spot_imgspot_img
Senin 6 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 183

Ormas Laskar Prabowo 08 Soroti Garut Termiskin ke-2 di Jawa Barat

0
Ormas Laskar Prabowo 08 fokusjabar.id
Anton Heryanto

GARUT, FOKUSJabar.id: Ketua Penasihat Ormas Laskar Prabowo 08 Kabupaten Garut, Anton Heryanto menyoroti Garut sebagai kabupaten dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terendah kedua di Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Dia menyebut, beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya IPM Garut. Yakni, rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah masih tertinggal jika di bandingkan kabupaten/kota lain.

BACA JUGA:

IPM Rendah, Bupati Garut Ajak Warga Talegong ‘Kerja Ekstra’

Angka harapan hidup di Garut masih belum optimal karena keterbatasan fasilitas kesehatan dan distribusi tenaga medis yang tidak merata. Selain itu, pendapatan per kapita warga Garut masih tergolong rendah.

Untuk meningkatkan IPM, Pemerintah Daerah (Pemda) perlu berinovasi dalam memperluas akses pendidikan menengah dan atas serta mendorong program kejar paket bagi warga dewasa yang belum menyelesaikan pendidikan formal.

“Perlu juga peningkatan fasilitas kesehatan dan distribusi tenaga medis yang lebih merata,” kata Anton yang juga selaku pemerhati kebijakan publik, Jumat (6/2/2026).

Selanjutnya untuk menanggulangi faktor ekonomi, harus memperbanyak lapangan pekerjaan dan meningkatkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Skema APBD 2026

Anton mengatakan, jika skema APBD Kabupaten Garut 2026 belum atau tidak menyentuh pendidikan, kesehatan dan ekonomi maka IPM Garut akan jalan di tempat serta akan tetap menduduki peringkat ke 2 termiskin se-Jawa Barat.

“Bukan maksud untuk menggurui, jika ingin keluar dari predikat Kabupaten termiskin maka Pak Bupati harus perbanyak investasi. Dengan begitu, membuka lapangan pekerjaan sekaligus banyak melakukan presentasi kepada investor,” ungkap Ketua Penasihat Ormas Laskar Prabowo 08.

BACA JUGA:

Mantan Anggota DPRD Garut Deklarasi FK2PMD, Ada Apa?

Anton juga menyarankan Bupati Garut banyak berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan pemerintah pusat untuk menanggulangi keterbatasan anggaran. Terutama Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pak Bupati harus banyak koordinasi dengan Pemprov jabar dan pemerintah pusat untuk menanggulangi keterbatasan anggaran,” pungkas Anton Heryanto.

Sebagai informasi, Ormas Laskar Prabowo 08 tidak terafiliasi dengan salah satu Partai Politik (Parpol).

Kepengurusannya dari berbagai komponen masyarakat dan sejumlah Parpol.

(Bambang Fouristian)

Ketua DPRD Ciamis Soroti Lahan Sawit, Ancaman Lingkungan dan Kedaulatan Rakyat

0
Sawit CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Temuan sekitar 150 hektare perkebunan kelapa sawit di sejumlah lahan milik warga Kabupaten Ciamis memicu perhatian serius DPRD.

Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana, menegaskan bahwa penanaman sawit tidak bisa di lepaskan dari aturan tata ruang dan dampaknya bagi lingkungan serta masyarakat.

Nanang mengingatkan bahwa Ciamis sudah memiliki Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang mengatur secara jelas peruntukan lahan. Mulai dari sawah, perkebunan, hingga kawasan resapan air.

Ia menilai setiap aktivitas pertanian harus tunduk pada aturan tersebut. Jika penanaman sawit tidak sesuai dengan RTRW, pemerintah wajib mencabut izinnya dan menjelaskan alasannya secara terbuka kepada masyarakat.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Rusak Sejumlah Rumah di Ciamis

Ia mengakui hak milik tanah berada di tangan warga. Namun, menurutnya, kebebasan mengelola lahan tetap memiliki batas ketika berdampak luas.

