spot_imgspot_img
Selasa 13 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8142

Kiper Persib Bersyukur Taklukkan PSMS di Kandangnya

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung mampu menutup pertandingan pamungkas di bulan Ramadan 1439 H dengan kemenangan kontra PSMS Medan dengan skor 3-0.

Kemenangan yang didapat tim kebanggaan Bobotoh ini diraih pada laga tandang kompetisi Liga 1 2018 di Stadion Teladan, Medan, Selasa (5/6/2018) malam.

Ketiga gol tersebut dicetak oleh Ezehciel N’Douassel di menit 22 dan 81, serta Oh In-Kyun pada menit 38.

Penjaga gawang Persib, Muhammad Natshir mengaku bersyukur tim kebanggaan Bobotoh bisa mengamankan kemenangan perdana di liga 1 2018. Menurutnya, hasil tersebut merupakan berkat kerja keras seluruh elemen yang ada di tim.

“Alhamdulilah, bisa dapat tiga poin. Ini hasil kerja keras semuanya, bukan Deden pribadi. Dari ofisial, manajemen hingga tim bekerja keras untuk kemenangan ini,” kata Deden sapaan akrabnya di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Rabu (6/6/2018).

Sementara itu, kemenangan yang didapat Persib pada pertandingan pekan ke-13 membuat skuat Maung Bandung naik ke papan atas dengan mengoleksi 18 poin.

(Arif/Bam’s)

Mendapat Kado Spesial dari Persib, Umuh Balas dengan Bonus

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar merasa senang mendapatkan kado spesial dari tim Persib di ulang tahunnya ke-70.

Kado spesial tersebut berupa kemenangan kontra PSMS Medan 3-0 di Stadion Teladan, Medan, Selasa (5/6/2018) pada pertandingan tandang kompetisi Liga 1 2018.

Umuh menambahkan, ulang tahunnya memang sudah lewat beberapa hari. Namun sebelum pertandingan pemain berjanji akan memberikan kado baginya, dan janji tersebut bisa ditepati oleh penggawa Maung Bandung.

“Alhamdulillah dikasih kado ulang tahun, kemarin anak-anak sudah bilang, kalau sampai menang katanya ini kado,” kata Umuh di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Rabu (6/6/2018).

Sebagai bentuk apresiasi, manajer yang akrab disapa Pak Haji ini memberikan bonus kepada pemainnya. Bahkan jumlahnya lebih besar dari biasanya, apalagi manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) juga memberikan bonus.

“Alhamduillah saya baru memberikan selama putaran pertama ini memberikan hadiah. Bonus luar biasa, biasanya sekian sking puas jadi ditambah, dan dari PT juga ada tambahan juga,” jelasnya.

(Arif/Bam’s)

‎Setelah Menghadapi PSMS, Persib Libur  Aktivitas Latihan 

0
ilustrasi (web)
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung berhasil mengamankan kemenangan tandang perdanannya pada kompetisi Liga 1 2018 kontra PSMS Medan dengan skor 3-0 di Stadion Teladan, Medan, Selasa (5/6/2018).
Setelah meraih kemenangan perdana di kompetisi Liga 1 2018, tim berjuluk Maung Bandung ini langsung meliburkan aktivitas latihannya dan akan kembali berkumpul setelah hari raya Idul Fitri.
“Iya kita ibur dulu, nanti tanggal 19 baru masuk lagi. Setelah lebaran dua hari baru kumpul lagi dan berlatih,” kata manajer Persib, Umuh Muchtar di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Rabu (6/6/2018).
Umuh menambahkan, pelatih dan sebagian pemain Persib tidak ikut kembali ke Bandung. Mereka langsung pulang ke kampung halamannya masing-masing.
” Bubar dulu. Sebagian langsung pulang. Termasuk pelatih,” pungkas Umuh.
(Arif/Bam’s)

Debat ke 3, Asyik Fokus ke Visi-Misi

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pasangan calon Gubernur Jabar nomor urut tiga Sudrajat – Ahmad Syaikhu (Asyik) mulai persiapkan debat kandidat jilid tiga di Kota Bandung.

