spot_imgspot_img
Rabu 7 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 181

Garut-Tabalong Tukar Pengalaman Pengembangan UMKM

0
Garut Tabalong fokusjabar.id
Sekda Garut dan Bupati Tabalong

GARUT, FOKUSJabar.id: Sekda Garut Jawa Barat (Jabar), Nurdin Yana menerima kunjungan kerja Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (24/8/2026).

Kunjungan tersebut dalam rangka kaji tiru pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

BACA JUGA:

Pemkab Garut dan Kemenpora Canangkan Program Gemar

Sekda mengucapan selamat datang dan memberikan apresiasi kepada Bupati Tabalong beserta jajaran Dekranasda yang memilih Kabupaten Garut sebagai lokus pembelajaran pengembangan UMKM.

“Mudah-mudahan silaturahmi ini menjadi bagian integral dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah masing-masing,” kata Sekda Garut.

Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi kedua daerah untuk saling belajar dan bertukar pengalaman dalam mengembangkan UMKM.

Sekda mengatakan, pengembangan UMKM di Kabupaten Garut terus di lakukan melalui kerja sama berbagai pihak.

“Ini bukan suatu yang kebetulan, tetapi telah menjadi undangan Allah. Kehadiran bapak ke sini saya kira sudah skrip Allah. Sehingga sekecil apapun silaturahim ini akan menuaikan suatu keberpihakan bagi kita semua pemerintah Kabupaten Garut danTabalong,” ungkapnya.

Ia berharap, hasil kaji tiru tersebut dapat memberikan pembelajaran bagi kedua daerah dalam menyusun program dan kebijakan yang berdampak bagi masyarakat.

BACA JUGA:

Lomba Rakyat Demokrat, Jaga Persatuan dari Garut untuk Indonesia

Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani menyampaikan terima kasih atas sambutan Pemerintah Kabupaten Garut.

Pihaknya mengapresiasi ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif di Kabupaten Garut yang di nilainya berkembang dengan baik.

Dia juga menjelaskan, kunjungan Dekranasda Kabupaten Tabalong bertujuan mempelajari berbagai langkah strategis dan regulasi pendukung yang di terapkan Pemkab Garut untuk kemudian di kombinasikan dan di adaptasi di daerahnya.

Ia berharap, sinergi antara Pemkab Garut dan Tabalong dapat terus berlanjut sebagai sarana bertukar pengalaman dan merumuskan solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua daerah.

(Bambang Fouristian)

Air Gunung Menyusut, Warga Cihanja-Cipicung Rogoh Rp90 Ribu per Toren

0
cihanja air fokusjabar.id
Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih bagi sebagian warga Kampung Cihanja dan Cipicung, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung. (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih bagi sebagian warga Kampung Cihanja dan Cipicung, Kelurahan Ciumbuleuit Kecamatan Cidadap, Kota Bandung Jawa Barat (Jabar).

Debit air dari sumber pegunungan yang selama ini di andalkan warga terus menyusut. Sehingga sejumlah warga mulai kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

BACA JUGA:

Pemkot Bandung Siapkan Rp1,5 M untuk Korban Gempa NTT

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah toren penampungan air milik warga tampak kosong. Sebagian warga bahkan harus mengalirkan air menggunakan selang ke dalam galon atau wadah penampungan meski debit air yang keluar relatif kecil.

Air tersebut di gunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga. Mulai dari mandi, mencuci hingga memasak.

Meski demikian, kondisi krisis air bersih belum di rasakan seluruh warga. Sebagian masyarakat masih dapat memenuhi kebutuhan air dengan memanfaatkan tempat penampungan air bersama yang berada di wilayah bawah Kampung Cipicung.

Warga Kampung Cipicung RT 4/10, Euis (70) mengatakan, debit air dari pegunungan saat ini tidak lagi mengalir seperti biasanya. Kondisi tersebut membuat sejumlah warga kesulitan mendapatkannya.

“Iya sekarang sulit karena air dari gunung kadang tidak mengalir. Selain di Cipicung, air di Cihanja juga sekarang (mengalir) sangat kecil,” kata Euis saat di temui di lokasi, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, hingga kini belum ada bantuan distribusi air bersih ke wilayah tersebut. Pasalnya, sebagian besar warga masih dapat mengakses sumber air lain. Termasuk sumur dan tempat penampungan air bersama.

Namun, bagi warga yang kesulitan mendapatkan air, kebutuhan sehari-hari terpaksa di penuhi dengan membeli.

“Kalau saya masih sulit dapat air. Jadi kalau sudah tidak mengalir, ya beli Rp90 ribu satu toren. Itu cukup untuk dua hari,” katanya.

Warga lainnya, Tati (46) mengatakan, kondisi di Kampung Cihanja masih relatif terkendali. Sumber air dari pegunungan masih mengalir sehingga kebutuhan sehari-hari warga masih dapat terpenuhi.

BACA JUGA:

Lomba Rakyat Partai Demokrat, Anton: Dari Rakyat Untuk Rakyat

“Belum terlalu parah kalau di sini, masih cukup lah. Tapi ada beberapa warga yang kesulitan. Tapi itu juga masih bisa ngambil di tempat penampungan di bawah,” ucap Tati.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan membenarkan adanya sebagian warga di kawasan tersebut yang mengalami kesulitan air bersih saat musim kemarau.

Menurut Farhan, persoalan ketersediaan air di kawasan permukiman tersebut di pengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya kondisi sumber air yang berada cukup jauh di bawah permukaan tanah.

“Itu memang harus di akui. Salah satu masalahnya adalah kedalaman sumber air yang cukup jauh. Untuk mendapatkan air, pengeboran kadang harus mencapai kedalaman hingga 100 meter,” kata Farhan.

Selain persoalan kedalaman sumber air, posisi permukiman yang tidak selalu berdekatan dengan sumber mata air juga menjadi kendala dalam pemenuhan kebutuhan air bersih warga.

Untuk wilayah yang kondisinya sudah sangat krusial, Pemkot Bandung akan menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki.

“Sementara untuk wilayah yang masih memungkinkan di tangani melalui program pembangunan lingkungan, kami dorong pembangunan Sarana Air Bersih (SAB) melalui program reses dan pokok pikiran (pokir),” kata Farhan.

Farhan menilai, pembangunan sarana air bersih dan distribusi air menggunakan mobil tangki hanya menjadi solusi sementara. Untuk mengatasi persoalan secara permanen, perluasan jaringan layanan PDAM Tirtawening di nilai menjadi solusi jangka panjang.

“Solusi jangka panjang hanya satu, yaitu PDAM. Tidak ada solusi jangka panjang lain selain pengembangan layanan,” katanya.

BACA JUGA:

Proyek BRT Tuai Keluhan, Warga: Tambah Bandung Semakin Macet

Pemkot Bandung saat ini juga masih mengupayakan tambahan pasokan air baku sekitar 3.500 liter per detik dari Waduk Saguling dan Cirata untuk memperkuat ketersediaan air di Kota Bandung.

“Untuk kawasan ini (Cihanja), solusi sementara tetap berupa pembangunan sarana air bersih dan distribusi air menggunakan mobil tangki. Namun untuk jangka panjang, tetap harus melalui jaringan PDAM,” jelasnya.

(Yusuf Mugni)

Tingkatkan Keselamatan di Jalan, inDrive Luncurkan Layanan Respons Cepat SIAGA di Bandung

0
Indrive Siaga fokusjabar.id
InDrive bentuk Satgas SIAGA untuk Membantu Menangani Insiden yang Terjadi kepada Pengemudi dan Penumpang Ojol (foto: ist)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Platform ride-hailing global inDrive resmi meluncurkan layanan dukungan keselamatan terbarunya bernama SIAGA untuk wilayah Bandung Jawa Barat (Jabar).

Layanan tersebut di hadirkan guna memberikan respons cepat dan bantuan langsung bagi pengemudi maupun penumpang saat menghadapi situasi darurat di perjalanan.

