spot_imgspot_img
Senin 6 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 182

Kapolda Jabar Soroti Puntung Rokok di Pantai Pangandaran

0
Kapolda Jabar puntung rokok fokusjabar.id
Kapolda Jabar Irjen pol Rudi Setiawan saat bersih-bersih pantai barat Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan turun langsung ke Pangandaran melakukan bersih-bersih di Pantai Barat dan Timur Pangandaran, Jumat (6/2/2026).

Kapolda Jabar menyoroti sejumlah sampah yang berserakan di pesisir Pantai Barat Pangandaran. Di antaranya puntung rokok dan sampah plastik.

BACA JUGA:

DLH Pangandaran Beri Tenggat Hotel Lengkapi IPAL Jelang Lonjakan Wisatawan

‎Rudi menyayangkan pemandangan tersebut terjadi di wisata unggulannya Jawa Barat itu. Menurutnya, fenomena ini sangat merusak citra wisata Pangandaran.

Dia mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pejabat pemerintahan hingga anak-anak sekolah untuk menambah kebersihannya.

‎”Kenapa saya mengatakan menambah bersih? Karena tadi saya pas ke sini rata-rata sudah bisa di katakan bersih. Cuma kami banyak menemukan puntung rokok yang di buang sembarangan,” kata Rudi.‎

‎Tidak hanya puntung rokok, sampah plastik sangat menganggu pemandangannya. Dia menemukan banyak sekali sampah plastik berjenis sedotan minuman di kedua wilayah Pantai tersebut.

‎Kapolda Jabar menyebut, sampah berbahan plastik sangat sulit untuk di urai. Oleh sebab itu, Rudi mengajak menjaga kebersihan Pantai supaya wisatawan merasa nyaman ketika berkunjung.

‎”Kepada masyarakat Pangandaran, ayo kita jaga bersama-sama dengan menjaga kebersihannya,” kata Kapolda.

BACA JUGA:

TPA Purbahayu Kritis, Sampah Menggunung di Pangandaran

‎”Insya Allah setelah berhasil, pengunjung wisata menjadi nyaman. Dengan demikian masyarakat Pangandaran akan sejahtera,” ungkapnya.

‎Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami membenarkan di Pantai Pangandaran banyak puntung rokok dan sampah plastik yang berserakan di area pesisir Pantai.

‎”Betul apa yang di sampaikan pak Kapolda. Kita banyak menemukan puntung rokok dan sedotan. Itu yang susah di urai,” kata Bupati Citra.

‎Bupati meminta para perokok aktif agar membuang puntung ke tempat sampah. Hal ini untuk menjaga kebersihan pantai Pangandaran.

‎”Buat para perokok, merokok itu bebas. Tapi puntungnya di buang ke tempat sampah,” pesan Dia.

‎Menurut Citra, kegiatan bersih-bersih pantai sering ia lakukan bersama seluruh SKPD.

Namun dengan kedatangan Kapolda Jabar dan Susi Pudjiastuti bisa meningkatkan energi positif bagi masyarakat untuk menjaga kesadaran menjaga lingkungan, terutama Pantai di Pangandaran.

(Sajidin)

Sony Sonjaya Soroti Pencemaran Lingkungan, IPAL SPPG Harus Dirombak

0
SPPG Sony Sonjaya fokusjabar.id
Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya menemukan IPAL SPPG yang tidak laik saat sidak. (Instagram; Sony Sonjaya)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Perangkat Guru (SPPG) guna memastikan kesiapan operasional dan standar kelayakan fasilitas pendukung. Namun, sidak tersebut mengungkap temuan yang memprihatinkan terkait pengelolaan limbah.

Dalam pantauan langsung yang di unggah melalui akun Instagram pribadinya, Sony Sonjaya menyoroti kondisi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

IPAL lokasi tersebut yang di nilai tidak laik operasional. Temuan ini menjadi catatan merah bagi standar kesehatan dan sanitasi di lingkungan SPPG.

