spot_imgspot_img
Jumat 9 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8216

Persib Akui Keunggulan Madura United

0
ilustrasi (web)

MADURA,FOKUSJabar.id: Persib Bandung harus mengakui keunggulan Madura United dengan skor 2-1 pada laga tandang kompetisi Liga 1 2018 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (4/5/2018).

Pada pertandingan tersebut, Madura United menekan lebih dulu dan mampu menciptakan banyak peluang. Mereka baru bisa memecah kebuntuan pada menit 38 melalui Fabiano Da Rosa Beltreme yang memaksimalkan tendangan penalti.

Memasuki babak kedua, Persib mencoba mengejar ketertinggalannya, Maung Bandung pun membangun serangan. Namun, belum bisa menyamakan kedudukan.

BACA JUGA:

7 Atlet Pencak Silat Kota Banjar Sumbang Medali Emas, Perak dan Perunggu

Persib memasukan tenaga baru seperti Airlangga Sucipto dan Fulgensius Billy Paji Keraf. Hanya saja, masuknya pemain anyar tidak terlalu mengubah permainan skuad Maung Bandung.

Madura United mampu menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit 81, gol kedua Sape Kerap ini dicetak kembali Fabiano melalui tendangan bebas.

Memasuki menit 90, Persib berhasil memperkecil ketertinggalannya menjadi 2-1, melalui sepakan Jonthan Bauman setelah memanfaatkan umpan dari Ghozali Siregar. Gol tersebut tidak mampu menyelamatkan Maung Bandung dari kekalahan.

(Arif)

Relawan Jodoh Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi-Moeldoko di Pilpres 2019

0
(FOKUSJabar/Budi)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Relawan yang menamakan diri Jokowi-Moeldoko hebat (Jodoh) mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi dan Moeldoko sebagai Calon Presiden dan Wakil Presiden di pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Ketua Umum Relawan Jodoh Ivan Purba mengatakan bahwa Moledoko sosok yang pantas disandingkan dengan Jokowi di Pilpres 2019. Sebab, kata dia, Moeldoko memiliki kapasitas dan kapabilitas menjadi wakil Jokowi.

“Moeldoko adalah figur berpengalaman dan memiliki jaringan pertahanan keamanan. Tentunya jika disandingkan dengan Jokowi akan saling melengkapi,” kata Ivan di RM. Bale Gazeebo Kota Bandung, Jumat (4/5/2018).

Ivan berpendapat, Pilpres 2019 akan lebih keras dibanding Pilpres 2014 lalu. Asumsi tersebut timbul karena kelompok oposisi yang kerap memainkan isu dan didompleng menjadi alat berpolitik praktis.

“Jokowi harus dipasangkan dengan sosok yang mampu meredam situasi itu. Kenapa harus Moeldoko, karena Moeldoko lah yang memiliki kriteria tepat,” tegas dia.

(Budi/LIN)

Pasangan Hebring Janjikan Pendidikan Gratis dan Berkualitas di Kota Bandung

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 2 Yossi Irianto-Aries Supriatna berkomitmen menyelenggarakan pendidikan gratis bagi seluruh warga Kota Bandung mulai tingkat SD hingga SMP.

“Pada momen hardiknas (hari pendidikan nasional) ini, kami ingin memberi kabar gembira bagi seluruh warga Bandung. Jika kami terpilih, maka seluruh anak di Bandung bisa sekolah gratis,” kata Calon Wakil Wali Kota Bandung Aries Supriatna saat berdialog dengan warga Rancasari, Kota Bandung, Jumat (4/5/2018).

BACA JUGA:

Kala Pers dan Selebriti Menanam Cinta di Cileueur Riverwalk Ciamis

Jika pasangan Hebring itu terpilih sebagai pemimpin Kota Bandung pada Pilwalkot Bandung 2018, Aries menjamin tidak akan ada lagi pungutan apapun. Seperti pembelian buku pelajaran, LKS, seragam dan lainnya yang membebani orangtua siswa.

“Jadi nanti itu benar-benar gratis tanpa pungutan apapun. Anak tinggal berangkat ke sekolah dan belajar sungguh-sungguh, karena seluruh kebutuhannya sudah dipenuhi pemerintah,” tegas Aries.

Menurut dia, sebenarnya warga Bandung di gratiskan biaya sekolah mulai dari SD hingga SMA. Namun menurut Undang-undang, yang di tanggung Pemkot Bandung hanya dari SD hingga SMP. Sedangkan tingkat SMA di biayai oleh Pemprov Jabar.

