spot_imgspot_img
Senin 30 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 99

Penyebab dan Cara Mengatasi Rambut Berketombe

0
Mengatasi Rambut Berketombe fokusjabar.id
Ilustrasi (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Ketombe merupakan salah satu gangguan kulit kepala yang paling sering di alami masyarakat. Serpihan putih yang jatuh ke bahu atau menempel di rambut kerap menimbulkan rasa tidak nyaman.

Meski umum terjadi, kondisi ini bukan sekadar persoalan kebersihan.

BACA JUGA:

Menggali Manfaat Luar Biasa Anggur Hitam untuk Kesehatan

Dalam dunia medis, ketombe di pahami sebagai percepatan proses pergantian sel kulit di kulit kepala. Ketika sel-sel mati terlepas lebih cepat dari biasanya, serpihan menjadi terlihat jelas.

Kondisi tersebut umumnya tidak berbahaya. Namun dapat berlangsung lama dan berulang jika tidak di tangani dengan tepat.

Sejumlah penelitian dermatologi menunjukkan bahwa keseimbangan minyak, mikroorganisme alami serta kondisi kesehatan individu berperan dalam munculnya ketombe.

Berikut beberapa faktor yang kerap menjadi pemicu:

  • Pertumbuhan jamur Malassezia yang tidak terkendali, memicu iritasi dan pengelupasan berlebihan.
  • Produksi minyak berlebih di kulit kepala yang menciptakan lingkungan ideal bagi jamur.
  • Kulit kepala kering, menghasilkan serpihan kecil yang menyerupai ketombe.
  • Dermatitis seboroik, peradangan yang di tandai kemerahan dan sisik lebih tebal.
  • Sensitivitas terhadap produk perawatan rambut, terutama yang bersifat iritatif.
  • Tekanan psikologis dan gaya hidup kurang sehat, termasuk kurang tidur dan pola makan tidak seimbang.

Penanganan ketombe perlu di sesuaikan dengan penyebabnya agar hasilnya optimal.

Berikut langkah yang dapat di lakukan:

  1. Memakai sampo khusus antiketombe dengan kandungan antijamur seperti zinc pyrithione, ketoconazole, selenium sulfide, atau ciclopirox.
  2. Menggunakan formula dengan salicylic acid atau coal tar untuk membantu mengangkat sel kulit mati.
  3. Membersihkan rambut secara rutin, khususnya bagi pemilik kulit kepala berminyak.
  4. Menghentikan penggunaan produk yang memicu iritasi, dan beralih ke formula yang lebih lembut.
  5. Menjaga pola hidup sehat, termasuk mengelola stres dan memenuhi kebutuhan nutrisi.
  6. Berkonsultasi dengan dokter kulit apabila kondisi tidak membaik setelah perawatan mandiri.

BACA JUGA:

Rekomendasi Potongan Rambut Pria Yang Hits 2023

Dengan memahami penyebab serta memilih langkah yang tepat, ketombe dapat di kendalikan.

Konsistensi dalam perawatan menjadi faktor penting untuk menjaga kesehatan kulit kepala secara berkelanjutan.

(Jingga Sonjaya)

9 Kandungan Skincare Terbaik untuk Kulit Kering dan Fungsinya

0
Kulit Kering fokusjabar.id
(foto: Pixabay)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kulit kering masih menjadi persoalan umum yang di alami banyak orang. Gejalanya bisa berupa rasa kaku setelah mencuci wajah, permukaan kulit tampak kusam hingga muncul serpihan halus di area tertentu.

Jika tidak di tangani dengan tepat, kondisi ini dapat berkembang menjadi iritasi ringan karena lapisan pelindung kulit melemah.

BACA JUGA:

Memahami Anatomi Lapisan Kulit Manusia dan Cara Menjaganya

Secara ilmiah, kulit kering terjadi saat kadar air dan lemak alami di lapisan terluar kulit berkurang. Akibatnya, kemampuan kulit untuk mempertahankan kelembapan tidak optimal.

Paparan sinar matahari, penggunaan sabun yang terlalu keras serta perubahan suhu dapat mempercepat proses tersebut.

Untuk mengatasinya, pakar perawatan kulit menekankan pentingnya memilih produk dengan kandungan yang bekerja dalam tiga mekanisme. Yakni, menarik air, memperbaiki pelindung kulit serta mengunci hidrasi agar tidak mudah hilang.