Sawit mungkin memberi keuntungan ekonomi bagi pemilik tanah. Tetapi berpotensi merugikan lingkungan sekitar.

Nanang menyoroti ancaman krisis air, karena kebun sawit di kenal menyerap air dalam jumlah besar dan tidak mampu menjaga cadangan air jangka panjang.

Selain itu, ia juga mengingatkan potensi risiko ekologis dan keselamatan, seperti munculnya satwa liar berbahaya. Nanang mencontohkan wilayah Rancah dan Tambaksari yang sejak lama mengalami keterbatasan sumber air. Menurutnya, penanaman sawit di kawasan tersebut justru memperparah kondisi yang sudah rentan.

Nanang mempertanyakan alasan warga memilih sawit, padahal tanaman alternatif seperti kelapa dinilai lebih ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi. Kelapa, khususnya jenis genjah, mampu berbuah dalam waktu sekitar tiga tahun, menghasilkan panen rutin setiap bulan, serta tidak merusak cadangan air. Ia bahkan menyebut kelapa sebagai ikon Ciamis yang seharusnya kembali diperkuat.

Edukasi Kepada Masyarakat

Ia mendorong dinas teknis, terutama yang menangani pertanian dan lingkungan hidup, untuk turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, warga perlu memahami dampak jangka panjang sawit terhadap ekologi dan hukum. Nanang mencontohkan kasus di daerah lain seperti Aceh, di mana ekspansi sawit berujung pada penggundulan hutan dan krisis lingkungan.

Dari sisi tata lahan, ia juga meminta pemerintah meneliti kemiringan tanah, lokasi penanaman, hingga apakah sawit ditanam di puncak bukit atau kawasan lindung. Faktor-faktor tersebut dinilai sangat menentukan tingkat kerusakan lingkungan.

Nanang secara tegas menyatakan tidak menginginkan Ciamis menjadi wilayah perkebunan sawit. Ia mengimbau pemilik lahan yang sudah terlanjur menanam sawit untuk mempertimbangkan kembali dan menggantinya dengan tanaman yang lebih berkelanjutan, seperti kelapa.

Ia juga menyoroti adanya indikasi keterlibatan pemodal besar atau cukong di balik masuknya sawit ke Ciamis. Menurutnya, beberapa perjanjian kerja sama antara warga dan pemilik modal justru memberatkan masyarakat. Karena itu, ia meminta Dinas Pertanian meneliti secara rinci dokumen perjanjian tersebut agar hak-hak warga tidak tergerus.

Nanang menegaskan bahwa persoalan sawit bukan hanya soal ekonomi atau ekologi, tetapi juga masalah hukum dan kedaulatan rakyat. Ia mengingatkan, keuntungan jangka pendek tidak sebanding dengan risiko jangka panjang, termasuk potensi hilangnya tanah milik warga.

“Kalau rakyat sampai menjual tanahnya kepada cukong, itu sama saja menjual kedaulatan hidupnya sendiri,” tegasnya, Rabu (4/2/2026) lalu.

Kenapa Sinkhole Relatif Sering Terjadi di Indonesia, Ini Penjelasan BRIN

0
Sinkhole Indonesia fokusjabar.id
Sinkhole (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Sinkhole adalah lubang atau cekungan di permukaan tanah yang terjadi secara tiba-tiba akibat runtuhnya lapisan tanah atau batuan di bawahnya.

Fenomena tersebut umumnya terjadi di kawasan karst (batu gamping/kapur) atau wilayah tambang karena pelarutan batuan oleh air tanah, menciptakan rongga bawah tanah yang akhirnya amblas.

BACA JUGA:

Nikmati Keindahan Fenomena Blue Moon Malam Ini

Penyebab Utama

Proses alami pelarutan batuan (batu gamping, garam, gipsum) oleh air, erosi tanah atau aktivitas manusia seperti pertambangan dan pembangunan yang mengganggu stabilitas tanah.

Mekanisme

Rongga bawah tanah terbentuk perlahan dan saat struktur atas tidak mampu lagi menahan beban, permukaan tanah runtuh tiba-tiba.