Sidak yang dilakukan dengan pendekatan persuasif namun tegas ini bertujuan untuk melihat sejauh mana fasilitas publik menjaga higienitas. Menurutnya terutama dalam mendukung program-program penguatan gizi nasional yang sedang digalakkan.

BACA JUGA: Hasil Monitoring Dapur MBG Ciamis Langsung Dilaporkan ke BGN

Sony mengungkapkan kekecewaannya saat melihat kondisi fisik IPAL yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Menurutnya, sistem pengolahan limbah yang buruk dapat berdampak fatal pada kualitas air dan kesehatan masyarakat di sekitar lingkungan SPPG.

“Kami menemukan bahwa sistem pengolahan limbah atau IPAL di sini sangat tidak laik. Ini bukan sekadar urusan teknis, tapi soal komitmen kita terhadap kesehatan lingkungan dan keselamatan masyarakat,” ujar Sony dalam narasi sidaknya.

Langkah Tegas BGN

Sony Sonjaya menegaskan bahwa setiap satuan pelayanan yang berada di bawah pengawasan atau berkaitan dengan program negara harus memenuhi standar baku mutu lingkungan. Ia meminta pihak pengelola SPPG untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap sistem drainase dan pengolahan limbah.

Beberapa poin utama yang ada dalam temuan tersebut antara lain, Kondisi Fisik IPAL adanya indikasi kerusakan atau penyumbatan yang membuat air limbah tidak terfilter dengan baik.

Standar sanitasi risiko pencemaran lingkungan yang dapat mengganggu sterilitas area sekitarnya.

Evaluasi manajerial perlunya pengawasan rutin agar fasilitas pendukung tidak terbengkalai.

BACA JUGA: Sebagian Besar SPPG di Kota Banjar Belum Punya IPAL Sesuai Standar

Narasi Lingkungan Sehat untuk Gizi Optimal

Langkah Sony Sonjaya ini merupakan bagian dari upaya besar Badan Gizi Nasional untuk memastikan bahwa ekosistem pendukung gizi termasuk lingkungan sekolah berada dalam kondisi prima. Gizi yang baik, menurut Sony, harus dengan lingkungan yang bersih dan sanitasi yang layak.

Sidak ini mendapat respons beragam dari warganet di media sosial. Banyak yang mendukung langkah transparansi yang Sony lakukan agar menjadi pembelajaran bagi instansi lain untuk tidak abai terhadap pemeliharaan fasilitas vital seperti IPAL.

Hingga berita ini terbit, pihak SPPG agar segera memberikan rencana aksi tindak lanjut atas temuan tersebut guna memastikan fasilitas mereka kembali memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

(Anthika Asmara)

Ormas Laskar Prabowo 08 Soroti Garut Termiskin ke-2 di Jawa Barat

0
Ormas Laskar Prabowo 08 fokusjabar.id
Anton Heryanto

GARUT, FOKUSJabar.id: Ketua Penasihat Ormas Laskar Prabowo 08 Kabupaten Garut, Anton Heryanto menyoroti Garut sebagai kabupaten dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terendah kedua di Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Dia menyebut, beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya IPM Garut. Yakni, rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah masih tertinggal jika di bandingkan kabupaten/kota lain.

BACA JUGA:

IPM Rendah, Bupati Garut Ajak Warga Talegong ‘Kerja Ekstra’

Angka harapan hidup di Garut masih belum optimal karena keterbatasan fasilitas kesehatan dan distribusi tenaga medis yang tidak merata. Selain itu, pendapatan per kapita warga Garut masih tergolong rendah.

Untuk meningkatkan IPM, Pemerintah Daerah (Pemda) perlu berinovasi dalam memperluas akses pendidikan menengah dan atas serta mendorong program kejar paket bagi warga dewasa yang belum menyelesaikan pendidikan formal.

