spot_imgspot_img
Selasa 22 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Mendiktisaintek Ungkap Persiapan Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi

NASIONAL,FOKUSJabar.id: Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mematangkan kajian mengenai arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait kuliah gratis di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Pemerintah kini menghitung total kebutuhan pembiayaan untuk menentukan besaran anggaran sebelum menerapkan kebijakan tersebut di seluruh PTN.

Baca Juga: Dirjen Bea Cukai Dipanggil Prabowo ke Istana, Ini yang Dibahas

Kemdiktisaintek mengalkulasi kebutuhan biaya per mahasiswa, memetakan kondisi fisik PTN, serta merinci jumlah mahasiswa aktif.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengonfirmasi bahwa timnya akan menyerahkan hasil perhitungan tersebut secara langsung kepada Presiden Prabowo.

“Bapak Presiden sebenarnya pernah memerintahkan kami beberapa waktu lalu untuk melakukan kajian mengenai hal ini. Kami sudah mulai menghitung juga bagaimana kebutuhan yang standar per mahasiswa untuk seluruh PTN. Kita sudah kalkulasi,” kata Brian, Senin (21/9/2026).

Opsi Penerapan Langsung atau Bertahap Hingga 2029

Brian menjelaskan bahwa perhitungan rinci ini menjadi pijakan utama bagi pemerintah dalam mengukur kemampuan APBN.

Kemdiktisaintek membuka peluang penerapan kuliah gratis secara langsung maupun bertahap sesuai kesiapan anggaran negara.

Pemerintah menyusun skema penahapan tahunan jika APBN belum mampu menanggung seluruh biaya kuliah secara serentak.

“Nanti tentu pada kesempatan pertama kami akan melaporkan kepada Bapak Presiden hitungan-hitungan kebutuhan untuk dapat menggratiskan seluruh PTN. Barangkali tentu juga kita akan melihat penahapannya seperti apa, jika memang dapat langsung baik, tapi jika belum memadai atau belum memungkinkan kami juga akan membuat tahapan-tahapannya tahun 2027 bagaimana, 2028, hingga 2029. Ini yang sedang kami lakukan,” ujar Brian.

Jaminan Akses Pendidikan Bagi Kelompok Tak Mampu

Pemerintah tetap menyelaraskan rencana kebijakan ini dengan program bantuan sosial yang berjalan, seperti Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).

Kemdiktisaintek mengevaluasi instrumen bantuan agar calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu bisa menikmati bangku kuliah tanpa hambatan biaya.

“Intinya, kita ingin optimal dan kita ingin memastikan akses perguruan tinggi itu semuanya bisa diikuti oleh mereka-mereka yang memang tidak mampu,” tutur Mendiktisaintek.

Saat ini, mahasiswa PTN dari kelompok desil 1 hingga 4 telah menerima bantuan beasiswa penuh.

Pemerintah mencatat angka penerima bantuan biaya pendidikan sangat rendah hingga gratis di PTN sudah menembus lebih dari 28 persen.

Kemdiktisaintek berkomitmen menuntaskan pemetaan ini agar Presiden Prabowo bisa mengambil keputusan terbaik demi masa depan pendidikan tinggi Indonesia.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru