PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran mencatat sedikitnya empat kejadian kebakaran hutan dan kebun selama musim kemarau 2026.
Kebakaran tersebut terjadi di dua wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Parigi dan Kecamatan Padaherang. Meski seluruh kejadian berhasil dipadamkan, kondisi kemarau membuat kebakaran lahan tetap menjadi ancaman yang perlu diwaspadai.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, mengatakan dari empat kejadian tersebut, dua kebakaran terjadi di wilayah Desa Selasari, Kecamatan Parigi.
Baca Juga: Lumba-Lumba 1,65 Meter Ditemukan Mati di Pantai Timur Pangandaran
Sementara dua kejadian lain terjadi di wilayah Desa Sindangwangi dan Desa Karangmulya, Kecamatan Padaherang.
”Jadi di wilayah Desa Selasari Parigi dua kali dan kita juga sempat turun. Di wilayah Desa Sindangwangi dan Karangmulya Kecamatan Padaherang itu dua kali,” ujar Dodo Senin (10/8/2026).
Menurut Dodo, seluruh kebakaran berhasil ditangani sebelum api meluas dan menimbulkan kerugian material. Kebakaran yang terjadi umumnya berskala kecil, namun frekuensinya cukup sering selama musim kemarau.
”Karena material yang mengalami kebakaran merupakan semak belukar. Dan itu rawan menyebar kalau dibiarkan,” katanya.
Ia menyampaikan, sejumlah kebakaran di Padaherang bahkan dapat dipadamkan secara cepat oleh masyarakat dengan menggunakan peralatan seadanya. Respons cepat warga bersama pemerintah desa menjadi faktor penting agar api tidak berkembang menjadi lebih besar.
”Jadi, bisa mati dengan upaya dari masyarakat,” ucap Dodo.
Ancaman Serius
Meski sejauh ini tidak menimbulkan kerugian, BPBD tetap menganggap kebakaran semak dan lahan sebagai ancaman serius. Kondisi vegetasi yang kering saat musim kemarau dapat membuat api lebih mudah menjalar apabila tidak segera ditangani.
”Tapi untungnya masyarakat dan pemerintah desa setempat gerak cepat melakukan antisipasi,” ujarnya.
Baca Juga: Batukaras Surf Festival 2026, Ombak Internasional Berpadu dengan Budaya Sunda
Dodo mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran, termasuk membakar sampah dan rumput di sekitar kawasan hutan dan kebun selama musim kemarau.
Ia meminta warga menunda pembakaran hingga kondisi lebih aman dan musim hujan kembali tiba.
”Kalau tetap mau dibakar, ya tunggu sampai padam dulu. Kalau bisa mah jangan melakukan pembakaran dulu sampai musim hujan nanti,” katanya.
(Sajidin)



