spot_imgspot_img
Senin 12 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8181

Bulan Depan, DD Tahap Dua Cair

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pemerintah Republik Indonesia mempercepat pencairan Dana Desa (DD) ke seluruh kabupaten di Indonesia. Hal itu untuk menunjang program yang ditetapkan Presiden Republik Indonesia yakni Cash for Work.

Pencairan DD 2018 tiga tahap, berbeda dengan tahun 2017 yang hanya melalui dua tahap. Di tahun ini dana desa tahap pertama 20 persen, tahap ke dua 40 persen, dan tahap ke tiga 40 persen.

Direktur Pelaksanaan Anggaran Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Didyk Choiroel mengungkapkan, tahap kedua dana desa akan dicairkan sekitar bulan Juni 2018.

“Nanti tahap dua setelah bulan Juni 2018. Nanti sisanya 40 persen, tahap ke tiga, sampai dengan Oktober lah,” ujarnya di Gedung Dwi Warna Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jabar, Jumat (18/5/2018).

Dia juga mengungkapkan meski dana desa tahap pertama sebesar 20 persen sudah cair dari kas Negara ke kabupaten di seluruh Indonesia tetapi belum semua kabupaten mencairkannya ke desa. Lantaran, selalu ada hambatan pencairan dana desa dari pemerintah kabupaten ke pemerintah desa.

“Hambatan pencairan dari kabupaten ke desa karena kehati-hatian mungkin ya,” ujarnya.

(Ibenk/Bam’s)

Bobotoh Salah Satu Alasan Tim Asal Jepang Ingin Kerjasama dengan Persib

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Kantor PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Jumat (18/5/2018) petang mendapat kujungan dari salah seorang petinggi klub Jepang, Vondsu FC, Shinotsuka.

Shinotsuka mengaku tertarik menjalin kerjasama dengan Persib Bandung. Salah satu yang membuatnya tertarik dengan tim Maung Bandung adalah antusias Bobotoh yang sangat besar saat memberikan dukungan di kandang maupun tandang.

“Kalau kita lihat sekarang antusiasme bobotoh Persib itu luar biasa. Itu yang harus Vondsu pelajari dari Persib,” kata Shinotsuka dikutip laman Persib.

Shinotsuka memiliki rencana untuk menggelar pertandingan persahabatan dengan Persib, pihaknya akan membahas lebih lanjut terkait keinginannya tersebut. Diharapkan antusias dan loyalitas Bobotoh bisa menular kepada pendukung Vondsu.

“Semoga dengan membuat laga persahabatan dengan Persib, Vondsu juga akan memiliki pendukung seperti Bobotoh,” harapnya.

(Arif/Bam’s)

Manajemen Persib Sambut Positif Keinginan Klub Asal Jepang

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Salah seorang petinggi klub Jepang, Vondsu FC, Shinotsuka mengaku tertarik menjalin kerja sama dengan Persib Bandung dan sudah mengunjungi Kantor PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Jalan Sulanjana, Kota Bandung.

Keinginan dari tim asal Jepang tersebut disambut positif oleh Komisaris PT PBB, Zainuri Hasyim. Menurutnya, sudah memikiran beberapa kerja sama yang bisa dilangsungkan dengan tim dari Chiba, Ichihara tersebut salah satunya pertukaran pemain.

“Saya kira kerjasama ini positif. Nanti akan kita tindaklanjuti. Kita akan mengirimkan atau studi banding ke sana soal sepakbola. Kemudian mereka juga akan ke sini,” kata Zainuri dikutip laman Persib.

“Nanti kalau memang ada kesesuaian bisa saja kita mengirimkan pemain yang muda-muda ke sana atau sebaliknya,” jelasnya.

Zainuri menuturkan, kerjasama yang menjadi prioritas adalah dalam bidang sepak bola, namun tidak menutup kemungkinan kerjasama akan berkembang ke sektor lainnya seperi bisnis.

“Terutama, kita kerjasama soal sepakbola. Tapi tidak menutup kemungkinan nanti bisa saja kita kerjasama yang mengarah ke bidang bisnis. Untuk saling menguntungkan baik untuk Persib maupun klub mereka,” tegasnya.

(Arif/Bam’s)

Jumlah Kasus Penyelewengan Dana Desa di Polda Jabar

0
ilustrasi (web)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengungkapkan, masih ada praktik penyalahgunaan dana desa oleh kepala desa dan perangkatnya. Data akhir 2017 jumlahnya mencapai sembilan kasus.

