spot_imgspot_img
Jumat 14 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 99

Swasembada Pangan, Ciamis Perkuat Sinergi Penyuluh dan Petani Capai Target LTT

0
swasembada pangan ciamis fokusjabar.id
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Ape

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) terus memperkuat sinergi antara penyuluh pertanian dan petani untuk mempercepat pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT) sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional.

Komitmen tersebut di tegaskan dalam sosialisasi percepatan LTT yang di gelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis bersama Kementerian Pertanian, Sabtu (25/7/2026).

BACA JUGA:

De-Sille Barber Goes To School, Inovasi Dinsos Ciamis Hadirkan Layanan Cukur Rambut di Sekolah

Kegiatan yang di ikuti jajaran UPTD Pertanian dan Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) se-Kabupaten Ciamis itu menjadi forum penyamaan persepsi sekaligus penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengawal percepatan tanam di seluruh wilayah.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Ape mengatakan, Kabupaten Ciamis mendapat kepercayaan dari Kementerian Pertanian sebagai salah satu daerah pendukung swasembada pangan.

Karena itu, seluruh jajaran pertanian di daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan target yang di berikan dapat tercapai.

Menurutnya, keberhasilan program LTT tidak hanya di tentukan oleh kebijakan pemerintah. Tetapi juga oleh kuatnya kolaborasi antara penyuluh pertanian dengan para petani di lapangan.

“Penyuluh menjadi ujung tombak pemerintah dalam mendampingi petani. Mereka berperan memastikan proses tanam berjalan sesuai target, sekaligus membantu menyelesaikan berbagai kendala yang di hadapi petani,” ujar Ape.

Ia menambahkan, penyuluh pertanian melalui Balai Penyuluhan Pertanian memiliki peran strategis dalam memantau perkembangan luas tanam, melakukan pendampingan teknis hingga memastikan seluruh program pemerintah dapat di terapkan secara optimal di tingkat petani.

Karena itu, Ape meminta seluruh Koordinator BPP di Kabupaten Ciamis terus menjalin komunikasi yang intensif dengan Dinas Pertanian maupun Kementerian Pertanian apabila menemukan hambatan di lapangan.

“Kalau ada kendala, segera laporkan. Dengan koordinasi yang baik, persoalan bisa cepat di selesaikan. Sehingga target tanam tidak terganggu,” katanya.

BACA JUGA:

Anjar Asmara Siap Jadi Wakil Bupati Ciamis Jika Dipercaya, Kesepakatan Koalisi Jadi Kunci

Ape juga menyoroti masih terbatasnya sarana transportasi operasional bagi penyuluh pertanian. Menurutnya, kondisi itu cukup memengaruhi mobilitas petugas dalam melakukan pendampingan. Terutama di wilayah yang memiliki akses cukup jauh.

“Padahal, penyuluh di tuntut untuk rutin turun ke lapangan melakukan pendampingan, verifikasi data hingga memantau perkembangan luas tanam di setiap wilayah binaan,” tuturnya.

Untuk mendukung optimalisasi tugas tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap, Kementerian Pertanian dapat memberikan bantuan kendaraan operasional maupun fasilitas pendukung lainnya agar kinerja penyuluh semakin maksimal.

Target LTT Kabupaten Ciamis mencapai 4.649 hektare. Target tersebut merupakan bagian dari kontribusi Kabupaten Ciamis dalam meningkatkan produksi pangan nasional serta memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan.

Pemerintah Kabupaten Ciamis optimistis target tersebut dapat di capai melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian dan para petani.

BACA JUGA:

Jaenal Aripin Sebut AHY Jadi Kekuatan Utama Partai Demokrat

“Kolaborasi seluruh pihak di nilai menjadi kunci agar program percepatan LTT berjalan efektif, sekaligus memperkokoh posisi Ciamis sebagai salah satu daerah penyangga swasembada pangan nasional,” pungkasnya.

(Mia)

Sinergi OJK Tasikmalaya dan Pemda Sumedang Dorong Pelajar Gemar Menabung Melalui Progam Kejar

0
OJK Tasikmalaya Program Kejar fokusjabar.id
Kepala Ojk Tasikmalaya Nofa Hermawati, melakukan kesepakatan bersama dengan TPAD Sumedang dalam meningkatkan edukasi literasi dan Inklusi keuangan untuk masyarakat dan pelajar (ist OJK Tasikmalaya)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memperkuat sinergi dalam memperluas akses keuangan masyarakat. Khususnya di kalangan pelajar melalui Surat Edaran Bupati Sumedang Nomor 41 Tahun 2026 tentang Program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar).

