spot_imgspot_img
Rabu 7 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 180

Partai Demokrat Jabar Gelar Dikpol, Begini Pesan Herman Khaeron

0
Bandung@fokusjabar.id
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron Bersama Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Anton Sukartono Suratto Saat Menghadiri Pendidikan Politik Demokrat Jabar di eL Royale Hotel, Kota Bandung, Senin (24/8/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron meminta kader Demokrat di Jawa Barat tidak hanya memperkuat mesin politik. Tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang di hadapi masyarakat.

Pesan tersebut di sampaikan Herman saat menghadiri pendidikan politik (Dikpol) Partai Demokrat Jawa Barat di eL Royale Hotel, Kota Bandung, Senin (24/8/2026).

Herman menilai, kegiatan tersebut penting untuk meningkatkan kapasitas kader sekaligus membangun kemampuan mereka dalam membaca persoalan di tengah masyarakat.

Baca Juga: Air Gunung Menyusut, Warga Cihanja-Cipicung Rogoh Rp90 Ribu per Toren

“Sudah terlalu banyak orang membuat masalah. Sehingga bagi kader Demokrat marilah kita membuat solusi,” kata Herman.

Menurutnya, Jawa Barat menjadi salah satu daerah yang konsisten menggelar pendidikan politik secara berkala dan intensif.

Kegiatan tersebut tidak hanya di lakukan di tingkat provinsi. Tetapi juga di laksanakan oleh DPC Partai Demokrat di seluruh kabupaten dan kota.

“Jawa Barat termasuk yang melaksanakan pendidikan politik secara berkala dan intensitasnya banyak. Bahkan dikpol bukan hanya di lakukan di tingkat provinsi, namun juga di daerah-daerah,” katanya.

Memahami Persoalan Masyarakat

Herman menjelaskan, pendidikan politik bukan sekadar upaya memperkuat konsolidasi, soliditas dan solidaritas internal partai. Kader juga harus di bekali kemampuan untuk memahami persoalan sekaligus mencari jalan keluar yang di butuhkan masyarakat.

“Bagaimana cara memecahkan persoalan-persoalan masyarakat, bagaimana cara memberikan solusi kepada persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat. Ini yang menurut saya sangat bagus dan tematik,” ujarnya.

Herman menilai, materi pendidikan politik perlu menyesuaikan dengan perkembangan persoalan yang di hadapi masyarakat. Karena itu, pendekatan dalam pendidikan politik tidak harus selalu berkaitan dengan politik. Tetapi bisa menyentuh persoalan ekonomi, sosial maupun budaya.

“Pendekatannya tidak harus pendekatan politis. Tapi bisa pendekatan ekonomi, sosial, budaya dan tentu semuanya ini adalah kebaikan untuk masyarakat,” ucapnya.

Ia mencontohkan tantangan ekonomi yang turut di pengaruhi kondisi global. Menurut Herman, kenaikan harga minyak internasional berpotensi mendorong kenaikan harga barang dan jasa yang menjadi kebutuhan masyarakat.

“Situasi ini tentu tidak mudah. Dan Demokrat dengan kesempatannya, dengan kemampuannya, DPD Partai Demokrat Jawa Barat, saya kira ke depan bisa mengadakan hal serupa, pendidikan politik, bimbingan teknis,” katanya.

Selain penguatan kapasitas kader, Herman mengingatkan seluruh kader Demokrat Jawa Barat menjaga soliditas menjelang Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Jawa Barat.

Beda Pandangan Hal Wajar

Menurutnya, perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi pertentangan yang berujung pada perpecahan.

“Pesan saya tetap menjaga soliditas. Karena kita menjelang Musda juga, nanti malam ada Musda ke-6 Partai Demokrat Jawa Barat. Pentingnya soliditas, pentingnya kebersamaan. Jangan ada pertentangan. Perbedaan boleh, cara pandang boleh, masukan juga berbeda boleh, tetapi jangan sampai ini menjadi perpecahan,” jelasnya.

Herman menyebut, persatuan seluruh kader menjadi modal penting Demokrat Jawa Barat menghadapi Pemilu 2029. Kader juga di dorong memperluas pendekatan kepada masyarakat melalui komunikasi langsung dan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat.