Karakteristik

Berbentuk lingkaran atau mangkuk. Ukuran bervariasi dari beberapa meter hingga ratusan meter.

Lokasi Rawan

Daerah dengan batuan karbonat atau tanah vulkanik yang porus.

Tanda-tanda

Penurunan tanah secara perlahan, retakan halus atau hilangnya aliran air permukaan secara tiba-tiba.

Sinkhole sering di sebut lubang amblas atau lubang runtuhan. Dan dapat menimbulkan risiko keselamatan serta kerusakan infrastruktur.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap fenomena sinkhole relatif sering terjadi di Indonesia.

Wilayah yang berpotensi terdampak umumnya berada di kawasan dengan bentang alam karst atau daerah batu gamping.

Beberapa daerah yang di kenal rawan antara lain, Gunung Kidul, Pacitan dan Maros.

Secara geologi, wilayah-wilayah tersebut memiliki lapisan batu gamping yang cukup tebal di bawah permukaan tanah.

BACA JUGA:

Koi Fenomenal Mr Kondo Milik Hartono Soekwanto Siap Rebut Juara di WNC 2025

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari menjelaskan, sinkhole merupakan fenomena alam yang terjadi akibat runtuhnya lapisan batu gamping di bawah permukaan tanah.

Proses pembentukannya berlangsung dalam waktu lama dan di picu oleh air hujan yang bersifat asam karena menyerap karbon dioksida (CO₂) dari udara dan permukaan tanah.

“Air hujan ini meresap ke dalam tanah dan melarutkan batuan yang mudah larut. Terutama batu gamping. Sehingga membentuk rekahan dan rongga di bawah permukaan,” kata Adrin.

Air permukaan dan air tanah yang mengalir melalui rekahan tersebut menyebabkan rongga semakin membesar dan melemahkan lapisan penyangga di atasnya.

Ketika hujan lebat terjadi, lapisan penutup rongga menjadi semakin tipis hingga pada suatu titik tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.

Menurut Dia, pada kondisi tersebut lapisan atap akan runtuh secara tiba-tiba dan membentuk lubang di permukaan tanah yang di kenal sebagai sinkhole.

Salah satu tantangan terbesar dalam mitigasi sinkhole adalah sulitnya mendeteksi tanda-tanda awal kemunculannya.

Proses pembentukan rongga berlangsung perlahan dan terjadi di bawah permukaan tanah. Sehingga tidak mudah di kenali secara visual.

Namun demikian, keberadaan rongga batu gamping sebenarnya dapat di identifikasi melalui survei geofisika.

Cara mencegah terjadinya sinkhole, hindari pembangunan di area bekas tambang atau tanah yang tidak stabil, lakukan pemantauan tanah secara rutin, pastikan sistem drainase berfungsi baik untuk menghindari erosi tanah dan tanami vegetasi untuk memperkuat struktur tanah

Cara mengatasi sinkhole, evakuasi segera area sekitar untuk keselamatan,h ubungi tim penyelamat dan ahli geologi, isi lubang dengan material yang sesuai (misal pasir, kerikil) dan lakukan pemantauan dan stabilisasi tanah.

(Bambang Fouristian/berbagai sumber)

2 Misi Persib Bandung kontra Malut United

0
misi persib bandung fokusjabar.id
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak (foto: persib.co.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pertandingan pekan ke-20 Super League 2025/2026, Persib Bandung membawa dua misi kontra Malut United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung Jawa Barat (Jabar), Jumat (6/2/2026) malam nanti.

Misi pertama Persib Bandung mempertahankan catatan selalu menang di kandang dan kedua membalas kekalahan di putaran pertama.

BACA JUGA:

Persib Bandung Rekrut Sergio Castel Hingga Akhir Musim

Pada pertandingan nanti malam, dua pemain anyar (Layvin Kurzawa dan Dion Markx) berpeluang debut bersama Persib Bandung.

Kedua pemain tersebut di boyong Maung Bandung untuk menambah kedalaman skuad di lini pertahanan pada putaran kedua Super League 2025/2026.

Layvin Kurzawa biasa bermain di bek kiri dan Dion Markx sebagai bek tengah.

