spot_imgspot_img
Rabu 7 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 182

ISBI Bandung Dapat Hibah Lahan 30 Hektar, Bupati Pangandaran: Tinggal Proses

0
ISBI Bandung fokusjabar.id
ISBI Bandung saat konferensi pers

‎PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung akan memiliki kampus baru di Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar).

Pemerintah Kabupaten Pangandaran berencana menghibahkan lahan seluas 30 hektar di Desa Cikalong untuk pembangunan kampus tersebut.

‎BACA JUGA:

Hendak Memancing ke Pantai, Lansia Asal Parigi Ditemukan Meninggal Telungkup di Batukaras Pangandaran

‎Rencana itu di sampaikan Rektor ISBI Bandung, Retno Dwimawarti dan Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami dalam acara Festival dan Expo KKN di Alun-alun Parigi, Minggu (23/8/2026) malam.

‎Retno mengatakan, awalnya Pemkab Pangandaran menjanjikan hibah lahan 10 hektar. Namun jumlah itu di tambah mengikuti ketentuan baru dari Kementerian.

‎”Kementerian bilang, nangung kalau 10 hektar karena standar perguruan tinggi negeri, universitas atau institut itu 30 hektar,” kata Retno.

‎Ia menyebut, Bupati Pangandaran sangat antusias dengan rencana tersebut dan berharap pembangunan kampus segera di mulai.

‎Pihak ISBI bersama Pemkab Pangandaran telah melakukan survei ke lokasi di Cikalong dan bertemu dengan kepala desa setempat. Respons dari pemerintah desa di sebut baik.

‎”Kami kemarin sudah survei ke lapangan, sudah lihat lahannya dan sudah bertemu dengan kepala desa. Responsnya baik,” ucap Retno.

‎Retno berharap, jika ada Menteri atau Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek yang hadir, naskah hibah bisa langsung di tandatangani.

‎”Mudah-mudahan realnya kalau hari ini ada Pak Menteri atau Pak Sekjen itu bisa langsung menandatangani bahwa kementerian siap menerima hibah dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran,” ujarnya.

‎BACA JUGA:

Bupati Pangandaran Naik Panggung Jadi Dewi Siti Samboja di Festival KKN Internasional

‎Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami memastikan Pemkab Pangandaran siap menghibahkan lahan tersebut.

‎”Mudah-mudahan segera di bangun ya. Karena memang kalau ISBI kan sebenarnya kampusnya sudah ada di Bandung. Kita ke sini kampus utamanya. Ya doain saja mudah-mudahan 30 hektar kita hibahkan. Tinggal proses,” kata Citra.

‎Jika terealisasi, ISBI akan memiliki kampus di dua lokasi, Bandung dan Pangandaran.

(Sajidin)

Harga Telur tak Wajar jadi Sorotan Badan Gizi Nasional

0
badan gizi nasional fokusjabar.id
Kepala BGN (foto: ilustrasi)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Kepala BGN, Sudaryono (Mas Dar), pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pihak-pihak yang terbukti melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP). Terlebih jika pelanggaran tersebut sampai menimbulkan kejadian fatal atau masuk dalam ranah hukum.

BACA JUGA:

Kepala BGN Sudaryono Optimalkan Anggaran Rp240 Trilyun

Peringatan keras Sudaryono di sampaikan di tengah upaya BGN membenahi tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi ujung tombak penyediaan makanan dalam program MBG.

Mengutip tribuntrends.com, Sudaryono siap mengambil langkah tegas terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran setelah melalui proses pemeriksaan dan investigasi.

Dia mengatakan, pembenahan menjadi salah satu fokus utama sejak dirinya di percaya memimpin BGN. Seluruh aspek pelaksanaan program akan di evaluasi. Mulai dari tata kelola hingga penerapan SOP di lapangan.

“Intinya kita benahi semua. Mulai dari tata kelola hingga SOP. Termasuk rantai pasok dan cara belanja,” ungkapnya.