“Perlu juga peningkatan fasilitas kesehatan dan distribusi tenaga medis yang lebih merata,” kata Anton yang juga selaku pemerhati kebijakan publik, Jumat (6/2/2026).

Selanjutnya untuk menanggulangi faktor ekonomi, harus memperbanyak lapangan pekerjaan dan meningkatkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Skema APBD 2026

Anton mengatakan, jika skema APBD Kabupaten Garut 2026 belum atau tidak menyentuh pendidikan, kesehatan dan ekonomi maka IPM Garut akan jalan di tempat serta akan tetap menduduki peringkat ke 2 termiskin se-Jawa Barat.

“Bukan maksud untuk menggurui, jika ingin keluar dari predikat Kabupaten termiskin maka Pak Bupati harus perbanyak investasi. Dengan begitu, membuka lapangan pekerjaan sekaligus banyak melakukan presentasi kepada investor,” ungkap Ketua Penasihat Ormas Laskar Prabowo 08.

BACA JUGA:

Mantan Anggota DPRD Garut Deklarasi FK2PMD, Ada Apa?

Anton juga menyarankan Bupati Garut banyak berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan pemerintah pusat untuk menanggulangi keterbatasan anggaran. Terutama Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pak Bupati harus banyak koordinasi dengan Pemprov jabar dan pemerintah pusat untuk menanggulangi keterbatasan anggaran,” pungkas Anton Heryanto.

Sebagai informasi, Ormas Laskar Prabowo 08 tidak terafiliasi dengan salah satu Partai Politik (Parpol).

Kepengurusannya dari berbagai komponen masyarakat dan sejumlah Parpol.

(Bambang Fouristian)

Ketua DPRD Ciamis Soroti Lahan Sawit, Ancaman Lingkungan dan Kedaulatan Rakyat

0
Sawit CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Temuan sekitar 150 hektare perkebunan kelapa sawit di sejumlah lahan milik warga Kabupaten Ciamis memicu perhatian serius DPRD.

Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana, menegaskan bahwa penanaman sawit tidak bisa di lepaskan dari aturan tata ruang dan dampaknya bagi lingkungan serta masyarakat.

Nanang mengingatkan bahwa Ciamis sudah memiliki Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang mengatur secara jelas peruntukan lahan. Mulai dari sawah, perkebunan, hingga kawasan resapan air.

Ia menilai setiap aktivitas pertanian harus tunduk pada aturan tersebut. Jika penanaman sawit tidak sesuai dengan RTRW, pemerintah wajib mencabut izinnya dan menjelaskan alasannya secara terbuka kepada masyarakat.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Rusak Sejumlah Rumah di Ciamis

Ia mengakui hak milik tanah berada di tangan warga. Namun, menurutnya, kebebasan mengelola lahan tetap memiliki batas ketika berdampak luas.

Sawit mungkin memberi keuntungan ekonomi bagi pemilik tanah. Tetapi berpotensi merugikan lingkungan sekitar.

Nanang menyoroti ancaman krisis air, karena kebun sawit di kenal menyerap air dalam jumlah besar dan tidak mampu menjaga cadangan air jangka panjang.

Selain itu, ia juga mengingatkan potensi risiko ekologis dan keselamatan, seperti munculnya satwa liar berbahaya. Nanang mencontohkan wilayah Rancah dan Tambaksari yang sejak lama mengalami keterbatasan sumber air. Menurutnya, penanaman sawit di kawasan tersebut justru memperparah kondisi yang sudah rentan.

Nanang mempertanyakan alasan warga memilih sawit, padahal tanaman alternatif seperti kelapa dinilai lebih ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi. Kelapa, khususnya jenis genjah, mampu berbuah dalam waktu sekitar tiga tahun, menghasilkan panen rutin setiap bulan, serta tidak merusak cadangan air. Ia bahkan menyebut kelapa sebagai ikon Ciamis yang seharusnya kembali diperkuat.

Edukasi Kepada Masyarakat

Ia mendorong dinas teknis, terutama yang menangani pertanian dan lingkungan hidup, untuk turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, warga perlu memahami dampak jangka panjang sawit terhadap ekologi dan hukum. Nanang mencontohkan kasus di daerah lain seperti Aceh, di mana ekspansi sawit berujung pada penggundulan hutan dan krisis lingkungan.

Dari sisi tata lahan, ia juga meminta pemerintah meneliti kemiringan tanah, lokasi penanaman, hingga apakah sawit ditanam di puncak bukit atau kawasan lindung. Faktor-faktor tersebut dinilai sangat menentukan tingkat kerusakan lingkungan.

Nanang secara tegas menyatakan tidak menginginkan Ciamis menjadi wilayah perkebunan sawit. Ia mengimbau pemilik lahan yang sudah terlanjur menanam sawit untuk mempertimbangkan kembali dan menggantinya dengan tanaman yang lebih berkelanjutan, seperti kelapa.

Ia juga menyoroti adanya indikasi keterlibatan pemodal besar atau cukong di balik masuknya sawit ke Ciamis. Menurutnya, beberapa perjanjian kerja sama antara warga dan pemilik modal justru memberatkan masyarakat. Karena itu, ia meminta Dinas Pertanian meneliti secara rinci dokumen perjanjian tersebut agar hak-hak warga tidak tergerus.

Nanang menegaskan bahwa persoalan sawit bukan hanya soal ekonomi atau ekologi, tetapi juga masalah hukum dan kedaulatan rakyat. Ia mengingatkan, keuntungan jangka pendek tidak sebanding dengan risiko jangka panjang, termasuk potensi hilangnya tanah milik warga.

“Kalau rakyat sampai menjual tanahnya kepada cukong, itu sama saja menjual kedaulatan hidupnya sendiri,” tegasnya, Rabu (4/2/2026) lalu.

Kenapa Sinkhole Relatif Sering Terjadi di Indonesia, Ini Penjelasan BRIN

0
Sinkhole Indonesia fokusjabar.id
Sinkhole (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Sinkhole adalah lubang atau cekungan di permukaan tanah yang terjadi secara tiba-tiba akibat runtuhnya lapisan tanah atau batuan di bawahnya.

Fenomena tersebut umumnya terjadi di kawasan karst (batu gamping/kapur) atau wilayah tambang karena pelarutan batuan oleh air tanah, menciptakan rongga bawah tanah yang akhirnya amblas.

BACA JUGA:

Nikmati Keindahan Fenomena Blue Moon Malam Ini

Penyebab Utama

Proses alami pelarutan batuan (batu gamping, garam, gipsum) oleh air, erosi tanah atau aktivitas manusia seperti pertambangan dan pembangunan yang mengganggu stabilitas tanah.

Mekanisme

Rongga bawah tanah terbentuk perlahan dan saat struktur atas tidak mampu lagi menahan beban, permukaan tanah runtuh tiba-tiba.

Karakteristik

Berbentuk lingkaran atau mangkuk. Ukuran bervariasi dari beberapa meter hingga ratusan meter.

Lokasi Rawan

Daerah dengan batuan karbonat atau tanah vulkanik yang porus.

Tanda-tanda

Penurunan tanah secara perlahan, retakan halus atau hilangnya aliran air permukaan secara tiba-tiba.

Sinkhole sering di sebut lubang amblas atau lubang runtuhan. Dan dapat menimbulkan risiko keselamatan serta kerusakan infrastruktur.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap fenomena sinkhole relatif sering terjadi di Indonesia.

Wilayah yang berpotensi terdampak umumnya berada di kawasan dengan bentang alam karst atau daerah batu gamping.

Beberapa daerah yang di kenal rawan antara lain, Gunung Kidul, Pacitan dan Maros.

Secara geologi, wilayah-wilayah tersebut memiliki lapisan batu gamping yang cukup tebal di bawah permukaan tanah.

