PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Warga menemukan seekor lumba-lumba dengan panjang 1,65 meter terdampar dalam kondisi mati di pesisir Pantai Timur Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Sabtu pagi (8/8/2026).
Warga yang sedang berolahraga menyaksikan bangkai mamalia laut itu untuk pertama kalinya sekitar pukul 06.45 WIB. Saat warga melihatnya, lumba-lumba tersebut berada di atas batu dalam keadaan tidak bernyawa.
Baca Juga: Batukaras Surf Festival 2026, Ombak Internasional Berpadu dengan Budaya Sunda
“Awalnya ada teman-teman yang sedang berolahraga. Katanya ada lumba-lumba di atas batu dengan keadaan sudah mati,” ujar Julia (48), warga setempat, Minggu (9/8/2026).
Julia menduga satwa tersebut terdampar karena mengejar ikan-ikan kecil hingga mendekati bibir pantai. “Lumba-lumba itu mati mungkin karena mengejar makanan sampai terdampar di darat,” kata Julia.
Usai menerima laporan warga, personel Satpolairud Polres Pangandaran bersama PSDKP Pangandaran langsung menerjunkan tim ke lokasi pada pukul 06.50 WIB.
Pengukuran Morfometri dan Evakuasi Petugas
Petugas menjalankan prosedur pengukuran morfometri terhadap bangkai lumba-lumba tersebut. Dari hasil pengukuran, petugas mencatat data sebagai berikut:
- Panjang badan: 1,65 meter
- Perkiraan berat: 80 kilogram
- Panjang sirip depan: 70 cm
- Panjang sirip punggung: 35 cm
- Panjang ekor: 40 cm
- Panjang kepala: 40 cm
- Lingkar mulut: 25 cm
Berdasarkan ukuran tersebut, petugas mengategorikan lumba-lumba yang muncul di pantai ini ke dalam kelompok ukuran sedang.
“Petugas langsung melakukan pengecekan ke lokasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan evakuasi terhadap lumba-lumba yang ditemukan dalam kondisi sudah mati,” ucap Kasat Polairud Polres Pangandaran, AKP M. Anang Tri Sodikin.
Setelah mengangkat bangkai lumba-lumba secara manual dari atas batu, petugas memboyong dan menguburkan mamalia laut tersebut di area yang tidak jauh dari lokasi penemuan awal.
Hingga saat ini, petugas belum bisa memastikan penyebab pasti kematian mamalia laut tersebut. Pihaknya mengimbau warga agar segera menghubungi otoritas berwenang jika kembali menyaksikan mamalia laut terdampar di sekitar pesisir.
(Sajidin)



