spot_imgspot_img
Senin 10 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemkab Sumedang Siapkan Trase Baru Jalan Haurpapak untuk Atasi Jalan Amblas

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Sumedang menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengatasi kerusakan Jalan Cisumur-Surian di blok Haurpapak. Pergerakan tanah di kawasan Surian memicu kerusakan permukaan jalan secara berulang.

Pemerintah daerah telah tiga kali memperbaiki Jalan Haurpapak. Proyek tersebut menyerap anggaran hingga miliaran rupiah. Namun, pergerakan tanah terus merusak badan jalan.

Baca Juga: Jembatan Gantung 80 Meter di Cibarusah Bekasi Buka Akses Warga Kampung Cilodong

Pemkab Sumedang memindahkan trase jalan ke lahan Perhutani untuk menghindari risiko serupa. Rencana ini membawa kembali jalur jalan ke lokasi lama. Pemerintah daerah masih menunggu izin resmi dari Kementerian Kehutanan.

Kondisi Geologis Jadi Tantangan Utama

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir membeberkan tantangan geologis kawasan Haurpapak. Pergerakan tanah membuat konstruksi jalan mudah bergeser dan ambles.

“Pemda Sumedang sudah tiga kali melakukan perbaikan di Haurpapak dan menelan biaya miliaran rupiah. Hanya saja, kondisi tanah di jalan tersebut labil dan terus mengalami pergerakan. Setiap kali dibangun, jalannya bergeser, amblas dan berpindah-pindah lagi,” ujar Bupati Dony.

Hasil kajian ilmiah menyarankan pemerintah untuk menghentikan pembangunan pada jalur saat ini. Struktur tanah yang labil mengancam ketahanan fisik jalan.

“Karena itu, untuk tahun ini kami akan mengupayakan pemindahan ruas jalan ke lahan Perhutani. Hasil penelitian menunjukkan kalau tetap dibangun di tempat yang sama, jalan akan kembali ambles karena ada pergerakan tanah,” katanya.

Proses Izin Lahan Perhutani

Pemkab Sumedang mengajukan permohonan penggunaan lahan kehutanan kepada Kementerian Kehutanan. Pengajuan tersebut telah berjalan lebih dari satu tahun.

Pemerintah daerah mendatangi kembali kantor kementerian untuk mempercepat persetujuan. Kepastian izin memperlancar tahapan pembangunan jalan permanen.

“Sudah lebih dari satu tahun kami mengajukan ke Kementerian Kehutanan. Kami juga sudah datang kembali ke kementerian untuk menyampaikan dan memperkuat pengajuan penggunaan trase jalan yang baru. Sekarang kami masih menunggu prosesnya,” ungkapnya.

Penanganan Darurat dan Persiapan Teknis

Pemerintah daerah tetap memperbaiki titik-titik jalan yang ambles secara berkala. Langkah ini menjamin keamanan serta kenyamanan akses transportasi warga.

Dony menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keselamatan para pengguna jalan. Pemerintah daerah menolak membiarkan kerusakan mengancam nyawa pengendara.

“Kami tidak diam. Sudah tiga kali kami perbaiki, tetapi karena tanahnya terus bergerak, jalan kembali amblas. Untuk penanganan sementara, bagian jalan yang mengalami amblas akan kami perbaiki terlebih dahulu agar tetap nyaman dan aman digunakan masyarakat,” tegasnya.

Dinas terkait juga merancang Detail Engineering Design (DED) untuk jalur baru. Dokumen teknis ini menjadi acuan utama pelaksanaan proyek. Pemindahan jalur menghemat anggaran daerah dan mencegah kerusakan berulang.

“DED untuk pemindahan trase sudah kami siapkan. Kami juga akan menyiapkannya dalam anggaran perubahan. Insyaallah, tahun depan penanganan permanennya bisa selesai melalui jalur yang baru,” tutur Bupati.

Prioritas Keselamatan Masyarakat

Pemkab Sumedang menanti rekomendasi resmi Kementerian Kehutanan demi merealisasikan trase baru. Akses jalan yang aman mencegah potensi kecelakaan lalu lintas.

“Kami berharap kementerian segera memberikan rekomendasi kepada kami. Kemudian kami ingin persoalan ini segera diselesaikan secara permanen karena yang paling utama adalah keselamatan masyarakat. Kami tidak ingin sampai terjadi kecelakaan akibat kondisi jalan yang terus mengalami amblas,” katanya.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru