spot_imgspot_img
Sabtu 3 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 98

Cicilan Utang Whoosh 80 Tahun Disentil Jimly, Soroti Beban Generasi Mendatang

0
Utang Whoosh fokusjabar.id
Kereta api cepat, Whoosh. (foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Pembahasan mengenai utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh kembali menjadi perhatian setelah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie menyoroti pernyataan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengenai tenor pembayaran utang proyek tersebut.

Jimly mempertanyakan kepantasan cara pejabat publik menyampaikan persoalan kewajiban negara yang pembayarannya dapat berlangsung hingga puluhan tahun.

BACA JUGA:

Yayasan Mitra BGN Diminta Awasi Pengelolaan SPPG

Sorotan tersebut muncul setelah Purbaya menjelaskan kondisi kewajiban Whoosh yang telah melalui restrukturisasi.

Tenor pembayaran di sebut di perpanjang hingga 80 tahun. Sementara cicilan di perkirakan berada di sekitar Rp1 triliun atau sedikit di bawah Rp1 triliun setiap tahun.

Purbaya menyampaikan penjelasan tersebut kepada wartawan di kawasan Sunter, Jakarta Utara, pada Selasa, 8 September 2026 lalu.

Pernyataan Purbaya mengenai panjangnya tenor pembayaran kemudian di tanggapi Jimly melalui akun media sosial X.

Ia menilai, pejabat negara perlu mempertimbangkan aspek etika ketika menyampaikan informasi mengenai kewajiban yang pada akhirnya menjadi tanggung jawab lintas generasi.

“Dari segi etika kepantasan, sebaiknya pejabat resmi tidak bicara sembarangan seakan melempar beban tanggung jawab ke generasi mendatang tanpa rasa bersalah,” cuit Jimly di kutip pada Kamis, 10 September 2026.

Dalam keterangannya, Purbaya menjelaskan bahwa besarnya total utang tidak serta-merta menggambarkan besarnya pembayaran yang harus di keluarkan setiap tahun.

Restrukturisasi membuat periode pembayaran menjadi jauh lebih panjang. Sehingga nominal cicilan tahunan dapat di tekan. Besaran pembayaran juga tidak selalu sama karena terdapat tahun dengan kewajiban lebih tinggi maupun lebih rendah.

Purbaya sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah melihat skema tersebut masih dapat di tangani. Ia juga menyinggung panjangnya masa pembayaran ketika menjelaskan hasil restrukturisasi utang Whoosh.

Penjelasan mengenai skema tersebut di sampaikan Purbaya bersamaan dengan pembahasan mengenai jumlah cicilan tahunan.

“Berarti kan total utang besar, tapi di-stretch 80 tahun sudah di restrukturisasi. Cicilannya Rp1 triliun atau sedikit di bawah Rp 1 triliun dari tahun ke tahun. Ada yang tinggi, ada yang rendah, tapi kalau kita lihat ‘oh masih bisa lah’. (Tenor cicilan) 80 tahun saya dengar kemarin, makanya hebat juga tuh. Iya kita sudah mati, santai saja,” katanya.

Pernyataan itu menjelaskan bahwa angka 80 tahun merupakan hasil restrukturisasi, bukan tenor awal pinjaman.

BACA JUGA:

Daya Beli Masyarakat Turun, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Terjun Bebas

Pembiayaan proyek Whoosh sebelumnya melibatkan China Development Bank (CDB). Berdasarkan laporan mengenai struktur pembiayaannya, pinjaman awal proyek tersebut berada di kisaran 4,5 miliar dolar AS dengan tenor 40 tahun dan masa tenggang 10 tahun.

Dalam proses restrukturisasi, jangka waktu pembayaran kemudian di perpanjang menjadi 80 tahun. Proyek kereta cepat tersebut memiliki nilai sekitar 7,3 miliar dolar AS dan membentang sepanjang 142 kilometer untuk menghubungkan Jakarta dan Bandung.

Seiring perubahan skema tersebut, pemerintah juga menyiapkan pengalihan pengelolaan kewajiban Whoosh.

Purbaya menyebut, tanggung jawab tersebut akan di alihkan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) kepada Kementerian Keuangan pada 15 September 2026.

Pemerintah tengah mempertimbangkan penggunaan Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan atau Indonesia Investment Authority (INA) untuk menangani kewajiban tersebut.

Pengalihan pengelolaan juga berkaitan dengan kepemilikan saham Indonesia dalam perusahaan pengelola Whoosh.

Pemerintah di sebut akan mengambil alih posisi sebagai pemegang kendali atas 60 persen saham Indonesia pada 15 September 2026. Sedangkan pihak China tetap memiliki 40 persen saham.

Entitas Indonesia yang nantinya mengendalikan kepemilikan tersebut juga akan memikul tanggung jawab atas pembayaran pinjaman proyek.

Persoalan finansial Whoosh sebelumnya telah di kaitkan dengan kondisi perusahaan BUMN yang menjadi bagian dari konsorsium Indonesia.

PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) tercatat menguasai sekitar 60 persen saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Konsorsium tersebut melibatkan sejumlah BUMN. Termasuk PT Kereta Api Indonesia dan PT Wijaya Karya.

Pada semester I 2026, PSBI tercatat mengalami kerugian Rp5,13 triliun. Sementara total liabilitasnya mencapai sekitar Rp21,54 triliun, sedikit lebih tinggi di bandingkan aset sekitar Rp21,52 triliun.

COO Danantara Dony Oskaria sebelumnya juga mengakui adanya beban finansial yang di rasakan sejumlah BUMN akibat kepemilikan saham dalam proyek tersebut.

“Kalau di tanya sama saya dulu kenapa begitu, ya tentu teman-teman silahkan cari tahu. Tetapi saya hanya membetulkan bahwa memang terbebani,” ungkapnya.

Dony juga menyinggung kondisi PT Wijaya Karya yang memiliki kepentingan di KCIC.

BACA JUGA:

Bantuan Beras Diperpanjang hingga Desember 2026

“WIKA terbebani, mereka punya saham di KCIC. Ada tagihan dia yang juga belum di-seattle. Ya tentu orang-orang juga tahu. Ini menjadi beban buat mereka,” katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pembahasan utang Whoosh tidak hanya berkaitan dengan nominal cicilan dan tenor. Tetapi juga dengan dampaknya terhadap kondisi keuangan pihak-pihak yang memiliki kepentingan dalam proyek.

Sebelum penjelasan terbaru mengenai cicilan sekitar Rp1 triliun per tahun, Presiden Prabowo Subianto juga pernah menyampaikan estimasi pembayaran kewajiban Whoosh.

Dalam keterangannya setelah peresmian Stasiun Tanah Abang Baru, Prabowo menyebut kebutuhan pembayaran berada di kisaran Rp1,2 triliun setiap tahun.

“Pokoknya enggak ada masalah, karena itu kita harus bayar mungkin 1,2 triliun setahun,” kata Prabowo.

Perbedaan angka dengan penjelasan Purbaya dapat berkaitan dengan skema atau proyeksi pembayaran yang di gunakan. Sehingga tidak dapat langsung dianggap sebagai pertentangan angka.

Di sisi lain, pemerintah juga membahas kemungkinan pengembangan jaringan Whoosh hingga Jawa Timur.

Purbaya menyebut, pembicaraan mengenai rencana perpanjangan rute tersebut telah di lakukan bersama pihak China. Namun, rincian mengenai sumber pendanaan maupun mekanisme pembiayaan untuk pembangunan jalur lanjutan itu belum di jelaskan secara lebih terperinci.

Sementara pembahasan tersebut berjalan, perhatian publik masih tertuju pada restrukturisasi utang dan pengelolaan kewajiban Whoosh dalam jangka panjang.

Dengan demikian, persoalan tenor 80 tahun pada utang Whoosh mencakup lebih dari sekadar angka cicilan tahunan.

Restrukturisasi memperpanjang masa pembayaran, pemerintah menyiapkan pengalihan pengelolaan kewajiban ke Kementerian Keuangan.

Sementara kondisi keuangan sejumlah BUMN yang terlibat dalam konsorsium juga menjadi bagian dari pembahasan.

Pernyataan Purbaya mengenai tenor tersebut kemudian memunculkan respons Jimly yang menekankan pentingnya kehati-hatian pejabat publik dalam menyampaikan persoalan utang yang konsekuensinya dapat di rasakan oleh generasi berikutnya.

(Jingga Sonjaya/berbagai sumber)

TP PKK Kota Tasikmalaya Dorong Pengawasan Keluarga Cegah Kekerasan Jalanan

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Ketua Umum TP-PKK Kota Tasikmalaya dr. Elvira Kamarrow Putri, foto bersama para kader PKK tingkat kecamatan dan kelurahan, saat kegiatan Bina Wilayah (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Maraknya kasus kekerasan jalanan yang merenggut nyawa remaja di Kota Tasikmalaya memicu perhatian serius dari pemerintah daerah, ulama, hingga organisasi keagamaan. Menyikapi persoalan tersebut, Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya, dr. Hj. Elvira Kamarrow Putri, mengajak seluruh kader PKK di 10 kecamatan dan 69 kelurahan untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak.

Saat memimpin kegiatan Bina Wilayah (Binwil) PKK di Kecamatan Bungursari, Kamis (10/9/2026), dr. Elvira menekankan peran vital seorang ibu sebagai benteng utama pertahanan karakter anak. Pihaknya meminta para orang tua membatasi aktivitas anak-anak di luar rumah hingga larut malam demi mengantisipasi keterlibatan dalam aksi tawuran maupun geng motor.

Baca Juga: Kandidat Ketua KADIN Kota Tasikmalaya Digugurkan, Tim Pemenangan Pertanyakan Transparansi Panitia

“Ibu adalah madrasah pertama bagi tumbuh kembang anak. Dari rumah lah anak belajar untuk mengerti mana yang baik dan mana yang tidak. Kalau pondasi karakter anak di dalam rumah kuat, anak akan lebih mampu melindungi diri dari pengaruh-pengaruh negatif dari luar,” kata dr. Elvira Kamarrow Putri, Kamis (10/9/2026).

dr. Elvira mengimbau ibu rumah tangga untuk melarang anak-anak keluar rumah saat malam hari jika tidak memiliki urusan yang mendesak.

“Saya menghimbau ibu-ibu rumah tangga untuk meningkatkan pengawasan anak-anaknya agar tidak keluar atau keluyuran di malam hari kalau tidak ada keperluan yang sangat mendesak,” kata dr. Elvira.

Kader PKK Petakan Pengawasan Bersama RT dan RW

Selain pengawasan di rumah, dr. Elvira menginstruksikan para kader PKK di wilayah untuk aktif berkoordinasi dengan pengurus RT, RW, Karang Taruna, hingga kelurahan. Sinergi ini bertujuan memetakan pergaulan berisiko dan melakukan pendekatan persuasif sebelum terjadi insiden yang membahayakan.

“Jangan sampai kita kecolongan. Lebih baik kita repot dari sekarang untuk terus melakukan pengawasan, daripada kita menyesal di kemudian hari,” kata dr. Elvira.

Langkah preventif PKK ini sejalan dengan kebijakan Wali Kota Tasikmalaya yang meningkatkan patroli malam serta memberikan pembinaan bagi remaja yang nongkrong tanpa tujuan jelas.

Implementasi 10 Program Pokok PKK dan Dukungan Kecamatan

Dalam kunjungan lapangan bersama Camat Bungursari Sodik Sunandi, tim TP PKK meninjau langsung pelaksanaan 10 program pokok di Kampung Binaan. Seperti usaha pertanian, pojok baca, posyandu, dan rumah sehat. dr. Elvira mengorelasikan keberhasilan program karakter keluarga dengan penurunan angka kenakalan remaja.

Camat Bungursari, Sodik Sunandi, mengapresiasi peninjauan langsung tersebut. Pihaknya menegaskan komitmen untuk terus berkolaborasi dengan kader PKK, puskesmas, dan Karang Taruna guna menuntaskan berbagai masalah sosial di wilayahnya.

“TP-PKK ini bukan berfokus pada peningkatan kesejahteraan keluarga semata, PKK merupakan mitra strategis Pemerintah dalam membantu menyelesaikan persoalan-persoalan sosial yang dihadapi masyarakat khususnya di wilayah,” kata Sodik Sunandi.

(Seda)

Mahasiswa KKN Universitas Nurtanio Edukasi Pencegahan Perundungan di Desa Ciluncat

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Mahasiswa KKN Universitas Nurtanio Edukasi Pencegahan Perundungan di Desa Ciluncat

Oleh: Gina Sofia Rahman
Universitas Nurtanio – Dosen Pembimbing Lapangan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nurtanio memberikan edukasi pencegahan perundungan kepada peserta didik di SD Malakasari dan Insan Kamil, Desa Ciluncat, Selasa (4/8/2026) lalu.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang pengertian, bentuk, dampak, dan cara mencegah perundungan. Siswa juga diajak membangun pertemanan yang sehat, saling menghargai, serta berani menolak tindakan perundungan.

Siswa Dikenalkan pada Bentuk Perundungan

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa perundungan dapat berupa ejekan, pengucilan, maupun tindakan lain yang dilakukan berulang dan menyebabkan orang lain merasa takut, tertekan, atau tersakiti.

Siswa juga diajak memahami pentingnya menghargai perbedaan, tidak mengejek kekurangan teman, dan tidak mengucilkan orang lain. Mereka didorong untuk membantu atau melaporkan apabila melihat temannya mengalami perlakuan yang tidak semestinya.

Penyampaian materi dilakukan secara edukatif dan komunikatif agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Materi tidak hanya menekankan larangan melakukan perundungan, tetapi juga pentingnya membangun empati dan hubungan sosial yang sehat.

Pencegahan Membutuhkan Peran Bersama

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pencegahan perundungan dapat dimulai dari lingkungan sekolah melalui edukasi sederhana dan berkelanjutan.

Sekolah, keluarga, dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak. Guru dapat memberikan pendampingan di sekolah, orang tua membangun komunikasi terbuka di rumah, sedangkan masyarakat mendukung terciptanya lingkungan sosial yang ramah anak.

Keterlibatan mahasiswa KKN menjadi salah satu bentuk kontribusi terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitar. Selain memberikan pengalaman akademik, kegiatan ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan edukasi langsung kepada anak-anak.

Anak Didorong Berperan Aktif

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya diposisikan sebagai pihak yang perlu dilindungi. Mereka juga mendapat pengetahuan, ruang untuk berbicara, dan dorongan untuk ikut menciptakan lingkungan pertemanan yang saling menghargai.

Pencegahan perundungan membutuhkan proses yang berkelanjutan. Karena itu, edukasi perlu berjalan secara konsisten dengan melibatkan seluruh lingkungan pendidikan.

Melalui kegiatan di SD Malakasari dan Insan Kamil, mahasiswa KKN Universitas Nurtanio mendorong terciptanya sekolah yang aman, bebas dari perundungan, dan mendukung anak untuk belajar serta berkembang tanpa rasa takut.

Igor Tolic Takjub Lihat Ribuan Bobotoh Padati GBLA Jelang Persib vs Persija

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Foto: Ribuan Bobotoh padati Stadion Gelora Bandung Lautan Api. (Arif)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, mengutarakan rasa takjubnya melihat dukungan melimpah dari Bobotoh menjelang laga tandang Super League 2026/2027 kontra Persija Jakarta. Pertandingan sengit tersebut bakal bergulir di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (12/9/2026).

Ribuan Bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Kamis (10/9/2026). Suporter setia ini sengaja hadir dalam sesi latihan guna memberikan dorongan semangat langsung kepada Marc Klok dan kawan-kawan agar mampu membawa pulang tiga poin dari Jakarta.

Baca Juga: Kiper Muda Persib Fitrah Maulana Siap Hadapi Persija Jakarta

Dukungan masif tersebut menjadi suntikan motivasi berharga bagi skuad Maung Bandung menjelang laga pekan kedua kompetisi musim ini. Igor Tolic memastikan timnya siap menyajikan penampilan maksimal di lapangan.

“Luar biasa, seperti biasanya, musim lalu luar biasa dan kali ini lebih baik. Kami akan pergi ke sana besok,” kata Igor Tolic di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kamis (10/9/2026).

Target Curi Kemenangan Demi Kebanggaan Fans

Juru taktik asal Kroasia ini menegaskan komitmen seluruh elemen tim untuk membalas energi positif Bobotoh dengan performa terbaik saat menghadapi skuad Macan Kemayoran.

“Kami akan melakukan yang terbaik untuk membuat semua fans bangga dan pada akhirnya kita akan lihat apa yang akan terjadi,” kata Igor Tolic.

Fokus Utama Persija Sebelum Laga AFC Champions League Two

Igor Tolic menjelaskan bahwa fokus penuh seluruh pemain saat ini tertuju pada pertempuran melawan Persija. Skuad Persib baru akan mengalihkan pandangan ke kompetisi Asia, Grup AFC Champions League Two 2026/2027, usai menyelesaikan laga di Jakarta.

“Setelah itu kami akan pergi ke Korea. Tapi kami pergi ke Jakarta untuk melakukan yang terbaik dan harapannya fans bisa merasa bangga besok,” kata Igor Tolic.

(Arif)

1 Juta Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Ciamis, Perumdam Tirta Galuh Pastikan Pelanggan Tetap Terlayani

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Penyaluran Air Bersih Perumdam Tirta Galuh Ciamis, (Dokumen FOKUSJabar.id)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Perumdam Tirta Galuh Ciamis mengambil langkah sigap dalam menangani dampak krisis air bersih akibat musim kemarau 2026 yang tergolong ekstrem. Perumdam terus mengoptimalkan penyaluran pasokan air bersih guna membantu warga di puluhan wilayah terdampak.

Humas Perumdam Tirta Galuh Ciamis, Reza Fajri, mengonfirmasi bahwa angka pendistribusian air bersih telah menembus angka sekitar satu juta liter hingga September 2026. Penyaluran air tangki tersebut menjangkau titik-titik krisis yang tersebar di 20 kecamatan di Kabupaten Ciamis.

Baca Juga: Warga Ciamis Tak Perlu Lagi Naik Turun Bawa Ember, Polres Ciamis Bangun Jaringan Air Bersih

“Pendistribusian air selama musim kemarau ke 20 kecamatan hingga September 2026 ini sudah mencapai kurang lebih 1 jutaan liter,” kata Reza Fajri, Kamis, (10/9/2026).

Sinergi Kolaboratif Lintas Instansi dan BUMD

Perumdam Tirta Galuh tidak bergerak sendiri. Pihaknya berkolaborasi intensif bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sesama BUMD, serta organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Ciamis agar distribusi air berjalan optimal dan merata.

Langkah ini melengkapi upaya penanganan darurat kekeringan yang juga terus berjalan bersama BPBD Ciamis.

Jaminan Layanan dan Distribusi Tetap Lancar Bagi Pelanggan

Di tengah penyusutan sumber air baku saat musim kemarau, Perumdam Tirta Galuh Ciamis memastikan operasional pasokan ke rumah-rumah pelanggan tetap berjalan stabil. Pihak manajemen menerapkan penyesuaian teknis di lapangan guna menjaga kontinuitas aliran air.

“Hingga saat ini belum ada keluhan berlebih dari pelanggan. Pendistribusian air tetap lancar, meski ada beberapa penyesuaian,” kata Reza Fajri.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, mengonfirmasi lonjakan signifikan pada intensitas laporan kekeringan tahun ini. Sebaran wilayah krisis air kini merambah hingga ke area-area baru.

Data BPBD Ciamis per Minggu (6/9/2026) mencatat kekeringan telah menerjang 19 kecamatan, 34 desa, serta 77 dusun. Kondisi ini memaksa 8.646 kepala keluarga (KK) berjuang keras untuk mendapatkan air bersih. Pihak BPBD memprediksi angka terdampak masih terus melonjak seiring proses pendataan di lapangan.

“Sampai dengan hari Sabtu, sekitar 911.000 liter atau kurang lebih 182 tangki,” kata Ani.

Ani menuturkan bahwa perkiraan BMKG menunjukkan potensi kekeringan masih akan melanda kawasan ini hingga satu bulan ke depan.

(Irfansyahriza)

Dispusip Ciamis Bentuk Tim Khusus, Perpustakaan SMP Negeri Didorong Segera Terakreditasi

0

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kabupaten Ciamis terus memperkuat mutu pengelolaan serta layanan perpustakaan daerah. Pihaknya menggelar Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan SMP Negeri di Aula Dispusip Ciamis, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Tim Akreditasi dan Sekretariat Akreditasi Perpustakaan RI Wilayah Jawa Barat. Pengelola perpustakaan SMP Negeri se-Kabupaten Ciamis hadir secara langsung untuk menyerap panduan peningkatan standar tata kelola.

Baca Juga: Pemkab Ciamis Sabet Dua Penghargaan Manajemen ASN dari BKN

Kepala Dispusip Ciamis, H. Okta Jabal Nugraha, menegaskan pentingnya profesionalisme pengelola dalam membangun budaya literasi masyarakat.

“Perpustakaan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membangun budaya literasi masyarakat,” kata Okta Jabal Nugraha, Kamis (10/9/2026).

Pembinaan ini berlangsung secara bertahap dan menyeluruh. Sebelum menyasar SMP Negeri, program serupa telah selesai terlaksana bagi pengelola perpustakaan SD Negeri serta perpustakaan umum di tingkat desa dan kelurahan. Langkah ini menjamin pemerataan kualitas layanan informasi hingga ke lapisan masyarakat terbawah.

Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan SMP Negeri di Aula Dispusip Ciamis
Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan SMP Negeri di Aula Dispusip Ciamis

Pembentukan Tim Khusus Pendampingan Akreditasi

Okta menegaskan pemerintah membina keseriusan ini dengan membentuk tim khusus pendampingan akreditasi. Tim ini bertugas membimbing pengelola perpustakaan dari tahap persiapan dokumen hingga pengajuan status terakreditasi.

