spot_img
Senin 3 Mei 2021
spot_img
spot_img

Berikut Ini Niat Dan Adab Mensucikan Badan Untuk Menyambut Bulan Suci Ramadhan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sehari sebelum bulan Ramadan tiba, biasanya banyak masyarakat Indonesia yang melakukan sebuah tradisi mensucikan diri (mandi wajib) di sejumlah tempat seperti, sungai, mata air dan tempat-tempat lainnya yang bisa digunakan untuk mensucikan badan.

Mensucikan badan dari hadas besar untuk menyambut bulan Ramadhan juga merupakan sebuah ibadah Sunah yang biasanya dikerjakan umat muslim untuk menyebut bulan puasa dalam keadaan yang suci.

Pada umumnya tatacara mensucikan badan untuk menyambut bulan puasa sama seperti kita melakukan mandi seperti biasanya akan tetapi dalam hal tersebut niat yang dipakai sebelum mensucikan diri untuk menyambut bulan puasa berbeda dengan niat mandi yang sering kita pakai sehari-hari.

BACA JUGA: Ini Keutamaan dan Niat Puasa Ayyamul Bidh

Lalu seperti apa niat nya? Berikut ini niat, adab, dan doa mensucikan badan untuk menyambut bulan puasa, yang dilansir dari berbagai sumber.

– Niat mensucikan diri untuk menyambut bulan Puasa.

Mandi merupakan sebuah kewajiban yang harus dilakukan untuk mensucikan diri kita dari berbagai hadas, baik hadas besar ataupun hadas kecil, selain itu mandi juga bertujuan untuk menjauhkan diri kita dari berbagai penyakit dan membuat badan kita terlihat lebih fresh.

  • Niat Mandi Untuk Menyambut Bulan Puasa.

“Nawaitu guslal lidhukulissyiami romadhoona hadihisanati sunatallillahi ta’ala”

Yang artinya yaitu “Aku berniat mandi sunat bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala”.

Pada bulan Ramadhan tahun ini masih dalam keadaan pandemi, biasanya sebelum pandemi menyebar banyak masyarakat yang pergi ke sungai atau danau untuk membersihkan badan sehari sebelum bulan puasa tiba, tetapi membersihkan diri bisa dilakukan dimana saja dirumah juga bisa untuk menghindari pandemi covid-19.

– Adab Mandi Wajib untuk menyambut bulan puasa.

Tidak lengkap rasanya jika kita sudah mengetahui niat mandi wajib untuk menyambut bulan puasa tanpa mengetahui adabnya.

  • sama seperti mandi biasa, tatacara mandi untuk menyambut bulan puasa juga sama dengan mandi biasa yaitu membersihan area badan dari ujung rambut sampai ujung kaki.
  • sebaiknya dilakukan di sore hari karena pada malam harinya kita akan melaksanakan shalat tarawih berjamaah dan pada besok harinya kita akan melaksanakan ibadah puasa pertama di bulan ramadhan.
  • berwudhu, berwudhu biasa dilakukan oleh umat muslim untuk membersihkan diri dari hadas sebelum melaksanakan shalat, nah setelah melaksanakan mandi wajib untuk menyambut bulan puasa, alangkah lebih baiknya kita berwudhu setelahnya.

Setelah kita mengetahui niat dan doa serta adab melakukan mandi wajib untuk menyambut bulan ramadhan, kita juga harus mengetahui niat shalat tarawih, niat berpuasa, dan doa berbuka puasa, lebih lengkapnya berikut ini:

– Niat Shalat Tarawih:

“Ushalli sunnatan Tarawihi rak’atayni mustaqbilal qiblati adaan ma’muman lillahi taala”

Yang artinya sebagai berikut. “Saya niat shalat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai makmum karena Allah SWT”.

Itu niat untuk makmum, niat untuk imam tidak berbeda jauh tinggal mengganti kata “ma’muman” menjadi kata “imaman” pada niat shalat Tarawih.

– Niat Shalat Witir Tiga Rakaat.

Biasanya shalat sunah witir tiga rakaat akan dilakukan setelah melaksanakan shalat sunah Tarawih, berikut ini niatnya:

  • “Ushalli sunnatan witri tsalaasa rak’atayni mustaqbilal qiblati ada’an Lillahi Ta’ala”

Yang artinya sebagai berikut: “saya niat shalat Sunnah witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta’ala”.

– Niat berpuasa di bulan Ramadhan.

  • “Nawaitu shauma ghodin’an adaa’i fardhi syahri romadhoona haadzihis sanati lillahi ta’ala”

Yang artinya sebagai berikut: “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini, karena Allah Ta’ala”.

– Doa Berbuka Puasa.

  • “Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin”

Yang artinya sebagai berikut: “Ya Allah karenaMu aku berpuasa, denganMu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmatMu, wahai Allah Tuhan Maha Pengasih”.

(Fauza/Erwin)

Artikel Lainnya

spot_img