spot_imgspot_img
Minggu 11 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8204

Keluarga Korban Pertanyakan Kasus Miras

0
Miras
(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Polres Ciamis dinilai telat mengungkap kasus miras yang memakan korban jwa di Desa Sukaresik Kecamatan Sindangkasih beberapa bulan lalu. Oleh karena itu Keluarga korban minuman keras, Dadang mendatangi Mapolres Ciamis. .

Kedatangan keluarga korban ke Mapolres Ciamis tersebut untuk mempertanyakan kasus yang menimpa keluarganya yang sampai saat ini masih dianggap belum ada kejelasan siapa. Polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Padahal di daerah lain seperti di Cicalengka kasus tersebut langsung terungkap.

“Saya datang ke Polres ini ingin menanyakan sejauhmana penanganan kasus yang menimpa adik saya yang meninggal akibat Miras,” kata Dadang kakak dari Gerger korban tewas. Saat ditemui di Mapolres Ciamis. Jumat (11/5/2018).

BACA JUGA: Satpol PP Belitung Amankan Puluhan Liter Miras

Dadang mengatakan, pihaknya berharap pihak kepolisian bisa mengungkap siapa yang menjadi tersangka dari kasus tersebut agar dikemudian hari tidak ada korban-korban lagi akibat Miras di daerahnya.

“Kalau Polisi tidak bisa mengungkap pelakunya saya kira kejadian yang menewaskan pemuda di desanya akan terus terjadi karena tidak ada evek jera.

“Kemungkinan kejadian akibat Miras itu akan terulang lagi karena merasa soal Miras tidak terjerat hukum,” ungkapnya.

Sementara itu Waka Polres Ciamis Kompol Lalu Wira Sutriana. A.md mengatakan, pihak Polres Ciamis masih terus melakukan penyelidikan dangan kejadian tersebut namun pihak kepolisian masih belum bisa menentukan siapa tersangkanya karena untuk menetapkan tersangka tidak bisa serta merta tetapi harus melalui proses hukum yang belaku.

“Kasus ini masih berjalan dan kami mohon kepada keluarga korban untuk bersabar dan kalau ada informasi terbaru tolong sampaikan ke pihak kami untuk membantu agar kasus ini bisa dituntaskan sesuai hukum yang berlaku,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/DAR)

Polres Banjar Masih Selidiki Kasus Ujaran Kebencian Pilkada Serentak 2018

0
foto : Boip Fokus
BANJAR, FOKUSJabar.id : Polres Banjar masih mendalami kasus penyebaran selebaran kampanye hitam pada Pilkada Serentak 2018 di Kota Banjar. Polisi terus mencari pelaku penyebar ujaran kebencian terebut. Hanya saja, belum mendapatkan titik terang.
” Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan secara mendalam. Karena dalam prosesnya, saksi yang melihat secara langsung penyebar selebaran itu tidak ditemukan,” ungkap Kapolres Banjar, AKBP Matrius, Jum’at (11/5/2018).
Ditanya soal rencana aksi demo yang akan dilakukan alumni 212 apabila dalam kurun waktu 3 minggu kasus ini tidak segera terungkap, AKBP Matrius menerangkan, itu akan menjadi beban pihaknya.
Menurut dia, Polisi terus melalukan upaya pengungkapan kasus ujaran kebencian itu. Dia menginginkan semua pihak diminta tenang dan tetap menjaga kondusifitas keamanan.
“Berdemo silahkan saja karena itu adalah hak dan sudah dilindungi perundang-undangan. Berharap saudara kami alumni 212 untuk membantu kepolisian untuk mencari pelakunya,” tutur dia.
(Boip/Bam’s)

Polisi dan Warga Namas Sinergitas Jaga Kebersihan Mesjid dan Lingkungan

0
foto husen fokus

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Sejumalah anggota Polres Ciamis dan Polsek Cipaku laksanakan Jumat Bersih (Jumsih) membersihkan Masjid Al-Ihklas dan lingkunganya di Dusun Namas, Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis, Jumat (11/5/2018).

