spot_imgspot_img
Senin 5 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 153

Harga Emas Antam 29 Agustus 2026 Anjlok Rp48 Ribu, Ini Rinciannya

0
NASIONAL, FOKUSJabar.id
Ilustrasi logam mulia.

NASIONAL,FOKUSJabar.id: Harga emas batangan Antam kembali bergerak merosot pada Sabtu, (29/8/2026). PT Aneka Tambang Tbk menetapkan harga jual emas ukuran 1 gram di angka Rp2.670.000 per gram. Angka ini terjun bebas Rp48.000 dari posisi sebelumnya yang berada di level Rp2.718.000.

Tren penurunan ini juga melanda harga pembelian kembali (buyback). Antam mematok nilai buyback sebesar Rp2.523.000 per gram pada Sabtu pagi. Nilai tersebut menyusut Rp55.000 jika membandingkan dengan posisi kemarin di angka Rp2.578.000.

Baca Juga: Karhutla Mengancam 6 Provinsi, BMKG Kerahkan Operasi Modifikasi Cuaca

Angka Rp2.670.000 merupakan harga dasar resmi yang merujuk pada situs Logam Mulia. Pembeli wajib memperhitungkan tambahan PPh sebesar 0,25 persen, sehingga nilai bersih pembelian 1 gram emas Antam mencapai Rp2.676.675.

Pelemahan hari Sabtu ini memperpanjang tren koreksi harga setelah emas Antam juga tergerus Rp5.000 pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Daftar Harga Emas Antam dari Pecahan Kecil Hingga 1 Kg

Situs resmi Logam Mulia mencantumkan variasi harga untuk berbagai ukuran berat emas batangan. Untuk pecahan terkecil 0,5 gram, Antam menjualnya seharga Rp1.385.000.

Sementara itu, emas ukuran 2 gram berada di angka Rp5.280.000 dan pecahan 3 gram mencapai Rp7.895.000. Bagi investor yang mengincar berat sedang, pecahan 5 gram menyentuh Rp13.125.000 dan ukuran 10 gram mencapai Rp26.195.000.

Ukuran yang lebih besar mencatatkan nilai transaksi yang terus meningkat:

  • Emas 25 gram: Rp65.362.000
  • Emas 50 gram: Rp130.645.000
  • Emas 100 gram: Rp261.212.000
  • Emas 250 gram: Rp652.765.000
  • Emas 500 gram: Rp1.305.320.000
  • Emas 1.000 gram (1 kg): Rp2.610.600.000

Seluruh nominal tersebut berstatus harga dasar sebelum hitungan pajak PPh 0,25 persen.

Bandingkan Harga Antam di Pegadaian, UBS, dan Galeri24

Masyarakat harus mengamati bahwa harga emas batangan dapat bervariasi bergantung pada kanal penjualan. Pegadaian memasarkan emas Antam 1 gram seharga Rp2.627.000 pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Pada tempat yang sama, emas cetakan UBS 1 gram menyentuh Rp2.654.000, sedangkan emas Galeri24 1 gram mematok harga Rp2.611.000. Calon pembeli wajib memastikan gerai transaksi karena tiap saluran memiliki acuan harga yang berbeda.

Selain itu, investor perlu memperhitungkan selisih (spread) antara harga beli dan buyback. Dengan harga jual Rp2.670.000 dan buyback Rp2.523.000, investor menghadapi selisih nilai sebesar Rp147.000 per gram.

Peraturan perpajakan juga mengikat transaksi buyback bernilai di atas Rp10 juta dengan potongan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen.

Pengelola Logam Mulia memperbarui daftar harga secara berkala setiap hari pukul 08.30 WIB. Masyarakat sebaiknya memeriksa kembali pergerakan harga terkini sebelum mengeksekusi transaksi jual maupun beli.