Cagub Jabar nomor urut 3 Sudrajat mengaku tidak akan membuat kejutan seperti di debat kandidat kedua di Depok beberapa waktu lalu. Terlebih kata dia, terlalu banyak kejutan juga tidak bagus.

“Sayur kalau terlalu banyak garam juga tidak enak,” kata Ajat saat ditemui disalah satu kafe di jalan Sumatra, Kota Bandung, Rabu (6/6/2018).

Pada debat nanti Asyik akan tetap memunculkan visi-misi, tidak unsur lain.

“Kita nanti debat berjalan saja dan ikut aturan KPU. Persiapan perdalam lagi masalah di Jawa Barat,” tutur Ajat.

Sementara itu, Ketua tim pemenangan Asyik Haru Suandharu enggan berkomentar terkait peluru apa yang akan di keluarkan pada debat kandidat nanti. Haru menyebut bahwa pada debat nanti lebih kepada pemahaman masalah di Jabar yang berhubungan pada visi-misi Asyik.

“Kalau kita bicarakan ada kejutan udah bukan kejutan lagi dong,” kata dia.

Kemudian terkait aturan pembatasan pendukung yang masuk ke arena debat oleh KPU, Haru tidak mempersalahkan itu. Pihaknya akan membawa pendukung sesuai undangan KPU.

“Mungkin masalahnya karena kapasitas yang terbatas, jadi pendukung yang masuk juga di batasi,” ucapnya.

Haru pun mengaku sudah menginstruksikan para pendukung lain yang tidak menerima undangan agar menonton di layar kaca.

“Kalau pendukung semua diintruksikan untuk datang ke arena pendukung Asyik se-Jawa Barat, jadi lebih baik nonton di rumah saja,” kata dia.

(LIN)

 

Ketua DPD Jabar Titip 3 Pesan untuk Pengurus Demokrat Garut

0
Ketua DPD PD Jabar saat berkunjung ke DPC Garut (Foto. Bam's)

GARUT, FOKUSJabar.id : Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak, 27 Juni 2018, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat (PD) Provinsi Jawa Barat, Irfan Suryanagara temu kader dan Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) bertempat di Kantor DPC PD, Jalan Proklamasi No1 Garut, Rabu (6/6/2018).

Pada kesempatan itu, Irfan berpesan tiga hal penting yang mesti di lakukan pengurus DPC Garut, Bacaleg dan seluruh kader. Yakni, memenangkan Pasangan Calon (Paslon) Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat No4 Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, Paslon Bupati-Wakil Bupati No2 Iman Alirahman-Dedi Hasan (Ihsan) dan menyiapkan saksi.

BACA JUGA:

MinyaKita di Pasar Manis Ciamis Menghilang?

“ Harga mati seluruh kader Demokrat di Jawa Barat wajib memenangkan Paslon Deddy-Dedi,” kata Irfan.

Sementara Paslon Ihsan lanjut Irfan, memiliki kesamaan. Yakni, diusung oleh Partai Golkar. Dimana, Demokrat dan Golkar di Jawa Barat mengusung Paslon Deddy-Dedi.

Irfan mengaku sudah berkoordinasi  dengan Bakal Calon Bupati (Balonbup) Garut, Agus Supriadi. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada Partai Demokrat.

Menurut dia, berdasarkan hasil survei, Paslon Ihsan bisa mengimbangi Paslon Rudy-Helmi (petahana).

BACA JUGA:

Kala Pers dan Selebriti Menanam Cinta di Cileueur Riverwalk Ciamis

“ Kami akan berikan sanksi jika ada kader Demokrat Garut yang tidak menyukseskan Paslon Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi dan Paslon Ihsan,” pungkasnya.