Menurut Mas Dar, aturan sebenarnya telah tersedia. Persoalannya adalah bagaimana seluruh aturan tersebut benar-benar di terapkan secara konsisten oleh setiap pihak yang menjalankan program.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Sudaryono adalah informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan penambahan harga telur yang di sebut jauh di atas harga sebenarnya oleh salah satu SPPG.

BGN akan memeriksa informasi tersebut. Langkah ini di lakukan untuk memastikan apakah informasi yang beredar memang menunjukkan adanya pelanggaran atau tidak.

Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya BGN memperketat pengawasan terhadap tata kelola program MBG. Sebab, pengadaan bahan makanan merupakan bagian penting dari rantai penyediaan makanan bergizi.

BACA JUGA:

Penerima MBG Belum Punya Rumah, Sudaryono Lapor Menteri PKP

Jika terdapat penyimpangan dalam proses tersebut, bukan hanya persoalan administrasi yang di pertaruhkan. Tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.

Sudaryono mengakui bahwa masih terdapat oknum di sejumlah SPPG yang melakukan pelanggaran.

Namun, ia meminta persoalan tersebut tidak di generalisasi. Menurutnya, masih banyak SPPG yang telah bekerja dan menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Karena itu, tindakan sejumlah oknum tidak boleh di anggap sebagai gambaran keseluruhan pelaksanaan program.

Meski demikian, keberadaan pelanggaran tetap harus di tindak secara tegas. Terlebih jika pelanggaran tersebut menyangkut keselamatan penerima manfaat MBG.

Dia menyebut, terdapat berbagai bentuk pelanggaran yang di temukan. Salah satunya adalah pihak yang seharusnya bertanggung jawab tetapi justru tidak hadir di dapur.

Selain itu, terdapat pula pihak yang tidak menjalankan SOP sebagaimana telah di tetapkan. Padahal, setiap tahapan dalam proses penyediaan makanan memiliki kaitan dengan kualitas dan keamanan pangan.

Ketika prosedur di abaikan, risiko yang muncul bukan perkara kecil. Dalam sejumlah kasus, pelanggaran tersebut bahkan dapat menyebabkan gangguan kesehatan hingga keracunan makanan.

Karena itu, BGN akan melihat tingkat pelanggaran sebelum menentukan tindakan.

Pelanggaran Hukum Bisa Berujung Pencopotan

BGN tidak hanya menghadapi persoalan terkait SOP dan operasional dapur. Sudaryono juga menyebut adanya anggota SPPG yang terlibat dalam kasus penipuan maupun judi daring.

Menurutnya, seluruh pelanggaran akan di periksa berdasarkan kadar dan bukti yang di temukan.

“Semua pelanggaran ini, kita lihat kadarnya. Jika memang melanggar hukum dan terbukti secara investigasi, kita tidak segankan untuk kita copot dan kita berhentikan status ASN P3K,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa BGN tidak akan memberikan perlakuan khusus kepada pihak yang terbukti melanggar aturan.

Status sebagai bagian dari pelaksana program MBG tidak menjadi alasan untuk mengabaikan pelanggaran.

Keselamatan Penerima MBG Jadi Perhatian Utama

Bagi Sudaryono, ketegasan tersebut bukan sekadar persoalan memberikan sanksi. Pencopotan menjadi bagian dari upaya mendisiplinkan seluruh SPPG yang bertugas menyediakan makanan dalam program MBG.

BACA JUGA:

Kabar Gembira! Bulan Depan Pemerintah Subsidi Motor Listrik

Di sisi lain, langkah tersebut juga di tujukan untuk menjaga kepercayaan terhadap SPPG yang telah menjalankan tugas dengan baik.

Program MBG menyangkut kepentingan masyarakat dalam skala besar. Karena itu, kualitas makanan, keamanan pangan hingga proses pengadaannya harus mendapat perhatian serius.

Satu pelanggaran yang berdampak besar berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap banyak SPPG lain yang telah bekerja sesuai ketentuan.

Meski memberikan peringatan keras, Sudaryono menegaskan bahwa pencopotan tidak akan di lakukan secara sewenang-wenang.