(Jingga Sonjaya)

Karhutla Mengancam 6 Provinsi, BMKG Kerahkan Operasi Modifikasi Cuaca

0
NASIONAL, FOKUSJabar.id
Sumber Gambar: Kompas

NASIONAL,FOKUSJabar.id: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di tengah berlangsungnya musim kemarau. Hingga Sabtu, (29/8/2026), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memantau sebaran titik panas (hotspot) di enam provinsi prioritas.

Wilayah prioritas penanganan karhutla ini mencakup Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi. Kalimantan Tengah mencatatkan jumlah hotspot terbanyak, disusul Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan.

Baca Juga: Kemarau Panjang, Hutan Jati Seluas 1 Hektare di Ciamis Terbaka

BNPB menegaskan bahwa kemunculan hotspot tidak serta-merta menandakan kebakaran nyata. Petugas lapangan wajib memverifikasi setiap titik guna memastikan keberadaan api sebelum melakukan pemadaman.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan menyebut situasi lapangan sangat dinamis.

“Hotspot terpantau di enam provinsi prioritas, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi. Yang paling banyak terpantau di Kalimantan Tengah, kemudian Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan,” kata Berton saat dihubungi pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Tantangan Berat Padamkan Api di Lahan Gambut

Berton menjelaskan bahwa keberadaan api tidak menandakan pemerintah menghentikan penanganan. Pasukan pemadam tetap menerjang lokasi kebakaran meski menghadapi medan yang sulit.

“Kalau masih ada api, tentu berarti pekerjaan kita belum selesai. Tetapi bukan berarti tidak ditangani. Tantangannya adalah kondisi lapangan yang dinamis, terutama di lahan gambut, lokasi yang sulit dijangkau, dan perlunya pendinginan setelah pemadaman,” jelas Berton.

Lahan gambut menyimpan bahaya laten karena api sanggup bertahan di bawah permukaan. Petugas wajib melakukan pendinginan intensif walau api permukaan sudah padam.

Selain mengerahkan personel darat dan helikopter pemadam, pemerintah memanfaatkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan di area rawan.

BMKG Pacu Hujan Buatan Lewat Operasi Modifikasi Cuaca

Plt Deputi Meteorologi BMKG Andri Ramadhani menekankan bahwa pelaksanaan OMC sangat bergantung pada dinamika cuaca dan ketersediaan awan.

“OMC telah dilakukan beberapa kali di wilayah rawan karhutla, di mana pelaksanaannya menyesuaikan kondisi atmosfer dan ketersediaan awan potensial,” kata Andri.

Andri merinci bahwa teknologi OMC bekerja mengoptimalkan awan yang sudah terbentuk di langit, bukan menciptakan hujan dari udara kering.

“OMC mengoptimalkan proses pertumbuhan awan dan pembentukan hujan dari sistem awan yang sudah tersedia. Efektivitasnya bergantung pada ketersediaan dan karakteristik awan, kelembapan dan labilitas atmosfer, profil suhu, proses pengangkatan massa udara serta arah dan kecepatan angin menuju wilayah sasaran,” jelas Andri.

BMKG terus memantau profil atmosfer menggunakan satelit dan radar cuaca sebelum menerbangkan pesawat penyemai garam.

“OMC berjalan secara antisipatif dan situasional ketika tersedia jendela peluang cuaca yang mendukung. Jika kondisi atmosfer tidak mendukung maka efektivitas OMC menjadi terbatas. OMC menjadi bagian dari penanganan karhutla secara terpadu bersama pemadaman darat dan udara, serta upaya dan langkah mitigasi lainnya,” jelas Andri.

Puncak Kemarau Melanda 80 Persen Wilayah Indonesia

BMKG memprediksi sekitar 80 persen wilayah Indonesia memasuki puncak musim kemarau pada akhir Agustus 2026. Kondisi serba kering ini meningkatkan risiko kebakaran vegetasi secara drastis.