“Untuk memenangkan Pemilu 2029, modal utamanya adalah persatuan seluruh kader yang ada di Jawa Barat,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Anton Sukartono Suratto mengatakan pendidikan politik menjadi bagian dari evaluasi terhadap kinerja anggota DPRD Provinsi Jawa Barat maupun DPRD kabupaten dan kota.

Menurut Anton, evaluasi dilakukan untuk melihat berbagai kekurangan anggota dewan, terutama dalam menyerap aspirasi masyarakat hingga membangun komunikasi politik.

“Intinya apa sih yang mereka kerjakan selama ini, dan apa kesalahannya, dan bagaimana kita memperbaikinya. Dengan adanya dikpol ini kita pelajari satu-satu, kita bedah satu-satu, apa sih yang kurang dari anggota dewan kita,” kata Anton.

Menyerap Aspirasi Masyarakat

Anton mengungkapkan kemampuan mendengarkan dan menyerap aspirasi masyarakat menjadi salah satu fokus yang ditekankan kepada kader.

“Intinya kita perbaiki semua sehingga 2029 kita bisa menambah kursi dan Demokrat kembali menjadi juara di Jawa Barat,” ujarnya.

Baca Juga: Proyek BRT Tuai Keluhan, Warga: Tambah Bandung Semakin Macet

Anton menegaskan pendidikan politik Demokrat Jawa Barat digelar secara rutin, bahkan tidak hanya sekali dalam setahun. Materinya pun dibuat berbeda dan tematik sesuai kebutuhan.

“Ini selalu rutin kita lakukan tidak hanya tiap tahun tapi tiap bulan,” katanya.

Anton menambahkan pendidikan politik kali ini mengangkat materi tentang survei. Menurutnya, tema yang dibahas dalam setiap kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan kader.

“Kalau sekarang hari ini semua mengenai survei. Jadi setiap topik kita berbeda-beda. Ada beberapa materi yang memang kita tematik,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Desy Ratnasari Komentari Kasus yang Menimpa Ruben Onsu

0
Desy Ratnasari Ruben onsu fokusjabar.id
Ruben Onsu dan Desy Ratnasari

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Pemeran, politikus, presenter, penyanyi dan model Indonesia, Desy Ratnasari memberikan semangat untuk sahabatnya, Ruben Onsu yang tengah di terpa ujian bertubi-tubi.

Ruben Onsu kini tengah menghadapi kasus gugatan hak asuh anak. Dia merasa di halangi dan tidak mendapatkan haknya untuk bertemu, berkomunikasi serta menghabiskan waktu bersama anak-anaknya.

BACA JUGA:

Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan Ruben Onsu Buka Suara

Padahal, sesuai kesepakatan pascacerai (Akta Nomor 39), Ruben seharusnya memiliki waktu bersama kedua putrinya selama 2 hingga 3 hari dalam seminggu.

Belum usai masalah hak asuh anak, baru-baru ini Ruben Onsu juga di tetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus penipuan investasi.

Mengutip grid.id, Desy Ratnasari ikut bersuara soal kasus yang menimpa Ruben. Menurutnya, Ruben Onsu kini tengah menghadapi ujian dari Allah SWT.

Desy berharap, Ruben menyadari bahwa ujian itu bisa membawanya menjadi lebih baik. Sehingga menjadi sosok yang lebih kuat untuk anak-anaknya.

“Setiap keputusan yang Ruben ambil, Allah SWT pasti akan uji. Jadi sejauh mana Ruben bisa menapakai ujian yang Allah berikan itu sebagai sebuah bagian perjalanan hidupnya untuk bisa menjadi orang yang lebih soleh, lebih istiqomah.”

“Semoga itu jadi amal ibadah, yang bisa menghapuskan dosa-dosanya aamiin. Dan menjadi seorang Ruben yang lebih kuat untuk anak-anaknya,” ujar Desy.

Bicara soal konflik hak asuh anak, Desy menyebut Ruben tengah mengusahakan yang terbaik untuk anaknya. Tak hanya Ruben, Sarwendah pun juga melakukan hal yang sama.

