spot_imgspot_img
Sabtu 3 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 96

Anwar Warga Cijulang Pangandaran Hilang, Terakhir Terdeteksi di Bali

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Data diri Anwar (istimewa)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Rasa cemas menyelimuti keluarga Samsudin di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Anaknya, Anwar di laporkan hilang sejak Minggu (6/9/2026) sore dan hingga kini belum di ketahui keberadaannya.

‎Anwar terakhir kali pamit meninggalkan rumah sekitar pukul 15.00 WIB. Sejak saat itu, nomor teleponnya tidak bisa di hubungi. Upaya pencarian pun langsung di lakukan keluarga.

‎Berbekal informasi dari Ilham, teman Anwar, keluarga mendapat petunjuk bahwa Anwar sempat terlihat di Terminal Cijulang pada sore hari itu. Dari situlah keluarga mulai melacak keberadaan Anwar melalui sinyal telepon selulernya.

Baca Juga: Polres Pangandaran Latih 37 Siswa Terkait Pencegahan Kejahatan Siber

Hasil pelacakan menunjukkan Anwar sempat berada di dua wilayah di Yogyakarta, yakni Sleman dan Bantul. 

‎Tidak ingin menunggu lama, Samsudin kemudian mengutus anaknya, Fadil, untuk menyusul ke Bantul. Sayangnya, setelah mencari ke beberapa titik, Fadil pulang dengan tangan kosong. Anwar tidak di temukan.

‎Upaya pelacakan tidak berhenti di situ. Beberapa hari kemudian, sinyal ponsel Anwar kembali terdeteksi. Kali ini lokasinya jauh, di Pulau Bali. 

‎Namun hingga Kamis (10/9/2026), keluarga belum berhasil melakukan kontak langsung dengan Anwar. Kondisi dan keberadaannya pun masih misterius.

‎Karena khawatir, Samsudin akhirnya memutuskan melaporkan peristiwa ini ke SPKT Polres Pangandaran.

Laporan di terima pada Kamis, 10 September 2026 pukul 15.37 WIB oleh Piket Pamapta II, IPDA Saring.

Baca Juga: 344 Pelajar SD di Pangandaran Ikut Olahraga Tradisional

‎Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari melalui jajarannya memastikan laporan tersebut akan di tindaklanjuti sesuai prosedur. Pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan jajaran terkait untuk membantu pencarian.

‎”Harapan kami hanya satu, Anwar bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat dan kembali berkumpul bersama keluarga,” ujar AKBP Ikrar Potawari Jumat, (11/9/2026).

‎Hingga berita ini diturunkan, keluarga masih menunggu kabar dan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

‎(Sajidin)

Halte BRT di Tengah Jalan Picu Kemacetan, Farhan Angkat Bicara

0
Bandung@fokusjabar.id
Pembangunan halte on corridor Bus Rapid Transit (BRT) di sejumlah ruas jalan Kota Bandung memicu kemacetan. Kondisi itu terjadi karena halte dibangun di tengah ruas jalan dan membuat ruang lalu lintas menyempit.

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pembangunan halte on corridor Bus Rapid Transit (BRT) di sejumlah ruas jalan Kota Bandung memicu kemacetan. Kondisi itu terjadi karena halte di bangun di tengah ruas jalan dan membuat ruang lalu lintas menyempit.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, kemacetan akibat pembangunan halte tersebut sebenarnya sudah di prediksi sejak awal.

“Hal itu sudah di duga sebelumnya. Jadi, saya sedang berkoordinasi mengenai bagaimana cara meminimalkan kemacetan agar pengerjaannya tidak menimbulkan kemacetan,” kata Farhan di Taman Puter, Kelurahan Sadang Serang, Kota Bandung Jumat (11/9/2026).

Baca Juga: Mahasiswa KKN Universitas Nurtanio Edukasi Pencegahan Perundungan di Desa Ciluncat

Menurutnya, kemacetan tersebut hanya bersifat sementara. Proses pembangunan halte di targetkan rampung maksimal dalam waktu dua minggu.

“Namun, ini hanya bersifat sementara dan pengerjaannya akan cepat. Menurut kabar, paling lama memakan waktu dua minggu. Setelah itu lalu lintas akan lancar, persis seperti yang di Jalan Jakarta,” katanya.

Salah satu halte yang menjadi sorotan berada di kawasan Cicadas, Jalan Ahmad Yani. Berbeda dengan halte di Jalan Jakarta yang di lengkapi jembatan penyeberangan orang (JPO), halte di Cicadas menggunakan pelintasan sebidang.

Lahan Terlalu Sempit

Farhan mengatakan, penggunaan pelintasan sebidang di sebabkan keterbatasan lahan untuk membangun JPO.

“Kenapa tidak di buatkan JPO? Karena lahannya terlalu sempit untuk JPO. Maka dari itu, akhirnya di buatlah perlintasan sebidang,” ucapnya.

Meski begitu, Farhan memastikan kondisi tersebut akan terus di pantau untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

“Kita akan amati terus karena saya tidak mau sampai terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Selain keselamatan, Farhan juga menyoroti akses bagi penyandang disabilitas. Desain halte dengan lantai yang tinggi di nilai berpotensi menyulitkan kelompok tersebut.

“Itu sebabnya sekarang saya sedang bolak-balik ke Jakarta terus, ke Kementerian Perhubungan dan Bappenas, untuk memastikan bahwa secara teknis ini memungkinkan dan tidak mengganggu keseharian masyarakat secara berat,” jelasnya.

Opsi Pelebaran Jalan

Terkait opsi pelebaran jalan untuk mengakomodasi halte BRT, Farhan mengatakan hal itu tidak memungkinkan karena trotoar di kawasan tersebut sudah terbangun.

“Tidak bisa, soalnya trotoarnya sudah jadi,” katanya.

Selain Cicadas, pembangunan halte on corridor BRT juga berlangsung di kawasan Stasiun Hall dan Pasar Baru. Farhan menyebut terdapat 28 halte on corridor yang dibangun di sejumlah titik di Kota Bandung.

“Total semuanya ada 28,” ujarnya.

Farhan juga mengakui sosialisasi kepada masyarakat terkait pembangunan halte BRT masih perlu diperluas. Ia meminta pihak BRT lebih masif menyampaikan informasi kepada warga.

“Saya meminta pihak BRT untuk melakukan sosialisasi lebih masif ke seluruh warga. Karena yang tahu teknis pengerjaannya adalah BRT,” ungkapnya.

Menurut Farhan, sosialisasi juga harus menyasar pengelola parkir dan pedagang yang terdampak pembangunan.

Dorong BRT Berikan Informasi

Sebagai perwakilan warga, Farhan mengaku terus mendorong pihak BRT memberikan informasi mengenai tahapan pembangunan serta rekayasa lalu lintas yang diterapkan.

“Sebagai wakil warga, tentu kita akan protes terus. ‘Pak, ini bagaimana? Kenapa kita tidak diberi tahu? Kenapa kita tidak diberi jalur alternatif?’ Nah, ini yang terus kami lakukan untuk menekan BRT agar memberikan sosialisasi yang lebih luas,” ucapnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi kemacetan selama pembangunan, Dinas Perhubungan (Dishub) akan melakukan pengaturan lalu lintas di setiap titik pengerjaan.

Baca Juga: Penjualan Mobil BYD di Jabar Tembus 12 Ribu Unit

“Bagaimanapun juga kami akan mengatur sedemikian rupa. Kemacetan memang tidak terhindarkan ketika ada pengerjaan di pinggir atau tengah jalan, pasti macet,” katanya.

Farhan menambahkan, petugas akan disiapkan untuk mengatur lalu lintas sejak pagi hingga malam guna meminimalkan dampak pembangunan terhadap pengguna jalan.

“Harusnya nanti akan ada petugas di setiap titik, saya akan atur sedemikian rupa,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Wamenko Pangan: Penutupan SPPG tak Kantongi SLHS Berlanjut

0
SPPG SLHS fokusjabar.id
Hanif Faisol Nurofiq (foto: ilustrasi)

DENPASAR, FOKUSJabar.id: Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan (Wamenko Pangan), Hanif Faisol Nurofiq menegaskan, penyaringan dan penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) di pastikan berlanjut.

