TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya menata ulang kawasan olahraga Dadaha secara intensif, Jumat (28/8/2026). Langkah tegas ini menyasar keberadaan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar yang memicu kesan kumuh serta mengganggu aktivitas warga.
Ketua Satgas Penataan Dadaha sekaligus Asisten Daerah III Pemkot Tasikmalaya, Asep Maman Permana, menegaskan komitmen Pemkot untuk mengembalikan fungsi utama Dadaha sebagai pusat olahraga dan rekreasi keluarga.
Baca Juga: Tabungan Pelajar di Priangan Timur Tembus Rp5,5 Miliar, OJK Tasikmalaya Ungkap Capaian Terbarunya
“Kawasan Dadaha terlihat sangat kumuh dan semrawut, serta kurang nyaman untuk berolahraga karena banyak pedagang yang berada di area jogging track, maupun parkir yang tidak tertata dengan rapi,” ungkap Asep.
Asep menyebut penertiban ini merupakan tindak lanjut atas banyaknya aspirasi masyarakat yang menginginkan ruang publik yang bersih, aman, dan representatif.
“Pemkot menata mulai dari lintasan jogging track, parkir hingga rekayasa lalu lintas demi menghadirkan kawasan Dadaha yang nyaman, indah serta tertib,” tambahnya.
Opsi Relokasi Terbatas, Pedagang Dipusatkan di Belakang GGM
Mengenai nasib para pedagang, Asep menjelaskan bahwa keterbatasan lahan menjadi tantangan utama untuk menyediakan tempat relokasi baru. Meski begitu, Pemkot tetap mengupayakan solusi agar roda ekonomi pedagang tetap berjalan tanpa mengganggu hak pengguna fasilitas olahraga.
“Saat ini belum ada ruang untuk relokasi, karena saat ini solusi yang kami ambil adalah untuk penataan terlebih dahulu kawasan jantung Kota ini,” tegas Asep.
Sebagai langkah awal, petugas mengosongkan area jogging track dan mengarahkan pemusatan aktivitas pedagang ke area belakang Gedung Olah Raga (GOR) Generasi Muda (GGM).
Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas Selama 30 Hari
Selain menata pedagang, Satgas Penataan Dadaha menerapkan rekayasa arus lalu lintas di sekitar kawasan. Tujuannya untuk mengurai kemacetan sekaligus meratakan pusat keramaian.
“Rekayasa lalu lintas ini masih dalam masa uji coba selama 30 hari ke depan. Kami ingin melihat dampaknya dulu. Kalau memang memberikan manfaat bagi kenyamanan masyarakat dan aktivitas bisnis di Dadaha, maka akan kita lanjutkan untuk dipermanenkan,” terangnya.
Asep mengajak seluruh lapisan masyarakat, pedagang, dan pengelola parkir untuk mendukung penuh kebijakan ini. Pihaknya meyakini kawasan yang tertib akan mendatangkan lebih banyak pengunjung dan membawa dampak ekonomi positif bagi semua pihak.
(Seda)



