spot_imgspot_img
Senin 6 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 184

Tak Diperkuat Ramon Tanque, Persib Siap Hadapi Malut United

0
persib fokusjabar.id
Pelatih Persib, Bojan Hodak (foto: Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persib Bandung akan menghadapi Malut United pada pertandingan kandang kompetisi Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Jumat (6/2/2026).

Menjelang pertandingan pekan ke-20 Super League 2025/2026 tersebut, pelatih Persib, Bojan Hodak memastikan timnya sudah siap menghadapi Malut United.

BACA JUGA:

Persib Bandung Rekrut Sergio Castel Hingga Akhir Musim

Pelatih asal Kroasia ini mengatakan, persiapan timnya berjalan dengan lancar dan hanya Ramon Tanque yang bakal absen.

Pemain asal Brasil ini kondisinya belum fit. Sehingga tidak akan di turunkan pada pertandingan pekan ke-20.

“Persiapan bagus. Pekan ini nyaris semuanya sudah kembali kecuali Ramon,” kata Bojan Hodak, Kamis (5/2/2026).

Saat ini, Bojan Hodak tinggal menentukan pemain yang bakal tampil sejak awal pertandingan dan yang masuk sebagai pengganti di babak kedua.

“Satu-satunya hal adalah menentukan siapa yang bermain sebagai starter dan siapa yang turun di babak kedua,” ungkapnya.

Pertandingan kandang ini diprediksi tidak mudah bagi skuad Maung Bandung, lantaran Malut United merupakan tim kuat dan dihuni banyak pemain berkualitas.

BACA JUGA:

Pemain Anyar Persib Bandung Berpeluang Tampil kontra Malut

Selain itu, hingga memasuki pekan ke-19 kompetisi Super League 2025/2026, Malut United berada di empat besar klasemen. Sehingga, wajib diwaspadai.

“Kami menduga ini akan menjadi pertandingan yang sulit, Malut ada di peringkat keempat dan kami pertama,” tegasnya.

Meski demikian, Bojan Hodak merasa optimis Persib pada pertandingan nanti anak asuhnya bisa tampil maksimal, lantaran bakal mendapat dukungan langsung dari Bobotoh.

“Tapi kami bermain di kandang dan saya berharap kami bisa mendapat hasil yang positif,” ungkap Bojan Hodak.

(Arif)

KONI Jabar Apresiasi Respons Cepat Gubernur Tangani Atlet Rugby Garut

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
caption: Ketua Umum KONI Jabar, M. Budiana mendampingi dan memberi semangat secara langsung kepada atlet Rugby Jabar asal Kabupaten Garut, Siti Nur Rahayu saat masuk ruang perawatan IGD RS Welas Asih, Kabupaten Bandung, Kamis (5/2/2026). (FOTO: Ageng)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Ketua Umum KONI Jawa Barat, M. Budiana, menyampaikan apresiasi atas langkah sigap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam menangani kondisi kesehatan atlet rugby putri asal Kabupaten Garut, Siti Nur Rahayu. Pemerintah Provinsi Jawa Barat langsung mengevakuasi Siti untuk menjalani perawatan lanjutan di RS Welas Asih, Baleendah, Kabupaten Bandung.

Siti tiba di RS Welas Asih sekitar pukul 16.00 WIB menggunakan ambulans yang disiapkan Pemprov Jabar. Atlet yang memperkuat Jawa Barat pada ajang PON XXI 2024 tersebut datang bersama keluarga, Ketua Umum KONI Jabar M. Budiana, serta Ketua KONI Kabupaten Garut, Subhan Rohmansyah.

Baca Juga: Respons Cepat Gubernur Jabar untuk Atlet Rugby Garut yang Terbaring Sakit

Setibanya di rumah sakit, tim medis segera membawa Siti ke Instalasi Gawat Darurat untuk mendapatkan penanganan awal. Budiana tampak mendampingi langsung dan memberikan dukungan moril kepada Siti di ruang perawatan.

“Semangat ya, cepat sembuh. Sing sabar, pasti sehat deui,” ujar Budiana saat menjenguk Siti di RS Welas Asih, Kamis (5/2/2026).

Budiana secara khusus mengapresiasi kecepatan respons Gubernur Dedi Mulyadi yang langsung turun tangan setelah kondisi Siti menjadi perhatian publik. Sebelumnya, kondisi atlet rugby tersebut viral di media sosial setelah tayangan Kompas TV memperlihatkan Siti terbaring lemah di rumahnya di Kabupaten Garut.