Menurutnya, langkah tegas tersebut akan di lakukan secara bertahap dan sistematis.

BACA JUGA:

Buntut Keracunan, BGN Evaluasi 172 SPPG di Pati

“Karena volumenya cukup besar, jadi di lakukan secara bertahap dan sistematis,” kata Hanif Faisol Nurofiq di kutip jpnn.com, Jumat (11/9/2026).

Meski begitu, Badan Gizi Nasional (BGN) tetap melakukan evaluasi dan penyaringan fasilitas penyedia makanan di lapangan.

Pemerintah tetap memperhitungkan berbagai aspek teknis agar penataan operasional berjalan terukur tanpa mengabaikan aspek perlindungan keselamatan publik.

“Banyak hal yang harus di pertimbangkan. Tetapi memang ketegasan harus di ambil. Tidak bisa tidak karena kondisi seperti ini (kasus keracunan) tidak boleh terulang di masyarakat,” katanya.

Penyaringan dan penertiban terhadap seluruh unit penyedia makanan bergizi yang belum memenuhi kriteria SLHS tersebut akan terus berlanjut.

Hal ini sejalan dengan kebijakan tegas yang di ambil oleh BGN. Di mana telah menghentikan sementara operasional 1.999 SPPG yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia yang terbukti belum mendaftarkan SLHS pada Dinas Kesehatan setempat.

Berdasarkan data terakhir, jumlah unit dapur terdaftar di sesuaikan dari total awal 27.485 menjadi 27.022 unit.

BACA JUGA:

BGN Sambut Baik Rekomendasi Menteri HAM Perkuat Pemulihan Penerima Manfaat MBG

Dari hasil verifikasi data tersebut, di temukan fakta bahwa 1.999 SPPG sama sekali tidak mengajukan proses pendaftaran SLHS.

Sebaran rincian 1.999 SPPG yang di hentikan sementara operasional meliputi Wilayah 1 (wilayah Sumatra) sebanyak 351, Wilayah 2 (wilayah Jawa dan Banten) ada 1.417 serta Wilayah 3 (mencakup Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua) sebanyak 231 unit dapur MBG.

Di sisi lain, BGN menyambut baik rekomendasi Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) terkait penguatan mekanisme pemulihan bagi masyarakat terdampak dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Menteri HAM, Natalius Pigai merekomendasikan BGN untuk membentuk unit pemulihan korban agar penanganan terhadap masyarakat yang terdampak persoalan dalam pelaksanaan MBG dapat di lakukan secara lebih sistematis.

BGN menilai, rekomendasi tersebut merupakan masukan yang baik dan konstruktif untuk terus memperkuat tata kelola program. Khususnya dalam memastikan perlindungan dan pemenuhan hak penerima manfaat.

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati mengatakan, rekomendasi Kementerian HAM merupakan bagian penting dalam proses evaluasi dan penyempurnaan penyelenggaraan program MBG.

Menurut Dia, pihaknya terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak sebagai bahan untuk terus memperbaiki pelaksanaan program.

(Bambang Fouristian)

Polres Ciamis Amankan AS Penjual 1200 Miras

0
Miras Polres Ciamis fokusjabar.id
Kapolres Ciamis AKBP. Eko Iskandar saat rilis Miras

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Kapolres Ciamis, AKBP Eko Iskandar mengatakan, jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) berhasil mengamankan AS penjual Minuman Keras (Miras).

Menurut Eko, AS membawa miras dari Bandung menuju Ciamis menggunakan kendaraan minibus.

BACA JUGA:

Dispusip Ciamis Bentuk Tim Khusus, Perpustakaan SMP Negeri Didorong Segera Terakreditasi

Kendaraan tersebut di gunakan sebagai kamuflase agar aktivitas pengiriman tidak mudah di ketahui.

“Modusnya, pelaku membawa miras menggunakan kendaraan minibus sebagai kamuflase,” kata Kapolres Ciamis, Jumat (11/9/2026).

Eko menjelaskan, setelah tiba di Ciamis rencananya tidak di jual seluruhnya di satu tempat. AS menggunakan sistem Cash on Delivery (COD) untuk mendistribusikannya kepada pembeli.

