spot_imgspot_img
Sabtu 3 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 97

Keluarga Besar Alumni Fakultas Ekonomi Unpad Angkatan 70 Silaturami ke Wali Kota Banjar

0
Alumni Unpad 70 fokusjabar.id
Dr. Suherman Saleh salah satu Keluarga Besar Alumni Fakultas Ekonomi Unpad Angkatan 70

BANJAR, FOKUSJabar.id: Sinergi dan kolaborasi menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan daerah. Hal tersebut terus di bangun Pemerintah Kota Banjar. Salah satunya melalui silaturahmi dan pertukaran gagasan dengan Keluarga Besar Alumni Fakultas Ekonomi Unpad Angkatan 70.

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun komunikasi dan kebersamaan antara Pemerintah Kota Banjar dengan Keluarga Besar Alumni Fakultas Ekonomi Unpad Angkatan 70.

BACA JUGA:

Rekonstruksi Pembunuhan Pak Ogah di Banjar, Pelaku Peragakan 49 Adegan

Wali Kota Banjar, Sudarsono menegaskan, Pemda terbuka terhadap berbagai saran, masukan dan gagasan konstruktif dari berbagai pihak.

Menurutnya, kolaborasi dengan para alumni yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang ekonomi dapat menjadi energi positif dalam mengoptimalkan potensi daerah.

“Saran dan masukan sangat berharga bagi kami. Mengingat Bapak dan Ibu semua memiliki basic ekonomi yang kuat. Kami sangat memerlukan dukungan dan saran dalam pemberdayaan berbagai potensi pembangunan di Kota Banjar,” kata Sudarsono.

Ia berharap, silaturahmi tersebut tidak berhenti pada pertemuan semata. Tetapi dapat terus berlanjut dalam bentuk komunikasi, berbagi ilmu, informasi serta gagasan yang memberikan manfaat bagi kemajuan Kota Banjar.

“Semoga ke depan kita dapat terus berbagi ilmu dan informasi untuk mendukung pembangunan di Kota Banjar. Dengan kebersamaan dan kolaborasi, mudah-mudahan berbagai potensi yang di miliki dapat kita kembangkan secara optimal demi kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Gaya Kepemimpinan Sudarsono

Gaya kepemimpinan Wali Kota Banjar di nilai memiliki kemiripan dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Penilaian itu di sampaikan Suherman Saleh (Uda Herman) salah satu Keluarga Besar Alumni Fakultas Ekonomi Unpad Angkatan 70.

BACA JUGA:

Bantuan 200 Becak Listrik untuk Kota Banjar Senilai Rp4,4 Miliar

Dia menyebut, kesamaan tersebut terlihat dari cara Sudarsono membangun komunikasi dan aktif mencari peluang bagi daerah. Yakni bukan sekadar menunggu program atau bantuan datang.

“Beliau bukan termasuk pemimpin yang menunggu bola. Tapi penjemput bola,” kata Uda Herman.

Menurutnya, pola tersebut mengingatkannya pada Dedi Mulyadi saat masih menjabat Bupati Purwakarta.

Ia mengaku pernah memberikan saran kepada Dedi Mulyadi pada 2008 agar aktif membangun jaringan dengan pemerintah pusat, para menteri, wakil rakyat hingga calon investor untuk kepentingan pembangunan daerah.

“Saya melihat ada benang merah antara yang saya sarankan kepada Pak Bupati Purwakarta tahun 2008. Fan sekarang ke Pak Wali Kota,” ujarnya.

Uda Herman mengaku, awalnya penasaran dengan Kota Banjar setelah sering mendengar Dedi Mulyadi berbicara mengenai daerah tersebut.

Ia menyebut, Dedi beberapa kali datang ke Banjar dan menceritakan perkembangan kota serta kepemimpinan Sudarsono.

“Saya tertarik, apa sih hebatnya Banjar ini sampai Pak Gubernur begitu antusias menyampaikan kehebatan Banjar kepada masyarakat luar. Termasuk kepada saya,” katanya.