Dia mengaku prihatin dengan masih banyaknya anak di Kota Bandung yang tidak mampu melanjutkan sekolah ke tingkat SMP dan SMA/SMK. Padahal, kata dia, Kota Bandung sama sekali tidak kekurangan sekolah SMP maupun SMA.

“Ironis sekali, di Kota Bandung ini masih banyak anak usia sekolah yang tidak mampu melanjutkan sekolah ke SMP dan SMA. Padahal sekolah kita banyak dan mencukupi. Ke depan seluruh anak di Kota Bandung harus menikmati sekolah gratis dan berkualitas,” jelas dia.

Selain menjamin sekolah gratis bagi seluruh warga Bandung, pasangan Hebring pun berjanji akan mempermudah alur pendaftaran siswa di seluruh sekolah yang ada di Kota Bandung.

Tidak hanya itu, dia pun berjanji akan meningkatkan kualitas, dan sarana prasanan baik di sekolah negeri maupun swasta.

Aries pun akan mendorong Pemkot Bandung mengalokasikan dana APBD untuk membangun dan meningkatkan sekolah-sekolah di Bandung. Baik dari sisi fisik maupun kualitas dan sistem pengajarannya.

Lebih lanjut dia berharap, gap kualitas antara sekolah negeri dan swasta tidak terlalu jauh. Ke depan Pemkot Bandung harus mendorong agar siswa dari kalangan menengah ke atas mau bersekolah di sekolah swasta.

Sedangkan, sekolah-sekolah negeri yang memang memperoleh subsidi dan bantuan dari pemerintah di prioritaskan bagi anak-anak dari kalangan tidak mampu.

“Namun tentunya sekolah-sekolah swasta ini harus benar-benar di bantu oleh pemerintah. Dengan begitu, ke depan, seluruh sekolah swasta memiliki kualitas yang baik, dan biayanya pun terjangkau,” kata dia.

(LIN)

Tahun Depan, Jabar Punya SMK Olahraga

0
Kadisorda Jabar Yudha Munajat (foto Ageng)
Kadisorda Jabar Yudha Munajat (FOKUS/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Impian Jawa Barat untuk memiliki sekolah khusus olahraga akan segera terwujud. Rencananya, tahun 2019 pemerintah pusat sudah menyetujui pendirian Sekolah Menengah Kejuruan Olahraga (SMKO) di Jabar. Pendirian SMKO itu rencananya dibangun di areal komplek olahraga SPort Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik, Kota Bandung.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jabar Yudha M Saputra mengatakan, perencanaan pendirian SMKO masih dalam tahap review di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Namun, kata dia, secara prinsip pemerintah pusat sudah memberikan izin pendirian SMKO.

“Pemerintah Pusat hanya mensyaratkan Pemprov Jabar untuk membangun asrama, dan mereka siap memberikan izin untuk mendirikan SMKO. Jadi rencananya, pada tahun 2019, bangunan SMKO segera didirikan. Kita siap membangun asramanya di komplek SPOrT Jabar,” kata Yudha di ruang kerjanya, komplek olahraga SPOrT Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (4/5/2018).

Rencananya, SMKO akan langsung menampung siswa di semua angkatan, mulai kela X hingga kelas XII. Hal itu memungkinkan, karena sudah ada atlet yang tergabung di PPLP Jabar, dan mereka akan menjadi siswa pertama di SMKO.

“Rencananya satu kelas akan diisi 24 siswa. Jumlah ruang kelas sebanyak 9 gedung,” jelas dia.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar Ahmad Hadadi menambahkan, untuk kurikulum pendidikan di SMKO tidak jauh berbeda dengan kurikulum di sekolah menengah atas (SMA) atau sekolah menengah kejuruan (SMK) pada umumnya. Namun dari sisi jadwal pelajaran akan disesuaikan dengan jedwal latihan siswa yang notabene adalah atlet.

“Kalau kurikulum SMKO sudah ada di beberapa daerah maupun beberapa negara yang pernah dikunjungi, kita tinggal mengadopsinya dan menerapkan di sini,” kata Hadadi.

Keberadaan PPLP Jabar yang menampung pelajar berprestasi di bidang olahraga, pendirian SMKO akan lebih mudah. Pasalnya, selama ini, atlet pelajar yang masuk dalam PPLP Jabar sudah mendapatkan fasilitas mulai dari uang saku, penginapan hingga operasional.