BACA JUGA:

Koi Fenomenal Mr Kondo Milik Hartono Soekwanto Siap Rebut Juara di WNC 2025

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari menjelaskan, sinkhole merupakan fenomena alam yang terjadi akibat runtuhnya lapisan batu gamping di bawah permukaan tanah.

Proses pembentukannya berlangsung dalam waktu lama dan di picu oleh air hujan yang bersifat asam karena menyerap karbon dioksida (CO₂) dari udara dan permukaan tanah.

“Air hujan ini meresap ke dalam tanah dan melarutkan batuan yang mudah larut. Terutama batu gamping. Sehingga membentuk rekahan dan rongga di bawah permukaan,” kata Adrin.

Air permukaan dan air tanah yang mengalir melalui rekahan tersebut menyebabkan rongga semakin membesar dan melemahkan lapisan penyangga di atasnya.

Ketika hujan lebat terjadi, lapisan penutup rongga menjadi semakin tipis hingga pada suatu titik tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.

Menurut Dia, pada kondisi tersebut lapisan atap akan runtuh secara tiba-tiba dan membentuk lubang di permukaan tanah yang di kenal sebagai sinkhole.

Salah satu tantangan terbesar dalam mitigasi sinkhole adalah sulitnya mendeteksi tanda-tanda awal kemunculannya.

Proses pembentukan rongga berlangsung perlahan dan terjadi di bawah permukaan tanah. Sehingga tidak mudah di kenali secara visual.

Namun demikian, keberadaan rongga batu gamping sebenarnya dapat di identifikasi melalui survei geofisika.

Cara mencegah terjadinya sinkhole, hindari pembangunan di area bekas tambang atau tanah yang tidak stabil, lakukan pemantauan tanah secara rutin, pastikan sistem drainase berfungsi baik untuk menghindari erosi tanah dan tanami vegetasi untuk memperkuat struktur tanah

Cara mengatasi sinkhole, evakuasi segera area sekitar untuk keselamatan,h ubungi tim penyelamat dan ahli geologi, isi lubang dengan material yang sesuai (misal pasir, kerikil) dan lakukan pemantauan dan stabilisasi tanah.

(Bambang Fouristian/berbagai sumber)

2 Misi Persib Bandung kontra Malut United

0
misi persib bandung fokusjabar.id
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak (foto: persib.co.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pertandingan pekan ke-20 Super League 2025/2026, Persib Bandung membawa dua misi kontra Malut United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung Jawa Barat (Jabar), Jumat (6/2/2026) malam nanti.

Misi pertama Persib Bandung mempertahankan catatan selalu menang di kandang dan kedua membalas kekalahan di putaran pertama.

BACA JUGA:

Persib Bandung Rekrut Sergio Castel Hingga Akhir Musim

Pada pertandingan nanti malam, dua pemain anyar (Layvin Kurzawa dan Dion Markx) berpeluang debut bersama Persib Bandung.

Kedua pemain tersebut di boyong Maung Bandung untuk menambah kedalaman skuad di lini pertahanan pada putaran kedua Super League 2025/2026.

Layvin Kurzawa biasa bermain di bek kiri dan Dion Markx sebagai bek tengah.

Pelatih Maung Bandung, Bojan Hodak tmembuka peluang bagi pemain anyarnya untuk menjalani debut.

“Kita akan lihat nanti di beberapa situasi. Sejauh ini, mereka sudah berlatih dengan baik. Mereka hanya perlu waktu untuk beradaptasi,” tegas Bojan Hodak.

Pemain Brasil, Ramon “Tanque” De Andrade Souza nampaknya akan absen merumput karena cedera.

Bojan Hodak menyebut, pertemuan dengan Malut United akan menjadi pertandingan yang sulit.

“Ini akan menjadi pertandingan yang sulit karena Malut United berada di peringkat keempat dan kami di posisi pertama. Tapi kami bermain di rumah dan selalu mengharapkan hasil yang positif,” kata Hodak.

