahkan, kasus korupsi pupuk bersubsidi ini menjadi sorotan publik karena berdampak langsung pada petani.

BACA JUGA: Kasus Pupuk Bersubsidi Melebar, Kejari Kabupaten Tasikmalaya Isyaratkan Tersangka Baru

“Penyelewengan distribusi pupuk diduga menyebabkan kelangkaan di tingkat bawah, sekaligus merugikan keuangan negara dalam jumlah signifikan,” katanya.

Kejaksaan tambah Nikodemus, memastikan proses penyidikan akan terus dikembangkan dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka tambahan, seiring pendalaman fakta hukum dan pemeriksaan lanjutan.

(Farhan)

Cuaca Ekstrem Terjang Pangatikan Garut, 1 Rumah di Sukamulya Roboh

0
cuaca ekstrem garut fokusjabar.id
Seorang warga membersihkan puing-puing rumah warga yang roboh di Dusun 2, Kampung Sukagalih RT 02/03 Desa Sukamulya, Kecamatan Pangatikan,

GARUT, FOKUSJabar.id: Hujan deras dengan intensitas tinggi (cuaca ekstrem) yang mengguyur wilayah Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) memicu terjadinya bencana rumah roboh di Desa Sukamulya, Kecamatan Pangatikan, Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.

Peristiwa tersebut tepatnya di Dusun 2, Kampung Sukagalih RT02/03 desa Sukamulya.

BACA JUGA:

Bendungan Leuwi Halang Jebol, Ganggu Irigasi 103 Hektar Sawah di Pameungpeuk Garut

Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun bangunan rumah beserta harta benda milik warga mengalami kerusakan cukup parah.

Camat Pangatikan, Ahmad Ramdani mengatakan, pihaknya telah menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan assessment.

“Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kejadian ini murni dipicu oleh cuaca ekstrem. Akibatnya, satu unit rumah warga mengalami kerusakan berat pada struktur bangunan,” kata Ahmad Ramdani, Sabtu (24/1/2026).

Camat menuturkan, sejak pagi jajaran Forkopimcam Pangatikan bersama perangkat desa, pengurus RT/RW dan warga setempat telah bergotong-royong di lokasi kejadian.

Fokus utama saat ini adalah pembersihan material reruntuhan atap dan puing-puing pohon yang menimpa bangunan.

“Kami langsung berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Garut serta pihak terkait lainnya untuk langkah tindak lanjut. Saat ini, prioritas kami adalah memastikan keselamatan warga dan membantu proses pembersihan di lokasi,” kata Ahmad.

BACA JUGA:

Longsor di Padamukti Garut, Kerusakan Infrastruktur Capai Rp10 Juta

Selain kerugian materil, pihak kecamatan mencatat adanya kebutuhan mendesak bagi korban dan tim di lapangan. Di antaranya peralatan kebersihan dan bantuan logistik untuk menunjang proses pemulihan darurat.

Camat Pangatikan mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berada di zona rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.

“Kami meminta masyarakat untuk lebih waspada dan segera melaporkan kepada pengurus RT atau RW jika melihat adanya tanda-tanda potensi bencana di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.

(Y.A.Supianto)

Pemkab Ciamis Resmikan Sistem Gate Parkir di Taman Lokasana dan GGT

0
sistem Gate Parkir ciamis fokusjabar.id
Bupati Ciamis,Herdiat Sunarya

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Pemkab Ciamis Jawa Barat (Jabar) resmi memberlakukan sistem Gate Parkir di kawasan Taman Lokasana dan Gelanggang Galuh Taruna (GGT) mulai Sabtu (24/1/2026).

Langkah tersebut diambil sebagai upaya strategis untuk menciptakan pengelolaan parkir yang lebih tertib, transparan dan profesional di titik-titik vital kabupaten.

BACA JUGA:

1 Rumah di Panyingkiran Ciamis Tertimpa Pohon Tumbang

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya menegaskan, penerapan sistem ini bukan sekadar urusan teknis kendaraan. Namun strategi besar untuk memecah konsentrasi massa agar tidak hanya terpusat di Alun-alun Ciamis.

​”Kita ingin Taman Lokasana menjadi salah satu titik magnet baru. Ke depan, seluruh SKPD akan kita libatkan untuk menggelar berbagai event di sini agar aktivitas masyarakat tersebar dan ekonomi lokal tumbuh lebih merata,” katanya usai melepas para peserta tiba-tiba touring,  Sabtu (24/1/2026) di Taman Lokasana Ciamis.