Kebijakan tersebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat kepemilikan rekening tabungan bagi peserta didik.  Mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK).

BACA JUGA:

Optimalkan Pendapatan Daerah, Pemkab Garut-OJK Bersinergi

Selain itu memperluas akses terhadap layanan keuangan formal sebagai bagian dari penguatan literasi dan inklusi keuangan.

Selain mendorong pembukaan rekening di sektor perbankan, Pemerintah Kabupaten Sumedang juga melibatkan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) untuk memperluas akses layanan keuangan formal.

Melalui koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), implementasi Program Kejar di perkuat dengan pendampingan hingga tingkat satuan pendidikan.

Bentuk inovasi yang di terapkan adalah melalui pembagian wilayah pendampingan sekolah. Sehingga koordinasi, pembukaan rekening, pemantauan dan evaluasi capaian dapat di lakukan secara efektif dan berkelanjutan.

Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati mengapresiasi langkah dan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam memperluas akses keuangan bagi pelajar melalui penguatan implementasi program Kejar.

Harapannya, bisa membangun kemandirian finansial dan pengetahuan perencanaan keuangan sejak dini.

Ia mengatakan, keberhasilan Program Kejar di Sumedang menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, industri jasa keuangan (IJK) dan seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat dan pelajar.

BACA JUGA:

OJK Tasikmalaya Edukasi Mahasiswa Unigal Ciamis soal Investasi Legal dan Pasar Modal

“Pemkab Sumedang membuktikan, jika keberhasilan Program Kejar tidak hanya di tentukan oleh jumlah rekening yang di buka. Tetapi juga oleh kuatnya kepemimpinan daerah, sinergi lintas pemangku kepentingan serta sistem monitoring yang berjalan efektif,” kata Nofa Hermawati, Sabtu (25/7/2026).

Ia menjelaskan, Surat Edaran Bupati, pelibatan TPAKD, pembagian wilayah pendampingan sekolah hingga keterlibatan lembaga keuangan formal menjadi praktik baik yang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mempercepat inklusi keuangan generasi muda.

“Komitmen Pemda Sumedang perlu menjadi contoh bagi daerah lain untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi lapisan masyarakat. Khususnya bagi generasi penerus bangsa agar menumbuhkan budaya menabung untuk perencanaan keuangan di masa depan,” jelas Nofa Hermawati.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengungkapkan, Program Kejar merupakan investasi jangka panjang untuk membentuk generasi muda yang mandiri dan bijak secara finansial.

“Menabung bukan sekadar menyimpan uang. Tetapi membangun karakter disiplin, tanggung jawab dan membangun kemampuan untuk merencanakan finasial di masa depan,” ungkap Bupati.

Pemerintah Kabupaten Sumedang berkomitmen untuk menghadirkan kebijakan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan peserta didik. Mulai dari PAUD hingga SMA/SMK.

Selain itu akan memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar budaya menabung menjadi gerakan bersama.

“Melalui sinergi Pemda dan TPAKD serta IJK, Kabupaten Sumedang berhasil membangun ekosistem yang mendorong kepemilikan rekening sejak usia dini. pada Semester I Tahun 2026, Program Kejar sukses menghasilkan 4.761 rekening baru (Number of Accounts/NoA) dengan total nominal sekutar Rp2,46 miliar,” imbuhnya.

BACA JUGA:

OJK Kukuhkan Duta Literasi Keuangan Syariah, Siap Edukasi Warga hingga Pelosok

Melihat keberhasilan ini, OJK akan terus memperkuat kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang, TPAKD dan seluruh pemangku kepentingan melalui edukasi keuangan yang berkelanjutan, perluasan akses terhadap layanan keuangan formal, serta penguatan implementasi Program Kejar.

“Upaya dan komitmen dari semua pihak di harapkan semakin meningkatkan edukasi literasi dan inklusi keuangan di tengah-tengah masyarakat dan pelajar sejak dini. Hal ini untuk mendukung terwujudnya ekosistem keuangan yang inklusif, sehat dan berkelanjutan,” pungkas Nofa Hermawati.

(Seda)

TPU Eureunsono Dipagar Pemdes Sukaluyu, Ini Harapan Warga

0
TPU Eureunsono Sukaluyu fokusjabar.id
Pemagaran TPU Eureunsono Desa Sukaluyu

GARUT, FOKUSJabar.id: Pemerintah Desa (Pemdes) Sukaluyu Kecamatan Sukawening Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), melakukan pemagaran Tempat Pemakaman Umum (TPU) Eureunsono.