Setiap tindakan pemberhentian tetap harus melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan. Artinya, dugaan pelanggaran harus di periksa dan di buktikan terlebih dahulu sebelum sanksi di jatuhkan.

Hal tersebut penting agar penindakan tetap berjalan berdasarkan prosedur dan tidak semata-mata berdasarkan informasi atau tuduhan yang belum terverifikasi.

Mas Dar mengatakan, kepala SPPG yang berstatus ASN dapat di berhentikan dengan tidak hormat melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) apabila terbukti melakukan pelanggaran.

Dengan demikian, jabatan maupun status kepegawaian bukan menjadi tameng bagi pihak yang melakukan pelanggaran.

BGN akan melihat bukti dan hasil investigasi untuk menentukan langkah selanjutnya.

Hasil Investigasi Bisa Diserahkan kepada Aparat Penegak Hukum

Langkah BGN juga dapat bergerak lebih jauh apabila di temukan dugaan pelanggaran hukum.

Sudaryono membuka kemungkinan menyerahkan hasil investigasi kepada aparat penegak hukum.

Terutama apabila di temukan dugaan kelalaian yang menyebabkan insiden membahayakan penerima manfaat program MBG. Dengan langkah tersebut, persoalan tidak berhenti pada sanksi internal.

Apabila memenuhi unsur pelanggaran hukum, proses selanjutnya dapat di serahkan kepada aparat penegak hukum untuk di tindaklanjuti.

Pesan Keras

Pernyataan Sudaryono menjadi peringatan bagi seluruh pengelola SPPG. Program MBG bukan hanya soal menyediakan makanan dalam jumlah besar.

Di balik setiap porsi makanan terdapat tanggung jawab menyangkut kesehatan dan keselamatan penerima manfaat. Karena itu, SOP tidak boleh sekadar menjadi dokumen yang tersimpan di atas kertas.

Setiap aturan harus benar-benar di jalankan di dapur. Mulai dari pengadaan bahan, pengolahan hingga makanan sampai kepada penerima manfaat.

Bagi pihak yang bekerja sesuai aturan, program akan terus di perkuat. Namun bagi mereka yang terbukti melanggar hukum atau menyebabkan kejadian fatal, BGN menyiapkan langkah tegas hingga pencopotan.

(Bambang Fouristian)

Ini Alasan Persib Bandung Pilih SJH versus Manila Digger FC

0
persib bandung SJH fokusjabar.id
Stadiob SJH (oto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pada babak preliminary AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027, Persib Bandung akan menghadapi Manila Digger FC di Stadion Si Jalak Harupat (SJH) Kabupaten Bandung Jawa Barat (Jabar), Senin (31/8/2026).

Pertandingan tersebut sebelumnya di rencanakan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Namun, setelah mempertimbangkan kondisi terkini lapangan serta kesiapan stadion menjelang bergulirnya kompetisi Indonesia Super League 2026/2027, Persib memilih Stadion SJH sebagai venue pertandingan.

BACA JUGA:

Jelang kontra Manila Digger, Persib Bandung Fokus Latihan

Keputusan tersebut di ambil untuk memberikan ruang yang optimal bagi proses pemeliharaan dan pemulihan rumput GBLA.

Selain itu, memastikan stadion GBLA berada dalam kondisi terbaik ketika Maung Bandung memulai kompetisi Super League 2026/2027 menghadapi PSM Makassar pada 6 September mendatang.

Dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Termasuk kondisi terkini lapangan GBLA yang masih dalam proses pemeliharaan dan pemulihan, Manajemen PT PBB menilai Stadion SJH merupakan pilihan yang paling tepat untuk pertandingan menghadapi Manila Digger.

Keputusan tersebut di ambil agar proses pemeliharaan GBLA dapat berjalan secara optimal.

Maung Bandung tidak ingin memaksakan penggunaan GBLA ketika proses pemeliharaan rumput masih berlangsung.

Hal tersebut menjadi bagian dari komitmen klub untuk memastikan GBLA berada dalam kondisi terbaik saat di gunakan sebagai kandang di empat kompetisi musim ini.