Selain itu, personel Polisi juga bersilaturahmi dengan ibu-ibu jemaah pengajian.

” Kegiatan ini sebagai ajang silaturahim kami dengan masyarakat,” kata Kapolres Ciamis, AKBP. Bismo Teguh Prakoso.

Bismo melanjutkan, silaturahmi tersebut sebagai jembatan agar masyarakat dan polisi lebih sinergi.

“Sinergitas masyarakat dengan polisi bisa mengantisipasi kejadian yang tidak diharapkan,” ucapnya.

Salah seorang warga, Rahmat mengapresiasi kegiatan Jumsih yang dilaksanakan jajaran Polres Ciamis dan Polsek Cipaku. Mereka sangat kompak dengan warga membersihan masjid dan lingkunganya.

” Kalau bisa kegiatan ini rutin dilaksanakan agar warga terpacu untuk menjaga kebersihan,” harapnya.

(Husen Maharaja/Bam’s)

West Java Coffee and Art Dibuka

0
Pembukaan West Java Coffee and Art 2018 Ngopi Saraosna Volume 5 dan Rangkaian HUT BJB ke-57 foto : ibenk fokus

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar acara besar bertema ‘West Java Coffee and Art’ dan Perayaan Hari Ulang Tahun ke-57 bank bjb, mulai pada Jumat hingga Minggu (11-13 Mei 2018).

Acara yang juga biasa disebut Ngopi Saraosna ini digelar di Halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, dan Jalan Majapahit dibuka secara langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) usai melaksanakan Salat Jumat.
“Biasanya kalau kita ada acara dengan kalimat kopinya kita mengambil tema ngopi saraosna. Tapi sekarang beda karena dikolaborasikan dengan seni dan budaya,” kata Aher saat membuka acara West Java Coffee and Art.
foto : Ibenk Fokus
Menurutnya, acara ini merupakan perayaan yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang ke lima. Aher menjelaskan, acara yang berkaitan kopi selalu menjadi andalan karena kopi Jawa Barat harus menjadi andalan ekonomi.
“Ini ngopi volume yang ke lima ya. Kenapa kopi, karena kopi Jawa Barat ini disukai oleh berbagai orang dari daerah manapun, dari negara manapun. Dengan kopi akan ada pertumbuhan ekonomi di masyarakat kok yakin,” ucap Aher.
Dalam acaraWest Java Coffee and Art digelar ratusan stan khusus kopi dan juga teh, serta ada 63 stan khusus UMKM binaan bank bjb.
(Ibenk/Bam’s)

Sambut Ramadhan, Hasan Ikut Karnaval Munggahan di Cirebon

0

CIREBON, FOKUSJabar.id: Menyambut bulan suci Ramadhan masyarakat Jawa Barat biasa menggelar acara munggahan. Hal itu biasanya dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya kegiatan karnaval yang dilakukan di Kabupaten Cirebon.

Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 TB Hasanuddin (Hasan) mengatakan, kegiatan tersebut positif dan harus terus dipertahankan.

Selain menunjukan kekompakan masyarakat dalam menampilkan kreasi seni dan budaya, kegiatan tersebut pun menjadi hiburan menarik, sambil menanti bulan penuh berkah tiba.

“Kegiatan karnaval ini menunjukan sifat kegotong royongan, selain sebagai hiburan, hal itu juga menjadi pengingat puasa akan seger tiba,” kata Hasan seusai membuka Karnaval tersebut, di Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, belum lama ini.

Kang Hasan menambahkan, ada beberapa tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Jawa Barat untuk menyambut datangnya bulan puasa, di antaranya tradisi mensucikan diri dengan mandi, hingga membersihkan lingkungan sekitar.