Setelah datang langsung ke Banjar, Dia mengaku mendapat gambaran mengenai arah pembangunan yang tengah di dorong Sudarsono.

Salah satu yang menarik perhatiannya adalah rencana pengembangan kawasan sungai sebagai destinasi wisata.

“Mudah-mudahan beberapa tahun ke depan apa yang di sampaikan Pak Wali menjadi kenyataan. Banjar nanti menjadi kota Paris versi Banjar. Di mana sungai-sungainya menjadi tujuan wisata,” pungkasnya.

(Agus Purwadi)

Saddil Ramdani Bicara Soal Rumah Barunya Persebaya Surabaya

0
Saddil Ramdani Persebaya fokusjabar.id
Saddil Ramdani (foto: ilustrasi)

SURABAYA, FOKUSJabar.id: Pemain Persib Bandung, Saddil Ramdani mulai menjalani latihan perdana bersama Persebaya Surabaya di Lapangan C Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Seperti di ketahui, Saddil Ramdani di lepas Persib Bandung dengan status pinjaman selama satu musim.

BACA JUGA:

Igor Tolic Takjub Lihat Ribuan Bobotoh Padati GBLA Jelang Persib vs Persija

Dia akan coba menunjukkan kualitasnya bersama Bajul Ijo karena musim lalu sulit mendapatkan menit bermain.

Ini menjadi momen mantan pemain Sabah FC tersebut untuk kembali ke performa terbaiknya di Super League 2026/2027.

Apalagi bersama Maung Bandung dia sempat mendapatkan sorotan dan gagal mendapatkan tempat utama di posisi winger.

Saddil menjelaskan, saat ini masih berusaha untuk bisa beradaptasi dengan baik. Terutama agar bisa menjalankan instruksi pelatih dengan maksimal.

Hal tersebut menjadi krusial karena dia tidak mengikuti agenda pramusim bersama Persebaya.

“Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan baik. Saya berusaha beradaptasi dengan teman-teman secepat mungkin dan mengikuti apa yang menjadi instruksi pelatih,” kata Saddil Ramdani di kutip BolaSport.com

Pemain kelahiran Raha ini melanjutkan, sambutan yang di terima cukup hangat sejak pertama tiba. Menurutnya, sebagai pemain baru tentu membutuhkan lingkungan yang baik dan ini terjadi di Bajul Ijo.

Termasuk dengan memberikan bantuan agar dia bisa segera beradaptasi dan siap bermain di pertandingan.

“Teman-teman di sini juga sangat welcome. Saya merasa senang dan tentu menghormati seluruh pelatih, pemain, serta ofisial yang ada di Persebaya,” katanya.

Latihan perdana ini di manfaatkan untuk bisa mengembalikan kondisi fisiknya. Termasuk untuk bisa beradaptasi dengan cuaca Surabaya yang cenderung lebih panas.

BACA JUGA:

Pelatih Persib Bandung Fokus Hadapi Persija Jakarta

Manajemen Persib resmi meminjamkan Saddil Ramdani ke Persebaya Surabaya untuk kompetisi Super League 2026/2027.

Tujuannya, memberikan kesempatan bermain yang lebih banyak bagi sang pemain.

Langkah tersebut sekaligus mendukung pengembangan karier profesional Saddil di lapangan hijau.

Jajaran pelatih telah mempertimbangkan kebutuhan tim serta situasi terkini Saddil sebelum mengambil keputusan.

Coacg Igor Tolic menilai, jam terbang sangat krusial bagi seorang pesepak bola profesional.

Peminjaman ke Persebaya menjadi ruang yang tepat bagi Saddil untuk menjaga performa terbaiknya.

“Menit bermain sangat penting bagi seorang pemain untuk menjaga performa dan kepercayaan diri,” kata Igor Tolic.

Dia berharap, winger lincah tersebut mampu membuktikan kualitasnya selama membela Persebaya Surabaya.

(Bambang Fouristian)

Sandy Walsh: Suntikan Motivasi Bobotoh Luar Biasa

0
Sandy Walsh Bobotoh fokusjabar.id
Suntikan motivasi Bobotoh (foto: ilustrasi)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemain bertahan Persib Bandung, Sandy Walsh mengaku sempat terpana dengan aksi Bobotoh dalam memberi suntikan motivasi kepada timnya, Kamis (10/9/2026).

Sandy Walsh menyebut, ribuan Bobotoh memadati tribun Timur dan Utara dari Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) merupakan pemandangan yang luar biasa.

BACA JUGA:

Kiper Muda Persib Fitrah Maulana Siap Hadapi Persija Jakarta

Dengan orasi di antara meriahnya kembang api, komunitas Bobotoh secara bergantian membakar semangat pemain Persib Bandung yang akan bertandang ke kandang Macan Kemayoran, Sabtu 12 September 2026.

“Saya terpana, ini luar biasa. Saya pikir hal ini tidak terjadi di negara lain di dunia ini,” ungkap Sandy.

Dia mengakui kalau selama ini ia hanya melihatnya dari media sosial yang rasanya sangat berbeda dengan apa yang di alaminya.

“Saya pernah melihat ini musim lalu. Tapi untuk merasakannya tentu saja berbeda. Dan ini luar biasa,” katanya.

Di sisi lain, Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic mengutarakan rasa takjubnya melihat dukungan melimpah dari Bobotoh.

BACA JUGA:

Striker Persib Balsa Sekulic Ingin Cetak Gol Lagi ke Gawang Persija

Dukungan masif tersebut menjadi suntikan motivasi berharga bagi skuad Maung Bandung menjelang laga pekan kedua kompetisi musim ini.

Igor Tolic memastikan timnya siap menyajikan penampilan maksimal di lapangan.

“Luar biasa, seperti biasanya, musim lalu luar biasa dan kali ini lebih baik. Kami akan pergi ke sana besok,” kata Igor Tolic.

(Bambang Fouristian)

BGN Sambut Baik Rekomendasi Menteri HAM Perkuat Pemulihan Penerima Manfaat MBG

0
BGN HAM fokusjbar.id
foto: web

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Badan Gizi Nasional (BGN) menyambut baik rekomendasi Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) terkait penguatan mekanisme pemulihan bagi masyarakat terdampak dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menteri HAM, Natalius Pigai merekomendasikan BGN untuk membentuk unit pemulihan korban agar penanganan terhadap masyarakat yang terdampak persoalan dalam pelaksanaan MBG dapat di lakukan secara lebih sistematis.

BACA JUGA:

Cicilan Utang Whoosh 80 Tahun Disentil Jimly, Soroti Beban Generasi Mendatang

BGN menilai, rekomendasi tersebut merupakan masukan yang baik dan konstruktif untuk terus memperkuat tata kelola program. Khususnya dalam memastikan perlindungan dan pemenuhan hak penerima manfaat.

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati mengatakan, rekomendasi Kementerian HAM merupakan bagian penting dalam proses evaluasi dan penyempurnaan penyelenggaraan program MBG.

Menurut Dia, pihaknya terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak sebagai bahan untuk terus memperbaiki pelaksanaan program.

BACA JUGA:

Daya Beli Masyarakat Turun, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Terjun Bebas

“Kami menyambut baik rekomendasi dari Pak Menteri HAM. Ini merupakan masukan yang sangat baik bagi BGN untuk terus melakukan perbaikan,” katanya.

Kolaborasi antara BGN dan Kementerian HAM dalam aspek tersebut juga telah memiliki landasan melalui Nota Kesepahaman No: 47/NK.07/10/2025 tentang Sinergitas Pengarusutamaan Hak Asasi Manusia dalam Mendukung Penyelenggaraan Pemenuhan Gizi Nasional yang di tandatangani pada 13 Oktober 2025.

