spot_imgspot_img
Senin 10 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Serangan Wereng dan Walang Sangit Bikin Petani Pangandaran Gagal Panen

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Ancaman terhadap petani padi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, tak hanya datang dari musim kemarau. 

‎Serangan hama wereng cokelat dan walang sangit juga memangkas hasil panen hingga membuat sejumlah petani mengalami gagal panen.

‎Kondisi itu salah satunya dirasakan Sarmin (62), petani yang menggarap sawah di wilayah Kecamatan Padaherang

Baca Juga: Selama Musim Kemarau 2026, Kebakaran Lahan Terjadi di Pangandaran

‎Pada musim panen kali ini, hasil yang diperolehnya anjlok drastis dibandingkan musim sebelumnya.

‎Dari lahan seluas 200 bata, kini ia hanya mampu menghasilkan gabah padi sekitar 2,5 kuintal. Padahal musim panen sebelumnya, lahan yang sama sempat menghasilkan sekitar 1,3 ton lebih.

‎”Sekarang panen gak maksimal. Dari dua ratus bata paling dapat 2,5 kuintal. Dulu sempat dapat 1,3 ton. Jadi, ya kita gagal panen,” ujar Sarmin kepada di Padaherang, Senin (10/8/2026) siang.

‎Menurutnya, penurunan produksi tidak semata-mata akibat kekurangan air di musim kemarau. Serangan hama yang terjadi sepanjang masa tanam ikut membuat tanaman padi rusak dan bulir tidak terisi sempurna.

‎”Sekarang banyak hama walang sangit dan wereng coklat. Jadi, habis sama hama. Ada yang sudah berbuah tapi kosong, terus batangnya ada yang kuning dan akhirnya mati,” katanya.

‎Sebelumnya, kepala Desa Paledah, Yanto, menyebut bahwa persoalan hama menjadi keluhan yang banyak disampaikan petani di wilayahnya. 

Ancaman Tanaman Padi

‎Dari berbagai jenis hama yang muncul, wereng cokelat menjadi yang paling banyak diperbincangkan petani tahun ini.

‎”Kalau saat ini kami belum mendengar. Cuma yang dibahas sekarang ramai di masyarakat dari petani itu wereng, wereng cokelat. Yang lain-lain belum. Dulu pernah ada kupu-kupu putih, ada lagi semacam ulat. Tapi untuk tahun ini yang ramai baru wereng,” ucap Yanto.

‎Sementara itu, Kepala Desa Maruyungsari, Tusiman, mengatakan serangan hama walang sangit juga masih menjadi ancaman bagi tanaman padi, terutama ketika memasuki fase pengisian bulir.

Baca Juga: Menjelajah Goa Panggung Pangandaran, Lorong Karst yang Penuh Legenda Embah Jaga Lautan

‎”Hama walang sangit itu ada, dan biasanya diatasi dengan disemprot petani,” ujarnya.

‎Menurutnya, serangan walang sangit sejauh ini masih dapat ditangani petani. Namun keberadaan hama tersebut tetap menjadi kekhawatiran karena berpotensi menekan produktivitas tanaman padi.

‎”Jadi meskipun sekarang tidak kebanjiran, hama walang sangit menjadi bayangan bagi petani. Tapi insyaallah masih bisa ditangani,” kata Tusiman.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru