spot_imgspot_img
Senin 10 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Jembatan Gantung 80 Meter di Cibarusah Bekasi Buka Akses Warga Kampung Cilodong

BEKASI,FOKUSJabar.id: Warga Kampung Cilodong, Desa Ridomanah, Cibarusah kini menikmati jembatan gantung baru sepanjang 80 meter. Fasilitas ini mempermudah mobilitas masyarakat yang selama ini menghadapi hambatan saat beraktivitas sehari-hari.

Sebelumnya, warga harus melintasi aliran air yang sering meluap ketika hujan deras memicu banjir.

Baca Juga: Parkir Pasar Cisalak Segera Dikelola Dishub Depok, Kontrak Pihak Ketiga Diputus

Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

Ia ingin warga sekitar merasakan langsung manfaat nyata dari jembatan baru tersebut.

“Kita melihat langsung kondisi di lapangan. Yang paling penting pembangunan ini bisa memberikan manfaat dan memudahkan masyarakat dalam beraktivitas,” ujar Asep saat meninjau lokasi, Senin, 10 Agustus 2026.

Asep menambahkan bahwa jembatan tidak sekadar menghubungkan antarwilayah.

Fasilitas tersebut wajib menunjang kegiatan harian warga agar memberi dampak positif secara langsung.

“Dengan adanya pembangunan ini, kita berharap akses masyarakat semakin mudah dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga,” katanya.

TNI Angkatan Darat menyelesaikan pengerjaan jembatan ini bersama warga dalam waktu hampir dua bulan.

Dandim 0509/Kabupaten Bekasi Letkol Inf. Michael Ronald Simbolon menyebut jembatan ini salah satu yang terpanjang di Bekasi.

“Jembatan ini panjangnya 80 meter dan menjadi salah satu yang terpanjang di Kabupaten Bekasi. Proses pengerjaannya hampir dua bulan dengan melibatkan prajurit TNI Angkatan Darat bersama masyarakat,” ujar Michael.

Akses yang Menjadi Keluhan Warga

Sebelumnya, warga terpaksa melintasi aliran sungai untuk membawa hasil pertanian menuju wilayah lain.

Kondisi tersebut sangat menyulitkan warga, terutama saat banjir melanda kawasan Cibarusah.

“Selama ini masyarakat mengeluhkan akses karena harus melewati aliran air dan kadang banjir, termasuk ketika membawa hasil pertanian. Jadi kita memberikan bantuan melalui program ini,” katanya.

Selain jembatan, tim konstruksi juga menemukan sumber air bersih di lokasi pembangunan.

Warga dapat memanfaatkan air tersebut untuk menghadapi ancaman kekeringan saat musim kemarau.

“Alhamdulillah di titik pembangunan ini kita menemukan titik air. Karena daerah Cibarusah identik dengan persawahan dan ketika kemarau air cukup sulit, air ini kita manfaatkan untuk masyarakat,” ujarnya.

Tim kemudian membangun fasilitas MCK agar warga sekitar dapat memanfaatkan air bersih tersebut secara optimal.

“Kita juga membangun MCK. Mungkin ini menjadi perhatian karena air yang ditemukan bisa dimanfaatkan untuk masyarakat,” katanya.

Michael menjelaskan bahwa program ini mencakup tiga jenis tipe konstruksi jembatan di Kabupaten Bekasi.

Pemerintah telah menyelesaikan enam jembatan gantung, шесть jembatan beton, dan delapan jembatan Aramco.

“Untuk di Kabupaten Bekasi ada tiga jenis jembatan, yaitu jembatan gantung, jembatan beton, dan jembatan Aramco. Yang sudah terbangun masing-masing enam unit jembatan gantung, enam unit jembatan beton, dan delapan unit jembatan Aramco,” tuturnya.

Gotong royong warga dan prajurit TNI menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan jembatan ini.

“Proses pengerjaannya kita lakukan bersama masyarakat, karena masyarakat yang selama ini merasakan langsung kesulitan akses di lokasi ini,” katanya.

Jembatan gantung ini kini menjamin keamanan mobilitas warga Kampung Cilodong.

Infrastruktur ini juga mendorong perekonomian lokal melalui kelancaran distribusi hasil pertanian Cibarusah.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru