spot_imgspot_img
Rabu 7 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 179

Terjaring Razia Jam Malam di Pangandaran, Remaja Perempuan Tiba-Tiba Meraung Kesurupan

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Penampakan gadis saat Diduga kesurupan

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Seorang remaja perempuan mengalami fenomena aneh saat terjaring razia kendaraan di depan Mako Polres Pangandaran, Sabtu (22/8/2026) dini hari.

Gadis tersebut menunggangi sepeda motor Honda Vario hitam bersama temannya pada tengah malam. Petugas Satlantas yang berjaga langsung menghentikan kendaraan dan menghampiri mereka secara humanis.

Baca Juga: ISBI Bandung Dapat Hibah Lahan 30 Hektar, Bupati Pangandaran: Tinggal Proses

Saat petugas memeriksa kelengkapan kendaraan, remaja yang berada di posisi depan tiba-tiba menunduk dengan tatapan kosong. Ia mendadak roboh terlentang di atas tanah sambil meraung seperti kerasukan makhluk halus.

Briptu Vesa Bacakan Ayat Suci Alquran untuk Tenangkan Korban

Anggota Satlantas Polres Pangandaran, Briptu Vesa, langsung merespon kejadian tersebut. Ia memegang tangan dan kepala gadis itu, membacakan ayat suci Alquran, serta mengusap bagian wajahnya agar segera tersadar.

Briptu Vesa kemudian membantu mengangkat tubuh gadis itu menuju sepeda motornya sambil terus melantunkan ayat suci.

Namun raungan gadis itu justru semakin nyaring dengan posisi kedua tangan mengepal serta mata terpejam. Rekannya yang membonceng langsung memeluk dan menenangkan korban. Petugas juga mengarahkan senter ke mata perempuan tersebut untuk memastikan kondisinya.

Setelah menerima penanganan beberapa menit, kondisi siswi tersebut berangsur membaik. Petugas lantas mengimbau agar kedua remaja itu segera pulang ke rumah.

Polres Pangandaran Minta Orang Tua Perketat Pengawasan Anak

Briptu Vesa menjelaskan bahwa operasi malam ini menyasar penertiban truk ODOL, pengecekan kelengkapan kendaraan, serta pemantauan pelajar pada jam malam sesuai Surat Edaran Gubernur Jawa Barat.

Pihak Polres Pangandaran meminta para orang tua agar lebih aktif mengawasi anak-anak mereka saat malam hari. Orang tua wajib memastikan keberadaan anak, teman beraktivitas, serta melarang anak di bawah umur mengendarai sepeda motor.

“Karena menjaga keselamatan anak bukan hanya tugas kepolisian, tetapi juga tanggung jawab bersama,” kata Briptu Vesa melalui Humas Polres Pangandaran, Senin (24/8/2026).

(Sajidin)

Tanpa Solusi Relokasi, Kebijakan Penertiban PKL Pemkot Bandung Pancing Kritik Pakar ITB dan Unpas

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Tanpa Solusi Relokasi, Kebijakan Penertiban PKL Pemkot Bandung Pancing Kritik Pakar ITB dan Unpas

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan UMKM di kawasan Cibeunying Utara memicu kritik tajam. Kebijakan ini menyasar sentra usaha anak muda dengan dalih penataan estetika kota serta pengembalian fungsi trotoar.

Banyak pihak menilai langkah tersebut berbenturan langsung dengan hak warga berwirausaha saat lapangan kerja makin sulit.

Baca Juga: Pemkot Bandung Soroti Perubahan Status Kesejahteraan Desil 5 ke 6

Para pakar mengingatkan bahwa penertiban tanpa solusi relokasi konkret berisiko meningkatkan angka pengangguran. Kondisi ini juga rentan memicu kerawanan sosial di Kota Bandung.

Pakar ITB Soroti Tata Ruang dan Lemahnya Sinergi Regulasi

Pakar dan Pengamat Tata Kota dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Frans Ari Prasetyo, menilai penataan kota oleh pemerintah masih terkesan parsial.

