spot_imgspot_img
Jumat 14 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 98

Ribuan Kreator Ikut, JNE Content Competition 2026 Beri Kejutan Hadiah Umrah untuk Pemenang Terbaik

0
Tasikmalaya, FOKUSjabar.id
Ket foto : Para peraih penghargaan. Content Competition JNE 2026, foto bersama usai menerima penghargaan (ist JNE)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Perusahaan logistik JNE sukses menggelar puncak penganugerahan JNE Content Competition 2026 di Wisma Habibie & Ainun, Jakarta Selatan. Acara bergengsi ini menjadi penutup rangkaian kompetisi yang memberikan wadah bagi kreator Indonesia dalam menyalurkan bakat kreatif mereka.

Kompetisi edisi ke-13 ini menarik minat tinggi dengan menyaring 5.273 karya dari empat kategori: karya tulis, foto, video, serta desain. Manajemen JNE mengumumkan 77 pemenang pada pertengahan Juli 2026 melalui portal JNEWS Online dan akun media sosial resmi JNE.

Baca Juga: Satlantas Polres Tasikmalaya Salurkan Bantuan Kambing dan Ribuan Benih Ikan untuk Panti Asuhan

Dukungan Tokoh dan Pimpinan Perusahaan

Pembawa acara Suci Patia memandu puncak acara yang berlangsung hangat ini. Hadir dalam acara tersebut Chairman ILTHABI REKATMA Ilham Akbar Habibie, Presiden Direktur JNE M. Feriadi Soeprapto, SVP Marketing Group Head JNE Eri Palgunadi, jajaran dewan juri, serta para pemenang.

Ilham Akbar Habibie menyampaikan rasa kagum atas semangat para peserta yang menghasilkan karya bernilai tinggi.

“Saya melihat semangat yang sangat luar biasa dari para kreator muda Indonesia. Kompetisi ini bukan sekadar ajang unjuk bakat dan kemampuan, melainkan bukti nyata potensi inovasi bangsa yang sangat besar, dan perlu terus dikembangkan,” ungkap Ilham.

Ia juga mengapresiasi JNE yang konsisten membina kreativitas anak bangsa dan berharap program ini terus melahirkan talenta baru penyokong kemajuan Indonesia.

Mengangkat Tema Bergerak Bersama dan Cerita Humanis

Presiden Direktur JNE, M. Feriadi Soeprapto, mengaku bangga terhadap antusiasme peserta dari seluruh pelosok Tanah Air. Memasuki usia ke-35 tahun, JNE membawa semangat bertajuk “Bergerak Bersama, Beragam Cerita”.

“Di usia yang ke-35 tahun, JNE Indonesia terus semangat ‘Bergerak Bersama’. Melalui kompetisi ini, kami ingin merayakan beragam cerita, mulai dari perjuangan UMKM, konektivitas jarak, hingga kebahagiaan sederhana yang diantar dalam sebuah paket,” kata Feriadi, Sabtu (25/7/2026).

Juri Kategori Writing Nasional, Maman Suherman, menilai para peserta berhasil menerjemahkan tema lomba secara emosional dan menyentuh sisi kemanusiaan.

“Tema ‘Bergerak Bersama, Beragam Cerita’ mampu terpresentasikan dengan sangat emosional oleh para peserta. Banyak karya yang menyoroti sisi humanis dari setiap kiriman. Ini kemudian menegaskan bahwa di balik setiap paket yang diantar, terdapat cerita tentang harapan dan kasih sayang yang saling terhubung,” jelas Maman.

Kejutan Hadiah Umrah untuk Pemenang Best of The Best

Panitia memberikan kejutan spesial berupa predikat “Best of The Best” yang berhadiah paket ibadah umrah. Dua jurnalis berhasil menyabet penghargaan tertinggi ini:

  • Utomo Priyambodo (Jurnalis National Geographic Indonesia) – Juara 1 Writing Jurnalis Regional Jakarta & Banten.
  • Idris Prasetiawan (Jurnalis Palopopos Fajar) – Juara 1 Photo Jurnalis Regional Sulawesi, Maluku & Papua.

