Rabu 23 September 2020

Dimasa AKB, PKL Kembali Menjamur di Kota Bandung

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Memasuki transisi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), para Pedagang Kaki Lima (PKL) mulai menjamur kembali menghiasi bahu jalan dan memicu kemacetan di Kota Bandung. Padahal selama PSBB kemarin, PKL sudah jarang sekali terlihat.

“PKL yang menghilang (tidak berjualan) waktu Covid-19 itu hampir 95 persen dari sekitar 24 ribu pedagang,”ujar Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kota Bandung, Taspen Effendi di Balai Kota Bandung Jalan Wastukekcama Jawa Barat Jumat (10/7/2020).

Menurutnya, memasuki masa transisi AKB kini 50 persen PKL sudah kembali menghiasi jalanan Kota Bandung. Terlebih di sekitar Jalan Otista, Jalan Dalem Kaum, dan Jalan Jakarta.

“Di Jalan Jakarta yang tadinya tidak ada yang jualan kini mulai berjualan. Dan saya khawatir di daerah Kiara Park juga takut muncul kembali parkir liar,” ungkapnya.

Taspen mengatakan, kembalinya para PKL, diduga karena dorongan kuat akibat faktor ekonomi. Sehingga para PKL terpaksa kembali menghiasi jalanan Kota Bandung.

BACA JUGA: Fase AKB, Ema: Tetap Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

“Menurut hemat saya, menyangkut masalah urusan perut. Karena mereka sering bilang, Pak Bapak mah enak punya gaji,” tuturnya.

Sebelum pandemi melanda, ia mengatakan, Bidang Trantibum Kota Bandung sedang gencar-gencarnya menertibkan PKL. Terhitung sejak Januari-Maret 2020, Satpol PP sudah menggelaroperasi penertiban sebanyak 126 kali. Namun kegiatan tersebut terkendala saat pandemi melanda Kota Bandung.

“Sejak terhenti di bulan Maret, pada April sampai Juni ini kita penertibannya secara insidentil, pas ketemu patroli kita tertibkan, kalau sebelumnya terencana,” ucap Taspen.

Kini, setelah masuk masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), PKL mulai memadati beberapa titik di Kota Bandung, pihaknya juga berencana akan mulai menegakkan aturan agar PKL tidak berjualan di zona merah lagi.

“Menjelang Juni ke Juli kita sudah mulai lagi (penertiban), saat PKL bermunculan satu per satu. Saat ini kita sudah mulai bergerak. Kita masih melakukan penertiban secara humanis, tegas, dan disertai dengan imbauan, disertai edukasi protokol kesehatan,”ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan melibatkan unsur kewilayahan untuk membantu proses penertiban. Ia berharap cara ini bisa memudahkan dan meningkatkan kedisiplinan para PKL.

“Dengan situasi seperti ini para pedagang pun mulai berjualan. sudah ada beberapa ruas jalan menimbulkan kemacetan. Kita akan melibatkan unsur kewilayahan,” pungkasnya. 

(Yusuf Mugni/Bam’s)

Artikel Lainnya

Sony Alpha 7C, Kamera “full-frame” Termungil

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sony Alpha 7C resmi dirilis dan diklaim kamera...

8 Jurus Ampuh Atasi Insomnia

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Insomnia atau gangguan tidur di malam sangat mengganggu. Pasalnya, tidur merupakan kebutuhan mendasar yang sangat penting dan harus dicukupi. Orang yang mengidap insomnia umumnya...

Kasus Covid-19 Meningkat, Kota Tasikmalaya Belum Terapkan PSBM

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Seiring peningkatan kasus Covid-19, tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya mengimbau masyarakat berhati-hati dan waspada dengan penyebaran virus mematikan ini. Meski...

13 Manfaat Garam Dapur untuk Ibu Rumah Tangga

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Garam dapur adalah sejenis mineral yang dapat membuat rasa asin. Biasanya yang tersedia secara umum adalah Natrium Klorida (NaCl) yang dihasilkan oleh air laut. Garam...

LKSP-Kadin Ingin Angka Pengangguran di Jabar Turun

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Untuk mengurangi angka pengangguran di Jawa Barat, Lembaga Koordinasi Sertifikasi Profesi (LKSP) Kadin Provinsi Jawa Barat bakal menyelenggarakan berbagai pelatihan bagi calon pekerja. Pelatihan dilakukan...

Spesifikasi Realme 7 dan 2 Kompetitornya

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Realme resmi merilis ponsel seri terbaru, Realme 7. Dibekali konfigurasi quad-camera dengan lensa utama 64MP dan teknologi NFC, Realme 7 memiliki dua kompetitor. Ini...

Di Kota Banjar 1 Hari Pasien Positif Corona Bertambah 5 Orang

BANJAR,FOKUSJabar.id: Dalam satu hari kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kota Banjar bertambah sebanyak lima orang diantaranya dua orang tenaga kesehatan (Nakes) dan tiga orang...