BACA JUGA:

Jangan Asal Murah! Ini Cara Tepat Memilih Vendor Penangkal Petir Profesional

Langkah ini juga sebagai jawaban atas masukan komunitas pengemudi yang menginginkan pendampingan lebih responsif saat terjadi insiden.

Berbeda dengan sistem sebelumnya yang cenderung reaktif, SIAGA mengubah pendekatan penanganan insiden menjadi lebih proaktif dengan mengawal setiap kasus hingga tuntas.

Country Manager inDrive Indonesia, Rio Aristo menegaskan, keselamatan pengemudi dan penumpang selalu menjadi prioritas utama perusahaan.

Menurut dia, rasa aman tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi. Tetapi juga kehadiran nyata saat pengguna membutuhkan bantuan.

“Melalui SIAGA, kami ingin memastikan bahwa pengemudi dan penumpang memiliki akses terhadap dukungan yang cepat, jelas dan mudah di jangkau ketika menghadapi situasi yang tidak di harapkan,” kata Rio Aristo di Bandung, Senin (24/8/2026).

Layanan Tim Satgas 24 Jam dan Dukungan AI

Layanan SIAGA juga di bekali Tim Satuan Tugas (Satgas) khusus serta hotline WhatsApp yang beroperasi selama 24 jam nonstop.

Pengemudi maupun penumpang dapat melaporkan insiden keselamatan kapan saja untuk mendapatkan penanganan darurat secara langsung.

Selain penanganan darurat di lokasi kejadian, tim SIAGA juga mendampingi pengemudi dalam urusan administratif. Termasuk proses klaim asuransi akibat kecelakaan.

inDrive juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) guna menjaga efisiensi respons.

Adapun sistem AI, bertugas menyaring dan memilah pertanyaan non-darurat ke saluran reguler. Sehingga tim Satgas SIAGA dapat berfokus penuh menangani situasi darurat yang membutuhkan penanganan mendesak.

BACA JUGA:

Soal Gangguan Internet IndiHome, Ini Jawaban Telkomsel

Dalam kurun waktu satu bulan pertama sejak di perkenalkan di Bandung, inDrive mencatat adanya dampak positif dalam percepatan penanganan insiden maupun pengurusan asuransi bagi para mitranya.

Ke depan, inDrive berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan mengembangkan inovasi keselamatan ini guna memperkuat ekosistem transportasi online yang lebih aman di Indonesia.

(LIN)

Pemkot Bandung Siapkan Rp1,5 M untuk Korban Gempa NTT

0
Pemkot Bandung gempa NTT fkusjbar.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan bantuan hingga Rp1,5 miliar untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung Jawa Barat (Jabar) menyiapkan bantuan hingga Rp1,5 milyar untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dari total tersebut, sebesar Rp1 milyar berasal dari CSR bank bjb dan Rp500 juta di himpun melalui donasi sukarela yang di koordinasikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

BACA JUGA:

Satpol PP Kota Bandung Sita Ribuan Miras Ilegal, Denda Pelanggaran Perda Capai Rp176,6 Juta

Wali Kota Bandung Muhammad, Muhammad Farhan mengatakan, Pemkot telah menerbitkan Surat Edaran (SE) ajakan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menyisihkan sebagian rezekinya guna membantu korban gempa.

“Menyerahkan bantuan untuk korban gempa NTT senilai Rp1 miliar. Pada saat bersamaan, kami pun mengeluarkan SE ajakan kepada seluruh ASN untuk menyedekahkan sedikit rezekinya,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (24/8/2026).

Farhan menegaskan, ajakan tersebut bukan berupa pemotongan gaji maupun kewajiban bagi ASN. Donasi di berikan secara sukarela.

“Nggak ada pemotongan gaji. Namanya bukan kewajiban. Ini sukarela,” katanya.

Menurutnya, penggalangan dana di targetkan mampu menambah sekitar Rp500 juta. Namun, penghimpunan dana tidak hanya menyasar ASN karena Baznas juga akan menerima donasi dari berbagai sumber.

“Baznas tidak hanya dari ASN, dari berbagai macam sumber. Itu di harapkan dapat tambahan Rp500 juta,” ujarnya.