Frans menyebut wirausaha sebagai hak asasi warga yang lahir akibat minimnya peluang kerja di sektor formal. Meski begitu, ia mengakui penggunaan trotoar secara ilegal tetap melanggar aturan zonasi dan Undang-Undang Jalan.

“PKL adalah bagian dari sektor informal yang ada di setiap kota di dunia. Permasalahannya ada pada penataan lokasi. Kenapa bermasalah? Karena pemerintah tidak menyediakan lokasinya sesuai dengan Rencana Tata Ruang (RTR) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang ada,” ucap Frans saat dihubungi, Senin (24/8/2026).

Frans juga menyinggung potensi penguasaan lahan oleh organisasi kemasyarakatan (ormas) di titik strategis karena pemerintah tidak memberikan fasilitasi resmi. Menurutnya, Pemkot Bandung hanya membutuhkan aturan turunan yang menyinergikan tata ruang dengan sektor informal.

“RTR, RDTR, aturan zonasi, hingga UU Jalan dan Trotoar itu sudah ada. Yang dibutuhkan sekarang adalah political will dari pemerintah untuk menyinergikan dan mengeksekusi aturan tersebut agar kebutuhan para pelaku usaha informal dapat terakomodasi tanpa melanggar hukum,” tegasnya.

Dampak Ekonomi: Potensi Kenaikan Begal dan Kriminalitas

Dari sudut pandang ekonomi, Pakar dan Pengamat Ekonomi dari Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, Acuviarta, menegaskan penertiban ini berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Kebijakan tanpa masa transisi matang berisiko memutus mata pencaharian dan menciptakan pengangguran baru.

Acuviarta menilai kebijakan ini berbanding terbalik dengan janji politik Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang ingin memperkuat UMKM sebagai benteng penahan PHK.

“Kebijakan penertiban saat ini jelas tidak sejalan dengan strategi penguatan UMKM. Pemerintah belum menyediakan alternatif solusi yang mampu mengakomodasi transisi perpindahan para pedagang agar tetap bisa melanjutkan usahanya,” jelas Acuviarta.

Ia memperingatkan Pemkot Bandung mengenai risiko jangka panjang jika terus mengabaikan dampak ekonomi masyarakat.

“Jika aspek ekonomi diabaikan, risikonya adalah peningkatan pengangguran, kemiskinan, hingga aksi kriminalitas seperti begal dan curanmor. Maraknya kriminalitas adalah refleksi dari kesulitan ekonomi masyarakat,” paparnya.

Dorong Langkah Transformatif dan Pemanfaatan Lahan Produktif

Acuviarta mendorong Muhammad Farhan dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk mengambil langkah transformatif. Kedua pemimpin perlu membuka komunikasi antarlembaga guna memanfaatkan bangunan atau kawasan tidak produktif sebagai lokasi baru UMKM.

“Penataan tidak boleh berhenti pada penertiban dan relokasi seadanya. Usaha mereka harus didorong secara transformatif ke kawasan yang teratur, dengan standar kebersihan dan keamanan yang jauh lebih baik,” pungkasnya.

Hingga kini, para pelaku UMKM dan PKL di Cibeunying Utara masih menunggu kepastian tempat usaha yang layak dari Pemkot Bandung.

Menanti Realisasi Janji Kampanye Inkubator Bisnis

Sebelumnya, Muhammad Farhan sempat berjanji memperkuat sektor UMKM melalui program inkubator bisnis di setiap kecamatan.

“Program kami ketika terpilih adalah memastikan di setiap kecamatan ada inkubator bisnis,” ucap Farhan saat bersilaturahmi dengan warga Kelurahan Pasir Wangi, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Rabu (23/10/2024).

Farhan berencana menggandeng perguruan tinggi dan lembaga pelatihan untuk memetakan potensi tiap wilayah.