Berikut sejumlah bahan yang di nilai efektif:

  1. Hyaluronic Acid membantu menarik air ke dalam kulit. Sehingga tampak lebih kenyal dan terhidrasi.
  2. Glycerin mendukung kelembapan sekaligus memperhalus tekstur kulit yang kasar.
  3. Ceramides memperkuat skin barrier agar kehilangan air dapat di minimalkan.
  4. Squalane membantu menjaga elastisitas dengan meniru minyak alami kulit.
  5. Shea Butter berperan sebagai pelembut yang memberi rasa nyaman pada kulit sangat kering.
  6. Petrolatum membentuk lapisan pelindung untuk mencegah penguapan air berlebihan.
  7. Dimethicone membantu menjaga hidrasi sekaligus membuat kulit terasa lebih halus.
  8. Niacinamide mendukung pembentukan lipid alami dan membantu meredakan kemerahan ringan.
  9. Aloe Vera memberi hidrasi tambahan dan efek menenangkan pada kulit sensitif.

Di sisi lain, beberapa bahan perlu di gunakan dengan hati-hati. Alkohol denaturasi, pewangi berlebih serta surfaktan keras. Seperti SLS dapat membuat kulit semakin kering.

BACA JUGA:

Kesehatan Kulit: Pentingnya Menjaga dan Merawatnya

Eksfoliator kimia seperti AHA dan BHA tetap bisa di gunakan. Tetapi harus di sesuaikan dengan kondisi kulit.

Perpaduan humektan, emolien dan occlusive dalam satu rangkaian perawatan di nilai paling efektif menjaga keseimbangan air di kulit. Pemahaman terhadap fungsi tiap kandungan membantu konsumen menentukan pilihan produk secara lebih bijak.

Dengan perawatan yang konsisten dan komposisi yang tepat, kulit kering dapat terjaga kelembapannya serta terasa lebih sehat dalam jangka panjang.

(Jingga Sonjaya)

Misi Balas Dendam Persib Bandung Sukses Melalui Andrew Jung

0
Misi Persib Bandung fokusjabar.id
Misi Persib Bandung kalahkan Persita (foto: persib.co.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Misi Persib Bandung membalas kekalahan atas Persita Tangerang berhasil di selesaikan Andrew Jung dan kawan-kawan dengan skor 1-0.

Pertandingan pekan ke-22 Super League di gelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung Jawa Barat (Jabar), Minggu (22/2/2026).

BACA JUGA:

Persib Bandung Incar 3 Poin kontra Persita, Misi Balas Dendam

Gol tunggal Maung Bandung di cetak Andrew Jung pada menit 50. Kemenangan tersebut semakin mengokohkan di puncak klasemen dengan mengumpulkan nilai 50.

Anak asuh Bojan Hodak unggul tiga poin dari Persija Jakarta yang berada di peringkat kedua.

Persib Bandung kontra Persita Tangerang bermain imbang tanpa gol di babak pertama.

Tim kebanggaan Bobotoh baru bisa unggul atas Persita setelah tandukan Andrew tidak bisa di antisipasi koper Persita, Rodrigues.

Persib semakin agresif membangun serangan. Frans Putros masuk ke kotak penalti Persita di menit 56. Namun Dia di anggap melakukan pelanggaran.

Pada menit 61, Reijnders membawa bola untuk turut berkontribusi terhadap serangan Pangeran Biru. Namun sepakannya masih bisa di amankan Rodrigues.

Bojan Hodak melakukan pergantian pemain pada menit 64. Andrew Jung dan Adam Alis di ganti Beckham Putra Nugraha dan Sergio Castel.

Berguinho berdiri di dalam kotak penalti Persita di menit 71 dan menerima umpan silang dari sisi kiri. Sundulannya mengarah ke gawang tapi Rodrigues kembali mampu menangkap bola.

Saddil Ramdani keluar di gantikan Uilliam Barros di menit 76. Barros langsung dapat sodoran dari Beckham dan coba meneruskannya kepada Castel. Sayang hanya membuahkan sepak pojok.

BACA JUGA:

Persib Bandung Tutup Tribun Selatan dan VBS

Berguinho dan Kakang Rudianto di tarik keluar. Mereka di gantikan Dion Markx dan Robi Darwis.

Skema sepak pojok yang menarik di peragakan Persita di menit 90 dengan sang kiper, Rodrigues keluar dari gawang untuk berusaha mencetak gol. Namun Maung Bandung mampu meredam serangan.

Misi Persib Bandung fokusjabar.id
Saddil Ramdani (foto: persib.co.id)

Wasit pertandingan memutuskan tambahan waktu 10 menit. Pada menit 90+4, Castel menyundul bola hasil umpan silang matang dari Putros. Tapi bola masih berakhir di atas mistar.

Menit 90+8, Rodrigues kembali membantu serangan. Tapi lagi-lagi ancaman Pendekar Cisadane bisa di bendung.

Serangan balik di bangun Persib melalui Beckham. Dia di jatuhkan secara paksa oleh Rodrigues yang berujung kartu merah setelah wasit meninjau VAR.

Dengan slot pergantian yang telah habis, Persita akhirnya menunjuk pemain berposisi striker, Hokky Caraka untuk jadi kiper.

Peluit panjang akhirnya di bunyikan wasit tanda pertandingan berakhir.

(Bambang Fouristian)

Dari Gotong Royong Warga, KTM Buruan Sae Bandung Jadi Model Pertanian Perkotaan Terpadu

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Kelompok Tani Mandiri (KTM) Buruan Sae di Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung menjadi contoh nyata keberhasilan pertanian perkotaan terpadu berbasis masyarakat -Ist-

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kelompok Tani Mandiri (KTM) Buruan Sae di Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, menunjukkan keberhasilan pertanian perkotaan terpadu berbasis masyarakat. Inisiatif yang melibatkan 13 RW ini memperkuat ketahanan pangan, pengelolaan sampah, sekaligus kemandirian warga di tengah keterbatasan lahan perkotaan.

Ketua Forum RW Kelurahan Cibangkong, Nandang Rustaman, menjelaskan mulai merintis KTM Buruan Sae April 2023 melalui semangat gotong royong warga. Pada tahap awal, kawasan tersebut masih sederhana dan belum tertata.

Baca Juga: Safari Ramadan edisi Keempat, Wali Kota Bandung Ajak Hartono Soekwanto dan Irfan Hakim Berbagi

“Dulu kondisinya tidak seperti sekarang. Kami membangun sedikit demi sedikit, menyesuaikan kemampuan warga,” ujar Nandang.

Perkembangan pesat terjadi pada 2024 setelah kelompok ini menerima dukungan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan. Bantuan tersebut mempercepat penataan kawasan sekaligus memperkuat sistem pertanian terpadu yang warga jalankan.

Kini, Buruan Sae tidak hanya berfungsi sebagai lahan pertanian. Kawasan ini juga mengintegrasikan peternakan, perikanan, serta fasilitas pengolahan sampah terpadu. Hasil panen dimanfaatkan untuk kepentingan sosial masyarakat.

“Alhamdulillah, hasilnya bisa kami bagikan kepada warga yang membutuhkan, termasuk untuk mendukung penanganan stunting,” kata Nandang.

Wali Kota Bandung Dorong KTM Buruan Sae Bertahan dan terus Berkembang

Keberhasilan KTM Buruan Sae turut menarik perhatian Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, yang meninjau langsung lokasi bersama Irfan Hakim. Dalam kunjungan tersebut, Farhan menyampaikan apresiasi dan mendorong agar inisiatif warga ini terus bertahan serta terus berkembang.

“Pak Wali Kota terkesan. Beliau melihat bahwa di kawasan perkotaan masih bisa tumbuh kelompok tani yang produktif dan bermanfaat bagi warga,” ungkap Nandang.

Keunggulan KTM Buruan Sae terletak pada sistem pengelolaan terintegrasi. Dalam satu kawasan, warga mengelola tanaman hortikultura, peternakan, kolam ikan, hingga pengolahan sampah berbasis ekonomi sirkular. Berbagai metode penerapan, mulai dari budidaya maggot, pengomposan, hingga pemanfaatan ulang sampah rumah tangga.

“Pengelolaannya lengkap. Tanaman, ternak, ikan, sampai pengolahan sampah kami jalankan dalam satu sistem sirkular,” jelasnya.

Keberadaan Buruan Sae membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk membangun ketahanan pangan di tingkat lingkungan. Warga berharap inisiatif ini dapat menginspirasi wilayah lain sekaligus menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap potensi daerahnya.

“Harapan saya, warga tidak perlu ragu dan malu menjadi orang Cibangkong. Kita bisa berkarya di daerah sendiri, yang penting semangat,” pungkas Nandang.

(Yusuf Mugni)

Safari Ramadan edisi Keempat, Wali Kota Bandung Ajak Hartono Soekwanto dan Irfan Hakim Berbagi

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Bersama Pengusaha Kota Bandung Hartono Soekwanto dan Presenter Irfan Hakim Saat Memberikan Santunan Kepada Anak Yatim di Masjid Agung Bandung Minggu ( 22/2/2026), (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Safari Ramadan yang digelar di Masjid Agung Kota Bandung memasuki edisi keempat, Minggu (22/2/2026). Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus momentum berbagi kepada sesama di bulan suci.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjelaskan, Safari Ramadan merupakan agenda rutin yang melibatkan camat dan lurah dari seluruh wilayah Kota Bandung secara bergiliran. Pemerintah Kota Bandung mengemas kegiatan tersebut melalui buka puasa bersama dan dialog langsung dengan unsur kewilayahan.

Baca Juga: Kelola Sampah dari Hulu, Wali Kota Bandung Gandeng Hartono Soekwanto dan Irfan Hakim

“Selama Ramadan, kami rutin mengadakan buka puasa bersama di Masjid Agung. Setiap hari, kecamatan dan kelurahan hadir secara bergantian. Jika warga ikut bergabung, tentu suasananya makin hangat. Apalagi hari ini hadir Irfan Hakim,” ujar Farhan.

Dalam kegiatan tersebut, Farhan juga menggandeng pengusaha Hartono Soekwanto serta presenter Irfan Hakim untuk menyalurkan santunan kepada anak yatim.

Farhan menegaskan, Safari Ramadan tidak berhenti pada seremonial semata. Ia memanfaatkan agenda ini untuk menjaga komunikasi dan memperkuat kebersamaan antara pemerintah kota dengan jajaran kewilayahan hingga tingkat kelurahan.

“Kami ingin terus membuka dan menjaga tali silaturahmi dengan seluruh camat dan lurah. Karena itu, setiap hari wilayah berbeda kami hadirkan di Masjid Agung,” katanya.

Masjid Agung Menjadi Bagian Pentin Sejarah dan Identitas Kota Bandung

Pada kesempatan yang sama, Farhan mengajak masyarakat untuk mencintai dan memakmurkan Masjid Agung Bandung yang berdiri sejak tahun 1812. Menurutnya, masjid tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi bagian penting dari sejarah dan identitas Kota Bandung.

“Masjid Agung ini sudah lebih dari dua abad menjadi bagian Kota Bandung. Kita jaga bersama dan kita makmurkan bersama. Ini bagian dari karakter Bandung,” tegasnya.

Sementara itu, Irfan Hakim mengaku bangga dapat terlibat dalam Safari Ramadan tersebut. Ia mengapresiasi komitmen Farhan yang menargetkan kegiatan ini berlangsung penuh selama 30 hari Ramadan.

“Ini luar biasa. Baru hari keempat, masih ada 26 hari ke depan. Ngabuburit bareng Kang Farhan bukan hanya mencari kebersamaan, tapi juga keberkahan dan kesempatan berbagi dengan mereka yang membutuhkan,” ujar Irfan.

(Yusuf Mugni)

Hujan Deras Picu Longsor di Cihaurbeuti Ciamis, Dua Rumah Warga Terdampak

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot istimewa : jalan di wilayah Kecamatan Cihaurbeuti Ciamis yang longsor

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Hujan deras dengan intensitas tinggi yang turun sejak siang hingga malam memicu longsor di Dusun Cikadongdong, Desa Sukahaji, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Minggu (22/2/2026). Tebing di pinggir jalan desa runtuh sepanjang sekitar 20 meter dengan ketinggian diperkirakan mencapai 30 meter.

Longsor tersebut berdampak pada dua rumah warga milik Akoh dan Daliah. Selain itu, material longsoran menggerus hampir setengah badan jalan desa, sehingga kendaraan roda empat tidak dapat melintasi lokasi kejadian.

Baca Juga: Tebing Tujuh Meter Longsor di Ciamis, Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Kepala BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian dari aparat Kecamatan Cihaurbeuti pada sore hari.

“Longsor terjadi sekitar pukul 14.30 WIB saat hujan deras mengguyur wilayah Cihaurbeuti dan sekitarnya,” ujar Ani.

Setelah menerima laporan, BPBD Kabupaten Ciamis langsung menurunkan personel ke lokasi untuk melakukan asesmen. Hasil pengecekan lapangan tersebut akan menjadi dasar laporan kepada pimpinan serta langkah penanganan lanjutan.

“Karena kondisi badan jalan tergerus hampir separuh, kendaraan roda empat kami larang melintas demi keselamatan,” jelasnya.

Ani menambahkan, kejadian serupa tidak hanya terjadi di Kecamatan Cihaurbeuti. BPBD juga menerima informasi adanya longsor yang menggerus badan jalan di Desa Saguling, Kecamatan Baregbeg.