(Bam’s)

Indonesia Bangun UIII di Kota Depok

0
Depok
(HUMAS JABAR)

DEPOK,FOKUSjabar.co.id: Sejarah peradaban Islam Indonesia hadir dalam rentang waktu yang cukup lama dan telah mewarnai dunia Islam di Nusantara. Hal itu telah melahirkan karakter Islam Wasatiyah, dimana nilai Islam berpadu dengan nilai budaya yang plural dan toleran.

Upaya untuk kembali meneguhkan peradaban Islam di Indonesia ini, dilakukan Pemerintah melalui tema pendidikan. Pemerintah Pusat melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI kini tengah membangun kampus Islam bertaraf internasional, Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berharap kampus ini menjadi pusat kajian atau penelitian peradaban Islam tingkat dunia yang ada di Indoneisa. Terlebih Indonesia dikenal sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.

BACA JUGA: Antrean Penumpang di Stasiun KRL Citayam Depok Mengular 50 Meter

“Kita berharap Universitas Islam Internasional Indonesia, benar-benar menjadi pusat kajian, pusat penelitian peradaban Islam di negara kita, Indonesia,” ujar Jokowi yang didampingi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), dalam sambutannya pada acara peletakan batu pertama proyek Kampus UIII di area Gedung Pemancar LPP RRI, Jl. Raya Bogor, Cimanggis, Kota Depok, Selasa pagi (5/6/18).

“Sudah sewajarnya, sudah sepantasnya Indonesia menjadi rujukan bagi kemajuan peradaban Islam di dunia. Inilah (Kampus UIII) nanti tempatnya,” jelas Jokowi yang juga didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifudin.

Sementara itu, Menag Lukman menjelaskan bahwa UIII dibangun tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik di bidang pendidikan tinggi Islam, melainkan juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus untuk meneguhkan kepemimpinan Indonesia di dunia Islam internasional.

Kampus yang hanya akan membuka tingkat pendidikan Magister dan Doktor ini berlandaskan pada tiga nilai dasar. Nilai keislaman, wawasan dan proyeksi global, serta nilai keindonesiaan.

“Berbeda dengan kampus-kampus Islam yang sudah ada, tugas dan fungsi UIII tidak hanya menjadi penyelenggara proses belajar mengajar, riset, dan pengabdian masyarakat. Namun, lebih menjadi upaya membangun peradaban Islam Indonesia dan berkontribusi untuk peradaban global melalui jalur pendidikan,” kata Menag dalam sambutannya.

UIII tidak hanya akan memiliki fakultas dan perpustakaan. Akan ada juga pusat peradaban Islam, pusat kajian strategis Islam, pusat studi kawasan Islam, serta museum seni dan budaya Islam yang akan menjadi pusat artefak dan manuscript Islam Nusantara.

Kampus UII akan dibangun di atas lahan 142,5 hektar. Dimana 30% lahan akan diisi bangunan dan 70% lainnya adalah lahan hijau untuk perlindungan flora dan fauna ramah lingkungan, sehingga akan menjadi tempat rekreasi bagi warga kampus dan warga sekitarnya.

Kampus ini akan memiliki tujuh fakultas, yaitu: Fakultas Kajian Islam, Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Humaniora, Fakultas Ekonomi Islam, Fakulta Science dan Teknologi, Fakultas Pendidikan, serta Fakultas Arsitektur dan Seni. Tahun pertama UIII akan membuka tiga program studi, yaitu Islamic Studies, Political Science, dan Education.

Pembangunan Kampus UIII sudah dicanangkan Presiden Jokowi sejak dua tahun lalu melalui Perpres Nomor 57 Tahun 2016 tentang Pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia. Komitmen ini diperkuat ini dengan status PTNBH yang akan langsung disematkan pada UIII. Selain itu, proyek kampus ini menjadi satu-satunya pembangunan kampus yang masuk dalam program proyek strategis nasional di bidang pendidikan.

“Kami yakin keputusan Bapak Presiden untuk memprioritaskan pembangunan kampus ini akan menjadikan Indonesia di masa depan bukan saja menjadi salah satu tujuan wisatawan asing, melaikan juga menjadi negara tujuan studi mahasiswa internasional di bidang kajian Islam,” pungkas Menag.