Tak hanya Ciamis, Polisi mendapati jaringan pemasaran miras tersebut menyasar sejumlah daerah lain.

“Pelaku menjual Miras tidak hanya di Ciamis. Rencananya di kirim ke Tasikmalaya, Banjar dan Pangandaran. Jadi modusnya  menggunakan sistem COD,” ucapnya.

AS juga di sebut telah menjalankan bisnis penjualan miras ilegal tersebut selama beberapa waktu. Dari setiap botol yang terjual pelaku memperoleh keuntungan Rp10 ribu.

“Dengan barang bukti sebanyak 1.200 botol, nilai keuntungan yang berpotensi di peroleh mencapai sekitar Rp12 juta,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Pemkab Ciamis Sabet Dua Penghargaan Manajemen ASN dari BKN

Eko menerangkan, akibat melakukan perbuatan melawan hukum pelaku akan di berikan hukuman sesuai aturan perundang undangan yang ada.

“Barang bukti dan pelaku saat ini sudah di amankan di Polres Ciamis,” pungkasnya.

Tindakan polisi mengamankan penjual miras adalah bentuk hadirnya negara untuk menjaga ketertiban umum.

(Husen Maharaja)

Buntut Keracunan, BGN Evaluasi 172 SPPG di Pati

0
BGN Pati fokusjabar.id
foto ilustrasi

PATI, FOKUSJabar.id: Badan Gizi Basional (BGN) segera melakukan evaluasi terhadap 172 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pati Jawa Tengah (Jateng).

Rencana evaluasi BGN usai kejadian keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BACA JUGA:

BGN Sambut Baik Rekomendasi Menteri HAM Perkuat Pemulihan Penerima Manfaat MBG

Wakil Kepala BGN, Trenggono menegaskan, evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan sekaligus memastikan pembenahan tata kelola yang terus di lakukan sejak kepemimpinan baru berjalan.

“Semenjak kepemimpinan yang baru, kami sudah berupaya semaksimal mungkin memperbaiki tata kelola dengan menyiapkan SPPG dengan baik. Namun, di antara semua ada satu-dua mungkin yang tidak sesuai dengan SOP, tidak patuh terhadap tahapan-tahapan penyiapan makanan. Ini yang harus kita evaluasi terus,” kata Trenggono di kutip JawaPos, Jumat (11/9/2026).

Trenggono menegaskan, BGN tidak akan memberikan toleransi terhadap SPPG yang berdasarkan hasil evaluasi di nilai tidak layak atau tidak mampu memenuhi standar keamanan dalam penyediaan makanan.

“SPPG seperti yang saya sampaikan yang lalu, yang jelas di-suspend. Mungkin kalau dapurnya jelek, suspend permanen. Itu sudah komitmen Kami,” tegasnya.

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti evaluasi tersebut dengan melakukan pemeriksaan langsung terhadap seluruh SPPG di wilayahnya.

Pemeriksaan akan di lakukan bersama jajaran pemerintah daerah dan lintas sektor untuk memastikan kondisi serta kesiapan masing-masing dapur.

BACA JUGA:

Cicilan Utang Whoosh 80 Tahun Disentil Jimly, Soroti Beban Generasi Mendatang

“Kabupaten Pati ini ada sekitar 172 dapur. Kami pastikan minggu depan kami akan datang langsung ke semua SPPG untuk mengecek fasilitas dan kemampuan dapur melayani penerima manfaat,” kata Chandra.

Menurutnya, pemeriksaan tidak hanya akan melihat kondisi fisik dapur. Tetapi juga kemampuan masing-masing SPPG dalam melayani jumlah penerima manfaat.

Hal ini penting untuk memastikan kapasitas dapur sebanding dengan jumlah penerima manfaat yang di layani.

“Misalkan dapur ini kecil, dia ternyata mendapatkan pengelolaan manfaat ini sampai 2.500 sampai 3.000. Itu yang akan kami evaluasi,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, evaluasi akan melibatkan berbagai unsur untuk memastikan pemeriksaan di lakukan secara komprehensif.

Pemerintah Kabupaten Pati akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Kodim, Polres serta seluruh unsur Forkopimda.

Chandra menambahkan, hasil pemeriksaan terhadap masing-masing SPPG akan menjadi bahan rekomendasi kepada BGN.