Pelatih Maung Bandung, Bojan Hodak tmembuka peluang bagi pemain anyarnya untuk menjalani debut.

“Kita akan lihat nanti di beberapa situasi. Sejauh ini, mereka sudah berlatih dengan baik. Mereka hanya perlu waktu untuk beradaptasi,” tegas Bojan Hodak.

Pemain Brasil, Ramon “Tanque” De Andrade Souza nampaknya akan absen merumput karena cedera.

Bojan Hodak menyebut, pertemuan dengan Malut United akan menjadi pertandingan yang sulit.

“Ini akan menjadi pertandingan yang sulit karena Malut United berada di peringkat keempat dan kami di posisi pertama. Tapi kami bermain di rumah dan selalu mengharapkan hasil yang positif,” kata Hodak.

BACA JUGA:

Pemain Anyar Persib Bandung Berpeluang Tampil kontra Malut

Terlebih, Pelatih Malut United, Hendri Susilo telah menyiapkan antisipasi terhadap rekrutan anyar Pangeran Biru.

Hendri mengetahui jika pemain asal Prancis itu membutuhkan adaptasi.

“Selamat untuk Persib yang bisa mendatangkan pemain kelas dunia (Layvin Kurzawa). Tapi saya pikir, dia juga perlu adaptasi. Kalau pun dia bermain, saya pikir tidak akan jadi masalah buat kami,” singkat Dia.

(Bambang Fouristian)

IPM Rendah, Bupati Garut Ajak Warga Talegong ‘Kerja Ekstra’

0
Bupati Garut IPM fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin memberikan catatan serius terhadap capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang saat ini berada di peringkat 26 dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

Syakur menegaskan, fokus utama pemerintah ke depan adalah memperbaiki tiga indikator fundamental. Yakni, pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

BACA JUGA:

Ponpes Darul Arqam Muhammadiyah Garut Gelar Umrah Akbar

Menurutnya, sinergi ketiga sektor ini merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Pendidikan membuat orang pintar. Sehingga mampu menjaga diri dan mencari penghasilan. Kesehatan di ukur dari angka harapan hidup dan ekonomi adalah penggerak kemajuan daerah. Jika salah satu timpang, kehidupan tidak akan optimal,” tegas Bupati Garut saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 di Aula Kecamatan Talegong.

Syakur mengajak seluruh elemen masyarakat dan aparatur pemerintah untuk tidak berpangku tangan melihat kondisi IPM Garut saat ini.

“Saya mengajak semuanya kerja keras bersama-sama untuk mengejar ketertinggalan. Jangan sampai Garut di hinakan karena pembangunannya kurang berhasil. Pemerintah tidak akan diam dan akan memperbaiki satu per satu daftar prioritas pembangunan di kecamatan,” tegasnya.

Penguatan Pondasi Transformasi

Plt Camat Talegong, Wiati Kartini menjelaskan, Musrenbang tahun ini mengusung tema “Penguatan Pondasi Transformasi.”

Kegiatan yang di ikuti oleh 100 peserta dari Kecamatan Talegong dan Cisewu ini bertujuan menyelaraskan visi jangka panjang daerah melalui usulan-usulan desa.

“Tema ini mencerminkan komitmen Pemkab Garut untuk membangun dasar yang kuat dalam transformasi sosial, ekonomi, lingkungan dan tata kelola pemerintahan,” jelas Wiati.

BACA JUGA:

Bupati Garut Tekankan Skala Prioritas Pembangunan Berbasis Kualitas Hidup

Berdasarkan hasil sidang pleno, terdapat 10 poin strategis yang di usulkan untuk tahun anggaran 2027. Mayoritas perbaikan infrastruktur jalan dan kesejahteraan sosial. Seperti infrastruktur berupa hotmix jalan kabupaten jalur Talegong-Mekarmukti dan hotmix jalan Genteng (Desa Sukalaksana & Sukamulya).