Tiga Zona Pembangunan, Anggaran UIII Capai Rp 3,97 Triliun

Rencana pembangunan Kampus UIII akan dilakukan dalam tiga zona pembangunan. Zona 1: Terdiri dari pembangunan gedung rektorat, masjid, perpustakaan, gedung fakultas, infrastruktur kawasan, landscape dan hardscape, serta eco sanctuary park.

Zona 2: Pembangunan kawasan mahasiswa (student center, book store, university mall, sport center), campus residences (professor and lecture staff, student family, student apartements), dan bangunan MEP atau rehabilitasi bangunan lama. Sementara Zona 3, yaitu: Pembangunan kawasan fakultas dan pusat kajian (pusat kajian, scholar center, training center), serta kawasan pusat peradaban (museum, performing arts, dan convention center).

Tahap I Pembangunan (2018-2019) akan menelan anggaran Rp 788 Miliar. Sementara total biaya pembangunan mencapai Rp 3,97 Triliun. Presiden Jokowi memperkirakan pembangunan kampus akan selesai seluruhnya dalam waktu empat tahun.

Presiden Jokowi dalam sambutannya menambahkan, bahwa bangunan gedung Kampus UIII akan berdesain futuristik. Karena menurutnya, ilmu dan riset harus melihat ke depan bukan ke belakang.

“Dari sisi desain, desainnya futuristik. Memang ilmu dan riset adalah kita melihatnya ke depan bukan melihat ke belakang. Baik dari sisi desain, tata ruang, sisi kampusnya, saya melihat Ini adalah betul-betul sebuah kampus masa depan,” imbuhnya.

Jawa Barat Akan Menjadi Laboratorium Islam Moderat Bercorak Indonesia Untuk UIII
Pemprov Jawa Barat menyambut baik sekaligus mendukung penuh berdirinya kampus ini. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) berharap UIII akan membawa dampak besar dan membawa Jawa Barat dan Indonesia menjadi salah satu pusat pengembangan Agama Islam yang bercorak Indonesia ke penjuru dunia. Yakni Corak Islam yang moderat, toleran, terbuka, dan berkemajuan.

“Pemilihan Kota Depok sebagai lokasi Kampus UIII merupakan hal yang tepat. Karena kehidupan umat Islam di Jawa Barat sudah dikenal moderat, toleran terhadap keberagaman, terbuka terhadap perbedaan, pandangan kebhinekaan, serta senantiasa berorientasi pada kemajuan kehidupan duniawi dan ukkhrowi secara berkeseimbangan,” ujar Aher dalam sambutan selamat datangnya.

Kampus UIII di Jawa Barat, kata Aher akan memiliki laboratorium kehidupan Islam moderat yang bercorak Indonesia. Kondisi masyarakat Islam yang menjadi mayoritas di Jawa Barat tidak terlepas dari sejarah masuknya Islam ke wilayah Jawa Barat yang berlangsung damai, serta ajarannya yang sejalan dengan nilai-nilai kesundaan.

“Kami berkeyakinan bahwa pendirian kampus ini di Kota Depok, Jawa Barat pada hakikatnya adalah kehendak Allah SWT. Yang mudah-mudahan juga menjadi isyarat dari Allah akan kemajuan yang akan diraih kampus ini,” harap Aher.

UIII pun kata Aher, akan memperkuat citra Jawa Barat dalam dunia pendidikan nasional maupun global. Tak heran, karena di Jawa Barat banyak perguruan tinggi negeri maupun swasta berkelas dunia.

“Menjadi kerhormatan dan kebanggaan bagi Provinsi Jawa Barat, karena Kota Depok dipilih menjadi lokasi pembangunan Kampus UIII. Hal ini akan semakin memperkuat peranan Jawa Barat dalam sejarah percaturan dunia pendidikan Indonesia bahkan di tingkat global,” ungkap Aher.

