spot_imgspot_img
Senin 12 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8158

Sudrajat Silaturahmi ke Bos Besar Mayasari Grup

0
ilustrasi (web)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id :Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 3 Asyik, Ajat Sudrajat-Ahmad Syaikhu sangat optimis akan memenangi pilgub juni mendatang karena mendapat dukungan penuh oleh masyarakat Jawa Barat terutama para ulama.

”Ddukungan para ulama di Jawa Barat merupakan faktor terpenting pasangan Asyik untuk memenangkan Pilgub Jabar,” kata Sudrajat saat menghadiri acara Buka Bersama (bukber) di kediaman kader Gerindra H Aming yang juga Pengusaha Bus Mayasari Group di Jalan Sutisna Senjaya Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya Kamis (31/05/18) malam.

Ditambahkan, pasangan Asyik bisa maju dalam Pilgub Jabar karena salah satunya mendapat dorongan penuh dari para ulama. “Para Ulama menitipkan kepada saya untuk memimpin Jawa Barat agar masyarakatnya selalu bertaqwa demi kemaslahatan umat Jawa Barat,” jelasnya.

Jawa Barat yang 93 persennya umat muslim  memang harus disejahterakan dan dimaslahatkan demi kemajuan dan kemandirian ekonomi rakyat. Kang Ajar berjanji jika terpilih, bukan hanya umat islam tapi umat-umat lainnya pun akan kita sejahterakan, bahagiakan, kita tingkatkan pendidikannya, disehatkan sehingga bisa beriringan dan memiliki masa depan yang lebih baik. (seda/dar)

Ribuan Warga Hadiri Acara Bukber Keluarga Mayasari Grup

0
Ribuan Warga Padati Acara Bukber yang digelar keluarga Mayasari Grup (FOKUSabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Ribuan warga dari berbagai penjuru Tasikmalaya tumplek dan berdesak-desakan memenuhi pelataran Masjid Al-Muttaqin dan halaman rumah kediaman H. Aming, putra Alm. Engkud Mahpud pengusaha Transportasi Mayasari Grup, di jalan Sutisna Senjaya Kota Tasikmalaya Kamis (31/05/18).

Mereka menikmati menu buka puasa (Bukber) yang di sediakan keluarga H. Aming dan ini rutin di gelar keluarga besar Grup Mayasari.

BACA JUGA:

Resep Melon Sago Segar untuk Menu Buka Puasa

Husein Fadlulloh, cucu Pendiri Mayasari Grup mengatakan, agenda Bukber dengan mengundang masyarakat memang rutin kita lakukan setiap bulan puasa.

”Ini sudah rutin di selenggarakan keluarga besar Mayasari Grup. Dan Bukber bersama warga merupakan wujud rasa syukur kami terhadap nikmat yang di berikan Allah SWT. Kita ingin berbagi dalam upaya meningkatkan rasa kepedulian sosial terhadap sesama di bulan puasa ini,” ungkapnya.

Selain menyediakan 2.500 menu Takjil dan makan bersama, keluarga pun membagi-bagikan ribuan sarung kepada warga yang hadir dalam bukber ini.

”Buka bersama ini momentum untuk membangun kebersamaan dan mempererat silaturahmi antarsesama. Kita dari keluarga besar sangat bersyukur acara Bukber ini di sambut antusias oleh Masyarakat luas,” tuturnya.

Husein menjelaskan, Bukber kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena di hadiri Calon Gubernur Jawa Barat Ajat Sudrajat yang ikut berbaur bersama ribuan warga.

”Alhamdulillah acara Bukber sekarang selain di hadiri ribuan warga juga hadir Calon Gubernur Jawa Barat Pasangan Asyik, bapak Ajat Sudrajat yang sempat memberikan Tausiyah dihadapan Jamaah Masjid Al-Muttaqin,” pungkasnya.

(Seda)

AMS Ciamis Santuni Yatim dan Jompo

0
(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Distrik Ciamis mengadakan kegiatan silaturahmi dan buka bersama Kamis (31/5/2018) di Sekretariat AMS Baregbeg Ciamis.

Dalam kegiatan yang dihadiri dewan penasehat (Wanhat) AMS yang juga calon Bupati Ciamis nomor urut 2 H Iing Syam Arifin itu, AMS memberikan santunan kepada 50 orang jompo dan anak yatim.

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan AMS Distrik Ciamis dalam rangka memuliakan bulan suci ramadan.

Ketua AMS Distrik Ciamis Didi Sukardi didampingi Sekretarisnya Asep Nurwanda mengatakan, kegiatan ini dalam rangka menjalin silaturahmi dengan para pengurus AMS se Kabupaten Ciamis.

BACA JUGA:

Tim Damkar Rancah Berhasil Evakuasi Anak Meninggal di Dalam Gorong-gorong

Di bulan ramadan ini pihaknya menggerakan seluruh anggota untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama salahsatunya dengan kegiatan baksos.

“Santunan berupa sembako yang diberikan ini merupakan hasil udunan para pengurus, semua sepakat AMS ini milik bersama,” katanya.

