spot_imgspot_img
Minggu 11 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8205

Perekonomian Wilayah Priangan Timur Tumbuh Ke Arah Positif

0
foto : seda Fokus

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id : Pertumbuhan ekonomi di wilayah Priangan Timur diperkirakan terus mengalami tren pertumbuhan ke arah yang positif salah satu pendorongnya yakni komponen konsumsi rumah tangga (engine of growth).

Hal itu diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Heru Saptaji saat acara Bincang Bareng Bersama Media di RM Gunung 7, jalan Sukarindik Kec. Indihiang Kota Tasikmalaya Jum’at (11/05/18).

”arah pertumbuhan ekonomi ke depan di wilayah priangan timur menunjukkan rasa optimisme karena tumbuh membaik, ini diperkirakan tumbuh pada kisaran 5,7 persen sampai 6,2 persen di tahun 2018 sekarang,”ujar Heru.

Ditambahkan, pendorong tumbuhnya perekonomian ini seiring dengan kegiatan-kegiatan keagamaan, Ramadhan dan lebaran disamping itu terealisasinya beberapa proyek infrastruktur Pemerintah serta pelaksanaan pilkada pada juni 2018 mendatang yang mendorong belanja pemerintah meningkat,”ungkapnya.

Dia pun menjelaskan, banyak sumbuh-sumbuh ekonomi yang memang menjadi penyumbang tumbuhnya ekonomi di daerah misalnya sektor pariwisata, usaha perdagangan, usaha industri pengolahan makanan termasuk panen raya di awal triwulan II 2018”Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKUD) yang lakukan BI Tasikmalaya, dimana kegiatan usaha meningkat 39,35 persen, didukung oleh penyerapan tenaga kerja sebesar 7,99 persen, berdasarkan data itu kita optimis, kinerja pertumbuhan ekonomi triwulan II tahun ini akan terus tumbuh,”paparnya.

Lanjutnya, guna menjaga angka pertumbuhan ekonomi yang positig ini perlu sinergitas semua pihak”optimisme ini kita jaga terus dengan menciptakan iklim investasi yang kondusif, pengembangan sumber ekonomi baru yang berkelanjutan sehingga menciptakan multiplier effect ekonomi, mendorong peningkatan usaha pertanian serta menjaga kondisi sosial ekonomi,”pungkasnya.

(Seda)

Gomez Ingin Lanjutkan Tren Positif di Kandang

0
persela
Foto Web

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung akan melakoni pertandingan kandang di kompetisi Liga 1 2018 menghadapi Persipura Jayapura di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Sabtu (12/5/2018).

Menjelang pertandingan tersebut, pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomez menuturkan, timnya memiliki modal yang cukup bagus, pasalnya selama tampil di kandang Maung Bandung belum pernah menelan kekalahan.

Persib sendiri sudah melakoni tiga pertandingan kandang di liga 1 2018, dua diantaranya meraih kemenangan dan satu laga lainnya berakhir imbang. Catatan positif di kandang menurutnya menjadi modal bagi anak asuhnya menghadapi Persipura.

“Tapi Persib juga punya modal bagus di sini, di kandang,” kata Gomez ditemui di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Kamis (10/5/2018).

Pelatih yang sempat menangani Johor Darul Ta’zim ini menambahkan, pada pertandingan kandang kali ini, Persib kembali menargetkan kemenangan. Apalagi, posisi Maung Bandung masih berada di papan tengah.

“Kami juga butuh tiga poin jadi laga ini penting bagi kami,” tegas pelatih berusia 61 tahun ini. (Arif)

Sarat Politik, Deddy Mizwar Menduga Ada Pihak yang “Menunggangi” Aturan KPI

0
cagub jabar nomor urut 4 Deddy Mizwar siap gugat KPI soal surat edaran larangan penayangan sinetron (ilustrasi LIN)
cagub jabar nomor urut 4 Deddy Mizwar siap gugat KPI soal surat edaran larangan penayangan sinetron (ilustrasi LIN)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 4 Deddy Mizwar merasa prihatin dengan iklim politik Pilgub Jawa Barat yang semakin memanas.

Bahkan dia menduga bahwa saat ini ada pihak-pihak yang berusaha menyiasatinya dengan kebijakan dan aturan dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), khususnya terkait penayangan film sinetron di bulan Ramadhan tahun ini.

Seperti diketahui KPI mengeluarkan surat edaran larangan bagi calon kepala daerah yang maju Pilkada 2018 agar tidak melakukan kampanye melalui seni drama, sinetron, maupun seni peran lainnya di layar televisi. Larangan tersebut dikeluarkan KPI dalam surat edaran Nomor 68 tahun 2018.

“Ini sangat memprihatinkan, larangan itu sangat tendensius, dan itu terkesan ada agenda setting dan di politisisasi, jangan-jangan ditunggangi nih,” kata Deddy, Kamis (10/5/2018).

Dia mengatakan, nuansa politik dalam surat edaran itu sangat kental. Pihaknya khawatir kebijakan larangan itu ditunggangi pihak-pihak tertentu yang ingin menyiasatinya di Pilgub Jabar. Apalagi ada informasi di luaran bahwa larangan yang dikeluarkan KPI itu di arahkan kepada dirinya.

“Ini sangat tendensius, dan informasinya, larangan itu ditujukan untuk menghantam saya. Kalau memang benar, tidak menutup kemungkinan itu dipesan pihak-pihak tertentu. Tapi untuk kepastiannya sedang kita telusuri,” jelas dia.

Pihaknya pun telah bertemu dengan KPU Pusat dan mengonfirmasikan masalah larangan itu. Dari hasil diskusi tersebut, diketahui bahwa larangan itu merupakan kesepakatan bersama, antara KPI, Bawaslu, KPU dan Dewan Pers. Namun dalam kesepakatan itu tidak disinggung masalah penayangan sinetron.

berita acara kesepakatan KPU, KPI, Bawaslu dan Dewan Pers (foto IST)berita acara kesepakatan KPU, KPI, Bawaslu dan Dewan Pers (foto IST)
berita acara kesepakatan KPU, KPI, Bawaslu dan Dewan Pers (foto IST)

“Jadi larangan itu adalah penafsiran dari KPI, dan tidak menyentuh pada hal kesepakatan,” kata pemeran Nagabonar itu.

Atas kondisi tersebut, pihaknya akan melakukan gugatan hukum kepada KPI terkait adanya surat edaran larangan itu.

“Besok kita akan layangkan somasi untuk KPI,” tegas Deddy Mizwar.

Rencananya, kata dia, tim advokasi akan menindaklanjuti gugatan somasi tersebut ke KPI. Bahkan, jika edaran itu tidak dicabut, pihaknya berencana membawa kasus tersebut ke PTUN.

Untuk diketahui, dalam waktu dekat, khususnya di bulan Ramadhan, pihaknya bersama salah satu lembaga penyiaran akan menayangkan sinetron religi berjudul ‘Cuma Disini’ sebagai pengganti dari sinetron Para Pencari Tuhan (PPT).

“Sinetron religi ini kan memang rutin ditayangkan setiap tahunnya, dan profesi saya memang aktor, bukan orang yang sengaja mencari popularitas melalui tayangan film. Bahkan di sinetron itu pun tidak ada hal-hal yang menyangkut kampanye politik, tetapi justru di sana ada syiar Islam, dan ada edukasi bagi masyarakat,” tegas dia.

(LIN)

Komposisi Pemain Persib Komplet Saat Menghadapi Persipura

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung terus mematangkan persiapan untuk menghadapi Persipura Jayapura di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Sabtu (12/5/2018).

Menurut pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomez, saat menghadapi tim berjuluk Mutiara Hitam, skuad Maung Bandung akan tampil dengan komposisi komplet.

Pasalnya, pemain yang sebelumnya absen menghadapi Madura United bisa kembali bermain. Seperti, Supardi Nasir, Ezechiel N’douassel dan Febri Hariyadi.

” Kami punya tim yang komplet sekarang karena Supardi, Febri dan Ezechiel sudah bisa bermain,” kata pelatih asal Argentina.

Pelatih berusia 61 tahun ini mengaku, anak asuhnya sudah dalam kondisi siap. Meski begitu, belum bisa memastikan pemain yang akan masuk starting eleven.

“Kami sudah siap untuk pertandingan ini,” ucap pelatih yang baru bergabung dengan Persib di musim 2018.

(Arif/Bam’s)

Media Online Diminta Berperan Jadi Filter Berita Hoax

0
pelantikan_smsi_jabar_3
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat melantik smsi_Jabar

BANDUNG , FOKUSjabar.co.id: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) meminta kepada media, terutama media online berperan dalam mengklarifikasi berbagai berita bohong atau hoax. Dia berharap berita yang disajikan bisa memberikan fakta yang sesungguhnya.

“Media itu harus membangun, menyemangati masyarakat, dan memberikan pendidikan melalui informasi yang berlandaskan fakta media. Dengan bersumber dari narasumber yang bisa dipertanggungjawabkan,” kata Aher usai menghadiri pelantikan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Jawa Barat Periode 2017-2022 di Gedung Pakuan, Jl. Otto Iskandardinata No. 1, Kota Bandung, Kamis pagi (10/5/18).

“Sehingga informasi yang diterima itu segar, sehat, dan seimbang yang membuat masyarakat memiliki sikap jelas karena informasinya jelas, dan kemudian masyarakat menjadi tentram dan tenang,” lanjutnya.

Media perlu membangun sikap bersama. Menurut Aher, SMSI harus berperan dalam mengatasi berbagai berita hoax yang marak terjadi belakangan ini. Hal itu bisa dilakukan melalui investigasi terhadap berita hoax yang ada. Kemudian hasil investigasinya bisa menjadi rujukan bersama antarmedia.