Rekomendasi tersebut akan memuat hasil penilaian mengenai kelayakan dan aspek yang masih perlu di perbaiki pada masing-masing dapur.

“Kalau ada yang tidak sesuai SOP, nanti akan kami rekomendasikan. Hasilnya akan kami kirimkan ke BGN untuk evaluasi. Kami hanya bisa merekomendasikan  layak atau perlu di perbaiki. Keputusannya tetap dari BGN,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Keluarga Besar Alumni Fakultas Ekonomi Unpad Angkatan 70 Silaturami ke Wali Kota Banjar

0
Alumni Unpad 70 fokusjabar.id
Dr. Suherman Saleh salah satu Keluarga Besar Alumni Fakultas Ekonomi Unpad Angkatan 70

BANJAR, FOKUSJabar.id: Sinergi dan kolaborasi menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan daerah. Hal tersebut terus di bangun Pemerintah Kota Banjar. Salah satunya melalui silaturahmi dan pertukaran gagasan dengan Keluarga Besar Alumni Fakultas Ekonomi Unpad Angkatan 70.

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun komunikasi dan kebersamaan antara Pemerintah Kota Banjar dengan Keluarga Besar Alumni Fakultas Ekonomi Unpad Angkatan 70.

BACA JUGA:

Rekonstruksi Pembunuhan Pak Ogah di Banjar, Pelaku Peragakan 49 Adegan

Wali Kota Banjar, Sudarsono menegaskan, Pemda terbuka terhadap berbagai saran, masukan dan gagasan konstruktif dari berbagai pihak.

Menurutnya, kolaborasi dengan para alumni yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang ekonomi dapat menjadi energi positif dalam mengoptimalkan potensi daerah.

“Saran dan masukan sangat berharga bagi kami. Mengingat Bapak dan Ibu semua memiliki basic ekonomi yang kuat. Kami sangat memerlukan dukungan dan saran dalam pemberdayaan berbagai potensi pembangunan di Kota Banjar,” kata Sudarsono.

Ia berharap, silaturahmi tersebut tidak berhenti pada pertemuan semata. Tetapi dapat terus berlanjut dalam bentuk komunikasi, berbagi ilmu, informasi serta gagasan yang memberikan manfaat bagi kemajuan Kota Banjar.

“Semoga ke depan kita dapat terus berbagi ilmu dan informasi untuk mendukung pembangunan di Kota Banjar. Dengan kebersamaan dan kolaborasi, mudah-mudahan berbagai potensi yang di miliki dapat kita kembangkan secara optimal demi kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Gaya Kepemimpinan Sudarsono

Gaya kepemimpinan Wali Kota Banjar di nilai memiliki kemiripan dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Penilaian itu di sampaikan Suherman Saleh (Uda Herman) salah satu Keluarga Besar Alumni Fakultas Ekonomi Unpad Angkatan 70.

BACA JUGA:

Bantuan 200 Becak Listrik untuk Kota Banjar Senilai Rp4,4 Miliar

Dia menyebut, kesamaan tersebut terlihat dari cara Sudarsono membangun komunikasi dan aktif mencari peluang bagi daerah. Yakni bukan sekadar menunggu program atau bantuan datang.

“Beliau bukan termasuk pemimpin yang menunggu bola. Tapi penjemput bola,” kata Uda Herman.

Menurutnya, pola tersebut mengingatkannya pada Dedi Mulyadi saat masih menjabat Bupati Purwakarta.

Ia mengaku pernah memberikan saran kepada Dedi Mulyadi pada 2008 agar aktif membangun jaringan dengan pemerintah pusat, para menteri, wakil rakyat hingga calon investor untuk kepentingan pembangunan daerah.

“Saya melihat ada benang merah antara yang saya sarankan kepada Pak Bupati Purwakarta tahun 2008. Fan sekarang ke Pak Wali Kota,” ujarnya.

Uda Herman mengaku, awalnya penasaran dengan Kota Banjar setelah sering mendengar Dedi Mulyadi berbicara mengenai daerah tersebut.

Ia menyebut, Dedi beberapa kali datang ke Banjar dan menceritakan perkembangan kota serta kepemimpinan Sudarsono.