“Budaya dan tradisi tersebut harus tetap dipertahankan. Supaya budaya tetap jalan dan akidah tetap terjaga,” kata dia.

Sementara itu, Tokoh masyarakat Susukan Kyai Ali Murtado mengatakan, seluruh masyarakat yang hadir menyambut baik kedatangan Hasan pada pagelaran karnaval dua tahuna itu.

Kyai Ali berharap, kegiatan tersebut akan semakin eksis sebagai tradisi yang unik dan positif dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

“Alhamdulillah bisa kedatangan jenderal yang dibanggakan khusus melepas acara dan memberikan semangat. Insya Alloh bisa maju sama-sama ke depan (dengan Kang Hasan),” jelas Ali.

Karnaval tersebut, diisi dengan parade budaya dan berbagai kreativitas seperti patung-patung besar, pertunjukan musik, hingga drama singkat yang disaksikan ribuan masyarakat sekitar.

(LIN)

Jalan Majapahit dan Hayam Wuruk Ada di Bandung

0
foto : Humas Pemprov
BANDUNG, FOKUSJabar.id: Tiga ruas jalan Provinsi Jabar di Kota Bandung berganti nama sebagai langkah rekonsiliasi budaya Jawa-Sunda antara Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur dan Yogyakarta.

Hal itu dilakukan untuk memperbaiki memori kelam perang Pasunda Bubat yang terjadi 661 tahun silam.

Tiga ruas yang berganti nama itu adalah Jalan Gasibu diubah menjadi Jalan Majapahit. Kemudian ada Jalan Cimandiri menjadi Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Pusdai jadi Jalan Citraresmi.

Dari pantauan,  peresmian dilakukan oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Gubernur Jatim Soekarwo dan Wagub DI Yogyakarta Paku Alam X di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (11/5/2018).

Ahmad Heryawan (Aher) menyebut sudah melakukan kajian mendalam, komunikasi dan bermusyawarah dengan budayawan serta akademisi dalam memilih ruas jalan sekaligus mengganti namanya.

“Tentu saja ketika mengganti jalan kemudian diprotes masyarakat kan tidak nyaman. (Untuk itu, sebelumnya) Ini ada musyawarah,” katanya usai peresmian.

Menurut dia, harmonisasi budaya ini sangat penting untuk menyelesaikan konflik Jawa – Sunda di masa lampau. Dia berharap sekat budaya yang terjadi antara Jawa – Sunda bisa mencair di tengah masyarakat.

Seperti diketahui, tragedi perang antara Mahapatih Gadjah Mada dari Majapahit dengan Prabu Maharaja Linggabuana dari Kerajaan Sunda di Pesanggrahan Bubat Trowulan membuat keduanya memutuskan hubungan diplomatik dan menerapkan isolasi terbatas dalam hubungan kenegaraan antar kedua kerajaan.

Akibat peristiwa ini pula diberlakukan peraturan larangan estri ti luaran, yang isinya di antaranya tidak boleh menikah dari luar lingkungan kerabat Sunda, atau sebagian lagi mengatakan tidak boleh menikah dengan pihak Majapahit.

Peraturan ini kemudian ditafsirkan lebih luas. Salah satunya adalah larangan bagi orang Sunda untuk menikahi orang Jawa.

Dalam rekonsiliasi budaya, penggantian nama jalan pun sudah dilakukan di Surabaya dan Yogyakarta. Di Kota Surabaya, nama Jalan Dinoyo berubah menjadi Jalan Sunda. Lalu, Jalan Gunung Sari berganti nama Jalan Prabu Siliwangi di bulan Maret 2018.

Di tahun sebelumnya, Yogyakarta lebih dulu memberi nama Jalan Pajajaran dan Jalan Prabu Siliwangi di ruas jalan jantung Kota Yogjakarta.

Gubernur Jatim Soekarwo optimistis pendekatan budaya mampu mengakhiri permasalahan Jawa-Sunda.

