BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan pembangunan gedung baru SDN 026 Bojongloa tetap menjadi prioritas meski mendapat penolakan dari warga sekitar lokasi.
Farhan bahkan menyatakan siap pasang badan untuk memastikan pembangunan sekolah di lahan milik Pemkot Bandung tersebut berjalan. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak.
Menurutnya, persoalan SDN 026 Bojongloa saat ini memiliki dua persoalan, yakni sengketa lahan sekolah lama dan penolakan warga terhadap pembangunan gedung sekolah baru.
Baca Juga: Persib Segera Launching Skuad 2026/2027, Jersey dan Sponsor Baru Ikut Diperkenalkan
“SD itu ada dua masalah. Satu, harus ada eksekusi dari PK mengenai sengketa tanah SD 026. Nah, itu mah tetap kita hormati, cuma kita minta waktu,” kata Farhan di Balai Kota Bandung Senin (10/8/2026).
Farhan menyebut, bahwa persoalan yang lebih besar saat ini justru penolakan warga terhadap pembangunan gedung sekolah baru.
“Tapi problem yang lebih besar sekarang adalah penolakan warga terhadap pembangunan gedung SD itu,” katanya.
Melanjutkan Pembangunan
Farhan mengakui, keputusan untuk tetap melanjutkan pembangunan sekolah merupakan pilihan yang berat. Kendati demikian, ia menegaskan kepentingan pendidikan anak tetap harus menjadi prioritas.
“Saya harus membuat pilihan yang sangat berat, tetapi berdasarkan pemikiran yang cukup dalam, kami tetap memprioritaskan pembangunan sekolah sebagai pemenuhan hak pendidikan kepada anak,” ucapnya.
Farhan mengaku memahami adanya kekhawatiran warga terkait dampak pembangunan, mulai dari ketidak nyamanan selama proyek berlangsung hingga potensi kemacetan di sekitar lokasi. Karena itu, persoalan tersebut akan diatur bersama agar tidak merugikan warga.
“Mengenai masalah pengelolaan lingkungan, mari kita bicarakan bersama. Bahwa selama masa pembangunan akan menimbulkan ketidaknyamanan? Ya. Bahwa nanti akan menimbulkan kemacetan? Kita atur sama-sama, sedemikian rupa sehingga kita tidak kemudian lepas tangan terhadap permasalahan lingkungan yang ada,” jelasnya.
Terkait penolakan warga, Farhan mengatakan persoalan tersebut lebih berkaitan dengan kenyamanan masyarakat. Farhan menyebut, adanya pengalaman sebelumnya terdapat kontraktor yang dinilai tidak memenuhi komitmen hasil kesepakatan dengan warga.
Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang akan menjadi perhatian Pemkot Bandung dalam pembangunan SDN 026 Bojongloa.
Untuk memastikan persoalan tersebut tidak kembali terjadi, Farhan bahkan menyatakan siap bertanggung jawab langsung terhadap proses pembangunan SDN 026 Bojongloa.
“Untuk yang satu ini, saya kan saya sudah bilang, untuk SD 026 Bojongloa, saya akan pasang badan. Kedua, saya akan jaga komitmen kontraktor dan pemerintah terhadap warga yang merasa terganggu,” katanya.
Mengenai akses menuju lokasi pembangunan yang dikhawatirkan menimbulkan persoalan, Farhan menyebut Pemkot Bandung akan mencari jalur alternatif.
“Saya kan belum meninjau lapangan langsung. Tapi menurut masukan yang saya terima, akan ada beberapa jalan masuk alternatif,” ujarnya.
Objek Sengketa Ahli Waris
Farhan juga menjelaskan, alasan Pemkot Bandung tidak membeli kembali lahan SDN 026 yang saat ini menjadi objek sengketa dengan pihak ahli waris.
Ia menyebut persoalannya bukan sekadar besaran anggaran. Pemkot Bandung tidak dapat begitu saja mengalokasikan anggaran untuk membayar ganti rugi tanah dalam perkara yang telah diputus.
“Jadi gini, bukan masalah berapanya, tetapi kita tidak bisa kemudian menganggarkan sebuah ganti rugi tanah karena kalah berperkara. Itu lebih sulit lagi. Itu bisa bertahun-tahun lagi,” ungkapnya.
Sebagai solusi, Pemkot Bandung memilih membangun sekolah baru di atas lahan milik pemerintah yang telah tersedia.
Baca Juga: Bursa Ketua Demokrat Jabar Dibuka, Pendaftaran Bacalon Mulai 10 Agustus
“Kebetulan kita punya tanah 4.000 meter, dan ini tanahnya sudah ada sejak tahun 2023. Prosesnya memang alot,” kata Farhan.
Ia memastikan komunikasi dengan pihak ahli waris telah dilakukan. Menurutnya, pihak ahli waris bersedia memberikan waktu kepada Pemkot Bandung untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“Dengan ahli waris sudah. Mereka akan memberikan waktu. Kita tinggal nanti ngobrolnya sama warga yang ada di lokasi sekolah yang baru,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)