“Di sana ada tim ahli dari pemerintah kota yang akan melihat dan mengembangkan potensi UMKM di setiap kecamatan,” ucap dia.

Melalui inkubator bisnis, warga akan menerima pelatihan, dukungan manajemen, serta teknologi untuk memajukan usaha.

“Jadi jangan dulu berorientasi ekspor. Ya syukur kalau sampai bisa ekspor. Tapi penuhi dulu kebutuhan warga sekitar. Jadi produk atau jasanya harus laku di masyarakat itu sendiri. Jadi UMKM itu barangnya dibeli oleh warga sekitar,” katanya.

Farhan berharap jejaring ekonomi rakyat ini mampu melahirkan wirausahawan sukses di seluruh wilayah Bandung.

“30 kecamatan, 151 kelurahan, masing-masingnya harus punya usahawan yang berhasil, bahkan jadi konglomerat. Mimpi akan terwujud dengan satu langkah awal,” harapnya.

(Alpin Septian)

Ruang Kelas Kebakaran, Disdik Ciamis Pastikan KBM SDN 1 Gerba Cipaku Tetap Berjalan

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Personel Damkar pos WMK Kawali saat memadamkan api di ruang kelas SDN 1 Gerba Kecamatan Cipaku

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis memastikan aktivitas belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Gerba, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tetap berjalan normal.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Sigit Ginanjar, menyampaikan kepastian tersebut, Senin (24/8/2026).

Baca Juga: Dinas Pariwisata Ciamis Lirik Festival Layang-Layang Hias Rancah Jadi Ikon Wisata Baru

Sigit menjelaskan bahwa pihak sekolah memindahkan sementara siswa kelas VI yang ruangannya terbakar ke ruangan lain. Langkah ini memastikan para siswa dapat mengikuti proses belajar seperti biasa.

“Dugaan sementara kebakaran itu menurut laporan dari korsleting listrik,” katanya.

Respon Cepat Damkar Kawali dan Warga Berhasil Jinakkan Api

Sigit menuturkan bahwa peristiwa tersebut membakar buku-buku di dalam rak. Beruntung, api tidak merembet ke bangunan lain karena petugas Damkar pos WMK Kawali langsung menjinakkan si jago merah sesaat setelah kejadian.

“Beruntung bisa langsung ditangani oleh petugas Damkar dan warga di lokasi sehingga api bisa padamkan dengan cepat,” ucapnya.

Sigit menambahkan, pihak guru bergerak cepat menghubungi petugas sesaat setelah menerima laporan dari warga setempat.

“Guru yang rumahnya tidak jauh dari sekolah saat mendapt info sekolah kebakaran langsung melaporkan kejadian itu ke pos Damkar WMK Kawali,” jelasnya.

(Husen Maharaja)

Dinas Pariwisata Ciamis Lirik Festival Layang-Layang Hias Rancah Jadi Ikon Wisata Baru

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Kepala Naga Layang layang hias sebelum terbang dalam festival layang layang hias Desa Cileungsir Rancah

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis menaruh perhatian besar terhadap gelaran festival layang-layang hias di Kecamatan Rancah. Pemerintah daerah menilai ajang tersebut memiliki daya tarik luar biasa untuk mendorong sektor pariwisata lokal.

Kepala Dinas Pariwisata Heryan melalui Sekretaris Dinas Dian Udeng menyampaikan apresiasi tersebut, Senin (24/8/2026).

Baca Juga: Diskominfo Ciamis Perkuat Peran Posyandu dalam Pencegahan Stunting

Dian menyebut kreasi layang-layang hias sebagai bentuk atraksi wisata yang sangat potensial. Oleh karena itu, pihaknya bertekad memperjuangkan keberlanjutan event ini agar makin berkualitas dan menyerap lebih banyak peserta.

“Pihak kami akan mencoba untuk lebih mengembangkan lagi event itu supaya Desa Cileungsir menjadi tujuan wisata,” katanya.