Kegiatan tersebut untuk menjaga kehormatan makam dan mencegah matrial tanah timpah ke badan jalan Desa Sukaluyu.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Percepatan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK RI

Kasi Kesra Desa Sukaluyu, Sukma Rahayu mengatakan, anggaran pembangunan bersumber dari Dana Desa (DD) senilai Rp23.212.500.

Menurut Sukma, pembangunn tersebut merupakan lanjutan tahun lalu. Di mana pekerjaannya belum rampung karena efisiensi anggaran.

“Tahun kemarin pengerjaannya belum tuntas karena efisiensi anggaran. Tahun 2026 di lanjutkan dengan Kode Rekening (Kodrek) berbeda,” kata Sukma kepada FOKUSJabar, Sabtu (25/7/2026).

Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Safira Nur Fadillah menambahkan, pelaksanaan kegiatan ini melibatkan unsur masyarakat Dusun 1.

BACA JUGA:

Disdik Garut Dorong Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

“Semua pekerja asli warga Sukaluyu dari golongan ekonomi menengah ke bawah,” singkatnya.

Di tempat yang sama, sejumlah tokoh masyarakat Kampung Eureunsono berharap, setelah pembangunan pagar rampung, Pemdes Sukaluyu mengalokasikan anggaran untuk Penerangan jalan Umum (PJU).

“Besar harapan kami, Pemdes Sukaluyu kembali menganggarkan untuk pemasangan PJU di sepanjang jalan menuju TPU,” imbuh Mereka.

(Andian)

Dekopinda Dorong Koperasi jadi Motor Ekonomi Rakyat

0
Dekopinda kota banjar fokusjabar.id
Wali Kota Banjar Sudarsono menyerahkan hadiah sepeda. (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Banjar Jawa Barat (Jabar) memanfaatkan momentum Hari Koperasi Nasional ke-79 untuk memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Melalui Gebyar Hari Koperasi yang di gelar di Kota Banjar, Sabtu (25/7/2026), berbagai kegiatan sosial hingga pemberdayaan UMKM di siapkan agar manfaat koperasi dapat di rasakan lebih luas.

BACA JUGA:

Ratusan Massa Pemuda Pancasila Datangi Kantor Wali Kota Banjar, Ini Tuntutan Mereka

Ketua Dekopinda Kota Banjar, Asep Soeharto mengatakan, peringatan tahun ini mengusung tema “Koperasi Budaya Indonesia Berjaya.”

Menurutnya, koperasi harus hadir tidak hanya sebagai lembaga ekonomi. Namun juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat.

“Gebyar ini tidak hanya di nikmati insan gerakan koperasi. Tetapi juga seluruh masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa koperasi mampu memberikan manfaat nyata bagi semua,” kata Asep.

Sejumlah kegiatan di gelar dalam peringatan tersebut. Mulai dari senam sehat, jalan sehat, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, operasi pasar murah hingga bazar UMKM.

Dekopinda juga menyalurkan santunan kepada 115 anak yatim. Selain menerima bantuan, anak-anak tersebut memperoleh voucher belanja gratis di stan UMKM dan layanan potong rambut tanpa biaya.

Pada sektor kesehatan, Dekopinda menggandeng PMI Kota Banjar untuk menggelar donor darah dengan target mencapai 100 pendonor.

Sementara layanan pemeriksaan kesehatan gratis di berikan yang bekerja sama dengan Klinik PKU Muhammadiyah.

BACA JUGA:

Dituding Menipu Proyek MBG, Sherly Ingga Akhirnya Tempuh Jalur Hukum

Tak hanya itu, puluhan pelaku koperasi dan UMKM turut di libatkan untuk memasarkan produk mereka selama kegiatan berlangsung.

Meski jumlah peserta di batasi karena kapasitas lokasi, Asep berharap, kegiatan tersebut mampu meningkatkan penjualan pelaku usaha lokal sekaligus memperkenalkan produk koperasi kepada masyarakat.

“Kami berharap, UMKM yang ikut bisa merasakan manfaat ekonomi dari kegiatan ini. Sehingga dagangannya laris dan masyarakat juga semakin mengenal produk lokal,” ujarnya.

Asep menambahkan, penyelenggaraan Gebyar Hari Koperasi ke-79 mendapat dukungan dari bank bjb serta sejumlah sponsor yang berkolaborasi bersama insan gerakan koperasi.

Ke depan, Dekopinda menargetkan koperasi semakin di kenal generasi muda melalui edukasi kepada pelajar dan mahasiswa.

Langkah itu di nilai sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat koperasi hingga tingkat desa dan kelurahan sebagai fondasi ekonomi kerakyatan.