“Pada tahun 2017 penyalahgunaan dana desa ada sembilan dan lima yang sudah P21 (pemberitahuan bahwa hasil penyidikan sudah lengkap),” kata Agung di Kantor Wilayah Direktirat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Jabar Jalan Diponegoro Kota Bandung pada Jumat kemarin (18/5/2018).

Di tahun 2018 ini pun, katanya, sudah ada lima kasus dugaan penyalahgunaan dana desa yang dilaporkan masyarakat. Agung mengungkapkan, modus yang dipakai kepala desa dan perangkatnya adalah memalsukan surat jalan dan mark-up anggaran belanja.

“Dua dugaan kasus itu yang banyak dilaporkan oleh masyarakat. Sebenarnya di Polda juga sudah membentuk tim Saber Pungli bergabung dengan pemerintah daerah. Hal itu untuk meminimalisir adanya pelanggaran yang dilakukan kepala desa dan perangkatnya,” ucap Agung.

Dia mengimbau kepada para bupati untuk bisa membantu bekerjasama dalam menjaga peruntukan dana desa. Tahap pertama dana desa tahun ini sudah dicairkan Pemerintah Pusat kepada kabupaten di seluruh Indonesia.

Dalam hal ini Polda Jabar juga lebih mengutamakan sikap preventif guna mengantisipasi penyelewengan anggaran dana desa.

“Misalakan kami lebih aktif melalui Babinkamtibmas di daerah, datang ke pak kades dan menanyakan bagaimana dana yang diterima sudah disosialisasikan apa belum. Terus bagaimana pelaksanaannya,” ujarnya.

Dengan cara seperti itu, lanjutnya, lebih mengutamakan pencegahan. Kepala desa yang merasa tidak tahu lebih baik bertanya dari pada salah dan berakibat fatal. Dengan begitu, apa yang mungkin salah secara administrasi bisa dikoreksi dan apabila ada hal-hal yang menyangkut dengan pidana bisa tercegah.

“Sehingga outputnya bahwa dana desa untuk kesejahteraan masyarakat bisa dimaksimalkan, diserap, dan tujuannya bisa tercapai,” pungkas Agung.

(Ibenk/LIN)

Apresiasi Polda Jabar untuk Treasury Award

0
Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto (kanan), Sekretaris Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJBPN) Kementerian Keuangan Haryana (tengah), Kepala Kantor Wilayah DJPBN Provinsi Jawa Barat Yuniar Yanuar Rasyid (kiri). (Foto web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat (Jabar) Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengapresiasi pelaksanaan Treasury Award 2018 yang digelar setiap tahun oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Provinsi Jabar.

 “Saya menyambut baik dan mengapresiasi Kanwil Ditjen Perbendaharaan Jabar yang telah menyelenggarajkan Treasury Award,” ujar Agung di Gedung Dwi Waka Kanwil Ditjen Perbendaharaan Jabar, Jumat (18/5/2018).
Menurut Agung, adanya Treasury Award mendorong pemerintah daerah dan instansi kepemerintahan bisa lebih berprestasi dalam menyelenggarakan anggaran yang sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.
“Mengelola anggara itu tidak semudah membalikan telapak tangan karena diperlukan proses kebijakan dan integritas kita agar tidak terjerumus dalam penyelewengan anggaran,” ucapnya.
 Dia menjelaskan, Treasury Award Kanwil Ditjen Perbendaharaan Jabar yang setiap tahun dilaksanakan merupakan penerimaan penghargaan bagi institusi atau lembaga berprestasi dalam mengelola anggaran.
Kepolisian Republik Indonesia, kata Agung, telah bekerjasama dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri khususnya dalam pengelolaan dana desa.
“Semoga kita bisa melaksanakan apa yang menjadi harapan kita semua tercapainya good goverbance dan clean governance,” pungkasnya. (Ibenk)

Aher Laksanakan Puasa Selama 20 Jam

0
(HUMAS JABAR)

TUNISIA, FOKUSjabar.com Karena perbedaan waktu dan beda zonasi  dalam kunjungan kerja global, rombongan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) berpuasa sekira 20 jam. “Buka puasa di negara setempat (Tunisia,red) pada Kamis (17/5/18) adalah pukul 19.22 artinya kami berpuasa sekitar 16 jam. Menjadi hampir 20 jam jika ditambah total waktu dengan melewati berbagai zona, perjalanan di pesawat saja 14 jam dari Cengkareng ke Tunisia,” kata Kabag Publikasi Pemprov Jabar Ade Sukalsah. Aher bersama rombongan sahur di pesawat dari Indonesia menuju Tunisia pada Rabu (16/5/2018) malam.

Menurut dia, sekalipun jauh lebih lama dari waktu puasa reguler di tanah air, Gubernur Jabar dan rombongan menjalani itu semua dengan enjoy dan tanpa keluhan.