Dinas Pariwisata Siapkan Support Maksimal untuk Penyelenggara

Guna mematangkan potensi event tersebut, Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada panitia pelaksana.

“Suport dan dukungan Dinas Pariwisata kedepannya agar kegiatan itu kembali digelar secara meriah dan pesertanya lebih banyak yang hadir mengkutinya,” ucapnya.

Dian berharap agenda mendatang sanggup menarik partisipasi publik yang lebih luas. Langkah ini penting agar festival layang-layang hias bisa menjelma sebagai ikon wisata khas Ciamis. Selama ini, kegiatan serupa identik dengan wilayah lain seperti Kecamatan Lakbok.

“Layang hias di Kecamatan Lakbok itu biasa digelar malam hari dan layangannya memakai lampu,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Diskominfo Ciamis Perkuat Peran Posyandu dalam Pencegahan Stunting

0
Ciamis@fokusjabar.id
Diskominfo Ciamis Perkuat Peran Posyandu dalam Pencegahan Stunting.(Istimewa)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Upaya memastikan balita memperoleh pelayanan kesehatan dan pemenuhan gizi terus di perkuat Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui kolaborasi lintas sektor.

Salah satunya di lakukan dengan melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ciamis dalam monitoring pelayanan Posyandu.

Kegiatan tersebut berlangsung di Posyandu Melati, Jalan Ciptomangunkusumo 003/023, Lingkungan Desa Kolot, Pakuncen, Ciamis, Senin (24/8/2026). 

Baca Juga: Ruang Kelas SDN 1 Gerba Cipaku Ciamis Terbakar, Petugas Damkar Kawali Bergerak Cepat

Diskominfo hadir sebagai bagian dari Tim Pembina Posyandu (TP Posyandu) Kabupaten Ciamis bersama RSUD Ciamis, DWP Diskominfo Ciamis dan unsur terkait lainnya.

Monitoring di fokuskan pada pelaksanaan pelayanan Posyandu. Termasuk pemberian Vitamin A kepada balita.

Kegiatan tersebut juga di rangkaikan dengan pembinaan Posyandu melalui penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Sebagai Sarana Eduksi

Keterlibatan lintas sektor di nilai penting untuk memastikan pelayanan dasar dapat di rasakan langsung masyarakat.

Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan. Tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi keluarga terkait pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak.

Dalam kegiatan itu, perhatian juga di berikan terhadap pemenuhan Vitamin A dan obat cacing bagi balita sesuai standar kesehatan.

Pemberian Vitamin A merupakan bagian dari pelayanan rutin yang di laksanakan pada periode Februari dan Agustus 2026.

Sementara itu, keterlibatan DWP Diskominfo Ciamis turut mendukung penguatan edukasi mengenai kesehatan keluarga.

Peran tersebut di arahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar aktif memanfaatkan layanan Posyandu serta memperhatikan kebutuhan gizi dan perkembangan anak.

Monitoring ini menjadi bagian dari Intervensi Serentak Upaya Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) di Provinsi Jawa Barat.

Program tersebut di arahkan untuk memastikan ibu hamil dan balita mendapatkan pelayanan sesuai standar sekaligus mendukung ketersediaan data status gizi yang akurat.

Sebagai bagian dari TP Posyandu Kabupaten Ciamis, Diskominfo juga memiliki peran dalam memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat.

Pesan mengenai pentingnya Posyandu, manfaat Vitamin A, pemenuhan gizi anak hingga pencegahan stunting perlu di sampaikan secara sederhana dan mudah di pahami.

Sebagai Sarana Komunikasi

Kehadiran langsung di lapangan sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah, pengurus Posyandu, kader dan masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, berbagai program pemerintah diharapkan tidak hanya diketahui, tetapi juga dipahami dan diikuti masyarakat.