“Saya tertarik, apa sih hebatnya Banjar ini sampai Pak Gubernur begitu antusias menyampaikan kehebatan Banjar kepada masyarakat luar. Termasuk kepada saya,” katanya.

Setelah datang langsung ke Banjar, Dia mengaku mendapat gambaran mengenai arah pembangunan yang tengah di dorong Sudarsono.

Salah satu yang menarik perhatiannya adalah rencana pengembangan kawasan sungai sebagai destinasi wisata.

“Mudah-mudahan beberapa tahun ke depan apa yang di sampaikan Pak Wali menjadi kenyataan. Banjar nanti menjadi kota Paris versi Banjar. Di mana sungai-sungainya menjadi tujuan wisata,” pungkasnya.

(Agus Purwadi)

Saddil Ramdani Bicara Soal Rumah Barunya Persebaya Surabaya

0
Saddil Ramdani Persebaya fokusjabar.id
Saddil Ramdani (foto: ilustrasi)

SURABAYA, FOKUSJabar.id: Pemain Persib Bandung, Saddil Ramdani mulai menjalani latihan perdana bersama Persebaya Surabaya di Lapangan C Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Seperti di ketahui, Saddil Ramdani di lepas Persib Bandung dengan status pinjaman selama satu musim.

BACA JUGA:

Igor Tolic Takjub Lihat Ribuan Bobotoh Padati GBLA Jelang Persib vs Persija

Dia akan coba menunjukkan kualitasnya bersama Bajul Ijo karena musim lalu sulit mendapatkan menit bermain.

Ini menjadi momen mantan pemain Sabah FC tersebut untuk kembali ke performa terbaiknya di Super League 2026/2027.

Apalagi bersama Maung Bandung dia sempat mendapatkan sorotan dan gagal mendapatkan tempat utama di posisi winger.

Saddil menjelaskan, saat ini masih berusaha untuk bisa beradaptasi dengan baik. Terutama agar bisa menjalankan instruksi pelatih dengan maksimal.

Hal tersebut menjadi krusial karena dia tidak mengikuti agenda pramusim bersama Persebaya.

“Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan baik. Saya berusaha beradaptasi dengan teman-teman secepat mungkin dan mengikuti apa yang menjadi instruksi pelatih,” kata Saddil Ramdani di kutip BolaSport.com

Pemain kelahiran Raha ini melanjutkan, sambutan yang di terima cukup hangat sejak pertama tiba. Menurutnya, sebagai pemain baru tentu membutuhkan lingkungan yang baik dan ini terjadi di Bajul Ijo.

Termasuk dengan memberikan bantuan agar dia bisa segera beradaptasi dan siap bermain di pertandingan.

“Teman-teman di sini juga sangat welcome. Saya merasa senang dan tentu menghormati seluruh pelatih, pemain, serta ofisial yang ada di Persebaya,” katanya.

Latihan perdana ini di manfaatkan untuk bisa mengembalikan kondisi fisiknya. Termasuk untuk bisa beradaptasi dengan cuaca Surabaya yang cenderung lebih panas.

BACA JUGA:

Pelatih Persib Bandung Fokus Hadapi Persija Jakarta

Manajemen Persib resmi meminjamkan Saddil Ramdani ke Persebaya Surabaya untuk kompetisi Super League 2026/2027.

Tujuannya, memberikan kesempatan bermain yang lebih banyak bagi sang pemain.

Langkah tersebut sekaligus mendukung pengembangan karier profesional Saddil di lapangan hijau.

Jajaran pelatih telah mempertimbangkan kebutuhan tim serta situasi terkini Saddil sebelum mengambil keputusan.

Coacg Igor Tolic menilai, jam terbang sangat krusial bagi seorang pesepak bola profesional.

Peminjaman ke Persebaya menjadi ruang yang tepat bagi Saddil untuk menjaga performa terbaiknya.

“Menit bermain sangat penting bagi seorang pemain untuk menjaga performa dan kepercayaan diri,” kata Igor Tolic.

Dia berharap, winger lincah tersebut mampu membuktikan kualitasnya selama membela Persebaya Surabaya.

(Bambang Fouristian)