CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Ciamis kembali menyiapkan pelaksanaan Anugerah Masjid Ramah. Memasuki putaran kedua, jumlah masjid yang akan mengikuti proses penilaian bertambah dari 100 menjadi 110 masjid.
Ketua DMI Kabupaten Ciamis, Syarief Nurhidayat, mengatakan pelaksanaan Anugerah Masjid Ramah tahap kedua. Merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Ciamis agar program tersebut tidak berhenti pada penilaian tahap pertama.
Hal itu disampaikan Syarief seusai kegiatan Gerakan Bersih Masjid (Geber Mas) di Masjid Al-Ikhlas Kemenag Ciamis, Senin (10/8/2026).
Baca Juga: Ziarah ke Makam Sesepuh, Kemenag Ciamis Napak Tilas Sejarah Perjuangan
“Alhamdulillah, sebagaimana instruksi Pak Bupati (Herdiat Sunarya-red), ketika Anugerah Masjid Ramah tahap satu. Beliau menginginkan kegiatan penilaian Anugerah Masjid Ramah jangan hanya satu kali, tapi juga harus berlanjut,” ujar Syarief.
Ia mengatakan, penilaian tahap kedua rencananya mulai dilakukan bulan depan. Jumlah peserta pun mengalami peningkatan menjadi 110 masjid.
“Kalau kemarin jumlah masjid yang kita nilai 100 masjid, untuk sekarang 110 masjid,” katanya.
Menurut Syarief, penilaian Anugerah Masjid Ramah mencakup tiga aspek utama, yakni idaroh, imaroh, dan riayah. Idaroh berkaitan dengan tata kelola dan administrasi masjid, imaroh menyangkut kemampuan masjid dalam memakmurkan jamaah. Sedangkan riayah berkaitan dengan kondisi serta pengelolaan sarana dan bangunan masjid.
Pada tahap pertama, sebanyak sembilan masjid berhasil menyandang predikat Masjid Ramah. Jumlah tersebut terbagi dalam tiga kategori, yakni masjid besar, masjid jami, dan masjid pelayanan.
Meningkatkan Pelayanan Jamaah
Syarief berharap pelaksanaan tahap kedua tidak sekadar melahirkan pemenang. Tetapi mampu mendorong pengurus masjid memperbaiki tata kelola dan meningkatkan pelayanan kepada jamaah.
“Ini bukan sekadar penilaian saja, tapi bagaimana masjid itu lebih makmur lagi,” ujarnya.
Ia mengatakan, keberlanjutan program tersebut juga diharapkan dapat membuat semakin banyak masjid di Ciamis. Memiliki fasilitas yang mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
Baca Juga: 840 Masjid dan Musala di Ciamis Serentak Ikuti Geber Mas
Program Anugerah Masjid Ramah sendiri dijalankan melalui kolaborasi DMI, Kementerian Agama, Pemerintah Kabupaten Ciamis, Majelis Ulama Indonesia (MUI). Serta unsur pengelola Masjid Agung Ciamis.
Syarief berharap sinergi tersebut terus diperkuat sehingga program Masjid Ramah dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Jargon DMI itu bagaimana memakmurkan dan dimakmurkan masjid. Jadi masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
(Mia)