Bagi Persib, menjaga kondisi GBLA saat ini merupakan bagian dari tanggung jawab untuk memastikan stadion tersebut benar-benar siap menyambut perjalanan panjang musim 2026/2027.

Persib ingin GBLA dapat menjadi rumah yang nyaman dan memberikan kondisi terbaik bagi tim maupun Bobotoh sepanjang kompetisi.

Manajemen memahami bahwa GBLA memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan tim Pangeran Biru dan Bobotoh.

Karena itu, perubahan venue untuk pertandingan menghadapi Manila Digger bukan semata-mata keputusan untuk satu pertandingan. Melainkan bagian dari pertimbangan yang lebih panjang dalam menjaga kesiapan kandang.

BACA JUGA:

Marc Klok Fokus Bawa Persib Tatap Laga Kualifikasi ACL 2

Manajemen Persib percaya bahwa memberikan waktu yang cukup bagi proses pemeliharaan GBLA merupakan langkah yang tepat. Dengan begitu, stadion siap di gunakan secara optimal untuk kompetisi Super League.

Mengutip persib.co.id, selain perubahan venue pertandingan menghadapi Manila Digger juga akan di gelar tanpa penonton.

Hal tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan sanksi disipliner AFC sebagai konsekuensi dari insiden pada pertandingan ACL Two musim sebelumnya, Persib kontra Ratchaburi FC di GBLA.

Persib menghormati keputusan dan regulasi AFC yang berlaku serta menjadikan pengalaman tersebut sebagai pembelajaran untuk terus meningkatkan standar profesionalisme dan kualitas penyelenggaraan pertandingan.

BACA JUGA:

Igor Tolic: Persib Bandung Belum Sempurna

Pertandingan tanpa penonton tentu bukan kondisi yang di harapkan. Karena dukungan langsung Bobotoh selalu memberikan energi yang luar biasa bagi tim.

Meski begitu, Persib akan menjalankan ketentuan tersebut dengan penuh tanggung jawab dan menjadikannya sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pertandingan.

Maun Bandung berharap, Bobotoh tetap memberikan dukungan positif kepada tim. Dukungan tersebut tetap memiliki arti penting bagi perjuangan tim dalam membawa nama Bandung di kompetisi Asia.

Manajemen PT PBB memahami Bobotoh selalu ingin berada di sisi tim. Terutama ketika bertanding di level Asia.

Kali ini situasinya berbeda, tetapi dukungan tetap dapat di berikan dengan cara yang positif.

Persib berharap, Bobotoh terus memberikan energi terbaik bagi tim dan bersama-sama menjaga nama baik klub.

Persib akan menjadikan pertandingan menghadapi Manila Digger sebagai kesempatan untuk memberikan performa terbaik, sekaligus memperjuangkan langkah ke fase berikutnya di ACL Two 2026/2027.

BACA JUGA:

Bobotoh Bisa Miliki Jersey Terbaru Persib Lewat PO, Ini Pilihan Paketnya

Perubahan venue dan pertandingan tanpa penonton tidak boleh mengurangi semangat untuk memberikan yang terbaik.

Tim akan tetap berjuang dengan penuh tanggung jawab, menghormati regulasi dan terus berkembang dalam setiap kesempatan membawa nama Persib, Bandung dan Indonesia di level Asia.

(Bambang Fouristian)

Saddil Ramdani: Doa Bobotoh jadi Energi Tambahan

0
Saddil Ramdani fokusjabar.id
Saddil Ramdani (foto: persib.co.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemain depan Persib Bandung, Saddil Ramdani dan kolega terus mematangkan persiapan menjelang laga play-off AFC Champions League (ACL) Two 2026/2027 menghadapi wakil Filipina, Manila Digger.

Laga penting itu akan di gelar di Stadion Si Jalak Harupat (SJH) Kabupaten Bandung Jawa Barat (Jabar), Senin (31/8/2026).