Nota Kesepahaman tersebut menjadi dasar bagi kedua pihak untuk melakukan sinergi dan kolaborasi sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Dalam ruang Nota Kesepahaman tersebut, kedua pihak sepakat melakukan pertukaran data dan informasi serta publikasi terkait pelaksanaan pemenuhan gizi nasional, pendampingan penyelenggaraan pemenuhan gizi nasional agar sejalan dengan standar HAM, peningkatan kapasitas SDM di bidang HAM serta dukungan sumber daya sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

BACA JUGA:

Yayasan Mitra BGN Diminta Awasi Pengelolaan SPPG

“MoU ini menjadi salah satu landasan penting bagi kami untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Kementerian HAM. Karena itu, rekomendasi mengenai mekanisme pemulihan korban kami pandang sebagai bagian dari masukan konstruktif yang dapat di kaji dan di tindaklanjuti sesuai kewenangan serta ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Dia menyampaikan, saat ini pimpinan BGN tengah melakukan berbagai langkah perbaikan tata kelola pelaksanaan MBG.

Masukan dari Menteri HAM tentunya bisa menjadi bagian dari langkah perbaikan yang nanti di lakukan BGN.

Ia menambahkan, pembenahan tata kelola MBG saat ini terus menjadi perhatian pimpinan BGN.

Berbagai evaluasi terhadap pelaksanaan program menjadi bagian dari upaya memastikan penyelenggaraan MBG berjalan semakin baik, akuntabel dan mampu memberikan manfaat secara optimal bagi masyarakat.

“Pimpinan BGN saat ini tengah melakukan berbagai perbaikan tata kelola. Kami melihat evaluasi bukan sebagai sesuatu yang harus di hindari, tetapi sebagai proses penting untuk memastikan program ini terus berkembang dan semakin baik. Dukungan serta masukan dari Kementerian HAM dan seluruh pemangku kepentingan tentu sangat berarti dalam proses tersebut,” tutupnya.

(Bambang Fouristian)

Picu Banjir, 220 Bangunan Liar di Jalan Raya Keadilan Depok Ditertibkan

0
jalan raya keadilan depok fokusjabar.id
Satpol PP Kota Depok bersama tim terpadu menertibkan bangunan liar di wilayah Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok (foto: depokkota.go.id)

DEPOK, FOKUSJabar.id: Sebanyak 220 bangunan di sepanjang Jalan Raya Keadilan Kota Depok di tertibkan pemerintah karena di nilai melanggar ketentuan daerah.

Sebagian bangunan yang menjadi sasaran penertiban di ketahui berdiri di atas bantaran kali atau lahan milik Pemerintah Kota Depok.

BACA JUGA:

Pemkot Depok Buka Peluang Kerja ke Jepang untuk Posisi Truck Driver dan Taxi Driver

Penertiban tersebut di lakukan tidak hanya berkaitan dengan keberadaan bangunan di lokasi yang tidak semestinya.

Kondisi kawasan juga mendapat perhatian karena muncul keluhan masyarakat mengenai genangan dan banjir yang terjadi di sejumlah titik ketika saluran air mengalami penyumbatan.

Selain persoalan banjir, penataan kawasan Jalan Raya Keadilan juga berkaitan dengan upaya pemerintah mengurai kemacetan.

Pemkot Depok telah menyiapkan rencana pelebaran jalur di wilayah Kelurahan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, sebagai bagian dari penataan kawasan tersebut.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, Dede Hidayat menjelaskan, penertiban yang di lakukan merupakan bagian dari tugas pemerintah dalam menegakkan aturan daerah.

Pemeriksaan terhadap bangunan di lakukan terhadap objek yang terindikasi tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kegiatan hari ini adalah kegiatan penertiban yang biasa kita lakukan dalam rangka penegakan Perda. Di sini ada beberapa bangunan yang terindikasi melanggar aturan Perda,” ujarnya, Kamis, 10 September 2026.

Menurut Dede, penertiban juga di lakukan setelah pemerintah menerima sejumlah laporan dari masyarakat terkait kondisi di kawasan tersebut.