“Hatur nuhun perhatosan Pak Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi yang langsung merespons kondisi atlet kami. Ini bentuk kepedulian nyata kepada insan olahraga,” kata Budiana.

Ia menegaskan, KONI Jawa Barat bersama KONI Kabupaten Garut akan terus mengawal proses pemulihan Siti hingga benar-benar sehat. Menurutnya, perhatian tidak hanya datang dari pemerintah daerah, tetapi juga dari seluruh keluarga besar olahraga Jawa Barat.

“Kami akan memastikan Siti mendapatkan penanganan maksimal sampai pulih. Harapannya, dia bisa kembali beraktivitas dan mengharumkan nama Garut serta Jawa Barat di dunia rugby,” ujarnya.

Budiana juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan kesembuhan Siti Nur Rahayu agar segera kembali sehat dan berprestasi.

(Ageng)

Korupsi Tunjangan DPRD Banjar, Kuasa Hukum Sebut Klien Jadi Korban Sistem

0
Banjar, FOKUSJabar.id
Caption: Penasihat hukum eks Ketua DPRD Kota Banjar, Kukun Abdul Syakur munawar

BANJAR,FOKUSJabar.id: Penasihat hukum mantan Ketua DPRD Kota Banjar, Dadang Ramdhan Kalyubi kembali melontarkan kritik keras terhadap putusan pengadilan dalam perkara korupsi tunjangan perumahan dan transportasi anggota DPRD periode 2017–2021.

Kuasa hukum Dadang, Kukun Abdul Syakur Munawar menilai vonis tersebut tidak mencerminkan rasa keadilan karena mengabaikan konteks kebijakan dan sistem yang melatarbelakangi kasus tersebut.

Baca Juga: Kasus Dugaan Penggelapan Dana BPJS Ketenagakerjaan, BKSDM Banjar Janji Tindak Tegas

Menurut Kukun, kliennya tidak pernah memiliki niat untuk memperkaya diri atau melakukan tindak pidana korupsi. Ia menyebut Dadang justru terjebak dalam mekanisme pengambilan kebijakan yang sejak awal sudah bermasalah.

“Tidak ada kesengajaan dari Pak Dadang untuk melakukan korupsi. Spirit beliau justru ingin mewujudkan pemerintahan yang bersih,” kata Kukun, Kamis (5/2/2026).

Kukun menyoroti pertimbangan majelis hakim yang menyamakan kelalaian jabatan dengan unsur kesengajaan. Ia menilai, Dadang hanya menjalankan fungsi administratif dengan menandatangani usulan yang di susun oleh bawahannya tanpa mengetahui secara detail substansi teknis di dalamnya.

“Kalau prinsip kehati-hatian di jadikan ukuran, seharusnya standar itu berlaku juga bagi pejabat lain yang melakukan hal serupa. Jangan hanya Pak Dadang yang di minta bertanggung jawab,” ujarnya.

Keterlibatan Banyak Unsur dalam Kasus Koruosi Tunjangan DPRD Kota Banjar

Ia juga membantah anggapan bahwa Dadang menjadi aktor utama dalam perumusan kebijakan tunjangan DPRD. Menurutnya, proses tersebut melibatkan banyak unsur. Mulai dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Badan Anggaran DPRD hingga unsur eksekutif.

“Ini kebijakan kolektif. Tidak adil jika seluruh beban hukum hanya kepada satu orang. Sementara pihak lain yang ikut merumuskan justru luput dari pertanggungjawaban,” tegasnya.

Kritik tajam turut di arahkan kepada jaksa penuntut umum. Dalam pertimbangan putusan, hakim menyebut adanya bukti administratif bahwa anggota DPRD lain turut menerima pembayaran tunjangan yang tidak sah. Namun, karena mereka tidak didudukkan sebagai terdakwa, pengadilan tidak dapat menjatuhkan hukuman pidana.

“Ini menunjukkan hakim sebenarnya mengetahui adanya penerima manfaat lain. Tapi karena jaksa tidak menyeret mereka ke persidangan, akhirnya hanya dua orang yang menanggung akibat hukum,” kata Kukun.