BACA JUGA:

Jelang kontra Manila Digger, Persib Bandung Fokus Latihan

Pertandingan ini menjadi kesempatan Pangeran Biru untuk memastikan tiket menuju fase grup kompetisi antarklub Asia tersebut.

Saddil Ramdani memastikan seluruh pemain siap bekerja keras demi membawa tim melangkah ke ACL Two musim ini.

Meski pertandingan harus di gelar tanpa dukungan langsung Bobotoh akibat sanksi AFC, Dia percaya doa dan dukungan dari Bobotoh tetap menjadi energi tambahan bagi tim di lapangan.

“Ya, kami selalu optimis karena main di kandang (Bandung). Jadi motivasi kami sama dengan Bobotoh. Yaitu tetap memenangkan pertandingan untuk lolos di fase berikutnya,” kata Saddil.

Pemain asal Sulawesi Tenggara tersebut juga percaya dengan proses persiapan yang telah di berikan tim pelatih.

Menurutnya, seluruh pemain memiliki tekad yang sama untuk memberikan penampilan terbaik dan mengamankan hasil positif.

BACA JUGA:

Saddil Ramdani: Terima Kasih Keluarga Besar Persib Bandung

Saddil menilai, kerja keras dan kepercayaan terhadap proses menjadi modal penting Persib Bandung dalam menghadapi pertandingan yang menentukan tersebut.

“Terpenting adalah kami bisa membawa poin dan percaya proses apa yang pelatih berikan untuk tim ini dan kami akan memaksimalkan semuanya dengan kerja keras,” tutup Saddil.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, pelatih kiper Persib Bandung, Mario Jozic buka suara soal kesiapan anak asuhnya

Mario Jozic mengaku tidak memiliki kekhawatiran terhadap kondisi maupun performa para penjaga gawang tim kebanggaan Bobotoh.

Menurutnya, dengan waktu persiapan yang masih tersedia, ia optimistis Teja Paku Alam dan Fitrah Maulana mampu berada dalam kondisi terbaik.

Selain Teja dan Fitrah, Maung Bandung juga memiliki penjaga gawang lain yaitu Rhaka Bilhuda.

“Saya pikir kami masih punya waktu menuju pertandingan yang paling penting. Jadi, saya pikir Teja dan Fitrah akan siap untuk pertandingan nanti.”

(Bambang Fouristian)

Siliwangi Center jadi Creative Hub Pertama di Bogor, Ditargetkan Beroperasi 2027

0
siliwangi center bogor fokusjabar.id
Eks gedung kesenian di kawasan Jalan Tegar Beriman, Cibinong (foto: bogorkab.go.id)

BOGOR, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah menyiapkan ruang baru bagi perkembangan seni dan industri kreatif di wilayahnya. Eks gedung kesenian yang berada di Jalan Tegar Beriman, Cibinong, kini di kembangkan menjadi pusat ekonomi kreatif yang diberi nama Siliwangi Center.

Pembangunan tersebut menjadi langkah Pemkab Bogor untuk menyediakan fasilitas yang dapat mempertemukan pelaku industri kreatif, seniman dan komunitas.

BACA JUGA:

Pemkab Bogor Tingkatkan Keamanan Informasi Lewat Jaring Komunikasi Sandi

Siliwangi Center juga di proyeksikan menjadi tempat berlangsungnya berbagai aktivitas seni dan budaya di Kabupaten Bogor.

Proyek creative hub tersebut kini telah memasuki tahap pelaksanaan.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyebut, proses pembangunan di mulai setelah kontrak pekerjaan di tandatangani dan di targetkan rampung pada Desember 2026.

“Creative hub yang nantinya juga menjadi tempat pertunjukan teater sudah melalui tahap penandatanganan kontrak dan di targetkan selesai pada Desember 2026,” kata Rudy.

Siliwangi Center di bangun dengan memanfaatkan bangunan eks gedung kesenian yang berada di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Bogor.

Lokasinya di Jalan Tegar Beriman, Cibinong, membuat fasilitas tersebut berada di kawasan yang menjadi salah satu pusat aktivitas pemerintahan daerah.