Utomo Priyambodo mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tak terduga ini.

“Karya saya tentang inspirasi layanan JNE yang menyentuh sisi kemanusiaan ternyata sejauh ini mendapat apresiasi. Terima kasih JNE, ini menjadi motivasi besar bagi saya untuk terus menulis dan memberikan kontribusi inspiratif melalui karya jurnalistik,” tutur Utomo.

Kebahagiaan serupa datang dari pemenang kategori pelajar, Teza Syahrudin dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

“Saya tidak menyangka karya saya bisa terpilih. Kehadiran saya di acara awarding ini memberikan pengalaman yang tak ternilai, terlebih menjadi pemantik semangat saya untuk terus mengeksplorasi kreativitas di bidang foto,” ujar Teza.

Melalui ajang ini, JNE menegaskan perannya bukan sekadar perusahaan ekspedisi, melainkan fasilitator bagi pertumbuhan industri kreatif nasional.

“JNE akan terus menjadi jembatan bagi setiap individu untuk kemudian mewujudkan aspirasi mereka menjadi karya nyata. Mari terus bergerak bersama untuk menciptakan hal-hal positif yang lebih banyak dan positif untuk kemajuan bangsa Indonesia,” tutup Feriadi Soeprapto.

(Seda)

DLH Pangandaran Tuntaskan Penyedotan Limbah Cair di Pantai Barat Selama Dua Hari

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: limbah cair yang mengalir di Pantai Barat Pangandaran.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pangandaran menuntaskan proses penyedotan limbah cair yang sempat mengalir menuju Pantai Barat Pangandaran. Petugas mengerahkan armada untuk menyelesaikan pengurasan limbah tersebut selama dua hari berturut-turut.

“Sudah selama dua hari,” ujar Plt Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Pangandaran, Endang Nur Aini kepada fokusjabar.id melalui pesan WhatsApp, Sabtu (25/7/2026).

Baca Juga: Nelayan Pangandaran Panen Udang Rebon 1 Ton per Malam

DLH mengambil tindakan cepat setelah masyarakat gencar mengritik temuan genangan limbah pada saluran drainase di kawasan Pantai Barat Pangandaran.

Ancam Kenyamanan Wisatawan dan Kelestarian Lingkungan

Sebelumnya, warga dan pengunjung mengeluhkan kemunculan bau menyengat dari saluran pembuangan di depan sebuah hotel. Cairan limbah berwarna hijau kehitaman tersebut bahkan meluncur bebas masuk ke dalam air laut.

Kondisi ini merusak pemandangan serta mengganggu kenyamanan para wisatawan. Padahal, Pantai Barat memegang peran penting sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Barat.

Menjawab persoalan tersebut, DLH menurunkan mobil penyedot milik pemerintah daerah ke lokasi. Petugas langsung membawa cairan limbah tersebut menuju Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Purbahayu untuk menjalani pengolahan susulan.

Fokus Penanganan pada Titik Prioritas

Endang mengonfirmasi bahwa jajarannya memfokuskan proses penyedotan pada satu area yang menjadi prioritas utama.

“Di satu lokasi,” katanya.

DLH memilih titik penanganan tersebut karena lokasi itu paling sering memicu keluhan dari warga lokal maupun para wisatawan.

Melalui aksi sigap ini, Pemkab Pangandaran berharap mampu menekan risiko pencemaran lingkungan sekaligus mengembalikan daya tarik dan kenyamanan Pantai Barat bagi para pengunjung.

(Sajidin)

Tak Hanya Atasi Macet, CCTV di Kota Bandung Kini Jadi Senjata Polisi Ungkap Kejahatan

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Rasdian Setiadi (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung memaksimalkan fungsi kamera pengawas (CCTV) di berbagai persimpangan jalan. Selain mengurai kemacetan lalu lintas, rekaman kamera ini menjadi senjata ampuh bagi pihak kepolisian untuk membongkar beragam kasus kejahatan jalanan.

