CIAMIS,FOKUSJabar.id: Perumdam Tirta Galuh Ciamis mengambil langkah sigap dalam menangani dampak krisis air bersih akibat musim kemarau 2026 yang tergolong ekstrem. Perumdam terus mengoptimalkan penyaluran pasokan air bersih guna membantu warga di puluhan wilayah terdampak.
Humas Perumdam Tirta Galuh Ciamis, Reza Fajri, mengonfirmasi bahwa angka pendistribusian air bersih telah menembus angka sekitar satu juta liter hingga September 2026. Penyaluran air tangki tersebut menjangkau titik-titik krisis yang tersebar di 20 kecamatan di Kabupaten Ciamis.
Baca Juga: Warga Ciamis Tak Perlu Lagi Naik Turun Bawa Ember, Polres Ciamis Bangun Jaringan Air Bersih
“Pendistribusian air selama musim kemarau ke 20 kecamatan hingga September 2026 ini sudah mencapai kurang lebih 1 jutaan liter,” kata Reza Fajri, Kamis, (10/9/2026).
Sinergi Kolaboratif Lintas Instansi dan BUMD
Perumdam Tirta Galuh tidak bergerak sendiri. Pihaknya berkolaborasi intensif bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sesama BUMD, serta organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Ciamis agar distribusi air berjalan optimal dan merata.
Langkah ini melengkapi upaya penanganan darurat kekeringan yang juga terus berjalan bersama BPBD Ciamis.
Jaminan Layanan dan Distribusi Tetap Lancar Bagi Pelanggan
Di tengah penyusutan sumber air baku saat musim kemarau, Perumdam Tirta Galuh Ciamis memastikan operasional pasokan ke rumah-rumah pelanggan tetap berjalan stabil. Pihak manajemen menerapkan penyesuaian teknis di lapangan guna menjaga kontinuitas aliran air.
“Hingga saat ini belum ada keluhan berlebih dari pelanggan. Pendistribusian air tetap lancar, meski ada beberapa penyesuaian,” kata Reza Fajri.
Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, mengonfirmasi lonjakan signifikan pada intensitas laporan kekeringan tahun ini. Sebaran wilayah krisis air kini merambah hingga ke area-area baru.
Data BPBD Ciamis per Minggu (6/9/2026) mencatat kekeringan telah menerjang 19 kecamatan, 34 desa, serta 77 dusun. Kondisi ini memaksa 8.646 kepala keluarga (KK) berjuang keras untuk mendapatkan air bersih. Pihak BPBD memprediksi angka terdampak masih terus melonjak seiring proses pendataan di lapangan.
“Sampai dengan hari Sabtu, sekitar 911.000 liter atau kurang lebih 182 tangki,” kata Ani.
Ani menuturkan bahwa perkiraan BMKG menunjukkan potensi kekeringan masih akan melanda kawasan ini hingga satu bulan ke depan.
(Irfansyahriza)