Pemerintah juga membuka pintu konsultasi secara luas bagi seluruh instansi, sekolah, maupun pengelola perpustakaan desa yang ingin membenahi sistem tata kelola mereka.

Proses akreditasi berfungsi sebagai alat ukur objektivitas, bukan sekadar perburuan lembar sertifikat. Terlebih status terakreditasi menjamin penataan koleksi buku, fasilitas fisik, serta kualifikasi tenaga perpustakaan telah memenuhi Standar Nasional Perpustakaan.

Sistem ini memperkuat peran perpustakaan sekolah sebagai pilar utama pembentukan karakter dan budaya baca siswa.

Dorongan Terhadap Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat

Upaya masif ini sejalan dengan target Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM). Kemudian sinergi antarlembaga menjadi kunci utama dalam mewujudkan ekosistem belajar yang berkelanjutan di Ciamis.

“Perpustakaan yang baik akan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun masyarakat yang cerdas, berdaya saing, dan berbudaya literasi,” kata Okta Jabal Nugraha.

(Rilis)

Pemkab Ciamis Sabet Dua Penghargaan Manajemen ASN dari BKN

0
CIAMIS,FOKUSjabar.id
Pemkab Ciamis Sabet Dua Penghargaan Manajemen ASN dari BKN (Istimewa)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Ciamis kembali mengukir prestasi dalam tata kelola Aparatur Sipil Negara (ASN). Kali ini, Pemkab Ciamis memboyong dua penghargaan sekaligus dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional III Bandung atas komitmen mereka membenahi manajemen kepegawaian daerah.

Capaian Prestasi di Tingkat Provinsi Jawa Barat

Panitia menyerahkan penghargaan tersebut dalam Rapat Koordinasi Kepegawaian Wilayah Kerja Kantor Regional III BKN Tahun 2026 di Gedung Aula Rama Shinta BKN Bandung, Rabu (9/9/2026). Pemkab Ciamis meraih Peringkat Terbaik III Capaian Indeks Kualitas Data Instansi serta Peringkat V Skor Arsip ASN se-Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga: Satres Narkoba Polres Ciamis Gagalkan Peredaran Ratusan Dus Miras

Pencapaian ini membuktikan fokus pembenahan manajemen kepegawaian Ciamis yang menyasar aspek Kualitas data dan kerapian arsip secara mendalam, bukan sekadar menggugurkan kewajiban administrasi semata.

“Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan kepegawaian, khususnya dalam memastikan data ASN akurat dan administrasi kepegawaian tertata dengan baik,” tulis keterangan resmi Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Penguatan Manajemen Talenta dan Kebijakan Berbasis Data

Agenda rakor tahun ini mengusung tema “SINERGI untuk NEGERI: ASN Bergerak, Manajemen Talenta Menguat, Asta Cita Berdampak.” Tema ini menggarisbawahi urgensi penguatan tata kelola ASN guna mendorong efektivitas kinerja pemerintah yang berdampak langsung bagi publik.

Akurasi data ASN memegang peranan vital sebagai fondasi utama pengambilan keputusan, mulai dari perencanaan hingga pengembangan kapasitas aparatur secara presisi.

“Data kepegawaian yang berkualitas bukan hanya persoalan administrasi, tetapi menjadi dasar dalam mendukung perencanaan dan pengambilan kebijakan yang lebih tepat. Karena itu, capaian ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan,” lanjut pihak Pemkab Ciamis.

Dorongan Penguatan Birokrasi Berkelanjutan

Raihan prestasi aspek arsip kepegawaian mencerminkan keberhasilan Ciamis dalam membangun sistem dokumentasi yang tertib, transparan, dan akuntabel. Capaian ini memicu semangat Pemkab Ciamis untuk terus melanjutkan pembenahan sistem kepegawaian di seluruh dinas dan instansi daerah.

Pemerintah Kabupaten Ciamis menegaskan komitmen memperkuat kolaborasi lintas perangkat daerah demi mempertahankan kinerja positif ini ke depan.

“Ke depan, sinergi seluruh perangkat daerah akan terus diperkuat agar pengelolaan ASN semakin profesional, transparan, akuntabel dan berbasis data. Pada akhirnya, seluruh proses tersebut harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pungkas keterangan Pemkab Ciamis.

(Mia)