BACA JUGA:

Pemain Anyar Persib Bandung Berpeluang Tampil kontra Malut

Terlebih, Pelatih Malut United, Hendri Susilo telah menyiapkan antisipasi terhadap rekrutan anyar Pangeran Biru.

Hendri mengetahui jika pemain asal Prancis itu membutuhkan adaptasi.

“Selamat untuk Persib yang bisa mendatangkan pemain kelas dunia (Layvin Kurzawa). Tapi saya pikir, dia juga perlu adaptasi. Kalau pun dia bermain, saya pikir tidak akan jadi masalah buat kami,” singkat Dia.

(Bambang Fouristian)

IPM Rendah, Bupati Garut Ajak Warga Talegong ‘Kerja Ekstra’

0
Bupati Garut IPM fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin memberikan catatan serius terhadap capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang saat ini berada di peringkat 26 dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

Syakur menegaskan, fokus utama pemerintah ke depan adalah memperbaiki tiga indikator fundamental. Yakni, pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

BACA JUGA:

Ponpes Darul Arqam Muhammadiyah Garut Gelar Umrah Akbar

Menurutnya, sinergi ketiga sektor ini merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Pendidikan membuat orang pintar. Sehingga mampu menjaga diri dan mencari penghasilan. Kesehatan di ukur dari angka harapan hidup dan ekonomi adalah penggerak kemajuan daerah. Jika salah satu timpang, kehidupan tidak akan optimal,” tegas Bupati Garut saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 di Aula Kecamatan Talegong.

Syakur mengajak seluruh elemen masyarakat dan aparatur pemerintah untuk tidak berpangku tangan melihat kondisi IPM Garut saat ini.

“Saya mengajak semuanya kerja keras bersama-sama untuk mengejar ketertinggalan. Jangan sampai Garut di hinakan karena pembangunannya kurang berhasil. Pemerintah tidak akan diam dan akan memperbaiki satu per satu daftar prioritas pembangunan di kecamatan,” tegasnya.

Penguatan Pondasi Transformasi

Plt Camat Talegong, Wiati Kartini menjelaskan, Musrenbang tahun ini mengusung tema “Penguatan Pondasi Transformasi.”

Kegiatan yang di ikuti oleh 100 peserta dari Kecamatan Talegong dan Cisewu ini bertujuan menyelaraskan visi jangka panjang daerah melalui usulan-usulan desa.

“Tema ini mencerminkan komitmen Pemkab Garut untuk membangun dasar yang kuat dalam transformasi sosial, ekonomi, lingkungan dan tata kelola pemerintahan,” jelas Wiati.

BACA JUGA:

Bupati Garut Tekankan Skala Prioritas Pembangunan Berbasis Kualitas Hidup

Berdasarkan hasil sidang pleno, terdapat 10 poin strategis yang di usulkan untuk tahun anggaran 2027. Mayoritas perbaikan infrastruktur jalan dan kesejahteraan sosial. Seperti infrastruktur berupa hotmix jalan kabupaten jalur Talegong-Mekarmukti dan hotmix jalan Genteng (Desa Sukalaksana & Sukamulya).

Hotmix jalan di wilayah Desa Sukamaju, pengaspalan jalan Kampung Cibuluh dan Babakan Tipar (Desa Mekarwangi) serta perbaikan dan pengaspalan jalan di Desa Mekarmulya, pengaspalan jalan wilayah tutugan Cisuren (Desa Mekarmukti).

Di bidang sosial, di usulkan pembangunan rutilahu di Desa Sukalaksana.

Termasuk penyediaan internet umum di Desa Sukalaksana serta insentif guru ngaji, Pesantren, RT/RW dan aparatur desa di Desa Selaawi.

Wiati berharap, semua usulan khususnya akses jalan di wilayah Garut Selatan dapat terealisasi pada tahun 2027 guna memacu mobilitas ekonomi warga.

(Y.A. Supianto)