“Untuk itu, kami selaku masyarakat Jawa Barat dan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Depok dan kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat, In Shaa Allah siap seratus persen memberikan dukungan sepenuhnya bagi pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia ini di tatar Jawa Barat,” pungkasnya.

(HUMAS JABAR/DAR)

Inkindo Usulkan Tiga Nama Untuk BIJB

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Jawa Barat berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melakukan percepatan pembangunan di kawasan Majalengka dan Cirebon Raya seiring dengan keberadaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Tugas ini akan menjadi tantangan pertama bagi pemimpin baru di Jabar hasil Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018.

Ketua DPP Inkindo Jabar, Andrian Tedjakusumah menuturkan, proses pembangunan BIJB Kertajati sendiri saat ini tinggal memasuki proses finishing. Sekitar 96 persen pembangunan bandara yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Jabar ini sudah tuntas dilakukan.

“Tapi yang harus dipikirkan saat BIJB ini tuntas 100 persen yakni akses menuju bandara tersebut. Dan salah satu solusinya yakni dengan percepatan pembangunan jalan tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) karena kalau menggunakan akses tol Cipali yang sudah eksisting, terlalu memutar dan jauh,” ujar Andrian saat ditemui di ruang kerjanya, komplek perkantoran, Ruko Segitimas Kosambi, Jalan Ahmad Yani Kota Bandung, Rabu (6/6/2018).

Jika ruas jalan tol Cisumdawu belum selesai saat BIJB Kertajati sudah beroperasi, hal tersebut akan berpengaruh pada jumlah penumpang secara signifikan. Untuk itu, percepatan pembangunan jalan tol Cisumdawu harus menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur di Jabar. Termasuk dalam mempersiapkan jalan penghubung dari pintu keluar tol menuju bandara.

“Selain dari sisi infrastruktur, harus dipikirkan juga terkait kesiapan warga setempat di Majalengka dan di kawasa Cirebon Raya dalam menghadapi keberadaan bandara ini. Pasalnya, keberadaan bandara dipastikan akan mempercepat perekonomian di Majalengka dan sekitarnya. Dan masyarakat Majalengka harus siap, jangan hanya jadi penonton saja,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya pun meminta sumber daya manusia (SDM) asli dari Majalengka untuk semaksimal mungkin sebagai pekerja di bandara internasional tersebut. Namun di satu sisi, harus disiapkan juga kualitas dari SDM Majalengka itu sendiri.

“Bagaimana masyarakat Majalengka ini diberikan pelatihan mulai dari di bidang jasa, industri, hingga hal lainnya sehingga mereka tidak menjadi penonton. Ini baru bandara yang selesai, belum nanti kawasan aerocity-nya. Dalam lima tahun kedepan, kami prediksi Majalengka akan menjadi kawasan kota soft metropolitan baru sebagai bagian dari kawasan metropolitan Cirebon Raya. Ini akan menjadi tantangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar yang baru hasil pilgub Jabar 2018 dalam menyikapi percepatan pembangunan di kawasan Majalengka dan sekitarnya dengan adanya bandara tersebut,” tegasnya.

Sementara terkait penamaan bandara, Andrian mengaku jika pihaknya sudah mengajukan usulan nama bagi BIJB ke pihak DPRD Jabar dan Gubernur Jabar. Selain itu, pihaknya pun sudah melakukan komunikasi dengan beberapa tokoh di kawasan Majalengka dan Cirebon Raya, salah satunya dengan Gusti Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat di Keraton Kasepuhan Cirebon.

“Untuk nama bandara kita sudah usulkan tiga nama yakni Bandara Internasional Kertajati, Bandara Internasional BJ Habibie, dan Bandara Internasional Siliwangi. Kita pun sudah mengajukan surat permohonan penggunaan nama kepada keluarga BJ Habibie. Untuk saat ini, bandara tersebut akan menggunakan nama Bandara Internasional Kertajati,” pungkasnya.

(Ageng/DAR)