“Hasil investigasinya dirumuskan bersama dan inilah yang menjadi fakta media dan kemudian disebarkan bersama kepada masyarakat, melalui sosial media yang ada di masyarakat. Sehingga masyarakat mendapat berita yang aktual dan mengungkapkan fakta media yang sesungguhnya,” jelas Aher.

Pada kesempatan ini, Aher juga menekankan cover all side bukan hanya cover both side dalam setiap pemberitaan. Hal ini dilakukan agar ada proses silang pendapat dan tabayyun dalam setiap peristiwa yang diberitakan.

“Lebih hebat lagi cover all side, bukan hanya cover both side, supaya ada proses silang pendapat dan tabayyun. Sehingga orang tidak digiring ke satu pendapat yang dipaksakan,” pungkasnya.

Kendalikan Inflasi saat Ramadhan, BI Tasik Ajak Ulama

0
BI Bersama TPID dan Ulama Bersinergi dalam mengendalikan inflasi (FOKUSJabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id : Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya Heru Saptaji mengatakan, inflasi tidak hanya ditentukan dari ketersediaan barang saja atau tingkat produksi namun sangat ditentukan prilaku masyarakat yakni konsumsi pangan yang berlebih-lebihan khususnya saat bulan Ramadhan.

“Inflasi terus terjadi karena masyarakat kita saat itu banyak yang pola hidup yang berlebihan, panic buying dan membeli barang-barang dalam volume besar khususnya pola konsumsi. Peran ulama ini sangat strategis dalam mendukung pengendalian inflasi, ulama bisa menyadarkan masyarakat untuk tidak hidup berlebihan-lebihan dalam berbelanja di bulan Ramadhan, ulama menjadi penyambung lidah bagi masyarakat melalui ceramah, khutbah Tausiyah karena masyarakat lebih taat dan patuh terhadap apa yang disampaikan ulama,” katanya saat pertemuan dan silaturahmi bersama para Ulama se-Tasikmalaya di Masjid Agung Kota Tasikmalaya Kamis (10/05/18). Hadir pada kesempatan itu Wakil Walikota Tasikmalaya H.Muhammad Yusuf, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Ma’ruf,  serta perwakilan Pondok Pesantren dan DKM.

Heru mengatakan, saat memasuki bulan Ramadhan itu, yang perlu kita tingkatkan yakni ibadah  kepada Allah SWT bukan justru harus berlebih-lebihan dalam konsumsi atau berbelanja yang akan menimbulkan inflasi.

Sementara itu Wakil Walikota Muhammad Yusuf menghimbau masyarakat agar tidak melakukan pola hidup berlebihan dalam bulan Ramadhan sehingga tidak terjadi inflasi di Kota Tasikmalaya”menghadapi bulan Ramadhan tetap hidup sederhana tidak perlu berlebihan, jangan berbelanja barang berlebihan, beli konsumsi berlebihan, tidak perlu panik karena Pemerintah menjamin stok pangan dan kebutuhan pokok lainnya untuk masyarakat Kota Tasikmalaya aman sampai lebaran mendatang.

Yusup mengajak  masyarakat dalam memasuki Ramadhan nanti, harus mampu menahan hawa nafsu dan senantiasa terus meningkatkan amalan-amalan ibadah kepada Allah SWT, sebab bulan Ramadhan bulan penuh berkah.

(Seda)

Wakil Wali Kota Tasikmalaya: Jangan Ada Aksi Sweeping di Bulan Ramadhan

0
H. M. Yusuf (fokusjabar - Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wakil Wali Kota Tasikmalaya M Yusuf meminta seluruh komponen masyarakat Kota Tasikmalaya tetap menjaga kenyamanan dan kondusifitas daerah, terlebih memasuki bulan puasa Ramadhan.

“Sebagai kota santri, warga Tasik harus mencerminkan kehidupan dan perilaku santri dan tetap menjaga rasa aman, kondusif. Tidak ada gerakan-gerakan yang dapat memicu keresahan di masyarakat seperti tindakan sweeping oleh ormas-ormas tertentu yang hanya membuat masyarakat tidak tenang dalam beribadah di bulan puasa,” kata Yusuf saat bersilaturahmi dengan para ulama se- Tasikmalaya di Masjid Agung Kota Tasikmalaya Kamis (10/05/18).

Seluruh komponen masyarakat, termasuk organisasi masyarakat dan lainnya harus menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa nanti.

“Bulan puasa itu harus tenang, sehingga masyarakat khusyuk untuk beribadah, jadi tidak boleh ada yang mengusik kekhusyukan warga dengan melakukan hal yang bisa memicu keresahan di masyarakat,” kata dia.

Menurut dia, sweeping tidak dibenarkan, karena termasuk tindakan sepihak yang jelas-jelas melanggar hukum dan akan mendapatkan sanksi hukum.

(Seda/LIN)