Keluhan yang masuk antara lain berkaitan dengan genangan dan banjir yang muncul karena saluran air tidak berfungsi.

“Jalur ini memang beberapa kali laporan masuk ke hotline kami bahwa ada beberapa (titik) banjir yang di sebabkan ada penyumbatan dari saluran air yang di bangun oleh pemilik-pemilik toko yang berdiri di atas tanah lahan Pemerintah Kota Depok,” jelasnya.

BACA JUGA:

Stadion Merpati Depok Ditutup Sementara, Disiapkan Jadi Venue Porprov XV Jabar 2026

Keberadaan bangunan di atas lahan pemerintah di nilai turut memengaruhi kondisi saluran air di kawasan tersebut. Karena itu, penertiban di lakukan bersamaan dengan upaya pemerintah menata kawasan agar persoalan yang di keluhkan warga dapat di tangani.

Rencana penataan tersebut juga mencakup perubahan terhadap kondisi jalan.

Pemkot Depok berencana memperbesar atau memperlebar jalur yang berada di wilayah Kelurahan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas.

Harapannya, kapasitas jalan dapat meningkat dan kemacetan yang selama ini terjadi bisa di kurangi.

“Ke depannya Pemerintah Kota Depok akan memperbesar jalur yang ada di Kecamatan Pancoran Mas. Tepatnya di Kelurahan Jaya Baru,” tuturnya.

Meski ratusan bangunan di tertibkan, Dede menegaskan tidak seluruh bangunan yang berada di lokasi tersebut langsung di bongkar.

Pemerintah masih memberikan kesempatan terhadap bangunan yang memiliki dokumen kepemilikan seperti sertifikat dan akta jual beli atau AJB untuk tetap berdiri sementara waktu.

“Yang kita tertibkan hari ini yang tidak punya legal resmi. Dan yang kita tinggalkan rata-rata yang udah punya sertifikat dan AJB,” ungkapnya.

Dokumen AJB yang di miliki sejumlah pemilik bangunan juga belum serta-merta menjadi penentu bahwa kepemilikan lahannya telah memiliki dasar hukum yang kuat.

Pemerintah akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan status dan dasar penerbitan dokumen tersebut.

“Nah, nanti kita tindak lanjuti lebih lanjut apakah AJB tersebut mempunyai dasar atau enggak,” tambah Dede.

Pelaksanaan penertiban di Jalan Raya Keadilan berlangsung dalam kondisi kondusif.

Pemerintah menyebut, proses tersebut dapat berjalan tanpa gangguan berarti karena masyarakat di nilai memahami langkah yang di lakukan sebagai bagian dari penegakan aturan dan penataan kawasan.

“Jalannya pelaksanaan penertiban berjalan kondusif dan masyarakat semua juga menyadari bahwa ini bukan hak mereka,” pungkasnya.

(Jingga Sonjaya)

Jurnalis Hilang Saat Liput Erupsi Anak Krakatau, 2 Warga Depok

0
jurnalis anak krakatau fokusjabar.id
Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pokja Wartawan Depok (foto: Pemkot)

DEPOK, FOKUSJabar.id: Pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak di kawasan Selat Sunda setelah berangkat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.

Dari lima jurnalis tersebut, dua di antaranya di ketahui memiliki keterikatan dengan Kota Depok.

BACA JUGA:

Upacara Hari Lahir ke-81 Kejaksaan RI Digelar di Depok, Ini Tujuh Perintah Jaksa Agung

Kedua jurnalis yang merupakan warga Depok itu adalah Yudis asal Sawangan dan Ari Basuki, warga Cinere.

Keduanya termasuk dalam lima jurnalis yang hingga kini belum di ketahui keberadaannya setelah perjalanan menggunakan speedboat menuju kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau.

Informasi mengenai identitas dua jurnalis tersebut di sampaikan Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pokja Wartawan Depok, Iyung Rizki.