(Ageng/LIN)

Terus Hantarkan Kebahagian, JNE Sukses Gelar Berbagai Kegiatan di April 2018

0
JNE saat berpartisipasi pada Hari Nelayan di Sukabum. (FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Dengan tagline ‘Connecting Happines’, JNE terus berupaya berbagai dan menghantarkan kebahagian melalui berbagai program maupun ikut serta dalam berbagai event di daerah. Dan selama bulan April 2018, JNE Jabar telah mempu meraih berbagai penghargaan dan berpartisipasi dalam sejumlah event komunitas, kesenian, musik, pendidikan, hingga kegiatan lainnya.

Head of Regional Jawa Barat, Murah Lestari mengatakan, pada semester pertama tahun 2018, semua cabang JNE di Jawa Barat yakni Bandung, Cirebon, Tasikmalaya, Sukabumi, dan Karawang telah memiliki agenda rutin kegiatan setiap bulan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing customer di setiap cabang. Mulai dari memberikan kemudahan bagi costumers melalui berbagai program, hingga mengadakan ajang silaturahmi dengan para loyal customers.

“Kita terus menggali apa yang menjadi kebutuhan customer sehingga dapat meningkatkan performa dan pelayanan. Salah satunya dengan memberikan apresiasi kepada para mitra atau agen yang menunjukan performa terbaik dalam mengembangkan bisnisnya sebagai titik layanan JNE,” ujar Tari (sapaan akrab Murah Lestari) saat ditemui di Jalan Soekarno Hatta 452 Kota Bandung, Jumat (4/5/2018).

Pada bulan April ini pun, JNE telah meraih berbagai penghargaan. Diantaranya empat penghargaan yang diperoleh JNE Bandung yang tiga diantaranya diberikan saat ajang Indonesia Marketeers Festival. Sedangkan satu penghargaan lain yakni sebagai Perusahaan Pembayar Zakat Terbaik dari Baznaz Jabar.

Selain itu, lanjut Tari, JNE Bandung pun mendukung dan berpartisipasi dalam beberapa kegiatan pemberdayaan UKM melalui seminar UKM dalam gelaran Bandung Bersinergi, pelatihan UKM dalam gelaran Education Garut Award, dan Gelaran Indonesia Markeeters Festival (IMF) 2018.

Kolaborasi dan sinergitas dengan berbagai pihak pun dilakukan dengan menggelar berbagai acara. Seperti dengan Komunitas Motor Langsam Jaya menggelar BBQ Ride, donasi kepada anak yatim bersama dengan komunitas pendongeng Kokomang, sepak bola untuk negeri bersama AIA, Biker Day Dirgantara, dan acara tahunan Kampoeng Jazz.

Selain JNE Bandung, berbagai kegiatan serupa pun digelar JNE Jabar di beberapa cabang lain. Seperti di Karawang dengan menggelar JLC Gathering serta berpartisipasi dalam HUT ke-104 Sukabumi dan menggelar Bursa Lowongan Kerja di Tasikmalaya.

(ageng/bam’s)

Ini Janji Cagub PDIP Selamatkan Buruh Jawa Barat dari Ancaman Revolusi Industri 4.0

0
Cagub TB Hasanudin Saat Melihat Produksi Kain Pakaian Menggunakan Robotic. (FOKUSJabar/Adie)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Calon Gubernur (Cagub) Jawa Barat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Mayjend (purn) TB Hasanudin mengingatkan kepada kaum buruh untuk tidak khawatir dengan fenomena Revolusi industri generasi ke-empat atau Industri 4.0.

Perubahan tersebut tak bisa dipungkiri membuka potensi PHK buruh menjadi besar karena peralihan produksi industri dari manual menjadi mesin.

Pria yang akrab disapa Kang Hasan ini memastikan para pekerja industri akan dilindungi Negara dengan memberikan pendidikan skill untuk menyesuaikan dengan kebutuhan saat revolusi industri. Lanjut Kang Hasan, secara teknis, pekerja industri harus siap beralih ke perusahaan lain setelah mendapat pendidikan skill kebutuhan industri generasi 4.0.

“Saya kira gak ada masalah. Ke depan, dengan program itu, manusianya harus punya skill mengoperasikan (teknologi industri 4.0),” ujar Kang Hasan disela kunjungan ke Pabrik Tekstile L&B Indonesia Parung Kuda Kota Sukabumi Jawa Barat, Jumat (4/5/2018).