Farahan menargetkan, dana tambahan tersebut dapat terkumpul dalam waktu sekitar satu bulan. Setelah terkumpul, bantuan akan segera di salurkan kepada korban gempa NTT.

“Mudah-mudahan sebulan lah. Kita mah tidak terlalu ambisius. Yang penting dalam sebulan terkumpul Rp500 juta, Alhamdulillah. Nanti kita akan kirimkan,” jelasnya.

BACA JUGA:

DPMPTSP Bandung Terbitkan 6.000 Izin per Pekan, PBG dan SLF Masih Jadi Kendala

Farhan menambahkan, seluruh bantuan akan di salurkan melalui Baznas dalam bentuk uang. Menurutnya, Baznas pusat telah memiliki posko di wilayah terdampak. Sehingga penyaluran bantuan dapat di lakukan melalui jaringan tersebut.

“Berupa uang, melalui Baznas. Baznas pusat sudah memiliki posko di sana. Kadi kami akan salurkan ke sana,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

ISBI Bandung Dapat Hibah Lahan 30 Hektar, Bupati Pangandaran: Tinggal Proses

0
ISBI Bandung fokusjabar.id
ISBI Bandung saat konferensi pers

‎PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung akan memiliki kampus baru di Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar).

Pemerintah Kabupaten Pangandaran berencana menghibahkan lahan seluas 30 hektar di Desa Cikalong untuk pembangunan kampus tersebut.

‎BACA JUGA:

Hendak Memancing ke Pantai, Lansia Asal Parigi Ditemukan Meninggal Telungkup di Batukaras Pangandaran

‎Rencana itu di sampaikan Rektor ISBI Bandung, Retno Dwimawarti dan Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami dalam acara Festival dan Expo KKN di Alun-alun Parigi, Minggu (23/8/2026) malam.

‎Retno mengatakan, awalnya Pemkab Pangandaran menjanjikan hibah lahan 10 hektar. Namun jumlah itu di tambah mengikuti ketentuan baru dari Kementerian.

‎”Kementerian bilang, nangung kalau 10 hektar karena standar perguruan tinggi negeri, universitas atau institut itu 30 hektar,” kata Retno.

‎Ia menyebut, Bupati Pangandaran sangat antusias dengan rencana tersebut dan berharap pembangunan kampus segera di mulai.

‎Pihak ISBI bersama Pemkab Pangandaran telah melakukan survei ke lokasi di Cikalong dan bertemu dengan kepala desa setempat. Respons dari pemerintah desa di sebut baik.

‎”Kami kemarin sudah survei ke lapangan, sudah lihat lahannya dan sudah bertemu dengan kepala desa. Responsnya baik,” ucap Retno.

‎Retno berharap, jika ada Menteri atau Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek yang hadir, naskah hibah bisa langsung di tandatangani.

‎”Mudah-mudahan realnya kalau hari ini ada Pak Menteri atau Pak Sekjen itu bisa langsung menandatangani bahwa kementerian siap menerima hibah dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran,” ujarnya.

‎BACA JUGA:

Bupati Pangandaran Naik Panggung Jadi Dewi Siti Samboja di Festival KKN Internasional

‎Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami memastikan Pemkab Pangandaran siap menghibahkan lahan tersebut.

‎”Mudah-mudahan segera di bangun ya. Karena memang kalau ISBI kan sebenarnya kampusnya sudah ada di Bandung. Kita ke sini kampus utamanya. Ya doain saja mudah-mudahan 30 hektar kita hibahkan. Tinggal proses,” kata Citra.

‎Jika terealisasi, ISBI akan memiliki kampus di dua lokasi, Bandung dan Pangandaran.

(Sajidin)

Harga Telur tak Wajar jadi Sorotan Badan Gizi Nasional

0
badan gizi nasional fokusjabar.id
Kepala BGN (foto: ilustrasi)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Kepala BGN, Sudaryono (Mas Dar), pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pihak-pihak yang terbukti melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP). Terlebih jika pelanggaran tersebut sampai menimbulkan kejadian fatal atau masuk dalam ranah hukum.

BACA JUGA:

Kepala BGN Sudaryono Optimalkan Anggaran Rp240 Trilyun

Peringatan keras Sudaryono di sampaikan di tengah upaya BGN membenahi tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi ujung tombak penyediaan makanan dalam program MBG.

Mengutip tribuntrends.com, Sudaryono siap mengambil langkah tegas terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran setelah melalui proses pemeriksaan dan investigasi.

Dia mengatakan, pembenahan menjadi salah satu fokus utama sejak dirinya di percaya memimpin BGN. Seluruh aspek pelaksanaan program akan di evaluasi. Mulai dari tata kelola hingga penerapan SOP di lapangan.

“Intinya kita benahi semua. Mulai dari tata kelola hingga SOP. Termasuk rantai pasok dan cara belanja,” ungkapnya.

Menurut Mas Dar, aturan sebenarnya telah tersedia. Persoalannya adalah bagaimana seluruh aturan tersebut benar-benar di terapkan secara konsisten oleh setiap pihak yang menjalankan program.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Sudaryono adalah informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan penambahan harga telur yang di sebut jauh di atas harga sebenarnya oleh salah satu SPPG.

BGN akan memeriksa informasi tersebut. Langkah ini di lakukan untuk memastikan apakah informasi yang beredar memang menunjukkan adanya pelanggaran atau tidak.

Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya BGN memperketat pengawasan terhadap tata kelola program MBG. Sebab, pengadaan bahan makanan merupakan bagian penting dari rantai penyediaan makanan bergizi.

BACA JUGA:

Penerima MBG Belum Punya Rumah, Sudaryono Lapor Menteri PKP

Jika terdapat penyimpangan dalam proses tersebut, bukan hanya persoalan administrasi yang di pertaruhkan. Tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.

Sudaryono mengakui bahwa masih terdapat oknum di sejumlah SPPG yang melakukan pelanggaran.

Namun, ia meminta persoalan tersebut tidak di generalisasi. Menurutnya, masih banyak SPPG yang telah bekerja dan menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Karena itu, tindakan sejumlah oknum tidak boleh di anggap sebagai gambaran keseluruhan pelaksanaan program.

Meski demikian, keberadaan pelanggaran tetap harus di tindak secara tegas. Terlebih jika pelanggaran tersebut menyangkut keselamatan penerima manfaat MBG.

Dia menyebut, terdapat berbagai bentuk pelanggaran yang di temukan. Salah satunya adalah pihak yang seharusnya bertanggung jawab tetapi justru tidak hadir di dapur.

Selain itu, terdapat pula pihak yang tidak menjalankan SOP sebagaimana telah di tetapkan. Padahal, setiap tahapan dalam proses penyediaan makanan memiliki kaitan dengan kualitas dan keamanan pangan.

Ketika prosedur di abaikan, risiko yang muncul bukan perkara kecil. Dalam sejumlah kasus, pelanggaran tersebut bahkan dapat menyebabkan gangguan kesehatan hingga keracunan makanan.

Karena itu, BGN akan melihat tingkat pelanggaran sebelum menentukan tindakan.

Pelanggaran Hukum Bisa Berujung Pencopotan

BGN tidak hanya menghadapi persoalan terkait SOP dan operasional dapur. Sudaryono juga menyebut adanya anggota SPPG yang terlibat dalam kasus penipuan maupun judi daring.

Menurutnya, seluruh pelanggaran akan di periksa berdasarkan kadar dan bukti yang di temukan.

“Semua pelanggaran ini, kita lihat kadarnya. Jika memang melanggar hukum dan terbukti secara investigasi, kita tidak segankan untuk kita copot dan kita berhentikan status ASN P3K,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa BGN tidak akan memberikan perlakuan khusus kepada pihak yang terbukti melanggar aturan.

Status sebagai bagian dari pelaksana program MBG tidak menjadi alasan untuk mengabaikan pelanggaran.

Keselamatan Penerima MBG Jadi Perhatian Utama

Bagi Sudaryono, ketegasan tersebut bukan sekadar persoalan memberikan sanksi. Pencopotan menjadi bagian dari upaya mendisiplinkan seluruh SPPG yang bertugas menyediakan makanan dalam program MBG.