Menurutnya, setiap orang tua memiliki versi terbaiknya masing-masing terkait anak. Oleh karena itu, ia berharap Ruben dan Sarwendah bisa duduk bersama demi kebaikan buah hati.

“Semua orang yang berbicara soal anak pasti sensitif.”

“Semua orang tua pasti menginginkan kebaikan dan segala sesuatu yang terbaik untuk anaknya. Oleh karena itu, saya yakin dalam posisi ini Ruben sedang mengusahakan apapun yang terbaik untuk anak versi dirinya.”

“Karena dua orang tua (Ruben dan Sarwendah) pasti punya versi terbaiknya masing-masing.”

“Mana yang terbaik, dua-duanya harus doa, karena yang terbaik hanya Allah yang tahu,” ujar Desy Ratnasari.

Desy Ratnasari buka suara soal nasib Ruben Onsu, netizen ramai memberi pujian. Banyak yang memuji jawaban bijak artis senior tersebut.

Seperti di ketahui, Desy Ratnasari memang sempat di kabarkan dekat dengan Ruben Onsu pada Januari 2025 lalu.

Spekulasi ini mencuat setelah Ruben Onsu mengunggah momen kebersamaan dan kegiatan tukar kado ulang tahun dengan Desy Ratnasari di akun media sosial miliknya.

Dalam sebuah wawancara, keduanya mengaku sudah saling mengenal sejak lama yakni sebelum Ruben menikah.

BACA JUGA:

Polisi Tetapkan Ruben Onsu sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan Investasi

Namun, komunikasi mereka kembali intens saat sama-sama sendiri. Hubungan dekat ini bermula dari kebiasaan saling curhat, jalan bareng hingga menonton konser bersama.

Baik Ruben maupun Desy mengaku komunikasinya sangat lancar dan saling memberi dampak positif. Namun kini, keduanya jarang terlihat bersama lagi.

(Bambang Fouristian)

Merumput di SJH vs Manila Digger, Ramon Tanque: No Problem

0
Ramon Tanque fokusjabar.id
Ramon Tanque (foto: ilustrasi)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Striker Persib Bandung, Ramon Tanque tidak mempermasalahkan jika timnya harus meladeni Manilla Digger di Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Senin (31/8/2026).

Hanya saja, Dia menyayangkan ketidakhadiran Bobotoh pada laga kualifikasi AFC Champions League (ACL) Two tersebut.

BACA JUGA:

Saddil Ramdani: Doa Bobotoh jadi Energi Tambahan

“Mengenai bermain di SJH, saya rasa tidak akan banyak mengubah keadaan karena pintu stadion akan tertutup (tanpa penonton). Jadi, tidak akan ada suporter,” ujar Ramon Tanque.

Ramon berharap, kejadian masuknya oknum suporter tersebut tidak berulang lagi.

“Biarlah itu menjadi pelajaran. Bobotoh sangat penting bagi kami karena mereka adalah dukungan utama kami, selalu ada memberikan semangat. Sangat krusial, keberadaan suporter yang terus mendukung kami,” jelas penyerang asal Brasil tersebut.

Ramon mengaku, timnya juga sudah terbiasa bermain di SJH saat pramusim lalu. Tiga kali bertanding di Piala Presiden 2026 lalu, tiga kali pula berhasil mengamankan tiga angka dan lolos ke semifinal.

“Lagipula, belakangan ini kami juga selalu bermain di sana saat Piala Presiden. Jadi kami sudah terbiasa bermain di stadion tersebut,” ungkapnya.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, ada babak preliminary AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027, Persib Bandung akan menghadapi Manila Digger FC di Stadion Si Jalak Harupat (SJH).

Pertandingan tersebut sebelumnya di rencanakan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Namun, setelah mempertimbangkan kondisi terkini lapangan serta kesiapan stadion menjelang bergulirnya kompetisi Indonesia Super League 2026/2027, Persib memilih Stadion SJH sebagai venue pertandingan.

BACA JUGA:

Mario Jozic Ungkap Kesiapan Kiper Persib Bandung

Keputusan tersebut di ambil untuk memberikan ruang yang optimal bagi proses pemeliharaan dan pemulihan rumput GBLA.