Kehadiran fasilitas baru ini di arahkan tidak hanya sebagai tempat berkegiatan bagi komunitas seni.

Pemkab Bogor juga menempatkan Siliwangi Center sebagai ruang yang dapat mendorong pertumbuhan industri kreatif melalui berbagai aktivitas pengembangan dan kolaborasi.

Berdasarkan dokumen identifikasi kebutuhan pekerjaan konstruksi yang di susun Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor, proyek pembangunan Creative Hub-Siliwangi Center memiliki perkiraan biaya mencapai Rp29,47 miliar.

BACA JUGA:

Pemkab Bogor Berencana Kembangkan Menara Masjid Raya Nurul Wathon untuk Wisatawan

Dengan dukungan fasilitas tersebut, Siliwangi Center di rancang sebagai tempat kolaborasi bagi berbagai pihak yang bergerak di sektor ekonomi kreatif.

Pelaku industri kreatif, seniman hingga komunitas nantinya dapat memanfaatkannya untuk kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan karya dan kapasitas.

Tidak hanya menjadi ruang berkumpul, creative hub ini juga memiliki fungsi edukasi.

Fasilitas tersebut di harapkan dapat menjadi tempat untuk mendukung proses pembelajaran, pengembangan keterampilan, serta berbagai kegiatan yang berkaitan dengan subsektor ekonomi kreatif di Kabupaten Bogor.

Salah satu fasilitas yang di siapkan adalah ruang pertunjukan teater. Keberadaan area tersebut di harapkan dapat memberikan wadah bagi seniman dan komunitas untuk menyelenggarakan pertunjukan seni serta berbagai kegiatan budaya.

Pembangunan Siliwangi Center juga di arahkan untuk menghadirkan infrastruktur yang lebih representatif bagi aktivitas ekonomi kreatif.

Fasilitas tersebut di harapkan mampu memperluas kesempatan kolaborasi antarkomunitas sekaligus memberikan ruang yang lebih memadai bagi pelaku kreatif di Kabupaten Bogor.

Sebagai creative hub pertama milik Kabupaten Bogor, Siliwangi Center memiliki target pemanfaatan yang cukup panjang. Setelah pembangunan di targetkan selesai pada Desember 2026, proses serah terima pertama pekerjaan atau provisional hand over (PHO) juga di rencanakan berlangsung pada akhir tahun tersebut.

Setelah seluruh proses pembangunan dan serah terima selesai, Siliwangi Center di targetkan mulai di manfaatkan pada 2027.

Kehadirannya di harapkan menjadi salah satu infrastruktur pendukung bagi perkembangan seni, komunitas serta industri kreatif di Kabupaten Bogor.

(Jingga)

72 Madrasah Terdampak Gempa NTT, Kemenag Sediakan 16 Ruang Belajar Sementara

0
madrasah terdampak gempa NTT fokusjabar.id
siswa terdampak gempa NTT (foto: news.okezone.com)

NTT, FOKUSJabar.id: Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) turut mengganggu aktivitas pendidikan. Berdasarkan pendataan sementara Kementerian Agama (Kemenag), sebanyak 72 madrasah tercatat terdampak bencana.

Kondisi tersebut membuat pemulihan sarana pendidikan menjadi salah satu perhatian dalam penanganan pascagempa.

BACA JUGA:

BMKG: Gempa Susulan di Flores Bisa Berlangsung hingga 4 Minggu

Kemenag melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam mengambil langkah untuk menjaga agar kegiatan belajar mengajar tidak terhenti.

Pemerintah menyiapkan 1.000 school kit serta 16 Temporary Learning Space (TLS) atau ruang belajar sementara untuk membantu madrasah yang terdampak gempa Flores.

Dari total 72 madrasah yang masuk dalam pendataan, Kemenag memprioritaskan 15 madrasah yang mengalami dampak kerusakan paling parah.

Bantuan tahap awal di arahkan kepada satuan pendidikan tersebut. Sementara proses pemetaan kebutuhan madrasah lainnya masih terus di lakukan.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno mengatakan, kondisi bencana tidak boleh membuat peserta didik kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendidikan.