Baca Juga: Dispar Ciamis Giatkan Konsep Wellness Tourism untuk Wisatawan

Selain monitoring pemberian Vitamin A, kegiatan tersebut turut menjadi bagian dari pembinaan Posyandu melalui enam SPM dengan melibatkan Tim Pembina Posyandu Kelurahan Ciamis, pengurus serta kader Posyandu.

Sinergi antara Diskominfo, DWP Diskominfo, RSUD Ciamis, TP Posyandu, kader dan unsur terkait diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting di Kabupaten Ciamis.

Dengan kolaborasi tersebut, Posyandu diharapkan semakin berperan sebagai pusat pelayanan sekaligus ruang edukasi keluarga dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak.

(Mia)

Kapolres Tasikmalaya Intruksikan Personel Teladani Akhlak Nabi Muhammad SAW

0
Tasikmalaya@fokusjabar.id
Jajaran Kepolisian Kabupaten Tasikmalaya, sedang mengikuti kegiatan keagamaan, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di GPW Presisi Polres Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Tasikmalaya menggelar peringatan hari besar Islam, yaitu Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di gelar di Gedung Pertemuan Warga (GPW) Presisi Polres Tasikmalaya Jalan Raya Mangunreja, Kecamatan Mangunreja Kabupaten Tasikmalaya, Senin (24/8/2026).

Kegiatan keagamaan itu pun berlangsung penuh khidmat, dan di hadiri langsung Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi.

Agenda ibadah dan pembinaan rohani tersebut menghadirkan penceramah dan Da’i kondang dari Polda Jawa Barat, Ustadz KH. Abdurrahman Albanjari dan Ustadz KH. Umar Taslim.

Baca Juga: Gelar Pesta Rakyat di Kota Tasikmalaya, Demokrat Bawa Semangat Kemerdekaan RI dan Harapan Baru

Pada peringatan maulid Nabi Muhammad SAW kali ini, Polres Tasikmalaya mengusung tema “Dengan Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Melalui Polri Presisi Kita Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Di kesempatan itu, Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi menyampaikan, esensi peringatan Maulid (Kelahiran) Nabi Muhammad SAW setiap 12 Rabiul awal bukan hanya sekadar seremonial tahunan.

Melainkan momentum penting bagi kita semua sebagai umatnya untuk meneladani nilai-nilai kepemimpinan dan integritas Rasulullah Saw.

Ia menjelaskan, Bahwa tema Peringatan Maulid ini, memiliki makna yang mendalam bagi seluruh anggota Polri. Bahwa Akhlak Rasulullah, seperti kejujuran, ketaatan, kepemimpinan, kesabaran, dan kepedulian.

Harus menjadi rujukan utama para personel kepolisian dalam melaksanakan tugas dan fungsinya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Peringatan keagamaan Maulid Nabi Muhammad SAW, harus kita jadikan sarana untuk meneladani akhlak, moral, serta Kepemimpinan Rasullullah SAW. Serta mampu diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,”Ungkap AKBP Ade Papa Rihi Senin (24/8/2026).

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Ia menuturkan, Disamping itu, poin penting dari Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini yakni. Menjadi pemicu para personel untuk meningkatkan etos kerja dan meningkatkan pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga: KONI Kota Tasikmalaya Sabet Runner Up Kejuaraan Padel Jabar 2026

“Dari keteladanan Nabi Muhammad, mendorong anggota kepolisian agar lebih tulus, humanis, dan beritegritas tinggi. Dalam setiap menjalan dan mengemban amanah, sehingga mampu memberikan kebaikan dan manfaat bagi masyarakat luas,”harapanya.

Acara yang menanamkan nilai-nilai keagamaan itu, dihadiri para jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Tasikmalaya. Seluruh Kapolsek Rayon 1, Pengurus Bhayangkari Cabang Tasikmalaya, serta jajaran personel perwira dan bintara di lingkungan Polres Tasikmalaya.