Demikian pula dengan istri Gubernur, Netty Heryawan, yang juga menjalani semuanya tak ubah seperti di Indonesia. Terlebih suhu pada saat ini di Tunis berkisar 20 derajat dan berawan, nyaris sama dengan iklim Bandung.

“Karena yang paling penting, dari agenda kunjungan kerja kali ini, beberapa sudah tercapai. Seperti respon baik dari para pihak di Tunisia, mulai dari pemerintah Tunisia hingga kalangan usaha. Respon yang kami terima baik setelah bertemu langsung memenuhi undangan dari Menteri Pembangunan, Investasi, dan Kerja Sama Luar Negeri Tunisia. Demikian pula saat courtesy call diterima langsung Perdana Menteri Tunisia, Youssep Chahed, di kediamannya”, tambahnya.

Ade menjelaskan, respon baik itu antara lain saat Gubernur Aher bersama Kadin Jabar telah menjajaki kerjasama investasi dengan Tunisia. Hal itu terungkap dalam business meeting bersama para pengusaha Tunisia di Hotel Movenpick, Tunis, Jumat (18/5), pukul 10 pagi waktu setempat.

Pertemuan berlangsung selama 2 jam diawali pemaparan kinerja dan potensi ekonomi Tunisia yang disampaikan beberapa perwakilan pengusaha. Dilanjutkan pemaparan Gubernur Aher beserta Kadin Jabar yang memaparkan kondisi aktual Jabar sekaligus review kerjasama ekspor impor yang sudah berlangsung antara Jabar dan Tunisia.

“Kita senang pertemuan hari ini dengan para pengusaha Tunisia berlangsung sangat akrab, masing-masing pihak berkomitmen untuk memperkuat kerjasama yang sudah berlangsung sampai saat ini,” jelas Aher kepada Humas Jabar.

Diketahui data dari Dinas Indag Jabar bahwa realisasi ekspor barang dari Jabar ke Tunisia saat ini senilai 731.448 dollar, meliputi manufaktur, coklat, alat-alat medis, optikal, dan furnitur.

Ade mengatakan, seluruh rombongan juga merasa perjalanan ringan dijalani karena terdapat banyak kesamaan saat kemudian membahas rencana kerja sama sister province antara Provinsi Jawa Barat dengan Tunisia.

“Kami mohon doa kelancaran selanjutnya untuk kunjungan kerja berikutnya di Arab Saudi. Telah dijadwalkan pertemuan dengan Emir Madinah, Emir Mekkah, dan KJRI Jeddah guna membahas progres pembangunan Masjid Al Jabbar dan kerja sama Provinsi Jawa Barat dengan Museum Asmaul Husna di Madinah dan Museum Assalamualaika Ayyuhan Nabi di Mekkah,” pungkasnya.

(DAR)

Pencairan Dana Desa Terhambat di Kabupaten

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Direktur Pelaksanaan Anggaran Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Didyk Choiroel mengaku selalu ada hambatan pencairan dana desa dari pemerintah kabupaten ke pemerintah desa.

“Hambatan pencairan dari kabupaten ke desa karena kehati-hatian mungkin ya,” ujarnya di Gedung Dwi Warna Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jabar, Jumat (18/5/2018).

Dia mengungkapkan, pencairan dana desa dari kas Negara ke seluruh kabupaten di Indonesia sebesar Rp12 triliyun sudah dilakukan. Tetapi, katanya, belum semua kabupaten mencairkannya ke desa.

“Seluruh dana desa tahap pertama sudah cair ke seluruh kabupaten di Indonesia, tinggal dari kabupaten ke desa belum semua, ini yang mungkin membuat masing-masing desa harus menyesuaikan kemudian kabupaten juga perlu waktu untuk melakukan verifikasi. Itu mungkin ya 20 persen pertama ini perlu waktu,” ucapnya.

Tetapi, lanjutnya, setelah dana desa tahap pertama yang sebesar 20 persen ini sudah dicairkan seluruhnya oleh kabupaten, 40 persen tahap tiga dan tahap selanjutnya yang juga 40 persen akan lancar. Dia juga mengatakan proses pencairan dana desa tahun 2018 berbeda dengan tahun lalu. Jika tahun 2017 lalu melalui dua tahap, tahun 2018 ini dana desa dicairkan melalui tiga tahap dengan program cash for work.

“Tahapan pencairan dana desa tahun ini berbeda dengan tahun lalu, jadi sekarang ada tiga tahap mulai 20 persen, 40 persen, dan tahap ketiga 40 persen,” ucapnya. (Ibenk/DAR)