“Bencana tidak boleh menjadi alasan bagi anak-anak untuk kehilangan haknya mendapatkan pendidikan. Pemerintah harus hadir memastikan mereka tetap dapat belajar dengan aman dan layak, sekaligus memberikan dukungan kepada madrasah yang terdampak,” ujar Amien Suyitno.

Salah satu langkah yang di siapkan Kemenag adalah pembangunan atau penyediaan 16 TLS.

Ruang belajar sementara tersebut di tujukan untuk membantu madrasah yang belum dapat menggunakan fasilitas pembelajaran secara optimal akibat dampak gempa.

Dengan adanya tempat belajar alternatif, kegiatan pendidikan di harapkan dapat tetap berlangsung selama proses pemulihan bangunan berjalan.

Selain fasilitas pembelajaran sementara, Kemenag juga menyalurkan 1.000 school kit.

Bantuan perlengkapan tersebut di tujukan untuk mendukung kebutuhan peserta didik yang terdampak bencana. Sehingga mereka tetap memiliki perlengkapan yang di butuhkan untuk mengikuti kegiatan belajar.

BACA JUGA:

Gempa NTT M7,7, Kemlu: Masih Andalkan Penanganan Nasional

Amien menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan proses pendidikan di wilayah terdampak dapat kembali berjalan secara bertahap.

“Kita ingin memastikan madrasah yang terdampak tetap mendapatkan dukungan. Terutama dalam pemenuhan kebutuhan pembelajaran. Bantuan ini di harapkan dapat membantu madrasah dan peserta didik kembali menjalankan aktivitas pendidikan secara bertahap,” tuturnya.

Penanganan tahap awal masih di fokuskan pada 15 madrasah dengan kondisi paling parah. Sementara itu, 72 madrasah yang telah terdata menjadi bagian dari pemetaan Kemenag untuk menentukan kebutuhan lanjutan.

Pemerintah masih mengumpulkan informasi mengenai kondisi masing-masing madrasah agar bentuk bantuan dapat di sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Kemenag juga melanjutkan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mendukung pemulihan fasilitas pendidikan.

Pendataan dan pemetaan menjadi bagian penting dalam proses tersebut agar bantuan tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat mendukung keberlangsungan kegiatan belajar dalam jangka lebih panjang.

Di tengah proses pemulihan, Menteri Agama Nasaruddin Umar di jadwalkan mengunjungi wilayah NTT untuk melihat secara langsung kondisi madrasah yang terdampak gempa.

Kunjungan tersebut juga berkaitan dengan upaya memastikan kebutuhan pendidikan di daerah terdampak dapat di tangani dan mendapat dukungan sesuai kondisi di lapangan.

Dampak gempa terhadap sektor pendidikan menjadi bagian dari persoalan yang harus di tangani setelah bencana mengguncang NTT.

Selain kerusakan berbagai fasilitas, kegiatan masyarakat juga terganggu.

Hingga Minggu, 23 Agustus 2026, Kemenag terus memprioritaskan pemulihan layanan pendidikan melalui penyediaan 16 ruang belajar sementara dan distribusi 1.000 school kit, sembari melanjutkan pendataan terhadap 72 madrasah yang terdampak.

(Jingga Sonjaya)

Atasi Kemacetan Puncak, Pemkab Bogor Kaji Pembangunan Kereta Gantung

0
pemkab bogor kereta gantung fokusjabar.id
foto: bogorkab.go.id

BOGOR, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor Jawa Barat (Jabar) tengah mencari pilihan transportasi baru untuk menjawab persoalan mobilitas di kawasan Puncak.

Salah satu gagasan yang kini masuk dalam pembahasan adalah pembangunan kereta gantung yang dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dan wisatawan yang selama ini bergantung pada kendaraan di jalur darat.

BACA JUGA:

Pemkab Bogor Tingkatkan Keamanan Informasi Lewat Jaring Komunikasi Sandi

Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Bogor menata sistem transportasi di kawasan wisata yang di kenal memiliki tingkat kepadatan lalu lintas tinggi.