“Prinsip kami, berkoperasi itu keren. Kami ingin mewujudkan koperasi yang sehat, mandiri, modern sekaligus mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat,” pungkasnya.

(Agus Purwadi)

Nelayan Pangandaran Panen Udang Rebon 1 Ton per Malam

0
Nelayan Pangandaran udang rebon fokusjabar.id
Penampakan udang rebon di jemur di Lapangan Katapang Doyong, Pantai Timur Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Musim tangkapan ikan Juli hingga Oktober membawa berkah bagi nelayan di Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar). Salah satu komoditas yang kini melimpah adalah udang rebon, bahan baku utama terasi dan ebi yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

‎Pemandangan khas musim rebon tampak di Lapangan Katapang Doyong, Pantai Timur Pangandaran, Sabtu (25/7/2026). Di bawah terik matahari, puluhan nelayan sibuk menjemur udang rebon hasil tangkapan semalam.

BACA JUGA:

Bupati Pangandaran Ajak Masyarakat Saksikan Kejurnas Pacuan Kuda Indonesia Derby 2026 di Legok Jawa

‎Mereka membolak-balik udang menggunakan alat khusus agar proses pengeringan merata. Aroma khas udang kering berpadu dengan angin pantai menjadi penanda di mulainya musim panen yang selalu di nanti.

‎salah satu nelayan, Nono mengatakan, musim rebon berlangsung mulai Juli hingga Oktober. Pada periode itu, nelayan menangkap udang rebon di bagang yang berada ratusan meter dari bibir Pantai Timur Pangandaran.

‎”Biasanya kami menangkap udang rebon di bagang menggunakan jaring sirib atau branjang yang ukurannya cukup besar,” ujar Nono.‎

‎Aktivitas melaut di mulai pukul 18.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 04.00 WIB. Selama semalam, jaring di angkat berkali-kali dengan jeda sekitar satu jam.

‎Menurut Nono, hasil tangkapan sangat di pengaruhi kondisi arus laut. Saat cuaca bersahabat, hasil yang di peroleh bisa mencapai satu kuintal hingga satu ton dalam semalam.

‎”Dalam semalam kami biasanya mengangkat jaring beberapa kali. Banyak sedikitnya hasil tangkapan tergantung perubahan arus laut,” katanya.

‎Setelah di tangkap, udang rebon di bawa ke Lapangan Katapang Doyong untuk di jemur. Proses pengeringan dengan panas matahari berlangsung setengah hari hingga seharian penuh. Tergantung cuaca.

‎Udang yang sudah kering langsung di kemas dan di pasarkan. Para pengepul dari Tegal dan Banjar biasanya datang langsung ke Pangandaran untuk membeli.

‎”Habis di jemur langsung di kemas. Biasanya bandar dari Tegal dan Banjar datang membeli ke sini,” ucap Nono.

‎BACA JUGA:

HAN 2026: DKBP3A Pangandaran Wujudkan Kabupaten Layak Anak

‎Saat ini harga udang rebon kering kualitas terbaik di banderol Rp40-43 ribu per kilogram. Untuk kualitas rendah, harganya hanya belasan ribu rupiah per kilogram.

‎Melimpahnya hasil tangkapan membuat pendapatan nelayan ikut terdongkrak. Nono mengaku dari hasil tangkapan satu ton semalam, ia bisa mendapat keuntungan bersih belasan hingga puluhan juta rupiah.

‎”Ya, itu tergantung kualitas dan harga jual di pasaran,” ujarnya.

‎Selain meningkatkan pendapatan nelayan, udang rebon juga memiliki nilai tambah. Komoditas ini di olah menjadi berbagai produk pangan.

‎”Seperti buat terasi, ebi dan aneka bumbu masakan yang di pasarkan ke berbagai daerah di Indonesia,” kata Nono.

(Sajidin)

Kebun Binatang Bandung Buka Akhir Tahun 2026

0
kebun binatang bandung fokusjabar.id
Kebun Binatang Bandung

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menargetkan Kebun Binatang Bandung dapat kembali di buka untuk masyarakat pada akhir tahun 2026.

Saat ini, proses kerja sama dengan Fauna Land sebagai pengelola baru telah memasuki tahap akhir sebelum penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

BACA JUGA:

Begal dan Curanmor Marak di Bandung Raya, Farhan Ungkap Strategi Baru Pemprov Jabar

Farhan mengatakan, draft PKS telah di serahkan kepada notaris untuk di jadikan dokumen resmi. Setelah itu, dokumen akan menjalani peninjauan akhir oleh Sekretariat Daerah Kota Bandung dan tim legal dari masing-masing pihak sebelum di tandatangani.