Hingga kini, Dishub Kota Bandung mengoperasikan 66 unit CCTV aktif yang terhubung langsung dengan sistem Area Traffic Control System (ATCS).

Baca Juga: Kebun Binatang Bandung Buka Akhir Tahun 2026

Pengawasan Terpusat di 66 Persimpangan Utama

Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengonfirmasi bahwa jajarannya mengelola sekitar 150 titik alat pemberi isyarat lalu lintas (APIL). Puluhan kamera pengawas di persimpangan besar tersebut menyalurkan data visual secara langsung ke ruang kendali utama.

“Dari 150 APIL, yang terkoneksi dengan CCTV itu 66 dan itu aktif sampai sekarang. Contohnya di Simpang Lima, simpang-simpang besar dan jalan nasional itu aktif,” kata Rasdian, Sabtu (25/7/2026).

Rasdian membagikan tugas pengawasan ruang publik Kota Bandung. Dishub memfokuskan pemantauan pada area persimpangan lalu lintas, sementara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung mengawasi sudut kota di luar area persimpangan.

Petugas kendali ATCS bisa mengubah durasi lampu hijau atau merah secara langsung saat menghadapi situasi darurat atau penumpukan kendaraan. Beberapa unit kamera bahkan membawa fasilitas pengeras suara untuk menegur para pelanggar aturan secara langsung dari ruang kontrol.

“Kalau ada motor berhenti di zebra cross, bisa langsung kita beri tahu melalui pengeras suara supaya mundur,” katanya.

Dukungan Pengungkapan Kasus Kriminalitas

Manfaat keberadaan kamera pemantau ini menjangkau area penegakan hukum. Kepolisian kerap meminta bantuan rekaman CCTV untuk mempelajari kronologi tindak pidana atau melacak rute pelarian para pelaku kejahatan.

“Sering kita juga bekerjasama dengan aparat kepolisian. Misalnya ada kejadian semalam, kita support dari jam berapa sampai jam berapa ada rekamannya. Lalu kita berikan informasinya,” ucap Rasdian.

Kendati demikian, Rasdian menekankan petugas tidak memegang kewenangan hukum untuk menyimpulkan sebuah tindak pidana. pemerintah murni menyuplai data dan rekaman pendukung bagi kepolisian.

“Kalau terlihat ada kejadian di simpang, kita bisa informasikan ke polisi. Selama ini biasanya polisi meminta informasi kemungkinan jalur pelaku, misalnya lewat simpang tertentu kemudian kita berikan rekamannya,” jelasnya.

Perbaikan Jaringan dan Aksesibilitas Kendaraan Prioritas

Pemerintah terus membenahi infrastruktur kamera yang sempat mengalami gangguan akibat proyek galian utilitas. Saat ini, teknisi sedang memasang kembali unit kamera di kawasan Jalan Aceh dan Jalan Martadinata.

“Ada sebagian yang harus kita perbaiki. Yang di sekitar Jalan Aceh dan Martadinata sekarang sedang pemasangan lagi,” kataya.

Empat koridor utama yang mencakup wilayah utara, timur, selatan, dan barat Kota Bandung tetap terpantau dengan baik dari Balai Kota maupun pusat ATCS Gedebage.

Sistem interaktif ini juga memberi prioritas hijau bagi iring-iringan VVIP, mobil pemadam kebakaran, serta ambulans yang sedang membawa pasien darurat.

“Dengan pengaturan lampu lalu lintas secara terpusat, kendaraan prioritas dapat melintas lebih cepat menuju lokasi tujuan,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Konflik di Banjar Berakhir Damai, Wali Kota Tanggung Biaya Pengobatan Seluruh Korban

0
Banjar, FOKUSJabar.id
Caption: Forkopimda Kota Banjar audiensi dengan Pemuda Pancasila Kota Banjar. (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Banjar memelopori pertemuan damai guna meredam perselisihan yang sempat memicu ketegangan di Kota Banjar. Pemkot Banjar mengundang Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, serta ormas ke Pendopo Kota Banjar, Sabtu (25/7/2026).