Selain itu, memastikan stadion GBLA berada dalam kondisi terbaik ketika Maung Bandung memulai kompetisi Super League 2026/2027 menghadapi PSM Makassar pada 6 September mendatang.

Dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Termasuk kondisi terkini lapangan GBLA yang masih dalam proses pemeliharaan dan pemulihan, Manajemen PT PBB menilai Stadion SJH merupakan pilihan yang paling tepat untuk pertandingan menghadapi Manila Digger.

(Bambang Fouristian)

CFD Gemar di Garut Tembus 6.786 Partisipan

0
CFD Gemar Garut fokusjabar.id
CFD Gemar di Garut Tembus 6.786 Partisipan

GARUT, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) sukses menyelenggarakan kegiatan Car Free Day (CFD) Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (Gemar) di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Minggu (23/8/2026) kemarin.

Program kolaborasi bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga RI ini mencatatkan partisipasi yang luar biasa. Yakni, sebanyak 6.786 peserta yang memadati kawasan bebas kendaraan di pusat kota Garut.

BACA JUGA:

Sekda Garut: Perubahan APBD 2026 Fokus Kebutuhan Masyarakat

Mengusung semangat pembudayaan olahraga dan gaya hidup sehat, CFD Gemar di rancang sebagai ruang publik yang aman dan nyaman bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus berinteraksi.

Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi dari kehadiran ribuan warga berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak, remaja hingga lansia.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Garut, Asep Mulyana menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas tingginya antusiasme warga yang hadir memadati arena kegiatan.

“Tingkat partisipasi mencapai 6.786 peserta ini merupakan bukti nyata bahwa kesadaran masyarakat Garut untuk hidup sehat dan aktif semakin tinggi. Kolaborasi dengan Kemenpora ini menjadi langkah strategis kami dalam memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat,” ungkapnya.

Rangkaian acara di awali dengan kegiatan senam bersama yang mengajak seluruh warga bergerak aktif secara inklusif.

Selain aktivitas fisik, CFD Gemar juga menghadirkan integrasi layanan publik untuk mendekatkan akses pelayanan kepada masyarakat serta penyediaan area khusus bagi pelaku UMKM sebagai sarana pemberdayaan ekonomi lokal.

BACA JUGA:

Pemkab Garut dan Kemenpora Canangkan Program Gemar

Kadispora Garut menegaskan, kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai rutinitas hiburan di akhir pekan semata.

“Penyelenggaraan ini di harapkan tidak sekadar menjadi agenda berkala. Melainkan pemantik komitmen bersama dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Garut yang lebih sehat, aktif dan produktif secara berkelanjutan,” imbuhnya.

(Bambang Fouristian)

Sekda Garut: Perubahan APBD 2026 Fokus Kebutuhan Masyarakat

0
sekda garut peribahan anggaran fokusjabar.id
Sekda Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Sekda Garut Jawa Barat (Jabar), Nurdin Yana menegaskan, perubahan APBD 2026 di arahkan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang belum terakomodasi dalam APBD murni.

Dia mengapresiasi tuntasnya pembahasan Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) antara Pemerintah Kabupaten Garut dan DPRD.

BACA JUGA:

Garut-Tabalong Tukar Pengalaman Pengembangan UMKM

Kesepakatan tersebut di lanjutkan dengan pengajuan Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang mencakup Perubahan APBD 2026, tata kelola BUMD/PDAM hingga pemajuan kebudayaan lokal.

Sekda Garut mengingatkan seluruh ASN untuk memiliki rasa kepemilikan terhadap persoalan yang terjadi di lapangan.

Menurutnya, masyarakat tidak melihat sekat tugas pokok dan fungsi (tupoksi) antarinstansi. Tetapi memandang pemerintah daerah sebagai satu kesatuan.

“Mau tidak mau harus menjadi konsentrasi kita semua. Karena bapak ibu sekalian, hakekatnya mohon maaf, tupoksi itu kerap kali masyarakat akan mengalamatkan kepada kita semua. Tidak pernah melihat apakah ini merupakan bagiannya atau bukan bagiannya. Semua itu akan terfokus kepada kita semua,” ucap Nurdin Yana saat Apel Gabungan, Senin (24/8/2026).