Data BNPB mencatat total luas lahan terbakar di enam provinsi prioritas menembus angka 48.889,69 hektare. Kalimantan Barat menyumbang kerusakan terluas mencapai 28.680,47 hektare, mengekor Riau seluas 15.551,76 hektare, dan Kalimantan Tengah 3.069,52 hektare.

Dampak asap kebakaran bahkan mulai mencemari kualitas udara Kota Palembang. Sementara di Kalimantan Timur, tim gabungan terus memantau arah angin agar kabut asap tidak melintasi batas negara menuju Sabah, Malaysia.

Pemerintah mengimbau warga masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan selalu menjaga kewaspadaan selama musim kemarau.

(Jingga Sonjaya)

Kemarau Panjang, Hutan Jati Seluas 1 Hektare di Ciamis Terbakar

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot istimewa : Personel Damkar pos WMK Banjarsari saat memadamkan api di lahan hutan jati di wilayah Desa Sindangrasa Banjaranyar Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kebakaran hebat menghanguskan lahan hutan jati seluas 1 hektar di Dusun Pongporang, Desa Sindangrasa, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis. Amukan si jago merah terjadi di tengah cuaca kemarau yang melanda wilayah Jawa Barat.

Aparat setempat masih menyelidiki pemicu awal munculnya kobaran api di hutan jati tersebut. Petugas belum memastikannya, apakah berasal dari pembakaran sampah atau lemparan puntung rokok sembarangan.

Baca Juga: Ada Makam Syekh Padamatan dan Spot Foto Cantik, Kabuyutan Gandoang Ciamis Cocok Jadi Pasar Kaget

Kasatpol PP Kabupaten Ciamis Rd. Ega Anggara Alqausar melalui Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran Trisyanto membenarkan insiden ini. Petugas piket pos Damkar WMK Banjarsari menerima laporan kebakaran dari perangkat Desa Sindangrasa pada siang hari.

“Mendapat laporan itu personel piket pos Damkar WMK Banjarsari langsung merespon dengan cepat laporan dengan segera mendatangi lokasi kejadian,” katanya, Sabtu (29/8/2026).

Petugas Jinakkan Kobaran Api

Trisyanto menjelaskan bahwa pihak damkar mengerahkan armada terbaik untuk menindaklanjuti laporan warga. Pos WMK Banjarsari menurunkan satu unit mobil tangki pancar bersama tiga orang personel siaga.

Tim pemadam kebakaran langsung melakukan pemadaman secara intensif di titik-titik api yang membesar.

“Api saat ini sudah berhasil dipadamkan dengan sempurna,” ucapnya.

Imbau Warga Waspada Bahaya Kebakaran

Cuaca terik akibat musim kemarau meningkatkan risiko pemicu kebakaran di pemukiman maupun hutan. Trisyanto mewanti-wanti seluruh warga masyarakat agar tetap bersiap dan waspada akan bahaya laten ini.

Pihak Satpol PP mengimbau warga tidak sembarangan meninggalkan pembakaran sampah tanpa pengawasan ekstra.

“Upayakan saat membakar sampah jangan ditinggalkan dan setelah selesai pastikan api sudah dalam keadaan padam dengan cara disiram,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Kemarau Panjang, Polres Tasikmalaya Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Sukaraja

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Warga menyerbu Armada tangki yang membawa air bersih saat datang di kmp.Galumpit Sukaraja Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Jajaran Kepolisian Kabupaten Tasikmalaya kembali menggelar aksi sosial dengan menyalurkan bantuan 8.000 liter air bersih. Bantuan ini menyasar warga yang terdampak kekeringan di Kampung Galumpit, Desa Tarunajaya, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya.

Penyaluran air bersih ini menjadi bentuk respon cepat Polres Tasikmalaya. Pihaknya berkomitmen terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan pasokan air di tengah kemarau panjang.