Seluruh elemen masyarakat yang hadir menyepakati komitmen bersama untuk menjaga kondusivitas daerah. Di sisi lain, kepolisian tetap melanjutkan proses hukum terhadap para pelaku secara transparan dan profesional.

Baca Juga: Ratusan Massa Pemuda Pancasila Datangi Kantor Wali Kota Banjar, Ini Tuntutan Mereka

Wali Kota Banjar Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan Korban

Wali Kota Banjar, Sudarsono, menegaskan bahwa jajarannya berhasil menyelesaikan gejolak di tingkat masyarakat melalui musyawarah mufakat. Pihaknya berkolaborasi dengan DPRD, Forkopimda, serta Ormas Pemuda Pancasila untuk mengakhiri perselisihan tersebut.

“Saya jamin permasalahan di tingkat masyarakat sudah selesai secara damai. Namun demikian, proses hukum tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku,” ujar Sudarsono.

Sudarsono juga memastikan Pemerintah Kota Banjar mengambil alih seluruh penanganan medis para korban. Pemkot Banjar membebaskan seluruh biaya perawatan dan rawat jalan korban selama menempuh pengobatan di RSUD Kota Banjar.

Perwakilan Masyarakat Batak Sampaikan Permohonan Maaf

Pada forum yang sama, Pembina Perhimpunan Masyarakat Batak Banjar, Lamhok Silalahi, mengutarakan permohonan maaf mendalam atas kegaduhan dan tindakan tidak menyenangkan dari para tersangka.

Lamhok menegaskan komitmennya untuk tidak melindungi oknum warga yang terbukti melakukan keonaran atau pelanggaran hukum.

“Saya pribadi tidak akan membela atau mentolerir warga yang terbukti bersalah. Ke depannya, kami akan memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan Pemuda Pancasila, ormas-ormas lain, serta Pemerintah Kota Banjar agar kejadian serupa tidak terulang,” ungkap Lamhok.

Kuasa Hukum Minta Kepolisian Kembangkan Kasus

Kuasa Hukum Korban, Asep Andryanto SH, menyambut baik respons cepat kepolisian dalam memproses perkara ini. Pihaknya memercayakan penanganan kasus kepada Polres Banjar, tetapi tetap mendesak aparat untuk memperluas penyidikan.

“Kami menyerahkan sepenuhnya proses ini kepada Polres Banjar. Kami berharap ada pengembangan kasus untuk mencari dan menentukan pihak-pihak lain yang harus bertanggung jawab, demi memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi korban,” tutur Asep.

Kepolisian Menjamin Keamanan dan Keadilan

Menanggapi desakan tersebut, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro memberikan garansi penuh atas keamanan Kota Banjar serta keterbukaan penanganan perkara tindak pidana ini.

“Polres Banjar menjamin Kota Banjar akan tetap aman dan kondusif. Kami juga memastikan proses hukum dijalankan secara profesional, transparan, dan tidak pandang bulu,” tegas Kapolres.

Melalui kesepakatan bersama ini, situasi keamanan di Kota Banjar kini kembali kondusif. Sementara itu, penyidik kepolisian terus bekerja menuntaskan pemeriksaan hingga selesai.

(Agus Purwadi)

Satlantas Polres Tasikmalaya Salurkan Bantuan Kambing dan Ribuan Benih Ikan untuk Panti Asuhan

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Anggota Satlantas Polres Tasikmalaya, saat menaburkan benih ikan di kolam milik Panti Asuhan Anak An-Nur Kec.Padakembang Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tasikmalaya kembali mewujudkan kepedulian sosial melalui aksi nyata. Kepolisian menyalurkan bantuan berupa hewan ternak kambing, ikan konsumsi, serta ribuan benih ikan kepada warga yang membutuhkan.

Satlantas menyasar Panti Sosial Asuhan Anak An-Nur di Kampung Cidoyang, Desa Cilampung Hilir, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Penyerahan bantuan ini mengusung program sosial bertajuk Sedekah untuk Jariah dan Dedikasi untuk Kemanusiaan (SUJUD).