Ia menyampaikan kabar tersebut saat menghadiri doa bersama jurnalis Depok di Depok Open Space (DOS), Kamis, 10 September 2026.

Doa bersama tersebut di gelar sebagai bentuk dukungan bagi para jurnalis yang masih dalam pencarian.

Iyung mengatakan, perhatian rekan-rekan jurnalis Depok turut tertuju pada kejadian tersebut karena dua orang yang belum di temukan merupakan warga Kota Depok.

“Kami khususkan doa ini untuk lima rekan kami yang hilang kontak di Selat Sunda. Dua di antaranya, Yudis dan Ari Basuki, warga Depok,” kata Iyung.

Menurut Iyung, kondisi kelima jurnalis tersebut menjadi perhatian kalangan wartawan. Terutama karena dua orang di antaranya mempunyai hubungan langsung dengan Kota Depok.

Ia berharap, proses pencarian yang di lakukan tim SAR gabungan dapat segera membuahkan hasil.

BACA JUGA:

Pemkot Depok Buka Pelatihan Driver Gratis untuk Kerja ke Jepang, Ini Syaratnya

Harapan keselamatan juga di sampaikan untuk seluruh jurnalis yang belum di temukan.

Iyung berharap, mereka dapat segera di temukan dalam keadaan selamat. Sehingga bisa kembali ke rumah dan berkumpul dengan keluarga masing-masing.

“Semoga di berikan keselamatan dan bisa kembali kepada keluarganya serta kembali liputan bersama,” ujarnya.

Dukungan dan doa juga di tujukan kepada seluruh personel yang masih berada di lapangan.

Para petugas serta jurnalis yang ikut membantu proses pencarian di sekitar lokasi di harapkan tetap berada dalam kondisi sehat selama menjalankan tugas.

“Semoga para petugas dan jurnalis yang masih berupaya mencari rekan-rekan kami di berikan kesehatan dan di jauhkan dari marabahaya,” tuturnya.

Kelima jurnalis tersebut di ketahui berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, menggunakan speedboat pada Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.

Mereka menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk menjalankan tugas peliputan aktivitas erupsi gunung api tersebut.

Lima orang yang masih di cari terdiri atas M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki (Merdeka), Yudis (iNews), Daus (Anadolu) dan Donal yang merupakan jurnalis freelance.

Mereka melakukan perjalanan bersama tiga orang kru kapal. Yakni, Warta bertugas sebagai kapten kapal, Surakman (ABK) dan Heriyanto (pemandu).

Dengan demikian, terdapat delapan orang yang hingga kini masih menjadi bagian dari pencarian setelah rombongan tersebut hilang kontak di kawasan Selat Sunda.

Sampai Kamis, 10 September 2026, operasi pencarian masih di lakukan oleh tim SAR gabungan.

Tim terus berupaya menemukan keberadaan lima jurnalis beserta tiga kru kapal yang belum di ketahui kondisinya setelah melakukan perjalanan untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Pencarian tersebut menjadi perhatian tidak hanya bagi keluarga para korban, tetapi juga komunitas jurnalis. Yermasuk rekan-rekan di Kota Depok.

Doa bersama yang di gelar di Depok Open Space menjadi salah satu bentuk dukungan agar seluruh orang yang masih di cari dapat di temukan dalam keadaan selamat dan proses pencarian bagi para jurnalis serta kru kapal dapat berlangsung dengan aman.

(Jingga Sonjaya)

Cicilan Utang Whoosh 80 Tahun Disentil Jimly, Soroti Beban Generasi Mendatang

0
Utang Whoosh fokusjabar.id
Kereta api cepat, Whoosh. (foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Pembahasan mengenai utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh kembali menjadi perhatian setelah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie menyoroti pernyataan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengenai tenor pembayaran utang proyek tersebut.

Jimly mempertanyakan kepantasan cara pejabat publik menyampaikan persoalan kewajiban negara yang pembayarannya dapat berlangsung hingga puluhan tahun.

