Minggu 28 Februari 2021

Kisah Pilu ART Pariem di Probolinggo, Lompat Dari Lantai Dua Hingga Mengais Makanan di Tong Sampah

PROBOLINGGO,FOKUSJabar.id: Pariem (44) seorang Asisten Rumah Tangga (ART) di Probolinggo, Jawa Timur mengaku mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari majikannya dan melaporkan majikannya tersebut ke pihak kepolisian.

Selain mendapatkan kekerasan, juga mengaku tidak diberi jatah makan hingga kelaparan dan terpaksa mengambil makanan sisa di tong sampah.

Namun, keterangan berbeda dituturkan oleh majikan Pariem yang berinisial U. Majikannya membantah jika mereka telah melakukan kekerasan terhadap asisten rumah tangganya tersebut.

BACA JUGA: BI Berlakukan DP Nol Persen untuk pembelian Mobil dan Sepeda Motor 1 Maret

Menurut keterangan yang disampaikan majikannya tersebut, art tersebut melaporkan mereka karena atas desakan dari warga sekitar  dan bukan keinginannya sendiri.

“Pihak warga memaksa membawanya ke kantor polisi untuk membuat laporan. Akhirnya mau diajak kesana. Laporan itu bukan kemauan dia (Pariem),” Ucap U. Seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (18/2/2021).

U mengaku bahwa, masalah antara mereka dengan asisten rumah tangganya sebenarnya telah selesai melalui proses mediasi. Namun banyak warga yang mendesak untuk membuat laporan ke kantor polisi (Mapolres).

BACA JUGA: 4 Posisi Seks Bikin Pasangan Wanita Cepat Klimaks

“Ya masalah itu sudah selesai, diselesaikan secara kekeluargaan,” kata U.

Majikan Pariem Bantah Lakukan Kekerasan.

Ia mengaku bahwa, dia sering mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari majikannya tersebut.

Diantara perlakuan kurang menyenangkan tersebut yaitu, ia mengaku sering dipukul menggunakan sepatu dan sandal jika ia membuat kesalahan dalam mengerjakan tugas.

Namun, keterangan tersebut berbanding terbalik dengan keterangan yang dipaparkan oleh majikannya.

“Ya kalau ditegur karena salah itu biasa. Masa baju kita disetrika sampai bolong, kita ngga tegur? Ngepel kurang kering masih basah lantainya sampai kita terpeleset apa kita ngga marahi? Terus apa dasarnya dia bilang kita melakukan kekerasan? Ya karena sudah dibuat laporannya, kami akan ikuti proses hukumnya,” jelas U.

Baca Juga: Warga Bandung Dihebokan Suara Gemuruh di Langit

Gaji Sengaja Dititipkan ke majikannya.

Menurut keterangan yang Pariem tuturkan, dirinya tidak mendapatkan upah/gaji selama melakukan pekerjaan di rumah majikannya.

Namun, keterangan tersebut dibantah oleh majikannya. Pasalnya, menurut U, pembantunya tersebut meminta uang gajiannya dititipkan kepadanya, dan akan diambil jika ketika Pariem membutuhkannya.

Sedari awal bekerja, kata U, sudah membuat kesepakatan bahwa uang gajinya tersebut dititipkan terhadap majikannya.

Lebih lanjut, U mengatakan, dari awal bekerja Pariem meminta gaji sebesar Rp.300.000 per bulan dan kesepakatan tersebut disetujui oleh U.

BACA JUGA: Database Kejaksaan RI Dibobol, Hacker Sebut Jokowi dan UU ITE

“Dia sendiri yang minta gaji Rp.300.000 per bulan. Waktu itu dia bilang terserah mau gaji saya berapa, yang penting anak saya bisa sekolah,” kata U.

“Saya heran, kok dia bisa bilang ngga dapet gaji? Salah besar kalau saya ngga ngasih upah buat dia, kasihan kan,” jelas U.

Melompat dari lantai dua dan Mengais makanan dari tong sampah.

Art ini bekerja di rumah majikannya bersama anaknya di Kelurahan Tisnonegaran, Kanigaran, Probolinggo Jawa Timur.

Sementara itu, Plh Kapolsek Mayangan, AKP Suharsono, mengatakan, Pada hari Selasa, (16/2/2021). Dini hari, Pariyem melakukan aksi nekat dengan melompat dari lantai dua rumah majikannya tersebut.

Ia berjalan jalan menyisiri restoran Pizza hut yang kebetulan tidak jauh dari rumah majikannya, dan ia mulai mencari makanan dari tong sampah untuk mencari sisa makanan.

“Ia melompat dari lantai dua karena ia kelaparan, dia mencari makanan sisa dari tong sampah untuk dimakan,” katanya.

BACA JUGA: Keseringan Nonton Film Porno, Ini Bahayanya

Saat warga sekitar menggali informasi langsung dari art tersebut. Ia memberikan sebuah keterangan yang sangat mengejutkan.

“Pariem mengatakan, dirinya kerap kali kelaparan saat bekerja dirumah majikannya itu, hingga dia sering mencari makanan sisa di tong sampah,” tuturnya.

Sempat melakukan proses mediasi, Pariem juga mengaku sering mendapatkan kekerasan saat bekerja. Pariem melakukan laporan terhadap majikannya tersebut didampingi oleh warga sekitar.

“Ketua RT yang buat laporan itu. Pariem terpaksa melapor karena takut didatangi oleh warga, sehingga Pariem langsung bergegas melapor ke polsek dengan pelaporan kasus KDRT. Kan biasanya keluarga yang membuat laporan, tapi ini yang membuat laporan warga bersama Pariem,” kata Suharsono.

(Fauza/Erwin)

Artikel Lainnya

Kisah Pilu ART Pariem di Probolinggo, Lompat Dari Lantai Dua Hingga Mengais Makanan di Tong Sampah 1