Ia berharap Kejaksaan Negeri Banjar menindaklanjuti pertimbangan tersebut dengan membuka kembali perkara secara menyeluruh. Termasuk menelusuri peran pihak eksekutif dan anggota DPRD lainnya yang turut menikmati aliran dana.

Meski proses hukum di Pengadilan Tipikor Bandung telah rampung dan putusan berkekuatan hukum tetap, Kukun menilai perkara ini masih menyisakan tanda tanya besar di tengah publik.

“Putusan ini memang menunjukkan hukum berjalan. Tetapi juga meninggalkan kesan bahwa keadilan hanya menyentuh sebagian kecil dari sistem yang rusak,” ujarnya.

Sebagai catatan, Inspektorat Kota Banjar mencatat kerugian negara akibat pembayaran tunjangan DPRD mencapai Rp3,5 miliar yang dinikmati oleh 48 anggota dewan selama lima tahun. Namun, hanya Dadang Ramdhan Kalyubi dan Sekretaris DPRD Rachmawati yang dijatuhi hukuman.

Dalam fakta persidangan terungkap, Dadang hanya menerima kelebihan pembayaran sekitar Rp131 juta. Itu jumlah yang relatif kecil dibandingkan total kerugian negara, tetapi berujung pada hukuman pidana penjara.

(Budiana Martin)

Angin Kencang Terjang Cijeungjing Ciamis, 5 Rumah Rusak

0
angin kencang ciamis fokusjabar.id
Personel BPBD Kabupaten Ciamis saat mengevakuasi pohon tumbang

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Angin kencang di sertai hujan deras menerjang wilayah Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar).

Akibatnya, pohon tumbang terjadi di Desa Dewasari dan Pamalayan menimpa rumah warga.

BACA JUGA:

Sawit di Tambaksari dan Rancah Ditanam di Tanah Milik Warga

Tidak ada korban nwa maupun luka akibat pohin tumbang di dua wilayah tersebut.

Berdasarkan catatan BPBD Kabupaten Ciamis bahwa di Desa Pamalayan rumah Dadang Mulyana dan Mochamad Soetisna di Dusun Pamalayan Kulon mengalami kerusakan pada bagian atap.

Sementara di Desa Dewasari rumah milik Samsul Muluk, Amin dan Nurul Badri di Dusun Cidewa juga mengalami kerusakan.

“Selain menimpa rumah warga, pohon tumbang juga melintang ke jalan raya,” kata Kepala {elaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, Kamis (5/2/2026).

Pihaknya langsung melakukan penanganan pohon tumbang di lokasi kejadian.

“Pohon tumbang yang menggangu arus lalu lintas langsung di evakuasi agar tidak mengganggu para pengendara,” ucapnya.

Menurut Ani, pemilik rumah terdampak sudah di berikan bantuan logistik kedaruratan dari Pemkab Ciamis.

“Sebagian rumah yang tertimpa pohon tumbang sudah di tangani dan lainnya sedang di lakukan penanganan,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Cipedes Siap Jadi Penopang Ekonomi Kota Tasikmalaya Lewat Musrenbang 2027

0
Tasikmalaya, FOKUSJAbar.id
Ket foto : Musrenbang RKPD Kecamatan Cipedes, sejumlah usulan prioritas untuk pertumbuhan wilayah (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Cipedes menjadi tahapan krusial dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Tasikmalaya tahun 2027, khususnya untuk menentukan arah dan prioritas pembangunan wilayah Cipedes.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya, Asep Goparulloh, saat membuka Musrenbang RKPD 2027 di Aula Utama Kantor Kecamatan Cipedes, Jalan Cigeureng, Kelurahan Nagarasari, Kamis (5/2/2026).

Baca Juga: Sidak RS Hermina, DPRD Tasikmalaya Minta Evaluasi Total

Menurut Asep, Musrenbang bukan sekadar forum seremonial, melainkan ruang dialog strategis untuk menghimpun gagasan dan usulan prioritas pembangunan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

“Musrenbang ini menjadi ruang dialog untuk memantapkan program dan menyelaraskan prioritas. Kemudian memastikan perencanaan yang tersusun selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia menekankan usulan dari tingkat kecamatan ajukan harus memiliki dampak nyata dan siap untuk dilaksanakan.

“Usulan prioritas harus yang paling berdampak dan paling masyarakat butuhkan. Terlebih yang paling siap kita laksanakan agar tidak meleset dari kebutuhan riil warga,” tegas Asep.

