BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron meminta kader Demokrat di Jawa Barat tidak hanya memperkuat mesin politik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Herman saat menghadiri pendidikan politik (Dikpol) Partai Demokrat Jawa Barat di eL Royale Hotel, Kota Bandung, Senin (24/8/2026).
Herman menilai, kegiatan tersebut penting untuk meningkatkan kapasitas kader sekaligus membangun kemampuan mereka dalam membaca persoalan di tengah masyarakat.
Baca Juga: Air Gunung Menyusut, Warga Cihanja-Cipicung Rogoh Rp90 Ribu per Toren
“Sudah terlalu banyak orang membuat masalah, sehingga bagi kader Demokrat, marilah kita membuat solusi,” kata Herman.
Menurutnya, Jawa Barat menjadi salah satu daerah yang konsisten menggelar pendidikan politik secara berkala dan intensif. Kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan di tingkat provinsi, tetapi juga dilaksanakan oleh DPC Partai Demokrat di seluruh kabupaten dan kota.
“Jawa Barat termasuk yang melaksanakan pendidikan politik secara berkala dan intensitasnya banyak. Bahkan dikpol bukan hanya dilakukan di tingkat provinsi, provinsi melakukan di daerah-daerah,” katanya.
Memahami Persoalan Masyarakat
Herman menjelaskan, pendidikan politik bukan sekadar upaya memperkuat konsolidasi, soliditas, dan solidaritas internal partai. Kader juga harus dibekali kemampuan untuk memahami persoalan sekaligus mencari jalan keluar yang dibutuhkan masyarakat.
“Bagaimana cara memecahkan persoalan-persoalan masyarakat, bagaimana cara memberikan solusi kepada persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat. Ini yang menurut saya sangat bagus dan tematik,” ujarnya.
Herman menilai, materi pendidikan politik perlu menyesuaikan dengan perkembangan persoalan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, pendekatan dalam pendidikan politik tidak harus selalu berkaitan dengan politik, tetapi bisa menyentuh persoalan ekonomi, sosial, maupun budaya.
“Pendekatannya tidak harus pendekatan politis. Tapi bisa pendekatan ekonomi, sosial, budaya, dan tentu semuanya ini adalah kebaikan untuk masyarakat,” ucapnya.
Ia mencontohkan tantangan ekonomi yang turut dipengaruhi kondisi global. Menurut Herman, kenaikan harga minyak internasional berpotensi mendorong kenaikan harga barang dan jasa yang menjadi kebutuhan masyarakat.
“Situasi ini tentu tidak mudah, dan Demokrat dengan kesempatannya, dengan kemampuannya, DPD Partai Demokrat Jawa Barat, saya kira ke depan bisa mengadakan hal serupa, pendidikan politik, bimbingan teknis,” katanya.
Selain penguatan kapasitas kader, Herman mengingatkan seluruh kader Demokrat Jawa Barat menjaga soliditas menjelang Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Jawa Barat.
Beda Pandangan Hal Wajar
Menurutnya, perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi pertentangan yang berujung pada perpecahan.
“Pesan saya tetap menjaga soliditas. Karena kita menjelang Musda juga, nanti malam ada Musda ke-6 Partai Demokrat Jawa Barat. Pentingnya soliditas, pentingnya kebersamaan. Jangan ada pertentangan. Perbedaan boleh, cara pandang boleh, masukan juga berbeda boleh, tetapi jangan sampai ini menjadi perpecahan,” jelasnya.
Herman menyebut, persatuan seluruh kader menjadi modal penting Demokrat Jawa Barat menghadapi Pemilu 2029. Kader juga didorong memperluas pendekatan kepada masyarakat melalui komunikasi langsung dan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat.
“Untuk memenangkan Pemilu 2029, modal utamanya adalah persatuan seluruh kader yang ada di Jawa Barat,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Anton Sukartono Suratto mengatakan pendidikan politik menjadi bagian dari evaluasi terhadap kinerja anggota DPRD Provinsi Jawa Barat maupun DPRD kabupaten dan kota.
Menurut Anton, evaluasi dilakukan untuk melihat berbagai kekurangan anggota dewan, terutama dalam menyerap aspirasi masyarakat hingga membangun komunikasi politik.
“Intinya apa sih yang mereka kerjakan selama ini, dan apa kesalahannya, dan bagaimana kita memperbaikinya. Dengan adanya dikpol ini kita pelajari satu-satu, kita bedah satu-satu, apa sih yang kurang dari anggota dewan kita,” kata Anton.
Menyerap Aspirasi Masyarakat
Anton mengungkapkan kemampuan mendengarkan dan menyerap aspirasi masyarakat menjadi salah satu fokus yang ditekankan kepada kader.
“Intinya kita perbaiki semua sehingga 2029 kita bisa menambah kursi dan Demokrat kembali menjadi juara di Jawa Barat,” ujarnya.
Baca Juga: Proyek BRT Tuai Keluhan, Warga: Tambah Bandung Semakin Macet
Anton menegaskan pendidikan politik Demokrat Jawa Barat digelar secara rutin, bahkan tidak hanya sekali dalam setahun. Materinya pun dibuat berbeda dan tematik sesuai kebutuhan.
“Ini selalu rutin kita lakukan tidak hanya tiap tahun tapi tiap bulan,” katanya.
Anton menambahkan pendidikan politik kali ini mengangkat materi tentang survei. Menurutnya, tema yang dibahas dalam setiap kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan kader.
“Kalau sekarang hari ini semua mengenai survei. Jadi setiap topik kita berbeda-beda. Ada beberapa materi yang memang kita tematik,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)