Hotmix jalan di wilayah Desa Sukamaju, pengaspalan jalan Kampung Cibuluh dan Babakan Tipar (Desa Mekarwangi) serta perbaikan dan pengaspalan jalan di Desa Mekarmulya, pengaspalan jalan wilayah tutugan Cisuren (Desa Mekarmukti).

Di bidang sosial, di usulkan pembangunan rutilahu di Desa Sukalaksana.

Termasuk penyediaan internet umum di Desa Sukalaksana serta insentif guru ngaji, Pesantren, RT/RW dan aparatur desa di Desa Selaawi.

Wiati berharap, semua usulan khususnya akses jalan di wilayah Garut Selatan dapat terealisasi pada tahun 2027 guna memacu mobilitas ekonomi warga.

(Y.A. Supianto)

Ponpes Darul Arqam Muhammadiyah Garut Gelar Umrah Akbar

0
Ponpes Darul Arqam Muhammadiyah fokusjabar.id
Pelepasan Jamaah Umroah Akbar bagi santri kelas enam dan jemaah reguler yang dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut,

GARUT, FOKUSJabar.id: Suasana khidmat menyelimuti Aula Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Arqam Muhammadiyah Daerah Garut, Kamis (5/2/2026) kemarin.

Sebanyak 185 santri kelas enam bersiap memulai perjalanan spiritual dalam agenda Pelepasan Jamaah Umrah Akbar.

BACA JUGA:

Bupati Garut Tekankan Skala Prioritas Pembangunan Berbasis Kualitas Hidup

Program tahunan tersebut bukan sekadar perjalanan fisik ke Baitullah. Namun sebuah laboratorium pendidikan karakter bagi para calon lulusan.

Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kabupaten Garut, Maskut Farid mengapresiasinya. Dia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan di pesantren terletak pada ketuntasan masa belajar.

“Program pesantren di Darul Arqam ini tidak boleh lepas di tengah jalan. Harus sampai tuntas SMA. Kalau setengah-setengah, hasilnya tidak akan maksimal. Ini bekal masa depan yang luar biasa,” katanya.

Dia juga memaparkan filosofi keberuntungan yang akan di dapatkan para santri. Di mana kedekatan kepada Sang Pencipta melalui ibadah umrah merupakan kunci pembuka pintu-pintu kesuksesan di masa depan.

Bukan Wisata, Melainkan Latihan Jiwa

Pimpinan Ponpes Darul Arqam, Ahmad Syauqi memberikan pesan mendalam kepada para santri agar tidak menyalahartikan perjalanan ini sebagai sekadar rekreasi.

Dia menegaskan, umrah adalah undangan suci yang menuntut kelurusan niat.

“Luruskan kembali niat Ananda. Keberangkatan ini tiada lain hanya untuk beribadah dan taqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah),” tegas Ahmad Syauqi.

BACA JUGA:

Distribusi Program MBG di Talegong Garut Semrawut? Kinerja SPPI Disoal

Dia menambahkan, medan ibadah di Tanah Suci adalah ujian kesabaran yang nyata.

“Umrah sebetulnya adalah latihan jiwa. Ananda akan di tuntut sabar saat lelah fisik luar biasa. Terutama saat tawaf. Di situlah pengelolaan emosi di uji,” ungkapnya.

Detail Keberangkatan

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Pesantren, Giri Fajar Wibawa menjelaskan, tahun ini merupakan angkatan kelima sejak program ini di inisiasi pada tahun 2022.

Jamaah yang berangkat sebanyak 221 orang. Terdiri dari 88 santri putra, 97 santri putri, 36 jamaah reguler (dari KBIH An-Namiroh dan orangbtua santri).

Meskipun secara total jumlah jamaah mengalami sedikit penurunan di bandingkan tahun lalu (251 orang), semangat dan esensi dari program unggulan ini tetap menjadi pembeda utama Ponpes Darul Arqam dengan lembaga pendidikan lainnya di Jawa Barat.

Program Umrah Akbar ini di harapkan menjadi pilar penguat spiritualitas bagi para santri sebelum mereka terjun ke masyarakat atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, membawa identitas santri yang tangguh secara mental dan spiritual.