“Budayalah yang bisa menjernihkan dan membersihkan yang kotor. Lewat pendekatan budaya maka tidak akan yang terluka dan merasa benar atau salah,” ungkapnya.

Menurut Pakde Karwo, jauhnya jarak terjadinya Pasunda Bubat dengan munculnya berbagai cerita yang ada di buku-buku merupakan upaya divide et impera oleh penjajah.

Karenanya, para tokoh meliputi budayawan, sejarawan, akademisi dan pemerintah sepakat untuk meluruskan hal itu, sehingga tidak menjadi konflik yang berkepanjangan.

“Dengan harmoni budaya ini maka akan bisa menjadikan Jawa-Sunda bersatu dan memperkokoh NKRI seperti yang dicita-citakan para pendiri republik,” jelas dia.

Dia menambahkan, bersatunya Jawa-Sunda memberikan kontribusi ekonomi nasional mencapai hampir 40 persen. Hal ini tentunya akan memberi dampak yang luar biasa pada kesejahteraan masyarakat.

Oleh sebab itu, harmoni budaya ini akan ditinjaklanjuti dengan berbagai kerjasama baik di bidang pariwisata, perdagangan, ekonomi maupun politik.

Terlebih, jumlah etnis Jawa mencapai 42 persen dari seluruh etnis di Indonesia, sedangkan etnis Sunda mencapai 14 persen. Jika digabungkan, jumlahnya mencapai 56 persen atau separuh lebih dari seluruh etnis di Indonesia.

“Artinya jika masalah Jawa dan Sunda selesai, maka perkara-perkara besar di Indonesia juga selesai, ” imbuhnya.

(LIN)

Yossi-Aries Siapkan Honor untuk Guru Ngaji dan Ustadz

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pasangan Valon Wali Kota Bandung nomor urut 2 Yossi Irianto – Aries Supriatna berkomitmen memperhatikan kesejahteraan guru ngaji, ustadz, guru madratsah dan guru keagamaan lainnya jika terpilih nanti.

Calon Wakil Wali Kota Bandung Aries Supriatna mengatakan bahwa selama ini para guru ngaji, ustad dan guru madrasah, nasibnya kurang diperhatikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

Padahal seperti guru-guru di sekolah formal, para guru ngaji dan guru madrasah pun berhak memperoleh penghidupan yang layak karena harus menghidupi diri dan keluarganya.

“Para guru ngaji, ustad dan guru madrasah punya peran penting dan strategis, karena mereka ikut membangun akhlak dan karakter warga Bandung. Kami akan anggarkan dari APBD untuk memberikan intensi bagi mereka,” kata Aries saat kampanye di Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Jumat (11/5/2018).

Selama ini, kata Aries, para guru ngaji, ustad dan guru madrasah sama sekali tidak memperoleh honor atau insentif dari Pemkot Bandung. Padahal mereka telah meluangkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit untuk mendidik masyarakat, terutama anak-anak di Kota Bandung dalam bidang keagamaan.

Bila pasangan Hebring mendapat amanah untuk memimpin Kota Bandung, dia memastikan Yossi-Aries berkomitmen untuk tak hanya membangun fisik, tapi juga membangun mental, akhlak dan karakter warga.

Pembangunan bidang keagamaan, kata dia, akan menjadi salah satu prioritas Hebring. Sebab, tanpa didukung sumber daya manusia (SDM) yang berakhlak dan berkarakter baik, pembangunan di Kota Bandung tidak akan berjalan maksimal.

Sebagai bentuk keseriusan, pasangan Yossi-Aries memasukan program peningkatan guru ngaji dan guru madrasag dalam 15 program unggulan mereka.

“Kami akan lebih memperhatikan para guru ngaji, ustad, kiai dan guru madrasah. Insya Alloh, 2019 nanti bisa kita realisasikan. APBD kita Insya Alloh mencukupi,” tegas dia.

(LIN)