Minggu 28 Februari 2021

Dampak PSBB Proporsional, Keterisian Ruang Isolasi di RS Kota Bandung Alami Penurunan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sejak diberlakukanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional jilid dua di Kota Bandung pada 5-18 Februari 2021 kemarin. Hal itu berdampak pada penurunan keterisiaan ruang isolasi pasien Covid-19 di rumah sakit.

“Bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian ruang Isolasi di RS Kota Bandung kini terus menurun di angka 58.75%, dari total 1445 tempat tidur kini terisi 849,” ungkap Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna di Kota Bandung Jabar Sabtu (20/2/2021).

Sementara ruang isolasi yang berada di tiga hotel bagi pasien orang tanpa gejala (OTG) di Kota Bandung kini sudah mencapai 88.2 persen.

“Artinya 90 kamar sudah terisi dari 120 kamar yang disediakan. Walau RS Darurat Secapa TNI untuk isolasi se-Jawa Barat sudah mulai dioperasikan sejak tanggal 13 Januari 2021, kondisi saat tingkat keterisiannya sudah mencapai 70 persen,” kata Ema.

BACA JUGA: PSBB Perpanjang, 23 titik Ruas Jalan di Kota Bandung Ditutup

Meski begitu, pihaknya juga akan terus mengupayakan untuk menambah kamar secara bertahap bagi pasien terkonfirmasi positif tanpa gejala dengan kewaspadaan mengenai kondisi terburuk yang akan terjadi.

“Namun Mang Oded terus optimis jika semua pihak dapat menjalankan disiplin 5M maka kasus ini akan segera menurun. Mang Oded mengapresiasi kepada aparatur kewilayahan yang hingga saat ini sudah menyediakan 50 tempat isolasi yang telah lulus verifikasi yang tersebar di 19 Kecamatan,” jelasnya.

Selain mengalami penurunan keterisian ruang isolasi pasien Covid-19, Ema mencatat, data konfirmasi aktif di Kota Bandung, secara angka mengalami penurunan sebesar 82 kasus dengan total 1.021.

“Penurunan jumlah kasus aktif ini terjadi karena jumlah penambahan kasus lebih rendah dari periode sebelumnya dengan persentase mengalami penurunannya sebesar 7.43 peren persentase ini di antara Provinsi -3.79 persen dan persentase di level Nasional -9.16 persen,”katanya.

Lebih lanjut Ema mengungkapkan, sebanyak 1500 pasien yang sudah sembuh dengan presentasi sebesar 89 persen. Peningkatan angka kesembuhan tersebut diakibatkan karena tingginya jumlah konfirmasi positif yang tidak bergejala/ bergejala ringan sehingga membutuhkan waktu penyembuhan yang relatif cepat tidak sampai 14 hari.

“Dengan tren kesembuhan yang terus meningkat di Kota Bandung, berdampak juga kepada tren penurunan bagi pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Kota Bandung. Allhamdulillah kini persentase kematian akibat Covid -19 di Kota Bandung terus menurun hingga ke angka 1.99 persen. Persentase ini berada sedikit di atas Provinsi 1,14 persen dan dibawah level Nasional 2.71persen ,”ungkap Ema.

Selain itu, ema Mengatakan untuk ketersediaan lahan pemakaman bagi pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Kota Bandung, saat ini sebanyak 4.078 liang lahat dari total 5.000 yang disiapkan. Data ini menunjukan ada 922 liang lahat yang telah terisi.

Ema menambahkan, mengenai pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) yang sudah diputuskan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

“Sesuai Instruksi Pemerintah Pusat untuk pemberlakukan PSBM, saat ini kita telah mengeluarkan 3 Keputusan dari Mang Oded tentang PSBM di beberapa wilayah Kecamatan antara lain, sebagian wilayah Kecamatan Coblong (RW 4, 5,11,12 pada Keluarahan Dago dan RW 3 dan RW 9 pada Kelurahan Coblong) dan sudah kita tentukan Tim Pelaksananya.

Selanjutnya sebagian wilayah Kecamatan Rancasari (RW 4,7,12 pada Kelurahan Cipamokolan, RW 9,10 pada Kelurahan Derwati, RW 1 pada Kelurahan Manjahlega, RW 7 dan RW 9 pada Kelurahan Mekarjaya,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Artikel Lainnya

Dampak PSBB Proporsional, Keterisian Ruang Isolasi di RS Kota Bandung Alami Penurunan 1