(Y.A. Supianto)

Dorong Investasi dan Lapangan Kerja, Kadin Tasikmalaya Gelar TEC 2026

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : KADIN Kota Tasikmalaya bersama sejumlah pengusaha gelar Sarasehan untuk merumuskan kemajuan perekonomian Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tasikmalaya menggelar Tasikmalaya Economic Forum (TEC) 2026 sebagai ruang dialog strategis antara pengusaha, pemerintah, dan pemangku kepentingan ekonomi daerah. Forum bertema “Sarasehan Akselerasi Bersama Pengusaha” ini berlangsung di RestoranSaung Gunung Djati, Jalan Letjen Mashudi, Kecamatan Cibeureum, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan tersebut diikuti para pelaku usaha, asosiasi pengusaha, mahasiswa, unsur pemerintahan, serta tokoh-tokoh ekonomi daerah. Sejumlah narasumber berpengalaman turut hadir, di antaranya Budi Budiman, Wahyu Tri Rachmadi, Edy Suroso, dan Asep Saepulloh.

Baca Juga: Cipedes Siap Jadi Penopang Ekonomi Kota Tasikmalaya Lewat Musrenbang 2027

Sarasehan berlangsung interaktif. Para pengusaha memanfaatkan sesi diskusi untuk menyampaikan berbagai persoalan dan tantangan dunia usaha, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Ketua Kadin Kota Tasikmalaya, Asep Saepulloh, menegaskan bahwa KADIN memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, forum ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang penyerapan aspirasi pelaku usaha.

“Melalui sarasehan ini, kami ingin menggali masukan dari para pengusaha tentang bagaimana peta jalan atau roadmap ekonomi Kota Tasikmalaya ke depan. Karena itu, forum ini kami desain lebih banyak diskusi dan dialog,” ujar Asep.

Ia mengungkapkan, berbagai gagasan dan pengalaman yang disampaikan peserta akan dirangkum sebagai bahan diskusi lanjutan bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya, Komisi II DPRD, serta unsur terkait lainnya.

Isu Krusial

Beberapa isu krusial mencuat dalam forum tersebut, mulai dari banyaknya kios di Pasar Cikurubuk yang tutup, laju pertumbuhan ekonomi daerah, kesiapan menyambut konektivitas jalan tol, hingga pentingnya sinkronisasi program daerah dengan kebijakan pemerintah pusat.

Asep juga mengungkapkan bahwa Kadin terus membuka peluang investasi dengan menjalin komunikasi bersama investor, termasuk dari Malaysia dan Qatar. Namun, ia mengakui masih terdapat pekerjaan rumah besar yang harus segera terselesaikan.

“Penetapan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) menjadi kunci. Tanpa RDTR yang jelas dan dukungan infrastruktur transportasi yang memadai, kita sulit bergerak lebih jauh dalam menarik investor,” jelasnya.

Sementara itu, narasumber Budi Budiman menilai forum sarasehan ini sangat tepat terselenggara di sii, karena bertepatan dengan momentum Musrenbang. Menurutnya, masukan dari pelaku usaha sangat penting sebagai bahan perumusan kebijakan pembangunan ekonomi.

“Kepala daerah seharusnya juga hadir langsund dalam kegoatan srategis seperti. Agar bisa mendengar secara utuh apa yang para pengusaha harapkan dan butuhkan.,” ujarnya.

Budi menegaskan bahwa pengusaha merupakan aset daerah yang memiliki peran besar dalam mendorong pembangunan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Ia menilai, ide dan gagasan dari dunia usaha dapat menjadi dasar penting dalam menentukan arah kebijakan ekonomi ke depan.

“Investasi harus kita dorong bersama. Dengan kemudahan perizinan, kepastian hukum, keamanan, budaya yang kuat, serta event-event menarik, Tasikmalaya bisa menjadi daerah tujuan investasi yang mampu membuka lapangan kerja baru,” paparnya.

Ia optimistis, forum yang Kadin gagas ini akan memberikan dampak positif bagi percepatan pembangunan dan kemajuan ekonomi Kota Tasikmalaya.

(Seda)