Baca Juga: Jogging Track Dadaha Ditertibkan, Pedagang Tasikmalaya Bakal Dipusatkan di Belakang GGM

Kapolsek Sukaraja AKP Ikhwan menegaskan bahwa pendistribusian air bersih ini merupakan bentuk bakti sosial kepolisian. Program ini bertujuan membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang kesulitan memperoleh air akibat dampak kemarau.

“Kegiatan ini wujud kepedulian kita bersama untuk saling membantu sesama. Alhamdulilah penyaluran berjalan aman dan lancar dengan pengamanan serta pengawalan langsung dari anggota personel Polsek Sukaraja,” ungkap AKP Ikhwan, Sabtu (29/8/2026).

Gunakan Tangki PDAM dan Gandeng Karang Taruna

AKP Ikhwan menjelaskan aksi sosial ini memanfaatkan satu armada tangki milik PDAM Tirta Sukapura. Petugas membagi pasokan air ke dua titik lokasi yang berdekatan, yakni pemukiman warga RT 003 dan RT 004 RW 002 Kampung Galumpit.

Pihak kepolisian tidak bergerak sendirian dalam menyalurkan bantuan ini. Polsek Sukaraja merangkul pemuda Karang Taruna dan jajaran PDAM setempat.

“Kami dari Polsek Sukaraja bekerja sama dengan Karang Taruna Desa Tarunajaya serta jajaran PDAM Tirta Sukapura Tasikmalaya mendistribusikan sekaligus mengatur alur pembagian kepada masyarakat agar tetap lancar, tertib dan merata,” ujarnya.

Warga Antusias Sambut Kedatangan Air Bersih

Warga setempat menyambut kedatangan tangki air bersih dengan antusiasme tinggi. Mereka membawa berbagai wadah seperti ember, jeriken, hingga baskom. Masyarakat juga berjejer rapi saat mengantre giliran mendapat air.

Senyum lega terpancar dari wajah para warga ketika kran tangki air mulai mengalir. Masyarakat menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian jajaran kepolisian.

“Saya melihat raut-raut wajah mereka sumringah saat tangki air bersih datang. Masyarakat setempat sangat bersyukur dan menyampaikan terima kasih atas kepedulian dari jajaran Polres Tasikmalaya dan Polsek Sukaraja,” ucap AKP Ikhwan.

Pihak kepolisian berjanji terus hadir menyalurkan bantuan serupa selama warga masih menghadapi krisis air bersih akibat musim kemarau.

(Seda)

Ada Makam Syekh Padamatan dan Spot Foto Cantik, Kabuyutan Gandoang Ciamis Cocok Jadi Pasar Kaget

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot: Para pedagang yang berjualan di lokasi Kabuyutan Gandoang saat acara Merlawu

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kawasan Lingkungan Kabuyutan Gandoang di Desa Wanasigra, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis menyimpan potensi ekonomi lokal yang besar. Lokasi ini sangat cocok untuk tempat pasar kaget bagi para pelaku UMKM yang ingin memasarkan produk unggulan mereka.

Kawasan ini menyimpan dua daya tarik utama yang sanggup memikat kunjungan wisatawan dari berbagai daerah.

Baca Juga: Hendak Salat Subuh, Mahasiswa di Ciamis Kaget Motor Yamaha Aerox Hilang Dicuri

Daya tarik pertama menyapa pengunjung sebelum melangkah masuk kawasan utama. Pengelola menyediakan spot pagar besi warna-warni yang membentang luas di tengah hamparan sawah warga.

Para wisatawan kerap memanfaatkan pagar cantik ini sebagai tempat berswafoto. Terlebih Latar pemandangan hijau sawah yang membentang bak lautan terbukti sukses memanjakan mata para pengunjung.

Daya tarik kedua berasal dari wisata religi Makam Syekh Padamatan. Para peziarah yang selesai memanjatkan doa berpotensi besar memborong barang dagangan jika pengelola membuka pasar kaget di area tersebut.