Baca Juga: TPS Dadaha Kota Tasikmalaya Ditutup, Warga Kini Bisa Berolahraga Tanpa Bau Sampah

Inisiasi Program SUJUD dari Menyisihkan Rezeki

Mewakili Kasat Lantas, Kanit Turjawali Satlantas Polres Tasikmalaya, Ipda Dian Mardiana, menjelaskan bahwa para personel Satlantas rutin menyisihkan sebagian penghasilan mereka. Hasil pengumpulan dana tersebut kemudian mengalir untuk kegiatan kemanusiaan setiap hari Jumat.

“Program SUJUD merupakan kegiatan sedekah jariah dan dedikasi untuk kemanusiaan. Para anggota menyisihkan sebagian rezeki setiap bulan untuk disalurkan setiap hari Jumat. Kali Ini bantuan kami berikan beberapa ekor kambing, benih ikan, dan ikan konsumsi kepada Panti Asuhan An-Nur,” ungkap Ipda Dian Mardiana, Sabtu (25/7/2026).

Ipda Dian menegaskan bahwa pemberian ternak dan benih ikan tidak sekadar memasok bahan pangan harian. Langkah ini membawa misi yang lebih besar, yakni membangun kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan di panti asuhan.

“Kami melihat di panti ini sudah ada anak-anak yang beranjak dewasa dan berpotensi mengembangkan ternak kambing. Harapannya kambing ini bisa dikembangbiakkan sehingga menjadi program ketahanan pangan yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi panti. Begitu pula dengan benih ikan, nantinya bisa dibudidayakan, sedangkan ikan konsumsi dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan makan sehari-hari anak-anak,” paparnya.

Respons Pengurus Panti dan Harapan Masa Depan

Pengurus Panti Sosial Asuhan Anak An-Nur Tasikmalaya, Burhanudin, menyambut hangat inisiatif kepolisian tersebut. Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian Satlantas Polres Tasikmalaya.

“Alhamdulillah, mudah-mudahan anak-anak bisa menikmati dan merasakan manfaat dari bantuan ini. Kambing dan benih ikan ini, nantinya bermanfaat untuk kebutuhan panti, bahkan menjadi usaha apabila hasilnya berkembang,” ungkap Burhanudin.

Ia menambahkan, bantuan ini sangat berarti karena anak-anak panti memiliki antusiasme tinggi untuk belajar mengelola peternakan secara langsung.

“Kami sangat berterima kasih dengan bantuan dan dukungan dari bapak-bapak Kepolisian, semoga kebaikan ini menjadi ladang amal bagi kita semua,” ujarnya.

“Anak-anak memang sudah menyampaikan keinginan untuk memelihara kambing. Alhamdulillah sekarang ada kesempatan dan fasilitasnya. Mudah-mudahan ini menjadi kegiatan yang bermanfaat dan bisa menjadi bekal bagi mereka di masa depan,” harap Burhanudin.

(Seda)

TPS Dadaha Kota Tasikmalaya Ditutup, Warga Kini Bisa Berolahraga Tanpa Bau Sampah

0
Tasikmalaya, FOKUSjabar.id
Ket foto : Wali Kota Viman Alfarizi, Bersama sejumlah pejabat lainnya, saat melihat TPS Dadaha yang sudah ditutup Permanen oleh Dinas Terkait (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, mengambil langkah tegas menata Kawasan Olahraga Dadaha. Pemerintah Kota Tasikmalaya menutup total Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) yang selama ini berada di pusat keramaian kompleks tersebut.

Penutupan TPS ini bertujuan mengembalikan kenyamanan warga yang rutin berolahraga serta mendukung aktivitas para pedagang lokal. Sebelum mengeksekusi kebijakan tersebut, Wali Kota memimpin Apel Gabungan di kawasan TPS lalu meninjau lokasi bersama jajaran dinas terkait.

Baca Juga: Sinergi OJK Tasikmalaya dan Pemda Sumedang Dorong Pelajar Gemar Menabung Melalui Progam Kejar

Langkah Awal Menata Jantung Kota Tasikmalaya

Wali Kota menjelaskan bahwa keberadaan sampah di kawasan olahraga kerap memicu bau tidak sedap. Kondisi ini menggangu warga yang sedang memanfaatkan fasilitas publik tersebut.