BACA JUGA:

Yayasan Mitra BGN Diminta Awasi Pengelolaan SPPG

Sorotan tersebut muncul setelah Purbaya menjelaskan kondisi kewajiban Whoosh yang telah melalui restrukturisasi.

Tenor pembayaran di sebut di perpanjang hingga 80 tahun. Sementara cicilan di perkirakan berada di sekitar Rp1 triliun atau sedikit di bawah Rp1 triliun setiap tahun.

Purbaya menyampaikan penjelasan tersebut kepada wartawan di kawasan Sunter, Jakarta Utara, pada Selasa, 8 September 2026 lalu.

Pernyataan Purbaya mengenai panjangnya tenor pembayaran kemudian di tanggapi Jimly melalui akun media sosial X.

Ia menilai, pejabat negara perlu mempertimbangkan aspek etika ketika menyampaikan informasi mengenai kewajiban yang pada akhirnya menjadi tanggung jawab lintas generasi.

“Dari segi etika kepantasan, sebaiknya pejabat resmi tidak bicara sembarangan seakan melempar beban tanggung jawab ke generasi mendatang tanpa rasa bersalah,” cuit Jimly di kutip pada Kamis, 10 September 2026.

Dalam keterangannya, Purbaya menjelaskan bahwa besarnya total utang tidak serta-merta menggambarkan besarnya pembayaran yang harus di keluarkan setiap tahun.

Restrukturisasi membuat periode pembayaran menjadi jauh lebih panjang. Sehingga nominal cicilan tahunan dapat di tekan. Besaran pembayaran juga tidak selalu sama karena terdapat tahun dengan kewajiban lebih tinggi maupun lebih rendah.

Purbaya sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah melihat skema tersebut masih dapat di tangani. Ia juga menyinggung panjangnya masa pembayaran ketika menjelaskan hasil restrukturisasi utang Whoosh.

Penjelasan mengenai skema tersebut di sampaikan Purbaya bersamaan dengan pembahasan mengenai jumlah cicilan tahunan.

“Berarti kan total utang besar, tapi di-stretch 80 tahun sudah di restrukturisasi. Cicilannya Rp1 triliun atau sedikit di bawah Rp 1 triliun dari tahun ke tahun. Ada yang tinggi, ada yang rendah, tapi kalau kita lihat ‘oh masih bisa lah’. (Tenor cicilan) 80 tahun saya dengar kemarin, makanya hebat juga tuh. Iya kita sudah mati, santai saja,” katanya.

Pernyataan itu menjelaskan bahwa angka 80 tahun merupakan hasil restrukturisasi, bukan tenor awal pinjaman.

BACA JUGA:

Daya Beli Masyarakat Turun, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Terjun Bebas

Pembiayaan proyek Whoosh sebelumnya melibatkan China Development Bank (CDB). Berdasarkan laporan mengenai struktur pembiayaannya, pinjaman awal proyek tersebut berada di kisaran 4,5 miliar dolar AS dengan tenor 40 tahun dan masa tenggang 10 tahun.

Dalam proses restrukturisasi, jangka waktu pembayaran kemudian di perpanjang menjadi 80 tahun. Proyek kereta cepat tersebut memiliki nilai sekitar 7,3 miliar dolar AS dan membentang sepanjang 142 kilometer untuk menghubungkan Jakarta dan Bandung.

Seiring perubahan skema tersebut, pemerintah juga menyiapkan pengalihan pengelolaan kewajiban Whoosh.

Purbaya menyebut, tanggung jawab tersebut akan di alihkan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) kepada Kementerian Keuangan pada 15 September 2026.

Pemerintah tengah mempertimbangkan penggunaan Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan atau Indonesia Investment Authority (INA) untuk menangani kewajiban tersebut.

Pengalihan pengelolaan juga berkaitan dengan kepemilikan saham Indonesia dalam perusahaan pengelola Whoosh.

Pemerintah di sebut akan mengambil alih posisi sebagai pemegang kendali atas 60 persen saham Indonesia pada 15 September 2026. Sedangkan pihak China tetap memiliki 40 persen saham.