Terkait alokasi anggaran, Perubahan APBD 2026 di fokuskan untuk mengakomodasi kebutuhan mendesak masyarakat yang sempat tertunda dalam perencanaan APBD Murni.

Ia meminta jajaran Kepala SKPD tetap memprioritaskan program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, meskipun anggaran operasional internal harus di lakukan secara hemat.

Nurdin juga mendorong ASN meningkatkan militansi kerja dan bergerak cepat dalam merespons persoalan masyarakat.

BACA JUGA:

Pemkab Garut dan Kemenpora Canangkan Program Gemar

“Hampir semua kebutuhan kita itu banyak sekali untuk kepentingan dan orientasi kepada keberpihakan masyarakat. Bagaimana kontribusi kita, sekecil apapun itu bisa bermanfaat bagi masyarakat,”tegas Sekda.

Secara khusus, Nurdin menyoroti peran strategis camat sebagai representasi pimpinan daerah di wilayah.

Menurutnya, kehadiran camat secara langsung di tengah masyarakat dapat membantu meredam persoalan sosial sekaligus menunjukkan keberpihakan pemerintah.

(Bambang Fouristian)

Garut-Tabalong Tukar Pengalaman Pengembangan UMKM

0
Garut Tabalong fokusjabar.id
Sekda Garut dan Bupati Tabalong

GARUT, FOKUSJabar.id: Sekda Garut Jawa Barat (Jabar), Nurdin Yana menerima kunjungan kerja Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (24/8/2026).

Kunjungan tersebut dalam rangka kaji tiru pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

BACA JUGA:

Pemkab Garut dan Kemenpora Canangkan Program Gemar

Sekda mengucapan selamat datang dan memberikan apresiasi kepada Bupati Tabalong beserta jajaran Dekranasda yang memilih Kabupaten Garut sebagai lokus pembelajaran pengembangan UMKM.

“Mudah-mudahan silaturahmi ini menjadi bagian integral dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah masing-masing,” kata Sekda Garut.

Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi kedua daerah untuk saling belajar dan bertukar pengalaman dalam mengembangkan UMKM.

Sekda mengatakan, pengembangan UMKM di Kabupaten Garut terus di lakukan melalui kerja sama berbagai pihak.

“Ini bukan suatu yang kebetulan, tetapi telah menjadi undangan Allah. Kehadiran bapak ke sini saya kira sudah skrip Allah. Sehingga sekecil apapun silaturahim ini akan menuaikan suatu keberpihakan bagi kita semua pemerintah Kabupaten Garut danTabalong,” ungkapnya.

Ia berharap, hasil kaji tiru tersebut dapat memberikan pembelajaran bagi kedua daerah dalam menyusun program dan kebijakan yang berdampak bagi masyarakat.

BACA JUGA:

Lomba Rakyat Demokrat, Jaga Persatuan dari Garut untuk Indonesia

Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani menyampaikan terima kasih atas sambutan Pemerintah Kabupaten Garut.

Pihaknya mengapresiasi ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif di Kabupaten Garut yang di nilainya berkembang dengan baik.

Dia juga menjelaskan, kunjungan Dekranasda Kabupaten Tabalong bertujuan mempelajari berbagai langkah strategis dan regulasi pendukung yang di terapkan Pemkab Garut untuk kemudian di kombinasikan dan di adaptasi di daerahnya.

Ia berharap, sinergi antara Pemkab Garut dan Tabalong dapat terus berlanjut sebagai sarana bertukar pengalaman dan merumuskan solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua daerah.

(Bambang Fouristian)

Air Gunung Menyusut, Warga Cihanja-Cipicung Rogoh Rp90 Ribu per Toren

0
cihanja air fokusjabar.id
Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih bagi sebagian warga Kampung Cihanja dan Cipicung, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung. (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih bagi sebagian warga Kampung Cihanja dan Cipicung, Kelurahan Ciumbuleuit Kecamatan Cidadap, Kota Bandung Jawa Barat (Jabar).

Debit air dari sumber pegunungan yang selama ini di andalkan warga terus menyusut. Sehingga sejumlah warga mulai kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

BACA JUGA:

Pemkot Bandung Siapkan Rp1,5 M untuk Korban Gempa NTT

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah toren penampungan air milik warga tampak kosong. Sebagian warga bahkan harus mengalirkan air menggunakan selang ke dalam galon atau wadah penampungan meski debit air yang keluar relatif kecil.