“Hari ini kita gelar apel gabungan di kawasan olahraga Dadaha, agar bisa melihat dan mengetahui secara langsung kondisi dan penataan kawasan Dadaha sesuai harapan dan lebih tertib,” ungkap Viman Alfarizi Ramadhan, Sabtu (25/7/2026).

Viman menegaskan bahwa pemerintah daerah harus menjamin kenyamanan masyarakat. Penutupan TPS Dadaha ini menjadi pintu masuk penataan fasilitas publik lain di Kota Tasikmalaya secara menyeluruh.

“Selama ini banyak warga yang beraktivitas atau sedang berolahraga merasa terganggu dan tidak nyaman karena selalu mencium aroma busuk dari sampah yang ada di TPS Dadaha ini,” ujarnya.

“Awalnya, TPS Dadaha ini ditutup sebagai bentuk langkah penataan, dan kedepan menyusul penataan-penataan sarana publik lainnya seperti penataan Pedagang Kaki Lima (PKL), penataan area parkir, termasuk penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di kawasan Dadaha, sehingga menghadirkan rasa nyaman bagi semuanya,” tegas Viman.

Guna melenyapkan sisa bau menyengat di lokasi, Wali Kota menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya untuk menyemprotkan cairan eco enzyme dan membersihkan seluruh area bekas TPS.

Dinas Lingkungan Hidup Siapkan Skema Pengangkutan Baru

Kepala DLH Kota Tasikmalaya, Sandi Lesmana, menyambut positif instruksi penutupan tersebut. Menurut catatannya, TPS Dadaha menampung volume sampah yang sangat besar setiap hari sebelum resmi tutup.

“Sebelum ditutup, volume sampah yang dibuang ke TPS Dadaha ini mencapai 30 hingga 40 kubik per hari. Jumlah ini tentu cukup besar, dan berpotensi menimbulkan aroma tidak sedap, serta bisa mengganggu terhadap kesehatan jika tidak dikelola dengan baik,” ungkap Sandi.

Untuk mencegah penumpukan sampah pasca-penutupan, DLH mengalihkan pembuangan warga ke beberapa TPS alternatif terdekat. Beberapa titik penampungan tersebut melingkupi:

  • Pasar Lama
  • Pasar Pancasila
  • TPS Cikalang
  • TPS Taman Harapan
  • Depo Mayasari
  • Balewiwitan

DLH juga mengerahkan petugas keliling (mobiling) menggunakan kendaraan Cator (sumber angkut roda tiga) untuk menjemput sampah langsung dari rumah-rumah warga.

“Walau TPS Dadaha ini tutup permanen, namun masyarakat sekitar kawasan komplek Dadaha tidak perlu khawatir, pengangkutan sampah tetap jalan normal, hanya sistemnya yang kita ubah supaya lebih tertata dan tidak menumpuk di satu tempat,” tegas Sandi.

Dorong Pemilahan Sampah Mandiri dari Rumah

DLH Kota Tasikmalaya mengimbau masyarakat agar meningkatkan kesadaran mengelola sampah secara mandiri dari skala rumah tangga. Langkah ini bisa memangkas beban pembuangan akhir ke TPA Ciangir.

“Kalau di setiap rumah tangga, mau mengolah sampahnya secara mandiri, volume sampah yang akan dibuang di TPS pasti berkurang, dengan demikian, sampah yang diangkut dari TPS-TPS untuk dibuang ke TPA Ciangir volumenya pun bisa menurun,” terangnya.

Pemerintah menargetkan warga mampu mengolah 70% sampah secara mandiri, sementara sisanya 30% baru menuju TPA.

“Target kita, 70% bisa mengelola sampah mandiri, dan sisanya 30% baru dibuang ke TPA Ciangir. Maka fokus kita sekarang adalah menekankan pengolahan, pengurangan, dan pemilahan sampah mulai dari rumah tangga masing-masing,” pungkasnya.