Entitas Indonesia yang nantinya mengendalikan kepemilikan tersebut juga akan memikul tanggung jawab atas pembayaran pinjaman proyek.

Persoalan finansial Whoosh sebelumnya telah di kaitkan dengan kondisi perusahaan BUMN yang menjadi bagian dari konsorsium Indonesia.

PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) tercatat menguasai sekitar 60 persen saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Konsorsium tersebut melibatkan sejumlah BUMN. Termasuk PT Kereta Api Indonesia dan PT Wijaya Karya.

Pada semester I 2026, PSBI tercatat mengalami kerugian Rp5,13 triliun. Sementara total liabilitasnya mencapai sekitar Rp21,54 triliun, sedikit lebih tinggi di bandingkan aset sekitar Rp21,52 triliun.

COO Danantara Dony Oskaria sebelumnya juga mengakui adanya beban finansial yang di rasakan sejumlah BUMN akibat kepemilikan saham dalam proyek tersebut.

“Kalau di tanya sama saya dulu kenapa begitu, ya tentu teman-teman silahkan cari tahu. Tetapi saya hanya membetulkan bahwa memang terbebani,” ungkapnya.

Dony juga menyinggung kondisi PT Wijaya Karya yang memiliki kepentingan di KCIC.

BACA JUGA:

Bantuan Beras Diperpanjang hingga Desember 2026

“WIKA terbebani, mereka punya saham di KCIC. Ada tagihan dia yang juga belum di-seattle. Ya tentu orang-orang juga tahu. Ini menjadi beban buat mereka,” katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pembahasan utang Whoosh tidak hanya berkaitan dengan nominal cicilan dan tenor. Tetapi juga dengan dampaknya terhadap kondisi keuangan pihak-pihak yang memiliki kepentingan dalam proyek.

Sebelum penjelasan terbaru mengenai cicilan sekitar Rp1 triliun per tahun, Presiden Prabowo Subianto juga pernah menyampaikan estimasi pembayaran kewajiban Whoosh.

Dalam keterangannya setelah peresmian Stasiun Tanah Abang Baru, Prabowo menyebut kebutuhan pembayaran berada di kisaran Rp1,2 triliun setiap tahun.

“Pokoknya enggak ada masalah, karena itu kita harus bayar mungkin 1,2 triliun setahun,” kata Prabowo.

Perbedaan angka dengan penjelasan Purbaya dapat berkaitan dengan skema atau proyeksi pembayaran yang di gunakan. Sehingga tidak dapat langsung dianggap sebagai pertentangan angka.

Di sisi lain, pemerintah juga membahas kemungkinan pengembangan jaringan Whoosh hingga Jawa Timur.

Purbaya menyebut, pembicaraan mengenai rencana perpanjangan rute tersebut telah di lakukan bersama pihak China. Namun, rincian mengenai sumber pendanaan maupun mekanisme pembiayaan untuk pembangunan jalur lanjutan itu belum di jelaskan secara lebih terperinci.

Sementara pembahasan tersebut berjalan, perhatian publik masih tertuju pada restrukturisasi utang dan pengelolaan kewajiban Whoosh dalam jangka panjang.

Dengan demikian, persoalan tenor 80 tahun pada utang Whoosh mencakup lebih dari sekadar angka cicilan tahunan.

Restrukturisasi memperpanjang masa pembayaran, pemerintah menyiapkan pengalihan pengelolaan kewajiban ke Kementerian Keuangan.

Sementara kondisi keuangan sejumlah BUMN yang terlibat dalam konsorsium juga menjadi bagian dari pembahasan.

Pernyataan Purbaya mengenai tenor tersebut kemudian memunculkan respons Jimly yang menekankan pentingnya kehati-hatian pejabat publik dalam menyampaikan persoalan utang yang konsekuensinya dapat di rasakan oleh generasi berikutnya.

(Jingga Sonjaya/berbagai sumber)