Selain itu, pada kesempatan ini, AMS Distrik Ciamis menggelar konsolidasi internal AMS membahas langkah-langkah pemenangan calon Kepala daerah yang didukung, untuk Pilkada Ciamis yaitu paslon nomor 2 yakni Iing Syam Arifin dan Oih Burhanudin (Idola) sementara untuk Pilkada Jawa Barat AMS mendukung palson nomor 3 Sudrajat-Syaiku (Asyik).

“Bahwa sudah harga mati bagi kita AMS mendukung paslon Idola untuk Ciamis dan Asyik untuk Jawa Barat,” jelas Asep.

Langkah-langkah pemenangan telah disusun dan pihaknya yakin AMS akan mampu menyumbangkan suara untuk kemenangan palson Idola dan Asyik.

Sementara itu Wanhat AMS Distrik Ciamis yang juga Calon Bupati Ciamis nomor urut 2 H Iing Syam Arifin mengapresiasi kegiatan yang digelar AMS Distrik Ciamis utamanya menggelar kegiatan santunan bagi jompo dan anak yatim. Kata dia, bangunan Sekretariat AMS Distrik Ciamis yang baru diresmikan tanggal 8 Mei lalu, langsung digunakan untuk kegiatan positif dan bermanfaat.

“Kegiatan ini harus dipertahankan, kebersamaan antar anggota harus dipupuk, agar persatuan dan kesatuan tetap terjaga,” katanya.

Iing juga mengucapkan terimakasih kepada pengurus dan anggota AMS Ciamis yang telah mendukung dirinya untuk kembali memenangkan Pilkada Ciamis tahun 2018 ini.

“Mari kita sama-sama bangun Ciamis lebih maju lagi, saya sebagai Calon Bupati petahana berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan Ciamis di berbagai bidang, dukungan dari AMS tentu menjadi suntikan baru agar kemenangan Idola bisa dipertahankan,” tandasnya.

Pada kesempatan itu Iing Syam Arifin yang merupakan wanhat AMS Distrik Ciamis memberikan hadiah televisi untuk dipasang di Sekretariat AMS Distrik Ciamis.

(Riza M Irfansyah)

Aher Segera Berhenti, Pj Gubernur Jawa Barat Masih Samar

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar. co. id: Masa jabatan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan tinggal beberapa hari lagi akan berkahir. Siapa pengganti sementara Aher masih hingga saat ini tidak terdengar nama yang akan menjadi penjabat (pj) selama kekosongan kursi jabatan orang nomor satu di Jawa Barat hingga pelantikan Gubernur Baru priode 2018-2023.

Diketahui Aher panggilan Ahmad Heryawan mengakhiri jabatannya 13 Juni 2018 mendatang.

Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari mengaku, belum mendengar siapa yang akan menjabat sebagai Pj Gubernur Jawa Barat nanti. Kata Ineu, DPRD tidak mempersoalkan dari mana atau siapa saja yang akan menjadi Pj nanti, akan tetapi Pj harus siap menghadapi dua momentum besar.

“Ada dua momentum besar yang akan di emban Pj ketika dia nanti disahkan menjadi Pj, pertama lebaran yaitu dua hari setelah pengesahan yang ke dua pencoblosan kepala daerah yang akan berlangsung satu minggu setelah itu (lebaran),” kata Ineu, Kamis (31/5) di Bandung.

Ineu menjelaskan, bahwa dirinya beberapa waktu lalu bertemu dengan mentri dalam negri, kata dia, mentri tidak memberikan tahu siapa yang akan menjadi Pj.

“Ketemu dengan pak mendagri tidak berbicara terkait nama, hanya bicara terkait Pj akan dikirim dari pemerintah pusat, katanya saat ini untuk Pj sedangan proses,” ucap Ineu.

Kemudian terkait nama Pj yang pernah mencuat beberapa waktu lalu yaitu Komjen Mochamad Iriawan, Ineu mengaku, tidak mengetahui apakah nama itu atau nama lain yang nanti akan menjadi Pj.

“Pak Iwan memang dulu saya sempat mendengar dan banyak di perbincangkan di media, tapi saya tidak tahu memang beliau atau bukan nantinya,” ucap dia.

Lebih lanjut Ineu menuturkan, bahwa proses yang sedang dilakasanakn oleh Mendagri pihaknya tidak bisa ikut campur, serahkan saja pada yang memang memiliki kewenangan. Namun yang paling penting untuk Pj nanti adalah bisa bekerjasama dengan Legislatif, pasalnya ada pekerjaan Gubernur yang sebelumnya harus di selesaikan.

“Terkait pengesahan perda salah satuny kan itu kewenagan Pj nanti dan itu harus dikerjakan, meskipun Pj hanya menjabat selama sekitar tiga bulan. Namun yang paling awal tetap harus menyukseskan Pilkada serentak,” ucapnya.

Ineu menambahakan, Pj nanti muncul dari kalangan mana saja tidak masalah bagi DPRD, tidak ada kepentingan apapun selain bergeraknya roda pemerintah provinsi Jawa Barat, untuk memberikan pelayanan pada masyarakat.