Pihaknya memastikan, keterbukaan pabrik lain menerima perpindahan pekerja industri. “Jika yang tadinya memperkerjakan 10 orang jadi cukup empat orang, yang enam orangnya (pindah) ke pabrik lain. Ya (harus) Wellcome saja, kita akan menjadi negara industri besar di dunia,” katanya.

Lebih lanjut Kang Hasan menjelaskan, untuk mengantisipasi potensi PHK, sosialisasi kepada para buruh harus menjadi prioritas. Menurutnya, pemahaman akan perubahan dalam dunia industri merupakan sebuah kepastian harus difahami para buruh.

“Dimanapun modernisasi itu butuh kearifan lokal, butuh pemimpin yang menjembatani antara program besar dengan masyarakat melalui sosialisasi budaya. Bekerja dengan teknologi tinggi? Yes, (tapi) harus punya skill,” katanya.

Salahsatu daerah yang akan menjadi tempat pendidikan untuk menghasilkan pekerja yang siap bekerja di industri generasi ke empat yaitu Kabupaten Majalengka. “Kami dukung (Industri 4.0) dengan sekolah – sekolah SMK. Misalnya di Majalengka kita buat SMK khusus untuk mendukung 40 ribu pekerja Aerocity (BIJB Kertajati),” katanya.

Namun, Kang Hasan juga mengingatkan kepada pemilik pabrik industri di Jawa Barat agar mengutamakan tenaga kerja lokal dibandingkan tenaga kerja asing. Sebagai janjinya, jika dirinya terpilih di Pilgub Jabar, Pemerintah akan memudahkan izin pengembangan pabrik ke daerah – daerah lain.

“Saya harus melindungi investor di Jawa Barat, silahkan dimana saja, saya carikan tempat, saya bantu fasilitas perizinannya. Tapi saya titip yang bekerja adalah dari rakyat Jawa Barat,” tegasnya.

Menurutnya, selain perlindungan hak kerja tenaga kerja lokal ditengah perubahan pola produksi industri, keuntungan ekonomi bagi Negara juga harus dipertimbangkan. Keterbukaan bagi investor akan semakin menguntungkan Negara baik dari segi pemasukan maupun penambahan lapangan kerja.

“Itu sudah kewajiban dari Negara memberikan perlindungan. Karena ada nilai tambah untuk Republik ini, ada Tax (pajak), tenaga kerja,” katanya.

(Adie/Bam’s)

Uu Janji Selesaikan Masalah Lingkungan Hidup di Jabar

0
Uu Ruzhanul Ulum

BANDUNG,FOKUSJabar. co. id: Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 1 Uu Ruhzanul Ulum berjanji akan menyelesaikan permasalahan lingkungan hidup di Jabar jika dirinya terpilih nanti. Uu mengungkapkan, saat dirinya memimpin Kabupaten Tasikmalaya, banyak program mengenai persoalan lingkungan hidup yang terselesaikan.

“Maka saya berkomitmen tentang lingkungan yang ada di Jabar sesuai dengan kewenangan dan kemampuan untuk berjuang. Saya pun akan berusaha memelihara lingkungan, minimal aturan yang pernah diterapkan di Tasikmalaya dan dianggap pasa dibawa ke provinsi, akan saya lakukan nanti,” kata Uu di Bandung, Jumat (4/5/2018).

Uu berharap bisa menyelesaikan permasalahan Sungai Citarum agar bisa memberikan menfaat bagi seluruh warga Jabar.

“Masalah Citarum kami sudah berkomitmen ingin suci dan mensucikan, benar-benar bermanfaat bagi warga Jabar. langkah langkahnya apa?, dengan anggaran yang sudah kami hitung, Insya Alloh program Citarum bersih bisa terealisasi di masa yang akan datang,” kata dia.

Kaitannya dengan sampah, Uu menegaskan bahwa perlu ada langkah berkesinambungan dan komitmen kuat dari pemegang kebijakan untuk terus memberi pemahaman dan tindakan nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Masalah sampah teorinya sudah banyak, teknologinya pun sudah ada dan masyarakat sudah paham. Tinggal komitmen pemegang kebijakan. Program yang ada tidak hanya menjadi seremonial tapi perlu keberlanjutan, ” pungkasnya.

(Budi/LIN)