“Sepertinya lokasi ini akan bagus bila dijadikan pasar kaget untuk para pelaku UMKM,” kata Kanit Binmas Polsek Cikoneng Iptu Asep.

Gagas Kegiatan Olahraga dan Koordinasi Desa

Iptu Asep mengusulkan ide tambahan untuk memancing keramaian warga di kawasan Kabuyutan Gandoang. Pihaknya kemudian menyarankan warga rutin menggelar aktivitas jalan sehat atau senam bersama setiap dua minggu sekali.

Kepolisian berniat mematangkan rencana pengembangan ekonomi warga ini bersama pihak aparatur desa setempat.

“Insyaallah kami akan berkordinasi dengan Pemerintahan Desa Wanasigra dengan gagasan ini,” ucapnya.

Pedagang Sambut Hangat Rencana Pasar Kaget

Rencana pembukaan lapak jualan di sekitar Kabuyutan Gandoang memantik respons positif dari para pelaku usaha kecil. Heri, salah seorang pedagang lokal, mengaku sangat mendukung gagasan kreatif tersebut.

Ia menegaskan kesiapan para pedagang untuk meramaikan lokasi bilamana pengelola rutin memutar acara yang menyedot perhatian massa.

“Kalau kami mah pedagang siap siap saja untuk berjualan di sini kalau memang ada kegiatan yang mendatangkan warga Masyarakat,” ungkapnya.

(Husun Maharaja)

Hendak Salat Subuh, Mahasiswa di Ciamis Kaget Motor Yamaha Aerox Hilang Dicuri

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot istimewa : Polisi saat olah TKP kejadian pencurian sepeda motor di Lingkungan Desa Kolot Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Nasib naas menimpa Rivaldo Juliansyah (27), seorang mahasiswa asal Lingkungan Desa Kolot, Kelurahan Ciamis. Ia menelan kerugian materi hingga Rp 18 juta setelah pencuri menggasak sepeda motor Yamaha Aerox miliknya dari dalam rumah.

Aksi kejahatan ini menyasar motor warna perak biru berpelat nomor Z 5935 TAA. Saat kejadian, kendaraan tersebut sebenarnya terparkir di ruang dalam rumah korban.

Baca Juga: Kwarcab Ciamis Bekali 20 Pramuka Penegak Kemampuan Keprotokolan dan MC

Kapolsek Ciamis Kompol Alan Dahlan membenarkan adanya peristiwa pencurian kendaraan bermotor ini. Pihaknya menerima laporan kehilangan dari korban pada Sabtu pagi.

“Laporan hilangnya sepeda motor itu tadi sekitar pukul 04.30 WIB,” kata Kompol Alan Dahlan, Sabtu (29/8/2026).

Maling Merusak Gerbang Sebelum Beraksi

Alan menjelaskan kronologi singkat aksi nekat sang pencuri. Pelaku terlebih dahulu merusak pintu gerbang rumah korban agar bisa menerobos masuk.

Setelah berhasil menjebol pagar, maling langsung menyusup ke dalam ruangan rumah. Pelaku kemudian membawa lari motor Aerox tersebut tanpa menyisakan jejak.

Korban baru menyadari aksi pencurian ini saat hendak menunaikan ibadah subuh. Ketika melangkah keluar ruangan, ia mendapati tempat parkir motornya sudah kosong.

“Saat korban akan pergi ke Masjid motor sudah tidak ada pada tempat nya,” ucap Alan.

Polisi Gelar Olah TKP dan Buru Pelaku

Rivaldo yang kaget melihat motornya hilang langsung memberi tahu warga sekitar. Tak lama kemudian, ia melaporkan musibah ini ke Markas Polsek Ciamis.

Petugas kepolisian merespons cepat laporan tersebut. Tim penyidik segera mendatangi lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti-bukti awal.

“Korban pun telah melaporkan kejadian itu kepada Polsek Ciamis dan kamu pun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),” ucapnya.