BACA JUGA:

Kabar Gembira! Bulan Depan Pemerintah Subsidi Motor Listrik

Di sisi lain, langkah tersebut juga di tujukan untuk menjaga kepercayaan terhadap SPPG yang telah menjalankan tugas dengan baik.

Program MBG menyangkut kepentingan masyarakat dalam skala besar. Karena itu, kualitas makanan, keamanan pangan hingga proses pengadaannya harus mendapat perhatian serius.

Satu pelanggaran yang berdampak besar berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap banyak SPPG lain yang telah bekerja sesuai ketentuan.

Meski memberikan peringatan keras, Sudaryono menegaskan bahwa pencopotan tidak akan di lakukan secara sewenang-wenang.

Setiap tindakan pemberhentian tetap harus melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan. Artinya, dugaan pelanggaran harus di periksa dan di buktikan terlebih dahulu sebelum sanksi di jatuhkan.

Hal tersebut penting agar penindakan tetap berjalan berdasarkan prosedur dan tidak semata-mata berdasarkan informasi atau tuduhan yang belum terverifikasi.

Mas Dar mengatakan, kepala SPPG yang berstatus ASN dapat di berhentikan dengan tidak hormat melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) apabila terbukti melakukan pelanggaran.

Dengan demikian, jabatan maupun status kepegawaian bukan menjadi tameng bagi pihak yang melakukan pelanggaran.

BGN akan melihat bukti dan hasil investigasi untuk menentukan langkah selanjutnya.

Hasil Investigasi Bisa Diserahkan kepada Aparat Penegak Hukum

Langkah BGN juga dapat bergerak lebih jauh apabila di temukan dugaan pelanggaran hukum.

Sudaryono membuka kemungkinan menyerahkan hasil investigasi kepada aparat penegak hukum.

Terutama apabila di temukan dugaan kelalaian yang menyebabkan insiden membahayakan penerima manfaat program MBG. Dengan langkah tersebut, persoalan tidak berhenti pada sanksi internal.

Apabila memenuhi unsur pelanggaran hukum, proses selanjutnya dapat di serahkan kepada aparat penegak hukum untuk di tindaklanjuti.

Pesan Keras

Pernyataan Sudaryono menjadi peringatan bagi seluruh pengelola SPPG. Program MBG bukan hanya soal menyediakan makanan dalam jumlah besar.

Di balik setiap porsi makanan terdapat tanggung jawab menyangkut kesehatan dan keselamatan penerima manfaat. Karena itu, SOP tidak boleh sekadar menjadi dokumen yang tersimpan di atas kertas.

Setiap aturan harus benar-benar di jalankan di dapur. Mulai dari pengadaan bahan, pengolahan hingga makanan sampai kepada penerima manfaat.

Bagi pihak yang bekerja sesuai aturan, program akan terus di perkuat. Namun bagi mereka yang terbukti melanggar hukum atau menyebabkan kejadian fatal, BGN menyiapkan langkah tegas hingga pencopotan.

(Bambang Fouristian)

Ini Alasan Persib Bandung Pilih SJH versus Manila Digger FC

0
persib bandung SJH fokusjabar.id
Stadiob SJH (oto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pada babak preliminary AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027, Persib Bandung akan menghadapi Manila Digger FC di Stadion Si Jalak Harupat (SJH) Kabupaten Bandung Jawa Barat (Jabar), Senin (31/8/2026).

Pertandingan tersebut sebelumnya di rencanakan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Namun, setelah mempertimbangkan kondisi terkini lapangan serta kesiapan stadion menjelang bergulirnya kompetisi Indonesia Super League 2026/2027, Persib memilih Stadion SJH sebagai venue pertandingan.

BACA JUGA:

Jelang kontra Manila Digger, Persib Bandung Fokus Latihan

Keputusan tersebut di ambil untuk memberikan ruang yang optimal bagi proses pemeliharaan dan pemulihan rumput GBLA.

Selain itu, memastikan stadion GBLA berada dalam kondisi terbaik ketika Maung Bandung memulai kompetisi Super League 2026/2027 menghadapi PSM Makassar pada 6 September mendatang.

Dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Termasuk kondisi terkini lapangan GBLA yang masih dalam proses pemeliharaan dan pemulihan, Manajemen PT PBB menilai Stadion SJH merupakan pilihan yang paling tepat untuk pertandingan menghadapi Manila Digger.

Keputusan tersebut di ambil agar proses pemeliharaan GBLA dapat berjalan secara optimal.

Maung Bandung tidak ingin memaksakan penggunaan GBLA ketika proses pemeliharaan rumput masih berlangsung.

Hal tersebut menjadi bagian dari komitmen klub untuk memastikan GBLA berada dalam kondisi terbaik saat di gunakan sebagai kandang di empat kompetisi musim ini.

Bagi Persib, menjaga kondisi GBLA saat ini merupakan bagian dari tanggung jawab untuk memastikan stadion tersebut benar-benar siap menyambut perjalanan panjang musim 2026/2027.

Persib ingin GBLA dapat menjadi rumah yang nyaman dan memberikan kondisi terbaik bagi tim maupun Bobotoh sepanjang kompetisi.

Manajemen memahami bahwa GBLA memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan tim Pangeran Biru dan Bobotoh.

Karena itu, perubahan venue untuk pertandingan menghadapi Manila Digger bukan semata-mata keputusan untuk satu pertandingan. Melainkan bagian dari pertimbangan yang lebih panjang dalam menjaga kesiapan kandang.

BACA JUGA:

Marc Klok Fokus Bawa Persib Tatap Laga Kualifikasi ACL 2

Manajemen Persib percaya bahwa memberikan waktu yang cukup bagi proses pemeliharaan GBLA merupakan langkah yang tepat. Dengan begitu, stadion siap di gunakan secara optimal untuk kompetisi Super League.

Mengutip persib.co.id, selain perubahan venue pertandingan menghadapi Manila Digger juga akan di gelar tanpa penonton.

Hal tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan sanksi disipliner AFC sebagai konsekuensi dari insiden pada pertandingan ACL Two musim sebelumnya, Persib kontra Ratchaburi FC di GBLA.

Persib menghormati keputusan dan regulasi AFC yang berlaku serta menjadikan pengalaman tersebut sebagai pembelajaran untuk terus meningkatkan standar profesionalisme dan kualitas penyelenggaraan pertandingan.

BACA JUGA:

Igor Tolic: Persib Bandung Belum Sempurna

Pertandingan tanpa penonton tentu bukan kondisi yang di harapkan. Karena dukungan langsung Bobotoh selalu memberikan energi yang luar biasa bagi tim.

Meski begitu, Persib akan menjalankan ketentuan tersebut dengan penuh tanggung jawab dan menjadikannya sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pertandingan.

Maun Bandung berharap, Bobotoh tetap memberikan dukungan positif kepada tim. Dukungan tersebut tetap memiliki arti penting bagi perjuangan tim dalam membawa nama Bandung di kompetisi Asia.

Manajemen PT PBB memahami Bobotoh selalu ingin berada di sisi tim. Terutama ketika bertanding di level Asia.

Kali ini situasinya berbeda, tetapi dukungan tetap dapat di berikan dengan cara yang positif.

Persib berharap, Bobotoh terus memberikan energi terbaik bagi tim dan bersama-sama menjaga nama baik klub.

Persib akan menjadikan pertandingan menghadapi Manila Digger sebagai kesempatan untuk memberikan performa terbaik, sekaligus memperjuangkan langkah ke fase berikutnya di ACL Two 2026/2027.

BACA JUGA:

Bobotoh Bisa Miliki Jersey Terbaru Persib Lewat PO, Ini Pilihan Paketnya

Perubahan venue dan pertandingan tanpa penonton tidak boleh mengurangi semangat untuk memberikan yang terbaik.

Tim akan tetap berjuang dengan penuh tanggung jawab, menghormati regulasi dan terus berkembang dalam setiap kesempatan membawa nama Persib, Bandung dan Indonesia di level Asia.

(Bambang Fouristian)