“Kami sudah mencatat laporan dari Desa Saguling terkait tebing pinggir jalan yang longsor dan sedang menindaklanjutinya,” pungkas Ani.

(Husen Maharaja)

Kelola Sampah dari Hulu, Wali Kota Bandung Gandeng Hartono Soekwanto dan Irfan Hakim

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Ketfot: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Bersama Pengusaha Hartono Soekwanto dan Presenter Irfan Hakim Saat Meninjau Langsung tiga titik pengelolaan sampah berbasis masyarakat di sejumlah wilayah di Bandung, pada Minggu (22/2/2026). (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak pengusaha Hartono Soekwanto dan presenter Irfan Hakim meninjau langsung praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat di sejumlah wilayah Kota Bandung, Minggu (22/2/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat gerakan pilah sampah dari rumah sekaligus mendorong replikasi pengelolaan sampah berbasis komunitas di tingkat RW. Farhan menilai, keberhasilan pengelolaan sampah harus bermulai dari hulu, yakni rumah tangga dan lingkungan warga.

Baca Juga: Macet Jadi PR Utama, Pemkot Bandung Dorong Infrastruktur dan Transportasi Terpadu

Tiga lokasi menjadi tujuan peninjauan, yaitu Jasmine Integrated Farming, Buruan SAE Cibangkong, serta Rumah Maggot Kurdi Timur. Ketiga titik tersebut menunjukkan bagaimana mengolah sampah rumah tangga menjadi maggot, pupuk kompos, sekaligus mendukung urban farming warga.

Di Jasmine Integrated Farming, warga telah menjalankan pengelolaan sampah terpadu sejak 2019. Setiap hari, komunitas ini mengolah sekitar 150 kilogram sampah organik atau hampir lima ton per bulan. Langkah tersebut membuat sampah tidak lagi berakhir di tempat pembuangan sementara.

Ketua KSM Jasmine Integrated Farming, Dodi Iriana, menekankan bahwa konsistensi warga menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

“Secara materi mungkin tidak besar, tetapi keberkahannya luar biasa. Sejak 2019 kami menerima berbagai penghargaan dari tingkat kecamatan hingga nasional. Bahkan tamu dari luar kota dan luar negeri datang setelah melihat aktivitas kami di media sosial,” ujar Dodi.

Ia menambahkan, pengelolaan sampah tersebut mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp2 juta per bulan kegunaannya untuk operasional dan penguatan ekonomi komunitas.

Pengolahan Sampah Seperti di Jepang

Bandung, FOKUSJabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Bersama Pengusaha Hartono Soekwanto

Pada kesempatan yang sama, Hartono Soekwanto yang akrab disapa Bos Koi mengaku terkesan dengan kesadaran warga dalam mengelola sampah secara mandiri. Menurutnya, pola tersebut mencerminkan disiplin pengelolaan sampah seperti yang diterapkan di Jepang.

“Sampah yang dihasilkan, dikelola sendiri, lalu diubah menjadi maggot dan kompos. Ini luar biasa. Sebagai warga, tentu kami senang melihat perkembangan seperti ini,” katanya.

Ia pun mengajak masyarakat mulai memilah sampah dari rumah sebagai langkah sederhana untuk mendukung kebersihan Kota Bandung.

“Mulai dari hal kecil, seperti memisahkan kulit buah. Kita bantu program pemerintah. Harapan kita semua sama, Bandung jadi kota yang lebih bersih,” ucapnya.

Sementara itu, Muhammad Farhan menegaskan bahwa Kota Bandung memiliki 1.592 RW yang harus terlibat aktif dalam pengelolaan sampah. Ia mendorong agar praktik baik dari sejumlah RW segera direplikasi ke wilayah lain.

“Kita harus replikasi, replikasi, dan replikasi. Komitmen kami jelas, sampah harus selesai dari hulunya, dari rumah dan lingkungan sendiri,” tegas Farhan.

Farhan optimistis, meningkatnya partisipasi warga akan membantu Kota Bandung menangani persoalan sampah secara bertahap dan berkelanjutan.

Di sisi lain, Irfan Hakim menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam memperkuat gerakan peduli lingkungan, terutama di kota kreatif seperti Bandung. Menurutnya, keterlibatan anak muda akan mempercepat perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah.

Kunjungan tersebut memperlihatkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, figur publik, dan masyarakat menjadi kunci membangun sistem pengelolaan sampah berkelanjutan yang bermulaii dari rumah dan lingkungan warga.

(Yusuf Mugni)