Saat ini aparat Kepolisian Sektor Ciamis terus menggali petunjuk guna membongkar identitas pelaku. Polisi berjanji menuntaskan kasus pencurian ini secepatnya.

“Doa kan secepatnya kejadian pencurian ini bisa terungkap dan pelaku nya tertangkap,” ungkap Alan.

(Husen Maharaja)

BGN Hapus 80 Sekolah Elite dari Daftar Penerima MBG

0
program mbg BGN SPPG fokusjabar.id
Kepala BGN, Sudaryono

NASIONAL, FOKUSJabar.id: Badan Gizi Nasional (BGN) kembali melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Termasuk meninjau ulang kelompok yang selama ini tercatat sebagai penerima manfaat. Dari proses tersebut, sekitar 80 sekolah swasta yang masuk kategori elite diputuskan tidak lagi memperoleh alokasi MBG.

Kebijakan itu disampaikan Kepala BGN Sudaryono, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta. Menurut BGN, sekolah-sekolah tersebut dinilai memiliki kemampuan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan makan para siswanya tanpa mengandalkan dukungan program pemerintah.

Baca Juga: BGN Kembalikan Uang Negara Rp311 Milyar dari SPPG Fiktif

Langkah tersebut menjadi bagian dari penataan penerima manfaat MBG agar pelaksanaan program lebih tepat sasaran. BGN tidak hanya memeriksa status sekolah, tetapi juga melakukan penyisiran terhadap data penerima dan penyaluran dana di berbagai daerah untuk menemukan potensi tumpang tindih maupun penggunaan anggaran yang tidak semestinya.

Sudaryono menyebut sekolah swasta yang dinilai mampu menjadi salah satu kelompok yang dikeluarkan dari penerima.

“Beberapa sekolah swasta yang memang swasta elite kan, yang saya kira tidak membutuhkan MBG. Beberapa sudah ada 80-an sekolah itu se-Indonesia, yang kemudian sekolah swasta khususnya, kita exclude untuk tidak terima MBG,” kata Sudaryono.

Sejumlah Nama Sekolah Muncul

Dengan pernyataan tersebut, jumlah sekolah yang dikecualikan lebih tepat disebut sekitar 80 atau 80-an sekolah karena BGN tidak menyebut angka tepat 80 sekolah.

Sejumlah nama sekolah muncul dalam penjelasan BGN sebagai contoh lembaga pendidikan yang tidak mendapatkan alokasi MBG, di antaranya Jakarta Intercultural School (JIS), Cikal, SMA Taruna Nusantara, Kemala Bhayangkari, dan Taruna Bhayangkara.

Kendati demikian, BGN belum menyampaikan daftar resmi lengkap seluruh sekolah yang termasuk dalam sekitar 80 sekolah tersebut kepada publik.

Pengecualian juga berkaitan dengan karakteristik sekolah berasrama. Pada sekolah dengan sistem pendidikan seperti itu, kebutuhan konsumsi siswa pada umumnya sudah menjadi bagian dari pengelolaan sekolah.

Taruna Nusantara menjadi salah satu contoh yang disebut Sudaryono ketika menjelaskan alasan tersebut.

“Sekolah-sekolah berasrama kan ada banyak. Seperti sekolah saya dulu SMA Taruna Nusantara, tidak kemudian mendapatkan MBG, karena itu sudah menjadi bagian dari kegiatan mereka sendiri-sendiri,’ jelasnya.

Pertimbangan Kemampuan Sekolah

Selain pertimbangan kemampuan sekolah, keputusan untuk mengurangi penerima juga berkaitan dengan kebutuhan anggaran pemerintah. Setiap tambahan penerima MBG berarti terdapat konsekuensi terhadap dana yang harus disiapkan negara.

“Salah satunya kita ingin, dapat dan enggak dapat kan pasti ada urusannya sama uang, kalau dapat berarti nambah uang, kalau enggak dapat kurangi uang.” jelasnya.