Air tersebut di gunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga. Mulai dari mandi, mencuci hingga memasak.

Meski demikian, kondisi krisis air bersih belum di rasakan seluruh warga. Sebagian masyarakat masih dapat memenuhi kebutuhan air dengan memanfaatkan tempat penampungan air bersama yang berada di wilayah bawah Kampung Cipicung.

Warga Kampung Cipicung RT 4/10, Euis (70) mengatakan, debit air dari pegunungan saat ini tidak lagi mengalir seperti biasanya. Kondisi tersebut membuat sejumlah warga kesulitan mendapatkannya.

“Iya sekarang sulit karena air dari gunung kadang tidak mengalir. Selain di Cipicung, air di Cihanja juga sekarang (mengalir) sangat kecil,” kata Euis saat di temui di lokasi, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, hingga kini belum ada bantuan distribusi air bersih ke wilayah tersebut. Pasalnya, sebagian besar warga masih dapat mengakses sumber air lain. Termasuk sumur dan tempat penampungan air bersama.

Namun, bagi warga yang kesulitan mendapatkan air, kebutuhan sehari-hari terpaksa di penuhi dengan membeli.

“Kalau saya masih sulit dapat air. Jadi kalau sudah tidak mengalir, ya beli Rp90 ribu satu toren. Itu cukup untuk dua hari,” katanya.

Warga lainnya, Tati (46) mengatakan, kondisi di Kampung Cihanja masih relatif terkendali. Sumber air dari pegunungan masih mengalir sehingga kebutuhan sehari-hari warga masih dapat terpenuhi.

BACA JUGA:

Lomba Rakyat Partai Demokrat, Anton: Dari Rakyat Untuk Rakyat

“Belum terlalu parah kalau di sini, masih cukup lah. Tapi ada beberapa warga yang kesulitan. Tapi itu juga masih bisa ngambil di tempat penampungan di bawah,” ucap Tati.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan membenarkan adanya sebagian warga di kawasan tersebut yang mengalami kesulitan air bersih saat musim kemarau.

Menurut Farhan, persoalan ketersediaan air di kawasan permukiman tersebut di pengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya kondisi sumber air yang berada cukup jauh di bawah permukaan tanah.

“Itu memang harus di akui. Salah satu masalahnya adalah kedalaman sumber air yang cukup jauh. Untuk mendapatkan air, pengeboran kadang harus mencapai kedalaman hingga 100 meter,” kata Farhan.

Selain persoalan kedalaman sumber air, posisi permukiman yang tidak selalu berdekatan dengan sumber mata air juga menjadi kendala dalam pemenuhan kebutuhan air bersih warga.

Untuk wilayah yang kondisinya sudah sangat krusial, Pemkot Bandung akan menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki.

“Sementara untuk wilayah yang masih memungkinkan di tangani melalui program pembangunan lingkungan, kami dorong pembangunan Sarana Air Bersih (SAB) melalui program reses dan pokok pikiran (pokir),” kata Farhan.

Farhan menilai, pembangunan sarana air bersih dan distribusi air menggunakan mobil tangki hanya menjadi solusi sementara. Untuk mengatasi persoalan secara permanen, perluasan jaringan layanan PDAM Tirtawening di nilai menjadi solusi jangka panjang.

“Solusi jangka panjang hanya satu, yaitu PDAM. Tidak ada solusi jangka panjang lain selain pengembangan layanan,” katanya.

BACA JUGA:

Proyek BRT Tuai Keluhan, Warga: Tambah Bandung Semakin Macet

Pemkot Bandung saat ini juga masih mengupayakan tambahan pasokan air baku sekitar 3.500 liter per detik dari Waduk Saguling dan Cirata untuk memperkuat ketersediaan air di Kota Bandung.

“Untuk kawasan ini (Cihanja), solusi sementara tetap berupa pembangunan sarana air bersih dan distribusi air menggunakan mobil tangki. Namun untuk jangka panjang, tetap harus melalui jaringan PDAM,” jelasnya.

(Yusuf Mugni)