“Saat ini draft perjanjian sudah masuk ke notaris untuk di jadikan sebagai dokumen perjanjian resmi. Setelah itu akan di review terakhir oleh Sekretariat Daerah dan legal masing-masing. Mudah-mudahan Senin depan sudah bisa tanda tangan,” kata Farhan, Sabtu (25/7/2026).

Setelah PKS di tandatangani, Fauna Land memiliki dua kewajiban utama. Yakni, mengajukan izin baru untuk konservasi ex situ di lokasi Kebun Binatang Bandung serta menyusun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Kedua izin tersebut menjadi syarat sebelum kebun binatang kembali beroperasi dan menerima pengunjung.

“Fauna Land punya dua kewajiban. Pertama mengajukan izin baru untuk konservasi ex situ di lokasi yang sekarang. Kedua mengajukan izin baru Amdal. Dengan dua izin ini, apabila keluar, maka Fauna Land berhak membuka operasi untuk menerima pengunjung dan lain-lain,”  katanya.

Meski proses perizinan di perkirakan memakan waktu beberapa bulan, Fauna Land tetap di perbolehkan memulai pembenahan infrastruktur di kawasan kebun binatang.

“Tetapi sambil menunggu itu semuanya, karena lumayan makan waktu berbulan-bulan, maka akan di perbolehkan untuk mulai melakukan pembenahan infrastruktur,” ucapnya.

BACA JUGA:

Farhan Tegaskan Bandung Command Center Tak Perlu Di-upgrade, Fokus Perangi Begal 24 Jam

Farhan berharap, seluruh tahapan perizinan dapat selesai sehingga Kebun Binatang Bandung bisa kembali beroperasi pada akhir tahun.

Namun Dia mengakui proses penyusunan Amdal menjadi tantangan tersendiri. Karena kawasan kebun binatang berbatasan langsung dengan permukiman padat penduduk.

“Mudah-mudahan akhir tahun sudah bisa di buka. Yang membuat Amdal berat adalah perbatasan dengan pemukiman rumah warga. Kita harus memastikan tidak ada penyakit manusia masuk ke hewan dan tidak ada penyakit hewan masuk ke manusia. Drainase, pengolahan sampah, itu banyak teknisnya,” jelasnya.

Selain pembenahan fasilitas, Farhan meminta Fauna Land menunjukan komitmen terhadap upaya konservasi melalui program pelepasliaran satwa.

(Yusuf Mugni)

Damkar Banjarsari Ciamis Tangkap Ular Berbahaya dari Rumah Warga

0
damkar banjarsari ciamis fokusjabar.id
Personel Damkar pos WMK Banjarsari sesaat setelah menangkap ular Cincin Emas

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Ular Cincin Emas (Mangrove Snake) yang  berada di plafon ruangan tengah rumah milik  Asep Tryan Supantrie (34) di Dusun Sukapura, Desa Cikaso Kecamatan Banjaranyar Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) di tangkap personel Damkar pos WMK Banjarsari.

Ular Cincin Emas itu di temukan pemilik rumah saat sedang bersih-bersih.

BACA JUGA:

Anjar Asmara Siap Jadi Wakil Bupati Ciamis Jika Dipercaya, Kesepakatan Koalisi Jadi Kunci

Karena takut terjadi hal yang tidak di inginkan, pemilik rumah langsung melaporkan kejadian itu kepada Damkar pos WMK Banjarsari.

“Tadi sekitar pukul 07.30 WIB, personel piket Damkar pos WMK Banjarsari menerima permintaan bantuan untuk menangkap ular,” kata Kasatpol PP Ciamis, Ega Anggara Alqausar melalui Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran Trisyanto, Sabtu (25/7/2026).

Trisyanto mengatakan, petugas Damkar langsung menindaklanjuti laporan tersebut.

“Tiga personel di terjunkan untuk melakukan penangkapan ular itu,” ucapnya.

Menurut Trisyanto, ular tersebut sedang merayap di plafon. Dan posisinya sangat membahayakan penghuni rumah.

” Tanpa menunggu lama, ular itu berhasil di tangkap dan di amankan,” jelasnya.

BACA JUGA:

Demokrat Jabar Masuk Tiga Besar Survei LSI, Jaenal Aripin Langsung Beri Instruksi Khusus untuk Kader

Setelah berhasil di tangkap selanjutnya ular dengan ukuran cukup panjang dan besar itu di bawa ke Mako Damkar pos WMK Banjarsari dan akan di lepas liarkan di habitat aslinya yang jauh dari pemukiman penduduk.

“Ular yang berhasil di tangkap itu cukup membahayakan karena mempunyai bisa yang cukup mematikan,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)