Melalui perayaan Maulid Muhammad SAW, jajaran Polres Tasikmalaya terus mempererat tali silaturahmi. Serta meningkatkan nilai-nilai spiritual keagamaan para personel kepolisian, guna memperkokoh komitmen dalam memberikan pelayanan publik yang presisi dan humanis.

(Seda)

Pemkot Bandung Soroti Perubahan Status Kesejahteraan Desil 5 ke 6

0
Bandung@fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memberi perhatian khusus terhadap warga yang mengalami perubahan status kesejahteraan dari Desil 5 menjadi Desil 6.

Perubahan tersebut di nilai perlu di cermati karena dapat berdampak pada akses warga terhadap bantuan sosial.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, kelompok yang berada pada transisi Desil 5 ke Desil 6 justru menjadi salah satu kelompok paling rentan. Sebab, perubahan status dalam pendataan kesejahteraan dapat membuat warga tidak lagi masuk dalam kriteria penerima bantuan.

“Kalau buat kami di Kota Bandung yang paling rentan itu adalah antara Desil 5 ke 6. Kalau desil 9, 10 kan tidak bisa menikmati subsidi, kalau Desil 5 ke Desil 6, ini adalah tidak bisa menerima bantuan. Padahal posisinya juga sangat jauh lebih rentan,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (24/8/2026).

Baca Juga: Partai Demokrat Jabar Gelar Dikpol, Begini Pesan Herman Khaeron

Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan masyarakat yang masuk Desil 9 dan Desil 10. Kelompok tersebut di nilai sudah memiliki kemampuan ekonomi lebih baik. Sehingga konsekuensinya adalah berkurangnya akses terhadap sejumlah subsidi. Termasuk subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Cermati Penerapan Kebijakan

Meski demikian, Pemkot Bandung tetap akan mencermati penerapan kebijakan berbasis desil di lapangan.

Pemerintah tidak ingin perubahan status dalam data secara otomatis menghilangkan perhatian terhadap warga yang secara faktual masih berada dalam kondisi rentan.

“Isu Desil 9, 10 penting, namun kami juga tidak mungkin mengabaikan isu transisi Desil 5 ke Desil 6. Demikian juga sebaliknya,” katanya.

Farhan mengatakan, pemantauan akan di lakukan hingga tingkat kewilayahan untuk memastikan data kesejahteraan sesuai dengan kondisi masyarakat sebenarnya.

Salah satu instrumen yang akan dimanfaatkan yakni program Siskamling Siap Jaga Bencana. Melalui program tersebut, pemerintah dapat menerima informasi dan aspirasi warga terkait kondisi sosial maupun persoalan yang mereka hadapi.

“Kita masih jalan Siskamling Siap Jaga Bencana untuk memastikan bahwa warga di setiap kewilayahan itu bisa menyampaikan aspirasinya. Apakah memang menimbulkan kesulitan atau memang sedang dalam keadaan baik-baik saja,” jelasnya.

Akurasi Data Jadi Faktor Penting

Farhan menilai, akurasi data menjadi faktor penting dalam menentukan penerima bantuan maupun subsidi. Perubahan status desil harus diikuti dengan verifikasi agar masyarakat yang masih membutuhkan tidak kehilangan perlindungan.

Baca Juga: Air Gunung Menyusut, Warga Cihanja-Cipicung Rogoh Rp90 Ribu per Toren

Oleh karna itu, Pemkot Bandung akan mencermati mekanisme pembaruan data bagi warga yang mengalami perubahan kondisi ekonomi. Farhan menyebut terdapat kanal yang dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan perubahan status desil.

“Kalau saya enggak salah itu ada yang namanya website untuk melaporkan tentang perubahan desil tersebut,” ucapnya.

Farhan menegaskan, pemerintah daerah akan terus memantau dampak penerapan sistem desil, terutama terhadap warga yang berada di antara Desil 5 dan Desil 6.

“Fokus kita, transisi Desil 5 ke Desil 6,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)