Karena itu, penyisiran penerima menjadi salah satu langkah yang dilakukan BGN dalam mengendalikan penggunaan anggaran program.

Evaluasi BGN kemudian menemukan persoalan lain pada basis data penerima. Sekitar 6 juta data disebut terindikasi mengalami pencatatan ganda.

Kondisi tersebut dapat terjadi ketika satu anak tercatat dalam lebih dari satu lembaga pendidikan, misalnya sebagai siswa di sekolah formal sekaligus sebagai santri di pesantren. Sudaryono mengatakan,

“Jadi ada double-double itu semua kita sisir, itu ada sekitar 6 jutaan. Angka tersebut merujuk pada data yang terindikasi ganda dan tidak serta-merta berarti enam juta orang benar-benar menerima makanan dua kali,” ujarnya.

Pembenahan juga dilakukan terhadap dapur yang menjalankan layanan MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dalam proses pemeriksaan, BGN menemukan 414 dapur yang tercatat telah memperoleh alokasi dana meskipun belum menjalankan operasional.

Sekitar Rp311 Miliar

Dana yang telah disalurkan untuk dapur-dapur tersebut kemudian ditarik kembali dan dikembalikan ke kas negara dengan nilai sekitar Rp311 miliar. “Termasuk ada beberapa dapur, belum beroperasi tapi sudah dikirimi duit, itu sudah kita ambil kita kembalikan ke kas negara sekitar Rp311 miliar, insya Allah manageable.”

Rangkaian evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya BGN memperbaiki tata kelola MBG, mulai dari validasi penerima hingga pengawasan penyaluran anggaran. Lembaga tersebut sebelumnya juga mengembangkan integrasi data penerima dengan basis data pendidikan.

Baca Juga: BGN Masih Moratorium, Sudaryono: Pemilik SPPG Harap Sabar

Proses validasi melibatkan sekolah dan pemerintah daerah dengan tujuan mengurangi kemungkinan adanya data penerima yang tumpang tindih dan memastikan bantuan diberikan kepada kelompok yang sesuai sasaran.

Penataan penerima juga berlangsung ketika pemerintah melakukan rasionalisasi terhadap anggaran MBG tahun 2026. Pagu yang sebelumnya berada di angka Rp268 triliun kemudian menjadi sekitar Rp229 triliun setelah dilakukan efisiensi.

Dalam perkembangan terbaru, realisasi anggaran MBG dilaporkan sekitar Rp117 triliun hingga Agustus 2026. Kondisi tersebut membuat validasi penerima, penghapusan data ganda, serta penarikan kembali dana dari dapur yang belum beroperasi menjadi bagian penting dalam pengelolaan program.

Validasi Data dan Evaluasi

Di sisi lain, masyarakat dapat ikut memantau pelaksanaan MBG melalui Radar MBG yang disediakan BGN. Platform tersebut memuat informasi mengenai sekolah penerima, menu makanan, kandungan gizi, foto makanan, serta SPPG yang melayani wilayah tertentu.

Radar MBG diluncurkan pada Kamis, 13 Agustus 2026, sebagai sarana keterbukaan informasi terkait pelaksanaan program. Melalui sistem tersebut, masyarakat juga dapat mengecek status alokasi MBG pada sekolah tertentu.

Dengan adanya penyisiran tersebut, BGN menegaskan bahwa pelaksanaan MBG terus disesuaikan berdasarkan hasil validasi data dan evaluasi di lapangan.

Sekolah yang dinilai memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan konsumsi siswanya secara mandiri dapat dikeluarkan dari daftar penerima, sementara data yang terindikasi ganda dan penyaluran dana yang tidak sesuai operasional turut diperiksa.

Langkah ini diarahkan agar anggaran MBG dapat digunakan secara lebih terukur dan diberikan kepada kelompok yang memang menjadi sasaran program. (Berbagai Sumber)

(Jingga Sonjaya)