(Seda)

Inovasi Muharam Karya Penyuluh Ciamis Dongkrak Hasil Panen Padi dari 3 Ton Jadi 7,5 Ton per Hektare

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketfot: Penyuluh Pertanian Kecamatan Purwadadi, Jaja Sukmana

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Jaja Sukmana, seorang Penyuluh Pertanian Kecamatan Purwadadi, menciptakan inovasi Muharam (Mutiara Hitam Suburkan Alam). Langkah ini berhasil mendongkrak produktivitas padi di lahan rawa dan tadah hujan hingga 7,5 ton per hektare, dari angka awal yang hanya 3 ton.

Inovasi tersebut menggabungkan ekstrak organik dengan teknologi PMAS dari Kementerian Pertanian. Kolaborasi ini memberikan jawaban nyata atas tantangan kondisi lahan ekstrem di wilayah Purwadadi, Kabupaten Ciamis.

Baca Juga: Swasembada Pangan, Ciamis Perkuat Sinergi Penyuluh dan Petani Capai Target LTT

Mengatasi Tantangan Lahan Rawa dan Tadah Hujan

Jaja merancang metode ini setelah memetakan potensi wilayah binaannya. Lahan pertanian setempat memiliki dua karakteristik utama: lahan rawa yang banjir saat musim hujan, serta lahan tadah hujan yang mengalami kekeringan ekstrem saat kemarau.

“Dari situ saya berpikir bagaimana menghadirkan solusi agar lahan dengan kondisi seperti ini tetap mampu menghasilkan. Kebetulan ada program PMAS dari Kementerian Pertanian yang menurut saya memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi,” ujar Jaja usai sosialisasi Percepatan LTT di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ciamis, Sabtu (25/07/2026).

Penerapan teknologi gabungan ini terbukti memicu kembali semangat para petani untuk mengolah sawah. Lonjakan hasil panen memberi dampak positif langsung pada tingkat pendapatan mereka.

“Artinya ada peningkatan produksi yang cukup besar. Dampaknya bukan hanya pada hasil panen, tetapi juga terhadap kesejahteraan petani karena mereka memperoleh tambahan hasil yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Peran Ekstrak Muharam dan Teknologi PMAS

Penyuluh asal Purwadadi ini mengintegrasikan PMAS dengan berbagai metode budidaya populer. Beberapa di antaranya meliputi System of Rice Intensification (SRI), tanam dangkal, metode Haston, tabela, dan sistem jajar legowo.

Guna memperkuat metode tersebut, Jaja menyuntikkan inovasi Muharam yang pernah menembus ajang lomba inovasi tingkat nasional pada 2024. Ekstrak kompos pupuk kandang ini mengandungkan tiga senyawa penting:

  • Asam humat
  • Asam fulvat
  • Humin

Ketiga unsur alami tersebut memperbaiki struktur tanah sekaligus mempercepat tanaman menyerap nutrisi. Dampaknya, petani bisa memangkas pemakaian pupuk kimia sintetis secara signifikan.

“Kalau tanah sudah memiliki kandungan asam humat, asam fulvat, dan humin, fungsinya hampir sama seperti memberikan humus ke dalam tanah sehingga penyerapan unsur hara menjadi lebih optimal,” jelas Jaja.

Strategi Menghadapi Musim Kemarau

Keberhasilan inovasi ini juga memacu keberanian petani di Desa Kutawaringin, Kecamatan Purwadadi. Petani kini tak ragu menggunakan mesin pompa air untuk mengairi sawah saat musim kemarau.

Bahkan, sebagian petani berani mengalihfungsikan kembali lahan kacang hijau mereka menjadi tanaman padi. Hasil panen yang tinggi terbukti sanggup menutup biaya operasional BBM pompa air.

“Harapannya peningkatan produksi dapat mengganti biaya yang dikeluarkan petani untuk pompanisasi sekaligus memberikan keuntungan yang lebih baik. Dengan begitu, produktivitas tetap terjaga meskipun menghadapi musim kemarau,” kata Jaja.

(Mia)