Selain mengembangkan transportasi berbasis bus listrik, Pemkab Bogor juga mempertimbangkan angkutan massal berbasis kabel sebagai salah satu opsi untuk memperkuat konektivitas di Puncak.

Sekda Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, gagasan kereta gantung tersebut merupakan bagian dari arahan Bupati Rudy Susmanto.

Moda transportasi ini di harapkan dapat memberikan pilihan perjalanan baru sekaligus membantu mengurangi beban kendaraan yang melintas di jalur Puncak.

“Rencana pembangunan kereta gantung di kawasan Puncak merupakan salah satu alternatif pengembangan transportasi untuk meningkatkan konektivitas sekaligus mengurangi tekanan lalu lintas di jalur Puncak,” kata Ajat.

Dalam konsep awalnya, kereta gantung akan di arahkan untuk menghubungkan beberapa lokasi strategis di kawasan Puncak.

Kehadiran moda tersebut nantinya di harapkan dapat memberi alternatif perjalanan bagi warga maupun wisatawan. Sehingga mobilitas tidak sepenuhnya bertumpu pada kendaraan pribadi.

Pengembangan kereta gantung juga tidak semata-mata di lihat dari sisi transportasi.

Pemkab Bogor mempertimbangkan potensi moda tersebut untuk menjadi bagian dari pengembangan kawasan wisata Puncak. Termasuk memberikan nilai tambah bagi aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya.

BACA JUGA:

Pemkab Bogor Berencana Kembangkan Menara Masjid Raya Nurul Wathon untuk Wisatawan

“Selain fungsi transportasi, kereta gantung di harapkan dapat mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi lokal.Termasuk UMKM dan destinasi wisata di kawasan Puncak,” ujarnya.

Meski masuk dalam rencana pengembangan transportasi, proyek tersebut belum berada pada tahap pembangunan.

Ajat menegaskan bahwa Pemkab Bogor masih harus melakukan kajian secara menyeluruh sebelum menentukan apakah kereta gantung dapat di realisasikan di kawasan Puncak.

Sejumlah aspek menjadi bahan pertimbangan dalam kajian tersebut. Pemkab Bogor perlu melihat kemungkinan trase yang akan di gunakan, kapasitas angkutan yang di butuhkan, standar keselamatan serta potensi dampak terhadap lingkungan di kawasan Puncak.

Selain itu, kesesuaian dengan tata ruang juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah harus menghitung kebutuhan lahan, memastikan kereta gantung dapat terhubung dengan moda transportasi lainnya, sekaligus menilai skema investasi yang memungkinkan untuk mendukung pembangunan fasilitas tersebut.

“Rencana ini masih memerlukan kajian komprehensif. Baik dari sisi teknis, keselamatan, lingkungan, tata ruang, kebutuhan lahan, integrasi moda transportasi maupun kelayakan investasinya,” kata Ajat.

Pemkab Bogor berharap, pengembangan transportasi di Puncak nantinya tidak berjalan sendiri-sendiri. Kereta gantung, jika di nilai layak untuk di bangun, di harapkan dapat menjadi bagian dari sistem transportasi yang terintegrasi dengan moda lainnya. Termasuk rencana pengembangan bus listrik.

Dengan konsep tersebut, penataan transportasi di kawasan Puncak tidak hanya di arahkan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.

Pemerintah juga ingin menghubungkan pengembangan transportasi dengan penataan kawasan wisata dan penguatan aktivitas ekonomi masyarakat agar pengelolaannya dapat berjalan secara lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

BACA JUGA:

Evaluasi Kinerja 2026, Bupati Bogor Rudy Susmanto Tancap Gas Susun Program Prioritas 2027

Untuk saat ini, rencana kereta gantung masih menunggu hasil kajian dari berbagai aspek sebelum masuk ke tahap berikutnya.

Pemkab akan menentukan langkah lanjutan berdasarkan hasil kajian teknis, lingkungan, tata ruang, keselamatan, kebutuhan lahan, integrasi moda hingga kelayakan investasi.

(Jingga Sonjaya)