Menurutnya, penataan parkir tidak hanya berkaitan dengan pengaturan kendaraan. Tetapi menjadi bagian dari strategi besar dalam membangun ruang publik yang tertib, nyaman dan berkelanjutan. Sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan aktivitas masyarakat.

Herdiat mengajak kepada masyarakat Tatar Galuh untuk mendukung penerapan sistem gate parkir sebagai wujud komitmen bersama dalam menciptakan penataan kota yang lebih baik dan berdaya saing.

“Kami membuka ruang ini untuk masyarakat. Dengan penataan yang baik dan kegiatan yang terus di hadirkan. Taman Lokasana di harapkan menjadi ruang publik yang hidup dan memberi manfaat luas,” ungkapnya.

BACA JUGA:

PPDI Ciamis Dukung Patung Macan Jadi Ikon Baru Kota

​Herdiat menambahkan, ruang publik yang tertib dan nyaman merupakan kunci dalam membangun kota yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis, Uga Yugaswara menjelaskan, transformasi menuju sistem modern ini akan berdampak langsung pada optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

​”Melalui sistem gate, pengelolaan menjadi lebih akuntabel dan terawasi. Hasil dari PAD ini nantinya akan di kembalikan kepada masyarakat dalam bentuk peningkatan fasilitas publik lainnya,” jelas Dia.

​Penerapan ini telah mengacu pada payung hukum yang kuat. Yakni, UU No22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Perda Kabupaten Ciamis No18 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Parkir.

Sebelum diimplementasikan, Dishub Ciamis memastikan telah melakukan sosialisasi intensif kepada para pedagang kios dan komunitas olahraga yang rutin beraktivitas di kawasan tersebut.

Hal ini dilakukan untuk memastikan kebijakan berjalan adil dan mendapat dukungan dari semua lapisan masyarakat.

​Dengan hadirnya sistem gate parkir ini, di harapkan kawasan Taman Lokasana dan GGT menjadi ruang publik yang tidak hanya hidup dan produktif. Namun juga menjamin keamanan serta kenyamanan bagi setiap pengunjung yang datang.

(Nank Irawan)

BMKG: Kuningan Dikepung Kabut dan Hujan

0
BMKG Kuningan fokusjabar.id
Kuningan diselimuti kabut tebal (FOTO: WEB)

KUNINGAN, FOKUSJabar.id: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga Kabupaten Kuningan Jawa Barat (Jabar) untuk meningkatkan kewaspadaan, Sabtu (24/1/2026).

Mengutip tribunjabar.id, selain di prediksi akan di guyur hujan ringan, wilayah Kuningan Kota dan sekitarnya kini mulai di selimuti kabut tebal.

BACA JUGA:

1 Rumah di Panyingkiran Ciamis Tertimpa Pohon Tumbang

Pantauan terkini menunjukkan kabut mulai turun sejak dini hari, menyertai curah hujan yang terjadi tanpa jeda.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi pengguna jalan. Baik pengendara motor, mobil maupun pejalan kaki.

Berdasarkan data BMKG, suhu udara di Kuningan hari ini berada di kisaran 21-27°C dengan tingkat kelembaban mencapai 77-98 persen.

Angin bertiup lembut namun konstan pada kecepatan 10-15 km per jam.

Intensitas hujan di Kuningan tercatat stabil dalam kategori sedang sejak Kamis (22/1/2026) dan Jumat (23/1/2026).

Tingginya curah hujan selama beberapa hari terakhir membuat tanah semakin jenuh. Sehingga potensi bencana hidrometeorologi tetap harus di waspadai.

BMKG juga merilis prediksi cuaca untuk beberapa hari ke depan sebagai panduan bagi masyarakat yang akan beraktivitas di luar ruangan.

BACA JUGA:

BMKG: 23-29 Januari 2026 Masih Diterjang Cuaca Ekstrem

Minggu, 25 Januari 2026 di prediksi masih terjadi hujan ringan dengan suhu 21-29°C dan kelembaban 62-97 persen.

Senin, 26 Januari 2026, cuaca mulai bergeser ke kategori berawan dengan suhu 21-28°C dan kelembaban 66-98 persen.

Tidak hanya Kuningan, BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk seluruh wilayah Jawa Barat.

Potensi hujan lebat disertai angin kencang masih sangat tinggi. Terutama pada sore hingga malam hari.

Masyarakat di daerah rawan longsor dan banjir diminta untuk selalu memantau perkembangan cuaca secara real-time.

(Bambang Fouristian)