“Yang ditekantan adalah bagaiman kita legislatif dan eksekutif bisa bersinergi untuk memberikan pelyanan pada masyarakat,” kata dia.

Kemudian ketika ditanya terkait kebijakan apa yang bisa di realisasikan oleh Pj Gubernur, Ineu enggan berkomentar, Dia mengaku, belum mempelajari secara dalam terkait aturan kebijakan PJ Gubernur.

(AS)

Pemkot Tasik Harus Mengkaji RTRW Untuk Menuju Smart City

0
(FOKUSJabar/Nanag Yudi)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Pesatnya pembangunan di Kota Tasikmalaya memang harus diakui oleh berbagai kalangan. Namun keberhasilan tersebut juga melahirkan banyaknya jalan-jalan yang terendam air ketika hujan deras juga kemacetan dan kesemerawutan yang seakan menjadi hiasan wajah Kota.

Mengamati fenomena banjir dan kemacetan, Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tasikmalaya, Taufiq Rohman mengatakan Pemkot Tasikmalaya harus mengkaji dan mengevaluasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk menuju Smart City.

“Realnya hari ini di Kota Tasikmalaya Tata wilayahnya semerawut, macet, PKL, di guyur hujan sedikit saja sudah dipastikan banjir, tidak hanya itu kawasan Pendidikan berdampingan dengan pusat pembelanjaan dan hiburan, ini harus ada solusi yang jelas,” ungkap Taufiq Rohman, Kamis (31/5/2018).

Menyikapi masalah tersebut, lanjut Taufiq, Pemkot Tasikmalaya memang harus memiliki perencanaan yang ideal untuk mewujudkan smart city, yang lebih jauhnya harus memiliki tekad dan komitmen yang kuat untuk menjalankannya.

“Harapannya adalah (Pemkot) Jangan mudah kena bujuk rayu para investor yang tidak bertanggung jawab. Tegakkan aturan dan jadilah birokrat yg kreatif dan inovatif juga bekerja sama dengan masyarakat,” tegasnya.

(Nanang Yudi)

Gagal Raih WTP, Ini Kata Pjs Wali Kota Bandung

0
Jawa barat fokusjabar.id
Almarhum Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat Muhamad Solihin

BANDUNG, FOKUSJabar.id: ‎Meski gagal meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2017, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tetap mengapresiasi kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pjs Wali Kota Bandung Muhamad Solihin berterimakasih dan mengapresiasi kerja keras ASN dalam proses penyusunan laporan keuangan serta semangat untuk berupaya sebaik-baiknya.

“Jangan terlalu larut dalam kekecewaan. Kalau kecewa, saya khawatir justru jadi kendor, semangatnya turun juga. Kita harus cepat naik untuk memperbaiki diri, karena ini bagian dari perjuangan kita,” kata Solihin di Bandung, Kamis (31/5/2018).

‎Meski belum mencapai target, pihaknya optimistis jika Pemkot Bandung akan mendapatkan opini WTP dari BPK. Terlebih hanya tinggal perbaikan laporan keuangan Pemkot Bandung. Bahkan Kepala Perwakilan BPK menyebut jika ritme dan semangatnya terus dijaga, tahun depan bisa raih opini WTP.

Lebih lanjut Solihin mengatakan bahwa Pemkot Bandung sudah banyak melakukan perubahan positif dengan menyelesaikan permasalah dalam kurun waktu tertentu. Terpenting tidak ada kesalahan yang dilakukan berulang.

“Meski tahun ini kita meraih opini WDP, tetapi kita sudah menunjukkan niat dalam perbaikan setiap tahunnya. Intinya ada progres, tinggal penyempurnaan sedikit-sedikit,” jelas dia.

(Ageng/LIN)

Banyak Tugas, DPRD Jabar Genjot Kinerja

0
Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari. (FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kinerja, terlebih banyak tugas yang perlu diselesaikan. Tahun ini terdapat 11 Raperda yang harus segera dibahas dan disahkan. Sebelumnya terdapat 18 usulan masuk ke DPRD, tapi hanya 11 yang disetujui.

“Sisanya dianggap belum matang. Mudah-mudahan tahun ini tuntas seluruhnya,” kata Ineu di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Rabu (31/5/2018).

Lebih lanjut dia menjelaskan, pada triwulan pertama ini ada empat Raperda yang dibahas, satu di antaranya adalah prakarsa dewan dan sisanya usulan eksekutif. Tiga Raperda merupakan perubahan dari Perda sebelumnya, dampak dari Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

Menurut dia, UU tersebut mendorong perubahan sejumlah Perda sebagai bentruk penyesuaian, sehingga hanya sedikit Perda baru yang akan lahir. Selain dari sisi kuantitas, pihaknya pun berupaya meningkatkan kualitas Perda. Namun tidak mudah, karena sering terbentur sejumlah permasalahan.

“Sebelum mengusulkan Raperda harus siap Pergub-nya. Tapi terkadang ganti kepala OPD sedikit menghambat,” jelas dia.

(LIN)