Asep juga menegaskan seluruh usulan pembangunan harus sejalan dengan visi-misi. Serta tujuh program prioritas Pemerintah Kota Tasikmalaya, sekaligus sinkron dengan kebijakan pemerintah pusat dan provinsi.

“Program pembangunan harus saling menguatkan dari pusat, provinsi, hingga daerah, sehingga manfaatnya benar-benar masyarakat rasakan,” katanya.

Agenda Strategis

Ia menyebut sejumlah agenda strategis yang perlu percepatan. Di antaranya peningkatan pelayanan dasar, penurunan angka stunting, pengentasan kemiskinan, penguatan ekonomi kerakyatan, serta peningkatan kualitas lingkungan.

Asgop sapaan akrab Sekda mengungkapkan bahwa berdasarkan data terkini, Kota Tasikmalaya masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah.

“Angka kemiskinan masih di kisaran 10,84 persen, pengangguran terbuka 6,43 persen, IPM 76,59 dengan rata-rata lama sekolah 9,64 tahun, serta stunting 19,6 persen. Ini membutuhkan kolaborasi semua pihak untuk menyelesaikannya,” ungkapnya.

Ia berharap Musrenbang Kecamatan Cipedes mampu menghasilkan solusi konkret dan program strategis. Dengan memaksimalkan potensi Cipedes sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi Kota Tasikmalaya.

Sementara itu, Camat Cipedes, Cecep Ridwan, menyampaikan Musrenbang tahun ini terfokus pada penggalian potensi wilayah yang sesuai dengan karakter geografis dan kebutuhan masyarakat.

“Cipedes merupakan wilayah perkotaan dengan potensi ekonomi yang cukup besar. Memerlukan pengembangan agar mampu berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Cecep menjelaskan, Cipedes memiliki beragam potensi ekonomi, mulai dari industri kreatif hingga usaha mikro yang dikelola warga.

“Di Cipedes terdapat home industri batik, bordir, pakaian jadi dan industri pengolahan makanan. Juga terdapat usaha warungan yang menjadi penopang ekonomi masyarakat,” katanya.

Sebagai wilayah strategis di kawasan perkotaan, Cipedes diyakini mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Kota Tasikmalaya.

“Dengan optimalisasi potensi yang ada, Cipedes siap berkontribusi dalam pembangunan daerah sekaligus mendorong peningkatan pendapatan masyarakat dan daerah,” pungkasnya.

(Seda)

Harga Telur Ayam di Pangandaran Mulai Merangkak Naik Jelang Ramadhan

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Penampakan telur ayam ras.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Harga telur ayam ras di Kabupaten Pangandaran mulai mengalami kenaikan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Di sejumlah pasar tradisional, harga telur kini tembus hingga Rp30.000 per kilogram.

Pantauan di Pasar Cibenda, Kecamatan Parigi, menunjukkan harga telur naik sekitar Rp2.500 per kilogram dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, telur ayam ras masih dijual di kisaran Rp28.000–Rp28.500 per kilogram.

Baca Juga: DLH Pangandaran Beri Tenggat Hotel Lengkapi IPAL Jelang Lonjakan Wisatawan

“Sekitar tiga hari lalu masih Rp28.000 per kilo, sekarang sudah naik jadi Rp30.000,” ujar Aldi, salah seorang pemasok telur di Pasar Cibenda, Kamis (5/2/2026).

Aldi menjelaskan, penentuan harga telur lebih banyak ditentukan oleh peternak ayam. Para pemasok hanya menerima pasokan dengan harga yang sudah ditetapkan.

“Kadang peternak yang mengatur harga. Kami tinggal ambil barangnya,” katanya.

Selain itu, kenaikan harga pakan ayam turut mendorong lonjakan harga telur. Menurut Aldi, biaya pakan bahkan kerap melampaui harga jual telur itu sendiri.

“Harga pakan sekarang mahal. Bahkan bisa lebih tinggi dari harga telurnya, itu yang bikin harga telur ikut naik,” jelasnya.

Kenaikan Harga Menjadi Pola Tahunan Jelang Ramadhan

Hal senada penjual telur lainnya, Nita Rahayu ungkapkan. Ia menilai kenaikan harga telur menjelang Ramadhan sudah menjadi pola tahunan, seiring meningkatnya permintaan masyarakat.

