TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Dua pejabat tinggi Kabinet Merah Putih, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus, menggelar kunjungan kerja ke Kota Tasikmalaya, Selasa (22/9/2026).
Kedua wakil menteri mengawali agenda dengan meninjau Kelurahan Siaga TBC di wilayah Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya.
Baca Juga: Kemenag dan KPAID Tasikmalaya Bersatu Berantas Bullying di Madrasah dan Pesantren
Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan untuk memantau langsung pelayanan di RSUD dr. Soekardjo, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mendampingi langsung peninjauan bersama Sekda Asep Goparulloh, Ketua TP-PKK dr. Elvira Kamarrow Putri, Kadinkes dr. Asep Hendra, Evi Silviani dari DPRD, serta Dirut RSUD dr. Budi Tirmadi.
Peninjauan ini bertujuan memastikan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mempercepat program eliminasi penyakit Tuberkulosis (TBC) di Indonesia.
Ubah Strategi: Cegah Orang Sakit Lewat Program Jemput Bola
Wamenkes dr. Benjamin Paulus Octavianus memuji capaian Jawa Barat dalam menemukan dan mengobati pasien TBC yang menembus angka di atas 93 persen.
Namun, Jawa Barat masih mencatat temuan kasus TBC tertinggi secara nasional dengan total sekitar 231 ribu kasus.
Benjamin menegaskan bahwa pemerintah pusat kini mengubah strategi penanganan TBC dari reaktif menjadi preventif.
“Pelayanan kita, buat apa tunggu orang sakit? Sekarang programnya, kita mencegah orang sakit. Jadi kontak erat serumah harus diperiksa dengan serius. Maka kita sekarang menyerbu ke desa-desa, masuk ke perkampungan seperti hari ini,” kata Benjamin, Selasa (22/9/2026).
Ia menginstruksikan para tenaga kesehatan untuk mendatangi langsung rumah warga tanpa perlu menunggu warga berobat ke Puskesmas.
“Ngapaian nunggu mereka datang ke Puskesmas? Kalau ke Puskesmas sudah sakit dulu kan? Tidak usah, ini jemput bola, tenaga kesehatan samperin aja warga ke rumah,” tambah Benjamin.
Presiden Prabowo Perintahkan Sinergi Lintas Kementerian
Benjamin menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia segera bebas dari ancaman TBC.
Presiden memerintahkan seluruh kementerian dan lembaga untuk mengeroyok penanganan TBC secara komprehensif, mirip dengan penanganan pandemi Covid-19.
Kementerian Perumahan siap merenovasi rumah pasien TBC kurang mampu, sementara instansi lain fokus menyediakan air bersih, sanitasi, dan perbaikan lingkungan.
Langkah terpadu ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup serta memperpanjang angka harapan hidup masyarakat Indonesia.
Kucuran Dana Rp2,9 Miliar dan Bantuan Alat Portable X-Ray
Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,9 miliar khusus untuk Kota Tasikmalaya guna memperkuat program Kelurahan Siaga TBC dan skrining aktif.
Kemenkes juga membagikan fasilitas canggih berupa alat portable X-Ray ke seluruh Puskesmas dan rumah sakit di Tasikmalaya.
Perangkat rontgen portabel ini mempermudah tenaga medis mendeteksi gejala TBC sejak dini langsung di Puskesmas tanpa harus merujuk pasien ke rumah sakit besar.
Selain itu, pemerintah menyusun rencana besar untuk membangun 1.988 Puskesmas baru serta merenovasi 441 Rumah Sakit Daerah di seluruh Indonesia pada tahun 2027.
Program renovasi nasional tersebut mencakup pembenahan fasilitas RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya agar mampu menyajikan pelayanan kesehatan yang makin prima dan terintegrasi.
(Seda)