“Menjelang Ramadhan memang biasanya harga naik, karena permintaan juga meningkat,” ujarnya.

Nita menambahkan, permintaan telur juga datang dari dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga harga pasokan ikut menyesuaikan kondisi pasar.

“Kalau harga pasar naik, tentu harga ke dapur juga menyesuaikan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Pangandaran, Tedi Garnida, menyampaikan bahwa hasil pemantauan harga bahan pokok sejauh ini masih relatif stabil, meski potensi kenaikan menjelang Ramadhan tetap ada.

“Di beberapa pasar, harga telur ayam ras masih di kisaran Rp28.000 sampai Rp30.000 per kilogram. Harga daging ayam ras sekitar Rp35.000 per kilogram, biasanya bergerak seiring dengan harga telur,” kata Tedi melalui pesan WhatsApp.

Untuk komoditas lain, Tedi menyebut harga beras masih stabil. Beras medium pedagan jual sekitar Rp13.000 per kilogram, sedangkan beras premium berada di angka Rp14.500 per kilogram.

“Yang masih terpantau naik saat ini justru daging sapi, harganya sudah mencapai Rp130.000 per kilogram,” ujarnya.

Pemantauan harga kebutuhan pokok tersebut berjalan di tiga pasar tradisional, yakni Pasar Parigi, Pasar Pananjung, dan Pasar Kalipucang.

(Sajdin)

DLH Pangandaran Beri Tenggat Hotel Lengkapi IPAL Jelang Lonjakan Wisatawan

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Irwansyah.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pangandaran mengambil langkah tegas terhadap pelaku usaha, khususnya hotel, yang belum memiliki instalasi pengelolaan air limbah (IPAL). Kebijakan ini bertujuan menjaga kualitas lingkungan kawasan wisata Pangandaran menjelang lonjakan kunjungan wisatawan saat libur Idul Fitri.

Kepala DLH Pangandaran, Irwansyah, menegaskan bahwa pihaknya memberikan batas waktu hingga 15 Maret 2026 kepada para pelaku usaha untuk memenuhi kewajiban tersebut, atau setidaknya menunjukkan progres nyata pembangunan maupun perbaikan IPAL.

Baca Juga: Isu Limbah Laut Mencuat, DLHK Pangandaran Perketat Pengawasan Usaha Wisata

“Kami beri tenggang waktu sampai 15 Maret. Minimal sudah ada progres perbaikan atau pembangunan IPAL,” ujar Irwansyah, Kamis (5/2/2026).

Langkah ini muncul setelah persoalan pembuangan air limbah ke laut ramai jadi perbincangan di media sosial dan menjadi keluhan wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran. Bau tak sedap hingga keluhan gatal pada kulit sering pengunjung rasakan di beberapa titik pantai.

Irwansyah mengungkapkan, dari ratusan hotel yang beroperasi di Pangandaran, baru sekitar delapan hotel yang tercatat memiliki IPAL sesuai ketentuan. Kondisi tersebut berpotensi memperparah pencemaran lingkungan jika tidak segera ada tidakan penanganan.

Meski demikian, DLH menilai sumber pencemaran air limbah tidak semata-mata berasal dari hotel. Fasilitas toilet umum dan limbah rumah tangga warga juga turut menyumbang pencemaran di kawasan pesisir.

“Setelah sosialisasi Peraturan Menteri LHK Nomor 14 Tahun 2014, kami akan melakukan pengawasan langsung dan menelusuri sumber air limbah itu berasal dari mana,” jelasnya.

Tidak Semua Hotel Membuang Limbah ke Laut

Irwansyah juga menegaskan, tidak semua hotel melakukan pembuangan limbah langsung ke laut. Namun, ia tidak menutup kemungkinan masih ada pelaku usaha yang melanggar aturan tersebut.

“Tidak semua hotel membuang limbah ke laut, tapi kemungkinan itu tetap ada,” katanya.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, DLH membenarkan bahwa aliran limbah yang bermuara ke laut menimbulkan bau menyengat dan berdampak pada kenyamanan wisatawan.

“Faktanya memang ada limbah yang berbau, bahkan ada testimoni pengunjung yang mengeluhkan gatal-gatal setelah terpapar air laut,” pungkas Irwansyah.

(Sajidin)